Tiramisu (part 8 – end)

Kyuhyun

hari ini tgl 3, hari ulang Tahun Hyuna. sesungguhnya aku ingin merayakannya. tp aku takut dia terluka “aish, bgmn ini. aku tak mau dia menangisi Minhyuk. aku tak ingin melihat wajahnya spt setahun yg lalu. tak ingin melihat menangis” *kringkringkring* ku angkat tlp “yeobseyo” “Kyu~ ayo kita rayakan ulang tahunku. bogoshipoo” suaranya yg memekakkan telinga, aku lgsg tau siapa dia “Hyuna” “kita bertemu di Makam Minhyuk. ku tunggu 30 menit. oke” tanpa membiarkan aku bicara, Hyuna menutup tlpnya. mwo? di makam minhyuk? dia sdh disana? “aigoo, shit, aku hrs buru-buru” ku ambil kunci mobil & kado yg sudah ku persiapkan, kalung liontin hati.

sesampainya di makam, aku kaget, dia sudah mempersiapkannya. cola, cake + lilin 19, makanan ringan, dan balon?? hahaha “kau knp tiba-tiba, kan bisa mengabariku, kita persiapkan bersama” aku memeluk erat Hyuna, lalu mengecup keningnya “saengil chukae, Irie Hyuna, saranghaeyo” ku serahkan kado, dan dia terlihat sangat senang “pakaikan Kyu, cepat cepat” dia meminta ku memakaikannya, dan saat itu jg aku lihat cincin saphire blue pemberian Minhyuk terpasang di jari manisnya. aku senang, & tdk bertanya apapun. dia tersenyum manis. Tuhan, terima kasih atas anugerahmu yg indah ini
——-

Hyuna
aku merayakan ultahku ke-19 bersama Kyuhyun & Minhyuk, 2 pria yg sangat aku cintai. sedari rumah, jantungku merasa kurang baik.

ya sebulan lalu aku penasaran thdp sakitku, stlh ku cek, ternyata aku sakit jantung, sudah lumayan parah “hahaha. mungin sebentar lg kita bertemu Minhyuk. tp berarti aku meninggalkan Kyuhyun. andwae. aku pnh merasakan di tinggalkan. aku tak akan meninggalkan Kyuhyun. saranghae”

ulang tahunku sangat spesial, ada cincin pemberian Minhyuk, & ada kalung pemberian Kyuhyun “gamsahamnida, Kyuhyun. saranghaeyo” aku memeluk Kyuhyun, & mencium Kyu lembut di dpn makan Minhyuk, kurasa tak apa “saranghae Hyuna” dia gantian menciumku, ku rasakan setiap detail lekukan di bibirnya yg tipis, hembusan nafasnya, & kulit putihnya yg lembut. setelah itu kami meniup lilin, makan kue, & bernyanyi, sungguh sangat menyenangkan

namun tiba-tiba jantungku kumat “Kyu, dadaku sakit, sakit kyu, sakit sekali” aku menangis krn sangat sakit, aku memegang dadaku, dan aku jatuh ke pelukan Kyu, dan membuat berantakan semuanya
—–

Kyuhyun
kami bersenang-senang bersama, namun tiba-tiba Hyuna menundukan badannya, lalu menangis “Kyu, dadaku sakit, sakit kyu, sakit sekali” Ya Tuhan, jantungnya. dia ambruk ke arahku, & pingsan. aku membawanya ke rmh sakit

**Rumah Sakit**

“yesung-ssi, yesung-ssi, tolong Hyuna, jantungnya kumat. dia blg rasanya sakit, sgt sakit” bicaraku pada yesung-ssi “cepat taruh dia di UGD” aku menidurkannya di ranjang “kau keluarlah dulu” aku keluar, & menghubungi semuanya, Minhwa dtg yg pertama “bgmn Hyuna?” tanyanya dg napas tersengal-sengal krn berlari “molla, sudah 1 jam. aku takut. ya! minhwa, aku merasakan paniknya Hyuna saat Minhyuk spt ini, kalutnya Hyuna saat itu. ternyata spt ini rasanya” tanpa sadar aku menangis, & Minhwa memelukku erat, pelukannya hangat, sangat nyaman

tak lama kemudian, yesung-ssi & suster lainnya keluar, semua suster yg kebetulan suster yg sama saat merawat Hyuna itu menangis “oppa, adikku bagaimana?” minhwa bertanya pada yesung-ssi, yg notabene adalah sunbaenya di SMA, yesung-ssi melepas masker & menggeleng “mianhae, dia terkena serangan jantung. sdh 2 kali. aku mendengar kalimat yg di tujukan untuk Kyu” yesung-ssi melihatku “Kyu, 4 bulan yg indah. Kyu 4 bulan yg hebat. Kyu, Gomawoyo. Kyu, neol saranghae! Kyu, Tiramisu! dia menjatuhkan ini” kalung yg td aku berikan padanya

aku berlari masuk ke dalam, & menangis. Hatiku hancur “yaa!! kau meninggalkanku di hari ulang tahunmu. hebat sekali dirimu! Hyuna! bangun. ku mohon! bisa apa aku tanpamu” aku menangis di samping tubuh wanita yg sangat amat ku cintai, dia tersenyum. persis saat Minhyuk meninggal “kau tau, aku mencintaimu saat pertama kali kita bertemu kls 5 SD, aku mencintaimu sejak kita slalu bersama, aku mencintaimu sampai skg, Hyuna. neol saranghae” aku memeluk Hyuna tuk terakhir kali. memeluk Hyunaku yg skg menyusul Minhyuknya ke surga. aku memang tak melihat ia menangis spt setahun yg lalu. karena dia sdh pergi, & menutup mata tuk selamanya dg senyuman “aku mengizinkanmu ke surga Hyuna -Tiramisu-”
———

** 10 tahun kemudian **

singkat bersamanya, itu yg ku rasakan. tp rasa itu tak akan pernah hilang. aku duduk termenung di depan makan Minhyuk & Hyuna. skg photo mrk ada dua, mrk tak akan terpisahkan lg.

“appa, ayo beli cake” “ayolah, appa, lapar” teriak 2 anak kecil dari samping, mrk memelukku dari belakang, spt kebiasaanmu, Hyuna

ya, mrk anakku dengan Minhwa, aku menikah dengannya 5 tahun yg lalu. dia membantuku bangun saat 10 tahun yg lalu kau meninggalkanmu begitu saja di hari jadimu, aku merasa ingin mati, tp dia bisa membuatku semangat lg

“kkajja, Hyuna, Minhyuk” anak kami kembar, 1 laki2 & 1 perempuan, ku namai Hyuna & Minhyuk, kenangan kalian tetap abadi di hatiku & Minhwa “kalian mau apa, chagi??” tanyaku pada kedua malaikatku “tiramisu cake, appa” jawab mereka bersamaan, riang sekali “nama & sifat mrk memang mirip Hyuna & Minhyuk. Aku harap, anak kita adalah reinkarnasi dari mereka” senyum minhwa padaku “iya. hahaha” imbuhku

kau bangkit karena aku, aku bangkit karena minhwa. hey, Minhyuk & Hyuna, bantu kami untuk bangkit, & jaga keponakan kalian yaa~

** TIRAMISU END **

Tiramisu (part 7)

Hyuna
“aigoo, Hyuna, bogoshipo” itu adalah luapan bahagian Kyuhyun saat mendengar aku bicara. menurut mereka aku koma 2 minggu setelah kematian Minhyuk.

**2 bulan kemudian**
“yaa!! babo Kyuhyun. aku tidak mau ke taman itu!” teriakku pada Kyuhyun yang terus menarikku agar senam. belakangan ini dadaku sering sakit, terasa benar-benar sakit. aku tidak tahu kenapa. Kyuhyun hanya menyuruhku untuk tidak capek & terlalu sedih / senang. sekarang aku bisa lebih baik “hey, minhyuk, jeongmal bogoshipoyo. suatu saat kita bertemu ya, tunggu aku” ku tatap langit biru nan indah saat itu, lalu tersenyum, karena aku melihatmu di antara awan itu.

1, 2, 3, sampai 6 bulan, aku merasa seperti di terapi. ada apa aku tak tau, & aku memang tak mau tau. Aku sekarang lebih pasrah terhadap apapun.

hari ini aku ingin ke Makam Minhyuk. aku sudah siap bertemu, dan melihat makamnya. aku rindu padanya. aku sudah siapkan Tiramisu Cake & Choco Vanila kesukaannya. Kyuhyun akan mengantarku kesana.

Kyuhyun
Hyuna sudah sadar, sifatnya sudah kembali 75%, itu lebih baik ketimbang 8 bulan yg lalu, rapuh. aku mengajaknya ke Makam Minhyuk, aku ingin meminta izinnya untuk selalu di samping Hyuna “Hyuna, cepat, kau pikir waktu bisa berhenti. hah??” teriakku pada Hyuna yg jalannya sangat lambat (kebiasaan) “tiramisu & choco vanila sudah kau bawa?” tanyaku “hmm, sudah. ayo kita berangkat!!” teriak Hyuna semangat. aku tau di merindukan Minhyuk, setelah Minhyuk meninggal ini kali pertama ia mengunjungi makamnya **30 menit kemudian** “yap, kita sampai, Hyuna-ssi” senyumku pada Hyuna, & Hyuna langsung keluar dari mobil setelah ku beri tahu arah makam Minhyuk
—-

Hyuna
aku baru siap skg, setelah Minhyuk meninggal ini kali pertama ku mengunjungi makamnya. Kyuhyun memberi petunjuk dimana makamnya, & aku pergi terlebih dulu, menunggu Kyu disana. setelah 10 menit mencari “chajatta” aku menemukan makamnya “Kang Minhyuk photomu tampan sekali disini. bogoshipoyo” aku menangis, mengingat semua kenangan. ciuman pertamaku, kencan pertamaku, cinta pertamaku, & pacar pertamaku “kau baik-baik sajakah? aku srg sakit skg, aku tdk tau knp, & tak mau tau, tp aku baik2 saja. aku bersama Kyuhyun hari ini. itu dia datang. yaa!! lamanya dirimu!” aku mulai bawel pada Kyu “mianhae, parkiran penuh. huh” sesal kyu padaku lalu aku memaafkannya “ayo kita berdoa, setelah itu kita makan bersama” kami berdoa bersama, ku pejamkan mata. tp aku merasakan pelukan hangat & parfum Minhyuk “Minhyuk??” aku tersenyum “kau harus bahagia bersama Kyuhyun, arasso. aku disini bahagia. chagi, aku rela menunggumu disini. saranghae, jeongmal saranghae” aku mengerti maksud Minhyuk. aku buka mata, tapi knp aku tiduran? ruangannya putih semua? apa aku mati? tapi samar-samar aku lihat Kyu memegang tanganku “kyu, dimana ini?” tanyaku “kau di rumah sakit. kau tiba2 pingsan. aku panik, dan lgsg membawamu, Hyuna” oh ternyata aku pingsan. jd Minhyuk td hny mimpi? apa dia merindukanku? aku bangun & lgsg memeluk Kyu “mianhae, gomawoyo, Kyu” Kyuhyun hny tersenyum “saranghae, hyuna. jeongmal saranghaeyo” bisik Kyuhyun di telingaku, sontak membuatku tersenyum “nado. gomawo” Kyu, bantulah aku bangkit
—–

Kyuhyun
tak lama kami berdoa, Hyuna tiba2 ambruk “ya!! hyuna, hyuna” aku panik, & lgsg menggendongnya ke mobil, lalu dg kecepatan tinggi ke rumah sakit.

aku mengungkapkan perasaanku pada Hyuna stlh dia sadar, dan ternyata Hyuna mencintaiku jg. Terima Kasih Tuhan, aku akan merawat dia dg baik, jgn biarkan dia tau ttg jantungnya.

** 4 bulan kemudian **

kami berpacaran spt yg lain. makan, jalan, belajar, dll. Hyuna di sampingku, dia nyata. tp entah knp aku merasa dia jauh, sangat jauh “saranghae, Hyuna” ku dekatkan wajahku padanya. dia tersenyum manis padaku “nado, Kyuhyun-ssi, gomawoyo” dia menciumku tiba-tiba, aku kaget “mwo?? hahaha” lalu ku tarik dia, dan menciumnya, lebih dalam, lebih dalam, hingga kami tak tau sudah brp lama kami berciuman
—–

Hyuna
sudah 4 bulan aku & Kyuhyun pacaran, aku senang, dia berusaha spt Minhyuk. aku tau aku egois, tp aku akan berusaha lbh dlm mencintai Kyuhyun “ciumanmu mengagetkanku, kyu” aku memeluknya lama, sangat lama “kau tau, aku sangat mencintaimu, jgn pergi dariku ya” Kyuhyun sangat terus terang mengenai ini. ku lepas pelukanku “aku disini kok. saranghae” ku bentuk jari-jemariku membentuk hati. kami tertawa bersama. ya dia Cho Kyuhyun, seorang sahabat, dan kekasihku, saranghae Kyuhyun
——

Tiramisu (part 6)

Kyuhyun
aku masuk ke dalam, ku lihat Minhyuk, alat yg di pakainya menunjukan tanda garis lurus, & Hyuna? spt orang gila teriak-teriak gak karuan “kenapa? kenapa kau pergi? bukankah kau berjanji akan selalu disampingku tadi? hah!! minhyuk, kau jahat!” dia menangis dlm pelukku “sudahlah, dia tak suka kau menangis, dia ingin kau selalu tersenyum, hargailah keinginannya” aku berusaha menenangkannya tapi “ya!! hyuna, babo! hyuna, hyuna! hyuna!” dia pingsan

“yesung-ssi, tolong Hyuna, cepaat” aku sangat panik “taruh ia disini, pasangkan, alat itu, ambil stetoskop” yeseng-ssi sibuk memeriksa, Minhwa menangis sesengukan “Ya Tuhan, aku sudah ambil adikku, jgn kau ambil dia” suaranya sangat pilu, mataku tertuju pada Hyuna, dokter menggunakan alat pacu jantung karena jantungnya sempat berhenti. setengah jam kami di dlm ruangan menunggu Hyuna “Hyuna terkena serangan jantung” wajah yesung-ssi pasrah “lalu bgmn keadaannya? anakku baik-baik sajakah, dokter?” aku seakan-akan mati mendengar Hyuna terkena serangan jantung “keadaannya tidak apa-apa, tapi…. dia koma. saya minta maaf. maaf, Kyu” kami mendengarkan dengan sangat amat baik “Hyuna koma” ya, itu yg terucap dlm bathinku. Ny & Tn. Kang, Minhwa, ahjumma & ahjussi, termasuk suster2 yg membantu kami menangis melihat mereka. Ya sekarang mereka berdampingan berdampingan, bedanya adalah Minhyuk sudah meninggak, dan Hyuna? dia di ambang, dia koma.

* 2 minggu kemudian *
autor
Hyuna terkena serangan jantung karena kepergian Minhyuk di hari jadinya yang ke 18. di tambah lagi dia koma. Kyuhyun setia bersamanya selama 2 minggu ini, sesekali Minhwa, Tn & Ny. Kang, & orang tua Hyuna menemaninya

Kyuhyun
aku sakit melihatnya begini, Tuhan jangan kau ambil dia, aku sangat membutuhkannya, aku mencintainya, izikan aku membahagiakannya “hey babo, kpn kau bangun. tdk kah kau merindukanku??” aku menatapnya, dan tdk lama kemudian aku terkejut, dia sadar “Hyuna, kau sadar, terima kasih Tuhan” tp matanya memandang lurus ke depan, kosong “yesung-ssi, suster, minhwa, Hyuna sadar, Hyuna sadar” teriakku, tak lama kemudian semuanya masuk, & yesung-ssi memeriksa Hyuna & tersenyum “syukurlah, kau sudah sadar, sudah 2 minggu kau disini” tapi Hyuna tdk merespek, tatapannya pilu, & matanya kosong “apakah dia msh shock minhyuk?” tanya Minhwa pd yesung-ssi, & yesung-ssi hny tersenyum “ya, sptnya begitu. aku berpikir saat itu hatinya pst sangat terluka sehingga doa bisa koma” mendengar pernyataan itu kami semua terdiam

aish, aku hanya bingung, kenapa Minhyuk pergi di saat ulang tahunku? tuhan memberi kado macam apa? aku selalu ke gereja bersama minhyuk, tidak pernah tidak. tapi kenapa Tuhan tetap mengambilnya, ya? Kyu, aku sedih” aku, Minhwa, yesung-ssi, & para suster sangat kaget dg apa yg Hyuna ucapkan barusan. matanya sayu, air mata keluar. Minhwa menghampiri Hyuna, dan menepuk bahunya “sudahlah, Hyuna, jangan kau perberat Minhyuk pergi. sudah 2 minggu kau koma, jgn tambahkan sakit pada dirimu. kasihan badanmu, saeng”

“mworago? 2 minggu? Ya Tuhan. aku ini apa ya, tidak bangun selama itu?” Hyuna kaget, tapi aku Minhwa, Yesung-ssi, & suster2 yg merawatnya jauh lebih kaget lg. dia sudah bicara banyak “aigoo, Hyuna, bogoshipo” aku memeluk Hyuna, & Hyuna tersenyum manis padaku
—–

Tiramisu (part 5)

Hyuna
jam menunjukkan 11.55, air mataku trs mengalir, ku usap berkali-kalipun, tetap saja mengalir. tapi aku tetap tersenyum melihat namjachinguku, tetap ku gengam erat tangannya “tetaplah disampingku, tetaplah….” blm selesai ku ucapkan itu, aku melihat dia menangis. Minhyukku menangis di hadapanku. ku peluk dia, ku cium bibirnya yg pucat, lalu dia membalas ciumanku. dia memelukku erat, menciumku dengan lembut. lalu dia melepaskan ciumannya, & berbisik kepadaku “mianhae, jeongmal mianhae, Hyuna-ssi” aku hny tersenyum, dan mendekap tangannya “jam brp skg & tgl brp?” tanyanya padaku “jam 12.02, berarti tgl 3. waeyo, chagi?” dia tertawa “tak ingatkah kau, Hyuna?” aku bingung, dan dia tetap tertawa lepas, aku suka senyum & tawanya. senyum & tawanya membuat hidupku lbh berwarna “waeyo, chagi?” dia tersenyum “ambilkan tasku, lihat disitu ada kotak berwarna biru, dan ambilah” pintanya padaku, lalu ku ambil tasnya, & dia senyum licik padaku, aku suka itu
—–

 

Minhyuk
dia bingung knp aku tertawa ketika bertanya jam & tgl brp, dia trs menggerutu. ya, sifatnya yg manja itulah yg membuat aku bisa bertahan disini “ambilkan tasku, lihat disitu ada kotak berwarna biru, dan ambilah” akhirnya dia melihat kotak itu “bukalah” setelah dia buka, dia tersenyum manis sekali “sepasang cincin saphire blue??” ya, dia sangat suka warna saphire blue, dia pnh cerita ketika masuk smp, dia & kyu menemukan cincin berwarna saphire blue, tp ketika ingin di ambil, cincin itu sudah tidak ada, dan Hyuna menangis. Kyu menenangkannya “Saengil Chukae, chagi. jeongmal saranghaeyo” dia kaget, ternyata dia lupa hari ulang tahunnya. dia memelukku & menciumku “gamsahamnida, Minhyuk, saranghaeyo” lalu ku ambil cincin itu, & ku sematkan yg kecil pada jari manisnya, lalu dia menyematkan yg besar pada jari manisku “lihat, kita serasi kan. aduh, cantiknya. saranghae, oppa” melihat senyumnya, semakin berat ku meninggalkannya. aku bangun dari tempat tidur, melepas infus, & menariknya dalam-dalam di pelukku. dia menggembungkan pipi ketika ku lepas infus “yaa!! babo, kau tak ingin sembuh, hah!!” bentakannya sangat lucu. lalu ku ambil cameraku yg msh berfungsi, ku ambil bbrp photo bersamanya, tuk terakhir kali “saranghaeyo, Hyuna. Terima Kasih kau sudah mencintaiku sepenuh hati. skg aku bisa tenang. jaga diri baik-baik, ku tunggu kau disana” saat itu jadi badanku lemas, dan semua terlihat gelap, yg ku dengar hanya suara Hyuna sambil menangis berkali-kali memanggilku “Minhyuk! ya!! bangun, jangan tutup matamu. jangan tinggalkan aku” tp aku sudah lemas, tiba-tiba suara yg tadinya ramai, menjadi hampa, ternyata sudah saatnya “jeongmal saranghae, Hyuna”
—–

 

Hyuna
ketika melihat cincin saphire blue itu, Ya Tuhan aku baru ingat ini ulang tahunku. Minhyuk membelinya sepasang, satu untukku, & satu untuknya. kami slg menyematkan di jari manis kami. Minhyuk mengambil cameranya, & kami berphoto bersama, namun tiba-tiba dia berkata “saranghaeyo, Hyuna. Terima Kasih kau sudah mencintaiku sepenuh hati. skg aku bisa tenang. jaga diri baik-baik, ku tunggu kau disana” aku kaget, matanya mulai terpejam, ku goyang2 tubuhnya, sama sekali tak bereaksi. aku berteriak sangat kencang, lalu appa oemma, ahjumma, ahjussi, Kyu, Minhwa masuk ke dalam, aku trs memeluk Minhyuk “Minhyuk! ya!! bangun, jangan tutup matamu. jangan tinggalkan aku” saat itu aku mendengar desahannya sblm dia bnr2 menutup matanya tuk selamanya “jeongmal saranghae, Hyuna”, Ya Tuhan knp kamu ambil dia dihari ulang tahunku? inikah hadiah darimu? inikah kejutan darimu “Kang Minhyuk” teriakku sekeras-kerasnya, lalu tubuhku lemas, Kyu memegangiku “hei, kendalikan dirimu, terima keadaan!” aku menangis, hatiku sakit, pilu. itukah Minhyukku ketika tidur? tidur tuk selamanya tanpa membawaku bersamanya? “knp? knp kau pergi? bukankah kau berjanji akan selalu disampingku td? hah!! minhyuk, kau jahat!” itu kalimat terakhir yg ku lontarkan pada seorang Minhyuk yg sudah mati. aku menangis di pelukkan Kyu “sudahlah, dia tak suka kau menangis, dia ingin kau selalu tersenyum, hargailah keinginannya” Kyu berusaha menenangkanku, tp percuma. tak lama kemudian aku lemas, mataku terasa lelah, kepalaku pusing “ya!! hyuna, babo! hyuna, hyuna! hyuna!” aku mendengar suara Kyu & lainnya memanggilku tp mataku tetap terpejam.

 

 

——– TO BE CONTINUED ——–

 

Tiramisu (part 4)

Kyuhyun
kami semua duduk termenung, dan berdoa demi kesembuhan minhyuk. perlahan tapi, pst, aku mendengar Hyuna menyanyi “You are the one. Ojig nomani nesarang. You are the sun. Tasuhi gamsaon miso. You are my love. To na yogshi gudemane ojig dan han saram. Onjekajina gyothe issoyo” itu adalah lagu favoritnya, Hyuna selalu bilang kalo minhyuk suka bermain gitar & bernyanyi itu ketika sedang di taman “hey, gwenchana, hyuna. apa kau lapar?” “aniyo, gwenchana, kyu. aku lapar, lapar akan pelukan & suara minhyuk yg memanggilku chagi” mendengar suara hyuna yg seperti tak ada semangat, hatiku sakit. Ya Tuhan, andai bisa ku gantikan posisi minhyuk di dalam, mungkin hati Hyuna tidak akan sesakit & seperih ini. karena minhyuk tau bagaimana menenangkannya. setelah berjam-jam, akhirnya lampu UGD mati, dan dokter keluar. Hyuna pun berlari menghampiri dokter “dokter, bagaimana minhyuk. apa dia tak apa-apa” dokter tidak menjawab “yaa!! jawab, minhyuk ku selamat bukan!!” Hyuna teriak sangat keras. lalu dokter itu pun membuka pintu agar Hyuna bisa masuk
——–

Hyuna
aku duduk di samping kyu yg sedari-tadi memelukku, tiba-tiba dokter keluar dan aku bergegas menghampirinya “dokter, bagaimana minhyuk. apa dia tak apa-apa” dokter tidak menjawab pertanyaanku, dan membuatku panik “yaa!! jawab, minhyuk ku selamat bukan!!” dokter hanya membuka pintu untukku, lalu aku menggandeng kyu untuk masuk. baru bbrp langkah aku mendengar suara dokter “kau hrs tabah, aku hny bisa berbuat sejauh ini, Tuhan yg menentukan” lalu Kyu cpt2 memapahku pergi “kajja” Ya Tuhan, itukah Minhyuk? dg segalam macam peralatan? dg selang & kabel? matanya sayu memandangku. aku berjalan pelan ke arahnya & tersenyum, aku duduk di sampingnya. dia tersenyum, senyum kesukaanku. aku menangis melihatnya begini. Kyu menghampiriku “aku tinggalkan kalian sendiri, aku ingin bicara dg dokter dulu” lalu minhyuk dg suaranya yg lemah mengiyakan “gomawo, kyu” aku tetap menangis di samping minhyuk, yg sedari td mengelus-elus rambutku & menatapku sayu. Tuhan, aku hrs bagaimana??

—–

*di luar ruangan*

Dokter
“saya salut dengan minhyuk, anak itu mampu bertahan sejauh ini dg luka spt itu. seharusnya dg luka yg ia alami, dia sudah mati di tempat. tp dia bisa menunggu ambulans menjemput, dan berjuang melawan maut”

Tn. Kang

“kira-kira sampai kpn anakku bisa bertahan? setidaknya dg peralatan” istriku & lainnya hny menangis, kami disini semua tau bhw pendarahan yg di alami minhyuk membuatnya tak akan bertahan lama. kami semua pasrah.

Dokter
“jujur, sampai skg saya trs berpikir bahwa keinginan minhyuk untuk bertemu Hyuna sgt besar, sedari tadi Hyuna trs ia panggil. mungkin krn dia, minhyuk bisa bertahan sejauh ini. saya hny bisa blg, bersiaplah tuk kemungkinan terburuk dg waktu yg sgt dekat. Saya tidak bisa berargumen apa-apa lagi”

Kyuhyun
aku sangat sedih mendengar pernyataan dokter. waktu Minhyuk sakit demam, Hyuna adalah orang pertama yg panik, dia seperti orang stress. skg stlh minhyuk di diagnosis tak bisa bertahan hidup lama, aku sudah tak mampu lg membayangkan lg bgmn Hyuna tnp minhyuk, pikiranku mulai jelek “apa tidak ada jalan lain agar dia bisa sembuh? ku mohon dokter. jika kau biarkan minhyuk pergi spt ini, Hyuna akan spt apa nanti. skg saja dia sdh spt mayat hidup. td di dlm saja dia hny bisa menangis di samping minhyuk. tolong dokter” mohonku sambil menangis pada sang dokter, tp dokter itu hny diam & menunduk. yg artinya tdk ada harapan lg bagi Minhyukk hidup, dan artinya Hyuna akan menderita.

*di dalam ruangan*
Minhyuk
setelah aku menutup mata, aku tdk tau apa yg terjadi. aku lelah. tp suara Hyuna terngiang-ngiang di kepalaku “oppa oppa oppa” suara tangisannya sangat memilukan, Tuhan aku ingin bertemu Hyuna, izinkan aku menyampaikan sesuatu padanya, aku ingin menitipkan Hyuna pd Kyu, aku tau dia pst bisa menjaganya. setelah aku terbangun ku lihat pintu ruanganku terbuka, dan ku lihat Hyuna di papah Kyu menghampiriku. Tuhan, dia menangis spt apa td? matanya lebam, pucat. aku tersenyum padanya, lalu dia duduk di sampingku, & menangis sesengukkan. aku mengelus rambutnya yg basah krn hujan. lalu Kyu pamit ingin keluar, & skg hny ada aku & Hyuna di ruangan “hey, jgn nangis trs. matamu nanti sakit” lalu Hyuna mengangkat mukanya “tp kamu lbh sakit drpd mataku. km sakit dmnnya? bisa nahan gak? ayo kita bagi dua sakitnya. biar kamu gak sendiri suaranya ketika mengatakan ayo kita bagi dua sakitnya, membuat hatiku sakit. Tuhan sanggupkah dia tanpaku, Tuhan waktuku sebentar lg, tp dia membuatku tak bisa pergi “gak, udah lbh baik, kan ada kamu. skg jam brp?” “jam 11 malem. aku disini ya temenin km tidur, sini aku pegang tangan kamu” suaranya sangat lembut, dia tersenyum melihatku, ia menggenggam erat tanganku, dan aku pun tersenyum. Tangannya sangat dingin, mengigil. Aku tau dia pasti khawatir padaku, wajahnya pucat. Sudahkah dia makan?

————

 

 

——– TO BE CONTINUED ——–

Tiramisu (part 5)

Tiramisu (part 3)

Hyuna
sesampainya di rumah sakit, aku & Kyu berlari ke UGD, di sana eomma & appa ku, lalu ada Ny & Tn Kang (orang tua minhyuk) & Kang Minhwa (kakak minhyuk). Ny Kang langsung berhambur ke arahku, dan memelukku erat. beliau menangis sangat amat dalam “dimana oppa?” tanyaku pada semua. lalu Minwha oenni menghampiriku dengan wajah lusuh “dia di UGD, dokter blg presentase minhyuk selamat sangat amat kecil” lututku tak bisa menopang tubuhku yg lemas, lalu eomma memelukku “berdoalah pada Tuhan, semoga Minhyuk kita baik-baik saja” Kyu membantuku berdiri, lalu aku memeluknya erat “harusnya aku bisa lebih keras padanya. harusnya dia tidak meneruskannya. harusnya skg Minhyuk sdg duduk di bangku taman kampusnya sambil baca sms dariku” hatiku hancur, Kyu diam, lalu dia menepuk pundakku “Minhyuk begitu krn dia sangat mencintaimu, hyuna. dia selalu melakukan yg terbaik agar kau tdk ngambek. agar jika kau lulus nanti, Minhyuk bisa lgsg melamarmu” mendengar itu, tangisku pecah. memang, Minhyuk pernah bilang akan melamarku setelah aku lulus SMA “chagi, setelah kau lulus SMA, aku akan melamarmu. kau mau kan?” “ne, oppa. pasti” jantungku serasa mau copot mengingat hal itu di saat Minhyuk sedang bertarung melawan maut “ya !! Kang Minhyuk, kau harus sembuh. aku tidak mau tahu~ kau tahu, aku susah payah mendapatkanmu, susah payah membuatmu menyatakan cintamu, jadi jangan harap kau bisa lepas dariku, karena kau dan aku terikat~ ingat itu hei, Minhyuk” teriakanku yg besar membuat kaget semua orang yang ada di lorong itu, bahkan aku pun kaget dengan ketiba-tibaan itu
—–

 

Kyuhyun
Hyuna menangis dlm pelukannku, Hyuna menyesali knp ia mengikuti kekeraskepalaan minhyuk mengantarnya, ia merasa tidak berguna. Hyuna trs diam dlm pelukanku, lalu tiba2 dia berdiri & menghadap pintu UGD “ya !! Kang Minhyuk, kau harus sembuh. aku tidak mau tahu~ kau tahu, aku susah payah mendapatkanmu, susah payah membuatmu menyatakan cintamu, jadi jangan harap kau bisa lepas dariku, karena kau dan aku terikat~ ingat itu hei, Minhyuk” aku dan yg lainnya yg berada di koridor sangat kaget. terutama aku, ternyata Hyuna memang sangat amat mencintai Minhyuk, dan aku ?? ah, mikir apa aku, Hyuna kan sahabatku sejak SMP, sudah ku anggap adikku “ya!! bodoh, kau berisik, Minhyuk & para dokter bisa kaget. jeongmal babo cheorom” lalu dia tersenyum padaku “dia pasti sembuh, dan pasti setelah aku lulus nanti, kita akan menikah. benarkan? hahaha” tawanya mulai sedikit riang, di tambah senyum orang tua minhyuk, dan kak Minhwa pun melanjutkan “hei, nanti aku mau dekor tamannya saja. kalian kan suka di taman, biar bagus di pandang” aku yg sedari tadi hanya dia, tersenyum, dan tertawa, menahan rasa yg begitu menyesak. rasa apa ini, aku tak ingin kehilangan Hyunaku, Hyuna yg slalu di sampingku ketika aku butuh, Hyuna yg …. “hah, mikir apa aku. Hyuna adalah kekasih Minhyuk yg juga sahabatku” sontakku lg dlm bathin

kami semua duduk menunggu kabar dari ruang UGD. Hyuna yg sedari tadi ku peluk. tiba-tiba, perlahan tapi pasti, aku mendengar Hyuna bernyanyi “You are the one” lagu kesukaanya
—–

 

 

——– TO BE CONTINUED ——–

Tiramisu (part 4)

Tiramisu (part 2)

Minhyuk
namun belum sempat kurasakan Hyuna merunduk lagi, ban motorku ternyata slip, dan motor pun oleng, lalu ada sebuah truk di depan kami. tabrakan hebat pun tak terelakkan lagi. tubuh Hyuna & aku terpental jauh, motor ku ringsek. saat kami terpental, aku melihat posisi jatuh Hyuna sangat tidak bagus, kepalanya di bawah. tiba-tiba aku merasakan sakit yang luar biasa, aku merasakan badanku lembab, ku mencium bau darah yg di guyur hujan. aku coba memanggil Hyuna, aku ingin bangun memeriksa keadaannya, helmku yg ia pakai terlihat retak, pecah, aku panik luar biasa. tapi aku tak kuat, rasanya sangat sakit. mataku mulai gelap, ku coba memanggil nama Hyuna berulang kali, tapi lama kelamaan suaraku habis, tiba-tiba aku mendengar Hyuna memanggilku keras “oppa oppa oppa” suara langkah kakinya, itu menandakan dia tidak apa-apa. aku lega Tuhan, jangan biarkan dia terluka, jagalah dia Tuhan. ku tutup mataku yang lelah, aku mendengar hyuna berteriak, dan ku rasakan kedua tangannya menggoyangkan tubuhku, lalu ia menangis keras “minhyuk, jgn tutup matamu, tetaplah terjaga, lihat aku, lihat aku, buka matamu!!” “minhyuk minhyuk” aku mendengar suara itu, hingga aku putuskan untuk tetap menutup mataku

—-

Hyuna
aku trs memanggil Minhyuk, saat aku tepat berada di depannya, Ya Tuhan, Minhyuk ku, aku menangis keras, dia melihatku lalu tersenyum, tapi matanya mulai sayu & ingin menutup, ku coba memanggilnya, agar ia tidak menutup matanya, & tetap terjaga “minhyuk, jgn tutup matamu, tetaplah terjaga, lihat aku, lihat aku minhyuk, buka matamu!!” “minhyuk minhyuk” aku menangis keras, lalu mata minhyuk menutup, dia memejamkan matanya, dan dia tersenyum. “aaaa, minhyuuk, bangun” aku menggoyangkan badannya & teriak sekencang-kencangnya. lalu semua orang berkerumun, & ambulans dtg membawa minhyuk pergi dariku. aku panik, lalu ku ambil hpku yg lecet-lecet, dan menelpon satu orang, Kyuhyun “Kyu, tasukete~” kyu kaget knp suaraku sesengukkan dan terengah-engah “yaa!! kau knp, kau dmn ?” “tlg aku, tlg minhyuk, dia sekarat. aku mohon, kyu. jemput aku di halte dekat sekolah” kyu yang bingung lgsg mengiyakan, lalu tak lama kemudian kyu dtg dg motornya, melihatku bersimbah darah, kemudian memelukku “aku & minhyuk kecelakaan disini, minhyuk, minhyuk sekarat di ambulans, mrk sdg membawa mereka”

—–

Kyuhyun
di sekolah, aku hny melihat bangku Hyuna kosong, entah knp kosongnya bkn krn dia blm dtg, tp lbh kpd, hmm, aku tak tahulah. tak lama Hyuna menelponku dengan suara yang sangat menyedihkan “Kyu, tasukete~” aku berteriak saking kagetnya “yaa!! kau knp, kau dmn ?” dengan suara payau dia memohon padaku “tlg aku, tlg minhyuk, dia sekarat. aku mohon, kyu. jemput aku di halte dekat sekolah” mworago ?? kecelakaan ? tanpa pikir panjang, aku ambil tas & menuju ke parkiran, & lgsg menuju ke tempat Hyuna berada. Ya Tuhan, aku sangat terkejut, motor minhyuk ringsek tertabrak truk yang barusan dari sekolahku, dan aku melihat Hyuna bersimbah darah, baju putihnya terkena darah yang masih sangat segar & luntur terkena air hujan, aku langsung melempar motorku dan berlari memeluk Hyuna “aku & minhyuk kecelakaan disini, minhyuk, minhyuk sekarat di ambulans itu, mrk sdg membawanya” Hyuna menuntunku ke arah ambulans, dan Ya Tuhan aku jauh lebih shock melihat Minhyuk yang aku kenal selama ini terbaring bersimbah darah “astaga, knp bisa seperti ini?” belum sempat aku bertanya, petugas menyuruhku minggir “hey kalian, cepat ke rumah sakit, kau juga nona, kau hrs di periksa. kekasihmu sangat kritis” tanpa pikir panjang, aku menarik Hyuna, dan menyuruhnya naik motor. aku & Hyuna naik motor menuju ke rumah sakit. Hyuna yg sejak tadi menangis dan memanggil nama Minhyuk, hatiku teriris melihat & mendengar suaranya seperti ini “sudahlah, jgn menangis, Minhyuk kuat, dia tdk akan apa-apa. kita berdoa saja. arasso” tapi aku tidak dengar suaranya mengiyakan, aku hanya dengar ia trs memanggil “Minhyuk, saranghae, jeongmal saranghae oppa. jangan tinggalin aku oppa” kalimat itu berulang-ulang di telingaku. rasanya ingin ku peluk erat dia.
—-

Hyuna
aku ikut Kyu naik motornya menuju rumah sakit, hatiku gelap, & tak tau hrs spt apa “Minhyuk, saranghae, jeongmal saranghae oppa. jangan tinggalin aku oppa” suaraku yang trs spt itu membuat khawatir kyu, ia mencoba menenangkanku, aku dengar itu, tp aku tak ingin menjawabnya “oppa, ku mohon, kau hrs bertahan. aku janji akan giat belajar, aku janji tdk akan ambekan & manja, aku janji tak akan memintamu dtg tengah malam tuk menemaniku belajar / sekedar jalan krn bosan. tp jangan pergi dariku oppa. saranghae”

 

 

——– TO BE CONTINUED ——–

Tiramisu (part 3)

Tiramisu (part 1)

Hyuna
*sorry sorry sorry sorry* bunyi sms dari hpku, ternyata dari Kyuhyun “baboo, cepat, ada byk tugas yg hrs di kumpulkan”, aish, kyu memang selalu begitu. aku bangun, lalu melihat jam, ternyata sudah jam 6 pagi. aku bergegas mandi, dan berpakaian. setelah itu ku buka jendela & menengadah ke langit “hey, terima kasih atas hari yang indah” lalu – tiiiin tiiiin – ku lihat ada motor besar, berwarna merah di depan rumahku. aku tersenyum padanya yang sedang melambaikan tangannya padaku “tunggu, sebentar lagi aku turun” teriakku padanya. kemudian ku ambil tas, & bergegas menghampirinya yang sedang berdiri menungguku. lalu ku tengadahkan kembali kepalaku “terima kasih juga atas Minhyuk yang selalu si sampingku” bathinku. “chagi, ayo kita berangkat, aku tak ingin kau terlambat” bibirnya yang basah mendarat indah di bibirku, yang lalu membuyarkan lamunanku, & sukses membuatku tersenyum total

oh ya, namaku adalah Irie Hyun Ah (Hyuna), aku blasteran korea & jepang. dia Kang Minhyuk (Minhyuk), kekasihku. aku kelas 3 di Seoul Int High School, sedangkan dia adalah mahasiswa tingkat 2 di Seoul National University. setiap hari dia selalu menjemputku. dia suka melihatku di pagi hari, karena dia bisa menciumku yang sedang fokus ke langit. menurutnya jika ia menciumku di pagi hari, seharian aku akan terus mengingatnya. hihii. aku suka dia. sangat amat suka.

——-

Minhyuk
aku suka melihatnya di pagi hari, karena aku bisa menciumnya yang sedang fokus ke langit. aku berharap jika aku menciumnya di pagi hari, seharian dia akan terus mengingatku 🙂 “saranghaeyo, hyuna” bisikku sembari melingkarkan kedua tanganku di pinggangnya. “nado, oppa, jeongmal saranghae” aku sangat menantikan pagi, karena aku bisa melihatnya tersenyum manis, tapi aku takut suatu saat nanti tak bisa melihat senyumannya !!!

baru bbrp menit motorku melaju, hujan deras turun. lalu aku terus melaju karena aku harus mengantar Hyuna tepat waktu “oppa, sebaiknya kita berhenti. hujannya deras, aku tak mau kau sakit” ujar hyuna memintaku tuk berhenti. “gwenchana, chagi, kan kau sudah pakai helm & jas hujan, jadi tak apa. aku akan baik-baik saja” yakinku padanya

——-

Hyuna
baru bbrp menit kita meninggalkan rumah, hujan mengguyur. aku khawatir, ban akan slip. “oppa, sebaiknya kita berhenti. hujannya deras, aku tak mau kau sakit” pintaku pada minhyuk tuk berhenti, lalu di blg “gwenchana, chagi, kan kau sudah pakai helm & jas hujan, jadi tak apa. aku akan baik-baik saja” dia tetap bersikukuh. aku hanya tersenyum. begitulah chagiku, sangat bertanggung jawab, makanya aku sangat amat mencintainya “neol saranghae oppa, jeongmal saranghae” ku lingkarkan tanganku erat pada pinggangnya “hahaha. nado, my princess”

—-

Author
walaupun hujan deras menerpa mereka, mereka tetap melaju kencang. tanpa Hyuna sadari, kata-kata manis yang di ucapkan minhyuk hari ini adalah yang terakhir

—-

Minhyuk
“neol saranghae oppa, jeongmal saranghae” ia lingkarkan tangannya erat pada pinggangku, aku kaget “hahaha. nado, my princess” “ya !! pegangan, aku akan ngebut. jangan lepas helmmu ya” bentakku pada Hyuna. hujan pagi ini sangat besar, aku memberikan jaket & helmku padanya, aku tak ingin dia sakit. lalu ia merunduk di belakangku. badannya menggigil, aku panik “yaa ! chagi, gwenchana?? tahan sebentar lagi, setelah tikungan itu, kita sampai” “ne, gwenchana, oppa” suaranya yang menggigil, membuatku sedih, aku tak suka dia seperti itu.

—-

Hyuna
walaupun sudah menggunakan helm & jas milik minhyuk, ternyata dinginnya jauh lebih menusuk. aku menggigil, dan memeluk minhyuk “yaa ! chagi, gwenchana?? tahan sebentar lagi, setelah tikungan itu, kita sampai” suaranya tegas, tp panik. aku tau dia sangat khawatir, lalu aku coba tenangkan dia “ne, gwenchana, oppa”. namun belum sempat aku merunduk lagi, ban minhyuk ternyata slip, dan motor pun oleng, lalu ada sebuah truk di depan kami. tabrakan hebat pun tak terelakkan lagi. tubuhku dan minhyuk terpental jauh, motor minhyuk ringsek. ajaibnya aku tidak apa-apa, karena aku memakai helm minhyuk, pdhl kepalaku terbentur aspal jalanan yang sangat keras. helm minhyk retak-retak, dan seluruh badanku lecet.

setelah aku bisa bangun, aku melihat minhyuk ! minhyuk yang sangat amat aku cintai, minhyuk yang selama 3 tahun selalu ada di sampingku, skrg menjadi minhyuk yang bersimbah darah, seluruh badannya luka-luka parah! kepalanya terluka, dan mengeluarkan banyak darah! *bayangkan* matanya melemah & memanggil namaku berulang kali. Ya Tuhan, inikah Minhyuk ku ? Minhyuk kekasihku ? aku berlari ke arahnya & memanggilnya sekuat tenaga “oppa oppa oppa”

 

 

——– TO BE CONTINUED ——–

Tiramisu (part 2)