Marmalade Boy [Part 2]

Cast:

  • Cho Kyuhyun
  • Kim Jongwoon
  • Han Nara

Support Cast:

Jo Chaerin, Lee Eunhyuk, Shin Rae Kyung, KEY

Length: Part 2

Genre: Friendship, Romance, Family

Rate: AG (All Age)

Author: Nana

—————

beberapa hari setelah itu, aku makin sering melihat Raekyung bersama Kyuhyun oppa. aku tau mereka sempat pacaran, tapi seharusnya tak usah membuat heboh satu sekolah, yang akhirnya membuatku susah. aku sudah lelah

.

“hey, kenapa?”

“ah chaerin. aniya, gwenchana, wae?”

“at least, i can see your jealouse face”

“…….”

“Kyuhyun atau Jongwoon, hanya kau yang mengerti”

“mollayo chaerin-ah”

“……”

.

aku seperti gadis yang tak punya pendirian. aku tak ingin melepaskan jongwoon. tapi aku juga tak ingin jauh dari kyuhyun. kalau Kyuhyun? jangankan hatinya, sifat dan sikapnya saja abstrak. aigoo~

.

“nara, kau sepertinya dekat sekali dengan kyuhyun”

“tentu saja, kami tinggal serumah”

“ah iya. pasti menyenangkan”

“lumayan,,,,”

“…….”

.

setelah jongwoon tau aku dan kyuhyun serumah, ia jadi lebih dekat denganku. ayoolah, jangan begitu, nanti aku bimbang!! tolong lepaskan aku lebih dulu. karena aku tak bisa melepasmu begitu saja, jongwoon-ah

.

“waeyo jongwoon-ah? ada yang mau kau katakan padaku”

“hmm, tidak”

“hmm, sudah ya, aku duluan”

“chakkanman!!”

.

“eh? ada apa?”

jongwoon menghampiri dan menarikku, lalu memelukku dari belakang dengan erat

“gajjimalayo nara, jebal”

“ha?”

“aku minta maaf atas kesalahan yang dulu. tapi itu aku tak ada maksud”

“aku yang salah, dan tenang, itu tak akan terulang lagi. bye~”

“kalau aku meminta itu di ulang lagi bagaimana?” ia menghadangku dengan wajah serius

“mworago yo??”

.

“kalian bodoh! tak ada pengulangan dalam hidup. makanya kehidupan harus di syukuri” Kyuhyun tiba2 masuk ke kelas dan merusak suasana

“oppa!!!”

“kajja~ sudah waktunya pulang” Kyuhyun menarikku dan meninggalkan jongwoon yang shock dan mematung karena ucapannya tadi

.

**on the way home**

“apa yang ia katakan tadi?”

“masalah yang dulu saja”

“kau ada masalah?”

“3 tahun yang lalu, saat di smp. insiden surat cinta. aish~”

“boleh aku tau??”

“begini ceritanya,,,,”

.

.

setelah Kyuhyun tau ceritaku tentang jongwoon dulu. wajahnya berubah jadi menyebalkan, rasanya aku ingin memasukan wajah juteknya ke tempat sampah. aku tak bergurau yang ini~

.

**next day**

@ school

apa yang jongwoon pikirkan sih. selama ini aku sudah coba “santai” bersamanya. aigoo~

“kau kenapa?”

“engga~ kkkk”

.

chaerin dari tadi pagi hanya itu yang ia tanyakan. rasanya geregetan~

.

“jongwoon memintamu mengulang insiden surat itu?” ujar chaerin dan aku shock mendengar kalimat itu meluncur dengan indahnya dari mulut chaerin

“mwo??? “uhhmpphh,,,”

“kecilkan suaramu Han Nara”

.

Chaerin menutup mulutku dengan telapaknya. aku begitu kaget mengapa ia mengungkit hal ini lagi. aduuh, aku mau gila

“kau ini terlalu polos”

“biar,,,”

“hati-hati, yeoja itu sering kemari”

“nuguya?”

“yang pernah kau ceritakan”

“Shin Rae Kyung?”

“ah, matta!!”

.

she comes everyday?

she trying to take him back?

who’s care?

.

** on the way home **

aku suka pada siapa sih ya?

Kyuhyun atau Jongwoon?

aku selalu ingin mencintai seseorang lagi.

tapi kali ini tidak boleh salah~

.

“hei!!!”

“nee? nee, apa??”

.

kyuhyun menepuk bahuku, dan reaksiku berlebihan karena kaget.

wajahnya langsung berubah super datar

.

“memikirkan apa?”

“jongwoon”

“masih yang kemarin?”

“nee, oppa”

“kau kenapa selalu memanggilku oppa??”

“bukankah kau lebih tua? lagi pula aku masih canggung padamu”

“canggung yaa”

“hmmm,,,”

“canggung,,,,”

.

ia lalu mendahuluiku dan jongkok di depanku dengan melebarkan tangannya ke belakang

“ayoo”

“he?”

“cepat naik”

“tapi,,,,”

“ce,, pat,,,”

“kenapa aku harus menurut??”

“neon, naege dongsaengie”

“dongsaeng ya??”

“……..”

.

*huuup*

saat ia bilang aku dongsaengnya, rasanya aku di timpuk batu koral 1kg. tak mengerti kenapa, rasanya kesal. aku bingung dengannya. ia benar2 namja yang terlihat angkuh dan kasar di luar, tapi manis dan baik di dalam. ia seperti marmalade wafer

.

“mulai sekarang berusaha agar tidak ada kecanggungan diantara kita”

“waeyo?”

“ingin lebih dekat denganmu”

.

*deg*deg*

.

“hei nara??”

“ah nee, oppa?”

“aniya,,,”

“oh,,,”

.

who knows?

aku benar-benar tidak mengerti hati ini.

semua pasti baik-baik saja~

.

** in front of home **

“hey nara, itu jongwoon?”

“ah kau benar oppa”

“mengapa ia kemari?”

“mollayo”

.

“Jongwoon!!!!”

.

“aku masuk duluan, kalian bicaralah”

“nee~”

.

*siiiiingg*

.

“ada apa kemari?”

“kenapa kau di gendong?”

“kenapa tidak di sekolah saja?”

“apa kau sakit?”

“mau bicara apa?”

“kaki atau apanya yang sakit?”

.

“……….”

“……….”

.

kami berdua berusaha mengalihkan pertanyaan yang seharusnya, dan itu nampak jelas di sikap kami. kenapa jadi begini sih?

.

“ah tadi hanya aku minta di gendong, lelah” aku berbohong karena takut salah bicara yang ini

“oh, aku hanya ingin bicara yang kemarin” ia mendekat dan tersenyum

“oh baik. bicaralah”

“……”

.

“jongwoon-ah?”

.

“aku menyukaimu!!! dari dulu hingga detik ini, Han Nara!!”

“ha?”

“insiden itu salahku! aku yang membiarkan mereka membacanya. aku pikir itu bercanda, tapi ternyata itu serius. dan aku sangat amat menyesal!!!!”

“……..” *sigh*

aigoo~ bagaimana ini??

.

“Nara, aku tak akan biarkan Kyuhyun merebutmu!! aku tak akan biarkan ada orang yang merebutmu untuk kedua kalinya!!!! no one can stealing you from me anymore”

“mwo??”

.

*greeep*

ia mencengkeram lenganku begitu kuat, dan aku kaget

.

“wae?”

“kau suka si Kyuhyun itu kan??”

“mwo?”

“memangnya aku kenapa??”

“tu,, tunggu dulu”

“aku sudah terlambat, hah?? “apa bagusnya dia?? jelaskan padaku Nara!!!!”

“jongwoon, lepaskan. lenganku sakit!”

“jawab aku!!!”

.

“hei, kenapa sih kalian berdua selalu berisik! suara kalian terlalu keras”

“…….”

Kyuhyun muncul dari dalam rumah dengan tangan dilipat dan wajah datarnya

“semua bisa mendengar pembicaraan kalian. apakah kalian memikirkan itu?? memalukan. punya otak tidak?”

.

*gleek*

kami langung sadar, dan jongwoon melepaskan genggamannya dari lenganku, lalu menunduk malu

.

“kalian liat-liat kondisi dong. jangan hanya memikirkan perasaan kalian berdua saja!!!”

“…….”

.

aku langsung masuk rumah tanpa memandang Jongwoon dan Kyuhyun. aku sangat malu pada Kyuhyun. wajahnya tegasnya begitu menyeramkan

.

Jongwoon, apa maumu?

aku tak percaya semua ini terjadi.

aku saja tidak pernah berpikir ini akan terjadi. bagaimana ini??

.

** on the phone **

“chaerin bagaimana ini??”

“masalah 3 tahun lalu ya”

“hmm, ini pertama kalinya ia begitu”

“lalu gimana dong?”

“chaerin, kenapa malah kau yang tanya??”

“ah iyaa. kkk~”

“jongwoon hanya seorang teman, dan cinta dari masa lalu”

“berpikirlah pelan-pelan, nara”

“aku tidak mengerti. ia tiba2 mau meyakinkan perasaanku padanya”

“karena Kyuhyun kan?”

“ha?”

“karena kau suka Kyuhyun kan??”

“aniya!!!”

“jinjja?”

“hmm, molla chaerin”

“besok bicara pada jongwoon, dan katakan pendapatmu. arasseo”

“……”

.

aku tahu bahwa aku tak memiliki apapun yang bisa aku pegang.

tapi bukan berarti aku sendirian dan hilang arah

.

** next day **

@school

“jongwoon-ah, bisa bicara sebentar?”

“nee~”

“setelah 3 tahun, ini kali pertama aku harus menjawab pertanyaan seperti ini. terlebih lagi, kau yang mengatakannya. aku butuh waktu”

“arasso, aku sudah membuatmu shock saat itu. mian”

“ah, gwenchana”

“……”

“bersikap seperti biasa saja yaa”

“hmmm”

“……”

“……”

“kalau begitu, daaag~”

.

selesai sudah, semua sudah ku katakan.

semoga aku bisa membuat keputusan tepat

.

**2 days later**

on the way school

2 hari ini aku dan jongwoon malah seperti jauh-jauhan. takut saling melihat, dan mungkin aku selalu menghindar menatap matanya. aku tak berani. dan Kyuhyun? masih saja berkutat dengan yeoja aneh itu. semuanya tak ada yang benar!!

.

“neo gwenchana?”

“…….”

.

hari ini aku berencana mengabaikan Kyuhyun. hmm, sejak kemarin tepatnya. semakin aku diam, semakin dia banyak tanya, dan orang rumah semakin bingung

.

“………”

Kyuhyun menarikku ke dalam pelukannya. memelukku begitu erat, tapi aku tetap diam tanpa suara

“malhebwa”

“………”

.

“nara!!”

“……….”

.

mianhae oppa, biarkan aku mengikis semuanya.

neo, uri oppa. uri oppa yeongwonhi !!

“ah, terserah!!” ia berlari mendahuluiku ke sekolah. kakiku lemas, tak mampu berlari sepertinya. apa harus seperti ini??

.

@ class

“jangan lihat ke belakang nara!” bisik chaerin padaku

.

“benar. di belakang tak perlu ada yang di lihat”

“fokus ke depan”

“di belakang tak ada apa-apa”

.

aku terus menekankan semua hal itu pada diriku. berusaha tidak melihat ke belakang. stress?? yaa, aku super stress. Chaerin yang merasakan usahaku pun membantu sebisanya. gomawoyo~

.

“annyeong!!!” Hyukie masuk ke dalam kelas dengan wajah lucunya

“annyeong Hyukie”

“bagaimana weekend kalian?”

“asal tak kau suruh latihan, semua begitu indah” celetuk Jongwoon dengan mimik khasnya dan membuat kami semua tertawa. kau memang pandai menyembunyikan hatimu, jongwoon

“ah, itu di luar siapa??” tanyaku pada Hyukie dan ia tertawa

“ah, chakkanman” Hyukie keluar kelas, dan berbicara sebentar pada namja di luar itu. lalu namja itu diajaknya masuk ke kelas

.

“wooaaahhh”

“neomu kyeopta”

“nuguseyo?”

“hmmm”

.

“ya, nara-ya, geu namja neomu kyeopta” ujar chaerin sambil menggodaku, namun aku tetap santai menatapnya. karena aku merasakan 2 pasang mata menatapku terus saat ini

.

“cho neun, Kim Kibum imnida”

“annyeong kibum-ah”

“ah, cukup panggil aku Key”

“waeyo??” tanyaku pada namja yang baru saja masuk ke dalam kelas kami, lalu dia diam. pertanyaanku langsung menusukkah??

“dari SD aku selalu di panggil Key. karena orang tuaku ingin aku menjadi kunci di setiap masalah”

“oh,,,,” jawabku tenang

.

ia menghampiri Chaerin dan tersenyum ke arahku

“noona, boleh aku duduk di sebelahmu?” tanyanya padaku

“kau ingin di sebelah Nara??” tanya chaerin sambil melirikku. aigoo~

“kalau boleh” ujarnya santai. aku tak tau mengapa, tapi “eye smile”-nya begitu, waw

“aku akan pindah ke depan. oke nara” Chaerin langsung menyabet tasnya dan pindah di depanku. aish, terlalu “eh, kenapa kau memanggilku noona??” gerutu chaerin dengan tampang absurdnya

“aku dari kelas 1, noona. tidak lihat belt kelas 1 ini?”

“mwooooo????” ha? kelas 1? apa maksud namja ini. satu kelas memperhatikannya

.

“ah iya, aku lupa katakan, ia murid axelerasi” ujar Hyukie dan kami semua kaget. ehemm, termasuk aku juga “otaknya sangat amat pintar lho. bersiaplah kalian”

.

“cho neun Key imnida. noona??”

“ah cho neun, Han Nara imnida~”

“mohon bantuannya noona”

“nee~”

.

daaaang!! akhirnya aku melihat belakang, dan mimik Kyuhyun begitu seram, sama seperti wajah kesal Jongwoon saat ini.

“noona neomu yeppo, micheo, replay, replay, replay”

.

“……….”

.

satu kelas menatapnya saat ia bernyanyi lagu itu ke arahku. saat ia menatapku, aku benar-benar gelagapan. chaerin lalu tersenyum licik melihatku

.

“oh my god”

.

——–

.

aku hari ini tetap pulang bersama Kyuhyun. walaupun ia tetap tenang, aku tau ia kesal, dan marah. tapi aku hanya ingin menghilangkan perasaan aneh ini. jusunghamnida

“neo gwenchana nara??”

“…….”

“what’s your problem, huh?”

“…….”

“nara, kau,,,,”

.

“noona, aku boleh pulang bersamamu??” tanya Key dengan semangat. ah benar, jika bersama dia, aku tak perlu pulang dengan Kyuhyun. dan aku bisa cepat lupakan iblis itu

“kenapa kau selalu menguntitnya??” ujar Kyuhyun geram dan Key menunduk

“boleh” jawabku padanya dan ia tersenyum

“bolehkah noona??”

“aku dari tadi pagi mengajakmu bicara, tapi malah kau abaikan!! ya Nara!!”

“ah, nee. kajja, Key” aku berjalan bersama Key mendahului Kyuhyun

.

“nara!!!” Kyuhyun menarikku dan menjauh dari Key. Key hanya melihat kami bertengkar. mungkin ia masih takut untuk bertindak. payaah

.

“…………”

“kenapa kau meninggalkanku??” ujarnya sedikit kasar. aku tetap diam

.

“Kyuhyun-ah!!!!!”

aish~ yeoja itu lagi. ini adalah alasan aku malas berbicara dengannya beberapa hari terakhir

.

“itu Raekyung. jaga saja dia!!”

“mwo??”

“kajja, Key”

“nee noona”

.

aku tidak berbalik lagi, karena aku tau ia masih memeluk Kyuhyun.

I hate it so much

.

“noona, kapan-kapan ajak aku ke namsan ya”

“namsan? mau apa?”

“aku belum pernah kesana”

“mwoo??” yang benar saja, masa ia belum pernah ke namsan

“karena selama ini aku di amerika. aku baru pulang 3 tahun yang lalu”

“dan belum kesana?”

“belum. maukah,,,,”

“tentu, akhir pekan kita kesana. but you should pick me up at my home”

“woaaa, kau bisa bahasa inggris noona”

“i need english to get better job”

.

*greeep*

.

“eh?”

“aku boleh ya menggandengmu”

“waeyo?”

“hanya ingin saja”

“…….”

“gwenchanayo?”

“gwenchana”

.

saat ia meraih tanganku, entah mengapa jantungku deg-degan. ini adalah kali pertama kami bertemu, tapi aku sangat senang saat bersama namja ini. eottokajyo??

.

——————

great!! hampir 1 minggu mengabaikan Kyuhyun dan Jongwoon, dan Key makin lengket padaku. aish, aku sudah mulai gila.

.

“aku benci melihatmu sedih”

“……..”

“aku lebih benci melihatmu menangis”

“apa aku tak boleh sedih dan menangis?”

“boleh,,, asal jelas mengapa kau sedih, dan menangisi siapa”

“………..”

“noona, you know that love’s pain? but you should to survive in another case, if you love one of them”

“ha?”

“Jongwoon hyung, Kyuhyun hyung, mana yang kau pilih??”

“aku,,,,”

“tak perlu kau katakan. karena aku akan sakit hati mendengarnya”

“mworagoyo”

“naega, noona saranghae”

“key,,,,”

“aku duluan ya noona~ see you tomorrow with your sincerely smile as always”

“……”

.

bahkan namja itu mengatakan hal yang bisa membuat aku stress mendadak!!!

apa semuanya ingin membunuhku??

like an idiot!!!

Advertisements

MARMALADE BOY [Part 1]

marmalade boy

.

Cast:

  • Cho Kyuhyun
  • Kim Jongwoon
  • Han Nara

Support Cast:

Jo Chaerin, Lee Eunhyuk, Shin Rae Kyung

Length: Part 1

Genre: Friendship, Romance, Family

Rate: AG (All Age)

Author: Nana

.

—————–

*prolog*

namaku Han Nara, aku hidup begitu bahagia dengan appa dan eommaku. sampai saat keputusan bodoh mereka mengubah semuanya. bercerai sih aku masih bisa terima dan aku masih bisa mengerti, tapi kenapa harus seperti ini sih!!!!

.

“ha?? bertukar pasangan!!!”

.

itulah yang aku pikirkan saat eomma dan appaku mengenalkan mereka padaku, Tuan dan Nyonya Cho beserta anak mereka

.

“dengarkan mereka bicara dulu” ujar anak lelaki Tuan dan Nyonya Cho, yang bernama Cho Kyuhyun

.

“tapi yang benar saja!!!”

.

“appa dan eomma sudah sepakat dengan Tuan dan Nyonya Cho, kami akan bertukar pasangan”

.

“appa!! eomma!! naega eottohkke??”

.

“tenang, kita akan tinggal di satu rumah besar. semuanya di satu atap” ujar Cho Ahjussi lalu menepuk bahuku pelan dan tersenyum

.

“geotjimal!!”

.

“aniya, nara. jadi kau akan punya 2 appa dan 2 eomma, dan oppa di rumah itu nanti” imbuh appa dengan wajah yang berseri-seri. apa-apaan ini? jeongmal babo appa!!

.

“ha?”

.

Cho Kyuhyun hanya lebih tua beberapa bulan denganku. tapi rasanya begitu frontal jika ia harus jadi kakakku!!

.

“aaaaa!!! how stupid my family!!!!”

.

*prolog end*

.

—————-

.

*tok tok tok*

“Nara!!! sudah mandi belum??”

“sudah eomma”

“ayoo, kita sarapan, kami tunggu yaa”

“nee ahjumma, chakkanman”

.

2 bulan sejak kejadian itu, kami benar-benar tinggal di satu rumah besar bersama. 2 keluarga di 1 atap. tinggal tunggu beberapa bulan dan surat menikah alias tukar pasangan selesai, hancur sudah. apa-apaan hidupku ini

.

“mulai sekarang Kyuhyun akan bersekolah di sekolahmu” ujar Cho Ahjussi dan aku mengerutkan keningku

“dan aku meminta ia di tempatkan di kelasmu. tak apa-apa kan?” imbuh eomma

.

*bruuuuurrr*

.

“mworago!!!” aku menyemburkan serealku ke arah appa, karena aku begitu shock. tapi appa menangkisnya dengan koran paginya dengan lihai

“yang benar saja!!!”

.

“benar kok, 2 hari yang lalu aku dan ahjumma ke sekolahmu” ujar eommaku sambil memasukan bekal makan siangku ke dalam tas

.

“kalian berangkat sana, sudah siang” imbuh Cho Ahjumma ramah

.

“nee”

.

aku masih tidak percaya dengan apa yang mereka katakan. ini mimpi kan?? aduuh, mengapa harus 1 sekolah sih, dan satu kelas pula dengan namja itu

.

“kami pergi dulu. kajja, nara~”

.

ku berbalik dan melihat Kyuhyun dengan seragam Yang sangat familiar di mataku “seragam sekolahku!!!”

ia turun tangga dengan ekspresi datar lalu keluar rumah tanpa mengambil bekal makan siangnya. Rasanya mau ku timpuk wajahnya!

.

“ini sekalian bawa tuk Kyuhyun. cepat sana” eomma langsung mendorongku keluar rumah. Kyuhyun menungguku di luar rumah, dan lagi-lagi dengan ekspresi datar

.

*sigh*

“oppa?”

“hmm,,,”

“wajahmu bisa tidak jangan datar hari ini?”

“mwo?”

“tersenyum sedikit, seperti ini. bisa??” ujarku sambil menyunggingkan senyuman manis agar ia ikut tersenyum. tapi ia malah berjalan lebih cepat dan meninggalkan aku, menyebalkan “oppa!! chakkanman!!”

.

#backsound: Run Devil Run – SNSD

.

@ Paran High School

Class 2-1

setibanya di sekolah aku mengantarkan Kyuhyun ke ruang wali kelas, dan aku kembali ke kelas. perasaanku campur aduk saat menatap bangku kosong di belakangku “aigoo~”

.

“annyeonghaseyo yeorobun!!”

Eunhyuk seonsangnim, yang biasa kami panggil Hyukie datang bersama Kyuhyun. dan seketika itu juga satu kelas heboh. ah aniya, super heboh

.

“ah, kyeopta!!”

“aigoo~”

“nugu-ya??”

.

“oke, mulai hari ini, dia akan jadi bagian dari kelas ini. silahkan perkenalkan namamu~” Hyukie mendorong oppa maju, namun wajahnya masih asing terhadap kelas ini. tentu saja, ia murid baru dan belum 30 detik disini!

.

“annyeong, cho neun Cho Kyuhyun imnida~ bangapseumnida”

.

“aaa!!!”

“Kyuhyun!!!”

“annyeong!!”

.

ih berisik sekali!! aku menutup kuping lalu memandangnya datar, karena ia pun begitu. apa ia mau kita tak saling kenal? okelah, tak apa, malah bagus begitu

.

“kau duduk di belakang yeoja itu ya” Hyukie menunjukku dan Kyuhyun langsung duduk di belakangku tanpa sepatah katapun. namun para yeoja di belakangku begitu heboh, berisik!

.

“ya!! Nara, kau tak heboh seperti yang lain??” bisik sahabatku. yeoja cantik, cerewet, pintar, dan ramah. Sahabatku yang sangat aku sayang, Jo Chaerin “waeyo??”

“ah, tak penting. lebih baik kemarikan matematikamu, aku mau lihat!!” aku merebut buku matematika dari tangannya lalu berkutat dengan pelajaran yang begitu membuat otakku kalang kabut

“kau belum selesai??” ujar Chaerin dengan mata melotot

“aku bahkan bekum menyentuh buku matematika hingga detik ini. nih baru aku pegang” jawabku santai dan chaerin menepuk keningnya, pertanda badmood, ya sudah abaikan saja, sudah biasa begitu

.

** @ 12 pm **

Lunch Break

.

“kau mau bekalku??” ujar chaerin menawarkan roti sandwichnya. aku menggeleng pelan “Nara, kenapa bekalmu dobel sih??”

.

“ah itu sebenarnya begini, ehmm, ng,,,” aku bingung harus bagaimana mengatakannya. chaerin sama sekali tidak tau masalah keluargaku yang begitu autis “begini sebenarnya,,,,”

.

“Nara, kemarikan bekalku” Kyuhyun berdiri di sampingku dan meminta bekalnya

“mwo??” chaerin shock mendengar ucapan Kyuhyun

.

“ini bekalmu!” aku memberikan bekalnya lalu ia pergi dengan ekspresi datar. yeoja-yeoja yang dari tadi di belakangku langsung berlari mengikuti Kyuhyun pergi “paboya!!”

.

“Nara??” wajah chaerin seperti hantu dan sangat menakutkan

.

“oke, sepulang sekolah akan ku ceritakan!!” aku memang harus jujur padanya, hanya ia yang ku percaya. aku buntu menghadapi semuanya, begitu tiba-tiba!!

.

.

——–

“apa??? bertukar pasangan? hmmmfff” aku langsung membekap mulut chaerin saat ia teriak di halaman “nghh, kau gila!! masa bisa gitu??”

.

“kau teriak, nah aku, bisa kau bayangkan bagaimana aku??” aku lemas mengingat kebodohan appa dan eommaku waktu itu “menyebalkan!!”

.

“kalian satu rumah?”

“hemm,,,”

“apa menyenangkan??” ia memberikan pertanyaan bertubi-tubi padaku. astaga, cerewetnya

.

“belum terbiasa, aku lebih suka di kamar atau tidur seharian dari pada kumpul sama mereka”

“aduh nara, kepalaku migrain!!”

“aigoo~ bantu aku menghadapinya chaerin-ah”

“aku tak ada akal, ya sudah jalani saja. i guess, it’ll be fine” ujarnya optimis sambil memakan buah apel

.

“Nara, ayo pulang” teriak Kyuhyun dari ujung, dan di belakangnya aku lihat segerombolan gadis mengikutinya dan berteriak-teriak “kajja~”

.

“aigoo~ mengapa harus begini sih” ujarku pada chaerin

“kkkk~ just let it flow. aku duluan yaa” chaerin di jemput supirnya dan meninggalkanku dengan Kyuhyun

.

“oppa?”

“hmm??”

“………”

“wae?”

.

“oppa, bisakah tak usah membawa buntut??” bisikku ke telinga Kyuhyun, lalu melirik ke arah yeoja-yeoja di belakang. ia menanggapi pertanyaanku dengan tersenyum padaku untuk pertama kalinya

.

“tanya pada mereka” ujar Kyuhyun

“ha?”

“kajja!!!!” ia menggenggam tanganku, lalu berlari meninggalkan gadis-gadis autis itu di belakang. aku jadi olahraga setelah 1,5 bulan absent olahraga “menyebalkan!”

.

@ home

“hosh~ hosh~ baru sehari saja sudah kacau begini. aish!!!” gerutuku sambil memijat kakiku di depan pintu rumah “oppa, nih, buka pintu, aku pegal!!”

.

“kegendutan sih, biasakan lari!” ujarnya sambil membuka pintu

“mwo??” apa maksudnya!!!

“oh iya, mulai sekarang pasti biasa lari!!!” ia membopongku ke dalam, dan aku diam saja karena kaget. ini pertama kali di bopong namja kecuali dengan appa dan si bodoh, jongwoon

.

“go,,,gomawo oppa”

“hmm,,,,”

.

“oppa, mengapa kau setuju mereka bertukar pasangan??”

“mereka semua kan sudah bercerai”

“hmm,,,,”

“kau mau aku jawab apa??”

.

“aish, otaknya konlset rupanya. aku kan sedang tanya, kenapa ia balik tanya!!” gumamku sambil terus memperhatikannya membuka kemeja sekolah “dasar aneh”

.

“Nara~”

“ah, nee?”

“sampai kapan kau mau duduk di lantai dengan posisi seperti itu??” ujarnya sambil menunjuk-nunjuk rok pendekku yang tersingkap

.

“ya!! oppa!!! aish~ menyebalkan!!” aku langsung menutup rok ku lalu menggerutu kesal padanya “frontal!! itu frontal!! paboya” ia memandangku datar tanpa mengucapkan sepatah katapun, dasar pelit

.

melihat tubuh kecilnya yang tinggi dan hanya memakai kaus putih transparan, aku jadi merasa risih melihatnya seperti ini

.

“jawab pertanyaanku oppa!!!!” aku langsung mendatanginya dan merebut minumannya. ia menatapku tajam “ah, mianhae”

.

“mau makan tidak??” ujarnya keras dan aku langsung mengacungkan jariku, refleks jika mendengar kata ‘makan’

“nih makan bekalku”

“ha? kau tidak makan tadi?”

“engga. mau gak nih”

“mau, mau, mau”

.

ia melempar bekalnya ke arahku dan duduk di meja makan. aku lalu ikut duduk di depannya dan tersenyum menatap makanannya

“gomawo oppa”

.

“aku selalu mendukung apapun yang membuat mereka bahagia” ujarnya lembut, dan aku menghentikan aktifitas makan gilaku dan mendengarkannya

“bahagia? maksudmu?”

.

“mereka bilang bertukar pasangan adalah hal yg mereka inginkan. aku menyetujuinya saja” imbuhnya

.

“kok asal setuju begitu? bisakah??”

“tentu bisa, “mereka pasti mengerti”

“oppa, kau mengerti?”

.

“aniya, hanya mencoba mengerti. ah sudah, bicara dengan gadis kecil sepertimu membosankan”

.

ia berlari ke arah kamar tanpa pamitan padaku, dan begitu saja meninggalkanku. aku berpikir keras tentang apa yang ia katakan tadi. tapi otakku tidak sampai

.

“hei nara”

“nee??”

“jika otakmu tidak sampai berpikir, jangan di paksakan” ujar oppa dari kamarnya dan membuatku geram terhadapnya “nanti mengebul bisa menyusahkan”

“mwo??”

.

“NAPPEUN CHO KYUHYUN!!!!!”

.

“apa kau bilang??”

“ah aniya oppa! gak jadi! hehe~”

“dasar~”

.

*braak*

.

dia menutup pintu dengan santai, lalu aku melanjutkan makan siangku dengan hati kesal. aku sungguh pusing, bahasanya saat menjawab pertanyaanku sangat tinggi. dan seperti katanya, otakku memang tak sampai. tapi ya jangan begitu juga mengatakannya padaku “sialan”

.

** 2 Days Later **

@school

“Nara, itu oppamu bak selebritis ya di sekolah” gerutu Chaerin yang merasa aneh dengan kelakuan yeoja di sekolah “bukan bak, tapi ember!!”

.

“ha? sekolah kita ember??”

“chaerin-ah!!!”

“wa,, waeyo?? kau yg bilang sendiri”

“aish, lupakan”

.

oh iya, oppa sudah sangat terkenal satu sekolah dan parahnya lagi mereka tau aku tinggal serumah dengannya. jadi tiap hari aku harus membawa pulang puluhan coklat, permen, kue, dan lain-lain pemberian mereka untuk Kyuhyun oppa. karena terlalu banyak, pasti sisanya diberikan untukku, beruntungnya disitu

.

“ANNYEONG!!!” jongwoon tiba-tiba datang dan masuk kelas “bogoshipda Nachan”

.

“jongwoon-ah!!” aku memeluknya erat “aigoo~ turnamentnya kelamaan”

.

“kkk~ lho, tempat dudukku di duduki siapa? anak baru?” bisik jongwoon yang kaget karena tempat duduknya di tempati Kyuhyun

“iya. kau pindah disini saja, di sampingku”

“ah, ara~”

.

“terkenal sekali ia di kelas” ujar jongwoon yang begitu absurd memandang Kyuhyun

“bukan di kelas saja, tapi satu sekolah” imbuh chaerin “dan berisik jadinya kelas kita”

.

“kkkk~ tapi makannya yg di berikan semua yeoja itu masuk ke dalam perutku” bathinku menatap jongwoon

“kenapa tertawa sendiri?”

“ah aniya, jongwoon-ah”

.

*kring kring kring*

.

“ah, bell pulang. baru juga 10 menit duduk!!” gerutu jongwoon, aku dan chaerin tertawa geli melihat kicauannya

.

“eh??” Kyuhyun menarikku hingga kursiku miring

“ya!! jangan kasar padanya!!” Jongwoon mendorong Kyuhyun hingga ia hampir terjatuh

.

“eits sudah. jongwoon-ah, aku pulang ya. kajja oppa” aku langsung mengandeng Kyuhyun dan pergi menjauhi jongwoon

“Nara!!!”

“biar chaerin yang jelaskan! chaerin tolong ya!!”

“mwo???”

.

**on the way home**

selama perjalanan pulang, keadaan sungguh hening. ia sibuk dengan headphonenya, dan aku? karena pulsaku habis dan aku tak punya headphone, maka aku diam sepanjang perjalanan

.

“hmm,, oppa”

“nee??”

“neo gwenchana??”

“mwo?”

“jongwoon kan tadi mendorongmu. apakah,,,, “

“gwenchana~”

“……..”

.

langkah kakiku terhenti saat melihat gerbang yang begitu besar. di dalam gerbang itu penuh dengan permainan yang menyenangkan. di gerbang tertulis “OPENING SOON” yang begitu besar

“waeyo nara?”

“ah aniya oppa”

“kau mau kesana??”

“mau!! kau mau??”

“engga!!”

“……..”

.

pintar!! ia kembali meninggalkanku dengan berlari, dan aku ketinggalan jauh di belakang. aku tak bisa mengejarnya hingga aku benar-benar ditinggal oleh namja itu “hosh, hosh, aduh capek. menyebalkan!! ya Cho Kyuhyun, nan jeongmal nappeun oppa!!!”

.

“apaan sih??”

“mwo!!!”

Kyuhyun tiba-tiba ada di belakangku dengan wajah juteknya

.

“lha? kok bisa di belakang?”

“tuh muterin situ”

“ngapain?”

“jadi kalau kita kesini, aku bisa tau jalan memutar. agar tidak hilang~”

“kapan??”

“jika suatu hari nanti kau ingin kemari” ujar Kyuhyun sambil menunjuk taman bermain. sejenak aku berpikir sangat menyenangkan memiliki oppa seperti dia. walau jutek dan menyebalkan, namun ia begitu perhatian dan baik hati.

.

“kajja”

ia jongkok di depanku dan menyuruhku mendekat

“apa??”

“naik, cepat!!”

“naik?”

“bukankah kau lelah??”

“iya sih. tapi aku berat oppa!!”

“aku tau, makanya cepat!!”

“ara~” ujarku lemas

.

saat ia mengatakan aku tau, seakan-akan, aku memang berat. aish, aku harus diet, semua karena Kyuhyun bodoh!! mengapa harus??

.

#backsound: I Go Crazy Because Of You ~ T-ara

.

aku masih kaku menghadapinya, walau terkadang tak segan aku menghujatnya dengan kalimat tajam. tapi ia selalu mengalah dan memilih diam. aku menghujatnya bukan karena membencinya, hanya terkadang aku terlalu bingung menghadapi ketiba-tibaan ini. dan terkadang aku menjadi begitu bahagia dan nyaman disampingnya. sungguh membingungkan

.

oppa, kau tau tidak, kau itu benar-benar seperti selai marmalade

.

terkadang manis,

terkadang pahit,

terkadang asam,

namun di sukai semua orang,

.

“MARMALADE BOY”

.

.

** 2 days later **

@school – class 2-1

“Nara!! dia benar? ah maksudku,,,”

jongwoon memandangku was-was setelah mengetahui cerita sebenarnya dari chaerin

“ya begitulah~”

“kau gak risih??” sela chaerin dan langsung melirik ke jongwoon

“ya!! matamu mau ku colok? hah!!” gerutu jongwoon, dan kami tertawa melihat tingkahnya

.

terkadang aku masih merasa sedih mengingat kejadian 2 tahun lalu. surat cinta itu benar-benar membuat aku marah besar dan melupakan cintaku padanya. oleh karena itu aku berusaha mengikis semuanya, dan berharap semuanya berjalan seperti ini. iya kan, Kim Jongwoon!

.

*ring ding dong*ring ding dong*

.

“ah pulang”

“kajja~”

“ayoo-ayoo”

.

“nara aku duluan yaa” chaerin bergegas pulang seperti biasanya

“aku juga ya, see you” jongwoon juga pergi setelah chaerin. senyuman bodoh yang masih ku ingat dengan baik. senyuman yang membuatku mencintainya sepenuh hati, kini harus ku kikis. can i ??

.

“kajja, nara-ah” kyuhyun menarik tanganku

.

** on the way home**

jongwoon bodoh!! aku harus bagaimana menghadapi ini.

semuanya terasa bodoh!! aarrrgghhh~

.

“nara!!”

“nara?”

.

“waeyo oppa??” Kyuhyun berhenti lalu menatapku

“kau kenapa??” ujarnya ramah dan aku menggeleng pelan

“jangan begitu, aku risih melihatnya”

“ha?”

“aku tak suka nara yg seperti ini” ujarnya lalu berjalan duluan

.

aku tak suka nara yang begini? apa maksudnya??

“oppa, chakkanman!!”

.

@home

“nara, kau suka ke taman bermain?” tanya cho ahjussi padaku

“nee~ waeyo??”

“ini~”

.

cho ahjussi memberikan 2 tiket gratis di pembukaan taman bermain yang dulu aku inginkan

.

“ini untuk kami ahjussi??” ujarku senang dan melirik Kyuhyun oppa “aahh, gamsahamnida~”

“kami? ah aku malas kesana” Kyuhyun oppa langsung menunduk

“kkk~ ayolah Kyuhyun temani dongsaengmu” rayu ahjumma

.

“aku takut anakku hilang Hyunie” imbuh eomma, aish aku bukan akan kecil yang bisa hilang!!

.

“ya sudah aku sama jongwoon saja ya. besok aku jalan ah” ujarku lalu bangkit dari sofa hendak menelpon jongwoon

“chakkanman!!” oppa menahanku “jongwoon??”

.

“geurae! teman sekelas kita. masa kau tak tau??” gerutuku sambil mengacung-acungkan tiket ke wajahnya

“eh?” dia merebut 1 tiketku

“pergi denganku saja, kau tanggung jawabku” ujar Kyuhyun, lalu ia masuk ke dalam kamar

“jeongmal?” aku berteriak sesaat sebelum ia menutup pintu kamar, dan ia mengangkat jempolnya

“yeaaah!!!!” aku bersorak girang bersama eomma dan ahjumma. cho ahjussi dan appa tertawa melihat tingkah kami. benar-benar menjadi gila. kkkk~

.

oke ku akui, keluarga mereka benar-benar menyenangkan. anggap saja 2 keluarga tinggal di satu rumah, dan anggap pertukaran pasangan dan perceraian itu tidak terjadi. itu tak apa kan?

.

** the day**

–taman bermain–

“woaaah!! besarnya!!” aku begitu antusias ketika memasuki gerbang taman bermain ini

“aish~ dasar anak kecil!!” gerutu Kyuhyun tapi aku benar2 mengabaikannya

“kajja oppa!!” aku menariknya dan berlari menuju permainan pertama

.

tak terasa hampir 6 jam kami berada di arena bermain ini. makan siang bersama, photo bersama, naik permainan bersama, dan melakukan hal yang unik-unik bersama

.

“sudah kenyangkan sekarang??” gerutu kyuhyun, karena dari tadi ia yang membayar makananku

“kkk~ maaf oppa, aku kan lapaar” ujarku manja padanya, dan entah mulai kapan mengapa aku begitu nyaman saat bersamanya

.

“Kyuhyun!!”

.

“nuguayeo??” ujarku melihat seorang yeoja berdress pendek yang begitu cantik “kau siapa??”

.

“Shin Rae Kyung??”

ujar Kyuhyun santai saat melihat yeoja di depan kami

.

“apa kabar Kyuhyun??” ia tersenyum dan langsung memeluk Kyuhyun di depan mataku

“baik RaeKyung. kau bagaimana??” ujar Kyuhyun menjawab pertanyaannya

.

“ah, Raekyung, ini Nara. Nara, ini Shin Rae Kyung” ujar Kyuhyun memperkenalkan yeoja cantik ini padaku

.

“annyeong nara”

“annyeong rae kyung”

.

“kau siapanya Kyuhyun oppa??”

.

“Kyuhyun oppa?? neo dongsaeng??” ujar rae kyung heran. apa-apaan yeoja ini. tapi Kyuhyun tersenyum saja dan mengiyakan pertanyaan rae kyung ini

.

“cho neun Shin Rae Kyung, mantannya Kyuhyun oppamu”

“mantan?” ujarku penasaran, dan mereka mengangguk

.

“tapi Kyuhyun-ah, aku masih sangat menyukaimu, kenapa kau selalu menghindar”

.

“ha??”

.

“maaf aku tak bisa Rae Kyung”

“Kyuhyun-ah”

“mianhae~”

.

Kyuhyun menggandengku pergi meninggalkan Rae Kyung. jujur aku shock mendengar ia masih menyukai Kyuhyun. tatapan yeoja ini benar-benar tidak mengatakan kebohongan. ia benar-benar menyukai Kyuhyun?? maksudnya apa sih ini !!!

.

.

.

TO BE CONTINUED ^^~