[FF] IS IT OK? [Last Part]

Main Cast:

  • Hwang Minyoung (Tiffany) – SNSD
  • Choi Seung Hyun (TOP) – Big Bang

Support Cast:

Cho Kyuhyun (Super Junior), Amber (Fx), Taeyeon (SNSD), Han Nara (Fiction)

–  Length: LAST PART

– Genre: Friendship, Romance

– Rate: R / AG

– Author: Nana

 

—————————————–

** 2 WEEKS LATER**

beberapa hari setelah pulang dari villa aku merasa aneh

Nara, Taeyeon, Amber, dan Kyuhyun makin dekat dengan yeoja itu

apa yang sebenarnya membuatnya begitu disayangi banyak orang? Hah!

.

@SCHOOL

*in the morning*

“pagi!!” seru taeyeon dan Amber

“yoo!” imbuh Kyuhyun

“Kyuhyun tumben sendiri? Mana adikmu?” ejekku pada Kyuhyun dan ia hanya menghela napas. ya karena yeoja itu tau kalau ia menyayangi Nara, ia jadi was-was “kkkk~”

“katanya tidak masuk” ujar taeyeon sambil menaruh tasnya

“hari ini Nara tidak masuk?” tumben gadis itu tidak masuk?

“ia ada urusan, yah paling berkencan” ujar Kyuhyun dengan tatapan sinis. dasar! pantas nara tidak peka terhadap perasaannya, ia terlalu sinis untuk yeoja seperti nara

“kau tau Kyu?”

“biasanya kan?”

. Continue reading

Advertisements

Is It OK? [Part 2]

Main Cast:

  • Tiffany Hwang – SNSD
  • Choi Seung Hyun (TOP) – Big Bang
  • Cho Kyuhyun – Super Junior

Support Cast:

Amber (Fx), Taeyeon (SNSD), Han Nara (Fiction)

–  Length: Part 2

– Genre: Friendship, Romance

– Rate: AG (All Age)

– Author: Nana

.

—————

@ Kyuhyun’s Villa

“waah, kita berapa hari disini??” ujar Nara dengan mulut penuh dengan coklat

“2 hari” Kyuhyun menjawab singkat pertanyaan Nara

“pelit, amit-amit!”

“……”

“kajja, minyoung unnie”

“nee, sini aku bawakan kopermu”

.

akhirnya aku berhasil mengajak mereka kemari.

tak akan ada orang yang akan menyangka ini akan menjadi hari yang buruk untuknya. bersiaplah, Hwang Minyoung !!

.

**siang hari**

.

Tiffany

entah ada angin apa Seunghyun tidak marah saat aku ikut acara mereka.

aku kira ia sudah tidak marah, tapi ia malah diam seribu bahasa padaku

.

“Fany, untukmu” Kyuhyun datang membawa segelas coklat

“ah, gomapseumnida”

“kau suka pegunungan ya Fany??

“ah biasa, tapi ia sangat menyukainya”

“neo namjachingu??”

“aniya~”

“cheorom, nugusi??”

“uri oppa”

“oppa??”

“nee, aku jadi rindu padanya~”

“telpon saja, dan katakan kau rindu”

“tidak bisa Kyuhyun~”

“ha? wae? ini pakai ponselku”

“tidak usah”

“pulsanya masih banyak dan sinyal juga oke~”

“aniya, gamsahamnida~”

“……”

.

oppa, bogoshipoyo. can you hear me?

please give me your strength. love you~

——

.

“wah, sore ini aku mau makan banyak ya unnie!!!”

“Nara kalau kau berisik, aku gantung kau di pohon itu”

“yo, yo, yo, jangan jahat Hyunie~”

“ya!! Amber, bersikaplah seperti wanita pada umumnya!!!”

“wa,, wanita??”

“pa,, pada umumnya??”

“…..”

“buahahaha”

“kkkkkkk~”

“…….”

“babo kyuhyun!!!”

.

“ini makananmu, sudah ku singkirkan wortel dan buncisnya~”

“……..”

.

Seunghyun tidak suka wortel dan buncis, jadi aku singkirkan 2 jenis sayuran itu. dia mengambil makanan yang aku berikan, tapi tanpa bicara dan melihatku. mengapa selalu begini~

.

** 2 hours later **

semua bersenda gurau, namun ia tetap diam padaku.

haruskah ku katakan sekarang??

“Minyoung-ssi??” tegur Taeyeon padaku dan aku tersenyum

“awkward untuk Tiffany eonni karena memasak makanan yang sangat enak” Nara memberikanku segelas es coklat dan tersenyum

“awkward??” aku tersenyum mendengar ucapan Nara mengatakan awkward

“dasar tolol! award !!” Kyuhyun menempeleng Nara dan yang lainnya tertawa

“kkkkk~” aku mendengar suara Seunghyun tertawa. entah mengapa, seperti ini lebih baik

.

Seunghyun

@Bukit Belakang Villa

dia begitu baik, aku tak bisa membencinya! aku tak bisa membuatnya menangis!

.

“kau tidak pernah membenci orang sebelumnya. katakan ada apa”

ujar Kyuhyun tiba-tiba

“mwo??”

“aku mengenalmu sejak smp. malhebwa”

“gwenchana, hanya ada masalah saja”

“dengan Minyoung?”

“ha?”

“maksudku Tiffany”

“hemm”

“semuanya melihat kau begitu membenci yeoja itu. bahkan ia sendiri sering menangis di taman gara2 kau”

“menangis??”

“bukankah kau yang memberikan pink ribbon itu”

“hanya sedikit menyesal”

“jangan jadikan hidupmu sebagai pendendam. ara??”

.

setelah mengatakan hal itu, Kyuhyun langsung kembali ke villa, dan meninggalkanku

“kenapa harus dia yang menjadi dongsaeng dari namja yang begitu aku benci!!!! aaaarrrrgghhh”

.

#backsound: Let You Go – The TRAX

.

@Villa

“annyeong!!”

“mwo?”

“ini~”

“apa?”

“teh hangat, bagus untuk kesehatan”

“apa kau beri racun??”

“ya!! Seunghyun, tentu saja tidak”

“dari mana aku tau kau tak bohong?”

“baboya!! kau temanku, aku tak mungkin mencelakaimu!!”

.

setelah itu dia pergi dari hadapanku, kalimatnya yang terakhir terngiang-ngiang di pikiranku. apa benar kau menganggapku teman?? bukankah kau sendiri tau kalau aku membencimu? malhebwa, Hwang Minyoung-ssi

.

“waeyo oppa??” gerutu Nara di depan wajahku “kau waras kan??”

.

*pletaak*

.

“appo!!”

“makanya punya mulut diikat! babo magnae”

“kalau aku babo, lalu kau apa? super babo? hah!!”

“mwo?”

“……”

.

“seunghyun oppa!!!”

“aish, ini lagi. ya aku geli kau memanggilku oppa!!”

“jangan begitu oppa, kkk~”

“ya!! hentikan!!”

“kkkk~ kau yg menyuruhku sedikit wanita. oppa!!”

“Amber Liu!!”

.

setelah ia berteriak seperti itu, ia bersikap dingin. lebih terkesan tidak peduli dan mengabaikanku. ah harusnya aku senang bisa jauh dari yeoja itu. tapi mengapa seakan-akan aku terpentok sesuatu yaa. Babo Hwang Minyoung !

.

**next day**

*sreeeng*sreeeng*

.

“pagi!!!”

“pagi unnie, bau masakanmu tercium sampai,,,,”

.

*gubraaaak*

“aw….”

“aigoo~ kalian bagaimana sih!”

“ya, Hyunie, Nara kenapa bisa jatuh dari tangga bersama-sama??”

“kenapa bisa jatuh sih? bodoh”

“seunghyun oppa, aku ini sedang jatuh, jangan bawel”

“hyung~”

“kkkk, humfh,,,,”

.

saat aku keluar kamar, aku melihat Tiffany sedang memasak. wajahnya ketika memasak sangat berbeda. mengapa jika aku sedang tidak ingin melihatmu, kau selalu ada di depan mataku?? mengapa harus kau yg ada saat aku menutup mata!!

.

“wae nae nunappe natana, minyoung-ssi?”

.

“ya! kau kenapa melamun?”

“aniya! aish~”

.

*bruk*bruk*

.

“seunghyun-ah mau kemana?? sarapan dulu”

“tiffany, jangan mengaturku. atur hidupmu!!”

“tapi,,,,”

“diam!!!!”

.

aku stress memikirkan semuanya. ku putuskan untuk menyendiri di sungai, aku berharap nanti bisa lebih baik “semoga~”

.

@sungai

————

“Hwang Minyoung adalah Tiffany”

“Hwang Minyoung itu dongsaengnya!!”

“geurae, dia akan pindah ke sekolahmu minggu depan”

“aku akan balas dendam ke adiknya!”

“hey keluarganya tak tau apa-apa”

“peduli apa? ia hampir mati karena namja berengsek itu!!”

“mau kau apakan dia??”

“ku sakiti hingga ia tak betah di seoul dan pergi selamanya dari lingkunganku”

“tapi katanya itu bukan salah namja bodoh itu”

“peduli apa??”

“aku akan membuatnya jatuh!!”

“oh baguslah!”

“kalo itu, silahkan”

“aku tak akan izinkan ia bernapas bebas selama berada di lingkungan ini!!”

—–

.

itu adalah pemikiranku beberapa hari sebelum bertemu Minyoung. Minyoung yang dipanggil Tiffany, adalah dongsaeng dari namja yang aku benci. aku sangat amat membenci semua yang bermarga Hwang sejak 3 tahun lalu karena kelakuannya. terlalu rumit untuk ku terima semuanya!!

.

“……….”

Aku harus bagaimana sekarang?

ah sialan!!

.

“choi seunghyun?” seseorang menepuk pundakku, ku alihkan pandanganku “kau?”

“ada apa disini??” ujarnya ramah

“bukan urusanmu” bantahku mengabaikannya

“mau ini??” ia menyodorkan koala march “enak lho, dan ,,,”

.

*bruuuk*

.

“jangan ganggu aku!!” aku menampik koala marchnya hingga tumpah ke air semua “pergi!!”

“yaa, padahal baru makan 2 buah~” wajahnya begitu sedih, astaga, bodohnya aku “ah masih ada satu” ia memungut koala march yg terjatuh di dekat kakinya

“waah, masih bisa dimakan. hmmm, enak” ia membersihkan dan langsung memakannya lalu menatapku “kau tau seseorang yg tak bisa menghargai makanan adalah seseorang yg jahat. terlebih seorang yg tak bisa menghargai makanan adalah laki-laki!!!”

.

ia berlari meninggalkanku dengan segudang rasa bersalah karena membuang makannya

.

“wae nae nunappe natana?”

“wae niga jakku natana?”

.

2 hours later

@Villa

ia termenung menatap Kyuhyun dan yang lainnya dari jendela villa. ia tersenyum saat nara melambaikan tangannya berkali-kali. sebenarnya yeoja ini bagaimana ya?

.

“ini untukmu, maaf tadi menampiknya” aku memberikan sekotak koala march untuknya

“…….”

“ambilah”

“gamsahamnida~” ia mengambilnya dari tanganku lalu langsung membuka dan memakannya

“ini enak. coklat memiliki anti oksidan dan berguna tuk memperbaiki mood jadi baik”

“kau suka coklat?”

“tidak”

“lalu kenapa kau selalu makan koala march?? dasar bodoh!!”

“karena aku hanya suka koala marchnya”

.

“ha? maksudnya?”

“apa karena aku tidak suka dalamnya, maka aku tidak boleh mencoba menyukainya?? aku suka luarnya”

“bisa lebih simpel?”

“jika kita tidak suka dalamnya, mulailah menyukai luarnya. walaupun awalnya hanya suka luarnya, lambat laun dalamnya pasti suka”

“ha?”

“aish begini, jika aku membenci sifatmu, bukan berarti aku membencimu. jika aku suka sifatmu bukan berarti aku suka padamu. jadi aku harus menyukai luarmu baru bisa menyukai sisi dalammu. ara??”

“aniya~”

“ya sudah lupakan!! aku kesana dulu, thanks for this cookies”

“…..”

.

aish yeoja itu membuat perumapaan yang begitu aneh. mengapa ia bilang masalah sifat?? dan kenapa harus aku yg jadi permisalan?

“memberikan musuh sekotak coklat, apa yang aku pikirkan!! sialan”

.

Tiffany (Minyoung)

aku merasa Seunghyun begitu kasar tiap hari. tapi kebaikannya terus bertambah juga. ia menjatuhkan koala marchku dan lalu ia menggantinya 2 jam kemudian. apa yg ia rencanakan??

.

“minyoung-ah, neo gwenchana??” Kyuhyun menepuk pundakku dan tersenyum

“nee, gwenchana. waegeurae?”

“kau dari tadi melamun menatap snackmu”

.

sudah berapa lama ia disini?? aku menatap snack ini hampir 30 menit

“sini minta dong”

“ini”

dari jendela ini Kyuhyun menatap Nara yang sedang bermain-main dengan Seunghyun dan Amber. tatapannya berbeda, kali ini sungguh berbeda dari yang biasanya

“ada apa dengan Nara??”

“eh??”

“kau menatap Nara sampai begitunya”

“kkk~ kelakuannya begitu lucu”

“kau menyukainya ya??”

.

“uhuuuk,,, uhuuuk,,,”

.

“aigoo, ini minum dulu Kyuhyun!!”

wajahnya memerah karena tersedak

“a,, a,, apa maksudmu??”

“tadi aku hanya bercanda, tapi reaksimu begitu berlebihan. pasti kau benar-benar menyukainya” ujarku berbisik di telinga Kyuhyun, dan ia tersenyum “katakan saja padanya”

“already! Nara hanya menganggapku oppanya, seperti ia menganggap Seunghyun”

“jeongmalyo?”

“aku hanya benar2 mencoba menganggapnya dongsaengku sendiri. jadi bisa ku aniaya. kkk~”

“cih~ dasar, keterlaluan. kkkk~”

.

“eonni ada hal apa??”

.

“waaaa!!!”

Nara tiba-tiba muncul di jendela, membuatku dan Kyuhyun terjatuh dari kursi “waduh~ kau tak apa2?”

.

“oppa, eonni, mianhae~”

“nee gwenchana babo”

“i’m okay, Nara”

Nara memelukku dan lalu memeluk Kyuhyun. disitu aku melihat wajah Kyuhyun benar-benar menyayangi Nara tulus. namun Nara tidak bisa menganggapnya lebih

“sungguh kasihan”

.

“apanya eonni??”

“ah aniya! kkkk~”

.

Kyuhyun dan Seunghyun menatapku tajam. ternyata mereka sudah mengerti satu sama lain

.

mungkin ini maksud cinta tak harus memiliki, sama seperti cinta Chansung pada yeoja itu. Cinta yang begitu dalam tapi harus berakhir dengan cara yang sangat tidak adil. haruskah seperti ini? Is It OK?

.

.

Is It OK? [Part 1]

 

Main Cast:
•    Tiffany Hwang – SNSD
•    Choi Seung Hyun (TOP) – Big Bang
•    Cho Kyuhyun – Super Junior
Support Cast:
Amber (Fx), Taeyeon (SNSD), Han Nara (Fiction)
–  Length: PROLOG
– Genre: Friendship, Romance
– Rate: AG (All Age)
AuthorNana

—————————————————–

menjadi gadis yang jahat dicela

menjadi gadis yang baik msh saja dicela

sekalian saja jadi gadis jahat, toh sama saja bukan??

.

“hey, ada apa??”

tegur Nara lalu menghapus total niatanku menjadi yeoja yang jahat khusus untuk si bodoh “ikut aku yuk!”

.

sudah 8 hari aku sekolah disini. semuanya sangat baik padaku kecuali namja itu. tak perlulah ku sebutkan namanya. mengesalkan~

.

“kita mau kemana??” ujarku saat Nara terus saja menggandengku berlari di sekitaran lorong kelas, dan akhirnya berhenti di sebuah ruangan yg cukup besar “dimana ini nara??”

.

*kreeeek*

.

“annyeong!!” teriak Nara dengan suara super besar yang membuatku shock dan menutup kupingku

.

“yoo, Nara!!” ada Taeyeon Amber dan Kyuhyun

“hey, kau lama se..ka..li.. mwo??” ada seunghyun juga disini?? “ya!! untuk apa kau membawanya?? Merepotkan!!”

.

“hush, kau pikir ia barang” gerutu Amber. aku selalu suka cara bicara Amber yang tegas, dan andaikan ia namja, aku akan mengejarnya!

.

aku tau ia yeoja 3 hari lalu saat ada acara sekolah. ia menggunakan gaun. oh my god, aku pingsan saat mengetahui Amber Liu adalah yeoja! bagaimana tidak, selama sekolah ia tidak menggunakan rok, tapi celana panjang. wajarlah aku mengira ia namja. aku hampir depresi saat itu “sialan” dia begitu manis dengan dress simpel milik Taeyeon. walaupun rambutnya yang kepalang pendek, Nara bisa menyesuaikan dandanan amber agar terlihat manis “terlalu~”

.

“ayoo, jangan melamun. gak boleh lho~” Nara menggandengku masuk ruangan. semuanya tersenyum melihatku. Kyuhyun, Taeyeon, Amber, kecuali Choi Seunghyun!!

.

“aku tidak diharapkan disini. aku pergi saja ya, Nara~” ujarku melepaskan genggaman Nara dan berbalik

“siapa yang menyuruhmu pergi?? aku yang mengundangmu kesini~” Taeyeon berlari dan menghadangku

.

“ya!! ahjumma!! biarkan manusia itu pergi, kita TAK BUTUH dia bukan??” ujar Seunghyun sangat kasar. oke, aku tak tau harus apa. kalimatnya yang ini terlalu menyakiti hatiku “pergi dari sini, bodoh~”

.

“maaf kalau aku mengganggu~”

.

*bruk bruk bruk*

.

aku berlari dari ruangan itu. tak satupun mengejarku. aku hanya mendengar suara teriakan Nara & Amber berulang kali. namun aku tak berbalik, terlalu sakit

.

@ Pojok Sekolah

.

“salahku apa?”

“apa salahku?”

.

aku menangis di pojokan gedung dan menenggelamkan kepalaku disela kedua kakiku. habis, semua bangku di taman sudah di duduki siswa lain “menyebalkan~” apa hari ini semuanya sedang bersedih hingga belasan bangku penuh??

.

“gwenchana??” tanya seorang namja, tapi aku tidak menjawab ataupun melihat siapa dia “hey, jika di tanya jawab~”

.

“nee, gwenchana” ku jawab cepat tanpa melihat namja itu “bisa tinggalkan aku sendiri” pintaku pada namja itu. namja itu menghembuskan napas, dan ku lihat kakinya sudah beranjak dari tempat semula

.

“siapa sih tadi?” gumamku melihat sepasang kaki melangkah menjauhiku. aku masih saja menenggelamkan kepalaku penuh di antara kedua kakiku, Dan berpikir “oppa eottohkkaehajyo??”

.

*next day*

@ class

.

dengan berat hati ku langkahkan kakiku menuju kelas.

aku berharap setiap hari ada kemajuan dalam hidupku. oke hidupku maju tapi mentalku mundur!!

.

“he?”

.

ada bungkusan kecil di mejaku, berwarna pink, sangat cantik.

Ku ambil dan ku perhatikan bungkusan pink ini

.

“Nara, ige mwoya??” tanyaku pada Nara dan ia menggeleng karena mulutnya penuh dengan donat “untuk siapa??”

“sepertinya untukmu~ itu sudah ada dari pintu kelas ini di buka oleh penjaga~” ujar Taeyeon. oke, aku penasaran, siapa yang memberikan bungkusan ini. seluruh kelas heboh karena tiba-tiba ada paket misterius

.

“yeoja bodoh kena teror!!!” ujar Seunghyun sambil melemparkan bola kertas kepadaku “rasakan!!”

.

“sssttttt~” Kyuhyun membekap mulut Seunghyun, lalu mengerling kearahku “buwwkalah, kuami ingin mewlihuatnya~” imbuh Nara dengan mulut penuh dengan makanan

.

“benar, yeoja ini dari tadi menggeser-geser kotak ini” ujar Taeyeon sambil menoyor-noyor kepala Nara yang terus memonyongkan mulutnya “jangan monyong Nara~!!” gerutu Kyuhyun dan Nara langsung menelan donat yang ada di mulutnya dalam sekali telan

.

“oke, aku buka ya. isinya apa ya kira-kira” ujarku begitu antusias membuka hadiah ini. ini pertama kalinya mendapat hadiah seperti ini “hmm,,,,,”

.

“he??”

.

“waaaw”

“aigoo~”

“hmm….”

.

“pink ribbon??” ujar Amber saat aku mengeluakan sesuatu dari kotak ini. aku memandang semua teman-temanku, termasuk Seunghyun yg berdiri di pinggir pintu “ya!! kenapa lihat-lihat??”

.

“aku, ah, ini dari siapa yaa??” aku memperlihatkan pita ini ke Kyuhyun, dan ia tersenyum “ada apa kyu??”

“penggemar rahasiamu maybe” ujar Nara, dan di acungi jempol oleh Taeyeon & Amber

“waah, murid baru kita terkenal yaa~” ujar Kyuhyun dengan nada bangga. padahal aku merasa aneh dengan semua ini

.

“pasti orang itu tolol karena memberikan hadiah kepadamu, tiff!!” ujar Seunghyun dengan tatapan licik ke arahku. aku terus menatapnya datar, tapi ia malah menatapku tajam

“astaga, matamu mau keluar ya oppa??” gerutu Nara melihat tatapan Seunghyun

.

*braaaak*

.

Seunghyun memukul keras pintu, lalu menatapku tajam, dan pergi

“sudah, abaikan~” ujar Kyuhyun sambil mengacak-acak rambutku “ayoo, coba pita itu~”

.

“is it ok?”

.

“aihh lucunyaaa~” ujar Nara mencubit pipiku. ia adalah magnae di kelas ini. kelakuannya sangat aneh dan entah mengapa aku begitu menyayangi yeoja autis ini sejak pertama kali bertemu

“kau cantik~” ujar Kyuhyun sambil merapikan rambutku

.

*peeeessshh*

.

“wajahnya merah, kkk~” ujar Taeyeon menggodaku. aku hanya diam memandangi diriku di kaca mungil milik Taeyeon

“bagaimana kalo kau besok tampil feminim?” usul Amber saat aku sibuk mengaca

“ooeeehhh!! ia sudah feminim~” gerutu Nara. aku heran dengannya, ada saja kalimat baru tiap harinya. Ia bisa saja jadi trending topic di twitter karena ucapan autisnya

.

“aku mengerti, maksudnya, ia lebih feminism dengan lebih banyak aksesoris??” papar Kyuhyun dan Amber mengacungkan 2 jempolnya

.

“mau feminim atau tidak, ia tetap sama, USELESS!!!” seunghyun selalu mengolok-olokku dengan kalimat tajam, tapi aku masih diam “hanya namja bodoh yang menyukaimu!!”

.

“oppa!!!” Taeyeon berlari ke arah Seunghyun dan menyeretnya keluar

“apa yang gadis bodoh itu lakukan??” Amber berjalan keluar menyusul mereka. sebenarnya ada apa dengan Seunghyun? apa salahku hingga ia begitu membenciku?

.

“tak usah di pikirkan ya Tiffany eonni” ujar Nara ramah

“eonni??”

“apa boleh??” jika ia bertanya seperti ini, seakan di atas kepalanya terpasang tanda tanya yang besar. kkkk~

“tentu boleh, uri Nara” aku memeluknya, dan sejenak melupakan Seunghyun yang sikapnya semakin keterlaluan

.

“am i useless?? am i stubborn girl? So hurt but i won’t do anything worst with him. i just don’t know how to handle it”

.

“waeyo eonni??” tegur Nara membuyarkan lamunanku

“ah, no problem, let’s go” ujarku sambil menggandeng Nara, ia terdiam memandangkku “waeyo??”

“kau tadi ngomong apa??” sahutnya dengan wajah polos

.

“kkkkk~ kau tak bisa bahasa inggris??” ia menggeleng pelan. wajahnya begitu polos, rasanya ingin ku lipat dia & ku masukan dalam kantong “i will be you teacher, is it OK??”

“artinya aku akan menjadi gurumu, ini tak apa??” ujarku sambil menggendengya menuju kantin

.

“jeongmalyo?”

“nee~”

“neol saranghaeyo”

“kkk~ nado saranghaeyo”

.

**3 Days Later**

beberapa hari ini rasanya otakku lebih baik. tapi tetap, kelakukan seunghyun mengganggu. kehidupan disini semakin runyam, aku merasa ada hal yang membuatku di perlakukan seperti ini. apakah tak apa-apa??

.

“hey, apa yg kau lihat!!” gerutu seunghyun saat berpasapan mata denganku “weird girl”

“siapa yg kau sebut aneh! stupid boy” bantahku dan Kyuhyun tertawa terbahak-bahak melihatku “ya!! apa yang kau tertawakan Kyuhyun!!!” aku membentak Kyuhyun dan ia langsung menutup mulutnya

.

“noona kau galak sekali. kkk~” Kyuhyun makin hari makin sering menggodaku

“masih butuh adaptasi? jalani dengan baik, ok?” imbuh amber dan aku langsung tersenyum. andai kau namja, pasti aku akan berusaha membuatmu menyukaiku. kau tau, kau begitu tampan Amber

.

“aku boleh tanya??” Nara mendekatiku dengan membawa data yang akan ku serahkan pada wali kelas nanti “namamu kan Hwang Minyoung, kenapa jadi Tiffany Hwang??”

“oh, dulu aku pernah tinggal di amerika. nama minyoung sangat susah di eja disana. dan karena eomma suka nama Tiffany jadi eomma memanggilku Tiffany Hwang” mereka semua mengangguk. tapi wajah seunghyun kali ini membuatku takut. amarah, benci, dan entah apa itu namanya. semua tertahan

“kau punya 1 oppa ya?” ujar Kyuhyun saat melihat kertas yg Nara pegang

“uri oppa, Hwang Chansung imnida”

.

“uhuuk,,, uhuuk,,,”

.

“neo gwenchanayo oppa??” Taeyeon membawakan minum ke arah Seunghyun “ada apa bisa tersedak??” imbuh Kyuhyun

“lebih baik minum vitamin ini” aku memberikan vitaminku dan tersenyum “bagus tuk keseha,,, tan”

.

“tidak perlu!!!” ia menampik vitaminku hingga berantakan di lantai “jangan pernah baik di depanku!! ara!!” ia pergi dan menginjak beberapa vitaminku hingga remuk

.

“aish~ keterlaluan” amber membantu memungut vitaminku “Minyoung-ah, gwenchana??”

.

“minyoung??” untuk pertama kali disini, Taeyeon memanggilku Minyoung “nee gwenchanayo”

.

apa salahku hingga aku di perlakukan seperti ini. aku tidak marah, hanya saja butuh penjelasan mengapa begini??

.

“hwaiting!!” Nara menyodorkan vitaminku yg sudah di kumpulkannya bersama teman yg lain “uri Tiffany, hwaiting!!”

“kkkk~ geuraeyo, hwaiting!” aku memeluk Nara, dan saat memeluknya, jantungnya berdegup begitu cepat “are you ok?? your face look pain today”

“………..” wajahnya langsung berubah badmood. ah iya aku lupa Nara tak bisa bahasa inggris makanya dia terdiam menatap Amber, dan Amber tertawa

“maksudnya apa kau tak apa? wajahmu terlihat pucat hari ini” amber mentranslate bahasaku ke hanguk untuk Nara dan Nara mengacungkan jempolnya padaku

“jangan pedulikan Seunghyun, semua pasti akan baik-baik saja” Kyuhyun menepuk pelan kepalaku dan kami kembali tertawa di kelas

“eonni nyanyi dong~” Nara bergelayut manja dengan Taeyeon “ah, geurae!! Ppali!!” imbuh Kyuhyun

“kau bisa menyanyi taeyeon-ah??”

“cheorom!! Suaraku dan Nara adalah yang terbaik di sekolah ini”

“eheemmm!!”

.

“You are my everything to me

You are my everything to me

haneurui byeolcheoreom hwanhage bichwojuri

geudaeneun namanui sarang

yeongwonhan namanui sarang

uri saranghaeyo

geudae hanamyeon nan chungbunhaeyo”

.

aku begitu dihargai oleh mereka. Kasih sayang dan oerhatian yang tak pernah putus. Jeongmal gamsahamnida uri chinguya~

“is it OK?”

.

** 3 weeks later **

Seunghyun

“hey, mengapa sikapmu jadi berubah drastis sih oppa??” Nara selalu mengusikku dengan pertanyaan yang sama beberapa hari terakhir “malhaebwa oppa”

.

anak ini begitu sensitif dengan apa yang terjadi di sekelilingnya. aku harus cepat membuat Tiffany pergi. walaupun aku tak yakin

“gwenchana Nara-ya. hey, kau pacaran sama siapa??” ujarku mengalihkan perhatiannya

“setelah putus dari Minhyuk, aku sama Shin Dongho, dia begitu manis. jadi saat dia nyatakan cinta, aku terima saja. kkkk” anak ini mudah putus, mudah pacaran, tidak bisa melihat namja yang manis & lucu sedikit “oppa, aku mau ke Tiffany eonni dulu ya. bye~”

.

“nara!! nara!!”

“yaa!!”

.

kenapa harus Minyoung itu lagi? sudah cukup perhatian yang ia berikan padaku. aku tak mau lagi, aku takut, takut melupakan misi utamaku

.

“aku harus membuat Tiffany sadar dan pergi dari hidup kami. aku tak boleh lagi berpikir ia yeoja yang baik. tidak boleh”

.

“hey, ada apa bicara sendiri??” Kyuhyun menepuk pundakku “otakmu konslet ya??”

“aniya, gwenchana, Kyu” aku berdiri dan menatap sekeliling

.

“hey bagaimana kita jalan-jalan”

“ha? mau jalan-jalan kemana??”

“baiknya kemana Kyu??”

“pantai? pegunungan?”

“pegunungan saja?”

“okay, aku beritau yang lain. kkkk~”

.

*bruk bruk*

.

bagus, Kyuhyun kena sasaran. aku tau dia suka pegunungan dan Tiffany ada masalah dengan pegunungan. tapi pasti Tiffany ikut. aku akan buat Tiffany terjatuh dan pergi dari hidup kami!!

.

.

“HWANG MINYOUNG, I’M SORRY BUT YOU HAVE TO DIE SOON!!”

 

Is It OK? [Prolog]

Is It OK?.

Main Cast:
•    Tiffany Hwang – SNSD
•    Choi Seung Hyun (TOP) – Big Bang
•    Cho Kyuhyun – Super Junior
Support Cast:
Amber (Fx), Taeyeon (SNSD), Han Nara (Fiction)
–  Length: PROLOG
– Genre: Friendship, Romance
– Rate: AG (All Age)
AuthorNana

.
NOTES: ini pertama kalinya buat cast Tiffany SNSD & TOP (Seung Hyun) Big Bang. hahaha. request dari eonni tersayang 🙂 maaf banget banget kalau prolog ini kurang bagus. i hope i can reach the character soon ^^ Happy Reading
.

—————–
.

mencari sesuatu yang baru butuh pengorbanan.
menjadi sesuatu yang baru butuh pengertian.
jika hidup ini berjalan, bisakah menjadi lebih baik??
.
pindah dari Namwon ke Seoul bukan tanpa pengorbanan.
meninggalkan semuanya disana, dan menjadi seseorang yang baru disini.
apakah tak apa??

**Seoul International High School**
@ Class 2-1

“annyeong, na neun Tiffany Hwang imnida, bangaseumnida~”
.
“cih~ tiffany, gunakan hangul dengan baik” teriak salah satu namja dengan tatapan tajam saat melihatku datang
“hey, jangan begitu~” seonsangnim menegur namja yg itu. ya Tuhan sombongnya!
.
“tapi seonsangnim, bukankah dia orang korea, gak usah belagak ganti nama bisalah!!” ucapannya semakin tajam
.
“ssttt, jangan begitu” sudah di tegur 2 kali, namja ini tetap cari perkara denganku. ku datangi dia dengan tatapan datar
.
“mianhae~ ini memang namaku” ujarku datar
.
kalian tau, hari pertama aku disini, emosiku sudah meledak-ledak
.
“kau!!” namja ini menunjuk-nunjuk wajahku dengan tatapan tajam
.

*bruk*bruk*bruk*
.

“sudah!! kau diam, jangan cela teman barumu” tegur seonsangnim sambil menghapus papan tulis
.
“aku tak sudi berteman dengan yeoja ini, cih~”
“siapa juga yang mau berteman denganmu!!” teriakku di depan wajahnya~
.
“Tiffany! kau jg duduk di tempat dudukmu” sial, gara-gara namja itu aku di bentak seonsangnim di hari pertamaku “oke, fany, ini rekormu, di bentak guru~” gerutuku sambil mengeluarkan alat tulis dari tasku
.
“annyeong, na neun Han Nara imnida~” tegur yeoja di sampingku “na neun Kim Taeyeon imnida~” ujar yeoja di depanku. mereka sangat baik dan ramah
“ah, Tiffany imnida” aku menjabat tangan yeoja ini. oke, aku mendapat 2 teman “bangapseumnida~”
.

aku rasa aku bisa bersosialisasi dengan baik dengan murid-murid disini. semuanya sangat ramah, terutama Nara dan Taeyeon. tapi tidak dengan namja sialan yang membuatku sengsara!!

.
*lunch break*

“Tiffany, kau dari mana??” tegur seorang namja yang sedang berdiri di sampingku. Perawakannya tinggi, dan tersenyum manis menatapku

“he?? tidak dari mana-mana kok” jawabku dengan senyuman

“kkkkk~ aish, maksudnya asalmu sayang” Nara tertawa puas sekali, seakan-akan aku ini bahan tertawaan sejak pagi “aish~”

“aku pindah dari Namwon bersama keluargaku~” jawabku dengan wajah tenang “ah, kau siapa??”
“ah, annyeong, na neun Cho Kyuhyun imnida~” oh ternyata namja ramah yg tadi membelaku bernama Kyuhyun “ah kau lebih manis tertawa ya Tiffany”
.

*peeesssshh*

.
“kkkk~” Taeyeon tertawa melihat wajahku memerah. kami semua bercanda sambil menikmati makan siang. walaupun sederhana tapi mereka membuat ini begitu mewah
.

*braaaaakk*

.
“lebih manis lagi jika kau pergi dari sekolah ini selamanya!!!” namja itu menggebrak mejaku dengan keras. aku diam menatapnya “dengar? kau lebih baik P E R G I ! ara??”
.
“kendalikan sikapmu~” Kyuhyun menariknya dari hadapanku dan mengajaknye keluar kelas. aku tetap diam, aku tidak sedih, hanya sedang melihat apa yang akan ia lakukan setelah ini
.

“sudah, jangan di pikirkan, ia memang angkuh. tapi sebenarnya baik kok~” Taeyeon menepuk-nepuk pundakku dan tersenyum. aku memang baru di sekolah ini, tapi aku beruntung langsung bertemu Nara & Taeyeon “benar~ sabar ya menghadapinya” imbuh Nara
.

“yo! kenapa ia marah?” tanya seorang namja dari arah pintu. ia menatapku heran lalu mendatangiku “hey, anak baru ya??”
“annyeong, Tiffany imnida~” aku mengulurkan tanganku ke arahnya, dan ia menyambutnya dengan ramah “my name is Amber, welcome to AirLines~”
.
“AirLines?” aku menunjukan wajah bingung ke Kyuhyun, lalu Kyuhyun memperlihatkan name tagnya dengan lambang ‘AirLines’
“ah, nee, gamsahamnida~”
.

“ya!! dia tidak akan jadi bagian dari AirLines!!! Tak akan pernah!! camkan itu babo yeoja!!” namja itu berteriak lagi dari arah pintu dan mengangkat tangannya yang di kepal lalu pergi lagi. astaga, aku sakit hati di perlakukan seperti itu. kenal saja tidak, tapi mengapa langsung begitu “sialan~”
.

“kelakuan dasar~” gerutu Kyuhyun, ia menghampirku dan tersenyum “tenang, aku akan membantumu beradaptasi kok. oke??”
.
“ah iya, namja tadi siapa” tanyaku pada Amber yang sedari tadi menatapku
“ah, Seunghyun imnida~ abaikan saja jika berkata kasar” Amber tersenyum dan mengacak-acak rambutku. astaga, ia lucu sekali~
.

“Seunghyun??” bathinku menatap tempat duduknya. terbesit pikiran untuk mengerjai namja itu total. tapi untuk apa mengerjainya, pasti ia akan sial sendiri~

.
“Amber, sudah makan??” nara mendekati namja yang bernama Amber itu dengan manja, dan Amber mengangguk. Apakah Amber adalah namjachingunya?? Mengapa mereka begitu akrab~
.

Kyuhyun yang ramah, Amber yang lucu, Nara yang baik, Taeyeon yang perhatian, dan kau, Seung Hyun, kau sudah membangunkan harimau tidur!!!
Is It Ok??

.
.

** prolog is over . thanks for reading **