Harder Than You Know [After Story]

harder than you know

.

  • Main Cast:

Cho Kyuhyun

  • Support Cast:

Jo Chaerin, Lee Hyukjae, Lee Donghae, Yang Yoseob

  • Length: Oneshot After Story
  • Genre: Friendship, Romance
  • Rate: AG (All Age)
  • Author: Nana (@keiichiro_nana)
  • Backsound: Harder Than You Know – Escape The Fate

——————————————–

“Baby, don’t talk to me

I’m trying to let go

Not loving you is harder than you know”

.

5 tahun berlalu sejak kematianmu.

5 tahun berlalu sejak kau pergi meninggalkanku.

Ku pikir sekarang sudah tak apa mencintai gadis lain.

Tapi yang jadi masalah adalah apakah aku bisa??

.

“hey, Kyuhyun, jangan melamun” tegur Donghae sambil membawakan kopi lembur untukku “sudah 5 tahun. ia reinkarnasi dimana ya??” imbuhnya sambil mengutak-utik laptop

.

Sekarang kami semua sudah lulus. Aku dan Donghae bekerja di kantor dan divisi yang sama. Sedangkan yang lain sudah punya kesibukan masing-masing. Hey, kau mau tahu tidak?? Chaerinmu sudah menikah dengan Eunhyuk hyung 2 bulan lalu. Sedangkan Yoseob, ia bekerja sebagai dokter di rumah sakit Victoria eonni. Kau tau, semua tetap saja terasa sulit~

.

“jika Nara masih ada pasti kau sudah menikah dengannya, dan mungkin mempunyai anak~” ujarnya sambil melihat photo Nara yang terpajang manis di sudut mejaku

.

“pasti dia reinkarnasi ke dalam jiwa seseorang yang sifatnya tak jauh berbeda dengan si bodoh itu. kkkk~” Donghae menoyorku dan tertawa “terkadang aku masih melihat nara tersenyum di sampingku” Donghae menepuk bahuku dan tersenyum mendengar kalimatku

“aku juga. Sangat merindukan melerai kalian yang tiap hari ada saja yang di ributkan. Merindukan Nara yang selalu tersenyum pada semua orang. Merindukan kalimat ‘harder Than You Know’ seorang Nara” ujar Donghae saat aku memeluk photo Nara “keep moving forward, Kyuhyun”

“aku berharap yang sama, Hae~”

.

*kring kring kring*

“yeoboseyo~”

“Yoseobie!!”

“minggu depan?”

“chakkanman!”

.

“hae, Yoseob, Chaerin dan Eunhyuk hyung mengajak ke Neul Paran. Mau bergabung??” tanyaku pada Donghae yang sedang asyik menyeruput kopinya

“kapan??”

“kira-kira minggu depan. Bagaimana?”

“baiklah, kosongkan jadwal untuk melihat keadaan Neul Paran. Kkkk~”

.

“yeobseyo,Seobi!!”

“bagaimana??”

“kami ikut~”

“oke, hari rabu jam 7 di Neul Paran. Ara??”

“tenang~”

“bye~ gamsahamnida”

**kilk**

.

“kenanganmu bisa bangkit jika kau kesana. Kau yakin tak apa?” ujar Donghae memastikan keadaanku. Aku mengacungkan 2 ibu jariku dan tersenyum “ya sudah, sekarang kerja lagi. dan tetap berusaha~”

.

Are we just lost in time

I wonder if your loves the same

Cause I’m not over you

.

** 3 days Later, on Saturday**

**around myeongdong**

Mereka bilang aku sempurna

Mereka bilang aku punya segalanya

Mereka bilang aku yang terbaik

Tapi,,,

Aku bilang aku tak sempurna, tidak punya segalanya, dan bukanlah yang terbaik seperti yang mereka bilang. karena kau tak ada, kau tak disampingku secara nyata! Hey, Choi Nara, Harder Than You Know

.

“bunganya, ahjussi, silahkan”

“bunga segar, bunga segar, bunga segar~”

“bunga murah, bunga murah~”

.

Hey, Nara, hari ini Myeongdong mengadakan acara Flower festival. Bunga yang di jual sangat indah dan segar. Dulu ketika SD kau suka sekali jalan-jalan mencium harum bunga-bunga disini, “bogoshipda Nara~”

.

I just can’t believe it,

As I’ve always done,

I’ll keep hoping you’d come back.

How could I erase you?

.

“maaf ahjumma, pink rose ini berapa?” aku melihat mawar merah muda yang begitu cantik terpajang di sudut vas

“kuberikan 2 batang untukmu tuan. Gratis!” ujar ahjumma itu “aku melihatmu sangat bersinar” saat ia mengatakan bersinar, wajah ahjumma ini begitu berbeda. Aku jadi merasa aneh melihatnya~

“ah,, jangan, biar aku membayar ,,,, ”  ahjumma itu tetap menolak uangku dan memaksaku mengambil bunga yang ia berikan. Akhirnya aku mengambil bunga itu dari tangannya “gamsahamnida, ahjumma~”

.

Hey, Nara, not loving you is harder than you know~

.

*bruuuuk*

.

“aigoo, sakit~”

.

“ah, Agassi, jeongmal mian,,,, hae?? ” aku menabrak seseorang hingga ia terjatuh. Ku ulurkan tangan dan meminta maaf padanya. Namun saat ia menengadah ke arahku, aku melihat seseorang yang tak asing

“nee, gwenchanayo, ahjussi~” ujar yeoja ini begitu ramah. Aku terdiam melihatnya berdiri di hadapanku “bye bye, ahjussi~”

.

Aku mendengar langkah kaki yeoja itu berlari menjauhiku. Aku masih berdiri mematung di tempat yang sama. Aku menutup mataku dan fokus dengan suara yeoja tadi. suara yeoja yang memanggilku ahjussi. ahjussi, ahjussi, ahjussi~

.

“Kyuhyun-ah?” tegur seseorang dan aku membuka mataku “sedang apa kau di tengah kerumunan begini. Gwenchana?”

“ne, gwenchana, hanya sedikit pusing~” Yoseob memapahku menjauh dari tempat itu, dan istirahat di bawah pohon “terima kasih ya”

“kau kenapa bisa ada disini? Bukankah tadi pagi kau bilang siang ini kau ada meeting?” ah, iya aku hampir lupa menemui klien “ada ap ,,,”

“aku pergi dulu yaa~ ketemu nanti sore di Saphire Blue Café bersama yang lain.byee~” aku berlari meninggalkan Yoseob yang terbengong-bengong. Aku benar-benar lupa akan kenyataan karena sedikit lamunan, namun aku yakin benar satu hal,,,,

.

“seseorang yang sudah pergi, tak mungkin kembali lagi~”

.

Aku berlari selama 30 menit dari taman menuju kantor klienku. Berharap aku bisa melupakannya dalam 30 menit itu sebelum bertemu klienku. Setelah selesai meeting, aku tetap berlari selama 20 menit menuju Saphire Blue café, karena aku masih terlalu memikirkannya~

.

“Nara, aku bisa melupakanmu selama 150 menit. Doakan aku hari ini~” bathinku saat memasuki café. Semua orang memandangku karena aku begitu berantakan

.

“hei, kemari~” Chaerin berteriak dari meja no 13, aku menghampiri mereka yang sudah lengkap “berlari lagi??” imbuh Yoseob, dan aku mengangguk

“berapa lama kau melupakan Nara?” tanya Eunhyuk hyung sambil tertawa dan menyerahkan minuman dingin untukku

“150 menit”

.

Ketika aku merasa hatiku berantakan, pasti aku akan berlari. Satu-satunya hal yang membuatku begini adalah mengingat Nara dan senyumnya. Aku mampu berlari selama mungkin untuk melupakannya sejenak. Eunhyuk hyung, Chaerin, Donghae, dan Yoseob paham sifatku. Tak jarang aku pingsan di tengah jalan dan masuk rumah sakit karena kelakukanku yang seperti ini

.

“ya sudah, makan saja. tuh makanannya sudah datang~” ujar Donghae sambil menyendokkan nasi goreng untukku “makan yang banyak. Jadi kau bisa kuat berlari. Ara~”

.

.

** 35 minutes later **

“aduh, aku kekenyangan~”

“ya, chaerin, makanmu banyak sekali!!”

“ya, Yoseob, jangan protes!”

“badan kecil, makan besar!”

“Lee Donghae!!!”

.

“Chaerin-ssi jangan berisik~” saat Eunhyuk hyung menutup mulut yeoja ini, ia akan diam. Walaupun, aku, Donghae, dan Yosoeb mencelanya habis-habisan, ia tidak akan menangis. Tetap diam tanpa memandang kami.

Hey Nara, ia sudah dewasa, Chaerinmu sudah dewasa

.

.

“niga neomu bogoshipo, nara~”

.

** 2 days later, on  Monday**

.

aku merindukanmu..

sampai ke titik dimana aku membenci diriku sendiri yang terlampau merindukanmu..

aku ingin menangis..

.

“permisi~” ujarku menyapa penjual bunga “ada bunga mawar merah muda??”

“ah, iya ada. Mau berapa??” sahutnya ramah

.

oh my god~ aku tak bermimpi kan??

.

“tuan? Ini mawarnya, anda butuh berapa?”

Aku mendengar apa yang ia tanyakan, tapi sungguh aku ingin mengabaikannya sebentar dan menyakinkan diriku sebentar saja

“Tuan ini mawarnya. Butuh berapa??”

.

“ah, aku butuh 2 tangkai saja. bisa??” ujarku pada yeoja ini

“ini tuan~” ia menyerahkan 2 tangkai mawar dengan senyuman manis seperti yang di miliki si bodoh “harganya 5000 won tuan”

“ahh ini, uangnya~” ujarku menyerahkan uang pas 5000 won

“terima kasih~”

.

Aku berbalik dan berlari dari tempat itu. berharap aku hanya mimpi dan semuanya akan kembali normal. Seperti hal yang sangat aku yakini,

.

“seseorang yang sudah pergi, tak mungkin kembali lagi~”

.

“ahjussi!! ahjussi!!”

.

Aku berbalik dan melihat siapa yang memanggilku. Ya umurku sekarang sudah 23 wajah jika ada yang memanggilku ahjussi. walaupun aku tidak suka =_=

“ahjussi~ photo ini ketinggalan”

“ga,, ga,,gamsahamnida~”

.

“sejenak aku berpikir itu milikku. tapi yeoja ini lebih cantik. lagipula kan kita tak saling kenal, apalagi berphoto bersama. nee, ahjussi~”

.

ia membawakan photo Nara. ya, yeoja ini mirip dengan nara! itu sebabnya aku begitu shock dan ingin berlari dan terus berlari.

Jika bisa di bilang, mereka seperti kembar!!

Sejenak aku tak bisa terima, tapi ini kenyataan. Ia benar-benar mirip dengan nara dari ujung kepala sampai kaki.

Bahkan senyum dan suaranya!!

.

“ahjussi, neo gwenchana??” Ia merangkul lenganku dan membawaku menepi “ini minumalah dulu”

“terima kasih ya. ah namamu siapa?’ ujarku menatapnya lekat. aku merasa nara ada di sampingku. Aku merasa Nara hidup lagi. Sama seperti saat ia meninggalkanku~

.

“Nara~”

“maaf??” aku mengulang pertanyaanku karena aku takut salah mendengar

“kkk~ cho neun Han Nara imnida~” ternyata aku tak salah, semuanya begitu sama

“Cho Kyuhyun imnida. kau tau, yeoja ini namanya juga Nara~” aku menunjukan beberapa photo Nara di handphoneku, ia tersenyum “tapi, ia meninggal sekitar 5 tahun lalu karena sakit”

.

*sruug*

Ia merebut handphoneku dan berwajah shock. Astaga, bahkan wajah shocknya pun sama dengan si bodoh~

“ahjussi, ini mirip sekali denganku! astaga~ jika ia masih ada, dan ia ada disini, pasti kami di kira kembar~” ujarnya antusias dan menggaruk kepalanya. Aku merasa si bodoh ada disini. Aku merindukannya, sangat merindukannya~

.

“umurmu berapa nara?”

“naega?? 16 tahun. kau ahjussi??”

“aku 23 tahun!”

“ah, kalau begitu aku tak usah memanggilmu ahjussi!”

“he?”

“Kyuhyun oppa better”

“kkkk~ baiklah”

.

“nara!! Ayoo pulang” teriak seorang namja dari kejauhan

“ini” ia menyerahkan handphoneku “see you next time oppa. bye~”

.

ia berlari meninggalkanku dan menggandeng namja yang tadi memanggilnya. Rambutnya tergerai indah saat ia berlari, just like Cho Nara. Tuhan memanggil Nara, lalu meninggalkanku. Dan ia menggandeng Tuhan bersamanya “benar-benar mirip!!” ujarku kesal menatap mereka

.

** 2 Days Later, Tuesday**

@ NEUL PARAN HIGH SCHOOL

.

Aku tak tau mengapa semua tampakk nyata

Semua begitu terang dan aku tak bisa menutup mataku

Kehidupan apalagi yang ada di hidupku??

.

“hei, aku punya kabar!!!” aku berlari menghampiri Eunhyuk, Chaerin, Donghae, dan Yoseob yuang sudah sampai terlebih dahulu “berita parah!!”

.

“ada apa??”

“kkk~ seperti habis bertemu setan”

“waeyo, Kyuhyunie??”

.

“Nara!!,

“ada Nara!!”

“Nara disana!!”

.

“HAH??” ujar Donghae dan langsung di bekap Yoseob

“maksudmu apa?? ia sudah tiada Kyuhyun!! 5 tahun lalu!!” Eunhyuk hyung membentakku, tak lama Chaerin menangis di pelukannya “ia sudah tak ada Kyuhyun~”

.

“aku bersumpah melihatnya” aku bersikukuh dengan ucapanku, tentu saja!! aku belum gila~ “dia disana!! disana!!”

.

“aku tau kau rindu tapi,,,,”

.

“Donghae!! berapa tahun kau mengenalku??” Donghae terdiam menatapku “aku melihat Nara~” aku menangis dan terduduk di pinggir gedung. sakit rasanya tak ada yang percaya “Nara, eottohkkajyo”

.

“begini saja, kita ketempat Nara~” usul Yoseob “kita lihat apakah Nara yang Kyuhyun maksud adalah Nara kita~”

“ayoo~” sahutku cepat

“akhir-akhir ini larimu sangat tidak terkendali, Kyu. apa karena kau melihat Nara” Donghae menatapku dan menunggu jawabanku, begitu juga yang lainnya “katakan~ iya atau tidak”

.

“bicara, Hyunie, bicara!!!”

.

You said this would only get better.

There is no rush, cause we have each other.

You said this would last forever.

But now I doubt that I was only your lover.

.

.

1 menit, 3 menit, dan 5 menit

ku tatap mereka satu-persatu. wajah Chaerin begitu shock, aku tau ia yang paling merindukan Nara. yeoja manja kesayangan Nara~

.

“geurae. gadis itu terlalu mirip Nara, aku tak bisa membedakannya. apakah dia benar Nara atau bukan” ujarku sambil menundukan wajahku “senyumnya, tawanya, dan wajah bodohnya~ aku hampir mati saat melihat yeoja itu”

.

“sekarang dimana dia??” Chaerin bertanya padaku dengan linangan air mata “dimana hyunie !!! dimana!!!!” teriakannya makin besar

.

“hey, hey, ada apa teriak-teriak disini?” tegur seseorang dari arah sekolah

.

“Heechul seonsangnim!!!” Yoseob dan Eunhyuk langsung memberi salam kepada seonsangnim yang bisa di katakan memiliki kenangan yang sangat banyak di dalam kehidupan kami “annyeong seonsangnim~”

.

“ada apa Chaerin menangis?? masih saja cengeng~” Heechul seosangnim langsung menghapus air mata Chaerin. aku terdiam tak bisa memulai bicara. terlalu sakit mengingat yeoja itu. Nara itu masih ada, sedangkan Naraku sudah tak ada “ada sesuatu yg mau di katakan??”

.

“Nara~” Donghae membuka suara “ada yeoja yg mirip dengan Nara”

“makanya Kyuhyun depresi” imbuh Yoseob. sial, aku tidak depresi. ingin ku bentak ia, namun aku tak ada kekuatan untuk membuka suara

.

“kkkkkk~”

.

“ada apa seonsangnim?” dasar seonsangnim yang aneh. walaupun ia memang sudah aneh sejak kami masuk Neul Paran, tapi seharusnya tidak dalam keadaan begini

“Kyuhyun begitu mencintai Nara hingga ia melihat hal yang mustahil” ujar Heechul seonsangnim “begitu juga kami di sekolah ini~”

.

“he?”

“maksudnya?”

“Kyuhyun depresi??”

.

“ya!!! Yoseob, aku tidak depresi!! namja tak berotak!” aku mulai gerah dengan kalimat ejekannya dari tadi. Heechul seonsangnim menatapku “hmm,, maksudnya apa tadi seonsangnim??

.

“saat penerimaan murid baru, sekolah ini gempar!!” ujar seonsangnim “kalian tau kenapa??” kami semua menggeleng pelan

.

“Nara is alive!”

.

“mwo??”

“yang benar saja??”

“seonsangim!!!”

“Nara??”

.

“bisa ulangi lagi seonsangnim” ujarku tak percaya, begitu juga yang lainnya

“di stand 1 pendaftaran, kebetulan Siwon seonsangnim yang menjaga. ia melihat map dengan wajah Nara, dan tak lama kemudian, yeoja pemilik map itu datang” ujar seonsangnim “wajah Nara begitu familiar di sekolah ini. jadi saat yeoja itu datang & berpindah ke stand lain, semua orang yg memang mengenal yeojamu tidak percaya”

.

“kau tidak sedang membualkan??” gerutu Yoseob dan ia mengepalkan tangan ke arah Heechul seonsangnim “tolong jangan buat kami stress”

.

“animnida, ini benar. hey, Chaerin, kau ingat senyum Nara? autisnya Nara? ramahnya Nara? cantiknya Nara? dan saat ia stress dan mengatakan ‘Harder Than You Know’ pada kalian?” ujar heechul dan chaerin mengangguk sambil menghapus air mata yang terus menerus keluar “anak itu benar-benar seperti Nara. setelah ia sekolah disini, aku merasa Nara hidup lagi lewat yeoja itu. entah aku berlebihan atau tidak. namun itu yang aku rasakan. “

.

it came over me in a rush, when i realized that i love you so much.

that sometime i cry, but i can’t tell you why.

why i feel, what i feel inside

.

“apakah dia bernama Nara??” ujarku bertanya dan heechul mengangguk “Han Nara??” aku ingin memastikan bahwa ia memang bukan gadisku, Choi Nara. dan yeoja yang dimaksud Heechul seonsangnim adalah nara yang aku temui tempo hari di taman dan di toko bunga

“ya!! sok tau kau!” chaerin memukul lenganku keras

.

“geurae, geu yeoja Han Nara imnida~ kau tau dari mana, Kyu??”

.

“nara!!!” aku menangis dan meninju tembok. tanganku terluka, namun hatiku lebih terluka “kembali Choi Nara!! kembali Nara!!!”

.

“Kyuhyun! tenangkan dirimu”

“Kyuhyun, Nara kasihan disana!”

“hey bodoh!!!”

.

Chaerin memenangkanku saat aku menangis. sama seperti saat aku belum terima nara pergi dari sisiku selamanya 5 tahun lalu. tapi sungguh aku tak bisa. benar-benar tak bisa untuk saat ini

.

“Nara!! neo, jeongmal nappeun yeoja!! Nara!!!”

.

berteriak dan menangis. mungkin itu yang bisa aku lakukan saat ini. terlalu singkat kebahagiaan yang aku rasakan sebelum yeoja itu pergi selamanya

.

“permisi, apa kalian memanggilku??” sapa seorang yeoja, tapi aku tak mendongak tuk melihatnya

.

“astaga!!”

“oh my god!!”

“Kau??”

“mwo??”

.

“ya, inilah yang aku maksud” suara heechul bangga

“tapi,, tapi,,, ” tangisan Chaerin menjadi lebih besar “bogoshipoyo!!!”

“I can’t belive it!” imbuh Yoseob, ia jatuh terduduk di sampingku & menggoyangkan kakiku “Kyuhyun, she is real!!” ujarnya dengan tatapan merah

.

“mwo??? he?”

“annyeong oppa!! kita bertemu lagi”

.

“Nara? kau benar Nara??” donghae merengkuh wajah Nara dan tersenyum “annyeong,cho neun Han Nara imnida~”

.

“…………”

.

kami terdiam saat ia mengatakan ‘Han Nara’, saat itu kami semua terhenti dari tangisan dan tersenyum menatap yeoja bernama Han Nara di hadapan kami

.

“kemari ku peluk sebentar” ujar Chaerin. ia terdiam spt takut-takut “tak apa, kemarilah” imbuh Heechul seonsangnim

.

yoseob dan chaerin memeluk Han Nara dengan lembut. wajahnya benar-benar mirip Nara, aku tak bisa melakukan apa-apa. ia bukan Naraku, bukan Naraku!

.

“ada apa sih??” tanya Nara dengan wajah begitu bodoh karena penasaran

“kkkk~ wajah bodohnya mirip” gerutu Eunhyuk hyung “geurae, uri Nara~” imbuh Chaerin yang begitu senang memeluk Nara

.

Han Nara menjauh dan bersembunyi di belakang Heechul. ia mungkin merasa takut karena kami bersikap seperti ini di hari pertama bertemu

.

“kkk~ tak apa, nara. mereka hanya senang bertemu denganmu” ujar seonsangnim, dan Nara kembali dengan wajah bodohnya

.

“masih ingat cerita Nara yang aku ceritakan padamu waktu itu??” ujarku sambil menyodorkan photo kami bersama Nara 5 tahun lalu “ingat kan??”

.

“ah, iyaa, aku ingat!! Jeongmal mianhae oppa, mianhae eonni, aku lupaa~” ujarnya lembut dan saat ia tersenyum, ia benar-benar Nara. yaa, untuk saat ini bolehkah aku melupakan bahwa Nara sudah tiada??

.

“gwenchana~ sini, sini, aku peluuk” chaerin menarik lembut Nara dan ia pun memeluk balik Chaerin. sudah lamaa sekali aku tidak melihat Chaerin seperti ini. memang kau yang paling merindukannya

.

“how can i miss you if you never would stay”

aku mendengar suara lembut entah dari mana

.

“if need time i guess i’ll go away”

suara itu lagi. itu suara siapa??

.

“hoy, kau dengar suara itu?” ujarku bertanya pada Donghae dan Yoseob, mereka menggeleng

“suara apa??” gerutu Chaerin “kami tidak mendengar suara apapun~”

Aku kembali fokus dengan apa yang aku dengar barusan, dan mengabaikan apa yang mereka bicarakan

.

“inside me now there is only headcache and pain”

suara yang begitu dalam mengganggu pikiranku

.

“so where’s the fire, if you’ve become the rain”

suara ini??

.

.

“are we just lost in time, i wonder if your love’s the same”

“cause i’m not over you”

aku rasa aku tau siapa pemilik suara ini

.

.

“baby don’t talk to me, i’m trying to let go”

“not loving is harder than you”

.

ya ini suara Nara mengalun indah di telingaku.

hey nara, i love you

.

“and if don’t want me then, i guess so have to go”

“not loving is harder than you know”

Suaranya terus mengalun di telingaku, membuat aku begitu merindukannya

.

.

“cause girl you drive so crazy”

.

.

“lagu itu lagi??” tegur Donghae sambil tersenyum “kau begitu merindukannya ya??”

“aku seperti mendengar suaranya~”

“suara Nara??’

“ha?”

“kkkk~ hanya aku yang bisa mendengar~”

.

Kau baik sekali, bernyanyi hanya untukku.

Terima kasih kepadamu, Choi Nara~

.

“ah, Jinwoon-ah!! ppalliwa!!”

Han Nara berlari ke arah namja yang ia panggil ‘jinwoon’

Namja itu namja yang memanggil Nara saat di taman waktu itu

.

aku tau satu hal. Nara memang sudah pergi, namun hatinya akan tetap disini. because not loving you is harder than you know, Choi Nara

.

.

“hey, bodoh~ terima kasih sudah mengingatkan”

.

di langit itu aku merasa Nara tertawa dengan wajah bodohnya.

wajah bodoh dari gadis yang sangat aku cintai

.

“oppa, eonni~ nae namjachingu, Jung Jinwoon imnida”

“Jinwoon imnida hyung, noona”

.

“Kyuhyun imnida~”

“Eunhyuk imnida”

“Yoseob imnida”

“Donghae imnida”

“Chaerin imnidaaa~”

.

“hey, Kyuhyun, ayoo ke kelas kita~” Chaerin berteriak hingga semua siswa menengok ke arah kami “aku duluan yaa~”

“ppalli Kyuhyun”

.

“ne~ kajja Jinwoon, Nara”

“ne~”

.

How is it that we,

how is it that now,

How is it that the two of us ended up here,

Time passes by like the stars inside many people.

.

“hey sudah berapa lama kalian pacaran?”

“baru 3 bulan hyung”

“wah, kalau menikah undang aku yaa”

“oppa, kau yang akan menikah duluan!! Undang kami yaa~”

“aish, aratta, kkk~”

.

You’re someone who is like a dream,

so you disappear like dreams do,

I knew we were fated to do that,

It’s just a page of seasons that came and went.

.

.

I don’t know but I believe,

That somethings are mean to be,

And that you’ll make a better me,

Everyday I love you.

Harder Than You Know [Last Part]

oKEY, this is the last part of Harder Than You Know Fanfiction 🙂

Happy Reading Guys 🙂 don’t forget to give me a comment ^^

 harder than you know

Cast:

Cho Kyuhyun

Lee Donghae

Yang Yoseob

Choi Minho

  • Choi Nara
  • Jo Chaerin

Support Cast:

Siwon, Heechul, Eunhyuk, Sungmin (Super Junior) & Victoria (Fx)

Length: Part 4 (Last Part)

Genre: Friendship, Romance

Rate: AG (All Age)

Author: Nana (@keiichiro_nana)

——————————————–

dia pergi! benar-benar meninggalkanku. selamanya pergi dari sisiku. tanpa menungguku.

“Nara, saranghae!!”

.

“are we just lost in time??”

.

@ class 2A

bangkunya kosong. kelas sepi. seluruh teman kelas menangisi kepergiannya.

sahabatku, Choi Nara

.

“kemarin, sahabat kita, Choi Nara, pergi meninggalkan kita” ujar Heechul seonsangnim. seluruh murid menangis, terutama Yoseob dan Chaerin.

Nara termasuk biang keladi hebohnya kelas ini. pandanganku kosong menatap bangku dimana Nara duduk. bangku dimana Nara selalu tersenyum dan bersemangat. bersemangat saling mengejek akan nilai kami

.

** backsound: Cherish That Person (Yoseob Beast) **

.

“Nara” lirih Yoseob dan anak-anak kelas menangis

“baiklah. mari berdoa tuk Nara. semoga Nara bahagia di atas sana. berdoa mulai” aku terus menatap bangku Nara, tak menangis seperti Donghae & yg lainnya. namun hatiku berteriak. menatap Nara yg bahkan sudah tidak ada. Sangat, dan teramat sangat merindukannya

“Nara??” aku seperti melihat Nara tersenyum sambil melambaikan tangan dari bangkunya

“hey, kumpulkan tugas” ujar donghae pelan. namun pikiranku penuh dg nara

“aku pikir aku sahabatmu. tapi ternyata aku salah, Tuhanlah sahabatmu, Nara” bathinku saat mengingat kalimatmu saat SD dulu

.

** flash back **

“mianhae, nara. gara-gara membantu mencari buku, kau harus pulang terlambat” ujarku pada Nara yang mengusap keringatnya dengan seragam

“kita kan sahabat” jelas Nara padaku

“nee, aku sahabatmu. kamu sahabatku” imbuhku

“bukan!” bantah nara tegas

“waeyo?” aku sedih ketika iya membantahnya

“kita memang sahabat sejati. aku sahabatmu. tapi sahabatku yang pertama adalah Tuhan” kenapa Tuhan? bukankah aku sahabatnya?? sudah kelas 5 masih saja dalam masa labilisasi. dasar para yeoja

“kenapa bisa?” tanyaku bingung

“ada waktu dimana kau tak akan bisa menemaniku dan menjagaku, Kyu. Mungkin saja suatu saat nanti akan terjadi sesuatu yang membuat kau dan aku tak bisa saling menjaga. tapi Tuhan akan senantiasa menemani & menjagaku. kau juga! jadikan Tuhan sahabatmu!” aku tak paham maksudnya. masih SD bicaranya belagak. Dasar tidak berkepri-SD-an

“tapi kau sahabatku” bantahku. dia tersenyum dan menggandengku sambil jalan

“ara, ara, Tuhan adalah sahabatmu di selain aku” jelasnya sambil tertawa

“ah, okay. terserahmu. kajja” aku makin bingung dengan kalimatnya.

“kasihan minho hyung mempunyai dongsaeng yang otaknya terkilir, dan aku mempunyai sahabat yg jiwanya labil. kalo sudah SMA masih begini tidak ya” gerutuku dalam hati

kami bergegas pulang karena hari sudah mulai sore, walaupun masih tidak mengerti apa yagn ia maksud. Dan ku harap apa yang ia katakana itu tidak benar!

** flash back end**

.

dulu aku tak mengerti, tapi sekarang aku mengerti. ada saat dimana aku tak mungkin menjagamu, hanya Tuhan yang bisa menjagamu, Nara. dan mungkin saat kita menjadi rival, yg menjagamu adalah Tuhan. aku blm bisa di sebut sahabatmu. mianhanda

“Kyu?” donghae menepuk pundakku

“ha?” tanyaku bingung. donghae tersenyum

“tugas penelitianmu ada?” ujar Donghae. aku tersenyum lalu mengeluarkan paper yg Nara berikan

.

*bruuuk*

.

“mwoya ige??” donghae memungut surat yang terselip di tugas penelitian kami

“untukmu! dari Nara” ku buka surat itu, dan ku baca

.

————————————

Annyeong, Cho Kyuhyun !

Mungkin saat kau membaca surat ini aku sudah tak ada.

Maaf tak bisa menjagamu sampai akhir.

Maaf aku tak bisa menjadi sahabat sejatimu.

Maaf juga sudah meninggalkanmu.

Padahal dulu aku yang berjanji menjagamu dan tak akan pernah meninggalkanmu. Tapi aku malah pergi, dan aku tidak mau mengajakmu bersamaku kali ini. mianhae

.

Aku sudah berusaha menjaga dan tak membiarkanmu sendirian selama 3 tahun. Right?? Walaupun kau selalu dan terlalu menganggap aku rivalmu, aku tak pernah menganggapmu rival. Kau sahabatku. Sampai kapanpun KYUHYUN adalah sahabatku. Terus berusaha menjaga dan menemanimu, walaupun aku tau kau tak pernah menganggapku ada saat itu. Gwenchana, Kyu. Yaa!! Suatu saat nanti kau akan merasa kesepian tanpaku. Hahaha. Maaf aku percaya diri. Tapi yaa lihat saja ^^

Kyu, kau sesungguhnya mengerti aku lebih dari diriku sendiri.

Tapi sayangnya saat aku sakit dan sangat membutuhkanmu, kau tak ada.

Saat aku butuh sahabat yang selalu di samping kasurku dan membacakan dongeng, kau tak ada.

Saat aku ingin di nyanyikan lagu-lagu mellow, kau tak ada. Aku harus bagimana? Kau benar-benar menganggapku rivalmu. Kau tau, aku menangis, hatiku sakit.

Yeah! Harder Than You Know! Masih ingat kan ? hahaha

Sekarang sudah tak sakit lagi. Sekarang sudah tenang. Tinggal menunggu waktuku pergi ^^ terima kasih kau memberikan kenangan yang begitu indah di hari terakhirku.

Dan kau harus tau satu hal :

Aku, Choi Nara, sangat amat mencintai Cho Kyuhyun lebih dari sahabat ! kau adalah cinta pertamaku, Kyu. Sungguh ^^ jadilah sahabat yang bisa menjadi sinar untuk sahabatmu. Jalgayo Nae Sarang ^^

.

Annyeong Donghae, Chaerin, dan Yoseob!

Hey, Chaerin! kau adalah sahabatku yang paling baik ! yeoja cerewet yang sangat amat aku sayangi seperti saudara kandungku sendiri. Sejak pertama masuk SMA sampai detik ini kau selalu menjagaku dengan sangat baik. Jadilah Yeoja yang tegar. Tetap semangat, dan jangan mudah galau mengenai Super Junior. Tetap jadi ELF setia ya, dan berjuang tuk bagianku juga ^^ tunjukkan kalau Jo Chaerin bisa melakukan apapun yang ia inginkan. Tapi harus positif yaa ^^ Love you, dear …

Hey Donghae! Kau adalah namja yang paling baik dan unik yang pernah aku temui. Kau tau, kau adalah sahabatku juga! Aku sangat amat menyayangimu. Kau selalu mendukungku, dan mencerewetiku saat aku mulai malas. Walaupun Kyuhyun selalu melarangmu memberiku semangat, kau tetap dan selalu melakukannya. Terima kasih atas semuanya ^^

Hey Yoseob! kau adalah sahabat terakhir yang aku temui ^^ Yoseob yang baik hati, yang ramah, yang bersuara tegas, dan yang sangat amat mengerti bagaimana memperlakukanku ^^ sangat terima kasih atas semua. Maafkan saat aku sakit banyak merepotkanmu. Please, cherish that person ^^ (Kyuhyun)

.

I love you so much, guys. Harder Than You Know ^^

Wish me luck there. jalgayo nae chingu ^^

—————————————————————————-

kertas ini basah dengan air mataku. Donghae menepuk-nepuk pundakku tuk menenangkanku. Walaupun aku tau Donghae juga sangat sedih. hatiku sakit

“Nara!!!!” aku menangis dan berteriak histeris, Donghae terus mencoba meredakanku. Chaerin dan Yoseob langsung menghampiri kami. seluruh teman kelas & Heechul seonsangnim terdiam dan menatap kami iba

“waeyo??” tanya Heechul seonsangnim dari depan kelas

“semua melihatmu” ujar Chaerin sedih

“masa bodoh!! keluar semua! keluar!!!!” aku berteriak menyuruh semua keluar. lalu Heechul seonsangnim menyuruh seluruh teman yg lain keluar, dan pelajaran hari ini ditiadakan. semuanya pulang kecuali kami (aku, donghae, chaerin, dan yoseob)

“ada apa?” tanya yoseob sedih

“ini….” aku memberikan surat Nara ke Chaerin. chaerin & Yoseob membacanya. mereka menangis, dan Chaerin terduduk memeluk kaki meja Nara

“nae joha shireo?? yaa!! Choi Nara!!!” aku menangis sambil memberantakan kursi-kursi dalam kelas

“jadilah sahabat yang bisa menjadi sinar untuk sahabatmu!” ujar Donghae mengulang kalimat di surat Nara

.

“Jalgayo Nae Sarang!”

.

terlalu bodoh untuk menyakini

terlalu sensitif untuk merasakan

.

meyakini dan merasakan bahwa aku juga sangat amat mencintai Nara lebih dari sekedar sahabat !!! dan sayang, sekarang aku sudah terlambat !

.

** 4 years Later **

“Kyuhyun-ah!!” panggil Chaerin dari jauh dengan menenteng Eunhyuk hyung (?)

“annyeong! Hyung” sapa Donghae ke Eunhyuk hyung

“yo~” sahut Eunhyuk sambil menepuk pundak Yoseob dan pundakku

.

Chaerin meledek Yosoeb tanpa henti. Walaupun kami sudah kuliah, tingkah mereka benar-benar tak berubah. Seperti amanatmu, Yoseob benar-benar menjagaku dan Chaerin dengan baik. Dandanan kami sangat berbeda, terutama Chaerin. Kau pasti sangat amat menyesal menolak Eunhyuk hyung saat itu, sekarang dia tampan! Oke aku akui itu =.= dan Minho hyung? Dia menjadi jauh lebih tampan. Namja yang sangat amat tegar dan sabar. Berbanggalah kau, Nara !!!

.

“kalo kau bawel ku rantai mulutmu di papan Lotte Mart!!!” ancam Yoseob sambil mengepalkan tangannya

“upss” ledek Chaerin sambil menutupi mulutnya

“Jo Chaerin-ah!!!” teriak Yoseob yang membuatku, Donghae, Minho hyung, dan Eunhyuk hyung menutup kuping

.

“kamarnya jangan sampai berantakan!” ujar Minho hyung memperingatkan kami sambil tersenyum. Jempol yoseob menjulang tinggi (?)

“chagi-ah, aku tunggu di bawah dengan hyung, oKEY!” Chaerin tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah kekasihnya itu.

.

saat kau tak ada Chaerin selalu di jaga Eunhyuk hyung. 1,5 tahun yang lalu mereka memutuskan bersama. mereka sangat serasi, Nara. Kau tau, kau pasti bangga padanya. Nilainya sangat bagus. Dia benar-benar berjuang tuk bagianmu.

.

“nee~” ujar Donghae mewakilkan kami

“bogoshipoyo, nae Nara!!” ujar Yoseob memeluk guling kesayangan Nara yang langsung di rebut Chaerin. dan mereka ribut lagi, lagi, dan lagi.

“kalian~ bisa sedikit diam??” ujar Donghae dengan nada mengejek

“pinjam~” pinta Chaerin manja. Lalu Yoseob memberikan guling Nara, lalu mengambil bantal Nara

.

setiap tanggal 3 dan 15 di setiap bulan, pasti kami semua berkumpul di kamar Nara untuk merayakan hari ulang tahun dan hari kematian Nara. hanya ada sedikit tangisan. semua tersenyum bercerita apapun yang kami alami tanpanya 4 tahun belakangan. dari yang membuat kami hampir menangis karena sangat merindukannya bahkan Chaerin hampir pingsan, sampai hal-hal yang membuat seorang Donghae, Minho hyung, dan Eunhyuk hyung tertawa hingga cegukkan

.

* 2 hours later *

.

“kami tunggu di bawah” ujar Donghae membuka pintu

“cepat ya. nanti kita adu games dengan Minho hyung & Eunhyuk hyung” imbuh yoseob

“oppaku pasti menang!” ujar Chaerin semangat membela Eunhyuk hyung, dan mata Donghae hanya menyipit

“jangan ceritakan yg buruk tentangku pada Nara. aku malu. okey” ancam Chaerin sambil tersenyum

“kau selalu buruk! Babo!!” ledek Yoseob yang sukses membuat Chaerin membungkam mulutnya. Mereka selalu begitu, bukan maslaah berat

.

“baby don’t talk to me. i’m trying to let go. not loving is harder than you know. cause girl you drive me so crazy!!”

.

aku akhirnya menangis sambil memeluk photomu. tak bisa menahannya lagi. 4 tahun yang sangat berat ku lalui tanpa adanya kau di sampingku. Berusaha tak menangis saat mengingatmu. Tak kusangka itu jauh lebih sulit di bandingkan tugas matematika yang di berikan Siwon Seonsangnim saat Ujian mendadak

.

“Harder Than You Know, Nara!” bathinku

.

“jika ku total, aku mencintaimu selama 15 tahun. benar kan?” ujarku memandang photo saat pertama kali masuk SD, dan pertama kali bertemu denganmu. saat Minho hyung mengambil foto di depan gerbang sekolah

.

“First Time, First Love, So Sick!”  

.

tak akan ada lagi Nara yang berteriak “matilah kau!!” “aku yang menang!”

tak akan ada lagi Nara yang tersenyum saat mengatakan “we are best friends aren’t we?”

.

tapi satu yang akan selalu ada.

akan selalu ada tempat di hatiku tuk mu, khusus babo yeoja sepertimu.

.

Not Loving You is Harder Than You Know. But, life must go on.

And I’ll send you off now with smile.

.

Goodbye My Love!

.

.

.

.

.

Yak !! habis ~

Makasih banyak yaa yang udah baca Harder Than You Know part 1 – 4 🙂

Yang baca jangan lupa comment yaa 🙂

Harder Than You Know [part 3]

I’m back with the 3rd part of Harder Than You Know Fanfiction *otak lagi bermasalah banget pas buat part ini* =.= but Happy Reading ya Guys 🙂

 harder than you know

.

Cast:

Cho Kyuhyun

Lee Donghae

Yang Yoseob

Choi Minho

  • Choi Nara
  • Jo Chaerin

Support Cast:

Siwon, Heechul, Eunhyuk, Sungmin (Super Junior) & Victoria (Fx)

Length: Part 3 – 🙂

Genre: Friendship, Romance

Rate: AG (All Age)

Author: Nana (@keiichiro_nana)

—————————————-

Kami tertawa sampai cegukkan berulang kali, saling mengejek hingga kehabisan kata-kata. bermain-main dengan senter kecil, foto, puzzle, bedak (?), dan kami bermain dengan banyak mainan-mainan yang sering kami mainkan dulu.

kamar ini sangat menyenangkan. Penuh dengan kenanganku dan nara. Kenangan yang sudah ku lupakan selama 3 tahun. Kenangan yang mendarah daging dalam hidup ku lebih dari 7 tahun.

Kamar yang menjadi saksi bahwa dulu aku pernah berjanji akan menjaga Nara selamanya. Kamar yang menjadi saksi bahwa “Choi Nara adalah sahabat terbaik!” bagi seorang Cho Kyuhyun !

.

** 3 days Later **

.

Nara

Tak pernah ku bayangkan keadaan seperti ini akan kembali lagi.

Tak pernah ku bayangkan Kyuhyun akan seperti ini lagi.

Haengbokae so !! gamsahamnida

.

@ class 2A

“annyeong!!” sapaku & Kyuhyun bersamaan. Seluruh murid melihat kami heran.

Donghae yang sedang mengerjakan tugas pun terhenti melihat kami. Chaerin yang sedang sibuk searching di IPad miliknyapun meletakkan IPadnya sembarang dan bediri menatap kami

.

“wait! wait! wait!” ujar Donghae saat kami tiba di hadapannya

“sudah tak marah lagi?” Tanya Chaerin dan kami mengangguk bersamaan

“sudah tidak rivalan lagi?” Tanya Donghae dengan nada tinggi dan lagi-lagi kami tersenyum dan mengangguk bersamaan

.

“bagus kalau begitu !! kita ulangan!!” ujar Heechul seonsangnim mendadak

“heee??” seru kami semua dan kami semua kelabakan

“tapi 2 minggu yang lalu baru ulangan!” ujar temanku Yoseob

“lalu??” ujar seonsangnim dengan nada lucu

“ini??” bantah Yoseob dengan suara lucu, dan kami semua tertawa dengan sikap autis mereka. Mereka selalu seperti itu

“tambahan! Ppalli!! Ppalli!!” bantah seonsangnim. Dan kami pun duduk mengerjakan ulangan. Ulangan mendadak membuat kami stress. Pasrah saja

.

** 3 Hours later **

** Lunch **

Aku mulai mengerjakan penelitian “seberapa besar remaja percaya dengan persahabatan”. Aku mengerjakannya sendiri tanpa mengungkit-ungkitnya di depan Kyuhyun. Biar ini jadi kado spesialnya saja. Ku rasa menyenangkan memberikan kejutan

“kau sedang apa?” Tanya Kyuhyun. Aku refleks menutup bukuku. Lembaran kerja yang memang sudah mulai ku kerjakan saat di berikan

“ah, aniyo. waeyo?” Kyuhyun sepertinya penasaran dengan bukuku. Bagaimanapun tidak boleh tau

“ada yang kau sembunyikan?” Tanya kyuhyun penasaran

“anirago, Kyuhyun-ah. Waeyo??” aku berkelit sealami mungkin agar Kyuhun tidak curiga, tapi dia diam saja melongok ke bukuku

“yaa!!” aku membentaknya cukup keras

“ah, mian. Oh iya, rabu besok ada acara di Myeongdong!”  ujarnya memberitahuku. Aku mencoba mengingat, tapi tidak bisa

“Bazar bunga! Apa kau lupa??” ujar Kyuhyun mengingatkan. oh iya, di taman selalu ada bazaar bunga setiap tanggal 11 pertengahan tahun. Dulu kami selalu kesana. Sangat menyenangkan

“ayo pergi bersama!!!” ajak Chaerin dan Donghae

“ah geurae. Pasti menyenangkan” imbuh Kyuhyun

“ah, arasso! Kajja!” ujarku mengiyakan ajakan mereka

.

** 3 Days Later **

.

@ Myeongdong Park , @ 2PM

Beberapa hari yang sangat amat sibuk. Mengumpulkan berbagai data dari setiap anak. Kyuhyun sudah panik dengan data riset yang tak kunjung mulai. Padahal sudah setengah jalan di tanganku. Mianhae, Kyu. Aku berbohong

“yaa!! Nara!” teriak Donghae, Chaerin, dan Kyuhyun dari arah utara

“mianhae, lama” ujar Chaerin meminta maaf lalu memelukku

“hey, kau datang kan Nara?” Tanya Donghae

“kemana??” ujarku dan Chaerin bersamaan

“aku baru tau kau di panggil Nara juga, chaerin-ah!” ketus Kyuhyun, dan Chaerin senyum-senyum aneh

“pementasan kami minggu depan” jelas Kyuhyun. Oh iya, minggu depan kyuhyun, Donghae, eunhyuk oppa, dan lainnya akan pentas drama musical di gedung sekolah

“tentu! Ne chaerin?” ujarku lalu tersenyum

“tentu saja !! ah, kajja! Aku mau kesana!!!” ujar Chaerin manja.

Aku dan Chaerin memang baru bertemu di SMA. Tapi Chaerin sudah ku anggap saudaraku. Yeoja yang ramah dan baik hati. Nae chingu-ah, Jo Chaerin.

Sarangahe chingu-ah !

.

** 3 Days later **

.

Kyuhyun

Sudah beberapa hari ini wajah nara selalu pucat. Dia selalu minum vitamin ketika makan siang. Chaerin selalu membantunya merapikan berbagai suplemennya. Ku pikir ia berbohong. Tapi donghae selalu melihat tulisan di obatnya itu “suplemen”. Ku pikir itu benar suplemen. Sebanyak itukah?

“kau yakin tidak apa-apa??” tanya donghae pada nara

“gwenchana!” ujar Nara ramah

“aku khawatir! Sudah hampir 2 bulan ini kau selalu minum suplemen Nara!” imbuh Chaerin

“2 bulan?” Tanya Donghae heran

“bukankah baru 1 mingguan saja??” tanyaku

“mana kau tau !! saat itu kau masih menjadi rivalku, Kyuhyun!” ujar nara. Ya, aku meninggalkannya. Tak tau dia sakit apa. Dan aku sangat amat menyesal mengacuhkannya

“mianhae” sesalku. Nara tersenyum lalu memelukku

“nae gwenchana” ujar nara semangat

.

“ah, tugasku sudah selesai. Judulnya ‘efek Super Junior terhadap ELF luar negeri’ lho” jelas Chaerin semangat

“dia memaksa!!!” Donghae kesal dan menuding-nuding Chaerin yang tersenyum bangga terhadap boyband kesayangannya

“tapi lagunya bagus kok!” Nara membela Chaerin dan donghae masih saja menggerutu

“ah!! Tugas kita bagimana nara!!!” astaga aku lupa!! Tinggal 6 hari lagi. Sedangkan 5 hari lagi aku pentas. Tak mungkin!!”

“mwoya?? Jeongmal babo namja!!” donghae menoyorku berkali-kali. Chaerin dan nara tertawa lepas melihat kelakuan kami

.

** bruuukkk **

.

“yaa!! Nara!! Nara-ah!!” nara tiba-tiba jatuh pingsan

“bawa ke UKS!! Ppalli!!” aku menggendong Nara! Aku sangat panik! Chaerin dan donghae mengikutiku dari belakang

Sesampainya di UKS, Taeyeon seonsangnim menyuruh kami membawanya ke rumah sakit. Aku langsung menelpon noona dan minho hyung agar ke rumah sakit

.

@ Seoul International Medical Centre

Sudah hampir seharian ini aku menunggunya siuman. Wajahnya pucat. Chaerin  tertidur pulas di sampingnya. dan di luar ruangan sudah ada Minho hyung dan Victoria noona sedang mengobrol

“pucat sekali yeoja ini!” ujar Donghae khawatir. Sesungguhnya aku jauh lebih khawatir

“hmm” aku menatapnya iba. Nara, dulu kau jarang sakit, apalagi sampai di rawat begini. Salahku, semua salahku

“jangan menyalahkan dirimu, Kyuhyun!” ujar minho hyung tiba-tiba

“heee?” tanya Donghae bingung

“kau selalu menjaga Nara, dan jika nara kelelahan atau mengantuk, kau selalu menyalahkan dirimu. Sekarang ini bukan salahmu, Kyu! Jangan menyalahkan diri. Ara!!” mulut donghae membulat dan aku hanya tersenyum pada noona yang memandangku

“Nara akan tidur seharian. Kami memberinya obat bius. Dia kelelahan” jelas noona pada kami. Donghae menggendong Chaerin ke sofa dan aku gantian menjaganya. Ku genggan tanganya

“tanganmu dingin” ke gosok-gosok tangannya ke tanganku berharap tidak dingin lagi. Perasaanku tidak karuan melihatnya di bius seperti ini

.

** in the morning **

.

Nara

“hey!” dia terbangun dan tersenyum

“sudah sadar rupanya!!” ujarnya semangat

“tentu saja! Lihat minho oppa, donghae, dan chaerin sudah berangkat!” ujarku

“ah, mianhae. Aku ketiduran!!” wajahnya panic

“terima kasih sudah menjagaku, Kyu!” ujarku

“ini bukan apa-apa. Aku meninggalkanmu 3 tahun, dan ini bukan apa-apa” rautnya sedih. Aku benci raut wajahnya yang seperti ini

“hey, besok kau pentas ya!” tanyaku pada Kyuhyun tuk membuatnya semangat

“ah iya!! Tapi kau tak menontonnya!” ujarnya sedih, aku bangun lalu memeluknya erat

“aku pasti menonton. Lihat saja” ujarku memastikan

“nee” aku menyukainya bila tersenyum, nae chingu, Kyuhyun. Aku menyuruhnya latihan. Besok sudah waktunya ia pentas. Aku berharap bisa menontonnya

.

** malam hari **

Aku tak bisa napas !! bagaimana ini !! ku ambil handphoneku dan ku telpon minho oppa yang sedang ada di apotik menebus obatku

Aku : “oppa!! ppalli! Aku tak bisa ber-nap-aass- haaah”

Minho : “arasso!! Chakkanman~”

.

*klik*

.

**10 minutes later**

“yaa!! Gwenchana!!” minho oppa datang dengan suster-suster dan Victoria eonni

“jangan di bius! Aku mau melihat Kyu besok!” aku berontak ke suster-suster. Minho oppa menatapku iba

“oppa!! please!!” mohonku pada minho oppa

“letakan. Jangan suntik dia” ujar minho oppa mengahalangi suster

“kau gila!!” minho oppa memandang Vitoria eonni. Lalu Victoria eonni menatapku sedih  dan memelukku

“Kyuhyun-ah, joha shireo??” Tanya Victoria eonni

“aniyo!” ujarku singkat

“waeyo??” imbuh minho oppa

“kau sahabatnya??” Tanya Victoria eonni

“aniyo! Dia sahabatku! Nae Chingu, Cho Kyuyhun!” ujarku simple. Victoria eonni tersenyum

.

“besok kau datang, nara-ah?” ujar seseorang dari balik tirai

“yoseob??” apa yang ia lakukan

“dia adalah siswa disini. Pembelajaran diri!” jelas Victoria eonni padaku

“besok aku akan mengantarmu!’ ujarnya semangat

“yaksokk??” tanyaku meyakinkan kalimatnya

“geurae! jam 8 kita berangkat!” ujarnya tegas, dan seluruh suster, minho oppa dan Victoria eonni tertawa

.

@ Neul Paran High School

“lihat itu Kyuhyun!!” ujar Chaerin menunjuk Kyuhyun. Kyuhyun sangat tampan disana

“siapa yang akan menjagamu Kyu?” bathinku

“Nara! Jangan perlihatkan!” bisik Yoseob

“mwo?” tanyaku pelan

“jangan tunjukkan sakitmu disini! Berbahagialah, nara!” aku kaget dengan kalimat Yoseob

“apa kau mau bertanya ‘kenapa kau tau?’ ? tentu saja, aku murid Victoria noona!! Tenang. Aku akan diam saja sampai kau mengizinkanku mengatakannya” imbuh Yoseob berbisik, dan Chaerin mulai penasaran

“waeyo??” tanyanya bingung. Yoseob mengalihkan kepala Chaerin menjauhiku dan aku hanya tertawa melihatnya

“chaerin! My best friends!” bathinku

.

 ** 2 hours later **

“selesai!!!” teriak Kyuhyun dari atas panggung. Donghae dan Kyuhyun menghampiriku

“aku keren tidak nara?” Tanya Donghae

“kau selalu tampan!!” ucapku dan Chaerin berbarengan

“terima kasih Nara!” Kyuhyun memelukku. Satu ruangan bersorak melihatku di peluk Kyu

“cheonmaneyo!” balasku. Dia tersenyum

.

Kyuhyun

Akhirnya semua kembali seperti semula !!

Thanks god I found you !

.

“hey, kau sudah sehat?” tanyaku pada nara

“tentu!” jawabnya ringan

“kau pucat sekali nara!” ujar Donghae

“ah!! Kok kamu ada disini ??” tanya donghae pada Yoseob. Aku pun menatap Yoseob

“aku belajar dengan Victoria noona! Tugasku merawat nara kemarin dan hari ini!” jelas yoseob. Pantas dia ada disini bersama Nara

“baiklah!! Saatnya kembali ke rumah sakit!” ajak Yoseob

“huwaa! Andwae!” Chaerin memeluk nara

“penyakitmu nanti…”penyakitmu ?? yoseob membekap mulutnya sendiri dan melihat Nara. Tapi nara kelihatan santai

“maksudnya??” Tanya Chaerin

“dia kan sedang sakit!!” bentak Yoseob. Nara hanya tertawa melihat tingkahnya

“baiklah! Sana kembali!” ujarku pada nara

“tersenyumlah, Kyu!” pintanya padaku

“mwo?” tanyaku bingung

“tersenyumlah!” aku mengikutinya. Aku tersenyum. Dan dia pun pergi dengan Yoseob kembali ke rumah sakit. Wajahnya sangat pucat. Aku khawatir padanya

.

** bruuukkk **

.

“nara!!” yoseob berteriak. Aku langsung membalikan badaku

“Nara!!” teriakku melihat nara pingsan

“yaa!! Nara! Bangun!! Jangan sekarang!!” teriak Yoseob di samping Nara

“yoseob!! Eottohkke?” Tanya Nara lemah. Chaerin menangis sambil menggenggam tangan Nara

“telpon minho hyung dan Victoria noona !! ppalli!! Ppalli!” bentak Yoseob panic

.

Donghae langsung membopong Nara ke arah ambulans. Chaerin dan aku mengikutinya dengan mobilku. Yoseob naik ambulan bersama Donghae dan nara

.

“ppalli, Kyu! Perasaanku tidak enak!” teriak Chaerin , dan tanpa peduli lampu merah, ku kebut mobil ku menuju rumah sakit

“shit!!” terjebak macet. Ada kecelakaaan

“nara! Nara!” Chaerin terus menangis. Perasaanku juga tidak enak !!

.

Minho

Yoseob menelponku, kondisi nara parah. Saat itu aku panik, tapi juga pasrah!

Victoria noona sibuk memeriksa nara. Aku, yoseob, dan donghae menunggu kedatangan Kyuhyun. Pikiranku buram !

“kemana manusia bodoh ini!!” gerutu Donghae sambil terus menelpon Kyuhyun dan Chaerin

“bisa?” Tanya Yosoeb, Donghae hanya menggeleng. Tak lama Victoria noona keluar dengan raut pasrah

“noona??” Tanya Yoseob, dan Victoria noona hanya menggeleng. Yoseob menangis lalu berlari masuk keruangan Nara. Donghae hanya bingung mengapa semua begitu panik!

.

“hyung, bisa jelaskan??” Tanya Donghae dengan raut khawatir

“tak perlu khawatir!” ujarku “dia tak akan merasakan sakit lagi!”

“mwo??” Tanya Donghae

“1 tahun yang lalu nara divonis mengidap kanker stadium 3! Keajaiban dia bisa bertahan sampai detik ini. Dia juga terkena Anorexia, penyakit yang menyerang psikologis remaja. Kita sebut saja tertekan” jelasku pada donghae. Donghae menangis sambil berusaha menghubungi Kyuhyun atau chaerin. Tak lama Kyuhyun dan chaerin datang

“mianhae, macet sekali!!’ ujar Chaerin sambil menangis.

Kyuhyun langsung ke ruangan. Sedangkan Donghae menjelaskan apa yang tadi ku jelaskan padanya kepada Chaerin tanpa kyuhyun. Chaerin berteriak dan menangis, memukul-mukul donghae dengan tasnya

“oppa??” tanyanya miris padaku. Aku hanya mengangguk. Dia tambah menangis! aku harus apa!

.

** di ruangan **

.

Kyuhyun

“Nara?” tanyaku pada nara yang terbaring lemah. Dia tersenyum manis sekali

“hey! Uhuuk uhuuk!” dia terbatuk-batuk dan terus tersenyun  padaku

“yoseob, keluarlah. Aku ingin bicara dengan kyuhyun” pinta nara pada yoseob. Lalu yoseob keluar ruangan dengan menangis

“ini….” Nara memberikan buku data

“sudah selesai???” tanyaku heran. Tugas kami sudah selesai

.

“surprise!! Kau hanya bertugas menyerahkannya pada heechul seonsangnim!” ujarku. Mwo? Dasar babo yeoja, aku hanya tersenyum lalu memeluknya

.

 “aku mengantuk” ujarnya pelan, matanya sedikit demi sedikit menutup

“kau harus istirahat?” tanyaku dan ia hanya mengangguk pelan.

.

Ia menatap dalam mataku, membelai wajahku, dan mengacak-acak rambutku. Ia menaruh tangan kanannya di sebelah tubuhnya. Ia tersenyum melihatku

 .

“nara?” panggilku dan dia tak menyaut, dia hanya tersenyum

“choi nara?” panggilku lagi, dan dia tetap tak menyaut. Semua masuk ke ruangan. Chaerin menangis

“kau kenapa menangis?” tanyaku bingung

.

“…….” Chaerin hanya diam menatap Nara

“nara?” nara menutup matanya

“hey!! Ini bagaimana! Panggil noona!!” aku panik dan berteriak. Matanya menutup dan jujr aku sangat amat takut

“yaa!! Nara!! Nara!!” aku berteriak memanggilnya tapi tak ada jawaban. Chaerin dan yoseob menangis.

.

Noona menepuk bahuku sambil menangis

.

“hyung??” tanyaku pada minho oppa. ada apa ini!! Mengapa dia tersenyum dan tertidur!

“hey, tak sopan kau tidur ketika aku bicara! Bangun dulu Nara!! Bangun!!!

.

Aku mulai menangis! Berteriak dan sesak ! ada apa ini ?? semua hanya terdiam melihatku. Semua menangis menatapku, ada apa ini !!

.

“she is gone, Kyuhyun! She is gone!” ujar noona sambil menepuk pundakku

“mwo?? Don’t kidding me~ ya ! nara~ wake up right now!!!” aku menggoyangkan bahunya agar terbangun, tapi ada reakasi. Aku semakin panik. Chaerin, Donghae, danYoseob makin menangis

“eotthokkaji??” tanyaku lemah pada Minho Hyung

“……” Minho hyung hanya diam dan menggelengkan kepalanya

.

“Nara sudah pergi, Kyu. Dia sudah pergi!!” ujar Donghae lemah

“nara~ nara~ nara~” Chaerin menangis semakin dalam, dan tanpa henti

.

“katakan ini hanya tipuan bodohmu ! yaa~ Choi Nara!!!” aku berusaha membangunkannya, tapi matanya tetap meuntup dan ia tak bergerak

“Nara!!” panggilku pelan

“Nara sudah meninggal!” ujar yoseob sambil menarik keras lenganku

.

“yaa!!! CHOI NARA~ !!!” aku menangis keras, sekeras-kerasnya. Aku belum bisa, bahkan tak bisa, dan tak akan bisa terima!!

“mianhae Kyu~ aku sudah berusaha, tapi kanker otaknya sudah terlalu parah” ujar Victoria noona

“kanker?” tanyaku pada Minho hyung, dan hyung hanya mengangguk setuju

“tahun lalu ia divonis kanker otak, dan anorexia, Kyu. Kau lihat kan? Dia semakin kurus, dan rambutnya semakin tipis?? Tapi dia bertahan, Kyu. Sampai kalian benar-benar kembali bersahabat seperti dulu!” ujar Minho hyung menjelaskan.

.

Aku hanya bisa terdiam. Semua salahku, semua kesalahanku. Andai aku tidak terpengaruh saat itu, mungkin detik ini kamis emua merayakan keberhasilan pentasku di rumah makan~

.

Aku harus apa? Aku harus bagaimana?

Aku tidak tau ! pandanganku kosong ! saat nara di makamkan, aku hanya bisa terdiam dan melihat semua menangisi kepergian Nara. Mencoba tidak menangis, rasanya bagus

.

Sekarang aku benar-benar merasa sendiri !

Aku kesepian tanpanya !

Hey, bisakah kau kembali ? aku ingin bersahabat lebih lama denganmu, nara !

.

dia pergi! benar-benar meninggalkanku. selamanya pergi dari sisiku. tanpa menungguku.

“Nara, saranghae!!”

.

.

“are we just lost in time??”

|

|

TBC

Harder Than You Know [Part 2]

I’m back with the 2nd part of Harder Than You Know Fanfiction *halah belagu parah sok english* kekekee~

Happy Reading ya Guys 🙂

—————————————————

Cast:

Cho Kyuhyun

Lee Donghae

Yang Yoseob

Choi Minho

  • Choi Nara
  • Jo Chaerin

Support Cast:

Siwon, Heechul, Eunhyuk, Sungmin (Super Junior) & Victoria (Fx)

Length: Part 2 – 🙂

Genre: Friendship, Romance

Rate: AG (All Age)

Author: Nana as Han Nara 😉

.

Nara menangis. dia bahkan tak pernah menangis sejak SD hingga sekarang. Dan detik ini aku melihat ia menangis, di depanku!

.

“you said this would only get better. there’s no rush cause we have each other”

.

aku menampar diriku berulang kali, dan hujan pun datang lagi. kesalahan terbodoh yang pernah ku buat. aku pikir walaupun rival, kami selalu bersama. dan setelah ini, apakah kami bisa bersama

“Eunhyuk hyung selalu bisa memperlakukan Nara jauh lebih baik!! Memayungkannya dan bicara sopan padanya, seperti tadi!!” bathinku menyalahkan diri sendiri

.

Nara

@Nara House

Tak ku sangka Kyuhyun memandangku begitu rendah. Aku tau kami rival sekarang. Tapi haruskah dia bicara sekasar itu padaku? Walaupun kami rival, tapi Kyuhyun masih sangat baik terhadap Minho oppa. setidaknya seharusnya dia mengerti bagaimana dia memperlakukanku sekarang. Aku seharusnya tak mengingat semua janjinya dulu! Cho Kyuhyun SIAL!!

.

“cih! mana mungkin gadis sepertimu puas dengan 2 laki-laki!!”

.

Kalimat itu terngiang di telingaku. Sehina itulah aku di matanya ?

Apakah aku tak pantas untuk di cintai sehingga ia bicara seperti itu

.

Berhari-hari aku terdiam di kamar. Minho oppa khawatir padaku. Setiap hari ia berusaha membuat lelucon dan mengajakku mengobrol. Dan aku selalu menghindar, dan aku tau minho oppa sedih melihatku seperti ini

“Nara! Yaa! Choi Nara!! Gwenchana??” teriak oppa lagi dari balik pintu kamar. Aku hanya diam, menangis di balik pintu

.

“Cause I’m now over you”

.

** Ring Ding Dong Ring Ding Dong **

.

“ne~ chakkanman!” seseorang menekan bel rumah, dan minho oppa bergegas turun. Sudah agak lama minho oppa dengan tamu. Mereka tertawa-tertawa dan mengobrol dengan suara keras, dan sangat menggangguku yang sedang menggalaukan diri (?)

“aish!! Berisik !!” ku buka pintu kamar dan turun melihat siapa tamu yng membuat kebisingan bersama oppa

“Kyuhyun?” bathinku. Minho oppa & kyuhyun melihatku turun

“Nara!! Ppalli ada kyuhyun?” panggil minho oppa dari ruang keluarga

“……..” aku diam menatap mereka yang tersenyum melihatku

“apakah kau kemari hanya tuk memastikan kalimatmu, kyuhyun?” bathinku

“Ya!! Kemari” lambai minho oppa. kyuhyun hanya terdiam dan tersenyum melihatku. Sedangkan aku sangat muak melihatnya!

“aku mau minum!” aku masuk ke arah dapur dan mengambil susu segelas dan membawanya ke kamar

“hey, kemari, nara!” panggil minho oppa lagi

“malas!!!” aku menjawab pertanyaan minho oppa tanpa berbalik walaupun minho oppa memanggilku berulang kali

“I don’t care” bathinku saat memasuki kamar

.

** 4 Days later **

.

@ Class 2A

.

Nara

Hari ini masuk sekolah lagi, bisa bayangkan malasnya aku saat ini

“seharusnya aku izin saja tadi” ujarku menatap ke arah jendela

“annyeong, nara” sapa donghae yang tiba-tiba di sampingku

“ah, annyeong” sahutku simpel

“bagaimana liburanmu? Menyenangkan?” Tanya Donghae ramah. terkadang aku berpikir, kyuhyun dan Donghae adalah teman sejak kelas 1. Walaupun IQ Donghae tidak secerdas Kyuhyun. tapi sifat Donghae selalu jauh lebih baik dari Kyuhyun

“ya seperti itu’ ujarku sambil tersenyum. Dari pintu kelas ku lihat Kyuhun baru masuk. Dia berjalan ke arahku penuh senyum. Donghae berdiri dan ber “high five” dengannya

“apa kabar, kyu ??” Tanya Donghae

“ah, gwenchana. Annyeong, Nara!” sapa kyuhyun padaku. Aku kaget! Jujur dia tak pernah bertegur sapa macam ini. Donghae kaget, Chaerin langsung mendekat ke arah Kyu

“kau sakit?” Tanya Donghae pada kyuhyun yang masih tersenyum melihat ke arahku

“……” aku pun diam  tanpa menjawab apapun

.

“Are we just lost in time?”

.

Kyuhyun

Jujur aku merasa angat bersalah pada Nara. Setelah ku pikir-pikir, untuk apa aku dengannya ribut dulu. Dan sekarang aku melakukan kesalahan yang fatal. Dan jika Donghae atau Chaerin tau, ku rasa aku bisa di bunuh mereka dengan sadis!! Oke, mulai sekarang, aku akan melindungi Nara. Walau aku tau, dia tak akan menghiraukanku

.

“kau sakit?” tanya donghae saat aku menegur Nara. Chaerin yang mendengar langsung menyipitkan matanya

“aniyo! Hanya ingin menegur sahabat lama!” jawabku santai. Namun nara tak bergeming

“ternyata masih marah” bathinku

“nugu ?” Tanya Chaerin, dan aku memandang Nara lama sekali

“mwo? Chingu-ah?” ujar Donghae kaget

“heee???” teriak chaerin. Nara bangkit lalu keluar kelas meninggalkanku dan Donghae yang menatapku meminta penjelasan.

.

Nara sungguh tak menghiraukan pertanyaanku. Dulu walaupun kami rival dan tegur sapa kami aneh dan mungkin sedikit tajam, kami selalu menegur balik dengan kalimat yang kasar juga. Dan ketika aku menegur nara dengan sebutan “Chicken” dia kan menyaut dengan nada kesal. Setidaknya dia tidak mengacuhkan aku begini

.

“mwo?” Donghae & Chaerin menatapku dengan tangannya yg melipat. Dengan terpaksa ku ceritakan kejadian saat itu. Saat aku dan Nara bersahabat, dan juga saat aku mengatai nara perempuan murahan, nappa yeoja, dan lain-lain. Donghae sangat marah namun ia tidak memukulku atau membentakku seperti biasanya. Dan Chaerin hanya diam menatap bangku nara

“So, What Would You Do?” Tanya Donghae

“sebaiknya aku bagaimana?” tanyaku pada charein dan donghae

“jangan balik Tanya!” ujar donghae mendengus kesal, lalu terdiam

“….”Chaerin tak menanggapi pertanyaanku lalu menatap Donghae

“mati!” jawab Donghae singkat. Dia dan Chaerin langsung meninggalkanku mematung. Dan menyusul Nara. Ku menggebrak meja Nara saking kesalnya.

.

**braaaaak**

.

Tas Nara terjatuh “apa ini?” sesuatu jatuh dari tas Nara

“gantungan ini!” ia masih menyimpannya. Hadiah kelulusan saat SD dulu.

.

entah mengapa aku merindukannya saat ini.

Ingin memeluknya

Ingin menangis di depannya

Meminta maaf padanya

Dan mengatakan semuanya

.

“mianhanda, Nara!” sesalku

.

** 2 weeks later **

Kedaan tak berubah sejak 2 minggu lalu. Teman-teman sekelasku pun merasa tak nyaman. Sekarang kelas ini benar-benar sepi. Siwon seonsangnim, Eunhyuk hyung pun merasa aneh dengan sikap diam Nara padaku. Donghae & Chaerin sudah kehabisan akal untuk meredakan kemarahan nara padaku

“baik! Kelompok terakhir adalah donghae dengan Chaerin, dan Nara dengan Kyuhun” ujar seonsangnim

“andwae!!” teriak nara dari bangkunya. Semua tertuju pada nara, dan Heechul seonsangnim menatapnya

“waeyo, Nara??” Tanya Heechul seonsangnim pada nara yang diam mematung. Ku lihat Chaerin tersenyum ke arahku. Dan Donghae mengangkat jempolnya ke arah Heechul seonsangnim yang tersenyum

“pasti sudah di rencanakan. Gomawoyo” bathinku sambil tersenyum ke arah Chaerin

.

“baik. Sudah jelas! Kumpulkan dalam 3 minggu ke depan. Selamat mengerjakan. Annyeong jigaseyo” ujar Heechul seonsangnim. Nara masih mendengus kesal. Ku lihat semuanya sibuk ke arah partnernya. Membicarakan apa yang akan mereka lakukan dan kemana penelitian akan berlangsung. Sedangkan aku, hanya melihat nara yag sibuk menulis sesuatu di buku kecil miliknya

“hmm, Nara, mau penelitian tentang apa?” tanyaku membuka pertanyaan. Dan kurasa memang selalu aku yang membuka pertanyaan dari dulu

“…..” dia tetap dia menulis. Aku putus asa lalu Chaerin & Donghae tersenyum dan memberi semangat

“Choi Nara??” panggilku. Dia menutup bukunya dan memandangku kesal

“minggir!!!” dia bangkit dari bangkunya lalu bergegas pulang tanpa berpamitan padaku, donghae dan Chaerin.

“kepalaku mau pecah!!!!” teriak Chaerin sambil memukul-mukul kepalanya

“eottohkke?” Tanya Donghae pada chaerin. Chaerin mendengus kesal menatapku lalu berbalik dan mengambil tas di mejanya

“hey mau kemana??” Tanya Donghae

“aku pulang saja! Annyeong!” dan aku di tinggalkan dengan Donghae begitu saja

“Chaerin dan Nara ku rasa sejenis!” ujarku pada Donghae

“benar!” ujar Donghae

“kau setuju kan?” imbuhku

“he~ maksudmu??” Tanya Donghae bingung

“tipe yang suka meninggalkan!!!” aku sudah hampir putus asa menghadapi sikap nara

.

“If you need time, I guess I’ll go away”

.

** 3 Days Later **

.

@ Donghae’s House

“tugasmu sudah selesai?” Tanya Chaerin

“apa pula!! Kalau saja Heechul seonsangnim mengizinkan aku bekerja sendiri, akan ku kerjakan” ujarku penuh kesal sambil memainkan game di PSP-ku

“ya. Sayangnya tidak!” ledek Donghae dengan wajah polosnya. Rasanya ingin ku timpuk mereka berdua dengan PSP-ku. Namun aku takut PSP-ku hank

“kurasa Nara benar-benar marah padamu!” ujar Chaerin pasrah

.

“Seharusnya aku paham. Jika ia sudah kesal atau marah terhadap sesuatu maka ia tak akan pernah mau berbicara banyak dengan orang yang membuatnya marah atau kesal” bathinku sambil memutar-mutar PSP dengan pandangan kosong

“mwo??” cha..chakkanman…

Donghae & Chaerin langsung menghampiriku dan memandangku meminta meminta penjelasan

.

“Nara adalah tipe gadis yang jika ia kesal atau marah terhadap seseorang, ia tak akan mau berbicara dengan orang itu walaupun sangat terpaksa. Dan ia tak akan berbicara dengan rivalnya! Nara bukan tipe pendendam, namun jika ia sudah memnbenci seseorang, sikapnya menjadi batu!” jelasku. Dan Chaerin tampak sangat terperangah mendengar sifat-sifat nara dari mulutku. Kurasa ia baru tau sifat Nara yang ini

“bukankah kau rivalnya?” ujar Donghae bingung

“ah!! Kau bukan rivalnya! Berarti dia tidak pernah membencimu selama ini! Dia tak marah ataupun kesal berlebihan padamu!! right??” lanjut Chaerin. Ku rasa aku paham mengapa ia dan nara bersahabat. Mereka tipe gadis yang cepat tanggap keadaan, selain gadis yang sering meninggalkan!!!

.

“geurae!! Berarti selama ini….” Donghae tak melanjutkan kata-katanya. Chaerin menggembungkan pipinya lalu menepuk keras keningku

.

Oke, ku akui, aku sangat sangat salah!!! 3 tahun ini aku buta! Sungguh buta! Donghae dan Chaerin menyuruhku ke rumah Nara dan meminta maaf padanya. Ku berpamitan dan segera menuju rumah Nara dengan sepedaku

.

“Inside me now there’s only heart cache and pain”

.

Aku sudah melupakan sifat yeoja yang paling aku kenal melebihi diriku sendiri. Yeoja yang seharusnya menjadi sahabatku. Yeoja yang tak akan pernah meninggalkanku. Bahkan saat kami pertama kali masuk SMP dulu, kau tak pernah meninggalkanku.

.

“jeongmal mianhae, uri Nara!” teringat di saat aku tak ada yang menemani, kau tinggalkan yang lain dan kembali padaku. Di saat aku sendiri, kau datang dan menggenggam tanganku

.

** Flashback **

**4 years ago* *

“aku tak ada kelompok, nara!” ujarku pada nara

“namja yang bernama kibum itu kemana?” Tanya nara

“Dia meminta maaf padaku . dia ikut kelonpok lain.” nara terdiam. lalu dia ke arah kelompoknya. Semua murid keluar untuk melakukan penelitian di luar. Dan nara pergi dengan kelompoknya

“ku rasa aku harus sendiri!!” bathinku

“kajja, Kyu!” panggil nara

“kemana?” tanyaku bingung

“penelitian!” ujarnya kesal sambil berjalan ke arahku

“tapi.. tapi? Aku dengan siapa?” nara tersenyum lalu melingkarkan kelingkingnya ke kelingkingku

“denganku tentu saja! Walaupun hanya berdua, aku tak akan biarkan kau sendirian, Kyu” ujar nara dan aku langsung menggandeng tangannya

“mengapa?” tanyaku

“harder than you know, Kyu!” ujarnya penuh senyum

“gomawoyo, Nara!” ku acak-acak rambutnya

“we are best friends aren’t we?” ujarnya ramah

**flash back end**

.

“harder than you know!”

“we are best friends aren’t we?”

.

Kau selalu menyebutkan kalimat itu jika kau bingung mengatakan sesuatu yang asing.

Sekarang kau terasa asing bagiku, haruskah ku katakan “Harder Than You Know juga??”

.

“jeongmal babo gateun saram”

Bersalah! Menyesal! Itulah yang ku rasakan. Aku baru sadar ternyata bukan Nara yang salah, namun aku. Bahkan ketika aku benar-benar menganggapmu rival, kau tak sekalipun membiarkanku sendirian, nara. Jeongmal mianhae.

.

@ Nara House

Rumahnya selalu sepi. Hanya ada minho hyung dan nara. Dulu sewaktu SD dan SMP saat aku dan nara masih bersama, rumah ini tak pernah sepi. Walau terkadang ada Soo Man Ahjussi datang berkunjung, rumah ini selalu berantakan dan berisik. Penuh dengan teriakanku dan nara. Dan biasanya ada kertas di samping pintu berupa pesan minho hyung pada kami sebelum ia sekolah. Dan aku benar-benar kehilangan moment itu selama 3 tahun

“bodohnya aku!” bathinku

.

** Ring Ding Dong ** ** Ring Ding Dong **

.

Ku pencet bel berkali-kali tak ada yang menjawab. Gordennya terbuka, tak mungkin tak ada orang!

Ku ketuk pintu, dan ku panggil-panggil Minho hyung dan nara dari sini berkali-kali

.

“chakkanman!” tiba-tiba ada suara yeoja seseorang dari balik pintu

.

“Kyuhyun!!” ujar yeoja berparas cantik di hadapanku.

Yeoja yang sangat ku kenal berdiri di hadapanku.

 Di rumah seseorang yang tidak ia kenal !!

.

“noona??” ujarku pada Victoria noona

“sedang apa kau disini” Tanya noona bingung

“ini rumah temanku!” jawabku

“Minho atau Nara?” Tanya noona bingung

“kau kenal mereka??” tanyaku semakin bingung

“aku sedang merawat yang kecil” ujar noona

.

Ya, Victoria noona adalah seorang dokter. Dari kecil ia tinggal di Amerika dengan Ahjumma. Dan ia baru kembali 3 tahun yang lalu. Saat aku dan nara sudah tak bersahabat lagi. Wajar jika ia tak mengenal minho hyung dan nara. Berbeda dengan Ahra noona, yang notabene teman les minho hyung dan sunbae nara di kelas musik

.

“yang kecil? Nara?” ujarku bingung. Lalu aku buru-buru masuk dan menuju kamar nara. Ku lihat dia terbaring lemah

“hyung, dia sakit apa?” tanyaku khawatir

“ah, aniyo. Gwenchana. Terlalu lelah saja” ujar minho hyung. Lalu minho hyung keluar kamar dengan Victoria noona

.

Ku perhatikan sekeliling. Sama sekali tak berubah. Masih seperti 10 tahun yang lalu saat aku menginjakkan kaki di kamar ini pertama kali. Saat aku benar-benar menganggapnya sahabat terbaik yang pernah ku miliki

“foto ini? Buku ini? Mainan ini? Gambar ini?” semua masih terpajang rapi seperti saat kami meletakan semuanya dulu. bersusah payah meletakan gambar yang tinggi. Bahkan sekarang aku lebih tinggi di bandingkan gambar ini. Kenangan yang indah

.

“kau sedang apa disini?” teguran Nara membuyarkan lamunanku

“ah  aniyo. Hanya berkunjung. Kau sakit apa?” aku mendekat dan duduk di kasurnya. Seperti saat dia sakit aku merawatnya di samping tempat tidurnya dulu

“gwenchana!” ujarnya singkat

“mianhae nara! Jeongmal mianhae!” aku menangis di hadapan nara. Dulu aku tak pernah membiarkan Nara mengantuk dan kelelahan. Tapi sekarang aku tak tau lagi bagaimana menjaganya hingga ia sakit begini

“ya! ya! untuk apa kau menangis?” bentak nara dengan suara rendahnya. Aku langsung memeluknya erat. Dia tak memelukku balik, tapi dia juga tak melepaskan pelukanku

“Kyuhyun-ah?” panggilnya

“jangan mengabaikanku lagi!” aku tetap memeluknya

“hey” ujarnya pelan

“jangan mengabaikanku lagi!” ulangku. Lalu ku mengendurkan pelukanku dan menatap Nara

“to ignoring you is harder than you know” dia tersenyum lalu mengeluarkan kotak

“kotak ini kan yang ….” Aku langsung tersenyum

“isinya masih ada! Bukalah” ujar nara sambil memberikan kotak mainan kami kepadaku

.

Kami tertawa sampai cegukkan berulang kali, saling mengejek hingga kehabisan kata-kata. bermain-main dengan senter kecil, foto, puzzle, bedak (?), dan kami bermain dengan banyak mainan-mainan yang sering kami mainkan dulu.

kamar ini sangat menyenangkan. Penuh dengan kenanganku dan nara. Kenangan yang sudah ku lupakan selama 3 tahun. Kenangan yang mendarah daging dalam hidup ku lebih dari 7 tahun.

Kamar yang menjadi saksi bahwa dulu aku pernah berjanji akan menjaga Nara selamanya. Kamar yang menjadi saksi bahwa “Choi Nara adalah sahabat terbaik!” bagi seorang Cho Kyuhyun !

.

.

.

*To Be Continued *

읽어 주셔서 감사합니다 ^^

(Thanks For Reading)

HARDER THAN YOU KNOW (Part 1)

Annyeong!! Aku buat FF autis ini pas lagi dengerin lagunya Escape The Fate yang judulnya Harder Than You Know. Suka banget lagu ini. Jadi aku mau coba buat FF dengan inspirasinya lagu ini. HAPPY READING ^^

harder than you know

*** HARDER THAN YOU KNOW ***

 

Cast:

Cho Kyuhyun (Super Junior)

Lee Donghae (Super Junior)

Yang Yoseob (BEAST)

Choi Minho (SHINee)

  • Choi Nara
  • Jo Chaerin

Support Cast:

Siwon, Heechul, Eunhyuk, Sungmin (Super Junior), Victoria (Fx), Lee Soo Man

Length: Part 1 – 🙂

Genre: Friendship, Romance

Rate: AG (All Age)

Author: Nana

 

 

**Prologue!!

Nara

Hey, my name is Choi Nara. I was 17 years. I went to Neul Paran Senior High School. I’m pretty, smart, kind, friendly, and rich. My nickname is a little Nara, because I’m cute. Everybody likes me. But there is one who does not like me!

** CHANGE **

Kyuhyun

Hey, my name is Cho Kyuhyun. I was 17 years. I went to Neul Paran Senior High School. I’m handsome, smart, friendly, and rich. My nickname is Evil Kyu, because I often nosy. Everybody likes me. But there is one who does not like me!

**End Prologue!!

 

Neul Paran High School

Class: 2 A

(AUTHOR)

kelas 2A adalah kelas terpilih. dimana di dalam kelas tersebut hanya ada 16 siswa/siswi berprestasi cemerlang. semua bersahabat dengan baik. salah satu dari mereka bernama Nara & Kyuhyun, dan menurut yang lain, mereka adalah rival abadi !!

“aku akan dapatkan nilai terbaik dalam matematika kali ini” ujar nara semangat dengan tangan di kepal ke atas. tanpa Nara sadari Kyuhyun sudah memandang Nara dengan perasaan menang

“jeongmal babo yeoja!!” sombong Kyuhyun yang langsung membuat Nara memerah kesal

“sudahlah, Kyu” ujar Donghae memperingatkan. terkadang ucapan Kyu terlalu tajam pada Nara dan Donghae harus mengingatkannya

“ah, arasseo!” Kyuhyun pun menurut dan diam menatap siwon seonsangnim. Mengabaikan Nara yg terus-terusan mendengus kesal ke arahnya walaupun sudah di redakan Chaerin

“baiklah akan saya bacakan nilai terbaik” seluruh murid penasaran akan hasil ujian yg akan di bacakan oleh Siwon seonsangnim. Hanya ada 2 pilihan, Cho Kyuhyun atau Choi Nara.

“Perfect score! chukkae, Nara!!” imbuh siwon seonsangnim. dan semua murid bersorak!

“do you hear?! i’m the winner! wooo” ujar nara bangga. Kyuhyun dengan wajah kesal menutup wajah dengan handuk miliknya. dan Donghae pun tertawa melihat kelakuan mereka

“chukkae nara!” ujar Donghae memberi selamat dan acungan jempol

“gomawoyo” sahut nara girang di ikuti Chaerin, teman dekatnya

Kyuhyun berusaha menutupi kupingnya dengan tangan agar tidak mendengar jeritan heboh Nara, Chaerin, dan yang lainnya.

.

** ring ding dong **


“baiklah. cukup sekian pelajaran hari ini. selamat libur musim panas! annyeong!!”

setelah siwon seonsangnim meninggalkan kelas, tak lama satu persatu murid pun keluar. Donghae & Chaerin pun berpamitan pulang terlebih dahulu. Yang tersisa hanyalah Nara yg masih berbenah, dan Kyu yg wajahnya masih tertutup handuk

“yaa!! Kyu?” tanya Nara pelan sambil membuka handuk. Nara mendapati Kyu tertidur dengan wajah polosnya

“aigoo~!! ups! ya!! bangun!!!” Nara menutup mulutnya & menepuk keningnya pelan. lalu ia memukul kepala Kyu agar ia tak harus melihat wajah polos Kyu

“aish!! pakailah perasaan jika membangunkan. manusia bodoh! Biadab!” bentak Kyu pada Nara yang memandangnya aneh.

.

* bruuuuk *


tas Kyuhyun jatuh. foto-foto mereka ketika perpisahan SD Kyu & Nara berserakan. Nara mengambil semua foto itu dan tersenyum. Kyuhyun yang sadar bahwa Nara melihat semua foto-foto dulu pun refleks merebut foto itu dengan kasar

“tak di ajarkankah kau tuk tidak mengambil yg bukan milikmu, Han Nara??” ketus Kyuhyun menutupi malu. nara yg kesal meninggalkan Kyu sendiran. Sebelum menutup pintu Nara berbalik & mengepalkan tangannya ke arah Kyu.

“Don’t talk to me!!”


Nara langsung berlari meninggalkan Kyu sendirian di dalam kelas

“see! You ran away again!”

“how can i miss you if you never would stay?”


Kyuhyun meninggalkan sekolah dengan termenung memandang foto Nara & Kyuhyun yang tersenyum ketika masih SD. senyuman anak-anak yg sebenarnya bersahabat dengan baik.

“cause girl you drive me so crazy”


** 4 days later **

Nara

aku teringat photo-photo yg Kyu miliki. aku membuka album SD-ku dulu. ku buka satu persatu halaman dg sabar. semoga aku jg punya foto-foto menggemaskan itu.

“ah! ada!!” photoku bersama Kyuhyun dulu. sangat banyak dg berbagai pose-pose lucu ala anak SD. Ada juga foto bersama minho oppa & Ahra eonni. Sangat menyenangkan

“Actually, we are best friends aren’t we??”

sebenarnya aku tidak pernah membenci Kyu. entah sejak kapan teman2 selalu membandingkan aku dengan Kyu, dan tiba2 saja kami sudah menjadi rival selama 3 tahun.

“yaa!! cepat beli susu! aku buat ice cream!” teriak oppa dari lantai 1 membuyarkan lamunanku. aku pun turun lalu membuka pintu depan, dan bersiap ke mini mart

“ne, oppa. aku berangkat!!

*blaaamm*


minggu ini giliranku membeli keperluan rumah tangga. maklum eomma & appa tinggal di amerika. dan sedari SD hanya ada aku di rumah bersama oppaku, Choi Minho. Terkadang Soo Man Ahjussi, datang melihat keadaan kami. Kami selalu bergantian mengurus rumah. Oleh karena itu aku tak pernah menghabiskan waktu tuk hal tak penting. waktuku ku habiskan di rumah bersama Kyuhyun. Tapi itu dulu.

.

@ mini mart

“mana, mana, mana. ah, ini dia!! ah~~” tanganku bersentuhan dengan tangan seseorang ketika ingin mengambil susu

“Nara??” ujar seseorang itu

“sungmin??” Lee Sungmin!! mantanku ketika smp, astaga dia makin manis

“hey, sudah 2 tahun tak bertemu” ujarnya penuh senyum

“hmm, kau tambah tampan, sungmin-ah!” ujarku malu-malu. dia pun tersenyum lalu mengambil 2 kardus susu dan di taruhnya ke dalam keranjangku

“he??” tanyaku bingung

“kau saja yg ambil. tak apa nara” imbuhnya penuh senyum. King of Aegyo, my first love, Lee Sungmin

“waeyo??” tanyaku lagi

“karena kau suka susu plain low fat. Right!” ujar Sungmin yang sukses membuatku tersenyum malu.

“ah, gomawoyo” aku merasa ada yg memperhatikan kami dari jauh, ku sipitkan mata

“mwo? Kyuhyun!!” panggilku padanya. matanya seram, aku langsung diam. lalu dia pergi meninggalkan kami

“kau masih bertengkar dengan Kyuhyun?” tanya sungmin tiba-tiba sambil menepuk kepalaku

“ah bagaimana dengan sekolahmu?” ujarku mengalihkan pembicaraan ini

“jangan mengalihkan pembicaraan!” Sungmin menjitakku dengan handphonenya

“…….” aku hanya diam. diam tak bisa menjawab. jawaban yg sebenarnya tak pernah ada alasan bagiku tuk membenci Kyu, sahabat kecilku. hanya saja terasa asing, sangat asing!!

“dia sahabatmu! kau menyayangi dia lebih dari yang kau tau. percayalah, nara” ujar sungmin mengingatkanku.

aku terdiam sendirian. di jalan tatapanku kosong. berpikir dan berpikir. berhari-hari aku mengingat kenangan bersama Kyu. sejak pertama bertemu sampai saat itu. kami selalu bersama dan tak pernah jauh satu sama lain. walaupun sudah menjadi rival, kami selalu duduk & berdiri berdampingan. dan ketika sungmin mengatakan itu aku hanya diam.

“how can i miss you if you never would stay?”


* 4 days later *

@ taman

“dia sahabatmu! kau menyayangi dia lebih dari yang kau tau. percayalah, nara”

kalimat itu terus terngiang di telingaku berhari-hari

“gerimis??” ku angkat tanganku tuk memastikan lagi

“ah! deras!!” makin lama makin deras, dan bajuku pun basah semua tanpa ada jeda untuk aku berteduh

“apa yg kau lakukan disini?” tanya seseorang padaku. payung menghalangi hujan membasahiku. ku tengadahkan kepala dan melihat siapa yg memayungkanku

“mwo??” dia ? dia memayungkanku?

“hmm” sahutnya singkat lalu tersenyum

“kau kehujanan!” ujarku sambil menepiskan payung ke arahnya

“gwenchana!” ujarnya singkat. Tatapannya selalu tajam melihatku

“na joha shireo?? imbuhnya tiba2 yg membuatku sangat kaget

“mwo??” ujarku ketus dan berusaha tenang

“na joha shireo?” tanyanya lagi. apa-apaan dia ini

“waeyo??” tanyaku tegas, matanya tajam memandangku

“na joha shireo!!!” teriaknya sambil membuang payung yg ada di atasku. kami berdua kehujanan, terutama dia

“waegeurae???” balasku berteriak. dia memelukku erat

“yaa!! Han Nara! chua aniya??” tatapannya menyedihkan. Aku tak ingin melihat matanya. Namun ia memaksaku melihatnya

“chua aniya??” tanya ulang

aku harus bicara apa? 5 menit aku terdiam memikirkan semua

aku tak pernah berpikir sejauh ini. aku tak pernah menyadari semuanya. semua yang ada di depan mataku. ini terasa sangat sulit. bagaimana ini??

“katakan!!” ujarnya sambil meletakan kedua tangannya di pundakku

“oppa!!” sudah lama aku tak memanggilnya ‘oppa’ lagi. Selama ini aku selalu memanggilnya sunbae. Dan dia terdiam

“ah, aku tau. sudahlah” ujarnya lemas

“oppa!!” panggilku. lalu dia tersenyum & mengacak-acak rambutku

“gwenchana!” ujarnya pasti. lalu aku memeluknya.

“kau lebih dari sekedar ini, oppa!” ujarku meyakinkan

“ne, ne, arasso, nara!” dia memelukku erat. di depanku aku melihat sesosok bayangan

“mwo?” babo namja? Ku melepaskan pelukan oppa dan memandang ke arah sosok tersebut

“waeyo?” tanya oppa melihat kemana mataku melihat

“Kyuhyun-ah!!” panggilku. dia mendekat tanpa ekspresi. hujan sudah reda tapi baju Kyuhyun terlihat sangat basah. seperti sudah lama di tempat yg terkena hujan

“hey, kyu!” tegur oppa. lalu Kyuhyun tersenyum ramah

“annyeong, hyung!” ujarnya singkat

“jangan lupa datang latihan besok” ujar oppa mengingatkan. Ya mereka sedang latihan drama untuk pentas bulan depan

“ne, hyung” jawab Kyuhyun

“ah, aku duluan ya” ujar oppa menepuk pundak Kyu. lalu Kyu tersenyum pada oppa

“gamsahamnida!!” teriakku pada oppa yg sudah agak jauh dari tempat kami berdiri. Kyu menatapku heran.

.

.

Kyuhyun

“gamsahamnida!!” begitulah teriakan Nara setelah hyung meninggalkan kami berdua

“kau sedang apa di mini mart waktu itu?” Tanya Nara ramah padaku

“diam! bukan urusanmu!” ujarku ketus. ku lihat dia terdiam. aish, mulut ini memang terbiasa kasar

“lalu kenapa kau ada disini?” tanyanya padaku. dia sedikit menunduk & menutup matanya

“tak apa. hanya berjalan” ujarku lembut & matanya langsung terbuka dan tersenyum

“kau mau takoyaki? dulu kau suka takoyaki kan” ujarnya ramah. aku msh terdiam. ku pikir dia sudah melupakanku sebagai temannya. Tapi dia bahkan ingat makanan kesukaanku

“boleh” dia menyuapiku satu buah lalu tersenyum lagi

“enak?” tanyanya ramah

“sangat” ujarku singkat.

.

Entah sudah berapa lama aku dan dia tidak duduk berdampingan seperti ini. aku sangat merindukan sikapnya yg keibuan. dulu aku sangat sering makan satu piring dengannya, walau terkadang itu sangat kurang. Selalu bersama-sama melakukan semua hal. sangat menyenangkan.

.

“tadi sunbae sedang apa?” tanyaku membuka pertanyaan

“dia bertanya ‘na joha shireo?’ ‘chua aniya?’ padaku” ujarnya bingung sambil memainkan garpu. aku sangat kesal mendengarnya

“kau menyukainya?” tanyaku padanya. dia diam dan memandangku aneh

“hyung-ah joha shireo?” ku ulangi pertanyaanku. Dan dia tetap diam memandangku. aku rasa aku tau maksudnya

“kau ini seperti wanita murahan!!” bentakku kesal

“mwo?” tanyanya memastikan

“nappa yeoja!!” ujarku setengah oktaf

“buruk?? yaa!! siapa yg kau maksud?” bentaknya padaku

“kau! siapa lagi! Han Nara” bentakku sambil mendorong Nara

“apa maksudmu Kyu!” ujarnya tegas memandangku

“waktu itu dengan sungmin, sekarang hyung, bsk siapa lagi. hah!!” bentakku di depan wajahnya persis

“sungmin memang masa laluku, dan oppa ? dia adalah sahabatku!!!” teriak Nara keras. matanya memerah. Sahabat? Jeongmal!!

cih! mana mungkin gadis sepertimu puas dengan 2 laki-laki!!” ujarku keras. lalu aku terdiam melihat Nara terpaku. dan aku rasa aku sudah keterlaluan

“puas?? ah, geurae! aku tak puas!” ujarnya dengan nada pasrah, lalu membuang takoyakinya ke arahku, dan menatapku sedih.

.

Dia tidak akan pernah menyisakan makanan, apalagi membuangnya. Entah yang ia suka ataupun yang ia benci. Ia akan memakannya sampai habis. Tapi kini ia membuang takoyaki itu.

.

“ah, ani, aniyo” aku mulai gelagapan, matanya memerah, dan menangis

“sungmin, sunbae, besoknya mungkin dengan asisten siwon seonsangnim, atau mungkin dengan siwon seonsangnim saja? bagus bukan?” ujar Nara sambil menangis

“ya! hentikan. minhae. aku tak bermaksud!” ujarku panik lalu mengusap air mata di wajahnya. Namun dia menepis tanganku

“kau tau. aku punya alasan tuk memastikan semua. dan aku MEMBENCIMU CHO KYUHYUN!!!” Nara mendorongku keras & berlari meninggalkanku. dia menangis.

.

Nara menangis. dia bahkan tak pernah menangis sejak SD hingga sekarang. Dan detik ini aku melihat ia menangis, di depanku!

“you said this would only get better. there’s no rush cause we have each other”

 

“seharusnya aku paham hyung memang menyukai Nara sejak pertama masuk sekolah! Dan Nara selalu menganggapnya sebagai oppa-nya saja! Aish, babo namja!!!”

.

aku menampar diriku berulang kali, dan hujan pun datang lagi. Ini adalah kesalahan terbodoh yang pernah ku buat. aku pikir walaupun rival, kami selalu bersama. dan setelah ini, apakah kami bisa bersama, dan bersikap seperti biasanya??

.

.

TO BE CONTINUED !!

.

.

.

Yak !! Part 1 is done ^^ Thanks For Reading, and of course thanks to Karyn 🙂