Gorgeous (Part 4 – Last)

Kyu yang memang bisa spontan melakukan hal-hal yang bisa membuatku ingin mati karena tertawa geli. Yah, walaupun tak jarang, sering di buat-buat, tak mengurangi keisengannya. Gamsahamnida, uri, Cho Kyuhyun.

 

“kita ke sekolah dulu, izin. Nanti balik lagi. Kajja, kyu” aku menari Kyu kursi. Lalu aku pamitan pada jungsoo oppa & donghae oppa. dan tentu saja pada Heechul

“chulie, aku ke sekolah dulu. Sebentar saja. Nnati aku kembali. Arasso” aku memeluknya erat. Mencium wangi tubuhnya dalam-dalam. Melihatnya begini rasanya sesak nafas. Jungsoo oppa tersenyum melihatku. Setelah itu aku dan Kyu pamitan ke sekolah

 

** 2 jam kemudian **

Sedang tenang-tenang berjalan ke arah rumah sakit. Tiba-tiba Kyu mendapat telpon dari donghae oppa bahwa ada masalah pada heechul. Kami akhirnya berlari ke rumah sakit. Mengapa firasatkuu tak enak.

“Heechul, tunggulah aku” bathinku

 

** di rumah sakit **

Jungsoo oppa menangis di pintu. Donghae oppa terdiam melihat ke arah dalam. Ada beberapa suster yang keluar masuk dengan wajah sedih. Ada apa ini? Dadaku sesak rasanya

“kajja” kyu menggandeng tanganku kea rah kamar heechul. Jungsoo oppa tambah menangis melihatku. Donghae oppa menepuk pundakku

“ini surat dari heechul” jungsoo oppa menyodorkan surat untuknya yang katanya dari heechul. Apa-apaan ini. Aku mulai takut

“masuklah. Kyu temani dia” donghae oppa menyuruhku masuk, dan Kyu menyuruhku masuk. Dari pintu, aku melihat heechul tanpa semua peralatan seperti tadi. Dari pintu aku melihat Heechul tersenyum. Dari pintu aku melhat tangan tangan heechul di atas tangan kirinya. Dari pintu, aku menyadari, Heechul ku sudah tiada. Aku menangis, dan berlari ke arah Heechul

“chulie, chulie. Bangun! Yaa!! Bangun!!” aku berteriak di samping tubuh chulie yang sudah tak bernyawa. Ya Tuhan, inikah Chulie ku. Chulie yang sangat aku cintai

“soora, sabar. Kau harus tabah demi heechul” di sampingku ada Kyu yang menenangkanku. Tak tau mengapa, siasat ini tak berhasil. Aku menangis. Menangis keras

“chulie. Kau jahat padaku. Kan ku sudah bilang, tunggu aku!! Mengapa kau meninggalkan aku sekarang!! Jawab chulie, jawab” tangisku menjadi-jadi. Kyu menepuk pundakku pelan

“buka dan bacalah surat itu, soora. Sesaat setelah kau pergi, chulie siuman. Dan langsung menulis surat itu untukmu. Sekarang bacalah” ujar jungsoo oppa. jungsoo oppa di sampingku sekarang, dan donghae oppa memelukku dari belakang tuk menenangkanku

Aku membuka surat itu perlahan. Aku berhara bisa tenang dan tidka menangis lagi membaca suratnya. Tapi aku salah, aku menangis semakin keras dna makin tak terkendali, dan menyebut namanya berukang kali seperti orang stress

“heechul! Kim heechul! Kim Heechul! Heechul~~~!” dadaku sesak. Sakit, sangat sakit. Sedalam itulah kau mencintaiku, chulie.

“saranghae, jeongmal saranghae chulie-ah~!!” donghae oppa langsung membalikanku dan memelukku erat. Donghae oppa yang tadinya diam, ikut menangis. Kyuhyun yang tadinya datar, membekap mulutnya dan menangis. Suster-suster yang tadinya di luar, semua masuk ke dalam, dan menangis bersamaku. Menangisi kepergianmu chulie

“sejak kapan, oppa?? sejak kapan?” tanyaku padaku jungsoo oppa. jungsoo oppa mendekatiku dan tersenyum

“6 bulan sebelum kau bertemu dengannya, dia divonis kanker. Saat itu diasama sekali tak peduli hidupnya. Sampai kau dating mengisi hari-harinya, dan memberinya kebahagian di hari terakhirnya. Gamsahamnida, Lee Soo Ra” jungsoo oppa sudah tersenyum, kyuhyun sudah tersenyum, donghae oppa sudah tersenyum. Haruskah aku tersenyum melihatmu seperti ini chulie? Haruskah aku tersenyum di saat aku tau kau tak ada di sampingku lagi? Haruskah aku melakukan itu?

“yaa!! Kim Heechul. Saranghaeyo, jeongmal saranghaeyo!” aku menangis di samping tubuhnya. Menangis sepuasnya hingga aku bisa memutuskan aku bisa untuk tidak menangis

 

“selamat jalan, kim heechul. Terima kasih. Tenanglah di sisi-Nya”

Penghormatan terakhirku untuk Kim Heechul.

Cinta pertamaku, Pacar pertamaku, dan Ciuman pertamaku

 

** 1 tahun kemudian **

 

Ku buka kembali surat yang dulu heechul berikan padaku. Sudah 1 tahun sejak dia pergi selamanya. Amanatnay belum ku jalankan sempurna. Namun jika sudah saatnya aku pasti bisa. Sekarang bila aku melihat surat in, aku kan tersenyum. Karena aku tau Heechul menjagaku dari sana

“ayoo berangkat” teriak Kyuhyun dari luar rumahku

“chakkanman” aku merapikan surat dari heechul ke dalam kotak pribadiku. Setiap melihat kotak ini, semangatku kembali

“aku berangkat dulu ya, chulie. Saranghae” bicaraku pada kotak itu

“Lee Soo Ra~~~” kyuhyun mulai berteriak lagi. Aku cepat-cepat turun, berpamitan dengan donghae oppa, lalu menghampiri Kyuhun. Kami naik sepeda ke sekolah bersama

Ketika aku memboceng kyuhyun, tak tau mengapa aku merasakan ada heechul di sampingku dan tetap menjagaku. Ku seperti melihat bayangan heechul melambai di pagar rumahku, dan aku tersenyum padanya. Lalu bayangan itu hilang. Aku tau, kau tak akan pernah benar-benar pergi, Chulie.

 

Jeongmal Saranghaeyo, Kim Heechul.

Tunggu aku suatu saat nanti ya. Aku akan bersemangat untuk bagianmu juga.

Bantu aku dari sana yaa~

 

“Hey, Kim Heechul. You’re so Gorgeous”

 

 

– FIN –

 

untuk suratnya silahkan buka DISINI 🙂

Gorgeous Letter 🙂

Gorgeous (Part 3)

Aku rindu padanya. Aku ingin bertemu dengannya.

Sejak dia mengantarku pulang dari Myeongdong saat itu, kami tidak pernah bertemu lagi.

Ku coba menelponnya berkali-kali setiap hari, tapi tidak di angkat.

Aku mengiriminya sms, tapi tak ada satupun yang ia balas.

 

“sudah 5 hari” keluhku

“apa?” Tanya donghae oppa

“ah, aniyo, oppa” jawabku singkat

“5 hari tak ada kabar dari heechul?” donghae mengacak-acak rambutku

“ah, geurae, oppa. aku telpon & sms tak ada ada jawaban. Aku takut” aku menunduk. Lalu tiba-tiba haeppa memelukku

“soora, kau cinta padanya?” pertanyaan haeppa secara tiba-tiba mengagetkanku, aku hanya diam

……

“lee soora?” aku diam lagi

……

“yaa!!!” bentak haeppa menjiitak kepalaku

“nee, nee, aku cinta dia, oppa. oettohkke, oppa?” aku berteriak

“hahahaha. Dia cinta pertamamu ya, babo yeoja?” imbuh haeppa. Aku hanya diam, aku malu. Tapi haeppa memelukku

“kalau kalian di takdirkan bersama, pasti akan bersama”

“jeongmal, oppa??’ tanyaku

“nee, sudahlah. Sabarlah menunggu kabarnya” haeppa tesenyum padaku

 

“rasanya takut di terjadi apa-apa, oppa. ah, aku berlebihan” gerutuku pada diri sendiri

“sudahlah, sekarang sudah malam, pergilah istirahat, dan….” Belum sempat oppa melanjutkan kalimatnya hp ku berdering

“ona, keu nuga nuga mworaedo naneun sangwan obdago. keu nuga nuga yokhaedo nomanbarabun dago. na dashi taeor nandedo ojik nobbunirago
jakku jakku shigani heullodo”

“yeobseyo??” aku mejawab hpku yang bordering

“chulie oppa??” “mwo??” “ah, arasso” “ah, aniyo. Gwencandha, oppa”

*klik*

“nugu?” Tanya donghae oppa

“ah, heechul oppa. haeppa, aku mau ke taman sebentar ya” aku meminta izin haeppa

“mau apa malam-malam begini” Tanya oppa penasaran

“ah, ada urusan. Ya sudah aku ganti baju dulu ya” aku berlari ke atas, meninggalkan donghae oppa

**5 menit kemudian**

“yaa!! Kau ingin ke tamana apa pesta?? Kenapa ganti gaun sih?” Tanya haeppa aneh

“ah, aniyo, oppa. aku cantik tidak?” aku memutar-mutar tubuhku

“yes, you’re beautiful, lee so ra” haeppa memelukku erat

“gamsahamnida, oppa. ya sudah aku berangkat”

 

** Di Taman **

Aku menaiki sepeda agar bisa sampai tepat waktu. Aku lihat heechul oppa di samping ayunan itu

“kau hampir membuatku gila karena kau tak pernah mengabariku” bathinku. Aku berjalan mendekatinya

“oppa, heechul oppa!!” teriakku pada chulie oppa yang sedang menghadap ke taman. Dia berbalik dan melambaikan tangan padaku. Ah manisnya

“soora!!” chulie oppa berlari ke arahku dan memelukku

“oppa?? waeyo?” tanyaku sambil menepuk punggungnya. Dia semakin erat memelukku. Ah, rasanya hangat sekali. Chulie bagaikan selimut di kala dingin, dan hujan di kala panas

“saranghaeyo, soora. Jeongmal saranghaeyo” omo? Saranghae. Aku terdiam karena kaget

“mwo?” tanyaku ulang. Chulie oppa tersenyum padaku. Dia memelukku lagi

“sa rang hae yo, lee soo ra” ejanya di telingaku yng membuat aku sedikit geli. Astaga, aku hampir mati mendengarnya. Hampir mati karena bahagia

“oppaa, nado saranghaeyo. Jeongmal saranghaeyo” aku pun mengutarakan perasaanku juga. Dia mencium bibirku lembut. Omo ni omo na, dia menciumku. Aku shock lalu terdiam. Dia tertawa

“hahaha. Kajja, kita berjalan sebentar. Setelah itu ku antar kau pulang. Arasso, soora-ssi??” dia menggengam tanganku di tengah dinginnya malam. Kami berjalan di sekitar taman.

Cinta pertamaku. Pacar pertamaku. Ciuman pertamaku.

Kim Hechul.

 

** 3 Bulan kemudian **

 

Setelah bersamanya, ku jalani hari-hari yang luar biasa.

Selalu bersamanya setiap saat.

Dia sudah jadi bagian yang sangat penting bagiku

Chulie, saranghaeyo

 

** Myeongdong **

Hari ini aku dan chulie janjian disini. Aku sudah menunggu 15 menit disini

“dimana dia! Astaga” aku mulai panic, ponselnya tak aktif. Tiba-tiba mataku ada yng menutup. Aku tak bisa melihat apa-apa, gelap

“woaa, siapa ini? Lepaskan. Gelap. Gelap!” aku panic karena mataku di tutup oleh tangan seseorang

“dasar panikan. Hahaha” omo, chulie? Astaga, aku kaget. Aku diam melihatnya, lalu melihat jam lagi. Isyarat kalau dia sudah terlambat. Dia melihat jamnya, dan menepuk keningnya

“astaga. Mianhae,chagi. Maaf aku telat” chulie meminta maaf padaku. Tak tau mengapa aku memaafkannya dengan mudah. Aku tersenyum melihatnya tersenyum, senyumna yng membuat hatiku tenang. Senyumna yang akan selalu hidup di hatiku

“ah, gwenchana. Kajja” aku merangkul lengannya. Dia membelai rambutku dengan kasih sayang. Tuhan terima kasih atas hadiah terindah yang kau berikan

 

** 5 jam kemudian **

“kajja pulang, chulie” aku sangat senang seharian ini aku jalan-jalan dengannya. Makan ice cream, belanja, berphoto, main-main sepuasnya. Jeongmal gomawoyo, uri Kim heechul

“kajja” dia tersenyum, dan kemudian menggandeng tanganku. Hangatnya. Aku tak bisa bayangkan hari-hariku tanpa namja ini, saranghae

“ah, ayo lewat taman. Sudah lam aku tak kesana. Kau mau kan ??” aku mengajaknya melewati taman.  Di tama nada suara lagu-lagu romantic, banyak yang berdansa disana, aku ingin berdansa dengan chulie. Dia hanya mengangguk, lalu berjalan sambil memelukku dari samping

 

** myeongdong Park **

Akhirnya aku bisa ke tamanini lagi, dan bersama chulie

Tuhan, kau memang baik

“soora, ramai sekali. Hahaha. Wah, ada music” chulie melihat kanan dan kiri. Ku rasa, dia tak tau jika malam minggu myeongdong park ada music seperti ini. Aku mengajaknya duduk tuk istirahat sebentar. Setelah itu aku mengajaknya berdansa

“chulie, ayo kita berdansa. 1 lagu saja. Dengar lagu itu bagus” aku menggengam tanga  chulie. Dia terdiam, lalu tersenyum, dan bangkit dari duduknya. Tangannya melingkar di pinggulku. Aish, sungguh, aku merasa jadi gadis yang sangat beruntung di dunia ini

“kau senang?” dia memelukku hangat. Namun tiba-tiba dia berhentinya, dan terjatuh. Chulie pingsan di tengah dansa kami, aku panik luar biasa dan berteriak

“heehul, heechul, kim heechul. Tolong, tolong, tolong!!” semua orang berkerubung mendekati kami, tak lama kemudian, ambulans dating dan membawa kami ke rumah sakit. Di ambulans aku hanya bisa terpaku melihat chulie ku seperti ini. Chulie ku yang terbaring lemah. Sampai di rumah sakit. Chulie langsung masuk ke UGD. Aku menunggu di ruang tunggu.

 

15 menit kemudian Jungsoo oppa, Donghae oppa, dan Kyuhyun datang. Aku langsung memeluk donghae oppa dan menangis

“haeppa!!” aku menangis dalam pelukan donghae. Dia mengusap air mataku dan tersenyum. Ku lihat Jungsoo oppa tersenyum padaku. Sedangkan kyuhyun yang selalu tampak menyebalkan, di matanya penuh dengan tatapankahwatir saat melihatku. Aku langsung berjalan ke arahnya dan memeluknya

“gwenchana, soora. Gwenchana” kyuhyun menenangkanku. Walau dia adalah sahabatku yang sangat amat menyebalkan. Ku akui, hanya dia sahabat yerbaik dalam hidupku, dia paling bisa membuat aku tenang sesesak apapun aku menangis. Dia tersenyum

“dia akan baik-baik saja. Jangan menangis. Aku benci bila kau menangis. Arasso!” nadanya agak membentak. Namun aku tau itu karena dia peduli padaku. Gamsahamnida, uri Kyuhyun

 

** 3 jam kemudian **

Lampu UGD mati, lalu dokter keluar. Dokter itu menghampiri jungsoo oppa. tak tau mereka bicara apa. Aku ingin dengar juga, tapi Kyuhyun bilang padaku biar jungsoo oppa dulu yang dengar, baru aku. Aku hanya menurut. Wajah jungsoo oppa sedih sekali. Tampaknya ingin menangis, tapi di tahan. Aku penasaran langsung berlari ke dalam. Donghae oppa & Kyu berteriak memanggilku. Aku tak peduli. Yang aku inginkan hanya melhat keadaan heechulku. Dari pintu ku lihat dia, damai sekali

“dia tak apa. Hanya terlalu lelah. Nanti juga lebih baik” ucap jungsoo oppa padaku dengan senyumannya. Dia hanya duduk di sofa dan terdiam. Kyuhyun menyuruhku duduk di samping heechul. Aku menggenggan tangan chulie. Tangannya dingin, tak seperti tadi. Aku ingin menangis, tapi aku harus bisa jadi kuat. Demi chulie

 

** 4 jam kemudian **

 

“hey, kau tak apa?” tanyaku pada heechul. Tapi dia masih tertidur. Sudah lebih dari 4 jam dia begini. Aku takut dia kenapa-kenapa. Tiba-tiba Kyu dating membawakan cokelat panas kesukaanku

“ige mwoya, kyu” tanyaku sambil menerima gelas yang kyu berikan. Kyu tertawa melihatku yang seperti ini

“kau itu, dasar. Hahaha. Minumlah cokelat panas” aku tersenyum melihatnya. Dia bisa jadi evil kyu yang sangat aku benci. Tapi dia bisa jadi malaikat dan penerang dalam kegelapan hidupku

“gomawo, Kyu” mataku tak lepas menatap chulie. Aku hanya penasaran, kapan ia bangun. Kapan dia tersenyum lagi padaku, kapan dia tertawa untukku.

“chulie, I miss you so much” bathinku

 

**1 jam kemudian **

Aku tertidur rupanya. Aku merasakan selimut di tubuhku. Ku lihat chulie masih belum bangun. Jungsoo oppa & Donghae oppa tertidur di sofa. Sedangkan kyu tertidur di kursi yang ada si sampingku. Hey, chulie, lihat, banyak yang menunggumu. Cepatlah bangun

“astaga, jam 7! Kyu bangun, kita harus ke sekolah!” aku membangunkan Kyu, dia kaget & langsung berdiri

“mwo? Mwo? Mwo?” matanya setengah sadar. Hahaha. Dia lucu sekali. Jungsoo oppa & donghae oppa juga terbangun & tertawa melihat Kyu. Kyu sadar dia di tertawakan, dia duduk kembali dan senyum-senyum

 

Kyu yang memang bisa spontan melakukan hal-hal yang bisa membuatku ingin mati karena tertawa geli. Yah, walaupun tak jarang, sering di buat-buat, tak mengurai keisengannya. Gamsahamnida, uri, Cho Kyuhun.

Gorgeous (Part 2)

waktu camp dia pernah bercerita, dia memiliki adik tiri. Walaupun tiri, mereka saling menyayangnyi. Inikah adiknya? Adik kesayangannya?

“nee, Park & Kim, beda, karena appa-ku menikah dengan jungsoo oemma. Kami memilih dengan nama yg seperti ini, jadi ….” Baru saja Heechul oppa ingin melanjutkan tiba-tiba suara memekakkan telinga hinggap di telinga kami

“LEE SOO RA!! BABO SOORA!! Kemari kau babo yeoja!” suara itu, aigoo~ Kyuhyun

“ah, jebal dia mengganggu saja” bathinku

“ah, oppa, sepertinya aku harus pulang. Dia ada masalah dengan MEMBERESKAN RUMAH” ku tekan nada  MEMBERESKAN RUMAH untuk membuat kesal Kyuhyun

“yaa!! Kau masih mau hidup tidak! tak berguna!” omo, Kyuhyun mulai lagi, Haeppa, oettokke

“hmm, arasso. Tapi kita bisa bertemu lagi kan?” heechul menahan tanganku

“tentu saja, pasti bertemu. Bye!!” aku berlari meninggalkan heechul sembari melambaikan tangan, dan mendatangi Kyuhyun yg sedang bertolak pinggang di depan sana

“yaa!! Kau tidak bisa sabar sedikit? Itu Heechul oppa?” aku menari lengan baju Kyuhyun, dan berbisik padanya, dan kau tau apa jawaban manusia menyebalkan ini? Aku rasa nadanya kau sudah mengerti *lupakan*

“itu urusanmu, Lee Soora! Ayo cepat!” kyuhyun menarikku, dan sesekali aku menengok ke belakang, dan melambai ke Heechul oppa yg masih ada disana. Ya Tuhan, Kyuhyun. Jika aku tak ingat kau sahabatku, mati kau!!

 

** 1 week laters **

Setelah pertemuan itu, aku tidak pernah bertemu dengannya lagi. Ku Tanya di data tutor, dia tidak hadir 5 kali. Pemberitahuan yg ia lakukan adalah menelpon. Tak ada yang tau dia. Yg jelas, kata Eunhyuk oppa, tutor Fisika ku, banyak gadis yg suka padanya. Dan banyak murid yg suka dengan cara mengajarnya. Hyuk oppa mengakui, dia sangat hebat. Aku tak pernah ia ajarkan. Seharusnya hari ini dia mengajar perdana di kelasku. Tapi harus di gantikan dengan Key oppa. memang sama-sama tampan, dan key oppa seumuran dengan Donghae oppa. tapi tetap saja T__T

 

1 week later

*book store*

Sudah 2 minggu tak bertemu dengannya. Rasanya rindu melihat senyumnya, rindu melihat tawanya. Aigoo~ bogoshipoyo, oppa. ku perhatikan rentetan buku di depanku, tak tau apa yang ingin ku beli. Hanya ingin melihat-lihat

“chulie oppa?” aku berbalik dan hampir menubruk heechul

“mwo?? Wah, apa kabar, soora. Long time no see” heechul oppa kaget lalu memelukku

“nee, gwenchana. Kau bagimana oppa? mengapa 2 minggu tidak mengajar lagi?” tanyaku padanya

“ah, gwenchasumnida, soora. Geurae, aku sudah berhenti. Tugas kuliahku makin banyak. Mianhae tidak mengabarimu” raut wajah chulie oppa merasa bersalah padaku, dan dia menggengam tangannku

“omo ni omo na, waeyo? kenapa aku deg-degan begini. Ah, aniyo, aniyo” bathinku

“ah, aniyo. Aku hanya khawatir, oppa” aku tersenyum padanya, dan dia tertawa

“ah, ayo ku traktir di kedai ice cream. You want it??” dia menawarkanku ice cream yang ada di sebrang toko buku ini

“cheorom. Kajja” aku berjalan beriringan dengannya. Dia sangat bersemangat. Ya Tuhan, aku gemetaran

Sesungguhnya kedai tidak tepat berada di seberang toko buku, masih sedikit ke kanan. Aku gugup di sampingnya. Tiba-tiba dia menggenggam tanganku, erat. Dia tersenyum, dan aku hanya menunduk

 

** di kedai ice Cream **

Aku memesan ice cream bluberry, dan heechul memesan yang vanilla

Kami duduk di lantai dua. Langit mendung jadi bisa sedikit romantic. Mwo??

 

“woaah, kau suka blueberry ya, soora?” Tanya heechul padaku

“eum, nee. Sangat. Aku suka sesuatu yang berwarna biru” ujarku

“hahaha. Nado. Tapi kalo ice cream aku memilih vanilla” dia bila bercerita sangat expressif

“chankkanman, oppa” aku membersihkan sisa ice cream di mulutnya dengan tissue

“ah, mianhanda. Gamsahamnida” dia tersenyum. Aku hanya bingung padanya. Ada saat dia menggunakan bahasa biasa, dan ada saat menggunakan bahasa sangat halus, seperti sekarang ini

“nee” aku meneruskan melahap es ku, sambil melihat langit

“ah, oppa, ayo kita pulang, sudah gerimis” ajakku pada heechul

‘kajja, ppalli” heechul bangkit dari duduknya

Kami turun tangga beriringan. Semua mata tertuju pada kami.

Sebenarnya dari pertama menginjakkan kaki sudah begitu, tapi aku cuek.

“aigoo~~ hujan. Oettokke” aku bingung, sudah hujan ternyata

‘kau berani maju?”

“mwo?” maju, maju apa?

“brani tidak??” tanyanya ulang. Setelah die mengarahkan tangannya ke arah hujan aku mengerti apa yang ia maksud

“kajja, oppa” aku berlari menggengam tangannya menembus hujan. Berlari, dan berlari. Heechul hanya tertawa melihat tingkahku. Yaa, sekarang aku berubah menjadi gadis yang selalu ceria dan semangat, karena dia

“berteduh saja dulu. Hujan sangat deras” heechul menarikku ke pinggiran toko, dan aku menurut. Ini pertama kalinya aku menerobos hujan

Sudah 10 menit kami mengobrol untuk menghilangkan rasa bosan karena menunggu reda. Langit sudah lebih baik. Aku melangkahkan kakiku untuk mengecek langit

“kajja, oppa. sudah agak re…” belum selesai aku bicara

*******ceettaaaarrr*******

“opaa….” Petir menggelegar, dan aku langsung melonpat dan memeluk heechul

“ah, gwenchana, soora??” heechul memelukku balik

“omo? Aku di peluk. Ah ani, aku memeluk, chulie? Bathinku

‘ah, mianhae, oppa. aku takut petir” aku membungkuk agar tidak terlalu malu

“hahaha. Arasso. Kajja, pulang. Sudah sangat sore” oppa mengantarku sampai depan rumah. Donghae oppa menunggu di depan pintu, dan Heechul langsung pulang karena takut kehujanan lagi. sore itu adalah sore yang indah. Bertemu dengan seseorang yang sangat ingin ku temui. Dan kau, petir, gamsahamnida. Hahaha

Sampai rumah aku langsung masuk kamar, dan mandi. Setelah itu aku duduk di samping Donghae oppa yang sedang menonton tv

“yaa, oppa. kau tak Tanya dia siapa?” tanyaku pada Haeppa

“aku rasa, dia namja yang waktu itu. Dan dia adalah najma yang membuat seorang Lee Soo Ra bertanya tentang cinta pada oppa-nya. Am I right??” mwo? Jawaban oppa langsung menjurus. Aku bingung menjawabnya. Aku tiduran di pangkuannya memiringkan tubuh kearah tv.

Donghae oppa memelukku, dan menciumku

“kau sudah lebih dewasa ya, soora” ujar Haeppa

“mwo? Aniyo, oppa. aku ya seperti ini’ elakku

“gwenchana. Suatu saat kau memang harus mengerti cinta. Jalani dengan serius, jangan seperti aku. Arasso” ujar Haeppa sambil mengelus rambutku

“arasso. Oppa, apa menurutmu dia baik?” aku bangun dari pangkuan Haeppa

“aku piker dia baik. Tapi kenali dia perlahan. Arasso” oppa memelukku

“gomawoyo, oppa. saranghae” aku meincum pipi Haeppa

“nado, soora’ donghae oppa mengacak-acak rambutku

Sejak saat itu aku mulai smsan dan telpon-telponan dengan heechul.

Dia membuatku nyaman, tak tau mengapa.

 

2 hari kemudian

Bosannyaa. Hoaah. Aku ingin jalan-jalan, tapi Donghae oppa sedang bermain basket dengan hankyung, Siwon, dan Eunhyuk oppa. oettokke. Aku berpikir sejenak

“aha, heechul!! Mana hpku, ah ini dia” akhirnya ku putuskan untuk mengajak heechul. Dia tampan, dan aku rasa, aku bisa lebih memahami dia

“annyeong oppa. apa aku mengganggu?” sapaku

“ah, Soora. Aniyo, ada apa?” jawabnay singkat

“ehm, aku bosan, oppa. mau jalan-jalan tidak hari ini?”

“eh?”

“ah, kalau tak bisa taka pa”

“ah, aniyo, aniyo, aku bisa. Jam berapa? Dimana?”

“kita bertemu di Myeongdong, jam 11 ini. Bagaimana?”

“arasso. See you there, Soora’

**klik**

Yes, ah, untung saja Chulie oppa mau ku ajak jalan-jalan

*deg deg*

“aku kenapa ya? Rasanya senang sekali bertemu dengannya” aku memegang dadaku, jantungku berdegum kencang

“ah, molla, sudahlah, aku harus siap-siap” aku mencari dress yang bagus, agar aku terlihat cantik di mata chulie oppa

 

** Myeongdong at 11 a.m **

 

“soora, kau sudah lama disini?” tegur seseorang

“heechul oppa??” omo? Stylish sekali dia? Omo, aku jatuh cinta padanya

“siapa lagi? Hahaha. Kajja” belum habis yakjubku, dia menggandeng tanganku, & memasuki toko-toko. Jalan-jalan, photo box, makan ice cream, dan banyak hal lagi yg kami lakukan saat

“soora, aku ingin ke kamar mandi dulu. Kau tunggu disini ya” oppa mengacak-acak rambutku, dan meninggalkanku di bangku panjang taman.

Sudah 15 menit dia di kamar mandi, aku khawatir. Ku sms tak di balasnya, ku telp pun tak diangkat. Ku mulai beranjak dari dudukku tuk mencarinya. Tiba-tiba, ada yg menghadangku

“oppa?? kau kemana saja?? Aku khawatir” tiba-tiba heechul ada di depanku

“untukmu” heechul menyodorkan kotak besar padaku

“ige mwoya??” tanyaku

“hahaha. Bukalah, ini untukmu” heechul menyakinkanku tuk membukanya

“omo?? Astaga, oppa, gaun ini, ah, bagus sekali. Kau yakin ini untukku?” aku kaget, dia memberikanku gaun mewah berwarna sapphire blue

“cheorom. Bagaimana? Kau suka tidak?” tanyanya padaku

“ini lebih dari suka. Sangat suka, oppa. gamshamnida, heechul oppa” aku memelukku. Sungguh aku senang. Ini adalah kali pertama aku di berikan gaun semewah ini oleh seorang namja selain appa, dan Donghae oppa. aku memeluk heechul erat

“hahaha. Kajja, kita pulang, sudah mulai malam, soora” heechul kembali menggandeng tanganku

 

Percaya atau tidak, hatiku sudah sangat di penuhi oleh dia.

Cinta pertamaku, Kim Heechul

Gorgeous (Part 1)

Cast:

Lee Soora

Park Jungsoo

Lee Donghae

Cho Kyuhyun

Kim Heechul

Kim Na Mi

 

Lee Soo Ra

Aish, hari ini panas sekali, entah apa yang terjadi pada lapisan bumi

“aigoo~~, panas. Lama-lama bisa kering  kulitku” aku menunduk sepanjang lorong gang menuju rumah. Memeluk buku-buku tebal persiapan naik kelas 3 nanti

~~BRUUK~~

“aduh kakiku” aku ditabrak seseorang, aku hanya menunduk, sambil memijat ringan kakiku

“Agassi, gwenchana??” seseorang  di depanku

“gwen..cha..na..” aku perhatikan tubuhnya dari bawah sampai atas. Astaga cantik sekali dia

“jeongmal mianhae, aku buru-buru” tukas seseorang ini sambil tersenyum padaku

Cantik, sangat cantik, tapi tampan. Aku tersenyum, tak tau harus berkata apa. Seseorang yang mengenakan jeans, kaos, jaket, tas selempang, dan sepatu kets. Sekilas aku bertanya dia yeoja apakah namja. Labil sekali aku berpikir.

“Kim Heechul imnida” dia tersenyum dan mengulurkan tangannya padaku

“ah, Lee Soo Ra imnida” aku mengulurkan tanganku, ternyata dia namja. Aegyoo. So perfect

“maaf, aku duluan yaa. See you next time” dia berjalan mundur dan melambai padaku. Jari-jarinya sangat lentik. Kulitnya bahkan lebih mulus dariku. Ku perhatikan dia, punggungnya sangat lebar. Ah, tampannya. Ku miringkan kepalaku untuk lebih dalam melihatnya

“Yaa!! Babo Yeoja! Kau sedang apa disini?? Siapa namja itu?” Lamunanku hancur berkeping-keping karena lemparan sepatu Lee Dong Hae bodoh.

“yaa!! Donghae, kau pikir kepalaku ini apa?? Aku jalan ditabrak namja tadi. Tapi dia sudah minta maaf”

Donghae tak memperdulikan omonganku barusan, matanya hanya tertuju pada namja tadi

“haah, kajja, aku sudah lapar. Cepaat” donghae menggandengku, dan kami berjalan cepat menuju rumah

 

Namaku adalah Lee Soo Ra, aku mempunyai kakak laki-laki super tampan yang playboy, bernama Lee Dong Hae. Dia Playboy kelas Kakap. Dengan mudah menaklukan gadis. Walaupun begitu, hatinya sangat baik pada wanita, terutama pada diriku. Kami bersekolah si ChunAn High School. Aku kelas 2, dan Donghae kelas 3. Kami selalu bersama-sama, dia adalah kakakku yang baik. Dia mengajariku semua. Semua hal, terutama cinta. Walaupun semua cinta, bukan berawal dari dia.

 

**SooRa House**

Donghae : “hei, tadi siapa?”

Soora: “Heechul”

Donghae : “Nugu? Heechul? Aku tidak kenal!”

Soora : “Babo Oppa!! aku saja tidak kenal. Apalagi kau!”

Donghae : “jjiiinnnjjaa?” –mulutnya penuh makanan-

Soora : “nee, sudah makanlah. Jangan berisik!!”

 

Yah begitulah kami. Aku hanya tinggal dengan Donghae. Appa dan Oemma bercerai 4 tahun yg lalu. Kami memilih tinggal berdua saja. Tapi masalah tunjangan hidup, sekolah, dan lain-lain, itu urusan appa dan oemma kami. Tugas kami hanya belajar.

“oppa” tanyaku membuka pembicaraan setelah makan

“waeyo?” singkatnya

“kau percaya cinta pada pandangan pertama?” imbuhku

“mwo? Kenapa kau berbicara begitu?” Tanya Haeppa penasaran

“aniyo, aniyo. Kau kan seorang playboy. Pernah tidak merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama?? Tanyaku

“tentu. Oh iya, aku punya pacar baru. Namanya Kim Na Mi. dia tidak cantik seperti gadis-gadis yg ku kencani sebelum-sebelumnya. Tapi dia istimewa, sangat istimewa” oppa menariku hingga aku kepalaku besandar (tiduran) di pahanya, lalu mengelus-elus rambutku seperti kucing. Aku suka dia bercerita. Walaupun oppa playboy, tapi orang tidak pernah bohong, dan selalu bisa membuatku nyaman

“waeyo?? Kau selalu menganggap semua gadis yg kau kencani itu istimewa?” tanyaku. Masalah cinta datanglah padanya. Masalah pelajaran tanyalah padaku dan kyuhyun, sahabatku

“dia bekerja di toko roti sepulang sekolah. Dia bekerja sendiri untuk biaya sekolah dan hidupnya. Bukan karena tak ada orang tua. Kau tau, saat ku selidiki dia, waaw, rumahnya sangat besar, dan aku pernah mendengar dia di panggil ‘nona besar’. tapi dia ingin mandiri. Kau tau kan, aku paling lemah dengan gadis yg mandiri?” nee, nee, oppa-ku suka terhadap gadis mandiri. Jika dengan gadis biasa maksimal bertahan 1 minggu – 1 bulan. Tapi jika gadis mandiri bisa bertahan 3 minggu – 2,5 bulan paling lama.

“aku sudah pacaran dengannya backstreet. 4 bulan, dan sampai sekarang awet wet wet” papar Haeppa dengan senyum sumringah

“mworago?? sagaewol? Hana, dhul, shet, net? 4 bulan? Oh my gosh!!” aku kaget, dan langsung bangkit dari tidurku. Sungguh, ini rekor. Oppa tidak pernah bicara siapa kekasihnya, aku hanya tau setelah mereka putus

“nee, sagaewol, dongsaeng” imbuh Haeppa dengan menyodorkan 4 jari tangannya pada wajahku

“hahahaha. You know, you are great, bro! This is a great! Congrats Lee Dong Hae” *plook plook plook* aku tepuk tangan dan heboh sendiri lalu memeluk oppa-ku

“gomawo, dongsaeng, chuu~” oppa memelukku lalu mencium pipiku. Ah aku sayang oppa, dan paling sayang oppa

 

Sejenak aku memikirkan Heechul. Pemuda yang kutemui tadi siang. Aku berpikir, mungkin ini sesaat. Perasaanku pada Hechuul sesaat. Tapi jika sesaat, bisa di bilang ini cinta pertamaku? Cinta pertama pada orang asing? Aish, jebal, babo yeoja. Mengingat perjalanan cinta tidak mudah seperti yang oppa-ku lakukan, aku sebaiknya diam saja. Lihat nanti.

 

**3 weeks later**

Oppa masih saja dengan Nami, ku rasa Nami orang yang tepat untuk merubah oppa. sedangkan aku? Aigoo~ masih memikirkan Heechul, dan Kyuhyun? Ah, jebal. Banyak sekali yang suka padanya dari SD, tapi dia tak pernah peduli. Kyuhyun adalah sahabatku dari SD kelas 4, dia jago sekali matematika. Sering, bahkan setiap hari aku curhat padanya tentang apapun, termasuk namja itu tanpa ku sebut namanya pada Kyuhyun. Dan kalian tau, apa yang dia jawab

“mati saja kau!!”

“babo yeoja!”

“kau, jinjjaa, tak berguna!”

“sudah, anggap namja itu pelajaran, pikirkanlah. Kau pst mati!”

“namja itu hanya lewat. Kau menggelikan!”

Yaah, itulah, Kyuhyun. Sahabatku yang sangat amat sopan. Saking sopannya, aku sering menangis karena cara bicaranya itu. Maksudnya baik, tapi kata-katanya, Ya Tuhan, kejaam. Dan jika aku mengadu pada Donghae oppa, ia hanya tertawa, bahkan meledak tertawanya. Ah, menyebalkan

Jawaban yang paling bagus bulan ini yang aku dengar dari dia, adalah nilaiku yang 75. Sedangkan dia 95. Aku stress jika nilaiku jauh di atasnya

“sudahlah, butuh semangat untuk mencari yang lebih baik, soora. Lain kali, harus lebih semangat lagi. Arasso, Agassi”

Mwo? Tak seperti biasa bukan. Yah, paling tidak 1 bulan ada kata-katanya yang baik, ramah, dan indah. Hanya itu, tidak untuk setelah ini, pasti

 

**di taman**

Musim semi, aku suka musim semi. Semua terasa indah. Aku di taman bersama Kyuhyun sambil mengerjakan tugas akhir matematika, di temani setermos cokelat buatanku. Tapi sekarang aku sendirian, Kyuhyun harus cepat pulang. Beres-beres rumah karena AhRa oenni akan pulang dari Beijing sore ini

“permisi, kau ingat aku?” tegur seseorang di hadapanku

“mwo? Kau kan yang…” aku kaget setengah mati

“nee, maaf ya aku menabrakmu. Sungguh” dia membungkuk dalam sekali. Hoah, asal kau tau, tak perlu datang apalagi membungkuk, aku sudah sangat memaafkanmu chagi

‘nee, gwenchana. Kau sedang apa??’ tanyaku basa-basi

“boleh aku duduk disini?” Tanya heechul padaku

“ah, nee, silahkan. Kau mau?” aku mempersilahkannya duduk, lalu menawarinya cokelat panas yang sengaja aku bawa

“ah, gomawo. Aku disini sedang jalan-jalan. Eh melihat kau dengan namja tadi. Aku hanya memperhatikan tak enak mengganggu” heechul menyambut minuman yng aku tawarkan. Mwo? Dia melihatku, ah pasti dan Kyuhyun

“oh, Kyuhyun, dia sahabatku. Sedang mengerjakan tugas. Lihat” aku menunjukkan buku matematikaku

“kau handal ya matematika? Ajari aku bisa? Hahaha” omo suaranya ketika tertawa *boleh aku pingsan sebentar??* #plaak *no way*

“aniyo, Kyuhyun yg mengajariku, aku tidak pintar. Harusnya kau datang saat kami sedang belajar tadi. Hahaha. Oh iya, kau sekolah apa kuliah?” aku mulai basa-basi lagi menanyakan dimana dia sekolah

“masa kau tidak mengenalku? Ayo ingat-ingat!” aish, aku paling malas mengingat

“ah, mianhae, tidak tau” aku meminta maaf karena ya aku malas mengingat

“sekitar 1,5 bulan yang lalu, aku di terima sebagai tutor di Exelent  Power, tempat lesmu, Lee Soo Ra, right??” mwo? Dia ingat namaku. Ya Tuhan, aku rela mati besok. Ah sial, andwae, nanti oppa ku stress.

“aa— kau pengganti jungsoo oppa kah?? Mengajar Bahasa Inggris?” astaga iyaa, makanya aku merasa pernah melihat dia waktu itu

“nee, aku mengajar TOEFL Preparation, Conversation, dan Grammar di kelas ajaran hyung-nim. dan masalah kuliah, aku kuliah di KyungHee jurusan sastra, baru semester 2 kok” oh, arasso, ya mulai sekarang aku akan sering bertemu dengannya, tak apalah beda 2 tahunan

“oh iya, ini. Untukmu, oppa” aku memberikan gantungan kucing untuknya

“hahaha. Untukku? Gamsahamnida, soora” heechul senang pemberianku, syukurlah. Aku suka melihatnya tersenyum, cantik. Tunggu, hyung-nim? Mwoo??

“mworago? Hyung-nim? Apakah kau adiknya Jungsoo oppa?” oh my gosh, aku ingat, jungsoo oppa bilang dia punya adik tiri.

 

Sewaktu camp dia pernah bercerita, dia memiliki adik tiri. Walaupun tiri, mereka saling menyayangnyi. Inikah adiknya? Adik kesayangannya?