Gorgeous (Part 4 – Last)

Kyu yang memang bisa spontan melakukan hal-hal yang bisa membuatku ingin mati karena tertawa geli. Yah, walaupun tak jarang, sering di buat-buat, tak mengurangi keisengannya. Gamsahamnida, uri, Cho Kyuhyun.

 

“kita ke sekolah dulu, izin. Nanti balik lagi. Kajja, kyu” aku menari Kyu kursi. Lalu aku pamitan pada jungsoo oppa & donghae oppa. dan tentu saja pada Heechul

“chulie, aku ke sekolah dulu. Sebentar saja. Nnati aku kembali. Arasso” aku memeluknya erat. Mencium wangi tubuhnya dalam-dalam. Melihatnya begini rasanya sesak nafas. Jungsoo oppa tersenyum melihatku. Setelah itu aku dan Kyu pamitan ke sekolah

 

** 2 jam kemudian **

Sedang tenang-tenang berjalan ke arah rumah sakit. Tiba-tiba Kyu mendapat telpon dari donghae oppa bahwa ada masalah pada heechul. Kami akhirnya berlari ke rumah sakit. Mengapa firasatkuu tak enak.

“Heechul, tunggulah aku” bathinku

 

** di rumah sakit **

Jungsoo oppa menangis di pintu. Donghae oppa terdiam melihat ke arah dalam. Ada beberapa suster yang keluar masuk dengan wajah sedih. Ada apa ini? Dadaku sesak rasanya

“kajja” kyu menggandeng tanganku kea rah kamar heechul. Jungsoo oppa tambah menangis melihatku. Donghae oppa menepuk pundakku

“ini surat dari heechul” jungsoo oppa menyodorkan surat untuknya yang katanya dari heechul. Apa-apaan ini. Aku mulai takut

“masuklah. Kyu temani dia” donghae oppa menyuruhku masuk, dan Kyu menyuruhku masuk. Dari pintu, aku melihat heechul tanpa semua peralatan seperti tadi. Dari pintu aku melihat Heechul tersenyum. Dari pintu aku melhat tangan tangan heechul di atas tangan kirinya. Dari pintu, aku menyadari, Heechul ku sudah tiada. Aku menangis, dan berlari ke arah Heechul

“chulie, chulie. Bangun! Yaa!! Bangun!!” aku berteriak di samping tubuh chulie yang sudah tak bernyawa. Ya Tuhan, inikah Chulie ku. Chulie yang sangat aku cintai

“soora, sabar. Kau harus tabah demi heechul” di sampingku ada Kyu yang menenangkanku. Tak tau mengapa, siasat ini tak berhasil. Aku menangis. Menangis keras

“chulie. Kau jahat padaku. Kan ku sudah bilang, tunggu aku!! Mengapa kau meninggalkan aku sekarang!! Jawab chulie, jawab” tangisku menjadi-jadi. Kyu menepuk pundakku pelan

“buka dan bacalah surat itu, soora. Sesaat setelah kau pergi, chulie siuman. Dan langsung menulis surat itu untukmu. Sekarang bacalah” ujar jungsoo oppa. jungsoo oppa di sampingku sekarang, dan donghae oppa memelukku dari belakang tuk menenangkanku

Aku membuka surat itu perlahan. Aku berhara bisa tenang dan tidka menangis lagi membaca suratnya. Tapi aku salah, aku menangis semakin keras dna makin tak terkendali, dan menyebut namanya berukang kali seperti orang stress

“heechul! Kim heechul! Kim Heechul! Heechul~~~!” dadaku sesak. Sakit, sangat sakit. Sedalam itulah kau mencintaiku, chulie.

“saranghae, jeongmal saranghae chulie-ah~!!” donghae oppa langsung membalikanku dan memelukku erat. Donghae oppa yang tadinya diam, ikut menangis. Kyuhyun yang tadinya datar, membekap mulutnya dan menangis. Suster-suster yang tadinya di luar, semua masuk ke dalam, dan menangis bersamaku. Menangisi kepergianmu chulie

“sejak kapan, oppa?? sejak kapan?” tanyaku padaku jungsoo oppa. jungsoo oppa mendekatiku dan tersenyum

“6 bulan sebelum kau bertemu dengannya, dia divonis kanker. Saat itu diasama sekali tak peduli hidupnya. Sampai kau dating mengisi hari-harinya, dan memberinya kebahagian di hari terakhirnya. Gamsahamnida, Lee Soo Ra” jungsoo oppa sudah tersenyum, kyuhyun sudah tersenyum, donghae oppa sudah tersenyum. Haruskah aku tersenyum melihatmu seperti ini chulie? Haruskah aku tersenyum di saat aku tau kau tak ada di sampingku lagi? Haruskah aku melakukan itu?

“yaa!! Kim Heechul. Saranghaeyo, jeongmal saranghaeyo!” aku menangis di samping tubuhnya. Menangis sepuasnya hingga aku bisa memutuskan aku bisa untuk tidak menangis

 

“selamat jalan, kim heechul. Terima kasih. Tenanglah di sisi-Nya”

Penghormatan terakhirku untuk Kim Heechul.

Cinta pertamaku, Pacar pertamaku, dan Ciuman pertamaku

 

** 1 tahun kemudian **

 

Ku buka kembali surat yang dulu heechul berikan padaku. Sudah 1 tahun sejak dia pergi selamanya. Amanatnay belum ku jalankan sempurna. Namun jika sudah saatnya aku pasti bisa. Sekarang bila aku melihat surat in, aku kan tersenyum. Karena aku tau Heechul menjagaku dari sana

“ayoo berangkat” teriak Kyuhyun dari luar rumahku

“chakkanman” aku merapikan surat dari heechul ke dalam kotak pribadiku. Setiap melihat kotak ini, semangatku kembali

“aku berangkat dulu ya, chulie. Saranghae” bicaraku pada kotak itu

“Lee Soo Ra~~~” kyuhyun mulai berteriak lagi. Aku cepat-cepat turun, berpamitan dengan donghae oppa, lalu menghampiri Kyuhun. Kami naik sepeda ke sekolah bersama

Ketika aku memboceng kyuhyun, tak tau mengapa aku merasakan ada heechul di sampingku dan tetap menjagaku. Ku seperti melihat bayangan heechul melambai di pagar rumahku, dan aku tersenyum padanya. Lalu bayangan itu hilang. Aku tau, kau tak akan pernah benar-benar pergi, Chulie.

 

Jeongmal Saranghaeyo, Kim Heechul.

Tunggu aku suatu saat nanti ya. Aku akan bersemangat untuk bagianmu juga.

Bantu aku dari sana yaa~

 

“Hey, Kim Heechul. You’re so Gorgeous”

 

 

– FIN –

 

untuk suratnya silahkan buka DISINI 🙂

Gorgeous Letter 🙂

Advertisements

Gorgeous Letter

terima kasih atas kebahagiaan yang kau berikan.

terima kasih atas kasih sayang yang kau curahkan.

terima kasih atas rasa cinta yang kau antarkan. sekali lagi terima kasih atas semuanya.

 

tak bisa ku pungkiri kau membuat keajaiban besar di dalam hidupku.

 

ingatkah saat kita bertemu? sebenarnya saat itu aku ingin pergi ke suatu tempat. ku percepat langkahku saat itu. dari jauh ku perhatikan ada seorang yeoja berambut hitam panjang bergelombang membawa banyak buku. mungkin karena terlalu fokus, aku jadi menabrakmu, dan membuatmu terduduk.

 

ketika kau menatapku, saat itu aku mulai cinta padamu.

ketika kau berdiri dan tersenyum padaku, saat itu aku mulai cinta padamu.

ketika kita bertemu di taman, saat itu aku mulai cinta padamu.

ketika kau tertawa bersamaku, saat itu aku mulai cinta padamu.

ketika kau memberikan gantungan kucing padaku, saat itu aku mulai cinta padamu.

ketika kita berpisah di taman dan kau melambaikan tangan padaku, saat itu aku mulai cinta padamu.

 

sudah 1 minggu aku di sini. alasanku kepada yang lain adalah ada urusan keluarga. tapi kau tau, sebenarnya aku disini sendiri, dan kesepian. bogoshipoyo.

 

selama lebih dari 1 minggu aku terus menatap gantungan yang kau berikan. aku berharap aku bisa bertemu denganmu lagi nanti.

 

akhirnya setelah 2 minggu tak bertemu, kita bisa bertemu. ingatkah pada pertemuan kita yang tiba2 di toko buku saat itu? aku mengikutimu sebenarnya. mulai dari kau berangkat ke sekolah, sampai kau ke toko buku. aku mengikutimu. maafkan aku, sungguh.

 

ketika kita makan ice cream di kedai, saat itu aku mulai cinta padamu.

ketika kau membersihkan ice cream di mulutku, saat itu aku mulai cinta padamu.

ketika kita menembus hujan setelah dari kedai, saat itu aku mulai cinta padamu.

ketika kita berteduh dan kau memelukku tiba2 karena petir, saat itu aku mulai cinta padamu.

 

2 hari kemudian, kau menelponku tuk mengajak jalan-jalan. aku setuju, tentu saja. kau tau, aku lompat-lompat karena girang. jungsoo hyung keheranan. setelah berjalan-jalan cukup lama denganmu, ku putuskan membelikan dress untukmu. dress saphire blue yang sedikit mewah di malam hari. dan kau sangat senang. kau tau, aku lebih senang saat itu.

 

aku menjalani hidupku selalu datar, sampai kau datang membuat gelombang. tak pernah ada rasa atau berpikir terlalu berat, sampai kau datang dan membuat pikiranku penuh akan dirimu. sebelumnya tidak ada hal yang membuatku takut. namun setelah bertemu denganmu, aku mulai ada rasa takut.

 

takut kehilanganmu

takut tak lagi bertemu denganmu

takut menyakitimu

takut membuatmu marah

takut salah tingkah

dan

takut terlalu mencintaimu

sehingga aku

takut melepasmu

takut meninggalkanmu

takut membuatmu menangis

takut membuatmu sedih

 

ku coba menghindarimu

ku coba melupakanmu

ku coba mengabaikanmu

 

tapi tak bisa

 

setiap sms yang kau kirimkan setiap hari membuat kekuatan baru untukku. walaupun aku tak pernah sekalipun membalasnya, kau tetap menyemangatiku. saat itu bukan aku tak ingin membalas semua pesanmu. tapi aku hanya ingin mencoba tanpamu

 

1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari, dan 5 hari terakhir ini adalah batas mampuku menjauhimu. aku putuskan akan selalu bersamamu, sampai aku benar-benar sudah tidak bisa lagi bersamamu. oleh karena itu aku menelponmu, dan meminta bertemu di taman. kau datang dengan dress yg aku berikan waktu itu. sangat cantik

 

Tuhan, dia adalah gadis terindah, tercantik, dan terbaik yang kau pertemukan padaku

 

ku katakan aku sangat mencintaimu, dan kau langsung memelukku erat. aku senang kau peluk aku. dan kau juga katakan kau lebih mencintaiku. tapi cintaku jauh lebih besar, chagi. kau tau, kau adalah cat minyak dan aku adalah kanvasnya. kau torehkan warna-warna indah dalam hidupku yang putih ini. sangat terima kasih.

 

1bulan, 2bulan, dan sampai di bulan ketiga, aku pikir semua baik-baik saja. namun ternyata aku salah. semua menjadi lebih, bahkan sangat amat buruk

 

ingat waktu kita jalan-jalan di myeongdong kemarin? pagi itu aku pusing, aku merasa lemah, dan aku berpikir inikah waktunya?? namun aku tegaskan pada diri ini “kau pasti bisa”, dan benar aku mampu menemuimu di myeongdong. jalan-jalan, dan makan sampai sore hari tiba. kau mengajakku pulang lewat taman, tapi aku merasa badanku sudah di pada batasnya. sekali lagi aku berpikir “aku pasti bisa”, dan benar aku mampu sampai taman, dan duduk berdua denganmu. ketika kau mengajakku dansa mengikuti aliran musik, aku merasa lagi bahwa tubuhku benar-benar sudah di ambang, dan aku sekali lagi berpikir “aku pasti bisa”, dan sayangnya aku salah. aku pingsan bukan?? maaf membuatmu panik, dan repot saat itu. sungguh maaf

 

untung aku masih bisa bertahan, dan untung kau belum tau semua. aku hanya ingin kau dengar dariku sendiri. tapi sepertinya tidak mungkin. aku mendengar kau pamit ke sekolah agar bisa izin hari ini. tapi aku pura-pura diam, walaupun aku mendengarmu dengan jelas, sungguh maaf.

 

saat itu aku benar-benar berpikir, tubuhku sudah berada di puncak. sudah berada pada batasnya. sudah berada di ambang.

 

aku menulis surat ini agar kau tau bahwa aku beruntung, dan sangat bahagia bertemu denganmu sebelum waktuku. singkat namun sangat padat.

 

3 bulan sebelum bertemu denganmu, aku divonis terkena kanker otak stadium 3, hampir stadium 4. saat itu hidupku langsung datar. aku tetap bersemangat namun aku merasa kosong. jungsoo hyung tau mengenai hal ini, dia pura-pura tegar. namun aku sering melihatnya menangis di kamar. tolong katakan padanya “mianhae, hyung. neol saranghae, jeongmal saranghaeyo”. tepat beberapa saat setelah hatiku mati rasa, aku dari jauh melihatmu berjalan. dengan sedikit pancaran sinar matahari di kulit putihmu. matamu yang indah. rambutmu yang panjang membuat hatiku bergetar. setelah itu, aku mulai mencari tau semua tentangmu. namun tidak bisa total. jika aku total mencari tau tentangmu, tentunya aku tak akan ada disini dan menulis surat ini

 

namun aku bertekad untuk bertemu denganmu, dan mengatakan aku mencintaimu. dan sampai detik ini, aku sangat sangat amat mencintaimu. tak pernah ada yang lain selain dirimu

 

mungkin saat kau baca surat ini, aku sudah tidak ada di dunia ini. aku sudah pergi. tapi percayalah satu hal, bahwa aku selalu di hati dan hidupmu. aku akan selalu menjagamu, mencintaimu, dan melindungimu dari atas sana. aku akan menjadi langit, dimanapun kau berada aku tetap bisa mengawasimu. jika ada yang menyakitimu, aku akan turun dan memukulnya untukmu

 

bahagialah dengan Kyuhyun. kau tau, dia sangat mencintaimu. dia melepasmu ke pelukku dengan senyuman. itu menandakan seberapa besar hatinya untukmu.

 

ingat, kau harus tersenyum, dan bahagia. sekarang kau harus bisa tunjukkan padaku, bahwa kau bisa dengan atau tanpa aku. mengerti??

 

oh iya, aku juga mau jujur. sebenarnya aku juga tak tau sejak kapan berpikir aku mulai cinta padamu. karena perasaan ini terus tumbuh dan semakin dalam seiring berjalannya waktu. Dan jika di tanya sesungguhnya sejak kapan aku mencintaimu, aku akan menjawab “sejak dulu aku sudah sangat mencintaimu”

 

“nee, mianhanda, saranghanda, gamsahamnida, uri Lee Soo Ra

 

“You Are So Gorgeous”

 

 

with love,

Kim Heechul