And I Love You [Last Part]

And I Love You

Cast:

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Cho Nara

Support Cast:

Chaerin, Soora, Eunji, Wooyoung (2PM), Yesung & Donghae (Super Junior), HyunJoo

Length: LAST PART ~ ^^

Genre: Friendship, Romance

Rate: AG (All Age)

Author: Nana

Notice: makasih banyak yaa, yang udah baca FF ini dari prolog, part 1, part 2, part 3, part 4, dan part 5, part 6, dan ini last part. Maaf selama ini FF ini rada autis (sama kayak authornya ^^~). kalau bisa baca ff last part ini sambil denger lagu-lagu yang jadi backsoundnya yaa. Aku udah pasangin bagian yang paling pas sama lagu itu 😀 Happy Reading Guys ^^

.

————————-

.

Kyuhyun

today is Nara birthday !!

.

“saengil chukkae, uri nara!!” aku mencium keningnya

“gamsahamnida, yeobo~”

“mwo? yeobo??” ini pertama kalinya dia begitu manis saat memanggilku yeobo

“waah, aku jadi melting” aku langsung memeluknya erat

“today is my birthday eve. i hope we’ll be happy together, Kyu” ujarnya sambil meniup lilin di cupcake

“maaf ya, pagi ini meniup lilin di cupcake~” ujarku, lalu ia tersenyum

.

*chuu~*

.

“tak perlu ada apapun. yang paling penting dalam hidupku kini adalah kau dan bayi ini. love you so much” ia tiba-tiba mencium bibirku, aku kaget, dan tentu saja sangat senang

“love you so much too dear” ujarku memeluknya lagi. entah mengapa aku selalu ingin memeluknya saat ia hamil seperti ini. makin hari, makin yakin bahwa aku memang sangat mencintainya

.

**kriing*kriing**

“yeobseyo”

“ah!!”

“ne~ gwenchana”

“arasseo”

“see you there~”

**kliik**

.

“nugu si??” tanya Nara padaku

“wooyoung~ ia mengabari kalau ia sedikit telat karena ada tugas” Nara mengangguk, lalu membelai perutnya yang makin membesar. senyumannya makin hari makin lebar dan selalu riang

“kau senang??” tanyaku sambil merangkulnya dari samping

“kau tau Kyuhyun! ulang tahun ini aku sudah ada kadonya~” ujarnya senang. kado? bahkan aku belum memberikan apapun padanya, dan yang lainnya pun belum

“kau dan dia adalah hadiah terindah!!” imbuhnya sambil menunjukku dan calon bayi di perutnya

“hey, cho Nara, i love you !!” ujarku mengecup keningnya

“hey, cho Kyuhyun, i love you too !!” ia memelukku erat. kau tau Nara, aku sangat amat mencintai kalian berdua. bantu aku menjadi yeobo dan appa yang baik yaa~

“kajja~” ia menarikku tak sabaran. kami langsung menuju parkiran dan berangkat ke cafe di dekat sini. semua sudah menunggu

.

.

@ CAFE

“Nara!!!” Chaerin memanggil Nara, dan Nara langsung berlari ke arah Chaerin, aku kaget~

“yaa!! pelan-pelan, yeoja tak berotak!!” aku takut ia terjatuh!! dasar, dangkal. tidak memikirkan akibatnya!!

“saengil chukkae babo yeoja~” ujar soora dengan wajah sebalnya

“aigoo~ kau hampir membuatku jantungan Nara!!” yesung menjitak Nara karena kesal dengan tingkahnya

“3 bulan lagi jadi eomma tapi tingkahnya begini. astaga, Tuhan!!” ujarku sambil menepuk keningnya

“aduh aku migrain!!” ujar donghae memegang kepalanya

.

“apa aku masih cantik??” tanya Nara, dan kami semua tertawa

“kau selalu cantik, uri Nara~” ujar Donghae dengan senyuman playboynya. walaupun aku tidak sekelas dengan mereka, aku sudah sedikit paham mengenai mereka. mereka yg slalu menjaga & merawat Nara di sekolah dulu. gamsahamida~

.

“waeyo, chagiya??” tanyaku pada Nara. ia terdiam memandang perutnya

“aniyo~ aku sangat menyayangi bayi ini, Kyuhyun! kau tau, aku bahagia” ujarnya dengan senyum sumringah, dan aku memeluknya

“kalian ini~ membuatku iri!” teriak Soora dan Eunji berbarengan

.

“hey chagi, kau tau, kau akan punya banyak appa dan eomma setelah kau lahir~” ujar Nara sambil menaik turunkan alisnya, dan donghae memeluknya

“aigoo~” ujar chaerin, eunji, dan soora lalu ikut memeluk Nara. dasar, kawanan aneh~ bahkan chaerin ikut setengah gila seperti mereka

.

** 45 minutes later **

.

“Kyu, kemana wooyoung?” tanya Nara geregetan padaku. dan ini pertanyaannya yg ke 9 sejak 45 menit yg lalu

“sabar ya, Nara” ujarku sabar menanggapi pertanyaan Nara dan aku langsung mendapat tepuk tangan dari mereka

.

“uri Kyuhyun cool sekali! bhahaha~ kalian dengar??” ejek Chaerin dan Soora tertawa terbahak-bahak, dan aku, tentu saja datar!!

“ah, chakkanman, aku keluar sebentar” ujar Nara sambil bangkit dari tempat duduknya

“mau ku antar??” ujarku, lalu ia menggeleng pelan dan berjalan meninggalkan kami

“hati-hati, Nara!” teriak Yesung dan Nara mengangkat ibu jarinya

.

“mau dinamakan siapa anakmu?” tanya yesung sambil menikmati choco almondnya bersama Donghae

“tak tahu~ seperti apapun yang Nara berikan, itu yang terbaik” ujarku berwibawa dan chaerin tersenyum mengangkat 2 jempolnya

“aku tiba2 ingat saat mendengar kabar Nara mau menikah. hahaha. kau tau, aku hampir jantungan~” ujar yesung geli “ku pikir ia bercanda, tapi 2 hari kemudian ia benar2 mengundang kami”

“aku jauh lebih shock!! aku sedang membuat cake, dan mendengar kabar itu, cake-ku gosong. aish” gerutu eunji lalu donghae tertawa terbahak-bahak

“setelah putus dariku 2 tahun, aku tak pernah mendengar ia pacaran lagi” ujar chaerin “tapi, ia bilang ‘chaerin hari ini aku menikah’, kau tau aku berpikir kasihan yeoja itu. hahahaha~”

“astaga~ hahhaa” Donghae tertawa geli sambil melempar kentang ke arahku

“yaa!! jahat sekali!! jeongmal nappeun chingu-ya” aku menggerutu kesal, namun aku bangga, sekarang mereka sahabatku

.

** 15 minutes later **

.

karena terlalu lama, kami semua menyusul Nara, dan ternyata ia ada di sebrang jalan sedang melihat poster

“aigoo, apa yg Nara lakukan disana?” gerutu Yesung

“Nara, ppalli ireona” donghae berteriak di sampingku

“sedang apa???” teriakku padanya

“melihat gaun itu! indah sekali, Kyuhyun~” teriaknya dari seberang dengan bangga. entah mengapa ia bangga dengan gaun yang bukan miliknya. senyumannya yg seperti ini adalah alasan aku begitu mencintai yeoja tak berotak ini~

“babo yeoja. hahaha~” aku meledeknya namun ia tetap tersenyum

.

“truk itu aneh yaa” ujar Chaerin

“ada apa??” sahut yesung

“jalannya tak teratur, belok-belok” ujar Eunji

“geurae” ujar chaerin

.

“ah truk itu!!!” teriak soora “truk itu ke arah Nara!!”

“astaga!! nara!! pergi dari sana!!” aku melambai-lambaikan tangan dan mencoba menyebrang. tapi sulit karena lalu lintas begitu padat

“Nara!!! awaaas” yesung dan eunji teriak bersamaan

“ada apa??” teriaknya. nara tidak melihat ada truk mendekatinya. truk seperti itu tak bisa melihatnya, bodoh!!

“ada truk!!!” soora berteriak dan menunjuk ke arah truk. Nara tetap diam di tempat dengan wajah bingung

“Nara!!!!” aku melambaikan tangan agar ia menjauh dari sana. ia tidak menanggapinya

.

*** ciiiittt ***

*jegeeerrr*

.

“Nara!!!!!”

.

Nara tertabrak di depan mataku dan aku tak bisa menolongnya !!!

.

“aigoo!”

“Nara!!!”

“ya Tuhan, Nara!”

“chagiya!!!”

.

aku berlari ke arah Nara. melihatnya berlumuran darah sambil memegangi perutnya

.

“nara!!”

“nara!! bertahan!!”

.

“Kyuhyun! anakku~ aduh sakit, Kyuhyun” Nara merintih kesakitan. chaerin sigap menelpon ambulans, yesung & donghae mengamankan pengemudi truk, Eunji dan Soora menolongku membopong Nara

.

@ ambulans       

“Kyuhyun, anak kita tak apa-apa??” tanya Nara dengan napas setengah tiang saat di ambulans

“ia tak apa-apa!!” ujarku “yang penting kau tak apa Nara!!” aku menangis melihatnya begini, berlumuran darah

“Kyuhyun~ yang lain mana??” tanya Nara saat melihat sekeliling

“kita di ambulans~ yang lain naik mobil” ujarku menenangkannya

“aku tak mau kehilangan anakku! aku mau hidup!! Kyuhyun!!” ia menangis. suster terus membantunya relaks. ia tidak boleh panik, karena ia kehilangan darah sangat banyak

“tenangkan emosimu agassi” ujar suster itu sambil sibuk memasang alat pada tangan Nara

“tak apa. utamakan kesehatanmu, Nara!” aku menahan tangis, aku tak mau ia panik “aku yakin ia tak apa-apa”

.

“terima kasih Kyuhyun~ aku sangat mencintaimu. terima kasih Kyuhyun~ kau yang terbaik. terima kasih Kyuhyun~ doakan aku” ujarnya sebelum menutup matanya. ku coba gerakan tubuhnya, namun sia-sia. tubuhnya lemas

.

“Nara!!! Nara!!!”

“yeoja tak berotak! bangun kau”

“jangan macam-macam”

.

ia tidak merespon teriakkanku, lalu suster sigap memeriksa keadaannya dan tersenyum lega

.

“syukurlah~ ia hanya pingsan. ia tak apa-apa” aku lega ternyata ia hanya pingsan. ku mohon Nara, jangan main-main. aku tak bisa tanpamu. jangan tinggalkan aku

.

@ Hospital

** UGD **

kami semua berdoa dan menangis. bahkan asma Chaerin kumat saat menangis. kami sangat takut terjadi apa-apa padanya. Tuhan selamatkan Nara dan anakku~

.

Wooyoung

 

**kring kring*

“yeobseyo!!!”

“kalian dimana, aku sudah di ….”

“nara kecelakaan!! cepat ke rumah sakit!!”

“jangan bercanda Eunji”

“aku tidak bercanda bodoh!!”

“dimana??”

“seoul int. hospital!!!. ppalliwa Wooyoung”

**klik**

.

saat Eunji menelponku bahwa Nara tertimpa kecelakaan, aku langsung berangkat ke rumah sakit. sesampainya di rumah sakit, ku lihat semuanya berkumpul. tangisan dari semuanya yang membuat aku hampir sesak napas

.

“wooyoung!! nara~ nara~” soora menangis dan menunjuk-nunjuk ruang UGD. ku lihat asma chaerin kambuh, dan baju Kyuhyun & Eunji berlumuran darah

.

apa ini arti dari tanda-tanda saat Nara mengatakan kalimat itu beberapa hari yg lalu??

.

‘kau bantu aku jadi appanya ya’

‘bantu aku mengawasi kyuhyun’

‘ajarkan anak ini agar menjadi penyanyi dan dancer yang baik ya’

‘bantu ia agar selalu tersenyum’

‘jika yeoja, panggil dia seperti kau memanggilku’

‘jadi namja yang baik yaa’

‘pintar-pintar tahan emosi ya’

.

“kita berdoa saja~ kau juga Kyuhyun, yang tabah!” ujarku melihat Kyuhyun, padahal hatiku juga berantakan. aku sungguh stress

.

raut wajah Kyuhyun sangat menyedihkan. jujur aku sangat sedih ketika mendapatkan kabar Nara kecelakaan. perasaanku sangat tidak enak sejak menerima telpon Eunji. khawatir dengan Nara, dan calon bayinya. Kyuhyun sangat terpukul bila kehilangan salah satunya, apalagi dua-duanya. semoga semuanya baik-baik saja~

“NARA, Little Nara, bertahanlah”

.

“ah lampu sudah mati” ujar yesung yang langsung sigap berdiri menghampiri dokter

“bagaimana Nara??” tanya yesung panik, dan dokter hanya diam

“bagaimana istri dan anakku??” tanya Kyuhyun dengan nada keras

“hanya ada 2 pilihan yang akan hidup, tuan. bayi anda atau istri anda” ujar dokter pada Kyuhyun

“mwo??” aku dan Donghae shock mendengarnya. berarti hanya Nara atau little Nara yang selamat?

“tapi ia lebih memilih bayinya, dan, maaf yang sebesar-besarnya, saya tidak bisa menolong istri anda~” imbuh dokter, dan langsung membuat kami menangis

“maksudnya, uri Nara??” donghae tak mampu menyelesaikan kalimatnya, ia langsung terduduk di lantai dan menangis

.

“Nara!!!!” Kyuhyun berlari ke dalam. aku tak habis pikir, mengapa hidupnya harus seperti ini. hey, Nara kau tau, KAU YANG TERBAIK !

.

Kyuhyun

baru saja ku dapat kabar gembira kalau Nara hamil 4 bulan. baru 3 bulan aku merasakan menjadi suami dan calon appa. baru saja aku bahagia dan bangga dengan hidupku ini. tapi setelah menginjak 7 bulan, aku harus kehilangan Nara !!

Tuhan, aku sangat berterima kasih kau selamatkan anakku, tapi mengapa kau mengambil Nara ! aku baru saja mencintainya, Tuhan !!

Mengapa Tuhan, mengapa?

.

*backsound: Coagulation – SJ KRY *

.

“hey yeoja tak berotak~ bisa kau bangun sebentar? aku hanya ingin bilang aku juga mencintaimu. sangat amat mencintaimu” ujarku pada Nara yang sudah tertidur lelap untuk selamanya. aku menciumnya dan memeluknya terakhir kali. hatiku hancur melihatnya seperti ini. mengapa kau tinggalkan aku seperti ini

“ya!! Nara!! waeyo!!” aku memeluk Nara erat, tak peduli satu ruangan menyuruhku tabah, persetan dengan tabah!! rasanya terlalu sakit dengan kata itu

.

“tuan, ini anak anda~” ujar seorang suster, ia menepuk punggungku

“he?” aku menghapus air mataku dan melihat bayi lucu yang di gendongnya

“selamat, anak anda laki-laki. matanya mirip dengan eommanya” imbuh suster itu, lalu ia memberikan bayi ini kepadaku. aku tersenyum melihat bayi ini menggeliat

“kau seperti eommamu” ujarku memeluk dan mencium bayi ini

“sabar ya kyuhyun” ujar wooyoung, dan aku mengangguk

“tuan, maaf, umur anda dan istri anda berapa?” tanya salah seorang suster dengan membawa buku catatan

umurku 18, dan sebenarnya, hari ini Nara tepat berusia 18 tahun” dokter dan suster-suster shock mendengar bahwa hari ini adalah ulang tahun nara. aku kembali melihat Nara

“lihat, itu eomma. ini pertama dan terakhir kali kau lihat eomma. mianhae, chagiya” ujarku pada bayi ini, dan semua temanku menangis, terutama wooyoung.

mungkin ia namja yang paling menderita melihat kepergian Nara~ kau rela memberikan Nara, tapi aku malah melepaskan Nara dan memberikannya kepada Tuhan “mianhae, Jang Wooyoung”

.

Nara pergi di hari ulang tahunnya yang ke 18 tahun, dan di hari yang sama saat kau melahirkannya, 3 november yang kelam. di satu sisi jika ku rayakan ulang tahun anak ini kelak, aku sangat senang karena ia akan tumbuh besar. namun di lain sisi, hatiku hancur karena di hari yang sama kau tinggalkan aku selamanya, Cho Nara~

.

“Jalgayo uri Nara. I will always love you~ tunggu aku disana yaa” ujarku menatap dan mencium Nara tuk terakhir kalinya. mencoba tabah mencintainya, dan mencoba mengerti, ada rahasia di balik ini semua

.

* 9 days later *

.

selama 9 hari aku tinggal di rumah appa & eomma. aku tak bisa bangkit beberapa hari. namun anak itu menyadarkanku bahwa aku harus bangkit dan membesarkannya. anakku sedang bersama appa dan eomma Nara. chaerin akan membawanya pulang kemari hari ini bersama wooyoung

“lebih baik ku rapikan kamar Nara, agar ia tau kamar eommanya” entah mengapa saat mengatakan kata ‘eomma’, aku ingin menangis. aku harus membesarkan anak ini tanpa Nara. padahal waktu itu dia sangat semangat membesarkan anak ini. dan anak ini tak punya kesempatan memanggil ‘eomma’ pada Nara

.

* cekreeek *

.

semuanya masih sama saat terakhir kali ia tidur disini. semuanya masih tersusun rapi pada tempatnya

.

“hey, Nara, aku sangat amat merindukanmu~” aku mencium photo pernikahanku yang terpajang cantik di pigura kamar Nara. terima kasih telah memajangnya di sini~

.

“buku apa ini??”  di samping photo ku temukan buku tipis, bertuliskan ‘KyuNara’ di tengah. aku penasaran lalu membukanya halaman perhalaman

.

my name is Han Nara. but now i’m Cho Kyuhyun’s wife. so i become Cho Nara~” tulisan rapi di halaman pertama buku ini. ku jadi tambah merindukan senyumanmu, Nara. ku buka halaman kedua, dan halaman berikutnya~

.

———————

menikah dengan namja sialan~ harusnya ku biarkan dia sakit saja

———————–

sombongnya. aku bisa pulang dan pergi ke sekolah tanpamu. cih~

———————–

mendengar Wooyoung mengungkit-ungkit awal pernikahanku dengan Kyuhyun sangat membuatku sesak

————————

Gikwang oppa menyuruhku melepaskan Kyuhyun atau Wooyoung. aigoo~

————————

aku tak tau sejak kapan aku mulai mencintainya. i love you, Kyuhyun

——————

kalimat kasarnya menyakitkan, tapi aku harus bertahan. may i love you, kyuhyun

——————

Chaerin yeoja yang sangat cantik. aku iri dengannya 😦

——————

Wooyoung, masih adakah jalan kembali padamu??

——————

Aku terus mencintaimu, meski aku sudah mulai mencintai yg lain. bantu aku melupakanmu, wooyoung

——————-

I miss you already, uri wooyoung

——————–

Tuhan, bantu aku melepaskan wooyoung

——————–

Hey, kyuhyun, terima kasih 1 hari ini. love you

——————–

semoga kisah ini terus berlanjut ya Kyuhyun

———————

terima kasih dukungannya, Kyuhyun. i love you ~

——————–

kau tau Kyuhyun, senyuman manismu kekuatan untukku. tapi kalimat kasarmu adalah pisau di jantungku

——————-

jika kau tidak bisa perlakukan aku sebagai istrimu. setidaknya perlakukan aku sebagai seorang gadis ~

——————–

Wooyoung, aku menangis lagi. sangat amat sakit karena Kyuhyun

———————-

KyungHee!! semoga aku bisa!!

*praying*

———————-

bagus, mereka berpelukan!! okay, say goodbye with my feeling to Kyuhyun

———————

aku melepasmu Kyuhyun~ bahagialah

———————

Wooyoung, tetaplah disini

———————

you’re my strength now, wooyoung. PLEASE, be strong, boy

———————

kembalikan hatiku, Kyuhyun!!!

——————–

jangan berlaku manis lagi. kumohon, Kyuhyun

———————-

Waseda? KyungHee? bagaimana ini??

———————–

sabar ya Kyuhyun, setelah lulus SMA, kita pasti berpisah. dan kau akan kembali ke Chaerin

———————-

terima kasih tuk hari yang indah, Jang Wooyoung

———————-

mencoba menjalani hidup ke Jepang tanpa kalian~

———————-

Happy Birthday Nara~ Kyuhyun melupakan ulang tahunmu. ah gwenchana~

———————-

Merry Christmas & Happy New Year Cho Kyuhyuh, Jang Wooyoung

———————-

mencintaimu tak semudah ku bayangkan, Cho Kyuhyun!!

———————-

Selamat Ulang Tahun namja tersayang. i love you, cho Kyuhyun

———————-

Happy 1st annivesary, i hope this would last forever Kyu. really love you so much

———————-

I Love You both WooKyu 😦

———————-

forget it, Nara. let Kyuhyun go

———————-

Tugas ini menggila~

———————-

Happy Sweet Seventeen Nara~ love you, WooKyu

———————

Merry Christmas, Kyuhyun. love you

———————–

semakin ku ingin melepasmu, rasa ini semakin tumbuh ~

———————–

aku mencintainya! sangat mencintainya! tak mungkin bisa melepasnya!!

———————–

Cho Kyuhyun ! Cho Nara !

whatever!!!

———————–

hari ini aku putuskan tuk mencintai Kyuhyun. selamanya!! terima kasih pengakuanmu, uri namja~

———————–

namja bodoh~ jangan tersenyum dengan yeoja selain aku!!!

———————–

he stole my first kiss. i love you Kyuhyun!!! from now and forever

———————–

Happy 2nd anniversary my lovely Kyuhyun! hope this would the last forever~

———————–

Kau tau, kebahagiaan ini baru benaerbenar ku rasakan~ love you

———————–

setelah 2 tahun menikah, akhirnya aku melakukannya~ mulai saat ini, ku berikan hati dan hidupku untuku, Cho Kyuhyun~

———————–

aku tak bisa jika tanpamu. aku tak mau jika tak denganmu~

Love You, Kyuhyun

———————-

aku hamil! aku hamil! sudah 1,5 bulan ternyata. thanks god~ love you Kyuhyun!!

———————–

ia tak tau aku hamil, tapi terus saja membentak dan marah-marah. kau tau Kyuhyun, I Love You So Much~

———————–

bulan ke dua!! vitamin vitamin dan vitamin~

———————–

3 bulan~ cepat lahir ya sayang. beri appa dan eomma warna dalam kehidupan~

———————–

Wooyoung tau aku hamil, dan ia membantuku kemanapun aku pergi. terima kasih, Jang Wooyoung!!

———————–

lucunya Kyuhyun saat cemburu! hahaha~ kelak kau akan mengetahuinya, chagiya~

———————–

Kyuhyun, mulai curiga dengan perutku~ tapi saat ku katakan aku sakit, ia panik bukan kepalang. hahaha, i love you

————————

waah, 4 bulan~ sudah sebesar ini. tak sabar menantimu, chagiya!

————————-

ku katakan ‘aku hamil anakmu, sudah 4 bulan’ padanya, kyuhyun sangat senang. ia memelukku dan benjanji menjagaku. ku tunggu janjimu, yeobo~

———————

bulan ke 6, makin berat. untung bisa belajar dan berpikir dengan baik. terima kasih wooyoung, kyuhyun, chaerin, yesung, donghae, soora, dan Eunji. love you~

———————–

Gikwang oppa shock mendengar aku hamil 6 bulan dan kata ahjumma ia pingsan saat itu juga. hahaha, namun ia sangat bahagia. ia langsung mengirim segala macam baju dan peralatan import dari amerika. aku dan Kyuhyun tak perlu membeli ini dan itu. gamsahamnida oppa~

———————-

appa eomma ku dan appa eomma Kyuhyun termasuk ahra eonni sangat repot membeli ini dan itu. semua beres. tinggal menunggumu sayang~

———————

tugas kuliah membuatku lebih segar, untung ada kalian~

———————

Kyuhyun membuat ramen, tapi airnya sangat amat banyak -_-” ku rasa ini legenda sungan Han. aigoo, Kyuhyun appa~

———————

bulan ke 7. entah mengapa aku sangat amat merindukan Kyuhyun. sepulang kuliah, aku selalu memeluknya. mulai bulan ke 7 ini aku cuti kuliah. hehehe~ ia menjagaku dengan sangat amat baik, walaupun kalimat ‘yeoja tak berotak’ masih tetap ada. hahaha

—————

Love You my husband. we’re KyuNara Ever ~

———————–

Hey, jika yeoja namamu Cho Hyun Ah (Nana). namun jika namja namamu Cho Hyun Joo (Joo). bagus kan~

———————–

aku dan kyuhyun berharap yang lahir adalah namja. karena jika namja anak pertama, ia akan menjadi anak yang baik, dan mencintai kami~

——————-

3 November!! besok aku ulang tahun yang ke 18. My Birthday Eve !! semoga besok menjadi hari tak terlupakan bagi kami. Love You Kyuhyun. jadi namja, yeobo, dan appa yang baik yaa~

——————–

Happy Birthday Cho Nara~

siang ini aku dan semuanya makan siang di luar~ semoga ulang tahunku ini menjadi hal yang terlupakan bagi semua sahabatku~ hey, Kyuhyun, I Love You~

——————–

.

ku balik-balik lagi, dan kosong. tanggal 3 november, hari ulang tahunmu. hari terakhir dimana kau menulis di buku ini, dan hari terakhir dimana aku melihat senyumanmu~ kau benar, hari ulang tahunmu kali ini tak terlupakan, bahkan tuk selamanya, Cho Nara~

“Nara! Nara! yeoja tak berotak~” aku menangis menatap photo pernikahanku dengan Nara. menyesal?? tentu saja, sangat sangat amat menyesal.

.

aku sangat bodoh! menyadari aku sangat amat mencintainya setelah ia pergi meninggalkanku selama-lamanya ~

.

*backsound And I Love You – Yesung ft Luna*

.

“Nara~ neol saranghae! jeongmal saranghae!” aku menangis meraung-raung di atas tempat tidur Nara. tempat tidur ini pasti akan merindukan dekapan hangat Nara ~

.

“he?” ada tulisan kecil ‘Cho Nara & Cho Kyuhyun Forever’ di samping tempat tidurnya

.

“mianhae~ ku mohon kembalilah, Nara! aku tak bisa tanpamu!! ku mohon!!!” aku semakin menangis melihat tulisan kecil itu. aku sesak memikirkan ‘Nara sudah tiada’ ! aku belum bisa menerimanya

.

** plaaaakkk **

.

“hey, lihat dia, ia butuh kau, Kyuhyun! jangan egois!!” chaerin menamparku sangat keras dengan menggendong bayi itu. ku tatap dalam-dalam bayi ini. aku kasihan padanya, ia tumbuh tanpa ada Nara~

.

“bahkan kau belum memberikan nama untuknya~” ujar wooyoung dari arah belakang chaerin

“he need you so much. ne~ little nara~” imbuh wooyoung sambil tersenyum melihatnya

“dia namja, ganti. jangan kau panggil little nara!!” gerutu chaerin pada wooyoung

.

“HyunJoo~” ujarku pada chaerin dan wooyoung

“he?”

Cho Hyun Joo~ Nara yang memberikan nama itu untuk bayi lelakinya” imbuhku, dan wooyoung mengangguk

“hey, Hyunjoo. aku chaerin eomma, ini wooyoung appa, dan itu appamu, Kyu appa~ jika ia berisik tonjok saja yaa” ujar chaerin menatap Hyunjoo

“Joo~ aku akan memanggilnya Joo” ujarku tiba-tiba

“Hyunjoo? Joo-ya? ah bagus juga. hey, little Joo” wooyoung dan chaerin terus menghibur Joo hari ini, dan aku sangat amat berterima kasih pada mereka

“sekarang aku tau mengapa Nara sangat mencintai wooyoung dulu~ namja baik, perhatian, dan ramah” bathinku menatap wooyoung

.

“uri Hyunjoo, kemari appa gendong” aku mengambil Joo dari gendongan chaerin. mulai sekarang aku harus berusaha.

.

sebagai namja berusia 18 tahun

sebagai mahasiswa berusia 18 tahun

sebagai pekerja berusia 18 tahun

sebagai appa berusia 18 tahun

sebagai oemma berusia 18 tahun

sebagai koki berusia 18 tahun, walaupun sebagai koki aku sangat amat jauh dari kata ‘bisa’ !

dan

sebagai sahabat berusia 18 tahun

.

.

** 4 YEARS LATER **

Cho Kyuhyun, 22 years old

Cho Hyun Joo, 5 years old

.

Sejak umur 20 tahun, aku kerja sambil kuliah. Aku juga mencari peruntungan dengan membuka online shop yang menjual berbagai macam game terbaik. Dan sekarang, umurku sudah 22 tahun, semua bisnisku benar-benar berkembang. Ya, aku bisa membiayai kehidupanku dan Joo lebih dari cukup. Mulai belajar memasak, belajar mengurusi Joo, dan belajar apapun untuk kehidupan Joo. Semua itu ku lakukan demi Joo, demi anakku. ~

.

“appa!! dimana kaus putihku??” teriak seorang namja dari arah kamar

“yang mana??” ujarku menyahut

“yang ada tulisan ‘Joo’ nya” imbuhnya, dan aku langsung mematikan kompor dan mendekatinya

.

“Cho Hyun Joo! kausmu semuanya berwarna biru dan putih, jangan bicarakan warna~” ujarku pada Joo, ia tersenyum manis sekali, persis seperti Nara saat tersenyum. namja yang cantik~

“ah iyaa, mianhae, appa, chuu~” pelukan hangatnya, membuatku merasa selalu ada Nara yang menjaganya. sifat manja dan ramah yang di miliki Nara melekat padanya. sehingga membuatku tak kehilangan sosok Nara

“kau menyukai warna yang sama seperti eommamu” ujarku sambil mengacak-acak rambutnya, dan ia tersenyum sangat manis “warna putih~”

.

“appa, aku mau tanya”

“hmm?”

“eomma di surga jadi apa??”

“jadi langit!”

“mengapa?”

“agar kau bisa melihat dan bertemu dengan eomma setiap saat”

“benarkah???”

“benar. eomma akan selalu menjagamu. percayalah”

“menjagaku?”

“ne~ eomma di surga menjadi langit. jika ada yang nakal padamu, eomma akan memberi pelajaran ke orang itu. Ara?”

“Joo sayang nara eomma”

“appa do joha~”

.

saat ini ia bisa menerima bahwa tidak ada seorang eomma yang menjaganya.

aku mengerti ia sangat sedih, tapi ia mewarisi sifatmu, pintar menyembunyikan isi hatinya~ ia bisa bersabar dan tegar, meskipun usianya baru 4 tahun. kau

tau Nara, aku sangat beruntung~

.

“niga neomu bogoshipo, nara~”

.

“appa!!”

“ne~”

“suatu saat aku mau menikah dengan seseorang yang bernama Nara!!”

“he? waeyo?”

“kalau Nara eomma dan Kyuhyun appa menjadi KyuNara. kalau aku dengan Nara-ku suatu nanti menjadi JooNara~ bagus bukan?”

“hahaha, itu bagus~”

“tentu saja! ne~ uri eomma~”

.

Joo melihat ke photo pernikahanku dengan Nara. ia tersenyum manis sekali dan tertawa. Rasanya masih terasa kehangatanmu disini.

.

*backsound: 0330 – UKISS*

.

“hey, Nara eomma, i love you”

“hey, Cho Nara, i love you”

.

aku hidup seperti ini, tidak kesepian lagi. 4 tahun ku lewati ulang tahunnya tanpamu. sakit memang, tapi aku harus tegar dan selalu tersenyum untuknya.

Kau tau, aku hampir putus asa merawatnya karena aku tak tau apa-apa tentang anak kecil. namun chaerin, eunji, soora, yesung, donghae, wooyoung, dan eomma kita selalu membantuku menjaganya. mulai dari memasak, menjemputnya, sampai mengajaknya jalan-jalan. bahkan Gikwang hyung rutin setiap liburan selalu menjenguknya. Ia sangat menyayangi oppamu~

.

.

.

** 11 YEARS LATER **

Cho Kyuhyun: 31 years old

Cho Hyunjoo:  16 years old

.

Saat umurku 26, dan joo berumur 12 tahun, aku meninggalkannya dan mengikuti wajib militer. Saat itu Joo tinggal di rumah sendiri. Ia tidak mau ikut eommaku ataupun eomma Nara. Setiap hari Wooyoung, Chaerin, Donghae, Yesung, Soora, dan Eunji datang bergiliran untuk menjaganya. Ia sudah mandiri dan sangat dapat ku andalan. Hey, nara, thanks for this boy~

“appa!! Nilaiku jelek~”

“appa!!”

Aku mendekati dan memeluknya. Di usianya sekarang mengingatkanku saat pertama kali bertemu dengan Nara. Saat itu aku berumur 16 tahun. Joo sudah beranjak besar, dan tampan sepertiku. hey, dia pintar sekali lho, dan sangat baik hati kepada siapapun. ah, dan satu lagi, walaupun dia namja, dia juga galak dan cerewet lho, benar-benar sama sepertimu

.

“berapa??” tanyaku sambil duduk di sofa

“hanya 95~” ia sedih, sifatnya sama sepertiku dulu. saat nilaiku begitu aku pasti sedih. Dan saat ia bercerita tentang nilai, hanya Nara yang aku ingat

“siapa yag paling tinggi?”

“aku, appa~” ujarnya malu-malu

“tak apa~” aku menepuk bahunya dan ia tersenyum

.

“eomma~” ujarnya sambil berjalan ke arah photo eommanya

“aku punya pacar lho~” aku tersenyum saat ia dengan bangga mengatakan ia memiliki kekasih

“siapa namanya??” aku menghampirinya yang sedang bertolak pinggang memandang photo Nara

“Joo??” tanyaku ulang, dan bola matanya mengarah ke photo Nara

“ada apa dengan Nara eomma??” tanyaku bingung, dan ia menunjuk photo Nara

“appa yakin mau tau?” aku mengangguk

“dia teman sekolahmu??”

“ne~ kami sekelas. Dia sangat cantik~” ujarnya bangga

“nuguaeyo??” aku mulai penasaran

.

“Nara~”

.

“he?” Nara?? “maksudnya?”

“Kim Nara imnida~” aku terdiam dan memandang photo Nara bersama Joo~

“seperti apa yeoja itu??” tanyaku pada Joo

Kim Nara~ she’s just like uri eomma, Cho Nara~” aku tersenyum memandang Joo dengan bangga

.

Yaa, sekarang aku sudah beranjak tua. sedangkan Joo sudah dewasa dan mengerti apa itu cinta. Ia benar-benar mencari seseorang yang bernama Nara dan yeoja yang berkepribadian sama denganmu. Aku hanya berharap kehidupannya jauh lebih baik dari kita dulu~

.

“Hey, Nara, And I Love You~”

 .

.

** THE END **

.

Advertisements

And I Love You [Part 6]

Cast:

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Cho Nara

Support Cast:

Chaerin, Soora, Eunji, Yesung & Donghae (SJ), Wooyoung (2PM)

Length: Part 6

Genre: Friendship, Romance, Family

Rate: AG (All Age)

Author: Nana (@keiichiro_nana)

 .

———————————–

Nara

“Happy 2nd anniversary Cho Kyuhyun!!”

.

aku mengagetkan Kyuhyun yang saat itu sedang panik

“hmmff” aku menahan tawa saat ia shock melihatku berdiri tegap di sampingnya

.

“NARA??” ia memelukku hingga aku terhempas di tempat tidur, ia menangis seperti anak kecil

“kau tega sekali membuatku panik. kau membunuhku pelan-pelan, dasar yeoja tak berotak!!” ia terus menggerutu dan aku membiarkannya memelukku erat

.

“kau takut aku pergi ya??” ia terdiam dan menunduk

“sangat, sangat takut, dasar bodoh!!” kkk~ you can’t live without me, right, Kyuhyun

“hey, Kyuhyun, i love you~ niga neomu bogoshipo” aku mengecup keningnya pelan lalu memeluknya

.

ia melepaskan pelukanku pelan-pelan dan tersenyum menatapku. ia membelai wajahku begitu lembut, menyibakkan rambutku ke belakang, dan mengecup bibirku perlahan. aku menutup mataku, dan ia terus menciumku pelan. ciuman yg menjalar ke tengkuk leherku, hingga membuatku geli, dan akhirnya aku membuka mata

.

“jangan melakukan yang aneh-aneh, chagiya~” aku menyentil pelan hidungnya

“you are mine!”

.

percaya atau tidak, saat ia katakan ‘you are mine’ punggungku lemas. ia memelukku, dan kemudian menciumku perlahan. lama-lama ciumannya menjalar ke tempat yang menurutku belum saatnya

.

“Kyuhyun~” aku mendorongnya pelan dari tubuhku. kancing bajuku sudah terbuka 2 dari biasanya. aku cepat-cepat mengancingi kembali

.

“katakan apa yang kau inginkan!!” ia berteriak tepat di depan mataku “kau pepet aku, lalu kau angkat aku, dan dengan indahnya kau jatuhkan aku. ya Nara!!!”

.

*chuu~

.

“Nara??” aku mencium bibirnya “i love you more than i know”

“tolong jangan pergi lagi nara” aku tersenyum mendengar kalimatnya

.

.

ia mencium samping leherku, kali ini ku biarkan ia melakukan apa yang ia mau. ku belai wajahnya, ia mencium telapak tanganku. lama-lama ciuman itu menjadi panas, aku tetap diam & mengikuti permainannya.

ia mendorongku pelan hingga terhempas di tempat tidur, dan ia menindihku. ia memelukku erat sekali, hingga aku tak bisa bernapas. ia membuka kancing kemejaku hingga tanktopku terlihat dan harus ku tutup dengan tanganku

.

“Kyu, haruskah??”

“aku akan lakukan jika kau izinkan”

aku terdiam, dan memilih tak menatapnya “jangan diam dong, katakan~”

.

“kau lakukan apa yang kau inginkan~” setelah ku katakan aku mengizinkannya, ia membuka kemejaku perlahan sambil terus mencium bibirku lembut. setelah itu, aku mengerti bahwa memang ini yang aku inginkan.

keberaniannya melakukan hal yang menurutnya terbaik untuk kami. hal yang mungkin kami lakukan dulu, baru kami lakukan 2 tahun kemudian

.

“matikan lampu??” usulnya, dan aku mengangguk, dan kamar kami seketika jadi gelap

.

“Cho Kyuhyun, And I Love You~”

.

.

*the next day*

*morning*

.

Kyuhyun

aku melakukan itu dengan Nara di hari anniversary kami. awalnya Nara menolak, namun akhirnya ia benar-benar milikku seutuhnya~

.

“hey, kau sudah bangun??” ia mencium pundakku. ia memakai kemejaku yg terlihat kebesaran di tubuhnya, dan aku suka

“kemari~” aku menariknya ke pelukanku “kau milikku seutuhnya, ara??”

“ara, uri Cho Kyuhyun~” ia mencium bibirku pelan, ia melepaskan ciumannya dan menarikku keluar “time to breakfast~”

.

**music on**

“Beautiful – BEAST”

.

“lagu ini?”

“bagaimana?”

.

“nothing better than you”

.

“oh, so sweet. love you kyuhyun!”

“love you too Nara”

.

“hey, setelah ini kau bisa hamil tidak??” tanyaku penasaran

.

*bruuuurrr*

.

“ya!! Nara!!” ia menyemburkan makannya tepat di wajahku. ia tertawa sangat puas “jawab nara!”

.

“jika takdirnya mungkin bisa. kkkk~” ia mengacak-acak rambutku dan entah mengapa, aku ingin ia cepat-cepat hamil. kampus kami juga tak melarang mahasiswanya menikah & memiki anak. Aku rasa tak apa. kkk~

.

“kau mau punya anak berapa nara??” ia terdiam dan tersenyum

“dua cukup! pertama laki-laki, kedua perempuan. “memangnya kenapa chagiya??”

.

“aniya, kkk~” aku melanjutkan makanku dan sesekali menatapnya “aku sangat mencintaimu, nara~”

.

“ha?” terkadang ini yg aku benci, otak hati dan pikirannya terpencar-pencar. maklum, yeoja tak berotak, namun aku sangat mencintainya~

.

“aku sangat mencintaimu, nara!” aku terpaksa mengulangnya

“kkk~ sudah puluhan kali kau katakan sejak semalam bodoh”

“tak apa, aku suka”

“jeongmalyo??”

“ne~”

.

kau tau, aku mengerti bahwa aku sangat mencintaimu.

aku tak inginkan ada namja yang menarik perhatianmu selain aku.

of course, you are my wife. That’s mean you’re mine~

.

** 4 weeks later **

.

“Kyuhyun!! statistikaku belum kau kerjakan! ppalli!!” teriak Nara saat keluar kamar hanya dengan menggunakan handuk tipis. astaga, istriku sayang~

“yaa jangan bengong!! ini bantu aku, hanya 3 nomor” aku terus memandangnya. lekuk tubuhnya terlihat jelas, dan itu menyita perhatianku “shit man!”

.

aku mengambil kertasnya lalu mengerjakan tugasnya perlahan “lain kali jangan memakai handuk di depanku!!”

“lalu??” ujarnya iseng “bagaimana jika tidak usah pakai apa-apa?”

.

“boleh saja, Cho Nara sayang” ujarku bercanda

.

*braaaak*

.

ia memonyongkan bibirnya tanda sebal, lalu menutup pintu kamar sangat kencang, dasar bodoh

.

“aku hanya bercanda, Cho Nara tak berotak!!” dan 10 menit kemudian ia mengeluarkan kepalnya sedikit dan tersenyum “kuliah jam berapa??” tanyaku

.

“aku di jemput Wooyoung jam setengah 9 di depan” ujarnya senang. ia keluar kamar dengan dress selutut, sangat cantik

“lihat itu jam berapa!” ia melongok ke jam dan berteriak seperti biasa ‘oh my shit’

.

“kamu engga bareng aku?” tanyaku dan ia tersenyum lalu mengambil buku statistika dan keluar terburu-buru

“kenapa kau tetap menomorsatukan Wooyoung~” gerutuku saat ia pergi

.

“ah iya, aku lupa sesuatu!!” ia tiba-tiba ada lagi di hadapanku

“lupa apa??” ia memelukku dan mencium bibirku lembut

“lupa pamitan dengan suamiku~ bye Kyuhyun!!!” ia berlari lagi keluar rumah

.

oke, ini kali pertama ia mampu membuatku tersenyum seperti orang gila begini

“oke, cho nara, surprise apa lagi kau punya~ aish!!”

.

** 2 Days Later **

@ KyungHee parking area

.

“Kyuhyun!!” panggil seorang yeoja dengan paras cantik

“ne~ kau siapa ya??”

“ah mianhae, na neun Kim Hyerin. aku hanya ingin memoto catatan kelasmu. bolehkah??” ujarnya sopan dan aku mengangguk

“chakkanman~” aku mengeluarkan buku, lalu ia sibuk memoto

“gamsahamnida~” ia memelukku tiba-tiba sangat erat. hmm, aku pasti begitu tampan

“ah, ne~ cheonmaneyo” ujarku tenang, dan saat ia berbalik dan menjauh, aku melihat Nara yang ternyata sudah memperhatikan kami dari tadi

.

“ah, mati aku~ pasti ia marah” ia berjalan ke arahku, dan langsung mengambil bukunya di mobil

“ha?, “mau kemana?”

“kau pulang dulu, aku ada urusan~” ia meninggalkanku, astaga, ia marah

“Nara!! dengarkan aku!” ia berhenti dan menatapku “aku, ah, aku minta maaf yang tadi”

“pelukan??” ujarnya santai

“ne~ ia hyerin dari kelas sebelah” ia mengangguk dan kembali berjalan

“kau milikku, ingat yaa!!” ia berbalik dan tersenyum mengatakan itu

.

aku sangat beruntung memilikinya. 2 tahun menyia-nyiakannya, aku begitu bodoh. tapi aku akan selalu menjaganya mulai sekarang~

.

Nara, you’re my virus!

.

Nara

aku melihatnya berpelukan dengan yeoja yang belum pernah aku lihat, tapi aku percaya Kyuhyun tau batasan. aku percaya suamiku~

.

“tadi si bodoh sedang apa??” Chaerin mulai sering memanggil Kyuhyun dengan si bodoh, dan Eunhyuk oppa hanya bisa tertawa

“berpelukan dengan yeoja asing” sela Wooyoung dan aku mengangguk

.

*braaaakk*

.

Chaerin menggebrak meja kantin sangat keras “berengsek!! namja itu apa sih maunya??”

Eunhyuk oppa menenangkan kekasihnya sangat sabar. Eunhyuk oppa juga harus sabar, bahwa di luar sana ada namja bernama Choi Siwon yang mengincar Chaerin “jangan begitu, sabar chagi. oke?”

“oke, oke, fiuuhh~” Chaerin menurut apapun yang Eunhyuk oppa katakan. ku rasa seorang Choi Siwon sekalipun tak bisa mengetuk hati Chaerin

“kau berisik sekali, ku sumpal dengan bangku ini mau??” gerutu Yesung. mereka selalu ribut, Chaerin yang selalu ramah terkadang sering cerewet bila di hadapkan dengan Yesung. kkk~ dasar

.

*braaakk*

.

“hey, sudah!!” Wooyoung menggebrak meja “ayoo belajar! pinter engga autis iya lama-lama!!”

.

.

** 5 hours Later **

@ KyuNara’s apartement

** kitchen **

.

“Nara!!”

“hmm?”

“i love you~”

.

Kyuhyun merengkuh tubuhku saat aku sedang menyiapkan makan malam. aduh, lututku lemas

.

“Kyuu, kesana dulu, aku sedang masak” perintahku, tapi ia malah membantuku “kau tidak bisa masak!! keluar dari singgasanaku! Cho Kyuhyun!!”

.

ia akhirnya menunggu di meja makan. sesekali ia bernyanyi lagu “What If” yang membuatku makin mencintainya~

.

“hey, nyanyikan lagu ‘I Like You The Best’ dong” pintaku. aku sangat suka lagu BEAST yang itu “ppalli”

“tidak, tidak, tidak! gunakan produk dalan negeri. jeongmal babo yeoja!!” aku langsung tertawa terbahak-bahak

.

Kyuhyun hanya mau menyanyikan lagu yang ia suka. maksudnya dalam negeri adalah lagu yang ia hapal. Dasar bodoh!

.

“aigoo~ suamiku yang bodoh. kkk~” aku berlari dari dapur dan langsung memeluknya erat. ia hanya diam “lanjutkan nyanyianmu sayang”

.

“aku tidak tau lagu ‘I Like You The Best’, mianhae chagiya~” ia memelukku lagi. aku duduk di pangkuannya dan merengkuh wajahnya

.

*chuu~

.

“Kyu, kau nakal~” ia selalu menciumku tiba-tiba “sudah, makan dulu. bibimbap sudah siap~”

.

“hmmm, uhuuk, uhuu” aku batuk batuk “aduh, aku gak enak badan”

“kau tak apa?? istirahat sana~” Kyuhyun memapahku ke dalam kamar, ia menjagaku dan mengompres keningku yg sebenarnya tidak panas

.

“kau habiskan makanmu dulu, chagiya” pintaku tapi ia menggeleng

“tidurlah, aku disini menjagamu~” aku mengangguk. aku tau saat ini Kyuhyun akan benar2 menjagaku

.

“hey, Kyuhyun, and I Love You”

.

.

** 3 months Later **

.

kesehatanku kacau balau, errrggh!!! mengesalkan. tapi justru itu yang membuatku bahagia. Semua orang benci sakit, tapi sakit ini adalah kebahagiaan semua orang. Hmm, kurasa~

.

“oke, aku hamil 1,5 bulan! anak Kyuhyun! ya Tuhan, terima kasih”

.

aku harus menjaganya baik-baik, dan aku mau memberi surprise Kyuhyun “Kyuhyun appa!”

.

@ KyungHee University

**library**

“nara, kau itu bodoh sekali, cepat ambil buku yg di rak atas!!” bisik Kyuhyun dengan nada kesal

“ne~ chakkanman” dasar bodoh, kalau ia tau aku hamil anaknya apa ia tetap menyuruhku begini “ini bukumu~ aku pulang dulu yaa”

“mau ngapain deh?” tanyanya dengan bahasa aneh

“ngantuk aku. sudah ya, bye~” aku meninggalkannya dan menuju rumah. ingin cepat-cepat istirahat, sangat lelah~

.

** 1,5 months later **

.

Wooyoung dan Yesung curiga dengan keadaanku. tentu saja, aku berteman dengan mereka sudah lama~

“kau yakin sehat??” yesung mengompresku di kantin kampus

“ne~ naega gwenchana, oppa~” wooyoung menyuapiku bubur buatannya, sangat enak

“Kyuhyun tau??” tanya Yesung dan aku menggeleng

.

“kau hamil??”

.

*bruuurr*

.

“hah??” Wooyoung curiga aku hamil & yesung shock mendengarnya “kamu melakukan? ah, hmm, melakukan itu??”

“ayoo ke dokter!!!” Wooyoung menarikku ke dokter dan yesung tetap dengan wajah shocknya

.

@ Hospital

setelah di periksa dokter, Yesung & Wooyoung masuk untuk berbicara dengan dokter. pasti ketahuan aku hamil. tak apalah, sudah saatnya~

.

*kreeek*

.

“gamsahamnida~”

“jaga ia baik-baik yaa”

“ne~ permisi”

.

Yesung berlari ke arahku dan memelukku “aku akan jadi paman! yeaaah!!!”

“mianhae aku tidak jujur~” aku menangis di pelukan yesung

“tak apa, kami akan menjagamu dengan baik sampai kau siap jujur pada Kyuhyun~” suara Wooyoung sedikit bergetar

.

aku hanya penasaran, apakah ia benar-benar tak pernah tau bahwa aku pernah sangat menyukainya?? ia selalu tenang seperti itu~

.

* 1 months later *

Hari-hari ku lewati lebih banyak bersama Wooyoung dan Yesung. mereka benar2 menjagaku dengan baik. Wooyoung tak sungkan membeli apapun yang aku inginkan saat aku mengidam~

“terkadang Wooyoung ku anggap suami cadanganku. aigoo~”

.

“hey, sudah 4 bulan ya??” wooyoung membelai perutku dengan lembut

“ne~ sungguh terima kasih” aku memeluk Wooyoung erat

.

“nara!!” suara teriakan Kyuhyun. pasti ia cemburu melihatku memeluk Wooyoung

.

“ya sudah aku pulang yaa~ hati-hati. Kyu aku duluan!!” Wooyoung berbisik dan aku mengerti maksudnya. ia menaiki motornya dan meninggalkan kami

“kalian sedang apa??” aku paling malas kalau ia sudah membentak “ya!! Cho Nara!!” aku mengacuhkannya dan berlari ke parkiran

.

.

@KyungHee Parking Area

@Kyuhyun’s Car

.

“mianhae~ jangan marah, Nara” ia memelukku dari belakang dan mencium tengkuk leherku

.

*hueeeekkk*

.

“upss….” astaga, aku mulai mual lagi, merepotkan

.

“kau kenapa??” ia panik dan memeriksa keningku “katakan Nara!!”

“aku tak apa, hanya tak enak badan. bisa kita pulang??” ia mengangguk dan melaju pulang ke apartemen dengan kecepatan tinggi

.

@Apartemen

“kau yakin??”

“apanya??”

“tak perlu ke dokter!”

“hmm, iya, aku yakin. aku istirahat ya. kau di luar dulu, oke~”

“baiklah, nara”

.

Kyuhyun

“oke, ini bukan dua atau tiga kali aku melihatnya begitu. sakit apa dia??” bathinku menatapnya tertidur dari luar kamar

.

*tok tok tok*

.

“chakkanman!” aku membuka pintu, dan ternyata gerombolan orang aneh nan gila di depanku

.

“aku membawakan buah!”

“aku membawakan bubur”

“aku membawakan teh ginseng”

“aku membawakan susu tuk ibu hamil.. ups!!!”

.

“ya!!”

“bodoh~”

.

“hey, coba ulangi apa yang kau bawa Yesung??” aku mengambil bungkusan yang Yesung bawa

“sssttt, ini rahasia wanita~” Chaerin melempar keranjang buah ke arahku dan merebut bungkusan yg Yesung bawa lalu berlari ke kamar Nara. tadi apa yg ia bawa??

.

“yo!” ujar Wooyoung mengangkat tangan “sudah mendingan si nara??”

.

“mollayo~ badannya lemah”

“ya sudah tunggu sampai Chaerin keluar saja~” usul Donghae sambil mengupas apel

.

** 1 hour later **

.

*kreeeeek*

.

“Kyuhyun~” ujar Nara berjalan ke arahku di tuntun Chaerin

“hati-hati” aku menggapai tangannya dan tersenyum “ada apa??”

.

ia tersenyum menatapku, menggenggam tanganku, lalu ia taruh di perutnya

“perutmu kenapa? apa kau sakit??” ia menggeleng “lalu ada apa??”

.

“aku hamil Kyuhyun!”

“aku hamil anakmu!!”

.

“ha? hamil? mengandung? mempunyai anak??” ia mengangguk dan tersenyum

“aku akan jadi appa??” ia mengangguk lagi dan mengelus-elus perutnya

“waaaa, aku jadi appa!!” aku menggendong Nara dan memeluknya

.

“waa Kyuhyun appa! hahaa~”

“chukkae Kyuhyun”

“si bodoh jadi ayah~”

“aigoo~ so sweet”

.

“sudah 4 bulan~ aku telat menyadarinya” ia menunduk sedih lalu aku mencium keningnya

“aku janji, aku akan menjagamu Nara! aku janji Nara~”

.

Tuhan jaga aku, Nara, dan anak kami.

jadikan ia anak yang baik. mempunya sifat baik seperti eommanya, dan pintar seperti aku. Amen

.

I’m my real self, only when I’m with you

My heart shed its clothes

As long as there are two lips it’s enough

Let’s speak in a way without words

.

** 2 months Later **

.

Nara

“hueeek.. hueeek…”

.

2 bulan yang berat di dalam hidupku. merasakan sakit dan lelah setiap hari dan merepotkan semua orang. harus berusaha baik-baik saja. tapi sebenarnya siapa yg hamil?? hah!!

.

*hueekk.. hueekk..”

.

“Kyuhyun appa, neo gwenchana??” aku sudah tidak mual lagi, tapi kyuhyun akhir2 ini sering muntah. aigoo~ “ini minum air putih”

.

“gomawoyo Nara~ hueeek….” ku urut lehernya agar ia bisa muntah lebih baik “aduh aku eneg” gerutuku dalam hati melihat air yg terus keluar dari mulutnya

“………..”

.

“sebenarnya yg hamil kau apa Nara?? hah??” ujar Eunji menendang Kyuhyun karena kesal

“apa?? jadi Kyuhyun juga hamil??” astaga~ soora begitu polos, apa bodoh sih

“kemari soora!! yg hamil itu wanita, apa Kyuhyun wanita??” ujar Chaerin dengan nada menahan amarah

“kkkk~ namja”

.

“donghae, yesung bisa bantu aku bopong Kyuhyun??” pintaku pada donghae. untung Donghae & yesung mau membawanya ke kemar. jika tidak, ia akan ku gelindingkan. aku serius!!

.

*di ruang tamu tanpa Kyuhyun*

“hey, Nara, rasanya hamil bagaimana??” tanya Chaerin begitu antusias “menyenangkan?” imbuh Donghae sambil membelai perutku yg semakin hari semakin besar

“sakit?? lelah?? lapar?? marah?? benci?? atau bagaimana??” sela yesung dan kami semua datar memandang oppaku yang satu ini

“ya!! dasar bodoh~ kau pikir sedang apa?? emosi jiwa!!” Wooyoung menendang Yesung dan kami semua tertawa geli melihat wajah Yesung

Ya Tuhan, terima kasih atas kebahagiaan yang kamu berikan padaku. terima kasih atas sahabat-sahabat yang begitu setia di sampingku. terima kasih juga atas suami yang begitu sayang dan menjagaku. tolong lindungi dan jaga mereka, Tuhan. termasuk anakku ini~

.

** 3 days later **

.

Nara

*kring kring kring*

.

“yeobseyo!”

“waaaa!!!”

.

*bruuukk*

.

“Kyuhyun? siapa yg telpon?” aku menghampirinya

.

“hyung. ah ne~”

“6 bulaaaan~”

“mianhae~”

“ah ara!!”

.

“nara! ini gikwang hyung. astaga!! aku shock” Kyuhyun langsung memberikan telponnya padaku

.

“yeobseyo oppa??”

“waaa!! jangan teriak2”

“ne~ mianhae”

“sehat-sehat saja”

“ah, rasanya?? kkk~ rahasia”

“ah semua aman”

“jeongmalyo??”

“oke, aku tunggu~”

“bye~”

*kliik*

.

“yeobo? mwoha neun goya?” Kyuhyun menutup kupingnya dengan bantal

“aku shock mendengar suara Gikwang Hyung! duaaaarr!!” ujar Kyuhyun dengan wajah shock di bentak Gikwang oppa “sudah, aku mau tidur~ aku tunggu ya chagi” ia mencium keningku lari berlari ke kamar

“kenapa dia seperti orang bodoh ya??”

.

*ting tong ting tong*

.

“chagiya, kemari sebentar~” aku berteriak memanggil Kyuhyun lalu dengan wajah jelek parah ia keluar kamar

“apa sih? sedang hamil jangan cerewet!” gerutunya saat menghampiriku. aku menunjuk pintu

“ada paket tuh~”

“ha? malam-malam begini??” ujarnya shock, lalu ia berlari ke arah pintu. aku melihatnya mengobrol dengan tukang pos itu

“gamsahamnida, ahjussi~”

.

*bruuuk*

.

“mwo?? itu apa chagi?” Kyuhyun kembali dengan memeluk kardus besar “hey itu apa lagi?” ia bolak-balik hingga 3 kali “apa sebenarnya isi barang itu?”

“astaga~ pinggangku mau lepas. aigoo~” ia menggerutu

.

*kring kring kring*

“yeobseyo??”

“ahra eonni??”

“ah, sudah. gamsahamnida~”

“ne~ akan aku hias besok”

“gamsahamnida~”

*klik*

.

“nara!! lihat!! ah lucunya!!!” Kyuhyun membuka paket dari Ahra eonni & Orang Tua Kyuhyun & Orang Tua ku “bajunya, selimutnya, aish, lucunyaa~”

“aku ingin merawatnya ah! jangan pakai baby sitter ya chagiya~” ujarku saat melihat tumpukan baju, selimut, dan lain sebagainya “aku ingin anak ini menjadi anak yang berbakti & berguna untuk keluarga”

.

“kau mau anak laki-laki atau perempuan chagi??” hmm, aku tak berpikir itu sebelum Kyuhyun bertanya hal itu “nara, bagaimana jika namja??”

“geurae, jadi ia bisa jadi tumpuan keluarga. kkk~ amin ya Tuhan” ujarku sambil mengelus-elus perutku yang semakin besar ini

.

*2 days later*

“cepat!! sinikan tugasmu!!” teriak Eunji dari ruang tamu

“nanti aku mampir kok” imbuh Soora sambil menenteng buku-buku “cepat yecuuung!!!”

“ya!! gunakan S saat memanggilku” aku mendengar gerutu Yesung dari luar kamar, dan saat yesung mulai kesal wajahnya pasti berlipat lucunya~

“ini, tolong berikan Changmin seonsangnim yaa” aku memberikan diktatku pada Eunji dan mereka langsung buru-buru ke kampus

.

“kau tau Kyuhyun, mereka segalanya untukku” ujarku sambil memeluk Kyuhyun

“aku tau chagiya~” sahut Kyuhyun dan ia memelukku hangat “aku kuliah dulu ya~ nanti aku bantu surat cutimu yaa”

.

*chuuu~

.

“bye nara~”

.

*blaaam*

.

setelah mengecupku, ia berlari keluar. kau tau Kyuhyun, kau yang terbaik.

that’s way i love you so much~

.

* 2 weeks later *

kalian tau, aku berjuang, bertahan sekuat tenaga. berharap janin ini selalu sehat. aku mengatur makan, minum, olahraga, dan juga pikiranku. hingga aku harus cuti kuliah di hamil 7 bulan ini. semuanya untukmu anakku~

.

“kau sudah makan??” tanya Kyuhyun sambil memegang panci & sebungkus mie ramen di tangannya. aku menggeleng pelan “aku masakan yaa~” ia berjalan ke arah dapur dan mulai berisik

.

*grumpyaaang*

.

mengambil air saja kenapa panci yang letaknya di atas harus jatuh sih? jeongmal babo appa~

.

*grumpyaaang*

*bruuuk*

.

“aw!! panas!!”

“aish~ terlalu banyak”

.

*pryaaang*

.

“ya!! Kyuhyun!! kau itu masak atau perang? hah!!” aku kesal dari tadi ia teriak & menjatuhkan barang-barang “baru 5 menit di dapur, panci kesayanganku bisa penyok nanti!!”

.

“haaah!! Ini sudah jadi. Ramen pecial Kyuhyun!!”

.

“……..” aku terdiam menatap ramen ini

sejenak aku berpikir ini ramen? apa benar ini ramen? apa ini soup yang di beri ramen? ataukah ini soup ramen? atau mungkin ini sup miso yang bisa di makan 10 orang? Atau ramen yang di campur dengan miso?

.

“ada apa nara?? makanlah~” ujarnya sambil mendekatkan mangkuk berisi sesuatu yang ia sebut mie ramen!!

.

“ini ramen?” tanyaku dan ia mengangguk

“benar, ini ramen??” ujarku memastikan lagi

.

“kenapa airnya banyak sekali chagiyaa??” ujarku kesal dan ia tertawa saja melahap ramennya “kau pikir legenda sungai Han? hah!!”

“mianhae~ tapi rasanya lumayan kok” ia makan dengan lahap.

kau lapar atau terpaksa atau memang enak sih??

.

ku masukan sesuatu yang disebut suamiku adalah ramen. tapi menurutku ini adalah banjir bandang. ku rasakan, ku kunyah, dan ku telan

.

“bagaimana??” Kyuhyun mendekat ke arahku menunggu jawaban atas makannya. aku tersenyum

“lumayan kok chagiya~” aku mengacak-acak rambutnya dan ia langsung merasa bangga dengan masakannya

“lain kali aku akan berusaha lebih baik. bantu aku ya Nara~” ia memelukku hangat, dan menyuapiku sabar. ia mencium calon bayi ini sangat lembut “hey, appa menunggumu~ cepat lahir yaa”

.

.

** next day **

.

*ting tong ting tong *

.

“ne~ chakkanman”

“he?”

.

“permisi nyonya, ini ada kiriman kilat dari amerika~ silahkan tanda tangan disini”

“ah, iya. terima kasih, ahjussi”

“sama-sama

.

aduh, siapa yang angkat yaa?? aku tak mungkin bisa mengangkat barang ini. kyuhyun tak ada~ ah aku tau!! sippo

.

“yeobseyo”

“ah bisa kau ke rumah”

“ne~”

“gamsahamnida”

.

** 10 minutes later **

.

*ting tong*

.

“ne~”

.

*kreeek*

.

“akhirnya datang juga (?) kk~”

“ada apa Nara??” aku menunjuk ke kotak besar itu

“itu apa??”

“mollayo. bantu aku angkat itu, baru aku mau melihatnya” ia mengangguk dan kemudia dengan sangat susah payah ia mengangkat kotak it

“ya!! babo yeoja~ itu sangat berat!! isinya apaan sih??” gerutunya sambil membuka isi kotak itu “he??”

.

“apa isinya, wooyoung??” aku mendekat ke arah wooyoung dan oke, aku sangat surprise dengan isinya “oh! my! godness!!”

“ini dari Amerika? Gikwang hyung??” oke, tebakan wooyoung pasti benar. siapa lagi orang yang mengirimi paket seperti ini

.

“ah, bajunya lucu sekali. ah, ini yeoja apa namja yaa? waduuh, pampers??”

wooyoung sibuk sendiri membongkar isi kotak itu, sedangkan aku sibuk berpikir apakah itu benar dari Gikwang oppa

.

“aku pulaaang!!! mwo??” Kyuhyun pulang dan melihat isi kotak sudah berhamburan keluar. ia segeran duduk di samping wooyoung dan mengobrak-abrik isi kotak “ini dari siapa lagi chagi??”

.

“aku tak tau. sebentar aku menelpon gikwang oppa dulu~”

.

“oppa!!!”

“paket?”

“ne~”

“ah, jeongmal gamsahamnida uri oppa”

“jjinja??”

“kkk~ ara, ara”

“oke, bye~”

*klik*

.

“ternyata Gikwang oppa yang mengirim ini semua~” ujarku pada wooyoung dan Kyuhyun, dan mereka tersenyum melihat ini semua “Kyu, kita sangat amat beruntung yaa~”

.

“ah, nanti aku membelikan keponakanku apa dong??” gerutu Wooyoung “aku membantu menjaganya saja deh~”

.

“gamsahamnida uri wooyoung” aku memeluk wooyoung.

sekarang sudah tak apa, Kyuhyun bahkan menitipkan aku pada wooyoung jika ia ada perlu ke luar kota

“jaga dia yaa~ ajari dia agar jadi penyanyi dan dancing yang handal~ buat dia menjadi anak yang semangat~”

.

“tentu saja, aku akan buat dia berprestasi di bidang selain pelajaran. Ne??” ujar wooyoung sambil membelai perutku yang semakin hari semakin besar

.

“kok begitu??” ujar Kyuhyun dengan tatapan aneh “mengapa begitu??”

.

“aku tak kuat jika harus mengajarkannya pelajaran. Itu adalah tugas utamamu Kyuhyun. bodoh~” wooyoung menoyor kepala Kyuhyun berulang kali, dan Kyuhyun tertawa lalu memelukku

.

“I love you more and more, Kyuhyun-ssi”

.

Your warm eye expression

Your warm love

You are growing bigger inside me

I kept wandering in the long darkness

To reach that place touched by the single ray of light

Now that the time has come, I’ll even my heavy breath

I’ll confidently stand in front of you

~~TBC~~

And I Love You [Part 5]

And I Love You

Cast:

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Jang Wooyoung (2PM),
  • Han Nara = Cho Nara

Support Cast:

Chaerin, Soora, Eunji, Yesung & Donghae (SJ)

Length: Part 5

Genre: Friendship, Romance, Family

Rate: AG (All Age)

Author: Nana

———————-

[author]

(korea)

Kyuhyun merasa sedih karena saat natal dan tahun baru Nara tidak pulang tuk menemuinya. Nara mengirimi surat natal dan tahun baru untuk ia dan yang lainnya, itupun hanya 1 dan di baca bersama-sama. itu yang membuat sakit hati seorang Kyuhyun

.

“pos! pos! pos!”

.

Kyuhyun mendengar suara tukang pos lalu berlari ke arah pintu

.

“ada apa??”

“maaf ada paket dari jepang”

“gamsahamnida~”

.

Kyuhyun tersenyum dan merasa itu paket dari Nara. setelah menandatangani surat ia langsung berlari ke balkon dan membuka paket itu

.

“happy birthday uri Cho Kyuhyun~ wish you all the best. hey, belajar yang rajin, dan semoga ini bisa mengisi waktu luangmu. love regard, Cho Nara~”

.

Kyuhyun tersenyum melihat apa yang istrinya berikan ‘selusin cd game pengasah otak~’ “i love you cho nara~”

.

“ulang tahunku lebih berarti jika kau disini. niga neomu bogoshipoyo, Nara!!! mianhae~” Kyuhyun menangis memeluk hadiah ulang tahun dari Nara. ia menyesal belum sempat mengatakan bahwa ia mencintai Nara sepenuh hati “i love you Nara”, dan setelah ini, apa Nara akan kembali??

.

(jepang)

“sudahkah kau menerima paketku??” Nara di jam yang sama menatap photo Kyuhyun. Nara sangat merindukan Kyuhyun, tapi ia tak bisa menelponnya apalagi menemuinya. semua ada waktunya

“saengil chukkae uri yeobo~”

.

** 3 weeks later **

Today is Kyuhyun and Nara first anniversary.

But they couldn’t celebrating it together

.

Nara dan Kyuhyun saling mencintai, hanya saja mereka belum mengerti arti mencintai~

.

Kyuhyun

“Happy 1st anniversary, Cho Nara”

aku meniiup cake anniversary ku dengan Nara sendirian. kesepian tanpa cerewetnya. kini aku sadar betapa besar aku menginginkannya. aku lebih mencintainya saat ia tak disini~ “bogoshipda Nara~”

.

Nara

“Happy 1st anniversary, Cho Kyuhyun”

hari ini aku berhasil membuat rice cake, ini hadiah ulang tahun kita, Kyuhyun. tapi sayang kau tak disini “I miss you Kyuhyun”

“aku bahkan tidak tau kau ingat aku atau tidak”

“aku bahkan tidak tau kau merayakan hari ini atau tidak”

“aku bahkan tidak tau kau baik-baik saja atau tidak”

.

Hey, Kyuhyun, I Love You~

.

* 6 months later *

Nara

don’t wake me up from the sweet dream.

keep taking me into the arms of love.

 rainy day, while looking at the rain.

my heart said to me as if it is making me cry, on one rainy days.

.

“hey, apa kabarmu, chagiya”

.

aku memandang sedih photo pernikahanku. sudah lama tidak melihatnya & mendengar suaranya

.

“i’ll be back soon”

 .

aku tetap tidak bisa menghapusmu,

aku tetap memikirkanmu,

aku benar-benar merindukanmu.

.

@ Waseda University

**Central Park**

.

“nachan!! doushite”

“Toma-kun!! ah, nande mo nai”

.

di jepang aku punya sahabat yang sangat baik, namanya Ikuta Toma. ia sangat pintar, sabar, ramah, dan baik hati. Kyuhyun memang sangat pintar, tapi sisanya TIDAK!

.

“kau akan tetap resign dan kembali ke korea??”

“aku harus menyelesaikan masalahku disana”

“meski aku dan Furiko melarang??”

“gomen ne, Toma-kun”

“sou desu ne~ daijoubu”

.

“kau begitu baik dan manis, mengapa kau di begitukan suamimu ya?” Toma memelukku erat “suatu saat nanti akan berubah kok. shinjite kudasai” aku mengangguk dan tersenyum

.

“boku no Furiko hontou ni kawaii desu ne” Toma menatap kekasihnya Ishida Furiko yang  berjalan ke arah kami

“Furiko-chan!!!” aku memanggil kekasih Toma. yeoja yang sangat baik dan benar-benar serasi “ayoo ke kelas bersama”

.

“jangan isengin nachan lagi, baka toma-kun!!”

“chigau dayo, kkkk~”

“toma!!!”

“furiko!!”

.

disini begitu senang, punya 2 sahabat yang begitu baik. Hanya 2, namun jika sudah bertemu dan ribut, suasananya menjadi seperti bersama 6 orang. amun di korea aku juga punya sahabat yang sebenarnya jauh lebih penting

“bogoshipda, chingu-ya”

.

**3rd November**

“Happy Sweet 17 Nara!!!”

.

yeaah, akhirnya aku mendapatkan usia dewasaku!!

Big Thank to the Lord !

.

“Nara!! omedetou gozaimasu!!”

aku, Toma & Furiko merayakan ulang tahunku di Tokyo Tower Park

“ini hadiah dari kami!!”

.

“saengil chukkahamnida~”

“saengil chukkahamnida~”

“saengil chukkahamnida, Cho Nara”

“saengil chukkahamnida~”

.

.

mwo?? Furiko-chan??

“saengil chukkae uri Nara!”

aku memeluk Furiko lalu menangis. aku hanya sedih setelah ini aku tak bisa bertemu lagi dengannya. berbagi makan siang & jalan-jalan hingga larut dengan mereka. I’ll missing you guys

“arigatou Furiko, arigato Toma, hontou ni arigatou” aku berterima kasih atas kebahagiaan selama aku di jepang. terima kasih atas semua, terima kasih atas perhatian dan kasih sayang tulus yang tak pernah putus “gamsahamnida nae chinguya”

.

“ayo photo-photo!! ikou yo”

.

*ichi ni san* (hana, dhul, shet)

*klik*

.

beautiful moments with you guys. i won’t forget it even if i die.

thanks

.

.

.

** 24 December **

** Seoul, South Korea **

*Airport*

.

*kring kring*

“yeobseyo”

“eomma!!”

“ne~ aku sudah sampai”

“arasseo. Aku akan mampir”

“langsung pulang”

“ah, gwenchana, eomma”

“tentu”

“bye~”

*klik*

.

“Kyuhyun, i’m back!!”

.

@ KyungHee University

“itu mereka!”

ini pertama kalinya melihat Kyuhyun dan yang lainnya setelah 1 tahun lebih tak bertemu dan mendengar suaranya

“i miss you Mr. Cho”

.

.

“kkkk~ tentu saja!! white christmas”

“indah ya Chagiya”

“Eunhyuk hyung, hati-hati Chaerin buas”

“kkk~ sudahlah, jangan heboh”

“mau kemana??”

.

mereka?? ah, mereka begitu bahagia. Chaerin yang awet dengan eunhyuk oppa, wooyoung & yesung yang selalu usil, soora & eunji yang selalu lengket, dan Kyuhyun, uri Kyuhyun yang selalu tampak cool

“i miss you guys”

.

“hey, ke namsan saja bagaimana??”

“aish, asal~ cari cake saja, kita rayakan bersama!!”

“apa?? aish, di apartemenku?”

“aku rindu Nara~”

“aku juga”

“Kyuhyun bagaimana??”

.

apa yg akan Kyuhyun jawab??

jawabanmu ini menentukan semuanya, Kyuhyun

.

“aku sudah lupa”

.

Kyuhyun melupakan aku???

Oke bagus sekali !! Hate it~

.

“mwo??”

“aish, jangan main-main!!”

“Hyunie!!”

“aish~ jinjja”

.

tak terasa air mataku mengalir melihat wooyoung begitu marah pada Kyuhyun.

kyuhyun, benarkah kau melupakanku??

.

“lupa bagaimana, Hyunie??

“aku sudah lupa kalau aku pernah membencinya. aku ingin ia kembali”

“kembali??”

“geurae, Nara jeongmal bogoshipoyo”

.

Kyuhyun ingin aku kembali??

jeongmalyo?

.

“kau mencintainya??”

.

“aku terlalu bodoh~ melepasnya pergi dariku. ternyata aku mencintainya lebih dari yg aku tau”

.

aku tersenyum menatap gerombolan orang-orang bodoh yang paling penting di hidupku

“Hey Kyuhyun, and i love you”

.

.

Kyuhyun

“sudah begitu lama!! hati ini kau tinggal begitu lama” gumamku pada photo Nara yang ada di dompetku “pulanglah Nara”

.

aku berjalan bersama yang lain menuju apartemenku.

sepanjang perjalanan yang ramai, hatiku begitu sepi tanpamu~

.

@ apartemen

*kreeek*

“lho, kok sudah terbuka??” ujar yesung yang sudah membuka pintu apartemenku

“ha??” aku berlari dan masuk apartemen

.

“mwo?”

“he?”

“aigoo”

“omo??”

.

di depanku berdiri seorang yeoja yang sangat aku cintai

di depanku berdiri seorang yeoja yang sangat aku tunggu

.

“Cho Nara!!!”

.

aku berlari dan memeluknya erat, dan tak terasa air mataku mengalir

“kau pulang! kau pulang”

.

“tentu saja~ ini rumahku” ujarnya sambil membelai lembut wajahku “are you missing me, Kyuhyun??”

“i miss you so damn!! you hear it!!”

.

Natal yang membahagiakan.

Natal membawa white christmas yang begitu indah.

Natal membawa Nara kembali ke hadapanku.

Natal membawa semuanya berkumpul disini

.

“Every night before I sleep I thank The Lord of giving me, another day so I can’t be with you. Cause ain’t never seen a face so beautiful in everywhere, I can’t believe that I’m here with you”

.

.

** 3 hours later **

“makanan siap!!”

.

kami semua menyerbu 4 jenis masakan yang Nara buat. aku terlalu senang sehingga aku mengikuti kemana Nara berpindah

“kkkk~ aku tak akan kemana-mana! duduk dan makanlah” ujarnya begitu ramah. ya tuhan, ternyata aku memang sangat amat merindukannya

.

“sini, sini, aku supain deh” ia menyuapiku begitu lembut. membuatkan jajangmyeon untukku “bagaimana??”

.

“enak!” akhirnya karena tidak tahan baunya aku makan sendiri dengan porsi banyak “lain kali bikinkan lagi ya, istriku”

.

“bruuuurr”

“uhuuk, uhuuk”

“mwo??”

“omo na??”

“kkk~ mantab”

.

“aigoo, Kyuhyun-ah, kau manis sekali” ia memelukku erat dan ku kecup keningnya “gamsahamnida, uri Kyuhyun”

.

Kau tau Nara, 1 hal yang membuatku yakin, adalah i’m yours and you’re mine. aku tak bisa lurus tanpamu, tolong jangan pergi lagi

.

I’ll love you more tomorrow than today
These overflowing emotions won’t stop
Right now I love you so much
I can’t even put it into words

.

**1 month later**

Saat ku buka mata, yang ku lihat senyum manismu membawakan segelas susu hangat untukku. Aku tak ingin tertidur, karena aku tak mau kehilanganmu lagi jika lengah. Dan jika ini mimpi, aku ingin tertidur terus, agar aku bisa selalu melihat dan bersamamu, Nara

“Happy Birthday eve, uri Cho Kyuhyun~”

.

Nara membawa cake mungil dengan lilin ‘18’ di atasnya

.

“ah aku lupa!!” ujarku malu-malu “gamsahamnida, nara~”

Aku menariknya dan mengecup lebut bibirnya

.

“kenapa??” wajahnya shock dan aku tertawa melihat wajahnya begitu bodoh~ “mau lagi??”

“ah, aniya!!!” ia menjauh dan aku puas sekali tertawa karena wajah merahnya

.

“Cho Nara, I love you so much!”

“Cho Kyuhyun, I love you so much too”

.

I’ve always think of you
Thank you for your words to me
I just want to say this feeling of thankfulness to you
For always staying by my side

.

Hari demi hari ku lewati,

Mulai dari membantunya memasuki dunia baru di KyungHee.

dan lagi-lagi aku harus bersaing dengan namja yang mengincar Nara

“tidak lihat nih cincin di jari manis tangan kanan!!!”

.

“Kyuhyun, kau lihat YeYoungHae??” ujar Nara dengan wajah panik “lihat tidak??”

“YeYoungHae?? Siapa sih??” nara kesal dan meninggalkanku dengan wajah bingung

“yecung, wooyoung, donghae” ujar Soora yang tiba-tiba saja sudah ada di belakangku

“yesung??” ha? Apa ada teman bernama yecung “siapa?”

“maksudnya yesung aka Kim Jong Woon” imbuh Chaerin yang mengarahkan jitakan mentah ke kepala Soora “haah, kajja~”

.

Jika aku boleh rate, persahabatan dah kehidupanku ku beri angka 9 !!

Sudah sempurna, namun aku tidak tau apa yang kurang hingga aku tak berani memberi angka 10 dalam hidupku “ada apa yaa?”

.

.

** on march **

Nara

“besok ulang tahun kedua pernikahanku dengan Kyuhyun” gumamku “bagaimana ya enaknya??”

.

Aku menggerutu sejak akhir februari, bingung harus bagaimana dengan sikap Kyuhyun. Sikap yang begitu absurd ! menyebalkan !

“Kyu, mau kemana??” tanyaku pada Kyuhyun yang terburu-buru keluar rumah

“ah ada urusan kampus”

“jalan yuk nanti malam” aku ingin member kejutan dia dan melihat wajahnya aku yakin ia mau ikut

“engga bisa~ mau lanjutin game!! Sudah yaa”

.

mwo??

dia lupa anniversary kami ?
“Cho Kyuhyun namja tidak berotak!!”

“sialan~”

.

kau mau aku pergi?

oke aku pergi !

lakukan sesuka hatimu.

I’m off~

.

.

Kyuhyun

Dari tadi malam yeoja itu terus di kamar. Biasanya saat aku berteriak menyelesaikan gameku dia akan keluar dan membawa pentungan atau raket listrik agar aku diam. Tapi kemana dia??

“nara!! nara!!”

.

Aku ke arah kamar dan menyalakan lampu kamar

.

“lho kosong? Berarti dia tidak pulang?”

.

Aku panik dan berlari ke luar kamar dan melihat tempat kemungkinan Nara meninggalkan pesannya “dapur??” aku berlari ke dapur dan menemukan sepucuk surat

.

“hey, hey, hey,ambil cake di kulkas ya. setelah itu baca lembar selanjutnya^^”

.

Aku berjalan ke arah kulkas dan mengambil kotak. Saat ku buka, aroma cake begitu menggoda dan membuatku kaget. Tapi aku lebih kaget lagi tulisan yang ada di cake itu “Happy 2nd Anniversary Cho Kyuhyun – Cho Nara”

.

Aku shock melihat cake ini, lalu melanjutkan membaca halaman selanjutnya

.

“kau tau, aku sakit ketika kau melupakan hari ini. tak usah berbohong, dari cara bicaramu itu, kau memang lupa hari penting ini’

.

Astaga!! Aku benar-benar lupa hari ini adalah Ulang Tahun ke dua pernikahaku dengan Nara~ pantas semalam nara mengajakku jalan

.

“sikapmu semalam membuatku sadar Kyuhyun. Ternyata, mencintai itu tak mudah. Mulai sekarang aku akan mencintaimu secara sederhana. Seperti ucapan terima kasih awan kepada hujan”

.

apa maksud kalimatnya ini??

mengapa ada tetesan air mata di kalimat ini??

.

“aku akan pergi Kyuhyun~ berbahagialah”

“And I Love You, Cho Kyuhyun. Bye Han Nara”

.

Han Nara?

Han Nara?

“Nara!!!”

.

If i live my life again

If i’m born over and over again

I can’t live without you for a day

You’re the one i will keep

You’re the one i will love

I’m…yes because i’m happy enough if i could be with you

.

.

Bodoh !! Bagus Kyuhyun!

Ia pergi dan sekarang benar-benar pergi meinggalkanmu!

Aku berlari ke kamar dan melihat tas ungu kesayangannya sudah tidak ada!

“Cho Nara, kembali!!”

.

Love deepens as much as the tears flow
And we mature as much as we hurt
If we walk towards the place where our heart touch
I want to believe it is possible

 .

 .

.

~~~

TBC

~~~

And I Love You [Part 4]

And I Love You

Cast:

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Jang Wooyoung (2PM),
  • Han Nara = Cho Nara

Support Cast:

Chaerin, Soora, Eunji, Yesung & Donghae (SJ)

Length: Part 4

Genre: Friendship, Romance, Family

Rate: AG (All Age)

Author: Nana

Backsound:

  • And I Love You ~ (Yesung ft Luna)
  • Say No ~ (BEAST)

.

————————-

.

“hey, kau tidak senang berhasil lulus di persiapan KyungHee??” tanya wooyoung khawatir. pikiranku penuh dengan ‘bagaimana melepaskan Kyuhyun’

“aku senang~”, “hanya 25 orang yang lulus bukan~”

“smile please! how I hate to see you like this” ujar wooyoung dan aku langsung menangis, dan wooyoung memelukku erat. hatiku sakit melihatnya begitu.

.

Kyuhyun, andaikan aku adalah orang yang kau cintai. hari ini pasti hari yang sangat amat istimewa.

Kyuhyun, andaikan aku adalah orang yang kau genggam. hari ini pasti hari yang sangat menyenangkan.

.

*backsound: nayeosseumyeon (if it was me) – Na Yoon Kwon*

.

bisakah aku kembali padamu, wooyoung??

.

“hey, ku antar kau pulang. bulan depan kita sudah mulai belajar di KyungHee” ujar wooyoung dan langsung menuntunku pulang

.

“Kyuhyun, katakan, aku harus bagaimana”

.

Kyuhyun

saat ia menggerutu karena aku tak bisa mengantarnya ke KyungHee aku sangat sedih. tapi aku sudah tau bahwa ia lulus. karena kekasih Chaerin, yang juga seniorku, Lee Hyukjae, adalah pengajar di bimbingan Kyunghee. aku dan chaerin berjanji bertemu di sekitar KyungHee, karena aku ingin membeli hadiah untuknya. karena Chaerin yeoja maka aku minta bantuannya

.

“hey, Nara, and I Love You~”

.

@ apartemen

8 pm

“aku pulaang” ku buka pintu rumah, sangat sepi

“itu dia yeoja tak berotak~” aku menghampiri Nara yang sedang duduk di balkon namun ku sembunyikan hadiahku di lemari dahulu. baru pergi menyapanya

“hey, na… ra!!!!” ia menangis?? matanya sembab. ku copot headphone yang ia pakai, lalu mengalihkan wajahnya ke wajahku. tatapannya tetap kosong

“ya!! nara, gwenchana??” aku memeluknya erat

.

sumpah, aku belum pernah melihatnya seperti ini. air mata terus mengalir, tanpa ada suara tangisannya. raut wajahnya berantakan. aku sangat sedih melihatnya

“yaa!! bicara~ kau ada apa??” ia menatapku datar, lalu menjauhkanku dari tubuhnya

“lepaskan aku!!” ia bangkit dan meninggalkan aku di balkon. aku berlari dan menahannya

“neo gwenchanayo?” tanyaku lagi. ia menggeleng pelan

“aniyo~ gwenchana aniyo~” ia melepas paksa genggaman tanganku. ia masuk ke kamarnya. tak lama kemudian ia keluar lagi dan tersenyum

.

“hey, Kyuhyun~” panggilnya

“apa?” aku mendekat ke kamarnya

“bisa kau lepaskan aku??” suaranya bergetar

“mwo?” aku kaget dengan perkataannya

“bisa kau lepaskan aku?” ujarnya lagi, dan aku hanya terdiam

“terima kasih~” ujarnya singkat lalu menutup pintu kamarnya. aku kembali ke tempat tidurku dengan rasa tak percaya, aku shock dengan kalimat “lepaskan aku”

“lepaskanmu??” ujarku dalam hati “aku tak bisa melepaskanmu CHO NARA!!”

.

apa yang terjadi hari ini? tadi pagi ia masih tersenyum sangat baik padaku. tapi mengapa sekarang ia menatapku saja enggan??

.

** 5 days later **

.

selama 5 hari, aku benar-benar seperti orang gila! ia mendiamkanku. tak menggubris apapun yang aku lakukan dan katakan. ia memasak tanpa bertanya apa yang aku inginkan. biasanya ia akan bertanya berulang kali sebelum memasak~

.

“apa kau benar-benar ingin aku melepasmu, Cho Nara?” ujarku pada photo pernikahanku dengan Nara

.

*tok*tok*tok*tok*

.

“chakkanman!!” aku berlari ke arah pintu depan dan berharap Nara yang datang. karena sudah jam 7 belum ada kabar apapun darinya

.

“annyeong” sapa namja ini

“wooyoung?” ujarku ramah “kau mencari nara?”

“aniyo, mencarimu!” mencariku? tumben

“nara belum pulang kan??” ujarnya mantab

“mwo? kau tau dari mana?” kenapa ia bisa tau ia belum pulang

“ha? kau tak tau??” ia jauh lebih kaget lalu wajah kesalnya muncul

“benar-benar namja tak berotak~” ujarnya keras lalu menonjok pintu apartemenku

“ya!! mwoha neun goya???” aku juga ikut berteriak, lalu wooyoung menyeret dan mendorongku ke dalam apartemen

“istrimu kemana dan sedang apa kau tak tau??” ujar wooyoung “kau keterlaluan!!” aku semakin bingung mengapa ia benar-benar kesal

“memangnya kenapa dengan nara?” tanyaku dengan nada pelan. lalu ia berjalan ke arah balkon

“beberapa hari yang lalu Nara izin padaku dan teman yang lain tuk bekerja~” ujarnya

“mwo? bekerja?” aku shock mendengarnya bekerja “untuk??”

“bukankah sebentar lagi kau sudah langsung kuliah di KyungHee?” ujarnya dan aku mengangguk

“Nara ingin membelikanmu hadiah dengan uangnya~” ujar wooyoung, dan aku semakin kaget

“ia bekerja sebagai tour guide sepulang sekolah sampai jam 8. dan itu kau tak tau? bahkan ketika sakit dan pingsan di sekolah kau juga tak tau?” imbuhnya “jeongmal babo namja~ yeobo tak berotak!!” ia berteriak lalu pergi dari apartemenku. meninggalkan aku dengan segudang rasa bersalah padanya. rasa bersalah yang sebenarnya ingin ku ubah menjadi rasa sayang. rasa yang bahkan aku tidak mengerti ini apa~

.

“ah!!” aku berlari ke arah lemariku, dan mengeluarkan boneka

“bahkan boneka kelulusan ini belum ku berikan~” aku semakin bersalah dengan keadaan ini. Nara, jangan buat aku mulai menunggumu seperti orang gila~

.

** cekreeek **

.

“nara??” aku berlari ke arah pintu

“aku pulang” ujarnya dengan wajah lelah. ku perhatikan dari atas hingga bawah, ia terlihat lebih kurus. aku memeluknya dari belakang, dan ia diam lalu melepas pelan pelukanku

“ada apa?” tanyanya tegas

“ada apa? kau tanya ada apa? harusnya aku yang tanya! kau ada apa??” aku membentaknya dan aku sadar aku terlalu berlebihan

“…….” ia diam melihatku “lepaskan aku, Kyuhyun. pergilah dengan yeoja yang kau cintai” ujarnya saat melepas cengkeraman tanganku di lengannya

“apa maksudmu?” aku kaget dengan ucapannya yang ini. ia tersenyum menatapku

“jangan tersenyum cho nara!!” bentakku

“tunggu lulus sekolah, tinggal sebentar lagi kan?? setelah itu namaku berubah jadi Han Nara lagi” ia tersenyum lalu masuk ke dalam kamar

.

aku terduduk mendengar kalimatnya. tanpa aku sadari, air mataku jatuh. ku lihat cincin yang tersemat di jari manis kiriku

“jadi ini yang kau maksud lepaskan aku??” ujarku menatap photo pernikahan kami “hey, nara, kau jahat! sangat jahat!”

.

* next day *

.

saat ku bangun, sarapan sudah ada di meja. dan Nara tetap di kamarnya

.

“permisi!! pos! pos!”

.

“ne, chakkanman” aku keluar dan melihat siapa yang datang

“maaf nyonya Nara ada kiriman dari jepang~” aku mengambil surat dan melihatnya. tukang pos itu pun pergi

.

“Waseda University??” tokyo ? untuk apa Tokyo mengirim surat ini. ku baca isinya, dan aku shock. ada bagian yang membuatku tak percaya dan ingin menangis

.

“selamat Cho Nara, anda di terima di Waseda University dengan beasiswa aktif 75% dan lolos seleksi menjadi staff dosen bahasa inggris. harap memberi kabar kepada kami dalam 2 hari ke depan. kami sangat amat berharap atas kerjasamanya. terima kasih”

.

“jadi kau mau pergi dari sisiku, Nara??” ujarku pada Nara yang sudah berdiri tegap di depanku dan melihatku saat membaca suratnya

“kemarikan” ia mengambil surat itu dan tersenyum padaku

.

“Kyu, aku harus ekstra belajar agar bisa lolos ke KyungHee, tapi saat ada berita beasiswa ke Jepang, aku langsung mendaftar~” ujarnya

“bukan itu yang aku tanyakan babo yeoja!!! kau akan pergi?” ia tersenyum dan mengangguk pelan

“kau akan kuliah disana?” ia mengangguk lagi

“kau akan meninggalkan aku??” ia tersenyum

“dan benar-benar melepaskanku??” kali ini dia terdiam dan memandang surat itu. lalu tersenyum menatapku

“iyaa, aku harus melepasmu. kau bahagialah dengan yang lain” ujarnya mantab

.

“niga animyeon andwae, tto eobsin nan andwae!!”

aku tak bisa katakan itu, tersangkut di tenggorokanku. kalimat yang benar-benar ingin ku katakan di depannya sengat keras lalu memeluknya. sayangnya aku tak bisa, aku hanya diam menatapnya, dan ingin menangis, tapi aku bahkan tak bisa lakukan itu

.

“aku mau ke jepang~ kau tau, itu impianku” ujarnya tiba-tiba

“mwo??” aku kaget, lalu ia tersenyum manis. ia berlari keluar apartemen dengan handphone dan surat itu di tangannya

.

“bahkan aku tak tau impianmu adalah itu, Nara!” ujarku menatapnya berlari dari balkon. senyumannya terlihat jelas dengan teropongku

.

“jika ku katakan jangan pergi, apakah kau akan tetap pegi?”

“jika ku katakan tetaplah disini, apakah kau tetap disini?”

.

Nara

“Tuhan apakah ini pertanda bahwa aku memang harus pergi dari Kyuhyun”

“yeobseyo wooyoung!”

“ah, nara, waeyo?”

“aku di depan jalan rumahmu. keluarlah”

“jeongmal??”

“ne~ ppalliwa”

“ah, arasso, chakkanman”

.

*klik*

.

5 minutes later

.

“tumben kau mengajak keluar” ujar wooyoung “waegeurae, Nara??” aku menyerahkan surat dari Waseda, dan Wooyoung kaget melihat korp surat itu

“wa…waseda?? kau di terima di waseda??” ujar wooyoung tidak percaya

“ne~ eottohkke??” aku bingung. tak terasa air mataku jatuh, dan wooyoung memelukku

“sudah jangan menangis~ ulljima uri nara” ia menghapus air mataku dengan lembut

.

sesungguhnya wooyoung sangat baik dan perhatian.

bodohnya aku melepaskan wooyoung demi namja yang bahkan melihat atau merasakan kehadiranku saja tidak

.

“kau mendapatkannya juga bukan??” tanyaku pada wooyoung dan ia mengangguk pelan

“kita kuliah di waseda saja~ tak perlu test. tinggal masuk dan dapat gaji juga kan!!!” ajakku pada wooyoung dan ia terdiam menatapku, dan memelukku hangat. memelukku sangat lama. aku bisa merasakan dekapannya begitu lembut. dekapan yang tak pernah ku rasakan bahkan jika dengan Kyuhyun. dekapan yang sebenarnya ku harapkan sejak dulu

.

“kau begitu mencintai Kyuhyun sehingga kau memilih pergi darinya dan membuatnya bahagia dengan melepasnya. benarkan, Cho Nara~” ujar wooyoung di telinga kananku sambil membelai lembut rambutku. aku melepaskan pelukannya dan sedikit menjauh

“aniyo!!” ujarku sedikit keras.

aku kaget mengapa ia bicara seperti itu dengan nada lemah. aku berusaha tidak terlihat mengharap Kyuhyun. karena mengharap seperti apapun, nyatanya ia tak pernah menyukaiku, tak pernah menyayangiku, bahkan tak pernah terlintas tuk mencintaiku

.

wooyoung terduduk di bangku dan menunduk sambil menggenggam tanganku. genggamannya tambah erat, lalu aku berjongkok dan melihat wajahnya. untuk pertama kalinya aku melihat wooyoung menangis!! saat melihatnya menangis, aku tak mampu berbicara, bahkan aku ikut menangis. hatiku sakit melihatnya begini

“hey, kau kenapa?” tanyaku pada wooyoung dan ia menggeleng pelan “ulljima! ulljima!” aku menghapus air matanya dan ia tersenyum

“mianhae~” ia memelukku erat, dan saat wooyoung memelukku aku memutuskan untuk meninggalkan Kyuhyun, melepaskan Kyuhyun, dan melupakan Kyuhyun. aku ingin Kyuhyun bahagia dengan yeoja yang ia cintai. aku harus mencoba melepasnya, harus~

.

“jeongmal nugot bonae! naega eottohkae neol bonae!”

.

** 6 days later **

.

Kyuhyun

sudah 6 hari ini Nara seperti menjauhiku. mau melihatku saja tidak, bahkan ia tidak mau memasak untukku. aku tidak tau ada apa dengannya, atau mungkin masalah ada padaku??

.

“Kyuhyun bodoh!! kau itu mencintainya~” teriak Chaerin dari jauh. ia menggandeng seorang namja yang aku kenal “Eunhyuk hyung??” seniorku di KyungHee

“beberapa hari ini aku melihat Nara di loket pembatalan kuliah di kampus! apa yang terjadi?” tanya Eunhyuk dengan nada tegas, dan chaerin sudah menatapku tajam

“dia memilih ke Waseda~ dan meninggalkanku” ujarku pada chaerin

.

*plaaaakk*

.

“chagiya??” eunhyuk kaget karena chaerin menamparku keras, akupun kaget “tahan emosimu”

“mana bisa!!! tahan emosi demi namja tak berperasaan!! namja tak berotak!! mana bisa??” chaerin meronta-ronta dari pelukan eunhyuk karena ingin memukulku lagi

“jangan bicara seperti Nara” aku tak mau kalah

“kau tak punya hati, Kyuhyun” sahut chaerin “kau tak punya hati!”

.

“kalian diam!!!!!” teriak seorang namja dari arah belakangku

.

“wooyoung??” aku kaget tiba-tiba ada wooyoung, dan eunhyuk hyung mengenalnya

“yo!!” ujar eunhyuk hyung simpel

“siapa kau??” teriak chaerin ke arah wooyoung “yaa!! nuguseyo??” wooyoung tetap diam dan lurus memandangku

“sedang apa kau disini?” tanyaku ketus

“cih~ namja tak berotak! kau pikir kau siapa menyakiti uri Nara? kau pikir karena kau suaminya kau hebat? kau pikir kau segalanya? hey buka otakmu!!!” wooyoung meninjuku dengan keras, bibir bawahku berdarah

“ya! jangan berkelahi” eunhyuk hyung memisahkan kami

“hey, kau siapa sih?” gerutu chaerin

“Wooyoung ! Jang Wooyoung” sahut wooyoung, dan chaerin entah mengapa chaerin berdiri di samping wooyoung

“aku di pihakmu. bunuh saja namja gila itu~” ujar chaerin kesal

.

“mwo??”

“ha?”

“astaga, chagiya?”

.

eunhyuk hyung menghampiri mereka “jangan main-main dengan ucapan kalian!!!”

.

“bahkan aku tak tau bagaimana mencintainya~” ujarku sedih dan wooyoung langsung menepuk bahuku

“sifat kasarmu yang menunjukkan kau mencintainya. tapi sikap kasarmu menunjukkan kau mengabaikannya~” ujar chaerin, dan wooyoung tertawa “pulanglah!”

“pulang?” tanya chaerin

.

“kemarin aku bertemu Nara~ ia bilang besok siang akan pergi ke jepang” ujar wooyoung tersenyum

“besok ia ke jepang?” tanya eunhyuk hyung, dan wooyoung mengangguk “nah, kau harus jujur sebelum ia pergi, Kyu. atau kau akan kehilangannya” imbuh chaerin dan eunhyuk tersenyum

“chakkanman!! kau bertemu Nara kemarin, dan kemarin ia bilang besok siang akan ke jepang. dan besok siang itu adalah siang HARI INI!!!!” teriak Chaerin dan menekan kata HARI INI

.

“waaaaa!!!!” wooyoung, eunhyuk, dan chaerin berteriak

“shit!!” aku langsung berlari ke mobilku dan melaju dengan kecepatan tinggi ke apartemen

.

Cho Nara, jangan pergi dulu !

aku sudah yakin sesuatu “aku sangat mencintaimu”

Cho Nara jangan tinggalkan aku !

aku sudah tau sesuatu “aku sangat membutuhkanmu”

.

@ apartemen

“nara!!” “nara!!”

tidak ada Nara, namun aku melihat kotak berwarna biru dan recorder

.

“apa ini??” aku buka kotak biru ini, dan tersenyum melihat isinya

“sonny psp?” ku putar rekaman yang ada di recorder

.

“hei Kyuhyun! chukkae! maaf aku tidak bisa memberikan langsung hadiah ini. hari ini aku berangkat ke jepang, Kyuhyun. doakan aku yaa. maaf menyusahkanmu selama ini, kau yang terbaik Cho Kyuhyun. bye, Cho Nara~”

.

aku menangis mendengar suara Nara yg bergetar di rekaman ini. ku cek jamnya, sudah 3 jam yang lalu. Nara sudah take off~ ia meninggalkanku. benar-benar meninggalkanku “Nara!!!!!!!”

.

Chaerin

aku dan wooyoung mengikuti Kyuhyun sampai ke apartemen, dan setelah sampai di apartemen Nara sudah pergi. terlambat~

.

“namja bodoh~” gerutuku saat melihat Kyuhyun terduduk lemah

“hey, kau mantannya Kyuhyun?? otaknya begitu ya?” tanya namja yg bernama wooyoung, dan aku menangguk

“apa ia tak pernah belajar ramah saat mencintaimu?” tanyanya lagi, dan aku tertawa

“ada apa?” tanyanya

“dia itu namja bodoh~ ia memang pernah mencintaiku, tapi hanya sebatas teman tidak lebih. sedangkan Nara?? ia benar2 mencintai & membutuhkan yeoja itu. Naralah cinta pertamanya” ujarku menjelaskan padanya, namun hening

“hey? ada apa?” ia terdiam dan memandang photo yg ada di dompetnya

aku mencintainya~” ujarnya

“mwo???” aku shock mendengar pernyataan namja ini, namun aku membekap mulutku sendiri dan mengecilkan suaraku

.

“sejak?”

“sejak 1 tahun yang lalu, jauh sebelum Kyuhyun bertemu Nara~”

“mengapa tak kau ungkapkan?”

“aku tidak bisa, chaerin-ah”

“mengapa?”

“karena aku harus memantabkan hatinya”

“tapi kau malah kehilangannya”

“iyaa, kehilangannya, dan menyerahkannya ke kandang singa”

“kau mau merebutnya?”

“tidak”

“mengapa?”

“kalau aku merebutnya, sama dengan aku menyakiti hatinya”

“he?”

“karena ia sudah terlalu mencintai Kyuhyun”

“kau melupakannya?”

“aniyo~ hanya merelakannya saja”

“apa bedanya?”

“aku tak akan bisa melupakannya. aku hanya bisa merelakannya. jika aku merelakannya, aku bisa ikhlas dan bahagia atas kebahagiaannya”

.

aku tersentak mendengar semua pengakuannya. bukan karena kejujurannya, namun karena kalimatnya terlalu merasuk

.

“ulljima~” tanyaku sambil menepuk bahunya, dan ia tersenyum

“hey, aku tak mau menangis! menyesal memang, tapi tak boleh berlarut. right??” ujarnya sambil mengangkat jempol kanannya

“yes, you’re right” ujarku menyahut

“tapi aku sanksi Nara akan memilih Kyuhyun kembali” ujarnya tegas, dan aku kaget. aku benar-benar lupa bahwa saat ini Nara ada di jepang mengurus kuliahnya

“Kyuhyun terlalu bodoh tuk menyadari” ujarku kesal

“dia menyadari, tapi hanya tidak tau kalau itu cinta. mereka saling mencintai, tapi belum saling mengerti” ujar wooyoung iba. kami berjalan ke arah Kyuhyun yg masih terduduk & menggenggam psp hadiah dari Nara

.

“hey, Kyuhyun istirahatlah” ujarku saat memapah Kyuhyun tuk tidur

“di kamar Nara saja~” ujarnya dengan suara pelan

“mwo? kalian tidak tidur bersama?” wooyoung kaget, dan Kyuhyun hanya mengangguk

“ini kamar Nara” ujar Kyuhyun saat ia merebahkan tubuhnya di kasur milik Nara

“tidak jauh beda dengan kamarnya di rumah lama” ujar wooyoung dengan tangan di lipat di dada

“Nara! please back to me~” rintih Kyuhyun saat memeluk guling Nara. kami kasihan melihatnya begini. wooyoung terus menatap Kyuhyun, dan aku? aku harus apa? aku tak bisa apa-apa. semuanya berawal dari kecerobohan babo namja ini~

.

Kyuhyun ! kau kehilangan Nara~

Kyuhyun ! kau namja yang bodoh~

kyuhyun ! kau namja tak berotak~

kyuhyun ! kau harus lepaskan Nara !

And I Love You [Part 3]

And I Love You

.

Cast:

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Jang Wooyoung (2PM),
  • Han Nara = Cho Nara

Support Cast:

Chaerin, Soora, Eunji, Yesung & Donghae (SJ)

Length: Part 3

Genre: Friendship, Romance

Rate: AG (All Age)

Author: Nana

Backsound:

  • And I Love You ~ (Yesung ft Luna)
  • On Rainy Days ~ (BEAST)

.

————————-

.

“Kyuhyun-ah!!” aku berlari sekuat tenaga menuju mobilnya

.

“cepat-cepat!!”

“wah terjepit”

“apa masih hidup”

“tidak ada~”

.

dari jarak 15 meter aku melihat dan mendengar dengan jelas apa yang orang-orang itu bicarakan saat melihat mobil Kyuhyun begitu ringsek

“KYUHYUN!!!!!” aku berteriak histeris, lalu orang-orang itu memberiku jalan dan mengamatiku total

“tolong bantu dobrak~” pintaku panik, aku tak bisa melihat Kyuhyun karena kaca mobilnya gelap, bahkan aku tak tau jika kaca mobilnya ternyata gelap

“agassi, awas sebentar” namja ini mendobrak keras pintu samping tapi tak berefek

“Kyuhyun-ah!! gwenchana?? yaa!!!” aku menggedor-gedor pintu samping kanan dan kiri, bahkan kaca depan, tangisanku terus dan terus bertambah. orang2 sekitar melihatku iba

“sabar~ sabar~” ujar seseorang lalu menepuk bahuku

“sabar?? suamiku sekarat di dalam dan aku harus sabar?? pakai otakmu tuan!!!” teriakku kesal, dan seseorang itu diam tapi tetap membantu, ucapanku ngawur, pikiranku kalut

.

“wah, masih sekolah sudah menikah!”

“pasti karena kecelakaan”

“cantik sih tapi sayang sudah menikah”

“aigoo, anak jaman sekarang”

“suami atau pacar sudah sama saja jaman sekarang”

.

di sekitarku aku mendengar ibu-ibu bergosip tak karuan. apa yang ada di pikiran mereka? bisa-bisanya bergosip di atas penderitaan orang. sungguh terlalu~

.

“bisa!!! lho??” pintu bisa di buka namja itu tapi Kyuhyun tak ada, aku semakin menangis

“KYUHYUN!!!” aku terduduk lemas sambil menggenggam erat handphoneku

“lebih baik kau cari dia lagi. mungkin mobil ini bukan miliknya” ujar namja baik hati itu

“jeongmal gamsahamnida. na neun Cho Nara” ujarku berterima kasih

“na neun, Seulong. Im Seulong imnida~” ujar namja ini sambil memberikan tissue padaku. aku juga membungkuk ke orang-orang yang telah membantuku tadi. tapi dimana suamiku?? aku sesak ~

.

“Nara??” teriak seseorang dari arah belakang

“suara itu??”

“Nara??” suara itu lagi, aigoo~

“babo yeoja!!!!” Kyuhyun! itu Kyuhyun. ia menghampiriku

“neo gwenchanayo??” tanyanya padaku, wajahnya sangat panik melihatku seperti ini

“KYUHYUN-AH!!!!” aku langsung berdiri dan memeluknya erat, sangat erat

“hey, ada apa kau menangis?” Ya Tuhan, syukurlah! jangan rapuhkan imanku. ku mohon~

“tak apa~” aku memeluknya erat sangat erat

“oh dia ya~hahaha, syukurlah agassi” ujar seulong

“gamsahamnida, Seulong-ssi” ucapku berterima kasih atas bantuannya

.

Kyuhyun

ada suara Nara menangis di tengah gerumunan orang banyak yang ada di kecelakaan itu. aku panik lalu berteriak dan menghampirinya. keadaannya sangat amat amat kacau~ tangisan yang pilu

.

“aku tak apa-apa” ujarku sambil menenangkannya. ia terus menangis memelukku

.

“waah, masih hidup ternyata”

“untunglah”

“tuhan memberkati kalian”

“beruntung sekali kau memiliki istri seperti dia”

“istrimu sangat panik tadi”

“wah, sekolah yagn baik yaa”

“waaah~ sangat keren”

“kau lihat tadi, Nara sangat panik. hebat sekali dia~”

“suami dan istri yang sangat romantis”

“masih sekolah ternyata”

.

suara orang-orang saat melihat Nara menangis dalam pelukanku, dan aku mengerti, ia mengira itu mobilku, dan aku kecelakaan, karena mobil itu sama seperti mobilku

“babo~ sebelum panik, lihat plat mobilnya” ujarku sambil mengalihkan kepala Nara melihat plat no mobil itu, dan ia tersenyum malu. aku langsung memeluknya erat

.

“kau tau, saat kau berlari dan datang padaku, saat itu juga hatiku untukmu, babo yeoja~” bathinku saat menggandengnya menuju mobilku

.

“ah gara-gara kau, aku stress. dan tak ingat kalau di seoul juga ada yang punya mobil sepertimu~” ujar nara berbicara pada mobil ini sebelum duduk, kasihan dia~ ku rasa otaknya tergeser

.

“kau berlari dan panik?” ia mengangguk cepat

“menangis dan berteriak?” ia tambah mengangguk dan menatap jalanan hampa

“kau khawatir padaku??” tanyaku penasaran dan ia menoyorku berkali-kali

“tentu saja bodoh!! kau gila apa??” teriaknya hingga suaranya naik 1 oktaf dan itu membuatku shock dan berhenti tiba2

“jeongmal??” tanyaku mendelik

“terlalu~” ia kesal lalu keluar mobil dan berlari menuju apartemen sendirian

“ya, nara, mianhae~” ia terus berjalan cepat dan tak menggubrisku

.

“hei, maafkan aku” ujarku terus menerus. bahkan saat di lift ia tak menggubrisku. memang kenapa dengan pertanyaanku

.

@ apartemen

sampai di apartemen, Nara langsung masuk ke kamar, tanpa bicara apapun padaku. Membuatku sedikit kesal. Namun apa yag ia lakukan tadi benar-benar membuatku lupa kekesalanku padanya saat ini

.

**blaaammm**

.

apa aku salah bertanya seperti itu? toh aku hanya bertanya apa ia benar2 sekhawatir itu padaku. dan melihatnya seperti itu, aku tau jawabannya~

.

*tok*tok*tok*

.

berulang-ulang ku ketuk pintu namun tak di gubrisnya, dan aku buka dengan kunci cadangan. ku lihat nara tertidur lemas

.

“maaf! Aku tak bermaksud menyakitimu lagi, lagi, lagi, dan lagi. mianhe, uri Nara” aku mengecup kening yeoja ini lembut. ku belai wajahnya yang halus

“ternyata kau memang cantik, Nara” bathinku

“And I Love You~” ucapku pelan

aku tidak berharap ia mendengarnya, tapi aku berharap juga ia mendengarnya. agar ia bisa menjaga sikap. semoga kau mengerti~

.

** next day **

@ 6 AM

.

ku rasakan ada yang memelukku. ku buka mata perlahan

“Nara??” bathinku melihat Nara memeluk lenganku. aku melihat wajahnya sangat jelas

“sangat dekat” bathinku saat melihat wajah mulusnya

“he?” aku bangun pelan-pelan dari tempat tidur, dan ternyata semalaman aku tidur dengannya

“astaga~ untung” pakaianku masih lengkap, astaga, aku panik. aku tak ingin melakukan hal-hal yang di luar batas. lagi pula ia hanya mencintai wooyoung, aku tak ada dalam memorinya. meskipun aku adalah suaminya

.

“hey~ bodoh!! Bangun!! mau sampai kapan kau tidur??” aku berteriak sangat keras membangunkannya, dan ia langsung berdiri di atas tempat tidur dengan wajah bingung, jujur aku suka wajahnya ketika panik

“aigoo~ mwoha neun goya!!!” teriaknya panik saat melihatku di kamarnya

“membangunkan yeoja tak berotak!” ujarku tegas, namun di dalam hati aku tertawa geli melihat rambutnya acak-acakan

“ku kiraa~”

“kau kira apa?? aku tidak akan macam-macam. ppalliwa~ lihat jam brp sekarang??” bentakku sambil menunjuk jam dinding, dan ia langsung berlari menuju kamar mandi dengan membawa handul di kepalanya. sebelum keluar kamarnya aku menatap photo yang terpajang di meja kamarnya. ya mulai hari ini aku akan selalu di samping yeoja sinting itu. tak peduli apa yang dia lakukan dan katakan, aku akan selalu menjaganya. karena aku mencintainya, uri Nara~

.

@ School

“ah itu wooyoung~” dia menunjuk namja yang ia cintai dengan semangat

“aku turun disini” sebelum ia turun dari mobil, ku tahan dia

“waeyo?” tanyanya padaku

“ikut sampai parkiran” ujarku sabar

“nanti aku ke kelas dengan siapa. aku mau turun bersama wooyoung!!” ujarnya dengan nada meninggi

“aku yang akan mengantarmu, yeoja tak berotak” selesai aku mengucapkan kalimat itu, kami langsung terdiam

“biar aku saja mengantarmu, arasso??” ujarku memperbaiki kalimat kasar tadi

“tapi kelas kita kan beda arah, Kyu??” ujarnya memotong

“sekali-kali mengantar istriku tak apa-apa” ujarku mantab lalu ia mengangguk dan tersenyum. Rasanya senang melihatnya tersenyum

.

selama perjalan menuju kelasnya, ia hanya diam. jika ku perhatikan, ia selalu berisik jika dengan teman-temannya, apalagi wooyoung. Namun tidak jika ia di sandingkan denganku. Kami akan bicara jika sedang ribut atau berdebat. Hanya itu saja yang bisa kami lakukan

.

“sadarkah kau tanpa sengaja telah menyakitiku, Nara??” bathinku sedih

.

“ah, sudah sampai kelasku. kau kembalilah ke kelasmu” ujarnya. aku melongo ke dalam kelas, dan semuanya memperhatikanku, dan aku tidak melihat wooyoung

“Nara!!” panggil seseorang

“wooyoung!!” Nara ternyata di panggil wooyoung, dan ia menghampiri wooyoung. tangannya melingkar di lengan namja itu

“kembalilah ke kelas” ia membelai wajahku pelan, dan melambai. kau seperti mengangkatku, lalu dengan indahnya kau jatuhkan aku di tengah batu kerikil

“nanti kau pulang sendiri. aku harus pergi” aku langsung pergi meninggalkannya dengan namja itu. aku tak berbalik untuk melihat apakah ia masih disana melihatku

“yeoja sinting tak berotak~” gerutuku

.

Nara

sejak tadi pagi Kyuhyun sepertinya ingin berbuat baik padaku. namun jika kalimat kasarnya keluar, dia seperti mengangkatku tinggi-tinggi, lalu melemparkanku dengan sangat baik di atas koral-koral tajam. begitu sakit terasa

“hey, bodoh~ ada apa?” tanya Donghae membuyarkan lamunanku

“ah, aniyo. hehe~”

“wajahmu seperti sampah di depan sekolah” kalimat wooyoung sontak membuatku melihat kaca dan bercermin, apakah wajahku hari ini SEBURUK itu

“hhahha, maksudnya wajahmu jelek jika cemberut, uri Nara~” ujar Yesung ramah lalu langsung memelukku. walaupun aku tak ada oppa, hanya yesung yang selalu memperlakukanku dengan sangat amat baik

“tumbem suamimu mengantarmu sampai kelas?” tanya soora penasaran

“dan sepertinya pagi ini baik-baik saja??” imbuh Eunji dengan berkacak pinggang. aku hanya tersenyum menanggapi kalimat 2 yeoja ini

“sudah berbaikankah??” pertanyaan wooyoung yang tiba-tiba membuatku kaget, dan terdiam

“ya! Han Nara, neo gwenchana??” tanya soora

“Cho Nara! na neun Cho Nara jigeum” ujarku sedih. Yesung langsung memelukku, dan menepuk-nepuk kepalaku

“geurae, Cho Nara” ujar wooyoung, dengan senyum khasnya

.

“niga neomu bogoshipo, uri wooyoung” bathinku saat ia tersenyum seperti biasa

“apakah kau benar-benar tak tau kalau aku pernah terlalu menyayangimu??”

.

** after school **

“besok rapor, besok rapor, besok rapor” gerutu Donghae seketika saat Yuri seongsangnim keluar kelas

“tenang saja~” ujar soora menenangkan donghae

“apa nilai kita bagus?” tanya donghae pada Eunji

“tentu saja~” sahut Eunji

“tentu saja bisa membuat sesak napas. hahaha~” imbuh Yesung seketika, dan Donghae panik lagi. kepanikan Donghae adalah hiburan bagi kami “mianhae~ hehehe”

.

“wooyoung, kau tenang saja??” tanyaku pada wooyoung yang sedari tadi diam

“mollayo~ semoga saja baik” ujarnya tegas seperti biasa. senyummu adalah kekuatanku di sekolah wooyoung. jangan pernah bersedih. kalau tidak, hatiku hancur~

.

“Nara!! kajja” panggil seseorang dari arah pintu

“ah, itu suamimu menjemput” ujar wooyoung menunjuk Kyuhyun

“aku duluan yaa~ see you tomorrow”

aku berjalan ke arah Kyuhyun berdiri sambil melambaikan tangan pada temanku. sangat sesak mendengar wooyoung mengatakan kalimat itu. aku ingin menangis, dan berlari ke pelukan wooyoung. dan itu berarti aku meninggalkan Kyuhyun. aku tak bisa ~

.

“hei, minggu depan pengumuman di KyungHee, siap??” tanya Kyuhyun datar

“molla~ aku pasrah” ujarku sedih, aku terlalu banyak pikiran akhir-akhir ini. bahkan ketika Kyuhyun dengan Chaerin, dan wooyoung berbincang lagi dengan yeoja itu. sangat amat menganggu

“hey!! hati-hati~” Kyuhyun menarikku keras, aku kaget

“itu tangga, dasar bodoh~ gunakan matamu!!” bentak Kyuhyun padaku

.

“wah, suami istri sedang ribut”

“kyuhyun kasihan mempunyai istri bodoh~”

“kenapa kau menolakku dulu”

“aigoo, istrinya ceroboh”

“oh jadi dia Han Nara~”

“Nara? biasa saja”

.

comment-comment mulai berdatangan. membuat kupingku panas. inginku juga tidak menikah dengan idola kalian. dasar memuakkan. aku langsung berjalan cepat menuju mobil, di ikuti Kyuhyun

.

@ Kyuhyun’s car

“cepat pulang~” perintahku pada Kyuhyun

“yang tadi tak usah di gubris” ujar Kyuhyun tersenyum dan mengacak-acak rambutku

“lepaskan!! tak usah kau ingatkan~ cepat jalan!” emosiku mulai tak stabil, Kyuhyun mulai menatapku seakan-akan akan membunuhku saat sampai di rumah nanti. tapi aku kepalang marah dan kesal. mengapa harus aku yang bertemu dengan Kyuhyun, mengapa harus aku yang merawat Kyuhyun, mengapa aku yang harus menikah, dan tinggal dengan Kyuhyun. terlalu banyak pertanyaan yang membuatku muak

.

.

@ apartemen

** living room **

.

@ Kyuhyun

sejak tadi Nara hanya diam menonton tv. entah mengapa aku merasa ia menyesal menikah denganku. kau tau Nara, kau membuatku berubah. berubah menjadi namja yang lebih baik, lebih sabar, lebih ramah, dan lebih mencintaimu~

.

“kau siap tuk besok?” tanyaku mencairkan suasana

“tuk apa?” ujarnya santai

“rapormu??” dan saat ku ucapkan “rapormu” wajah paniknya keluar, grasak-grusuk melihat hpnya

“ada apa di hpmu?” tanyaku penasaran

“semua nilai-nilaiku” ia terus menggeser handphone layar sentuhnya dengan panik, dan itu membuatku tertawa dalam hati. dasar aneh

.

“optimis KyungHee!!! yeaaahh!!” teriaknya semangat dan entah mengapa aku langsung tertawa melihatnya seperti itu

“bagus, bagus, otak bodoh optimis yaa~ hahaha” aku tetap tertawa dan Nara terus mendengus kesal. entah mengapa, aku merasa saat itu ia tidak marah, tapi pikirannya tertuju pada rapornya

“dasar aneh~” gerutunya sambil melempar bantalku

.

“Hwaiting Cho Nara!!” teriakku sambil mengepalkan tanganku, ia tersenyum sangat baik

“Hwaiting Cho Kyuhyun!!” dan ia ikut berteriak dan mengepalkan tangan seperti apa yang aku lakukan

.

“bagaimana jika aku mencintaimu?” bathinku saat menatapanya tersenyum “hatiku sudah kau ambil setengah. jangan macam-macam kau Cho Nara”

** next day **

.

Author

kesepakatan harus di jalankan. Nara mengambil rapor Kyuhyun, dan Kyuhyun mengambil rapor Nara.

.

kyuhyun malas bertemu wooyoung karena ia tau, Nara sangat menyayangi wooyoung dan lebih menganggapnya ada di bandingkan dengan suaminya. sedangkan Nara malas ke kelas Kyuhyun karena mulut comel yeoja disana. meremehkan Nara setiap saat dan kalimat kasar yang membuat Nara muak~

.

* Nara class *

“nilai Nara menurun. tapi masih bagus. ia tetap pemegang nilai tertinggi di kelas ini. bantu ia belajar ya, Kyuhyun-ah. semua nilainya 8,5 – 10, lumayan” ujar Yuri seongsangnim pada Kyuhyun, dan Kyuhyun tersenyum lega karena nilai Nara bisa untuk terus ke KyungHee

.

*Kyuhyun class*

“oh itu ya istri Kyuhyun~”

“biasa saja~”

“kasihan kyuhyun~”

.

baru masuk 1 langkah saat di panggil Jessica seongsangnim, Nara mendengar hal-hal yang bisa membuatnya sedih. tapi ia bertekad mengambil rapor Kyuhyun, setelah itu keluar dari kelas mengerikan ini

“annyeong, jessica seongsangnim~” sapa Nara pada wali kelas Kyuhyun

“ah, Nara~ seperti biasa senyummu sangat cerah” ujar jessica seongsangnim

“bagaimana nilai Kyuhyun?” tanya Nara

“nilainya bagus sekali. ia hanya perlu sekolah beberapa bulan lagi, setelah itu ia bisa langsung kuliah di KyungHee. kau harus bangga pada suamimu~” ujar Jessica seongsangnim bangga, dan Nara tersenyum saat menerima rapor Kyuhyun

“gamsahamnida” ujar Nara, lalu meninggalkan kelas Kyuhyun dengan bangga. ia mengabaikan kalimat pedas dari yeoja di kelas Kyuhyun

.

**ddrrrttt**ddrrrttt**

——————————-

to: Nara

from: Kyu~

Message: kita bertemu di mobil saja~ aku sudah di mobil

———————–

to: Kyu~

from: Nara

Message: ne~ aku kesana sekarang~

————————

.

** 5 minutes later **

.

Nara

Jessica seongsangnim bilang nilai Kyuhyun sangat baik, dan saat ku baca nilainya, hanya satu kata yang terlintas di otakku “perfect”. aku melihat Kyuhyun melambai di samping mobil, lalu aku tersenyum dan berlari menghampirinya

“Kyuhyun!! chukkae, perfect score!! aku sangat sangat bangga padamu” ujarku girang saat menyerahkan rapornya

“tapi aku tak bangga dengan nilaimu~ bodoh !!” ujarnya pedas lalu melempar raporku dengan indah di atas dashbord mobil tanpa basa-basi

“waeyo??” tanyaku kesal

“punya mata??” aku mengangguk

“punya tangan??” aku mengangguk lagi

“ambil, dan baca sendiri!” ujarnya kasar, astaga!! kau tak pernah bisa baik ternyata

.

ku ambil raporku dan melihat nilaiku. nilaiku turun, dan jauh dari nilai Kyuhyun

“pantas dia bilang aku bodoh~” bathinku memandang raporku

“YA!!! sampai kapan kau mau disitu??” bentak Kyuhyun

“ne~ chakkanman” lalu aku masuk mobil, dan Kyuhyun mengendarai mobilnya menuju apartemen. tak ada bahasan apapun di antara kami hari ini. mungkin ia malu karena nilaiku jelek, dan jauh bila di bandingkan dengannya

“mianhae~ aku hanya bisa menyusahkanmu” bathinku menyesal

“hey, minggu depan pengumuman KyungHee~ kau harus bisa les disana. jika kau gagal, jangan harap mimpimu kuliah di KyungHee tercapai~” ujar Kyuhyun sangat ketus, dan aku hanya bisa mengangguk. ku tatap handphoneku, lalu membuka twitter application di IPhoneku, dan updates statusku

—————————————

sangat menyedihkan hari ini~”

—————————————

“hey, follow twitterku~” ujarku, lalu sebelum ku teruskan kalimatku wajah Kyuhyun melihatku dan seperti mengatakan ‘aku tidak mau memfollowmu yeoja tak berotak’

“ah, tidak jadi~ tak butuh!!!” ujarku menyela. aku mengatakan itu karena aku tau Kyuhyun akan mengatakan kalimat yang menyakiti hati

“turun~ kau mau tidur di parkiran??” tanpa aku sadari, ternyata kami sudah sampai di parkiran apartemen. aku keluar, dan meninggalkan Kyuhyun sendiri. aku mendengar teriakannya, tapi kepalaku malas berbalik, dan suaraku tidak mau keluar~

.

** 2 days later **

tanpa sengaja aku melihat pesan di hp Kyuhyun, dan itu banyak sekali pesan dari dan untuk Chaerin, begitu juga telponnya, banyak masuk dan keluar utnuk Chaerin. Mereka membicarakan hadiah, dan jalan-jalan. entah mengapa, aku sangat sangat cemburu~ tapi aku tak mungkin cemburu bukan?? rasa sayang itu hanya sekilas bukan?? ku letakan kembali hp Kyuhyun, lalu aku kembali berkutat dengan twitterku

“minggu depan, minggu depan, minggu depan” ujarku berdoa menatap selembaran formulir KyungHee

“yeoja tak berotak sepertimu harus EKSTRA keras belajar” ujar Kyuhyun dengen menekan kalimat ekstra. bahkan di pesan antara ia dan chaerin, kalimat Kyuhyun sangat sopan, dan ramah. beda saat menulis pesan untukku dan berbicara langsung padaku

“kau tau kyuhyun, sengaja atau tidak, kau sukses melemparku dari atas menara~” bathinku menatapanya, dan ia menatapku balik dengan bringas. aku tak membencimu, tapi hanya tak bisa bila tanpamu~

.

** 8 Days Later **

.

“Kyu, besok bisa antar aku ke Kyunghee? aku mau lihat pengumuman” ajakku semangat

“mian, aku ada janji dengan orang penting~” ujarnya dengan santai menolak ajakanku

“nugu?” tanyaku penasaran

“bukan urusanmu!” ujarnya tegas, dan bila begitu aku hanya bisa diam

“ah, ara” ujarku padanya, dan aku berpura-pura mendengarkan musik, karena saat itu headsetku sedang rusak. hanya butuh berpura-pura tenang agar benar-benar bisa tenang

.

April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, dan itu berarti sudah 6 bulan menikah, aku tetap tak bisa utuh mendapatkan hatimu. katakan padaku, aku harus bagaimana!!!

.

**drrrrtttt**

handphone Kyuhyun bunyi, lalu ia tersenyum melihat layar hpnya. siapa yang menelpon, hingga ia tersenyum manis sekali

.

“yeobseyo”

“ah, chaerin?”

“tentu saja jadi”

“besok bertemu langsung saja”

“ah, ara. bye~”

.

ternyata ia ingin bertemu dengan Chaerin. ia menatapku, namun aku pura-pura tak mendengarnya. tapi aku dengan jelas mendengar kalimat itu. Kyuhyun lalu pergi ke dapur mengambil buah. Kyu, katakan padaku, aku harus bagaimana sekarang~

.

.

*The Day of Announcement *

.

“Nara, aku pergi ya!!” ujar Kyuhyun dari pintu depan

“ne~”

“sukses ya untuk pengumumannya” ujar Kyuhyun lalu ia mengangkat kedua ibu jarinya, dan itu membuatku semangat

“ne~ Kyuhyun” aku hanya berharap, aku bisa pergi kemana kau pergi

“let me loving you~” bathinku

.

@ KyungHee

sejak masuk gerbang, aku was-was melihat pengumumannya. aku takut tak bisa bersama Kyuhyun lagi. ku berjalan ke arah papan pengumuman, lalu aku berbalik lagi. berdoa agar lulus. aku takut berbalik dan berjalan ke arah papan. memikirkan itu membuatku pusing~

.

“Nara!!!” dari belakang Wooyoung memelukku erat

“chukkae~” ujarnya semangat

“he?” maksudnya. ia menarikku ke arah papan pengumuman, dan menunjuk namaku ‘Cho Nara’ yang ada di urutan ke 7 sebagai pemilik nilai tertinggi

“woaaahhh!! daebaaak~” aku melompat-lompat kegirangan. orang-orang di sampingku juga memberi selamat

“lihat itu~” wooyoung menunjuk namanya ‘Jang Wooyoung’ yang ada di urutan ke 5 di nilai tertinggi. aku langsung memeluknya

“chukkae, uri wooyoung!!” ujarku girang

.

“waah, pasangan pintar ya”

“selamat ya, semoga awet”

“kalian sangat cocok~”

“daebak~”

.

orang-orang di sekelilingku mengira aku dan wooyoung pacaran. entah mengapa, aku senang mendengar kalimat itu. dan wooyoung sepertinya santai dengan ucapan-ucapan itu. apakah kau benar-benar tak tau kalau aku pernah sangat amat menyayangimu, uri wooyoung

.

“kajja~” ia mengajakku pergi dari papan pengumuman itu

“selangkah lagi menuju KyungHee!!” ujarku semangat, dan ia tersenyum

.

“he?” wooyoung kaget melihat sesuatu di belakangku, lalu ku putuskan berbalik

.

“mwo?” kyuhyun? chaerin? berpelukan

.

air mataku jatuh tak terbendung. hatiku sakit, sesakit-sakitnya melihat mereka berpelukan seperti itu

“jangan lihat~” wooyoung memelukku dan menutupi apa yang aku lihat barusan. aku terus menangis di pelukannya

“kajja~” wooyung mengajakku pergi dari tempat ini. ia memapahku sabar

.

“tapi itu….” aku berusaha berbalik dan melihat mereka, tapi wooyoung menghalangiku, dan terus menuntunku menjauh dari mereka

.

Kyuhyun tak pernah memelukku seperti wooyoung memelukku. Kyuhyun tak pernah memelukku seperti ia memeluk Chaerin tadi. Kyuhyun tak pernah berkata dan berbuat manis padaku seperti ia berbicara dan memperlakukan Chaerin tadi. mengapa harus seperti ini. aku lelah mencintainya~

.

“gwenchana??” tanya wooyoung panik karena aku tiba2 terduduk

“kakiku lemas” ujarku lemah. wooyoung membungkuk di hadapanku. saat itu seperti itu aku tau maksudnya

“beratku naik lho~” ujarku mengingatkan, lalu ia berbalik dan tersenyum. ia membelai lembut kepalaku, lalu membungkuk lagi, dan aku langsung naik di punggungnya

“kita pulaaang~” ujarnya sambil berlari dengan menggendongku di punggungnya, hangat

.

Wooyoung selalu bisa membuatku tersenyum saat hatiku hancur karena Kyuhyun. sedangkan saat hatiku hancur karena Wooyoung, Kyuhyun membuatnya main hancur~

.

“kau tau~ aku akan mencoba sesuatu” ujarku padanya

“apa??” tanyanya

.

“mencoba lepaskan Kyuhyun, dan kembali padamu~” bathinku sambil memeluknya erat dari belakang

.

“hey, apa??” tanyanya penasaran

“ah, aniyo~ ppalli wooyoung” ujarku semangat dan ia berlari lebih kencang di banding yang tadi

.

ya, mulai sekarang aku benar-benar akan mencoba melepaskan Kyuhyun, dan kembali padamu, wooyoung~ kembali mencintaimu utuh

.

mencintai dan menunggumu seperti dulu ~ wooyoung yang mengerti bagaimana memperlakukanku dengan baik ~

.

Kyuhyun, bisakah kau kembalikan cintaku yang pernah ku berikan padamu ? karena aku ingin menyerahkannya kembali kepada wooyoung. Jika kau tak mengembalikannya, cintaku hanya tinggal seperempat bagian tuk wooyoung~ karena aku telah memberi tiga perempatnya kepadamu

.

.

How can I Love You If You never would stay ~

[FanFiction] And I Love You (part 2)

Annyeong! I’m back with 2nd part of And I Love You Fanfiction 🙂

Thanks for your comments and suggestion in the previous part ^^

.

And I Love You

Cast:

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Han Nara = Cho Nara

Support Cast:

Soora, Eunji, Wooyoung (2PM), Gikwang (Beast), Yesung & Donghae (SJ)

Length: Part 2

Genre: Friendship, Romance

Rate: AG (All Age)

Author: Nana

Backsound: And I Love You ~ (Yesung ft Luna)

.

—————–

“kau harus melepas! melepas Wooyoung atau suamimu, Kyuhyun!” ujar Gikwang oppa serius. dan aku hanya diam memandang photo pernikahanku. Photo ini akan terus di pajang, atau segera di turunkan~

.

sejujurnya sampai saat ini aku tak tau harus apa.

belum bisa jauh apalagi melepaskan wooyoung, namja yg sangat aku sayangi.

tapi aku juga tak bisa melepaskan Kyuhyun ! benar-benar tidak bisa !

.

I guess, I’m in love with him now !!

eottohkke~

.

“kau mencintainya?” Tanya Gikwang oppa sambil memelukku

“aniyo, oppa. saranghae anirago~ ! hanya saja …” Ucapanku terpotong saat ku lihat seseorang di pintu apartemenku

 “hanya saja kau bimbang. Right??” ujar seseorang itu lalu tersenyum

.

“woo, wooyoung??”ujarku terbata-bata, dan ia hanya tersenyum

“se, se, sejak kapan kau di situ??” tanyaku gelagapan pada wooyoung yang masih di pintu memandangku

“baru saja~ saat Gikwang hyung memelukmu tadi” ujarnya sambil berjalan mendekatiku lalu berhigh five dengan Gikwang oppa

“haha~ eh tunggu~ kau tau dari mana Gikwang oppa??” dia tau Gikwang oppa? kenapa bisa??

“ketika smp kelas 1 dan 2 aku bersekolah di Amerika, dan kebetulan Gikwang hyung temannya seniorku” ujarnya sempurna

“pantas saja jika aku bercerita tentang Wooyoung pada Gikwang oppa di skype, wajah oppa seperti mengenal Wooyoung~ bodoh” ujarku dalam hati, dan aku hanya tersenyum malu ke arah Gikwang oppa

“tenang, dia tak tau apa-apa ceritamu. Hahaha” bisik Gikwang oppa di telingaku

“ada apa??” Tanya wooyoung penasaran

“ah, aniyo~ hahaha~” sahutku sambil mencubit pipi wooyoung yang sangat menggemaskan

.

“bagaimana jika kita keluar makan malam??” usul Gikwang oppa

“ah, bagus~ kajja” ujar Wooyoung sambil mengenggam tanganku

“tunggu!! Ini baru jam 6 sore!” ujarku

“aish, kau tak lapar??” gerutu Gikwang oppa, dan wooyoung hanya tersenyum jahil ke arahku

“lapaaar~” aku langsung tertawa dan keluar rumah menuju restaurant bersama Wooyoung dan Gikwang oppa

.

Kyuhyun

“siapa itu??” ku lihat nara masuk lift bersama Wooyoung dan namja lain

“dia nampak sangat senang dengan mereka” aku langsung masuk kamar dan melihat keadaan

.

“apa ini??” ada kertas memo tertempel di samping meja televisi

.

—–

Kyuhyun, aku keluar sebentar dengan oppaku dan Wooyoung.

Jika butuh sesuatu, kirim pesan saja ke hpku.

Byee~ Nara!

—–

“yeoja tak berotak! Aku di tinggal sendiri~ brengsek!!” ujarku kesal sambil meremas kertas itu lalu ku buang ke tong sampah

“Oppa?? sejak kapan ia punya oppa? bukankah dia tunggal?” gerutuku saat memasuki kamar Nara

.

ku lihat lagi kertas yang bertulisan “And I Love You~” di meja Nara. Aku penasaran untuk siapa tulisan ini. Tatapan sayunya sangat berbeda.

Apakah untuk Wooyoung?

Atau untuk namja yang ia sebut oppa itu?

Atau untuk yang lainnya?

.

“lho? Untuk apa aku berpikir seperti itu?”

“mau yeoja itu dengan siapa bukan urusanku!! Yeoja sial~” gerutuku saat keluar kamar Nara. Tapi ada satu photo yang menarik perhatianku

“photo ini?” aku tak menyangka ia menaruh photo ini di kamarnya.

.

**deg** deg**deg**deg**

.

“aku kenapa yaa??” jantungku berdegup kencang saat melihat photo ini

“aish!! Nara, sampai rumah ku bunuh kau!!!” aku keluar pintu dan duduk di sofa menonton tv sambil menunggu yeoja gila itu pulang

.

.

**4 Hours later**

@ 10 PM

Ku lihat jam, sudah jam 10 malam.

Sudah semalam ini yeoja tak berotak itu belum pulang

“kemana si bodoh itu!”

.

aku mulai kelaparan karena menunggu ia pulang dan memasakan makanan untukku. Tiba-tiba aku ingat pesan nara di memo itu. Ku ambil hpku dan menelpon Nara

“yeobseyo~” ujarnya dari sebrang

“ya!! yeoja gila! kau dimana??” teriakku

“jalan-jalan!! Kau pikir aku tidur? Dasar namja tak berotak”

“cepat pulang! Aku belum makan dari siang!!”

“cari di café saja. Aku malas pulang sekarang!!”

“tak mau! Tak mau!! Cepat! Dalam 15 menit kau harus sampai di rumah!!”

“keterlaluan!! Tak mungkin secepat itu, namja bodoh~”

“tak perduli! Ppalli!!!!”

.

**klik**

.

Aku menutup telponku lalu tersenyum memandang wallpaper di hpku

“kena kau! eheheh~” bathinku, lalu aku kembali melanjutkan nonton tv lagi

.

** 25 minutes later **

“kemana si bodoh itu~!! Sudah lewat 10 menit!!”

aku mondar-mondar di depan pintu menunggu Nara. Aku sedikit khawatir!

Hpnya tidak aktif sejak terakhir kali aku menelponnya

“astaga! Kemana si bodoh~ ku bunuh dia nanti!!” gerutuku

.

“aku pulaaaang!! Heee??” teriak Nara saat membuka pintu dan ia terlihat shock melihatku pas di depan pintu

“kemana saja kau !!” teriakku sambil menjewer telinganya

“ah, sakit!!” lalu ia menoyorku sekuat tenaga dan kepalaku sempat pusing

“cepat buatkan makanan!!” teriakku padanya

“ne~ ne~ chakkanman!!” Nara berjalan ke arah dapur dan mulai berisik di dapur

.

** 30 minutes later **

“makanan datang, Kyuhyun~” teriak nara dengan penuh senyuman bangga

“terpaksa!” ujarku singkat

“dasar! Namja tak berotak~” gerutu Nara di depanku, tapi tak ku gubris

“yang penting makan!” bathinku menikmati masakan Nara

.

Nara

Kyuhyun menelponku di saat kebahagiaanku sedang dalam puncaknya, dan ketika sampai di rumah ternyata dia menyuruhku masak!!

“terlalu!!!” bathinku saat menatapnya melahap semua masakanku

“Kyu, itu masakan 2 porsi lho!” ujarku mengingatkannya

“berisik~” ujarnya mengacuhkan peringatanku

.

“makan yang banyak yaa, uri Kyuhyun” bathinku melihatnya melahap habis masakanku

“gamsahamnida uri Nara!” ujarnya sangat sopan.

.

Ia tersenyum seperti anak kecil yang baru saja di belikan 2 scoop ice cream dengan stroberi di atasnya. Bisa kau bayangkan itu? Aku? Tentu aku bisa, aku istrinya. Dan aku selalu membayangkannya~

.

“……” dia diam menatapku

“waeyo, Kyu??” tanyaku sambil beres-beres piring dan gelasnya, dan berjalan ke dapur

“aniyo~ maaf merepotkan!” ujarnya sopan~

.

*deg*deg*deg*deg*

.

“astaga, jangan mulai menghina~” jawabku sedikit sinis karena jantungku mulai tak karuan lagi mendengar suara sopannya.

Sejak saat itu, aku tak bisa mendengar suara lembutnya, tatapan ramahnya, dan senyuman manisnya

“……” dia tetap diam dan terus tersenyum hingga semua pekerjaan rumahku selesai

“hey namja sinting~ tumben kau tak marah-marah?? “ tanyaku sedikit ketus

“hey, yeoja gila tak berotak!! Aku kekenyangan! Lebih baik kau diam~~” ujarnya sambil menepuk-nepuk perutnya, aku diam saja menatapnya

.

“kau tau~ hidupku terbagi menjadi dua! Setengah untuk wooyoung, dan setengah untukmu!!” bathinku sambil menutup wajahku dengan bantal

Aku tak tau harus bagaimana! Aku tau aku tak bisa bersama namja sinting itu, lalu aku harus bagaimana??

.

Kyuhyun

“kau menangis??” tanyaku pada yeoja yang ada di hadapanku ini

“aniyo~” dia menutupi wajahnya dengan bantal

“bohong~” tegasku sambil menarik bantalnya

“aniyo~” bantahnya pelan

.

“tidurlah~ besok kau harus ujian persiapan bimbingan belajar bukan??” sebenarnya aku menyuruhnya tidur bukan karena ujiannya. namun aku sedikit khawatir dengan keadaan psikisnya. Matanya memerah, aku kasihan melihatnya

“…” diam diam saja menatapku

“kau tau~ sekarang ekspresimu mulai bisa beragam bila di hadapanku. Tapi entah mengapa hatiku berat~ kau sungguh menyusahkan yeoja sinting~” gerutuku dalam hati

“baiklah aku tidur~ jalgayo” Nara sempoyongan menuju kamar

“hey, besok ujian dimana?” tanyaku sebelum ia menutup pintu

“ah iya!! Dimana yaaa??” mata bulatnya membesar tanda kaget sudah terbang di atas kepalanya~

“bodoh~ yeoja gila tak berotak!!” ujarku kesal, lalu dia berlari masuk ke kamar dan keluar lagi membawa kertas dengan lambang Kyunghee

“ah, di Kyunghee jam 9 pagi. Hehehe~” ujarnya dengan nada sedikit menyesal

“aku berharap bisa masuk Kyunghee” imbuhnya semangat sambil menatap lambang Kyunghee di kertas itu dengan penuh haraps

“kita baru kelas 2, makanya kau harus bisa masuk ke bimbingan belajar di Kyunghee. Agar pintumu menuju Kyunghee terbuka lebar. Arasso??” ujarku mengingatkan Nara agar ia selalu semangat

“eh??” kenapa aku harus menyemangatinya

“aish~ yeoja gila tak berotak!!” bathinku

“gomawo, Kyu. Tapi mengapa kau berkomat-kamit??” Tanya Nara penasaran

“ah, berisik! Cepat tidur!! Bodoh~” bentakku padanya dan tanpa salam ia langsung menutup pintu kamar dengan keras

.

*braaaaakkk*

.

“mianhae, nara~” bathiku sedikit menyesal karena menyakiti hatinya, lagi dan lagi. Entah mengapa mulutku jadi lebih susah di kendalikan~

.

.

** Next day **

@ 08.30 ~ KyungHee University ~ 1st Hall

.

“Kyu, apa aku bisa??” tanya Nara khawatir

“uri Little Nara pasti bisa!” wooyoung tiba-tiba datang dan menyela pertanyaan dari Nara

“WOOYOUNG!!” dia langsung berlari dan memeluk wooyoung tanpa memandang aku di sampingnya

“Hwaiting~” ujar Nara, Wooyoung, dan teman-temannya yang lain, dan lagi-lagi tanpa memandangku

“eh?” ekspresi itu?

Ekspresi tak ingin kehilangan dan ekspresi semangat seperti itu belum pernah kulihat sejak awal! Ekspresi yang sangat berbeda~

“kau punya berapa ekspresi, hah??” bathinku menggerutu

.

Nara berjalan ke arahku. Wooyoung dan lainnya kembali ke hall masing-masing

“kau tidak ikut bimbingan ini??” tanya Nara sambil mempersiapkan alat tulisnya

“tanpa bimbingan aku sudah masuk~” jawabku singkat

“maksudmu?” tanya nara penasaran

“2 hari yang lalu aku mendapat kabar kalau beasiswaku di terima di Post Modern Music Kyunghee” ujarku berbangga sambil mengangkat kerah kemejaku

“Kyunghee mana?” ujar Nara polos tak berdosa, dan saat itu rasanya aku ingin mencekiknya lalu menggantungnya

“astaga nara!!! Kau bodoh apa tolol apa, ah sudahlah!!” ujarku berteriak dan seluruh orang di Hall 1 melihat ke arahku

“mianhae, Kyu” sesalnya lalu memelukku

“doakan aku yaa. Aku sungguh ingin kuliah di Kyunghee” ujarnya lembut lalu melepaskan pelukannya. Entah mengapa aku suka saat seperti ini~

“aku pasti bisa!! Hwaiting Han Nara~” imbuhnya sangat semangat, dan aku langsung badmod

“Cho Nara!” ujarku halus saat memperbaiki namanya, dan dia tersenyum lalu menggabungkan kedua telapak tangannya

“hey Kyu, apa aku bisa??” ujarnnya bertanya lagi

“nara, kalau kau bertanya lagi, kau akan ku gantung di tiang itu dan kau tak akan ikut ujian~!!” ujarku sedikit emosi, yeoja ini sedikit bodoh, atau memang otaknya terganggu

.

“para peserta harap duduk di meja yang sesuai dengan nomor pendaftaran karena Ujian akan segera di mulai. Selamat mengerjakan, dan semoga berhasil”

.

“aku pasti bisa!” ujar nara semangat lalu duduk di bangku yang telah di tentukan

“semoga kau bisa lulus, Cho Nara” ujarku dalam hati

.

** 2 Hours Later **

@ halaman depan hall 1

“Kyuhyun~ otakku konslet!!” teriak nara sambil berlari menghampiriku dan mengoyangkan kepalanya

“kau bisa?” tanyaku

“tentu saja” ujarnya sambil tersenyum, dan aku pun ikut tersenyum

“baguslah”  ujarku tenang

“tentu saja otakku kelabakan~” imbuhnya tiba-tiba dan itu membuatku shock setengah mati

“YA!!! sekali tak berotak, tetap saja tak berotak~” ujarku kesal, rasanya ingin ku gantung di tiang bendera itu~

Tapi kelihatannya dia tak mendengarkanku, matanya tertuju pada wooyoung yang sedang bersenda gurau dengan yeoja yang tak pernah kulihat di sekitar mereka

“gwenchana?” tanyaku pada Nara yang mungkin ingin menangis

“kajja” dia menarikku menuju mobil, dan setelah di mobil dia memasang headphone dan menutup matanya

“mau kemana?” tanyaku

“makan siang, aku lapar~” ujarnya singkat tanpa membuka matanya

.

“apa yang ia pikirkan~ ia bersedih melihat namja yang ia sayangi dengan yeoja lain sementara di sampingnya masih ada suaminya!!!” bathinku saat menatapnya. sungguh mengesalkan

“eh? Untuk apa aku kesal. Itu hidupnya~ bukan hidupku. Itu hatinya~ bukan untukku” aigoo~~

“eh? Untukku? Aish~ pikiranku kalap!! Sebaiknya aku berhenti berpikir dan harus cepat makan” gerutuku kesal

“kau sedang apa?” tanya nara tiba-tiba dan membuatku kaget

“ah, ah, aniyo~ hehe~” jawabku gelagapan

“bicara sendiri seperti orang bodoh~” ledeknya sambil menyipitkan mata

“sejak kapan kau bangun” tanyaku pada Nara mengalihkan pembicaraan~

“sejak tadi. Mulutmu komat-kamit, kepalamu geleng-geleng, dan bola matamu membesar dan mengecil. Dasar namja sinting!!” ujarnya sambil menoyor-noyor kepalaku, dan aku hanya diam saja, aku tak mau terlihat gugup di depan yeoja gila ini, dan kelihatannya moodnya sedang berantakan~

“pulang saja, aku mau tidur~ nanti aku yang masak” ujarnya sambil menggerakan tangan kanannya

“ah, baiklah!” akhirnya aku menurutinya, dari pada bermasalah. Aku tak mengerti jalan pikirannya. Bahkan saat di lift pantulan auranya sangat jelek~ apa karena hal itu ??

.

@ apartemen

“kau mau makan apa??” tanyanya saat baru masuk apartemen

“apa saja yang penting tak kau beri racun dan formalin seperti yang di televisi itu!” jawabku asal

“tak akan!” ujarnya kesal dan entah mengapa aku lebih suka sifatnya yang galak seperti ini

.

*20 minutes later*

“hanya bubur ??” ujarku, lalu dia meletakkan telur dadar dan kerupuk

“dan telur goreng? dan kerupuk?” imbuhku menatap 2 jenis makanan ini plus kerupuk. tapi dia tak menyaut dan tetap menyantap makanannya dengan lahap

“kau kenapa sih??” ujarku mulai kesal dan sikapnya hari ini

“aniyo” jawabnya singkat

“bodoh~ menyusahkan!!” teriakku kesal

“yang penting makan. Hehe~” ujarnya ramah lalu kembali mengunyah makanannya

.

“kau lebih cantik kalau tersenyum, tapi sayangnya senyummu saat ini bukan untukku” bathinku saat melihatnya tersenyum

.

“hei, berarti kau dapat beasiswa fakultas musik di Kyunghee yaa??” tanyanya tiba-tiba dengan penuh keyakinan. astaga~ bodoh sekali !!

antenanya pendek, dasar yeoja sinting!! Mengapa baru sadar saat ini~

“iya” jawabku singkat, karena aku tak mau naik darah membicarakan ini dengannya

“waaah~~ daebak!” ujarnya girang seperti anak anjing di beri bola untuk bermain. Dan terkadang aku suka membayangkan ia seperti itu~ sangat lucu~

“ne~ kau harus lulus yaa!!” ujarku mengingatkan

“……” Dia diam, lalu mengacungkan kedua jempol tangannya dan tersenyum sambil merapikan dapur

“hey, 2 minggu lagi kita ambil rapor! Kau yang ambilkan raporku ya, kyuhyun?” pintanya dengan yakin

“gunakan dirimu sendiri!! Urusi hidupmu~” ujarku pedas, dan dia langsung menggembungkan pipinya lalu dengan derap langkah berat, ia masuk ke kamar dan menutup pintu dengan keras

.

**blaaammm**

.

“apa aku salah??” tanyaku pada diri sendiri

.

*12 days later*

Nara jadi sedikit aneh. Hampir 2 minggu ia mengabaikanku. Bukan mengabaikan sebenarnya. Hanya saja aku merasa ada yang hilang darinya. Lebih sering diam, dan pergi ke gereja sendirian. Jika ku tanya ada apa jawabannya selalu sama ‘aku tak apa-apa, Kyuhyun’, atau jika dia marah dia bisa menjadi monster galak dan berteriak ‘brengsek!! Ku bungkam mulutmu’ atau ‘diam atau mati!!!’ seperti itu. Dan aku hanya bisa diam dan keluar diam-diam karena takut melihat matanya~

.

Nara

@school

Eomma bilang harus Kyuhyun yang mengambilkan raporku, ah malas. Saat aku ke rumah Gikwang oppa, ia juga mengatakan hal yang sama. Sedangkan Kyuhyun tidak mau mengambil raporku. Aigoo~ rasanya kepalaku ini ingin ku benturkan saja ke kaca ini!!!

“ingin ku gantung Gikwang oppa di atas menara!! Rasanya ingin ku lempar Kyuhyun ke sungai Han! Sialan~” bathinku kesal

“otakmu bergeser?” tanya Yesung dengan nada mantab saat mengatakan bergeser lalu menyentuh kepalaku

“apa mau ku beri pelumas??” usul Wooyoung dengan yakin

“atau mau ku panggilkan montir??” imbuh Donghae

“kalian pikir aku spare part mobil??” gerutuku kesal

“lalu mengapa kau seperti mumi?” ejek Yesung dengan polosnya

“astaga!~” gerutu Eunjin dan Soora melihatku

“ah, naega gwenchana!!” teriakku kesal, dan Wooyoung tersenyum menatapku

.

cause you’re amazing~” ujar Wooyoung

just the way you are~” imbuh Yesung dengan suaranya yang sangat amat indah

and when you smile, the whole world stops and stares for a while” ujar Eunjin dan Soora

cause girl you’re amazing” imbuh Donghae dengan senyuman playboy khasnya

Just the way you are!! The way you are! The way you are! Cause girl you’re amazing, just the way you are!” ujar Wooyoung menyelesaikan kalimat dan sukses membuatku memerah dan tersenyum total karenanya

.

“ah, uri nara come back~” ujar Yesung memelukku erat

“aku harap kau paham maksud dari lagu itu~” imbuh wooyoung lalu mengecup keningku dan membuatku dan lainnya shock

“wooo~~ so sweet!!” sorak Soora dan Eunji

.

lalu donghae menepuk pundak wooyoung dan menatapnya seakan mengatakan sesuatu yang memang hanya mereka yang tau. Lalu yesung menggelengkan kepalanya pelan, dan menatap wooyoung. Dan mereka bertiga mengatakan hal yang mereka bertiga saja yang tau

.

*ring ding dong*ring ding dong*ring ding dong*

.

“Nara!!! Kajja~~” sedang asyik begini Kyuhyun muncul di depan pintu dan berteriak memangilku seperti memanggil Heechul memanggil Heebumnya saja~

“kau di panggil suamimu~” ujar Wooyoung ramah sambil memandang arah Kyuhyun yang menungguku di depan kelas

.

Bahkan sampai saat ini aku belum bisa menerima jika aku harus melepasmu, wooyoung. Saat kau melihat Kyuhyun dan mengatakan ‘kau dipanggil suamimu’ rasanya hatiku sakit sekali. Ingin ku memelukmu, dan melepas Kyuhyun. Walaupun aku mengerti itu tdiak bis aku lakukan~

.

“aku pulang duluan ya chingu” aku mengambil tas lalu melambai ke arah mereka

“hati-hati~” ujar Wooyoung dengan jempolnya

“tentu~ sampai jumpa” ujarku semangat. Selama berjalan menuju parkiran, aku terus kepikiran lagu itu, dan apa yang Wooyoung lakukan padaku. Mengapa ia begitu romantic tadi, dan mengapa namja tak berotak harus muncul~

“hey, masuk. Mau pulang tidak??” bentak Kyuhyun daeri dalam mobil

“ne~”

aku duduk di samping Kyuhyun dan terus berpikir apa yang wooyoung inginkan!! Jika kau terus begini, aku benar-benar akan melepaskan Kyuhyun, dan berlari kepadamu, Jang Wooyoung !!!

.

@ mobil menuju apartemen

“hey Nara~ tadi kalian sedang apa??” tanya Kyuhyun penasaran

“sedang mengobrol saja” sahutku santai

“dan mengapa mereka bernyanyi untukmu?” imbuhnya lagi

“karena aku sedang sedih~” ujarku sambil mengutak-atik twitterku

“oh, bisa sedih ya!” kata Kyuhyun dengan tampang polos tak bersalah

“begitulah~” jawabku asal tanpa melihatnya, lalu Kyuhyun mengacak-acak rambutku dan tertawa

.

Terkadang aku merasa aneh dengan perlakuannya yang seperti ini. Bukannya tak senang, aku malah sangat senang dan merasa istimewa jika ia seperti ini. hanya saja, aneh. Aku memikirkannya saat ini. Ya aneh

.

“rapormu besok biar aku yang ambil. Sebagai gantinya, kau yang ambil raporku. Ara??” ujar Kyuhyun menawarkan barter, dan aku langsung mengangguk setuju

“bagus kalau begitu~” ujarnya sambil tersenyum seperti orang bodoh

“aku harus bagaimana~” bathinku saat menatapnya dalam senyuman yang sangat manis

.

“ah iya, Gikwang itu siapa?” tanya Kyuhyun tiba-tiba

“oh dia itu sepupuku” jawabku santai

“aku tak mengenalnya~” ujarnya asal

“dia 5 tahun di amerika dan sekarang baru pulang~” jawabku tanpa melihat Kyuhyun, dan ia mengangguk paham

“oh~” hanya oh yang ia katakan?? Sungguh suami terceroboh di dunia, namja sinting~

“kenapa??” tanyaku penasaran

“aniyo~” ujarnya tanpa menatapku. Dasar namja bodoh~

.

** 10 minutes later **

*in front of apartement building*

“cepat turun, sudah sampai!” ujar Kyuhyun sambil menunjuk pintu mobil

“kenapa tak langsung masuk ke parkiran saja??” tanyaku bingung

“aku mau pergi sebentar~” ujarnya buru-buru

“kemana??” tanyaku ingin tahu

“ke suatu tempat~” katanya sambil tersenyum. Aku paham  dan langsung turun dari mobil

“hati-hati di rumah” ujarnya mengingatkan dan aku mengangguk, lalu aku melangkah menjauhi Kyuhyun dan mobilnya

.

“Nara~” panggilnya keras dari dalam mobil

“ne~?” jawabku lalu kembali ke arah Kyuhyun, dan ia tersenyum

“Nara~” panggilnya lagi, dan kepalaku masuk melalui kaca mobil yang terbuka

“waeyo uri Kyuhyun??” ujarku sopan pada Kyuhyun

“tersenyumlah” ujarnya sambil mengacak-acak rambutku

“eh??” tanyaku bingung

“tersenyumlah Nara~ aku ingin lihat kau tersenyum!” ujarnya lagi, dan aku mengikuti inginnya. Aku tersenyum menatapnya. ku buka pintu mobil, lalu aku duduk di sampingnya

“apa kau sakit?” aku membandingkan keningnya dengan keningku, dan dia tertawa melihatku

“hahaha~ aniyo, gwenchana~” ujarnya yakin sambil mengacak-acak rambutku, lalu ia mendorongku pelan keluar mobil

“cepat pulang~ nanti ku buatkan ramyeon” ujarku semangat

“ne~ aku pergi ya, dan hati-hati di rumah” ujar Kyuhyun sambil melambaikan tangannya sebelum kaca mobil menutup dan mobilnya menjauh pergi hingga aku tak bisa melihatnya lagi

“ada apa dengan Kyuhyun hari ini??” tanyaku pada diri sendiri. Sikapnya begitu sangat tidak biasa, aneh~

.

Sangat tumben ia bersikap sopan

Sangat tumben ia memintaku tersenyum

Sangat tumben ia tertawa begitu lepas

Sangat tumben ia tak menyela kalimatku

Sangat tumben ia mengingatkanku untuk hati-hati di rumah

.

“Cho Kyuhyun, pulanglah cepat~ Cho Nara menunggumu~”

.

.

**ccciiiiitttttt**

**jeegggeeerrrr**

.

aigoo~ itu suara decitan rem mobil Kyuhyun!!!

KYUHYUN-AH!!!!” suara decitan mobilnya begitu keras, seperti menghantam benda berat~~ aku panik, sangat amat panik!!!

aku berlari sekencang-kencangnya ke arah asal suara itu~

dan di dalam lariku, aku berdoa semoga kau tak apa-apa!!

“Kyuhyun~”

.

Maybe if I got over you, perhaps I wouldn’t know such tears

.

.

~~TBC~~

.

Part 2 is done. Big Thanks for readers who read my fanfiction ^^

Hope you guys like my stories and don’t forget for give me your comments because I needs your advices too ^^

And I Love You ~ [part 1]

I’m back with the 1st part of And I Love You~ Fanfiction
*otak lagi bermasalah, dan lagi ada masalah pas buat part ini (curcol)* =.= Happy Reading ya Guys 🙂
.

and i love you ~.

Cast:

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)

  • Han Nara = Cho Nara

Support Cast:
Chaerin, Soora, Eunji, Wooyoung (2PM), Yesung & Donghae (SJ)
Length:  PART 1
Genre: Friendship, Romance
Rate: AG (All Age)
Author: Nana
Backsound: And I Love You ~ (Yesung ft Luna)

——————————————–
Tiba-tiba harus menikah dengan namja yang bahkan belum genap 1 hari bertemu. Bisa kau bayangkan hidupku?
Tiba-tiba saat aku menyakini aku mencintai seseorang, aku harus menikah dengan orang asing itu. Bisa kau bayangkan hidupku?
Dan saat aku mulai mencintai namja itu, seseorang yang lalu hadir kembali menggandengku. Bisa kau bayangkan hidupku?
.
Menikah dengan namja kaya, pintar, dan tampan seperti dia yang termasuk idola satu sekolah merupakan impian semua gadis. Tapi itu bukan impianku ~
Dasar namja SUPER GILA ~
.
“Cho Kyuhyun, aku akan membunuhmu sampai di rumah nanti!!!”
.
.
* *9 hours later **
** pulang sekolah**
.
Kyuhyun
“kemana bocah tengil itu!” sudah 10 menit aku menunggunya di depan gerbang. cih, dia pikir dia siapa~
“awas! akan ku ….” kalimatku terhenti setelah ku lihat Nara jalan beriringan dengan Namja yg ku lihat di pernikahanku
“dia bisa tersenyum?” wajahnya sangat ceria, tak ada beban, bahkan entah mengapa saat melihat dan bersama namja itu, Nara mempunyai beragam macam ekspresi yg bahkan aku tak pernah lihat selama kami menikah
.
“annyeong~” sapa namja itu. aku hanya tersenyum
“byee wooyoung~” ujar Nara sambil melambai ke arah namja itu
“oh wooyoung” bathinku melihat kaca spion. Nara hanya terdiam menatap handphonenya
“hey, hidupmu berantakan ya??” ujarku asal
“ne~” jawabnya singkat
“baguslah~~ ha??” hidupnya berantakan?
.
“aku hanya bercanda, bocah tengil~” ujarku sedikit menyesal
“aniyo. itu benar~” baru 5 menit kami meninggalkan halaman sekolah suasana terasa dingin. ia terdiam lagi, lalu ia memasang headphone & tertidur
“apa hanya ekspresi seperti ini yg bisa kau buat jika di hadapanku bocah tengil??” ujarku pelan saat menatap Nara tertidur di sampingku
.

.
** apartemen **
“astaga~ kecil mungil namun sangat berat !!!!!” gerutuku dalam hati. ia kelelahan. ku panggil-panggil ia tak menyaut. akhirnya ku putuskan menggendongnya ke apartemen
“kenapa kau menyusahkan. Dasar bodoh~??” ujarku kesal sambil menjitak kepalanya. Ku rebahkan ia di kasurku, dan ku tutupi tubuhnya dengan selimut
.
“wooyoung~” ia mengigau nama namja itu
“mianhanda~” ia mengigau lagi, dan menangis
.
“ya!! gadis tengil yang menyusahkan! Bangan kau!! berisik~” aku berteriak keras sehingga ia bangun. aku pusing mendengarnya mengigau sambil menangis, berisik !!
.
“waeyo??” tanyanya bingung saat membuka matanya
“kau mimpi apa? hah?? mengigau!! dasar!!” bentakku pada Nara. raut wajah Nara langsung berubah seketika. ia berjalan ke kamarnya sambil mendengus kesal dan menendang-nedang barang yang menghalangi jalannya
.
* braaaakkk *
.
ia membanting pintu sangat keras.
menyesal? aku? tidak, biasa saja. tidak penting mengurusi yeoja manja. tak berguna~
.

.
** 4 days later **
@ school
.
“yaa!! babo yeoja~” ku panggil dia saat dia sedang asik dengan teman-temannya, dia mendekat
“waeyo~ ?” tanyanya datar
“nanti kau pulang sendiri~ aku mau pergi” ujarku. raut wajahnya datar & mengangguk, lalu dia pergi ke arah teman-temannya & tertawa-tawa lagi
“kenapa ekspresi yeojamu sangat bagus bila TAK bersamamu?” ujar Heechul dengan menekan kata TAK. aku cuek menanggapinya
“tak penting~” ujarku sepele
“dia kan istrimu, Kyu~ harap ingat itu!” ujar Key mengingatkanku
“bahkan aku hampir lupa dia istriku~ tentu saja, dia bodohnya seperti itu” bathinku
.
selama ini kami hanya bersikap sangat sangat biasa, dan saat di apartemen pun dia lebih suka memasak, menonton tv, belajar, atau menyendiri di kamar
.
“suka tidak suka kau harus menjalaninya!!” imbuh Jinwoon dengan nada sinis
“suaramu biasa sajalah!!” ujarku menyaut kalimat Jinwoon
“bukan itu~ aish~ berpikirlah! namja berkepala batu~” gerutu chansung, dan aku hanya diam mendengar ocehan mereka sambil memakan ramenku
.
** 12 days later **
.
sejak hari tu Nara tidak mau pulang bersamaku, dia menolak. dia bilang akan telat sampai rumah
“aku mau main”
“aku mau belajar”
“aku ada urusan”
“aku janji dengan wooyoung”
“wooyoung janji mengantarku”
“aku ingin ke taman dengan yang lain”
.
ya, semua itu tidak bohong, tapi tetap saja dia terlalu mengabaikanku. aku ingin memarahinya karena rumah berantakan, tapi ternyata rumah sangat amat rapi & masakan selalu tersedia. semua sudah perfect. selama 12 hari ini aku berpikir keras apa yang Jinwoon maksud saat itu, tapi tetap tidak bisa ku temui jawabannya, dan waktu terus berjalan seperti ini ~
.
*apartemen*
* ruang tamu *
.

Nara
“kyu, sedang memikirkan apa?” tanyaku pada Kyuhyun yang sedang termenung
“URUSI hidupmu~” sahutnya kejam tanpa melihatku sedikitpun
“aish, aku hanya bertanya. ya sudah~” dasar namja gila. bertanya selalu dimarahi, oke, tak kutanya lagi
“namja gila~” gerutuku dalam hati
“ya! Nara~ ppalliwa” panggilnya dari arah balkon. aku bangkit dengan sangat amat malas menuju ke arahnya
“hmmm….” dia terus memandang kota seoul yang nampak sangat indah dari lantai 11 apartemennya
“kenapa semuanya begitu membosankan ya?” tanyanya membuka pembicaraan
“eh?” apa yg ada di pikirannya?
“bosan melakukan rutinitas yg sama setiap hari” imbuhnya pasrah
“ah tidak juga~ aku senang” ujarku membantah pernyataannya
“cih~ hidupmu selalu begitu!” aigoo~ ini namja !

.
“mungkin hidupmu yang suram~” ujarku kesal sambil mengepalkan tangan di belakang kepalanya
“hatimu jauh lebih suram !! bodoh~” ujarnya sambil menjentikkan jari ke arahku
“jika aku tidak ingat dia suamiku, sudah ku jungkitkan kursinya dan saat ia jatuh, aku akan merayakan pesta!!!!” gerutuku dalam hati
“hanya sepi~” ujarnya sambil menatapku “kesepian~”
“kau curhat??” ujarku meledek. tatapannya tajam, dan rasanya aku ingin tertawa
“ya!! kyuhyun ! matamu tak akan mempan dalam hidupku~ camkan itu!!” ujarku memperingatkannya
“dasar yeoja tak berotak~” ujarnya sedikit kesal
“jika ada masalah, cerita saja. jangan di pendam, nanti kau cepat mati~ aku tak mau jadi janda secepat ini !!” aku melengos ke kamar lalu menutup pintu. berharap dia mengetuk, dan bicara apa yg terjadi. tapi ia hanya diam membisu
“dasar namja tak berotak~” gerutuku kesal membalikan ucapannya
.

.
*ddrrtttt**ddrrttt**ddrrtttt*
.
“yeobseyo, nara~”
“wooyoung??”
“apa aku mengganggu?”
“ah, aniyo, waeyo?”
“bisa kita bertemu?”
“hmm, bisa~ dimana?”
“di cafe dekat apartemenmu saja”
“kapan?”
“sekarang”
“ah, nee~”
“see you, little nara”
“haha!~ ne”
*klik*
.
“Little Nara??” nama panggilan itu di berikan Wooyoung saat pertama kali aku bertemu dengannya
.
“Kyu, aku keluar~” aku berpamitan dengan Kyu
“hmm..” mwo? sungguh terlalu~
“aku berangkat!!”
.
*blaaam*
.
@ cafe
“Wooyoung!!” aku berteriak memanggil wooyoung, dan ia melambai
“hey, thanks for coming~” ujarnya sempurna, dan aku hanya tersenyum
“ini~” aku duduk di sampingnya menghadap kaca, ia memberikanku lemon tea hangat
“kau masih suka?” tanyanya, dan aku mengangguk senang
“kapan ya terakhir kali kita begini??” tanyanya padaku sambil memandang lurus ke depan
.
*deg* *deg*
.
“he~ ?”
“jawab saja” ujarnya yakin
“sekitar tanggal 3 bulan lalu bukan??” jawabku mengingat-ingat
“saat kau katakan ‘wooyoung, aku akan menikah lusa!!’ padaku” ujarnya sambil menatapku dalam-dalam

.

ya Tuhan, aku sesak napas mendengarnya !
kau tak ada rasa apapun padaku, tapi tolong jangan ingatkan semua itu.
aku sangat amat menderita saat itu. berpikir aku tak akan bisa berjuang tuk bersamamu, setelah aku sadar aku memang sangat amat menyayangimu
.
“tak usah di teruskan~” selaku di pembicaraan
“kami semua shock mendengar kau akan menikah dengan namja yg tak kau kenal~ tiba-tiba pula!” ujarnya ramah
“tapi beruntung kita masih bisa bersama, & bersekolah di kelas yg sama~ nee nara ! dan untungnya sekolah memberikan dispensasi untuk murid yag sangat berprestasi seperti kau dan Kyuhyun, nee~” imbuhnya tegas, dan hatiku makin sakit
.
“geurae~ ” ujarku singkat
.
lalu mataku memandang lurus ke depan, berharap semuanya bisa di putar ulang. aku tak tahu harus menyesal atau tidak atas semua ini. yang jelas hatiku masih milik wooyoung seutuhnya
.
“Nara~ gwenchana ??” panggil wooyoung membuyarkan lamunanku
“ah, aniyo. haha~” jawabku ringan
“cepat di minum~ jangan sampai kedinginan” ujar wooyoung sambil tersenyum ke arahku
.
ku rasa seperti ini tak apa. suatu saat pasti Tuhan memberikan jalan terbaik untukku, & untuknya
.
* 2 hours later *
.
“cepat masuk~” ujar wooyoung, lalu aku melambai & masuk ke dalam lift.
setelah pintu tertutup, aku harus bangun dan kembali ke kehidupan nyata
.
“kembali menjadi istri iblis biadab~” gerutuku pada diri sendiri di dalam lift menuju lantai 11
.
“Kyu?” pintu lift terbuka di lantai 11, dan ada Kyuhyun di depan lift
“hey~” sapaku padanya. dia terus menatapku tajam. aku masih berada di dalam lift yang masih terbuka karena terhalang kaki Kyuhyun
.
“awas~ mengganggu saja !” Kyuhyun menarikku paksa keluar lift lalu ia masuk ke dalam lift dan aku hampir terjungkal
“aku keluar sebentar~ jangan kau bakar tempat tinggal kita. bodoh~” ujarnya sambil menuding-nudingkan tangannya seperti biasa
“tidak akan. dasar namja gila~ pergi !!! hush!” ujarku kesal pada Kyuhyun
“cih~ dasar bocah tengil” ujarnya sesaat sebelum pintu lift tertutup
“haaaah!” dan aku hanya bisa menghela nafas meratapi nasib sial
.
@ apartemen
“astaga~ manusia itu!! rasanya ingin ku bunuh dengan kampak!!! sial~” aku tak mengerti sifatnya. sudah hampir 1 bulan menikah tapi sikap manisnya tak ada sedikitpun, ramah, atau etikat baik saja tak ada !
“bagimana bisa Ahra eonni yang hatinya seperti malaikat mempunyai adik seperti iblis jalanan~ aigoo~” gerutuku sambil memandang foto pernikahanku dengan Kyuhyun di samping televisi
.
Kyuhyun
setelah dia berteriak dan membalikkan kalimatku, dia keluar bertemu seseorang di cafe. ku lihat menggunakan teropong, ternyata wooyoung. Nara benar-benar memiliki berbagai macam ekspresi bila bersamanya. yeoja sinting tak berotak !!
.
@ Seven Eleven Myeongdong
.
“hey, ada apa?” ujar Jinwoon yang sudah menunggu di cafe
“kau ada masalah dengan yeojamu~ ??” imbuh Key
“aku tak punya yeoja, babo~” timpalku ke Key
“Nara??” tanya Chansung bingung
“cih~ dia?? yeojaku? matilah yeoja seperti dia! useless!!” gerutuku sambil menggebrak meja, dan Jinwoon memandangku datar
“ya sudah, mumpung besok libur, nikamti saja hari ini” ujar Chansung sambil menyeruput cream soupnya
“ne~” sahutku singkat. aku masih sangat risih bila mereka mangatakan “yeoja” dan itu maksudnya adalah Nara
.
“bagaimana iblis itu menjadi istriku~ sialan!!” gerutuku dalam hati
.
“tapi Nara lucu juga jika tersenyum~” ujar Key menggodaku
“benar! ketika Olahraga, saat dia berkeringat dan mengibaskan rambutnya, aigoo~ kyeopta. haha~” imbuh chansung sambil beraegyeo menyebut nama Nara, membuatku malas
“haaah~ aku pulang!” aku langsung bangkit & meninggalkan mereka yg terus tertawa
“cemburu~ uri Kyuhyun cemburu !!” ledek Jinwoon
“aku tidak cemburu~” ujarku meyakinkan diri sendiri
.
“ah, bocah tengil ! ku kuliti kau nanti~ brengsek!!” gumamku kesal sambil memukul pelan stir mobil
.
** 2 days later **
.
kemarin Ahra noona datang dan memarahiku. ia tau kalau selama ini Nara sendiri yang beres-beres rumah & berbelanja sendirian
.
“kau pikir ia pembantu!!”
“dia istrimu, dasar dongsaeng bodoh”
“kyuhyun, stupid namja~”
“mati kau, tak berguna~”
“lihat dia, kurusan~”
“hey, wajahnya sering pucat!!”
.
begitulah kira2 makian Ahra noona padaku. tapi benar juga, ia kurusan & sering lelah
“ah, masa bodoh, kan ia yeoja harus bisa. menyusahkan aku saja~” ujarku mengalihkan diri dari pemikiran tak penting
.
“kau sedang apa bicara sendiri” tegur Nara padaku
“ah~ gwenchana, nara-ah” ujarku singkat
“nara-ah? waaaaw~ kau yakin tak apa??” nara langsung berlari ke arahku & menyentuh kening & leherku
“yaa!!! mwoha neun goya!!!!” ujarku berteriak melihatnya sigap seperti itu
“ayo~ kita ke rumah sakit” ajaknya sambil menyeretku
“ya!! yeoja sinting ! bocah tengil ! aku tak apa!! dasar bodoh~” bantahku melepas genggaman tangannya
“sigh….” dia menghela nafas lalu kembali ke bangku mengerjakan tugasnya
.
“hey, bodoh~ apa kau sedang sakit?” tanyaku memastikan keadaannya
“hey, gila~ aku tak apa-apa” ujarnya sambil mendengus di belakangku
.
memang dia lebih tinggi, tapi, makin kurus.
badannya jd proporsional sih. tapi rasanya melihatnya seperti itu rasanya aneh saja.
.
** 2 days Later **
~Sekolah~
.
Nara
“hey~” panggil wooyoung
“ah, ne~”
“ada masalah??” Tanya yesung
“aniyo~”
“kau sakit?” Tanya Donghae
“aniyo~”
“apa kau habis menangis?” Tanya Soora
“mwoo??” teriak yesung kaget
“aniyo~ aniyo~”
.
Tiba-tiba wooyoung sudah di depanku dan menatap mataku dalam
.
“gwenchana~” ujar wooyoung sambil membelai wajahku lembut
.
Kau tau, sifatmu yang perhatian membuatku susah~
“why did I fall in love with you??” gerutuku dalam hati saat wooyoung tersenyum menatapku
.
“Nara~ ada kyuhyun di luar” teriak Eunji
“ne~” aku bangkit dari tempat dudukku dan menuju pintu
.
“ya!! Nara~ Ppalliwa~!!!!” Kyuhyun berteriak sangat keras hingga satu kelas memperhatikanku
berisik~ jika kau teriak lagi, aku bersumpah menjejalkan kaus kakiku ke mulutmu!!!” ujarku menatapnya sambil mengepalkan tangan
“…….” Kyuhyun diam menatapku dari arah pintu
.
** Ring ding dong * *ring ding dong*
.
“ambil tasmu, kita pulang sekalian~” ujar Kyuhyun saat aku baru sampai di tempat ia berdiri sekarang
“mwo??” aigoo~
“ppalli~~” ujarnya tegas. Aku pun berbalik mengambil tas
“aku duluan ya chingu!” ujarku sambil berhigh-five dengan soora, eunji, donghae, yesung, dan wooyoung
“hati-hati! Ara~” ujar wooyoung sopan. Astaga, kau selalu manis, uri wooyoung
“Nara~” Kyuhyun berteriak lagi. Sumpah! Kepalaku pusing~
“bye~” aku berlari ke arah Kyuhyun sambil melambai ke teman-temanku
“jalgayo, wooyoung~” ujarku dalam hati saat wooyoung tersenyum padaku
.
.
@ mobil menuju Apartemen
.
Aku duduk di mobil dengan tatapan kesal !
Kyuhyun kurang ajar~ seharusnya dia bisa menjaga sedikit saja tingkahnya ~
.
“mianhae~” ujar Kyuhyun ramah
“KAU ITU~” ujarku hampir berteriak “hee?? Kau bilang apa?” apa aku tidak salah dengar?
“aniyo~ mianhae, Nara” ujar kyuhyun dengan senyum yang sedikit memaksa
“tak usah tersenyum! BURUK~” ujarku jujur padanya
“…..” dia diam tidak menjawab kalimatku yang terakhir
“hahaha~ kau itu benar-benar !” aku tertawa melihat tingkahnya ! jujur ini kali pertama ia berbicara seperti itu dengan wajah yang, ah sulit ku jelaskan
“nee~ nee~” ini pertama kalinya melihatnya tersenyum ringan padaku. Senyuman manis yang saat pertama kali bertemu dan mengobrol kau sunggingkan padaku~
.
“bagaimana jika makan di luar saja??” imbuhnya
“mau!! Aku mau pizza~ bolehkah??” ujarku semangat menanggapi usulannya
“boleh~ tapi maksimal 2 slice pizza saja ya~” ujar Kyuhyun sambil tersenyum
“yaa~ yaa~ yaa~”
.
** 5 Days later **
.
Sejak saat itu hubunganku dan Kyuhyun lebih baik. Yah walaupun masih sering ribut dan menggunakan kalimat kasar~ setidaknya sikapnya lebih baik dari sebelumnya~
.
“hey Kyu, follow twitterku~” ujarku
“malas~” ujarnya singkat
“waeyo?? Bukankah kau punya~” ujarku memohon
“berisik ah~” Kyuhyun terus mengelak. Ia sibuk dengan handphonenya
“ya sudah~” ku abaikan semua bentakan dan kalimat kasarnya, dan aku kembali berkutat dengan twitterku
.
“ah~ kyeopta~!!!” astaga! Bagaimana wooyoung bisa setampan ini saat berphoto di taman
“aku tidak sadar~” aku menggila sendiri, dan Kyuhyun menatapku aneh, tapi kau tak perduli apa yang namja gila ini pikirkan
.
Kyuhyun
Yeoja ini bermain twitter bisa gila ! sudah gila tambah gila~ aku sungguh menyedihkan memiliki istri yang seperti dia
.
“hey, besok mau ikut tidak?” tanyaku pada Nara yg sedang asik dengan twitternya
“kemana?” tanyanya tanpa menatapku
“hey~ bodoh~ mataku tidak disitu tapi disini!!” teriakku sambil melempar bantal ke arahnya
“aish~ arasso!! tak berotak saja sombong~ waeyo??” teriaknya sambil melempar balik bantal tadi
.
sumpah demi apapun dia orang yang pertama yang berani berkata sekasar itu padaku. Dan bodohnya aku tidak bisa berkata kalimat yang jauh lebih kasar melebihi kata-kata ini
.
“ke acara ulang tahun teman smpku di myeongdong~” ujarku pada Nara, dan Nara diam berpikir
“ada makanan??” tanyanya semangat
“tentu saja~ bodoh!” ujarku kesal. lalu tersenyum dan mengangguk
.
“sesungguhnya senyummu jauh lebih baik dari pada kau bicara, babo yeoja~” bathinku saat melihatnya tersenyum manis padaku
.
“besok jam 7 dandan yg rapi! gunakan dress & sepatu hak yg bagus!!” ujarku tanpa cela, dia hanya diam menatapku
“hey! kau denger tidak, bodoh??” tanyaku kesal
“iya, iya, aku dengar~” lalu ia masuk ke kamarnya meninggalkanku sendiri
.
* blaaam *
.
“eh besok hari apa??” tanyanya dari balik pintu
“astaga!! sabtu! besok sabtu! ya Tuhan, kenapa aku punya istri yg SUPER tak berotak!!” ujarku kesal dan ia hanya menggembungkan pipi lalu masuk kamar lagi
.
.
** Saturday night **
.
“Nara!!! bodoh~ ppaliwa!!!” ujarku dari luar pintu apartemen
“nee~” dia keluar dengan dress putih simple & high heels yg tidak terlalu tinggi
“cantiknya~” bathinku saat memandangnya. mataku hampir tak berkedip melihatnya secantik ini tuk pertama kali
“aku jelek yaa~” ujarnya sedih, dan aku hanya tersenyum miris
“lumayan cantik~ kajja!!” kami turun ke parkiran dan langsung menuju Myeongdong, tempat berlangsungnya ulang tahun Luna, temanku

@ Myeongdong

“kita disini tak lama~ aku hanya akan memberi kado, dan mengobrol sebentar, lalu kita pulang. ara!!” ujar Kyuhyun memberi peringatan bahwa aku tidak boleh tergoda banyak makanan
“ne~ arasso”ujarku mengiyakan
.
Ketika masuk ke dalam tempat acara, astaga ramainya!!
balon dimana-mana. pesta yang megah namun simpel.
andai saja ulang tahunku bisa begini~
.
“jangan harap kau bisa seperti ini!!” ujar Kyuhyun yg seakan-akan tau apa yg aku pikirkan lalu menghancurnya dengan linggis abstrak yang ia bawa
“ke-jam~ huuuuhh!!” ujarku terbata-bata saking kesalnya
“yeoja tak berotak dasar~” aigoo~ kalimat keramat !!
sialan~ emosiku selalu di uji saat aku di sampingnya
“akan ku bunuh kau nanti!!!” ujarku berbisik ke arahnya dan ia hanya tersenyum miris
.
“annyeong!~” ujar yeoja cantik kepada Kyuhyun
“ah, annyeong~” ujar Kyuhyun ramah. siapa yeoja ini ! sampai-sampai Kyuhyun tersenyum sangat ramah padanya
“inikah Nara??” tanya yeoja ini saat memandangku, dan aku hanya tersenyum
“hemm” jawab Kyuhyun datar tanpa melepaskan pandangannya dari yeoja ini
“beruntung sekali kau, Nara~” ujar yeoja ini lalu memelukku erat & hangat
“he??” tanyaku bingung

“ah aku lupa !! na neun Jo Chaerin, mantan kekasih Kyuhyun ketika di smp~” mwo?? kekasih? ah, maksudku mantan kekasih
“aigoo~ cantiknya yeoja ini!!!” bathinku memuji yeoja ini
“kau??” tanyanya membuyarkan lamunanku
“ah, na neun Han Nara imnida~” ujarku ramah, wajah Chaerin tampak bingung
.
“ya!! gadis gila~ kau pikir sekarang kau siapa!!” bentak Kyuhyun sambil menjitak ubun-ubunku
“waegeurae???” teriakku kesal, dan yeoja yg bernama chaerin ini tertawa melihat tingkah kami
“kalian evil couple ya~” ujar chaerin sambil membelai pipiku lembut
“aniyo~ malas!! cih~” ujar Kyuhyun melengos meninggalkan kami menuju ke teman-temannya
“aigoo~ akan ku bunuh dia nanti!!!” ujarku dalam hati sambil menepuk keningku
.
“Cho Nara~” ujar Chaerin tiba-tiba
“ha?” cho Nara? maksudnya
“namamu Cho Nara~ paham kan maksudku??” jelas Chaerin. aku menepuk kening, pantas Kyuhyun kesal
“ah, geurae. aku lupa~” ujarku pasrah
“kalau kau berkenalan, marga Han atau Cho yang kau gunakan??” tanya Chaerin
“mau tau saja yeoja ini~ rasanya ingin ku lempar ke arah Kyuhyun!! tapi dia ramah~ aku tak tega” bathinku sambil memandangnya
.
“nara??” panggilnya lagi
“aku hanya menggunakan Nara~ mianhae” aku menunduk malu. aigoo~ akan ku gantung Kyuhyun di balkon nanti
“aniyo~ gwenchana! kau harus sabar ya, Nara~” ujar Chaerin
“……..” mataku membesar, tanda bingung sudah berkecamuk di kepalaku
.
“Kyuhyun memang kasar, angkuh, sombong, dan seperti kau lihat selama ini. tapi dia sangat baik, penyayang, dan setia. just believe it, and you must knowing him deeply~” ujarnya sempurna tanpa cela
“mwo???” ujarku sedikit keras dan dia kaget
“hahaha~ benar-benar yeoja unik~ kau mulai menyukainya kan??” tanya Chaerin padaku. ah, masa aku menyukai namja gila tak berotak itu
“no way~” ujarku simpel dan yeoja itu tersenyum
.
“ppalliwa~” dia menggandengku dan menunjuk ke arah Kyuhyun
“kau lihat~ senyum itu!” ujarnya sambil mengarahkan telunjuknya yg panjang ke arah Kyuhyun
“sudah lebih dari 1 tahun aku tidak pernah melihat senyum semanis itu~” ujarnya saat memandang Kyuhyun dalam
“kau masih mencintainya??” tanyaku penasaran. entah kenapa saat bertanya itu dadaku sesak, tak bisa napas, dan mau mati !
“dulu~ sekarang aku tidak mencintainya. tapi akan selalu menyukainya. paham kan maksudku~” jelasnya lalu tersenyum ke arah seorang namja
.
“waaaa, tampannya~” bathinku saat melihat namja tadi menghampiri Chaerin dengan senyuman hangat
“andai Kyuhyun bisa begitu~” bathinku sedikit kesal karena iri
“ah, aku duluan ya, Nara! senang bisa mengobrol~” ujarnya ramah lalu memelukku, dan berjalan menjauh dariku
“annyeong!!” aku melambai dan tersenyum, lalu dia melambai
“aku akan menghubungimu~ tunggu yaa~” ujarnya dari jauh. sebenarnya aku ingin bertanya mengapa mereka putus. kalau di lihat-lihat dia sangat serasi dengan namja sinting tak berotak~
.
“ya!! kau menuding-nuding apa? haah!!” teriak Kyuhyun dari samping. astaga aku bisa budeg dan cilaka 13 ini!!
“hey, babo namja~ kalau kau teriak lagi, aku bersumpah akan membuat kau merasakan high heelsku saat ini juga~” ujarku sambil mengepalkan tangan
“whatever!! ayo pulang~” ujarnya lalu menyeretku.
.
dari jauh aku melihat namja itu lagi dan lagi, sedang tersenyum memperhatikan kami.
aku selalu melihat namja itu. siapa namja itu?? dan apa maunya??
mengapa ia selalu menatapku begitu??
.
“waeyo??” Tanya Kyuhyun
“ah, anirago~ kajja” aku menggandeng lengan Kyuhyun & segera pergi dari tempat ini
.
** 3 weeks later **
.
Kyuhyun
akhir-akhir ini Nara sering murung, walaupun itu bukan urusanku dan aku tak peduli, tapi tetap saja mengganggu pemandangan. ia juga sering duduk di balkon dan menangis ketika sore atau malam hari. Suara lagu dari headphone sangat keras, aku bisa mendengarnya walau samar-samar. jika ku tanya ada apa, dia jawab
“aniyo~ gwenchana”
“ah, jinja?? aniyo~”
.
“seperti apa ya kamarnya?” aku mulai penasaran sudah 3 bulan menikah, aku belum pernah menginjakkan kaki di kamarnya
.
“Nara??” panggilku saat mulai memasuki kamarnya
“astaga~” dia tertidur di meja belajar padahal masih sore.
ku gendong dia ke tempat tidur, dan ku amati meja belajarnya. secarik kertas yang sangat menarik perhatianku
“And I Love You~ ??” tulisan tangannya? untuk siapa kalimat ini, dan mengapa ada tetesan air mata di meja belajarnya?
.
“always white and purple~” ku perhatikan semua benda yang ada di kamarnya. hampir semua berwarna ungu dan putih
.
“kau sedang apa??” ia terbangun dan menatapku heran
“melihat-lihat bagian dari apartemenku!” ujarku asal, dan saat itu juga aku melihat matanya sayu
“kau sakit?” tanyaku panic dan menyentuh keningnya
“aniyo~ gwenchana!” ujarnya lemah
“yakin?”
“ne~”
.
“ya sudah aku keluar ya~ jangan kau bakar rumah! ara!” ujarku memperingatkan dan ia hanya mengangguk dan tersenyum simpel
“bagiku sedikit aneh~” bathinku sambil keluar kamarnya
.
Nara
aku keluar kamar dengan otak yang masih berantakan. masih terpikir Chaerin & Kyuhyun. aku tau, antara mereka sudah tak ada apa-apa lagi. tapi, rasanya sesak~ saat ia bilang “aku mulai menyukai Kyuhyun” sesungguhnya aku pun tak mengerti~
.
“wooyoung! eottohkajji!!” bathinku
.
“And I Love You~ but Harder Than You Know~” ujarku menatap photo pernikahanku & Kyuhyun 3 bulan yang lalu
“senyum palsu, dan kebahagiaan semu!” imbuhku sambil melangkahkan kaki keluar rumah
.
* cekreeeek *
.
“he?” namja itu lagi ! astaga
“annyeong~” sapa Namja itu
“mau apa kau??” ujarku kesal
“kenapa kau galak~” tanyanya semangat
“mau ku bunuh, atau ku cincang~ pilih saja!!” ujarku datar sambil mengacungkan gunting rambut Kyuhyun (?)
.
“bhahaha~ tak ingatkah kau??” ujar namja ini
“sudah 3 kali tapi kau tak ingat juga. sedihnya aku~” imbuh namja ini yakin bahwa ia mengenalku
“nugu?” tanyaku penasaran
“say no no no no ! say no no no no !” suara ini, lagu ini, sepertinya pernah ku dengar ! aigoo~
“ingat?” imbuhnya lalu tersenyum
“Gikwang oppa!!!” aku langsung memeluknya erat
“5 tahunan tak bertemu, kau cantik sekali sekarang!! dan sudah menikah! haaah” ujar Gikwang oppa saat mencubit pipiku. ku gandeng ia masuk ke apartemen
“wah, Kyuhyun & Nara serasi juga di photo ini. tapi di kehidupan nyata, kalian begitu miris~” ujarnya saat menatap lekat photo kami
“sudah tau banyak rupanya setelah 5 tahun di amerika~” imbuhku sambil tersenyum ke arahnya
“wooyoung bagaimana??” tanya Gikwang oppa tiba-tiba
“mollayo~ oppa” ujarku pasrah
.
“kau harus melepas! melepas Wooyoung atau suamimu, Kyuhyun!” ujar Gikwang oppa serius. dan aku hanya diam memandang photo pernikahanku. Photo ini akan terus di pajang, atau segera di turunkan~
.
sejujurnya sampai saat ini aku tak tau harus apa.
belum bisa jauh apalagi melepaskan wooyoung, namja yg sangat aku sayangi.
tapi aku juga tak bisa melepaskan Kyuhyun ! benar-benar tidak bisa !
.
I’m in love with him now !!
eottohkke~
.
.
“To Be Continued”
.

.
읽어 주셔서 감사합니다 ^^
(Thanks For Reading)
.
Bagi reader yang punya twitter follow twitter aku yaa 🙂
@keiichiro_nana ^^ thanks

And I Love You ~ [Prologue]

and i love you ~

Cast:

  • Cho Kyuhyun (SJ)
  • Han Nara à Cho Nara

Support Cast:

Soora, Eunji, Wooyoung (2PM), Yesung & Donghae (SJ)

Length: Prologue

Genre: Friendship, Romance

Rate: AG (All Age)

Author: Nana (@keiichiro_nana)

Backsound: And I Love You ~ (Yesung ft Luna)

—————————–

“annyeong! na neun Han Nara Imnida. kelas 2-3 Korean International High School. Bangapseumnida~”

.

begitulah caraku berkenalan dengan semua orang sejak aku masuk KISS.

dan mungkin saja akan berubah !!

.

** On the way home **

.

Nara

“kami duluan yaa~” ujar yesung dan soora dari kaca bus, dan bus mereka pun menjauh

“aku duluan ya~ hati-hati” ujar Donghae dari atas motornya

“yakin kau tak apa sendiri?” Tanya wooyoung

“nee~ naega gwenchana~” ujarku pada wooyoung, ia tersenyum lalu menggas motornya dan pergi menyusul Donghae

“bye, nara, sampai bertemu~” teriak eunji dari kaca mobilnya, aku melambai sambil tersenyum

“aku ingin sekali punya pacar, yang tampan, dan ….” kalimat permohonanku terhenti setelah melihat seseorang terjatuh

“mwo?? Nugu si??” orang itu tergeletak di jalanan. aku berlari menghampirinya

“yaa~ gwenchana?? yaa~ ….” aku langsung menutup hiduku cepat-cepat

“dasar laki-laki~” mulutnya penuh dengan bau alkohol berat

“wah~ kau tampan juga yaa!” sepintas aku tertarik dengan namja ini. rambutnya, wajahnya, dan tangan mungilnya

“ya~ ya~ bangun !!!” matanya tak terbuka namun mulut dan badanya tetap bergerak

“ah! tanda pengenal!!” ku rogoh sakunya dan ku temukan identitasnya

“kartu pelajar KISS??” apakah dia sekolah di KISS juga ?

“tampan juga kau disini” karena aku bingung tak tau harus apa, aku memanggil taksi dan mengantarkannya ke apartemennya yg ada di tengah kota

.

** apartemen **

.

“kau tinggal di apartement sebagus ini, oppa?”

astaga, kurus, tinggi, tampan, tapi berat juga, dan satu lagi menyusahkan!!!

.

* klik *

.

Pintu kamar terbuka, aku langsung merebahkannya ke kasurnya yang sangat empuk. lalu aku kembali ke depan tuk menutup pintu

.

“andwae~ andwae~” suaranya saat mengigau saja merdu, apalagi saat menyanyi yaa

“cih~ malas!!” bodohnya bisa terpikat dengan namja seperti dia, namja yang menyusahakan. ku ambil kompresan lalu menaruhnya di dahinya

.

“omo na, sudah jam 9! tapi dia masih sakit! sms sajalah” aku mengambil hp lalu mengirimi pesan ke eomma

.

————————————–

To: eomma

From: Nara

annyeong, eomma. maaf aku telat mengabari. aku pulang telat sekali malam ini. kuncilah pintu, aku bawa cadangan. Gamsahamnida~

—————————————–

** 10 minutes later **

——————————————

From: eomma

To: Nara

nee, arasso. Gwenchana~

——————————————-

.

“apa yang membuat kau mabuk? hah?” ujarku sambil menempeleng namja absurd ini

“waa~” tiba-tiba dia menarik dan memelukku, dan aku tak bisa lepas dari pelukannya. ia memelukku erat di atas kasur

“mianhae~ jeongmal mianhae~” ujarnya saat mengigau. sepertinya ia sedang sedih, makanya mabuk

“ah, bodo amat! lepaskan! lepaskan” aku meronta-ronta tapi tenaga yg aku punya tak cukup kuat. Haruskah aku latihan taekwondo mulai besok ??

.

*krruucuukkk*

.

“astaga, aku lapar~” tiba-tiba pelukannya mengendur, aku langsung lompat menjauhinya, dan memasang kuda-kuda takut ia menerkamku lagi (?)

.

“aduh, tak ada kah makanan matang??” ku ubek-ubek dapur apartmennya, tak ku temukan makanan ringan ataupun makanan yg sudah matang

“aduh, ini siap saji semua~ pantas kau kurus!!” ku keluarkan makanan dari kulkas, dan mulai memasak. Mencuci beras tuk bubur, dan mencari bumbu simpel tuk membuat makanan berkuah

.

* 2 hours later *

.

“bubur sudah, sup sudah, lauk sudah~ hmmm, wanginya!!” ujarku berbangga sambil mencium bau masakanku

.

“yaa!! kau siapa~” ia terbangun dan membentakku keras, kaget aku

“na? na neun Nara, Han Nara imnida” ujarku tersenyum

“maksudku kau sedang apa di apartemenku, dan apa yg kau lakukan pada dapurku??” bentak namja itu semakin keras, rasanya ingin ku lemparkan pisau daging ke arah wajahnya, dasar!!

.

“yaa!! kalau kau tak ku tolong kau bisa mati tadi~ bodoh!!!” teriakku keras dan melotot tajam ke arahnya. dia terus menatapku tanpa berkedip

.

* bruuk *

.

namja itu terjatuh dari tempat tidur. ia memegangi kepalanya

“hey, bantu aku! BODOH!” mwo? seenaknya menyuruhku, dasar gila~

“lebih baik aku pulang sajalah~” ujarku dalam hati sambil memandang namja itu. aku mengambil tas lalu berjalan ke arah pintu keluar

“yaa!! kau mau kemana??” tanya namja itu sambil berteriak

“back to home~” ujarku singkat lalu membuka pintu

.

* cekreeek *

.

“chakkanman!! Mianhae~” panggil namja itu sopan. ku berbalik dan menatapnya raut wajahnya

“itu kau bisa sopan! dasar gila~” bathinku. Aku menutup kembali pintu itu, dan akhirnya aku membantunya bangkit dari lantai

.

“gwenchana??” tanyaku ketus. dia diam menatapku

“tenang, aku akan pergi setelah kau bilang ‘ne, gwenchana’ oke!” dia tersenyum melihatku

“eomma dia sungguh tampan~” bathinku

“aniyo, gwenchana anirago” ujarnya lemah. akhirnya ku bawa dia ke meja makan

.

“makanlah~ aku membuatnya tuk mu. aku harus pulang sekarang!” ku siapkan makanannya dan mengambil tas, lalu bersiap pulang

“andwae~ ” ia memeluk pinggangku, aigoo eomma !!

kalau begini mana bisa aku pulang. dasar namja stress yang manja!!

.

“makanlah, aku menunggumu~” ujarku sambil menyuapinya.

ia makan masakanku dengan lahap, aku senang.

.

* 30 minutes later *

.

aku memapahnya ke kasur agar ia beristirahat.

Badannya jadi tambah berat, apa karena fakor kenyang ??

“kau disini sendiri?” tanyaku, dan ia hanya mengangguk pelan

“keluarga?” tanyaku lagi

“mereka tinggal di sekitar myeongdong. aku disini” ujarnya lemah

“siapa namamu?” tanyanya padaku

“kan tadi sudah!!! aigoo~ na neun Nara??” ujarku kesal

“kau tidak bertanya namaku?” Tanya namja ini sambil tersenyum ringan

“aku sudah tau alamatmu dari kartu identitas. Sudah pasti aku tau kau siapa~ dasar bodoh!!!” jawabku kesal. Namja ini membuatku naik darah

“jeongmal??” tanyanya

“ne~ Cho Kyuhyun-ssi!!” saat ku ucapkan namanya, dia tersenyum. Senyuman yang ramah yang dari tadi tak ku lihat~

.

“lebih baik kau tidur, oppa. aku harus pulang~” ujarku berpamitan

“tinggallah sampai aku benar2 tidur. Please?” astaga, permintaanya terlalu sulit, tapi aku juga tak bisa meninggalkannya dalam keadaan begini

“aish, menyusahkan~” bathinku menggerutu

“arasso. Tidurlah~” ia mulai memejamkan matanya.

dan aku? aku sibuk memejamkan mata di bawah, di samping kasurnya agar aku bisa langsung keluar saat ia terlelap

.

(Author)

eomma nara panik karena sampai subuh nara tak kunjung pulang. dan eomma kyuhyun juga panik karena mendengar kabar kalau kyuhyun pingsan

.

Hp nara di lengkapi GPS, eomma Nara langsung menyusulnya di apartemen Kyuhyun. saat ingin masuk ke apartemen Kyuhyun, Nara eomma bertemu dengan Kyuhyun eomma

.

“maaf, ini, ah anu, anak saya disini~” ujar Nara eomma. kyuhyun eomma bingung

“maksud anda?” tanya kyuhyun eomma pada Nara eomma.

Lalu Nara eomma menunjukkan GPS Nara yg aktif di apartemen Kyuhyun. Kyuhyun eomma kaget melihat GPS Nara ada di apartemen anaknya~

.

* cekreeek*

.

“aigoo, Kyuhyun-ah!!!” teriak Kyuhyun eomma melihat Kyuhyun dan seorang yeoja berada di satu ranjang

“Nara-ah!! mwoha neun goya??” Nara eomma pun teriak melihat putrinya tidur di sebelah namja yang tak ia kenal

.

Kyuhyun & Nara membuka mata dan saling menatap

.

“mwo???”

“hee??”

“waaaa!!!!” ujar Nara berteriak sambil memukul-mukul Kyuhyun

“yaaa!!!” Kyuhyun pun berteriak Kaget

“kenapa aku di atas??” teriak Nara

“kau tidur di bawah~! tak mungkin ku biarkan kau disana!!” ujar Kyuhyun dan membuat Nara eomma & Kyuhyun eomma pingsan seketika

.

“eomma!!!!!” teriak Nara & Kyuhyun bersamaan lalu lompat dari tempat tidur menuju eomma-nya masig-masing

.

“kalian harus menikah secepatnya!!!!!” ujar Kyuhyun appa dari pintu masuk

“mwo???” “tapi….” Kyuhyun kaget dengan ucapan appanya

“Nara!!” Nara appa teriak sangat keras

“kau!!!!” Nara memukul-mukul Kyuhyun saking kesalnya

“kami tidak ada apa-apa. Sumpah, appa!!” ujar Kyuhyun sambil mencengkeram lengan appanya

“geurae. aku hanya menolongnya, appa!! Percaya padaku~” Nara pun berusaha membujuk appanya yang benar-benar marah dengan kelakukan Nara

“tak ada alasan~!!!” ujar Kyuhyun appa membentak mereka, dan Kyuhyun tidak bisa apa-apa mendengar appanya berteriak seserius itu

.

semuanya sia-sia. pernikahan akan tetap di langsungkan, dan hari itu adalah awal dari emosi-emosi yang tak terbendung di kehidupan nara dan Kyuhyun~

.

* 2 days later *

.

** the wedding day **

.

“aigoo~ uri nara kyeopta~” ujar Kyuhyun eomma sambil membelai calon menantunya

“beruntungnya Kyuhyun punya istri cantik dan pintar memasak sepertimu, Nara~” ujar Kyuhyun noona, Ahra

“harus jadi istri yang baik ya~” ujar Nara eomma, dan Nara langsung menangis di pelukan eommanya

.

Nara

“harus jadi istri yang baik ya~” ujar eomma, dan aku langsung memeluk eomma

“aku dan dia tak ada apa-apa, tapi kenapa harus jadi sejauh ini~ bathin Nara

.

“pengantin pria sudah di altar~ mari” panggil seseorang dari wedding organizer

.

*cekreeek*

.

Pintu di buka, dan ada seseorang di sana. namja yang sangat rapi, bersih, dan tampan dengan setelah jas putih. Sayangnya namja itu bukan namja yang ku inginkan dan tidak seharusnya aku disini bersamanya. ku berjalan di iringi appa menuju ke tempat namja itu berdiri~

“appa saranghae” aku mengeratkan pelukanku di lengan apaa, dan appa tersenyum lebar

.

ada soora, eun ji, yesung, donghae, dan namja yang sebenarnya aku cintai “wooyoung” menggunakan kemeja biru pilihanku dulu. ia melihatku menggunakan dress pengantin ini dengan senyuman

“apakah kau tak tau, aku sangat menyayangimu, uri wooyoung!” bathinku

.

di depanku sekarang sudah ada namja yang sama sekali tak ku kenal. membantunya dulu merupakan musibah bagiku. menikah dan terpaksa hidup dengannya.

.

Kyuhyun

ia datang ! sebenarnya aku tak mau menikah dengan yeoja tak tau sopan-santun seperti dia.

ia pikir ia siapa? Berani-beraninya membentak Cho Kyuhyun!! aku tau aku berhutang nyawa, tapi tak seharusnya begini. brengsek!!!

.

“Nara?” ya Tuhan, dia cantik sekali dengan baju pengantin itu.

tapi dia tak tersenyum sama sekali. tatapannya hanya ke namja berkemeja biru yang ada di barisan keluarganya. Aku merasakan sisi feminism dari yeoja itu saat menatap namja berkemeja biru itu

“apakah itu seseorang yg kau cintai??” bathinku

“Cho Kyuhyun apa kau bersedia menikah dengan Han Nara? mencintainya saat suka maupun duka? dan saling menjaga sampai maut memisahkan?” tanya pastur kepadaku

“iya, saya bersedia” jawabku tegas

.

“anda, Han Nara apa kau bersedia menikah dengan Cho Kyuhyun? mencintainya saat suka maupun duka? dan saling menjaga sampai mau memisahkan?” tanya pastur kepada Nara. Nara hanya terdiam memandang namja itu

“Han Nara??” ujar pastur memanggilnya lagi

“iya, saya bersedia!” ujar Nara lemah

.

“mulai detik ini, kalian syah menjadi suami istri! Semoga pernikahan kalian di restui Tuhan~ amien!” ujar pastur, dan semua orang berteriak gembira. aku hanya tersenyum miris dengan keadaanku. Dan nara, tatapannya hanya ke namja itu

“yeoja ini terlalu melankolis~ aneh” bathinku melihatnya

.

“mianhae~” ujar Nara pelan ke namja tadi. namja tadi tersenyum dan mengacungkan jempol ke arah nara bersama teman-temannya yang lain

.

“ya!! jangan kau tunjukkan senyum begitu!! jelek!” ujarku pedas ke arah nara, dan senyuman manis itu seketika berubah jadi rautan kesal di wajahnya

“aku merasa suatu saat harus berhenti!! aku tak mencintainya!!” bathinku

“biarlah begini, suatu saat pasti terlepas” ujar Nara saat menatapku tajam

“cih~ tak berguna!” ujarnya pedas

“kau lebih tak berguna~” ujarnya membalikkan kalimatku

“kau~” ujarku kesal

“kenapa kau tak mati??” dan ternyata ucapannya bisa lebih pedas dari ucapanku, dan aku tak suka yeoja yang seperti ini! Sangat ~

“……” aku hanya diam menatapnya

.

**3 days later **

.

Kyuhyun

“back to school!” ujarku semangat sambil merapikan buku

.

ya, setelah menikah, aku dan Nara tinggal di apartemen. tidur ? tentu saja terpisah. aku membeli kasur kecil untuknya agar bisa di pakai di ruangan lainnya. dan hari ini saatnya sekolah dengan title “Cho Kyuhyun yang sudah menikah!” apa-apaan itu!!

“cih~ lihat saja kau! buat masalah di sekolah, ku bunuh kau di rumah!” ujarku memperingatkan Nara sambil melempar bantal

“kalau kau banyak bicara di sekolah, ku GANTUNG kau saat itu juga di sekolah!!!” ujar Nara dengan penekanan kata GANTUNG dan memukul bantal yang aku lempar ke dia sebelumnya

“baru kali ini ada yang berani melawanku. yeoja pula. Dasar tengil. brengsek!!” bathinku kesal

“hah! aku berangkat!” ujarnya melengos pergi

“chakkanman!! berangkat bersama, tunggu di bawah” ujarku padanya. ia langsung menutup pintu keras

.

*blaaamm*

.

* 5 minutes later *

.

“semoga hari ini bisa ku jalani dengan baik dengan yeoja gila itu” doaku sebelum berhenti di depan yeoja itu di depan pintu masuk apartemen

“ya!! mwohaneun goya?? ppali!!” Nara kaget melihat mobil ini. andai dia tau ini hadiah pernikahan dari appa, pasti dia senang bukan main

“ini mobilmu??’ Tanya Nara bingung sambil melihat-lihat isi mobil

“geurae~ bagus kan?” ujarku mengejeknya

“sangat~ bagus !” “kajja” ujarnya semangat

“berisik!!” aku menggas mobil ke arah sekolah

.

** 20 minutes later **

.

Nara

“hah, sampai” ujarku senang. kyuhyun melihatku seperti ingin membunuhku

“jangan macam-macam kau!!” ujarku tegas memperingatkan Kyuhyun. Kyuhyun menampakkan wajah kesal dan  langsung memarkirkan mobilnya, dan aku masuk ke kelas sendirian

** Kelas 2-3**

dulu aku selalu bangga memperkenalkan diri di hadapan teman baru. sekarang sudah berubah. namaku dan hidupku berganti rupa.

.

“annyeong ! na neun Cho Nara Imnida. kelas 2-3 KISS. Status: menikah, istri Cho Kyuhyun kelas 2-1 KISS. Bangapseumnida~”

.

semua teman-temanku melihatku bingung. aku memang masih di kelas yang sama dengan sebelumnya, dan masih bersama sahabatku. wooyoung, soora, eunji, yesung, dan donghae. tapi ini sungguh malapetaka di hari pertama !!

.

“wah~ uri Nara sudah menikah sekarang~ chukkae, nara~” ujar taemin semangat

“dengan si tampan Kyuhyun~ beruntung sekali” ujar Luna

“hahaha~ dia akan selalu beruntung~ ne Nara?” ujar Wooyoung tiba-tiba

.

Hatiku teriris saat dia mengatakan kalimat itu dengan senyuman santai.

Ingin ku katakan “tetaplah di sampingku seperti biasanya~” tapi tak bisa !

Bisakah waktu di putar kembali?

Jika bisa, malam itu aku ingin pulang bersama Wooyoung dan bersama dengannya saja, dan tidak bertemu dengan Kyuhyun. Biar saja yeoja lain yang menolongnya. Bukan aku~

.

.

“Cho Kyuhyun, aku bersumpah akan membunuhmu sampai di rumah nanti!!!”

.

.

.

Prologue is over, please wait for 1st part of And I Love You ~ ^^

.

.

읽어 주셔서 감사합니다 ^^

(Thank you so much for reading)

Don’t forget to give me your comment here ^^