About Us (Part 8 – End)

setelah pengajuan berkas selesai. esok kami akan menempuh bangku kuliah. aku & shinhwa kuliah di Seoul National University jurusan manajemen bisnis, yah, kami selalu lengket. kyuhyun mengikuti donghae di post modern music di kyunghee. Haerin? dia di Kyonggi University jurusan arsitektur. impiannya mendesain rumah aku & donghae, rumahnya & shinhwa, dan kyuhyun dan tak taulah nanti. hahaha

appa bangga padaku, setiap malam aku mendengarnya. appa cerita pada oemma

“lihat, aku bisa membuat anak itu dewasa kan, yoona”

 

ku lihat appa duduk di balkon kamar sambil memandang foto oemma. Aku sayang appa. Appa membuat aku bangkit dengen nasehat-nasehat dan banyolannya. Appa yang selalu ingin ke kanada. Hanya appa yang aku punya. Appa, doakan aku. Saranghae, appa.

*****

aku ingin ke rumah donghae hari ini. sebenarnya aku janji jam 5, dan skg baru jam 3 lebih. aku ingin buat surprise. Nanti aku ingin membuatkan spagetty, choco cake, dan sampai akhirnya mataku tertuju pada seorang pria. Aku merasa dia mirip donghae  ku berhenti dan perhatikan dia dengan seksama

Mwo?? Donghae-ah?? aku lihat donghae ciuman dengan gadis lain

“donghae-ah?? oethokke?” aku mendekat. donghae, & gadis itu panic. Lalu gadis itu sedikit menjauh dari Donghae, dan menutup mulutnya

“tunggu aku bisa jelaskan” donghae kaget lalu menggenggam tanganku

“jelaskan apa, oppa? kau itu milikku!!” celetuk gadis itu dan mencengkeram lengan donghae

“kau!! perjanjian itu, ingat. kita pura2 di depan ayahmu!” donghae membentak gadis itu. Ah iya, dia adik kelasku, dia sering tertangkap basah melirik donghae

“ara, tapi aku cinta kau! ku mohon. masalah aku mau di jodohkan, aku tak peduli. aku hanya ingin kau! kau milikku” gadis itu tetap bersikukuh sambil menarik-narik tangan donghae

“kau!!” donghae menuding gadis itu dengan telunjuk

“hentikan, oppa” aku mulai bicara dengan halus

“ku kira 2 tahun ini kau berubah. ya sudah, aku tau ini menyakitkan bagiku. tapi tak apa, pergilah” lanjutku lalu meninggalkan donghae dg gadis itu. aku mendengarnya memanggil namaku, dan dia ribut dg gadis itu. ya tuhan, inilah sakit hati? inikah rasa kehilangan? rasanya sakit Tuhan. aku tak tau begini, dan aku tak mau begini. hentikan Tuhan

“jebal! jgn begini. jgn tinggalkan aku!! aku akan jelaskan semua!” donghae tiba2 ada di hadapanku, dia menangis. dia menatapku dalam

“oppa, kau tau aku tak suka lihat kau menangis kan?” aku membentak donghae, tapi dia hanya diam

“kita bicara!!” ku ajak dia ke taman, dan bicara

 

***taman***

“kau tau aku sensitif, kan? uljima, donghae, uljima!!” aku ikut menangis dg nya

“mianhae, dia minta tolong padaku untuk pura2 ciuman. aku tak menyangka dia bnr2 menciumku, aku kaget, hyuna, aku kaget” elak donghae

“tapi kau senang kan?? senang?? sudah, cukup saja” aku duduk di atas pasir, rokku kotor, aku tak peduli. pikiranku, hatiku, hidupku, kalut seperti pasir ini

“saranghae, kim hyun ah. jeongmal saranghae. beri aku kesempatan” donghae bersimpuh di kakiku. ya tuhan, kau tau aku cinta mati padanya. appa, aku hrs bgmn skg. saatnya melepasnya kah? merelakan orang yg kita cintai pergi? spt appa merelakan oemma?

“oke, sudahlah, lupakan aku tuk sementara. aku ingin sendiri!” aku berlari meninggalkan donghae yg msh bersimpuh

“mianhae, chagi. aku butuh waktu. jika kau memang untukku, kita pst bersatu” dari jauh ku awasi dia. ku jalani hari tanpa dia, aku kost bersama temanku di dekat kampus

 

**2 bulan kemudian**

Donghae POV

hal yg menyakitkan seumur hidupku ada 2. yg pertama oemma lebih peduli tentang cafe Super Juniornya, dan yg kedua gadis yg pertama kali aku cintai pergi dari pelukanku karena kesalahanku

“aaaarrrgghh, sial!! Kim Hyuna, kau kemana? yesung ahjussi blg kau kost di dekat kampus. tp knp aku tak pnh melihatmu? aku tak pernah bertemu dg mu? ku mencarimu dimana-mana? ku mohon jgn tinggalkan aku begini” aku menendang2 pohon yg ada di blkg kampus

“babo namja!! kau tau itu, kau sangat bodoh, hyung. Merusak property dan pemandangan kampus. bosan hidup? tuh lihat disana ada taman bermain, loncatlah dari bianglala, dan teriak. pst kau lupa semuanya, dan mati!!” suara itu? Kyuhyun?

“astaga, mengagetkanku saja” aku terduduk krn kaget krn perkataan namja ini. sahabat Hyuna ini sangat tajam jika berbicara. mau di pukul spt apa tak akan berpengaruh dg apa yg dia katakan

“sejak insiden kalian waktu itu, aku & haerin jarang bertemu dia. hanya shinhwa yg tau, dan shinhwa blg ia tak apa. sudah tak apa, sambil tersenyum. hyung-nim, knp kau tolol skali!! muak aku melihat tingkahmu sejak SMA! tau tidak? manusia menggelikan!!” aku tau kyuhyun adalah namja yg terus terang, tapi keterusterangan dia kali ini menyadarkanku. Menyadarkanku betapa berartinya Hyuna dalam hidupku, dan sekali lagi, aku hanya bisa menangis dan terdiam

“kau bodoh! aku tkdg berpikir, tuk apa kau hidup. semasa SMA kau jahat. sunbae macam apa kau? kau harusnya berterima kasih pada hyuna? seorang anak soshi & suju yg dulu kau hina itu. dia merubah total pikiran, sifat, dan hatimu. hingga kau byk yg menyukai! bodoh!” ucapan namja ini sangat tajam, terlalu tajam mungkin, aku sadar ternyata aku mencintai Hyuna lebih dari yg aku tau

“aku sudah benar-benar kehilangan gadis itu kan, kyu??” aku menunduk & menangis

“hanya menangiskah yg bisa kau lakukan, hyung?” suara itu? shinhwa? ku angkat wajahku

“shinhwa? haerin? eothokke? haruskah aku menyerah? apa aku harus merelakannya” aku bangkit dan kyu membantuku berdiri. namja bermulut pisau, berhati es, tapi berkelakuan matahari (hangat)

“waeyo?? kau tak mencintai hyuna?” haerin beari ke arahku dan meremas kedua lenganku

“aniyo, aniyo. aku sangat amat mencintainya. tp aku sadar diri, dia pst membenciku. 2 bulan ini aku merasa ini latihan. latihan tuk mampu tanpa dia. sangat menyiksa, dan ini terlalu berat” aku mulai menangis lg dlm pelukan kyuhyun

“yaa!! babo yeoja! 2 bulan yg menyiksa” shinhwa tiba2 teriak, dan aku tidak terlalu peduli, dia memang suka teriak2 dg hyuna

*kreseek kreseek*

“2 bulan yg menyiksa? jjinjaa, donghae oppa??” ada suara yg berasal dari semak-semak. ah, suara itu? suara itu? aku mengangkat wajahku dari pundak Kyu, dan lihat Hyuna di depanku

“hyunaa!!!” panggilku, lalu berlari memeluknya erat

“omo oppa. kau kurusan. mana otot lenganmu?” dia trs menyentuh seluruh lenganku

“kau tidak akan ku lepas lagi!” aku memeluknya, dan menangis. ku harap ini bukan mimpi, ya Tuhan

“geurae! jika kau lepas lg, aku tak akan kembali” cibir hyuna, lalu aku menciumnya lembut, dan perlahan

“mwoo? yaa!! dasar manusia2 biadab. haerin, aku mau, chuu~” manja shinwa ke haerin yg lgsg berlari ke Kyuhyun

“yaa! Kyu, tolong aku” haerin sembunyi di belakang Kyu, lalu shinhwa berusaha mengejarnya

“yaa! kalian sama-sama babo! dasar! pergi kau. menggelikan. hahaha” Kyu selalu ketus, tapi aku lihat dia tertawa lepas. hahaha. jarang2 dia spt itu. sedangkan aku? aku hangat dalam pelukan Hyuna. Hyuna yg sangat ku cintai, selamanya

 

***8 tahun kemudian***

Hyuna

“appa, appa, aku mau itu, itu, dan itu” “oemma, lihat itu” “oemma, aku mau bunga itu”

rumah kami ramai, seramai harapan kami. donghae oppa sibuk meladeni mereka. Lee Min Ho dan Lee Min Ra, itulah nama anakku dan donghae

“yaa, nabung dulu yaa! baru nanti oemma tambahkan, arasso!” telunjukku mulai ahli menenangkan anakku yg hobbi membeli sesuatu yg pada akhirnya adalah untuk yesung appa. anak kami sayang sekali pada yesung appa

“hyuna, gomawoyo. hyuna saranghaeyo” lengan donghae sigap melingkar di pinggulku, membalikku perlahan, dan menciumku. perlahan tapi pst menjalar ke tubuh lain

“yaa. kami datang!” astaga kami kaget dg shinhwa, haerin, kyuhyun, dan karina. donghae lgsg melepaskan pelukannya. shinhwa menikah dg haerin 2 tahun setelah kami. kyuhyun & karina? baru 2 bulan yg lalu mereka menikah, itu jg karina yg mendesak. kyuhyun tak akan bisa jujur mengenai perasaannya. untung karina tanggap, kalau tidak. woaah, tak taulah. hahaha. kyuhyun bisa stress. Kami bisa di maki-maki

Shinhwa & Haerin memiliki 1 anak laki2 Jung Shin woo, dan bayi perempuan mungil Jung Hae Ra.

 

Karina & Kyuhyun? yapp karina hamil 1 bulan, ternyata langsung gol. hahaha. sudah jgn ungkit, kyu malu, dan akhirnya dia ngambek

 

siwon? taemin? heechul? sungmin? eunhyuk? minhyuk? Doo Joon? nadya? fitri? poespitha? Maya?

aku tak tau lagi kabar mrk. terakhir aku mendengar Nadya menikah dg Heechul 4 tahun yg lalu dan tinggal di Namwon, dan Siwon pindah ke amerika. Poe tunangan dg Taemin, tapi malah menikah dg Minhyuk. Fitri menikah dengan Sungmin, dan Doo Joon, membuka kedai es krim baru di Indonesia dengan Maya, yah, Doo Joonn menikah dengan Maya. hanya itu yg ku tau.

 

“hey, ayo kita ambil photo bersama?” seru shinhwa. lalu kami menata diri kami agar pas

 

dan Hana Dhul Shet “about us”

 

photo persahabatan kami yg indah. terutama aku dg shinhwa 25 tahun lebih kami bersama. skg ada anggota baru. kita mau apa, dan bagaimana tak ada yg tau. aku sangat bahagia bertemu mereka

 

“saranghaeyo, chingudeul”

 


😀 — THE END — 😀

About Us (Part 7)

“hee??”

“mwoo! Fishy Blue?”

“haah?”

berbagai ucapan kaget dari ku shinhwa kyu dan haerin membuat donghae menunduk. Café itu besar, sangat besar.

“yap, asal namamu sudah ketauan, bodoh! dasar sunbae tidak berguna” astaga kyu, ampun. kata2 kyu berhasil membuat kami menelan ludah takut salah tingkah

“ya tuhan, kyu. redam redam” shinhwa mengingatkan kyu dengan berbisik

“ya begitulah. oemmaku terlalu gila dengan suju dan donghae. itu cafe milik ahboji ku, dulu tempat berkumpulnya ELF se seoul tuk menyaksikan SS1, SS2, SS3, SS4, dan tak tahulah sisanya. sampai skg oemma msh saja bergelut dg itu” omo, dia tidak marah? Syukurlah. ceritanya panjang lebar, dan …

“haaahaahaaa. jadi kau cemburu?” belum sempat Donghae melanjutkan kalimatnya, sumpah aku dan shinhwa tertawa hingga tubuh kami guling2 di pasir lapangan. kyuhyun yg tadinya berdiri seperti pembunuh bayaran ikut tertawa bersama kami & haerin

“sudahlah, ayo kita jalan. aku traktir semua. makan apa yg kalian mau” usaha donghae menenangkan kami berhasil, dan kami semua pergi ke cafe Fishy Blue milik oemmanya. sesampainya disana, setelah tau aku anaknya yesung, ya tuhan, oemmanya heboh, cafe langsung di tutup, dan memintaku bercerita semuanya. ketika oemma donghae (Yoo Kyung ahjumma) tau tentang penderitaanku & shinhwa kehilangan yoona oemma & seohyun oemma, dia langsung menangis bombay

“astaga, ku rasa dia ELF & SONE sejati” bathinku & shinhwa. ya bathin kami menyatu, tanpa harus berbicara kata-kata, kami bisa saling mengerti, itu adalah kelebihan kami. kata paranormal, kami ini satu. mwo?? #babo

 

** 2 tahun kemudian **

ada beberapa mahasiswi pindahan. Karina, Nadya, Fitri, Maya, dan Poespitha. Karina menyukai Kyuhyun, dan ku rasa Kyu menyukainya walau selalu ketus, aku hampir ingin membunuhnya ketika mengacuhkan Karina “tidak gentle”. Nadya, dia dekat dengan Heechul. Heechul sudah 3 kali menembaknya tapi jawabannya “molla, oppa” Nadya begitu karena heechul juga memikirkan Fitri. sedangkan Fitri suka dengan Siwon. Maya dekat dengan minhyuk dan Doo Joon, tapi sepertinya dia suka Doo Joon. Poespitha? jangan tanya, gadis ini, ah molla. Masa dia mengincar yesung appa. Sungmin menyukainya, tapi ku rasa dia suka Eunhyuk & minhyuk. sifat yg sama-sama autis, ku rasa. Taemin? dia menyukai nadya, tapi nadya masih tak ada jawaban. kenapa aku tau? mereka semua cerita padaku. aku dan shinhwa menguasai beberapa bahasa, jadi bisa di ajak bicara dalam beberapa bahasa. hahaha

1 bulan setelah kami saling bertemu di atap 2 tahun yang lalu, itu aku resmi pacaran dengan donghae. shinhwa makin lengket dengan haerin. donghae sekarang kuliah di Kyunghee university, jurusan post modern music. aku haerin shinhwa kyuhyun? tentu saja kami kelas 3. bulan depan saja sudah di wisuda. aku kyuhyun shinhwa haerin adalah sahabat. tak tau rintangan seperti apa yg ada di perkuliahan nanti. we’ll be the one. all for one, and one for all.

 

 

To Be Continued 🙂

About Us (Part 6)

“Yaa!! Kim Hyun Ah, aku tau kau bodoh. Aku paham, sangat paham. tapi kumohon jangan KETERLALUAAN!! siapa lagi sahabat mereka?” aish, aku di bentak Shinhwa, galaknya manusia ini, suaranya sangat keras

“oh, arasso. member super junior, dan cnblue kan? oKEY” ku lihat shinhwa sptnya kesal dengan ucapanku & dia melangkah keluar pintu sambil menggerutu

“hoi, bagaimana haerin? sukses?” aku bertanya hal yang membuat aku menangis di taman tadi hingga aku di temukan olah babo sunbae

“hmm…” shinhwa tidak berkata apapun dan langsung keluar rumahku, namun 2 jempolnya yg mengacung di akhir menjelaskan semua. ya dia berhasil mendapatkan haerin

“semoga kalian bahagia” ucapku padanya, yang sudah pasti tak dia dengar. Ternyata aku hanya takut kehilangan Shinhwa sebagai sahabat sekaligus kakakku. Setelah kejadian tadi, aku sadar dia adalah milikku, kakakku, sahabatku, selamanya. Tak akan ada yang berubah. semoga

 

** keesokan harinya (hari ke 1)

aku mencari donghae kemana-mana, kata mereka ia masuk, tapi aku tak berhasil menemukannya

** keesokan harinya (hari ke 2)

aku terus mencarinya, bahkan menunggu di depan kelas. ternyata dia pulang 1 jam yg lalu. shinhwa dan haerin melihatku aneh. kyuhyun juga, teman2 yg lain juga

** 2 hari kemudian (hari ke 4)

“yaa, babo yeoja. tuk apa mencari donghae?” shinhwa bertanya padaku sambil bermanja2 dengan haerin

“datanglah ke rumahnya, tapi apa kau tau rumahnya?” haerin menghampiriku dan menepuk pundakku. meninggalkan shinhwa yg sedang bersender di bahunya dengn bibirnya mencibir

“aniyo, haerin-ah” jawabku singkat

“hei, bodoh. carilah ke atap gedung 2. mungkin masih disana, tadi aku melihatnya dari lapangan” yes, kyuhyun akhirnya berguna

“mwo? Arasso. Gomawo, Kyu” aku bangkit dari kursiku, dan berlari ke koridor, aku harus menemukannya

 

** di atap gedung 2 **

“donghae-ah, donghae-ah, kau dimana, donghae, jawab aku!!” aku berteriak sehingga suaraku menggema

“haah, berisik!! ada apa!!” tiba2 muncul sesosok namja dengan pakaian berantakan

“donghae?? kau sedang apa disini?” aku kaget dan menuju ke tempat dia tiduran pelan-pelan

“seharusnya aku yang bertanya! kau itu kenapa beberapa hari ini mencariku. setiap ku cari balik, aku tak pernah menemukanmu!! mau cari mati kau !? hah??” oh ternyata dia juga mencariku, pantas kita susah bertemu

“ani, ani, ku hanya ingin mengucapkan terima kasih yang waktu itu. aku belum sempat berterima kasih kau sudah pergi. maaf merepotkan. ya sudah aku pergi, aku tak ingin mengganggumu” aku bungkuk tuk menujukkan rasa hormat dan terima kasihku padanya. baru saja aku ingin melangkah pergi, donghae menarikku, dan memelukku

“jangan pergi. Disini saja” pelukannya semakin erat, dan membuatky sesak

“ss….ee…ssaaak. le…phaas..khaan” akhirnya dia melepaskan pelukannya, dan aku sedikit menjauh, lalu menatapnya *tangan di pinggang*

“hoaaaah” aku sesak sekali tadi

“aku tak tau mengapa kau benci soshi, terutama suju. Hmm, mau dengar aku bernyanyi?” aku ingin menghiburnya, sptnya dia sedang sedih

“ah, pasti kau akan menyanyi snsd atau suju” gerutunya

“geurae!!! aku adalah anak dari KIM JOONG WON aka YESUNG” suaraku  meninggi dan menegaskan kata-kata itu agar lain kali ia tdk mengejekku

“ara, ara, silahkan, nyanyilah sesukamu” dia duduk dan mendengarkan. Aku menyiapkan IPodku, di dalamnya banyak instrument lagu Super Junior, dan SNSD. Aku bisa menyanyi bersama alunan musik ini dengan baik

Oneuldo nae gieogeul ttarahemaeda
I gil kkeuteseo seoseongineun na
Dasin bol sudo eomneun niga nareul butjaba
Naneun tto I gireul mutneunda

Neol bogo sipdago
Tto ango sipdago
Jeo haneulbomyeo gidohaneun nal

Niga animyeon andwae
Neo eobsin nan andwae
Na ireoke haru handareul tto illyeoneul
Na apado joha
Nae mam dachyeodo joha nan
Geurae nan neo hanaman saranghanikka

Dia diam memperhatikan aku bernyanyi. aku memperhatikannya. dia menunduk, dan “menangis” ? mwo?

“nee, donghae, gwenchana yo?? Ara, ara, mian. aku tak akan menyanyi lagi, aku pergi saja” aku takut dia mengamuk, aku mundur beberapa langkah, tapi dia menggenggam tanganku, dan memelukku. kali ini halus, lemah, dan hangat

“maaf selama ini menyusahkanmu. maaf selama ini menyakitimu. mianhae, jeongmal minhae, hyuna!” **deg deg** astaga seperti ini lagi

“nee, gwenchana, sudah, lupakan saja. aku cukup kuat tuk itu” aku balik memeluknya

“tidak pernah ada gadis menyanyi sehalus itu untukku” dia melepas pelukannya

“aku ingin bernyanyi satu lagi. Diam, dan dengarkan!!” aku menyetel lagu oemma-ku dan aku sedikit dance. mungkin akan tersenyum, atau dia akan tertawa?

Ttok baro hae neon jeongmal bad boy
Sarang bodan hogi shimppun
Geu dongan nan neo ttaeme kkamppak
Sogaseo neomeo gan geoya

Neon jaemi eobseo maeneo eobseo
Neon devil, devil neon neon

Ni haendeu pon sumanheun namja
Han geuljaman bakkun yeoja
Nae kokkaji yeokgyeo un perfume
Nugu geonji seolmyeong haebwa

“hahaha. Ya Tuhan, Kau ahli. Sungguh. 2 thumbs up for you, girl” yes, donghae tertawa padahal belum sampai akhir, jadi ku putuskan berhenti. Hmm, mungkin menertawakanku. Hah, cukup mempermalukan diriku

*bayangkan Hyuna dancing Run Devil Run dengan rok pendek*

“ah, sudah. Kita pulang ya” aku merapikan IPod, dan tasku dengan tampang murung. Omo ni, appa oemma, oettokke *sedih*

“kajja, ku antar kau sampai rumah. oKEY??” dia menggenggam tanganku, menuruni tangga, entah kenapa aku mulai terbiasa, atau apalah. di luar sana aku sadar sedang di amati puluhan murid, termasuk Haerin, Shinhwa, dan Kyuhyun

*You’re my angel, whisper softly. Dajunghan soksagimeun “i love you, everyday”* hpku berbunyi. nada dering hpku khusus Shinhwa

“yaa! kalian sedang apa mengintip. banyak sekali” aku sengaja begitu karena shinhwa meloudspeaker telponnya

“woaaah, kabuur. cepet cepat”

“astagaa, mati kita”

“ayoo pulaang”

aku mendengar suara gemuruh. tak lama kemudian aku dan donghae melihat banyak sekali murid berhamburan menuju gerbang, dan keluar sekolah

 

“mwo?? ada apa? aku tak tau ada acara di sekolah? Kenapa jam segini masih ramai sekali?” donghae kebingungan dengan sekitar, aku pura-pura tidak tau

“keluarlah, kita pulang bersama” aku kembali menelpon shinhwa. lalu dari jauh shinhwa, kyuhyun, haerin terlihat. Shinhwa dari jauh tatapannya tajam ke arah kami

“ah, kau!! mi..mianhe aku tak bermaksud” donghae kaget melihat shinhwa, dan langsung melepas tanganku

“sudahlah, tak uasah ragu menggenggam tangannya. jika tangannya kasar, aku belikan penghalus. atau kita ke rumah sakit, geruk saja, itu lebih mudah” kyuhyun mengejekku, seperti biasa, dia sahabat baruku disini, sangat amat baik, dan peduli padaku. Tampan, sangat tampan, tapi kata-katanya, jebal, membuatku ingin bunuh diri saja, kejam

“sudah sudah, kita pulang yaa” shinhwa mengajak

“benar, sudah sore. ah, bagaimana kita mampir ke Fishy Blue Café?? yaa, donghae-ah, aku sering melihat disana, apa yang kau lakukan disana??” haerin melunakkan keadaan

“hmm, oemmaku yg memiliki cafe itu?” donghae menjawab singkat

“hee??”

“mwoo! Fishy Blue?”

“haah?”

berbagai ucapan kaget dari ku shinhwa kyu dan haerin membuat donghae menunduk. tentu saja, Café itu besar, sangat besar.

 

To Be Continued 🙂

About Us (Part 5)

“yaa! Donghae oppa” aku mengguncang pelan tubuhnya

“hmm, nee, kau sudah tidak apa-apa” dia membuka mata, dan mendekat ke wajahku

“nee” jawabku datar

“kajja ku antar kau pulang” dia menggenggam tanganku

“haa?? tunggu dulu. Ini adalah kali pertama ia sopan, dan sangat amat baik padaku. ia tidak usil padaku sehari saja ku anggap dia sedang baik hati. dan sekarang ia menggenggam tanganku kuat. ada apa ini” bathinku. jujur ini, horror bagiku. astaga shinhwa kau harus liat ini

“waeyo? naiklah” seru donghae tiba-tiba

“ah, nee”dia menyuruhku naik ke motornya, lalu motornya melesat di jalan raya

 

**25 menit kemudian**

“sampai. ini rumahmu kan?? turunlah” di melepas helmnya dan menengok ke arahku

“nee, ini rumahku” astaga. Demi tuhan, Demi kecoa, Demi puding (maaf, aku suka puding), demi sup ayam shinhwa, dia tau rumahku. aku turun, dan melepas helmku, dan memberikannya pada donghae

“goma…” *nguueeeng* belum selesai ku ucapkan terima kasih, namja gila itu sudah pergi

“mwo??” astaga labilnya dia

 

“yaa!!! hyuna!! kau mau buat aku mati, hah?? hpmu selama 5 jam tak bisa ku hubungi. ku cari dimana-mana tak ada. Kata Yesung ahjussi kau belum pulang setelah tadi, ku cari di taman tak ada. Ya Tuhan aku berasa mau mati!!” ya Tuhan, aku kaget shinhwa sudah ada di depanku saat ku membalikkan badan dg berentetan pertanyaan. dia marah2 karena khawatir, senangnya dia masih khawatir. hahaha

 

“ah, aniyo, aku hanya pergi sebentar. mianhae, shinhwa” aku memeluk shinwa, dan shinhwa menyeretku masuk ke rumah

 

**Hyuna Houses**

shinhwa di dapur memasakan sup untukku. aku hanya duduk di ruang keluarga. dapur & ruang keluarga di rumahku memang menyatu

 

“kau dengan donghae tadi?” shinhwa membuka obrolan, tapi suaranya datar

“iyaa, aku bertemu dengannya di taman. aku juga kaget, tapi tenang dia berlaku baik. Dan kau tau itu horror!!” aku menjelaskan duduk perkaranya

“hahaha. Sangat tumben. ya sudah, aku pulang ya. ini sup ayam sudah jadi, makanlah selagi hangat” shinhwa menaruh mangkuk di meja makan sambil tertawa

 

“nee gomawo” aku menuju meja makan tuk memakan sup favoritku

“tadi yesung ahjussi dan appa izin ingin ke jeju beberapa hari, ada reuni dengan sahabat” shinhwa menepuk pundakku

 

“sahabat mereka? nugu?” tanyaku dengan wajah bodoh yang penasaran

 

“…….” shinhwa melirikku dengan tatapan menyeramkan

 

“mwo??” tanyaku sambil menunduk, tandanya aku salah bicara

 

 

To be Continued 🙂

About Us (Part 4)

yaa, 4 bulan yg lalu adalah hari perdanaku di Seoul High School. dan itu kali pertama aku bertemu dia. kesan pertama yang buruk, sangat amat buruk. Sampai-sampai aku berharap dia mati saja saat itu

 

*Flashback*

“woaah, ternyata dia anaknya yesung si legenda suju itu?”

“cantiknya, senyumnya mirip yesung”

“ih, dia anaknya yoona”

“oemma bilang yoona centil”

“perpaduan yoona dan yesung, ah cantiknya”

“oemmaku safer, tapi kata oemma yoona cantik”

 

itulah hari pertamaku di kelas unggulan Seoul High School. aku & shinhwa termasuk cerdas otak di SMP kami, jadi bukan mslh berat. makian itu hanya di jam pertama, sisanya? kami langsung akrab karena kemampuan ku yang hebat dalam bernyanyi, dan danceku dengan lagu-lagu SuJu dan SNSD. shinhwa? tentu saja bersama dia juga.

Oh Iya, aku bertemu teman baru, Cho Kyuhyun. appanya dan oemma-nya penggemar SuJu. dan ku rasa dia manis juga seperti kyu ahjussi.  pintarnya, oh iya plus wajah dan bicara juteknya *hueekks*

 

aku berjalan di lorong kantin sekolah mencari temapt duduk bersama anak-anak lain, kami sudah sangat dekat. tiba-tiba….

*bruuuk*

“ah, mi..mianhae” aku menubruk seorang namja, dan bajunya kotor karena pudingku

“yaa!! baju putihku! tto! oh ternyata kau yang di bicarakan satu sekolah ya? Kim…Hyun…Ah” dia melihatku, dan mengeja namaku di name tag ku

 

“nee, na neun, Kim Hyun Ah imnida” ternyata dia sunbaeku, terlihat dari gaya pakaiannya. aku harus sopan, setidaknya hari ini

 

“tto!! anak soshi tak tau diri! anak suju tak tau malu!” mwo?? apa yang ia katakan?? dia menunjuk-nunjuk name tag ku, dan mengatai suju & soshi, otomatis dia mengatai oemma dan appa. Semua orang terdiam karena suaranya memenuhi lorong kantin

 

“yaaa!!! salah orang tuaku apa?? kalau kau marah karena baju, oke aku akan bertanggung jawab” aku berdiri dan mendorong sunbaeku itu, dan menatapnya dengan tatapan garang. anak2 yg sedang melihat kami pun hanya diam, ada yg setuju dg ucapan namja bodoh itu, dan ada yg membelaku, banyak malah, termasuk shinhwa & kyuhyun

“sudah sudah. hyuna, calm, calm” mataku sudah memerah, shinhwa menarik lenganku. aku sangat emosi. aku tau shinhwa sangat marah, tapi dia pintar sekali mengendalikan emosinya

 

“kau RENDAH! hahaha” dia menekan kata rendah dan menedang gelas puding tadi hingga terlempar ke rok ku. rok ku kotor.

“yaa!! mati kau!” aku ingin menerkam dia, menendang dia

“ya, sudah, sudah” shinhwa memegangiku, hingga si anak itu pergi menjauh, dan hilang dari penglihatanku bersama antek-anteknya

“sudah lepaskan!! aku sudah reda!!” aku melepaskan tangan shinhwa dari lenganku

 

“namanya Lee Donghae, tak usah hiraukan dia”

“benar, dia kasar!”

“waah, perpaduan yesung & yoona, so perfect”

“kasar sekali, apa yoona seperti itu?”

“dia yg pertama lho”

dari samping dan belakang ada banyak senior, dan teman2 yg membelaku, dan juga mencemoohku karena kelakuanku

“mwo? Lee Donghae? namanya seperti…” aku kaget mengetahui namanya

“nee, Lee Donghae. seperti member Super Junior, kan” salah satu sunbaeku memberi penjelasan

“ada gosip namanya Lee Donghae karena oemmanya adalah Fishy, big fans donghae. dan karena itu appa-nya menceraikan oemma-nya” sunbae lain menjelaskan

 

“tragis, tapi bodoh. tapi katanya oemma-nya pernah menjadi kekasih donghae, oleh sebab itu namanya donghae” saut sunbae lain

 

“katanya salah satu member snsd adalah selingkuhan appa-nya waktu kuliah, sehingga oemma-nya sering disiksa karena melarangnya. ah tak tahulah, bukan urusanku. Cepatlah mati orang begitu!!” saut teman sekelasku Kyuhyun. dia orang yg jutek

 

“teka teki namja itu abstrak. sudahlah, kalian kembali ke kelas, pelajaram sudah di mulai” tiba seonsaengnim ada di belakang shinhwa, dan menepuk shinhwa

“hwaaa, astagaa, aduuh kaget aku!!” shinhwa berteriak, dan menepuk dadanya saking kagetnya

“nee, ara. permisi, seonsaengmin” satu persatu anak-anak meninggalkan lorong kantin, dan aku? tentu saja aku dan shinhwa menuju kelas dg Kyuhuin. dg segudang pertanyaan, yg membuat mual *bodooh*

 

sejak itu setiap hari Lee Donghae selalu berulah. menaruh tasku pada tiang bendera, melempar sepatuku ke atap, menyembunyikan celana olahragaku, menceburkanku ke got, melemparkan kecoa ke kelasku, dan banyak lg yg dilakukan antek-anteknya. ah, sudah tak terhitung lagi. baru saja 6 bulan, tapi aku sudah nyaris gila. untung shinhwa, Kyuhyun, dan 80% temanku mendukungku. hei, jebal, aku bukan artis tapi aku pny antis T_T *sedihnya*

*flashback end*

 

aku hanya diam merenungi nasib. Saat ku buka mata, aku lihat namja ini masih di sampingku dengan mata terpejam. Namja yang kehadirannya saat ini sangat ku syukuri. Namja yang membuat perasaanku lebih lega, di sampingnya aku tenang. Gomapta, babo sunbae.

 

 

To Be Continued 🙂

About Us (Part 3)

“hoaah, dia mau menerimaku tidak ya, hyuna??” dia? siapa dia? bukan aku, aku penasaran siapa dia

 

“Mwo? Nugu ni?” aku mencoba tenang

 

“hmm, Park Haerin imnida, dari kelas musik. kau tau kan. itu yg selalu di sampingmu” oh ternyata bukan aku yg ia cinta, ternyata bukan aku yg ia inginkan. rasanya kecewa

 

“nee, aku tau, aku tau. woah, kenapa tak jujur padaku? kan aku bisa bantu” aku pura2 cerewet spt biasa

 

“aku malu, dia idamanku, hyuna. dia sempurna, pintar, dan baik” dia menjelaskan semua hal yg membuatnya mencintai haerin. ya ku akui, haerin sangat sempurna

 

“katakan padanya sekarang. lihat aku baru beli cincin. rencananya 1 tuk mu, dan 1 tuk ku. tapi kau lebih butuh. ini” ku sodorkan cincin cantik yg selama ini ku inginkan dengan senyumanku

 

“jeongmal?? Aigoo~, hyuna, gamsahamnida. Jebal, dangsin-eun nae chingu!” dia memelukku erat

 

“everybody knows! Babo!! ppalli, ppalli, dia masih di sekolah mungkin. belilah mawar. ppalli” aku menyuruhnya cepat pergi, karena sungguh, aku tak sanggup melihatnya, aku ingin menangis dan berteriak, hatiku sakit rasanya

 

“oke, aku pergi. bye” dia berlari meninggalkanku, aku yg menangis, 1 jam, 2 jam, dan akhirnya 3 jam kemudian aku bisa tenang. baru saja aku ingin beranjak dari dudukku. ada namja yg berdiri di depanku, aku harap dia adalah Shinhwa. ku tengadahkan kepalaku

 

“aish, ternyata kau, sunbae” ya dia adalah biang keladi semua masalah yg menimpaku di tahun pertama aku masuk, dia adalah sunbaeku. Malas meladeninya

 

“kenapa kau disini?” tanyanya halus. aku bangun, dan menatapnya dalam-dalam, lalu berbalik pergi

 

“tunggu, kenapa kau menangis, matamu merah” dia menahanku, dan menyentuh mataku, lalu ku tepis keras

 

“yaa!! jangan sentuh aku!! pergi! jangan campuri hidupku. uruslah hidupmu. Aku sedang tak ingin ribut!!” aku berlari menjauhinya. jebal, seharusnya aku tidak membentaknya begitu. ku rasakan ada yang menarikku dan memelukku dari belakang

 

“jebal!! Uljima. uljima” ia mengejarku dan memelukku erat sehingga aku tak bisa lepas, dan akhirnya aku menangis dalam pelukannya. hal yg seharusnya tak aku lakukan karena ia adalah musuhku

 

“ah, mian. sudahlah, kau pergi saja, dan gomapta, sunbae” aku duduk di pinggir sungai, tatapnku kosong. ia menghampiriku lg, dan duduk di sebelahku

 

“jujur aku tak tau mengapa kau menangis. 6 bulan yg lalu ketika kau pertama kali masuk ke dalam hidupku, kau sangat galak, semangat, dan cerewet” tutur lembutnya justru membuatku ingin menangis

 

“pergilah, oppa. ganggu yg dulu. aku ingin sendiri” aku menenggelamkan kepalaku di antara kedua kakiku menutupi air mata yang jatuh menetes pipiku. aku hanya ingin sendiri dulu, menenangkan hatiku yang kacau

 

 

To Be Continued 🙂

About Us (Part 2)

yah, kami adalah anak tanpa ibu. hahaha. tapi aku bangga pada appa. begitu juga shinhwa dengang appa nya. appa ku yang pandai memasak, appa ku yang pandai mengurusku yang seorang gadis sendirian, appa ku yang menganggapku juga sebagai sahabatnya, appa ku yang sedikit cengeng, appa ku yang menyenangkan, appa ku adalah appa terbaik di dunia. saranghae, Jong Woon appa.

 

“yesung-ah, saranghae. waaa, yonghwa, kawaii. my dear. cute. menyanyilah. oh gosh, tampannya” itu adalah sebagian teriakan yang ku dengar. walaupun appaku sudah berumur 40 an, ku akui ketampanannya tidak hilang *anak bodoh* yonghwa ahjussi juga, masih lihai menyanyi dan bermain gitar. tampannya mereka jika berduet

 

“yaa! aku pusing disini. aku haus” shinhwa menarikku dari keramaian, dan membuyarkan lamunanku. terkadang shinhwa cemburu dengan appanya. walaupun di luar sana dia menjadi idola para gadis2 yg super boice. terkadang aku yg stress menanggapi pertanyaan semua gadis-gadis itu. hahaha

 

“sudahlah, shinhwa, appa kita baik2 saja” baru saja ke lontarkan kata2 itu dan menepuk punggung shinhwa agar meninggalkan appa kami dengan para fans maniaknya

 

“Hyuna, Hyuna, saranghae, mau kemana, ayo kita jalan, ayo kita nonton, tunggu, pulang denganku yuk” ku sudah mendengar berentetan kalimat yg sangat aku benci. percaya atau tidak sekitar 80% pria di sekolahku mengincarku. tentu saja, cantikku seperti oemma, semangatku spt appa, so aku adalah yg terbaik *pede*

 

“yaa!! babo, namja. aku tidak butuh, ayo shinhwa. yaa! kau knp??” aku berusaha berlari dan menggandeng shinhwa, namun shinhwa diam, dan menatapku, sedikit rasa marah tersirat di wajahnya. aku hampir jatuh karena menarik manusia tidak bergerak

“ara, ara, nanti saja marahnya namjachinguku, kita pergi dulu” setelah ku katakan itu, shinhwa berlari, dan malah aku yg tertarik olehnya “yaa! pelan-pelan”

 

kami bersahabat dari bayi, namun banyak teman kami yg mengira kami punya hubungan khusus. walaupun shinhwa menyebalkan, cuek, jutek, tegas. tapi jujur, dialah orang pertama yg mengerti aku. bahkan keluargaku.

 

di sekolah ada beberapa namja yg terkenal seperti Siwon (anak pemilik saham 25% Hyundai Depstore, dan juga cabangnya di Indonesia, Malaysia, dan Amerika), Taemin (namja pintar, baik, ramah, pendiam, dan anak pemilik 50% saham Lotte Depstore), Heechul (hmm, kurasa semua gadis SMP dan SMA di daerah Seoul mengenalnya. Ketampanannya merajalela, dan dia adalah keponakan dari Hankyung Super Junior. pantas), Sungmin (anak dari pemilik busana ELLE yang sangat terkenal di Asia, tampannya merajalela seperti Heechul), Eunhyuk (appa-nya memiliki saham besar di SME & JYPE, dan kemampuan dance dan rap-nya di akui dunia), Doo Joon (namja manis dengan hobby-nya membuat es krim. memiliki kedai es krim keluarga yang terkenal, dan terlezat di kawasan Korea Selatan), dan Minhyuk (seorang namja yang di umurnya yang ke 18 ini sudah memiliki Produsen alat music terbaik di Korea, dan dia adalah keponakan dari FNCE, tempat bernaung appa shinhwa. Dia teman baik Shinhwa) mereka yang selalu mendekatiku dengan berbagai macam cara. nama mereka ? ya, oemma mereka adalah big fans Super Junior, CNBlue, SHINee, dan ada berbagai alas an penting mengapa neme mereka begitu namanya. aku juga baru tahu itu setelah menelusuri hidup mrk. aku pusing dengan mrk, tapi shinhwa selalu menjagaku kapanpun, dan dimanapun. Mungkin yang paling manis dan ramah hanya Taemin. Dia seangkatan denganku dan shinhwa. Tapi sayangnya aku tidak bisa dengan lelaki yang terlalu baik, dan pendiam seperti dia. Yah, semoga suatu saat dia mendapat gadis yang terbaik. Hahaha. don’t worry be happy.

 

“kita mau kemana, shinhwa-ssi?” aku mempererat genggaman tanganku padanya, tiba2 dia berhenti

“aduuh, jangan berhenti tiba-tiba. babo namja!” kepalaku terbentur punggungnya yg keras, sakit sekali

“bagaimana ke taman bermain? aku yg traktir!” mwoo?? Hoaah, akhirnya, shinhwa yang akan mentraktirku ke taman bermain. Hahha. Hmm, tapi ku pikir lagi, malas ah.

“ah, andwae, aku ingin duduk saja di taman bunga. kau yang beli minum yaa”

“ara, kajja” shinhwa mengandengku seperti biasa melewati jalan sempit menuju taman

 

**taman**

sesampainya di taman, seperti biasa photo2 tak jelas.

Sudah tak terhitung lagi abum yang berisi photo kami berdua, maupun dengan teman-teman yang lain. raut shinhwa berubah, dia berdiri di hadapanku dan mendirikanku juga. Dia terlihat serius.

“saranghae, jeongmal saranghae” aku kaget dia mengucapkan itu. wajahku berseri-seri jika dia begini.. ya tentu saja, dia tampan seperti appa-nya jika terlihat sedang serius seperti saat ini

“…..” aku masih terdiam

 

“mwo??” aku kaget

 

“ah, ku kira aku tak bisa mengatakannya” senyumnya ketika melihatku

 

“hmm…” aku tersenyum, dan melirik tangannya yg terus menggenggam tanganku. rasanya tak bisa di ungkapkan. kaget, bingung, dan yah senang tentu saja.

 

tapi tiba-tiba raut wajahnya berubah. dia menundukkan wajahnya.

“waeyo??” bathinku

 

Dia menutup matanya, dan menutup mulutnya. Suasana sangat hening…..

 

 

To Be Continued 🙂

About Us (Part 1)

ada yg suka, ada yg tidak. namaku Kim Hyun Ah, appaku bernama Kim Jong Woon & oemmaku Im Yoon Ah. appa & oemma adalah bintang besar di masa lalu, suara appa sangat indah, senyumnya jg sangat manis, appa adalah member super junior, di kenal dg Yesung. sedangkan oemma adalah member Girls Generation, di kenal Yoona. aku punya banyak sekali data tentang mereka di masa lalu. terutama tentang Super Junior. Yonghwa ahjussi menikah dg Seohyun ahjumma. anak mereka adalah , Jung Shin Hwa. shinhwa sahabatku dari bayi.

 

kalian tau hubungan dekat appa oemma ku dg appa oemma shinhwa di masa lalu menjadi boomerang tuk kami di masa skg. Super Junior vs Girls Generation vs CNBlue = ELF vs SONE vs BOICE

 

“bogoshipoyo” tatapanku hanya mengacu pada langit biru itu. appa bilang nama hyun ku dari Kyuhyun ahjussi. oemmaku fans-nya kyuhyun. jadi namaku Kim Hyun Ah. hahaha

 

“Hyuna, sampai kapan kau duduk disana. namjachingumu sudah seperti orang bodoh disini” teriak Shinhwa dari luar gerbang rumahku. dia selalu bicara namjachingu, tapi percayalah, kami sahabatan lebih dalam dari pada namja/yeoja chingu

 

“nee, arasso. BISA KAU TUTUP MULUTMU itu, hah, babo namja??” kesalku padanya, karena aku hampir jatuh karena kaget. lalu aku melompat dari balkon kamarku dg tasku

 

“Hyuna, shinhwa, hati-hati” teriak appaku dari ruang tamu. appa tau jam segini pasti shinhwa menjemputku, & jika aku sudah siap berangkat aku pst teriak *maluu*

 

“nee, appa. aku pergi, yaa”

 

“ahjussi, kami pergi yaa” imbuh shinhwa menggandeng tanganku naik sepedanya. hmm, menggeret lebih tepatnya

 

aku bersekolah di Seoul High School. dan aku baru sadar, ada beberapa oemma dari murid2 sekolah ini dulunya adalah Safer. Safer adalah sebutan untuk ANTI SNSD (Girls Generation). aku pusing mendengar mereka membicarakan snsd, terutama ada namja bodoh yg suka cari perkara denganku. jujur saja, aku bukan sone, bukan jg safer. tentu saja, YoonA adalah oemmaku, dan Seohyun adalah oemma Shinhwa. Tapi perlu di ingat, aku adalah ELF sejati, sangat sejati *bangga*

 

dan kalian tau, jika ada rapat orang tua. appa kamilah yang datang. Yonghwa & Yesung. siapa yg tidak mengenal mereka. apalagi appaku *bangga* para ibu-ibu & anak-anak perempuan sangat berisik & meminta appa kami menyanyi. suara appaku sangat indah. Satu sekolah, bahkan orang yang dari luar sekolah sering dating sekedar melihat dan mendengar appa kami bernyanyi. aku sangat mencintai appaku, sampai-sampai terkadang aku tidak sadar bahwa aku anaknya. haha *babo yeoja*

 

ketika semua murid datang dengan oemma mereka, justru appa kamilah yg datang. kenapa? Jika mengingat hal ini, aku pasti sedih, rasanya ingin berlari ke appa, dan memeluknya, karena oemmaku (yoona) meninggal setelah melahirkanku, rahim oemma sangat lemah. oemma hanya bisa bertahan 3 jam. ya itulah yg aku tau dari appa. sedangkan oemma shinhwa? Shinhwa sangat membenci oemma-nya. 5 tahun yg lalu bercerai karena yonghwa ahjussi melihatnya selingkuh, dan sekitar 2 tahunan yg lalu seohyun ahjumma kecelakaan, dan meninggal seketika. Baru di ketahui ternyata seohyun ahjumma tidak selingkuh, dia adalah fans-nya ahjumma dulu yg skg sakit berat. Ia pun sudah meninggal 2 tahun kemudian. Yonghwa ahjussi sangat terpukul, sedangakn shinhwa? Yah, dia hanya diam, dan menjalani hidupnya. Keep Moving Forward, itulah prinsipnya.

 

To Be Continued 🙂