4 You (Part 4)

Heechul

hari ini aku beruntung bertemu gadis itu lagi. tp dia yg tak beruntung terkena lemparan kalengku lagi.  dia menatap langit penuh arti

“Kibum, lihat aku bisa tersenyum. Kibum, lihat aku bisa tertawa. Kibum, lihat aku bisa fokus ke yang lain. Kibum, lihat aku berlari. Kibum, lihat aku bisa bahagia

air mata membasahi pipi merahnya, tp dia tersenyum

“hmm, mian, boleh aku bertanya?”  ku beranikan diri bertanya padanya

“cheorom, waeyo??” dia tersenyum ramah padaku, ya Tuhan, aku mulai menyukai dia

“Kibum itu siapa? knp kau mengucapkan kata2 td sambil menangis? dan apa yg kau lakukan di sungai Han waktu itu?” ups, aku terlalu banyak bertanya, matilah aku. wajahnya datar, tanpa ekspresi, matilah aku

“aku akan menjelaskannya satu persatu sembari jalan. oke” dia merangkul lenganku dan mulai berjalan beriringan

“baiklah” aku setuju

 

*Backsong: Love U (Howl)*

 

“pertama, Kibum itu adalah kekasihku. kami bersama sangat lama 4 tahun. tapi 4 bulan yg lalu, 4 hari setelah anniversary kami, dia pergi meninggalkan aku, dia di panggil Tuhan, dia kena kanker” aku shock mendengarnya, oemma jg meninggal krn kanker

“kedua, kata2 itu? ini kali pertama dlm 4 bulan aku tertawa bebas, berlari, tersenyum, dan fokus ke hal lain selain Kibum”

“mwo? kau fokus ke siapa? atau ke apa?” entah knp aku deg-degan mendengar kata fokus darinya

“fokus berlari denganmu tuk menghindari orang tadi, oppa. hahaha” dia tertawa lantang sekali, aku senang melihatnya tersenyum, dan akhirnya aku bisa lihat dia tertawa

“oh, maaf, maaf, tak ada maksud” aku tersenyum, sambil mengacak-acak rambut hitam panjangnya

“yg ketiga? apa yg aku lakukan? aku mengingat Kibum. selama 4 tahun setiap malam minggu kami selalu ke sungai Han untuk cerita2. tapi setelah Kibum tak ada. Selama 4 bulan ini. Aku kesana tiap hari, sendiri. itu sudah biasa” aku mengerti knp wajahnya sangat kacau saat itu, ternyata aku salah waktu

“ara, mian, sudah membuat cidera 2 kali. dan mslh Kibum, aku turut berduka cita. aku turut sedih” aku membungkukan badanku sekaligus minta maaf. tiba2 dia tertawa, serius, tertawanya menggelikan. aku jd ingin tertawa, bahkan orang2 di sekitar kami tertawa. ah ani, menertawakan kami

“kau tau, gara2 kaleng itu, otakku lebih normal 30% lho chulppa. gomawoyo, oppa. hahah” mwo?? normal? berarti otaknya stress. ah aniyo, pikiranku sudah aneh2

 

** 10 jam kemudian **

**di sungai Han**


Yeorim

aku merasa senang dg namja ini. dia sangat manis, tau bgmn memperlakukan wanita

“chulie, gomawoyo” aku membungkuk pada heechul yg saat ini sedang berdiri di sebelahku

“ah, nee. mwo? chulie? namaku berubah lg kah? hahaha” dia kaget ku panggil chulie. biasanya aku memanggil minho dg minie & kyuhyun dg kyunie

“hahaha. berubah lagi? oke, gwenchana” dia tertawa lalu mengacak-acak rambutku

“oh iya, lupa. anyyeonghaseyo, Cho Yeorim imnida” ini adalah pertama kali aku memperkenalkan diriku pada heechul oppa. dia kaget, seakan-akan tidak percaya. mwo? namaku kenapa. dia menatapku tanpa kata

“omo omo, eottokke” bathinku

 

 

(mianhe, untuk sementara aku hanya bisa post FF yang sudah aku buat sebelum UTS 😦 sekarang aku masih UAS dan masih ada Ujian Utama, jadi belum bisa lanjutin FF ini dan beberapa FF lain. next aku posting lagi 🙂 tinggalin jejak yaa 🙂 Oh Iya, FF aku ini murni KPopers, tapi “NO BASING” disini yaa. aku hargain semua Fans 🙂 oKEY. gamsahamnida 😀 )

Advertisements

4 You (Part 3)

Heechul dan Yeorim memikirkan masing-masing mereka sejak kejadian itu. Yeorim sudah jauh lebih baik sejak beberapa bulan yang lalu. Sejak terkena tendangan kaleng oleh Heechul di sungai Han. Walau sebenarnya bukan karena kaleng, tapi karena dorongan keluarganya, khususnya kyuhyun

 

*2 minggu kemudian*

Yeorim

selama 2 minggu ini aku trs memikirkan dia. aku heran dg pemuda itu, mirip sekali dg Kibum. tapi krn dia, aku bisa melupakan Kibum 30%

 

“andai bisa bertemu lagi, pasti ….”

 

**Pleetaak**

 

“aigoo, sakit” kepalaku tertiban kaleng

“lagi?? aish” aku menundukan kepalaku, dan jongkok

 

“ah, mianhae, jeongmal mianhae” suara pemuda, tapi terasa tidak asing. ku angkat kepalaku

 

“mwo?? tto??” aku kaget, ternyata dia lagi

 

*Backsong: Love Light (CNBlue)*

 

“haa? ah, mianhae, agassi. aku tidak sengaja, lagi!” dia tersenyum, dan salah tingkah. dia melihat kaleng yg ku pegang

“mwoya?? ige?” ku berikan kaleng itu padanya

 

“ah, gomawo” plentaang. dia melemparkan kaleng itu jauh-jauh

“aigoo, APPO” kami mendengar suara orang berteriak terkena lemparan kaleng

 

“mwo?? kena orang lagi? kajja kita pergi” wajahnya panik, dan dia menggenggam tanganku berlari sejauh mungkin, di sepanjang perjalanan aku tertawa, sangat lepas

 

*Backsong: Lovely Day (Park Shin Hye)*

 

“ah, mianhae, agassi. aku membawamu berlari sejauh ini. tadi ada sekolah, pasti kau ingin sekolah kan? ayo ku antar lagi?” tanya pemuda itu padaku

“nee, aniyo, gwenchana. aku memang tak niat sekolah hari ini, oppa…??” aku lupa namanya

“heechul, kim heechul” senyumnya manis, ku rasa dia jauh lebih cantik dari pada aku jika ku pakaikan gaun. hahaha

“gomawo, telah mengajak aku berlari 4 menit, chulppa” aku membungkukkan badan

“ah, chulppa?? haha, ini pertama kali aku di panggil itu” jawab chulppa, dan aku hanya tersenyum

“kajja kita jalan-jalan saja” dia menggandeng tanganku. rasanya senang

“chakkaman” aku berhenti dan fokus

“Kibum, lihat aku bisa tersenyum. Kibum, lihat aku bisa tertawa. Kibum, lihat aku bisa fokus ke yang lain. Kibum, lihat aku berlari. Kibum, lihat aku bisa bahagia” dalam hati ku ucapkan itu padanya sambil melihat langit, aku tau Kibum pasti melihatku. saranghae Kim Kibum

 

*Backsong: Jansori / Nagging (IU)*

………..

4 You (Part 2)

[author]

Yeorim merasa pemuda itu mirip Kibum. cara bicara, sorot mata, senyumnya, rambutnya, dan sikapnya. nyaris seperti Kibum. yeorim shock, dan terus menangis di halaman rumah. kyuhyun hanya diam, dan melihatnya menangis. sesekali mengantarkan tissue, makanan, dan minuman. walaupun Kyu tau itu tak akan ia sentuh kecuali tissuenya.

 

Kyuhyun

“yaa, yeorim. mau sampai kapan kau begini?? sudah 4 bulan” aku duduk di sebelah yeorim, dan memeluknya “aku tau, Kyu. tp aku tak bisa, dan tak tau lagi harus bgmn!” yeorim sangat terpukul krn kepergian Kibum. hatiku pun sakit melihatnya begini. dia yg aku kenal selama ini adalah yeorim yg semangat, ceria, ramah, dan hari ini ku lihat hal yg tak pernah ku lihat seumur hidupku

“arasso. arasso. tapi apa kau tak kasihan dia? dan… ” baru aku ingin melanjutkan, telpon ku berdering

*Gaseumi sorichyeo marhae jayuro-un nae yeonghon
Eonjena cheo-eumui imaeum euro neoreul saranghae georeo watdeon shiganboda nameun nari deo manha*

“tunggu sebentar” aku menjauhi yeorim, dan mengangkat telpon “yeobseyo, nim. ada apa?” “nee, arasso” “daijoubu” “ah, aniyo. nee, nee” **klik**

“yeorim, aku mau keluar dulu, makanlah spaghetinya, mumpung masih panas, ara!!”

aku menepuk pundaknya

“nee, ara. gomawo, kyu” aku meninggalkan dia menuju rumah nim. nim adalah temanku, ah aniyo, dia senpai-ku semasa di SMA di Jepang, dia pulang lebih dulu dari aku. aku pulang 3 tahun yg lalu

 

Yeorim

aku pusing dengar dia cerewet. Kyuhyun memang yg paling mengerti aku.

Dia adalah kakak tiriku, Junsoo appa. Walaupun begitu aku dan minho opa sayang sekali padanya. dia lebih tua 2 tahun dari minho oppa, yang berarti 4 tahun lebh tua dariku

“sekarang yang menjagaku hanya Kyu, minho ke luar negeri tuk belajar. kyu, gomawoyo. kyu, mianhaeyo. kyu, saranghaeyo”

Tiba-tiba aku ingat lg dg pemuda itu, siapa yaa

“setidaknya aku harus ucapkan terima kasih. berkat dia, kesedihanku sudah hilang 30% semenjak terkena tendangan kaleng tadi”

*Backsong: sorry sorry (super junior)*


**heechul house**

Heechul

“oppa, kau sedang apa disana” pertanyaan hyuna membuyarkan fokusanku tentang gadis itu

“ah, aniyo, sudah matang?” jawabku mengalihkan perhatiannya

“knp kau minta byk sekali porsi dengan berbagai macam lauk. hyukie saja jarang ku masakan begitu” keluh hyuna, dan aku hanya tertawa. dia adikku satu2nya tapi sudah seperti oemmaku. oemma sudah meninggal, dan appa memilih kerja di luar negeri agar tidak terlalu ingat kenangan dengan oemma. aku & hyuna mencoba mengerti

“nanti ada temanku yg dari jepang. kau mengenalnya kok”

“hmm, aegyoo oppa?? hahaha, waah, sudah 3 tahun tidak bertemu” celetuk adikku

“iyaa, dia akan kesini sebentar lagi”

 

*ring ding dong – ring ding dong*


Hyuna

“nee, chakkanman” itu pasti aegyoo oppa

*cekreek*

“woaah, oppa, genki desuka??” aku memeluk aegyo oppa. aku selalu memanggilnya aegyo, karena dia sangat manis

“astaga tampannya . omo, inget unyuk, inget unyuk” bathinku

“ayoo, silahkan langsung ke dapur” aku mengajak oppa ke dalam

 

Heechul

suara hyuna sangat memekakkan telinga, dia pernah sangat menyukainya tapi sayangnya hyuna hanya bisa gigit jari, krn saat itu dia sdg berpacaran dg junior kami yg berasal dari Indonesia, Aulia.

“hey, boy, apa kabar? long time no see yoo” aku memeluknya erat

“ah, genki desu. hahaha. kau tetap menjadi lelaki mempesona ya heechul-nim” aku selalu di panggilnya nim, simple katanya. tak apalah. hahaha

“yaa! aku lebih cantik, pppa!” adikku tak mau kalah & menggembungkan pipi. tapi habis itu dia tertawa

“oh iya bagaimana adikmu, dia sudah baikkan?” tanyaku padanya

“mwo? kau punya adik oppa? apa dia sakit?” hyuna menyela pertanyaanku

“hyuna, kau tak sopan!!” bentakku pada hyuna

“mi..mian. oppa” sptnya hyuna menyesal

“sudahlah, tak apa, nim. iya, aku pny adik, namanya yeorim. dia tidak sakit fisik, tp psikisnya. dia kehilangan kekasihnya, Kibum, 4 bulan yg lalu. setiap hari tertekan, selalu ke sungai tuk sekedar menangis. paling lama 4 jam, stlh itu dia tak apa2. tp ku rasa skg dia sudah jauh lbh baik, dan aku bersyukur” mwo? sungai? sedih? Kibum? nama yg di sebutkan gadis itu jg Kibum. oh iya, apa kabarnya dia.

“nim? nim? oppa? oppa? tepukan hyuna dan kyuhyun cukup keras tuk  menyadarkanku dari lamunan. ya temanku bernama Cho Kyuhyun, si jenius sains

“gwenchana??” wajah kyuhyun spt panik

“aniyo, gwenchana. ah sudah ayo makan” ajakku pada hyuna & kyu

“jjinja, oppa??” tanya hyuna tuk memastikan

“nee, sudah. ayo makan, nanti dingin jawabku singkat tuk meyakinkan

“tapi sungguh, sudah lama aku tidak bertemu gadis itu lagi. penasaran aku padanya” bathinku

 

*Backsong: Listen… To You (Super Junior – Kyuhyun)*

 

 

4 You (Part 1)

Cast:

Kim Kibum

Cho Kyuhyun

Choi Yeorim

Choi Minho

Kim Heechul

Kim HyunA

Lee Hyukjae

 

* Han River *

di sungai Han ini adalah saksi semua. 4 Tahun perjalanan cinta kita. kau mencintaiku sepenuh hati, dan aku hanyalah milikmu. saat ini tatapanku kosong, yg aku lakukan hanya menangis. selama 4 bulan ku datangi sungai ini. berharap kau akan hadir dan membangunkanku dari mimpi ini. mimpi buruk yg menegaskan kalau kau pergi dariku, dan memilihnya

 

*Backsong: What If (Super Junior)*

 

**Flashback**

yeorim : apakah kau milikku?

Kibum : forever “angle smile”

yeorim : apa kau cinta aku?

Kibum : always “angle smile”

yeorim : apa kau akan meninggalkanku?

Kibum : never “angel smile”

Yeorim : apa buktinya?

Kibum : jika aku pergi nanti, aku akan selalu ada “angle smile”

Yeorim : siapa yg bilang?

Kibum : aku

Yeorim : janji?

Kibum : of course

Yeorim : “tersenyum”

Kibum : “memeluk yeorim”

Yeorim : I love you, my angel smile

Kibum : I Love You More, my little princess

**Flashback end**

 

Yeorim

“kau bilang kau tidak akan tinggalkan aku. tapi kau tetap pergi. ku terus memanggilmu, tapi kau tak pedulikanku. ku menangis, kau tetap tak kembali”

 

*Backsong: You Wouldn’t Answer My Calls (2AM)*

 

kau pergi dengannya 4 hari setelah 4 tahun anniversary kita. beberapa saat setelah kau bilang “jika aku pergi nanti, aku akan selalu ada” aku sadar suatu saat kau akan pergi, tapi saat itu sesungguhnya bukan saat yg tepat. kau bilang kau tak kan kalah, tapi akhirnya kau kalah. 4 bulan yg lalu kau pergi. kau memilih pergi memenuhi panggilan Tuhan, dan meninggalkan aku, sendiri disini.

 

*hening*

 

pletaak

“aww. aigoo, sakiiit” kaleng cola mendarat di kepalaku membuyarkan semua lamunanku

“yaa!! siapa itu!?” aku sontak berdiri, dan menunjuk seseorang yg berdiri tidak jauh dari kegelapan

“mianhae. jeongmal mianhae, agassi” jawab seorang lelaki tinggi, rambut hitam pendek, putih, mata bening, mendatangiku perlahan

“Ya Tuhan” aku mundur beberapa langkah. aku kaget, dan terduduk

“yaa!! ada apa, agassi??” tegur pemuda itu berlari ke arahku

“Kibum??” aku tatap dia dalam-dalam, dia hanya diam, lalu aku menunduk

 

Heechul

hari ini suasana hati sangat tidak bagus, adikku pergi dengan si monyet hyukjae itu, dan aku di telantarkannya tanpa makanan “HyunA, awas kau” ku tendang kaleng cola kuat-kuat, dan

“aww. sakit” kaleng cola mendarat di kepala seorang gadis

“ya Tuhan” aku kaget, dan segera menghampirinya

“yaa!! siapa itu!?” gadis itu berdiri, dan menunjukku dengan nada marah

“mianhae. jeongmal mianhae, agassi” gadis itu kaget melihatku, lalu dia mundur. aku takut, soalnya dia nunjuk2 ke arah belakang, ku pikir ada apa. lalu gadis itu terduduk. ku hampiri dia

“yaa!! ada apa, agassi??” ku dekatkan wajahku ke wajahnya

“Kibum??” haa? kibum siapa itu? matanya berkaca-kaca saat mengucapkan nama itu, aku rasa dia habis nangis. mwo? apa peduliku?

“aniyo. na neun heechul imnida, agassi. siapa itu Kibum?” aku membantunya berdiri, setelah ku perhatikan wajahnya “hmm mirip siapa ya? sepertinya wajahnya tidak asing!” gumamku dalam hati sambil trs berpikir

“ah, gwenchana, gomawo” gadis itu melepaskan tanganku dari lengannya. tangannya dingin sekali, dan gadis ini sangat manis. senyumnya sangat indah, tapi sayang seperti di paksa. dia berlari menjauhiku, aku penasaran siapa dia. matanya mengatakan jangan tinggalkan aku “apakah Kibum yg membuat gadis manis itu menangis?” bathinku

****

“yaa! chullie, babo oppa. sedang apa disana!!” suara yg memekakkan telinga. aku tau siapa dia

“sedang tidur!! aku pikir aku sedang apa? babo HyunA. oppamu kau tinggal begitu saja, memilih pergi dg si monyet bodoh itu?” aku berlari ke atas bukit, dan menjitak kepala Hyuna, adikku

“ara, mianhae. ayo kita pulang, ku akan siapkan makanan” HyunA tersenyum dan menggandengku pulang. aku masih kepikiran gadis itu. suaranya, wajahnya, sendunya, senyumnya, sikapnya. Sebuah misteri

*Backsong: So Hot (Wonder Girls)*