THE REASON LAST PART [UNTOLD – PART 13]


Akhirnya setelah sekian ratus dari, sekian ratus drama, dan dilewatkan sekian FF, aku menyelesaikan ini FF super panjang kali lebar ini T_T mendadak terinsprirasi dari jalanan ibukota yang macet luar biasa dan kebaperan yang merajalelelela. It would be the last part of this fanfiction ^^

thereason_lastpart

Title     :  THE REASON [UNTOLD – Part 13]

Author :  Anastasia (@hannara03)

Genre :  Friendship, Romance, Family

Rating:   AG (All Age) / T

Main Cast     :  Park Chanyeol, Park Nara

Other Cast : Found them by yourself  🙂

 

I’ll go looking for you to Neverland
by following Tinkerbell,
Who was sent by the memories
At that place, you and I are smiling at each other
I’m am your eternal Peter Pan,
your man who has stopped in time
I may be clumsy but I loved you so much
And I will run to you

(PETER PAN – EXO)

 

“Bertingkah tidak peduli bukan berarti benar-benar tidak peduli. Kau bertingkah seperti itu karena kau tidak tahu harus berbuat apa. Jadi kau terus berpura-pura tidak peduli”

 

“Park Nara… kau baik-baik saja?” tegur Sehun sambil membenahi rambutnya. Aku mengangguk

“Dimana Chanyeol hyung? Kau tidak dijemput?” imbuhnya lagi, dan kali ini aku menggeleng

“Kau menyukai Kyuhyun hyung ya?” ujar Sehun, dan aku langsung memukul kepalanya. Ia merintih kesakitan, “SAKIT, NARA!!”

“Atau Junhong hyung?” imbuh Jongup, dan aku langsung emosi dengan mereka

“YAAA!!! DIAM!!”

Teriakku kencang yang akhirnya menyita perhatian orang-orang. Mereka langsung kabur melihatku marah. Selalu begitu, dan selalu seperti itu.

 

Oke. kalau Kyuhyun oppa, aku bisa mengendalikan perasaanku, karena aku pikir dia menganggapku seperti dongsaengnya. Jadi mungkin sikapnya yang sangat baik padaku adalah wujud sayang kakak kepada adiknya.

Junghong oppa? Entahlah. Aku masih trauma dengan teriakannya di malam natal itu. Entah berapa lama aku tidak bertemu dengannya. Aku menghindarinya. Aku yakin, ia merasa bahwa aku menghindarinya. Aku hanya ingin menghargai Chanyeol. Aku ingin melepas semua masa laluku dan memberikan yang terbaik untuk Chanyeol seorang. Mungkin ini saatnya aku harus membuka semuanya.

 ‘Chanyeol adalah suamiku. Bagaimanapun dia suamiku’

 Air mataku mulai menetes dengan hujan yang beriringan turun membasahi tanah.

Terdiam dan hanya bisa menghela napas panjang

Bersiap dengan hal yang baru.

 

***

 

Dirumah, Chanyeol terlihat sibuk dengan tugas akhirnya. Bulan ini adalah penentuan kuliahnya. Aku hanya ingin yang terbaik baginya. Hanya aku yang harus ada disisinya.

 

“Minum teh dulu?” ujarku menyuguhkan teh untuk Chanyeol

Ia menyeruput teh itu hati-hati, “hangat~ gomawoyo Nara”

“Nee. bagaimana, sudah selesai?”

aku mendekatkan tubuhku padanya dan ia tersenyum

“Lihat kata pengantarnya” ia memberikan hasil print tugasnya di bagian kata pengantar. Ada namaku

‘Untuk wanita penyemangatku yang sangat aku sayangi. Park Nara’

Aku tersenyum. Ia sangat menyayangiku. Chanyeol menyayangiku.

 

“Minggir” aku menggeser tubuh Chanyeol dan mengetik sesuatu

“Kau sedang apa? YAA!! Apa yang kau ketik? YAAA!! APA YANG KAU EDIT?” Chanyeol panik dan aku tertawa dengan sikapnya yang panik

“Silahkan, Park Chanyeol-ssi” aku memberikan kertas hasil print dan matanya berkaca-kaca

“Kau serius? Ini tidak apa-apa? Maksudku, jika ku submit?”

“Silahkan”

“Kau yakin ini-“

“aku yakin, Chanyeol sayang”

“Park Nara…”

“Apa?

 

“I love you, Nara”

Ia mengecup bibirku dan aku terkejut dengan apa yang ia lakukan.

Aku menutup wajahku yang sudah merah seperti kepiting rebus

“Hahaha jangan begitu. Jangan ditutupi”

“Ah andwaeyo….”

“Uri Nara… saranghae”

“Uri Chanyeol… saranghae”

 

Setelah menikah hampir 4 tahun, ini adalah hal terbaik yang pernah ada.

Chanyeol menyatakan cintanya padaku.

Aku menyatakan cintaku pada Chanyeol.

Kami sama-sama berharap kalau kami akan bisa menjadi keluarga yang lebih baik ke depannya nanti.

 

***

 

Aku juga harus meluruskan masalahku dengan pria itu.

Aku melihatnya tertidur di rerumputan dekat danau seperti biasa.

Aku ingat dulu bertemu dengannya dan tersenyum saat bersamanya.

Teman yang sangat baik yang tidak pernah mau memberitahukan namanya.

Teman yang suka sekali menyendiri.

Teman yang suka sekali dengan skateboardnya.

CHOI JUNHONG.

 

“Oppa… Bagaimana kabarmu?” tegurku dan ia langsung berdiri dan berlari ke arahku

“Nara…”

“halo…”

“Nara… aku minta maaf atas kejadian-”

“Aku tidak apa-apa oppa” ujarku pada Junhong oppa dan ia tersenyum

“Senang bertemu denganmu lagi. Senang mendengar suaramu lagi. Senang bisa melihat senyummu lagi” aku menatap mata Junhong yang berkaca-kaca.

“Aku juga”

 

Alasan aku memutuskan bertemu dengannya adalah ketika Raekyung eonni menemuiku. Ia menceritakan semua. Masa lalu Junhong dan alasan mengapa ia jadi dingin dengan banyak wanita, termasuk diriku.

Ternyata Raekyung sudah tahu bahwa aku dan Chanyeol ada sesuatu. Akhirnya ku ceritakan masa lalu kami dan jujur perihal pernikahan kami. Aku dan Chanyeol. Awalnya ia marah dan tidak tahu harus bicara apa. Namun akhirnya ia hanya meminta agar aku jujur pada Junhong, karena Raekyung eonni merasa bahwa Junhong mencintaiku.

 

Bagaimana kau mencintai seseorang atau bagaimana rasa itu datang, itu adalah rahasia.

Mencintai seseorang dan dicintai seseorang itu sama rumitnya.

Serumit keadaan yang tidak bisa dipaksakan.

 

“Boleh aku mengatakan sesuatu” ujarku lagi, dan ia tersenyum

Aku menunjukkan cincin pernikahanku dan ia terkejut dengan cincin yang melingkar di jari manisku

“Cincin? Itu dari pria?” ujarnya to the point dan aku mengangguk, “kekasihmu kah?”

Aku menggeleng, “ia adalah pria yang telah lama bersamaku”

“Mwo?”

 

Cukup lama Junhong terdiam. Matanya tidak lepas dariku.

Ia terus menatapku tajam dan akhirnya ia menghela napas panjang.

Ia membuang wajahnya ke arah danau dan menitihkan air mata

 

“Chanyeol? Park Chanyeol?” ujarnya

Aku mendekat ke arahnya dan menggengam tangannya, “wanna meet him?”

“Sejak kapan?”

“Aku dan Chanyeol?”

“Iya.”

“Aku tak yakin kalau kau mau mendengarnya”

“Maksudmu?”

“berapa lama aku dan Chanyeol bersama”

 

Ia tersenyum dan menatapku.

“jadi aku yang bermasalah ya disini”

“animnida oppa. mianhae”

“Maafkan aku yang keterlaluan padamu”

“Aku juga. Maaf karena selalu memaksamu menyebutkan namamu. Aku hanya berpikir jika berteman bukankah harus tahu nama masing-masing. Curang karena kau tahu banyak tentangku, tapi tidak demikian denganku”

“Ada alasannya aku bersikap angkuh dan-”

“Aku tahu”

“nee?”

“Raekyung eonni menceritakannya padaku. Ia sangat khawatir padamu, oppa”

“Ah bibi cerewet itu”

Ia tersenyum. Junghong tersenyum. Di depan mataku, aku melihatnya tersenyum lagi. Memang ya, bertemu dengan teman memang sangat menyenangkan. Kau adalah teman yang menyenangkan. Teman yang sangat baik. Junghong-ssi.

“Aku yakin suatu saat kau menemukan gadis yang terbaik. Aku yakin, Nana-ssi juga menginginkan yang terbaik untukmu. Cobalah membuka diri”

“Aku sudah membuka diri. Tapi malah seperti ini”

“mianhae”

“ah bukan, bukan. Jangan meminta maaf padaku hahaha”

“Oppa…”

 

Aku terdiam dengan apa yang katakan.

Secara tak langsung aku menyakiti hatinya.

Sungguh aku tidak bermaksud menyakiti siapapun.

 

“Maafkan aku”

Junhong tersenyum, “Jangan meminta maaf. Aku tidak akan mengatakan aku baik-baik saja sekarang. Tapi suatu saat, semua akan jauh lebih baik”

“Nee”

“Kalian hiduplah dengan baik”

“Oppa pun. Hiduplah dengan baik. Berbahagialah. Junhong Oppa”

“Senang rasanya mendengarmu memanggil namaku”

“Junghong oppa… junghong oppa… junghong oppa”

“Hentikan bodoh hahaha”

“Junghong oppa… junghong oppa… junghong oppa”

“Gadis bodoh dasar. Gomawoyo, Park Nara”

 

Aku akan memulai dari awal.

Aku akan menjadi sahabatmu oppa.

Aku janji.

 

***

 

AUTHOR POV

Hari ini adalah yudisium kelulusan Chanyeol.

Di Kyunghee semua diadakan terbuka.

Salah satunya untuk yudisium Jurusan Chanyeol

 

“Hari ini Chanyeol hyung akan mengakhiri masa kuliahnya ya” ujar Sehun dan Nara  mengangguk.

“Aku ingin jadi suami seperti Chanyeol hyung” imbuh Kyungsoo, dan diangguki oleh Jongup. Nara hanya bisa tertawa

“Ia terlalu kaku. Jauh lebih kaku dari kalian yang bisa mengungkapkan pola pikir kalian lho”

Mereka menatap Nara dan akhirnya tertawa. Nara menyadari bahwa ia masih memiliki sahabat yang sangat ia sayangi.

 

Hampir seharian mereka menunggu, tibalah giliran Chanyeol. Cukup lama ia menjawab segala pertanyaan dan akhirnya Chanyeol resmi lulus.

“Chanyeol-ssi, saya ingin bertanya sekali lagi” ujar salah satu panelis.

Panelis itu menyoroti layar dan tertulis ketikan Nara di tulisan akhir Chanyeol.

“Kau sudah menikah?”

 

Puluhan orang yang melihat langsung kaget dengan ucapan panelis tersebut.

Chanyeol tersenyum dan menangguk.

 

“Kalian akan menyebarkannya disini?” ujar Jongup mendelik dan Nara tertawa

 

“Untuk istri yang sangat mencintaiku dan selalu memberiku semangat. Aku mencintaimu, Park Nara” ujar panelis itu lantang dan semua hadirin tertawa. Banyak yang sangat kaget dengan apa yang panelis itu katakan. Chanyeol hanya bisa tersenyum

 

Nara yang berdiri dari jauh pun sudah dilihat tajam oleh banyak orang. Ia tersenyum melihat suaminya. Ia tidak melepas pandangan dari suaminya. Park Chanyeol.

 “Sstttt.. Nara, aku takut. Mereka semua fans Chanyeol hyung” Sehun, Kyungsoo, dan Jongup memeluk lenganku.

Percayalah, fans Chanyeol dahsyat luar biasa.

 

“Halo kecil…” ujar Kang Minhyuk dan ia berdiri disamping Nara.

Akhirnya tidak ada yang berani menatap tajam Nara lagi.

“Halo oppa…”

 

***

 

“Nara…”

“Chanyeol…”

 

Chanyeol berlari menuju Nara dan memeluknya di tengah kerumunan dan menyebabkan sorak sorai pada mereka.

Chanyeol mencium kening Nara dan tetap dengan pelukan manis mereka.

“Selamat atas kelulusanmu”

“Terima kasih, Park Nara”

“Sama-sama, Park Chanyeol”

 

“Eheem… kami masih disini” gerutu Kang Minhyuk.

Jongup, Sehun, dan Kyungsoo pun menyilangkan tangan mereka.

Akhirnya mereka semua tertawa

 

“Chanyeol…”

“Junhong-ah?”

 

Nara tersenyum melihat Junhong.

“Oppa selamat ya atas kelulusanmu” Nara menggandeng lengan Junghong dihadapan Chanyeol dan yang lainnya

“Selamat atas kelulusan kita” ujar Chanyeol

“Terima kasih” respon Junhong dengan senyuman manisnya.

 

Mereka tidak sadar bahwa puluhan pasang mata gadis-gadis memandang Junhong dan Chanyeol yang tersenyum manis bersama Nara.

Nara, Chanyeol, dan Junhong tertawa bersama dan tidak ada lagi rasa sedih, marah atau kecewa di antara mereka.

 

CHANYEOL POV

Hari terindahku adalah ketika Nara mengetik kata pengantarku yang ditujukan untuknya;

Untuk istri yang sangat mencintaiku dan selalu memberiku semangat.

Aku mencintaimu, Park Nara.

Aku tidak pernah menyangka ia menulis itu dan akhirnya kami saling mengutarakan perasaan ini.

Sudah hampir 4 tahun kami menikah dan memang saatnya untuk berusaha lebih lagi ke depannya. Rintangan dan masalah besar sudah pernah kami lewati. Aku bersyukur karena ia bertahan dan sabar bersamaku.

 

Kyuhyun hyung tahu masalah yang terjadi di Kyunghee. Aku ribut besar. Ya mau bagaimanapun, Nara adalah istriku, dan sah dimata agama kami ataupun hukum. Jadi aku tidak akan pernah menyerahkan Nara pada siapapun. Kyuhyun hanya bisa memperingatkanku agar tidak menyakiti Nara. Bersyukur Daehyun datang ke kantorku dan membelaku.

Sesungguhnya aku bersalah padanya, aku merebut Nara darinya. Merebut cinta pertamanya. Tapi ia selalu menjaga Nara dan membawa Nara padaku jika kami sedang ribut besar. Terima kasih, Jung Daehyun.

 

“Kau sedang apa?” Nara memelukku dari belakang

Aku menggeleng dan memperlihatkan saldo gajiku padanya, “WAAAA! Ponsel ponsel”

“Kau masih ingat? Hahaha”

“Ponsel ponsel ponsel”

“Baik baik. Besok kita beli” ujar Chanyeol.

Nara mengecup bibirku, “gomawoyo uri nampyeon”

“Nee” aku memeluk Nara erat.

 

Bagiku, ia adalah segalanya.

Park Nara.

 

FEW YEARS LATER

“Chanyeol, lihat tasku tidak?”

Nara panik mencari tas. Ia harus sampai 7, dan saat ini sudah jam 06:30.

Terkadang ia seperti itu. Lupa menaruh barang.

“Chagiya.. Kau taruh mana memang kemarin?”

“Dimainkan Yoongi ku rasa”

“Ha?”

 

“Yoongi-ya, dimana tas eomma” teriak Nara

Yoongi menenteng tas Nara dengan susah payah, “Ini”

“Aigoo uri yoongi. Kajja, kita ke sekolah”

“Hati-hati ya kalian”

“Annyeonghigaseyo appa… Annyeonghigaseyo Yewon-ah”

“Nee, Oppa”

 

5 tahun telah berlalu.

Saat ini kami memiliki dua anak bernama Yoongi dan Yewon.

Yoongi anak laki-laki kami yang sangat aktif, ia berumur 3,5 tahun.

Yewon anak perempuan kami yang cukup pendiam, ia berumur 2 tahun.

Sifat kedua anak kami bertolak belakang.

Aku masih bekerja di tempatku yang lama dan saat ini aku menjabar sebagai manager utama.

Nara? Ia bekerja sebagai guru TK di tempat Yoongi sekolah.

Ia guru yang sangat baik dan sabar.

 

I want to believe that you
looking at me by my side
will last forever
I think everyone is envying us
I think they are jealous of our love
I just want to fall in
Hold me in your arms

(OMG – A~ing)

 

.The one and only reason for me to stay is because i love you so much.

_______________THE END___________________

 

 YEAAAAY.

AND NOW IT’S DONE ^^~

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s