[FF] Lovelight (Part 1)


01.jpg

Title     :  Lovelight (Part 1)

Author : Nana♥

Genre :  Friendship, Romance, Family, School

Rating:   AG (All Age) / T

Cast     : Found Them by Yourself

SEOUL, 1996

 “Nara lihat, aku punya ini”

“Chanyeol punya apa?”

“kata appa, ini namanya kamera video. Bisa merekam”

“merekam?”

“bergerak”

“wah keren. Maksudnya?”

“wajah kita bisa bergerak disini”

“Boleh dicoba? Caranya bagaimana”

“seperti ini… ayo kesini”

“kenapa diletakkan disana?”

“merekam dari sana. Ayo Nara. Ppalli”

“nee”

 

Kedua anak itu menari dan tertawa di beberapa video yang mereka buat. Mereka menemukan mainan baru mereka. Setelah direkam, mereka menontonnya berkali-kali. Terus seperti itu selama beberapa waktu.

 

“Nara, lihat ke kamera”

“waeyo?”

“ayo berjanji kalau kita tidak akan pernah berpisah”

“berpisah itu apa Chanyeol?”

“seperti yang di film itu”

“film yang terkadang pamanmu lihat?”

“nee. Tidak akan pergi menjauh”

“memangnya aku mau pergi kemana?”

“hehe Nara, jangan lupakan aku ya. Tidak boleh”

“kau juga jangan lupakan aku. Janji?”

“nee. Aku Park Chanyeol, tidak akan pernah melupakan Song Nara”

“nee”

 

Beberapa hari setelah itu, Chanyeol kehilangan Nara. Nara pergi dengan keluarganya ketika Chanyeol sedang pergi ke Jeju dengan pamannya. Sebelumnya Nara mendatangi rumah Chanyeol, namun nihil.

Saat itu badai dan Paman Chanyeol sama sekali tidak bisa dihubungi. Akhirnya Nara pergi tanpa berbicara kepada Chanyeol.

“Joongki-ssi, apa ini yang terbaik?” tanya Park Junseo, ayah Chanyeol

Joongki tersenyum dan menatap Nara, “hyeong, ku rasa ini yang terbaik. Hanya ini yang bisa ku lakukan untuk Nara”

“lakukan yang terbaik sebelum semuanya terlambat” Imbuh Kim Yeojin, Ibu Chanyeol

 

“Nara, suatu saat nanti, kita kesini lagi ya” ujar Joongki.

Ia tersenyum, “dengan ibu juga ya, jika ibu pulang” ucapnya sambil memeluk Joongki

“Nara… kau rindu ibumu?” tanya Yeojin hati-hati

“iya, sangat. Tapi apa ibu rindu padaku?” jawabnya, Jongki tersentak dengan ucapan Nara dan hanya bisa tersenyum, “ibu membenciku ya?”

“Nara sayang. Tidak ada Ibu yang membenci anaknya. Seorang Ibu akan mati-matian menjaga anaknya. Ingat itu sayang” ujar Yeojin sesaat setelah ia memeluk Nara

“nee, eommonim. Arasseo”

“sudah ya. Nanti kita ketinggalan pesawat” Joongki langsung menggendong Nara, “hyeong, noona, kami pergi”

“kalian hati-hati, kabari kami”

 

Keesokan harinya, Chanyeol pulang dengan wajah riang. Kemudian Ibu nya memberitahu mengenai kepergian Nara. Chanyeol mengamuk dan mendatangi rumah Nara. Akhirnya Chanyeol hanya bisa menangis dan mengamuk.

 

12 TAHUN KEMUDIAN

SEOUL, 2008

 

HWANGGANG HIGH SCHOOL

“Chanyeol oppa!! Ini untukmu”

“oppa, aku membuatkan cupcake kesukaanmu”

“annyeong Channie-ssi”

 

Sudah satu jam gadis-gadis itu menunggu Chanyeol datang. Hari ini adalah jadwal Chanyeol dan teman-temannya latihan band. Ia adalah drummer handal dari sekolahnya. Selain Drum, ia juga mampu memainkan gitar dan piano, dan juga membuat lagu. Menurutnya, bermain musik jauh lebih baik dari pada melihat gadis-gadis memuakkan di depan pintu Klub nya.

“paling tidak terima saja makanannya, haha” ujar salah satu member, Baekhyun. Ia adalah vocalist dari Klub ini

“benar. Lumayan” imbuh Gyujin, bassist mereka.

“aku saja baru sampai gerbang sudah diberikan ini” ujar Jonghyun, sang gitaris.

“aku muak melihat mereka seperti itu. Bisa tolong usir?” pinta Chanyeol pada ketua mereka, Wei, yang juga sebagai salah stau gitaris band mereka.

“hahaha aku tidak mau. Itu kan fans mu. Hey ini mereka memberikan kue-kue ini, ayo dimakan” ujar Wei menunjuk hadiah yang diberikan oleh fansnya.

Chanyeol dan lainnya berada didalam sebuah Klub Band yang memiliki 5 member. Chanyeol, Jonghyun, Baekhyun, Wei, dan Gyujin.

Ada saat tertentu mereka akan mengadakan les yang banyak diikuti siswa untuk belajar alat musik. Tentu saja banyak siswi yang ikut, namun Chanyeol tidak pernah mau mengajarkan siswi perempuan. Jadi itu selalu dilimpahkan ke yang lainnya. Ia hanya mengajarkan anak laki-laki untuk mempelajari seluk beluk drum. Oleh karena itu mereka memiliki penghasilanan mereka sendiri. Wei dan Chanyeol menguasai dua alat musik, gitar dan drum. Jadi mereka harus menguasai tehnik dua alat musik tersebut.

Sejak kejadian 12 tahun lalu, Chanyeol berubah 180 derajat. Sifatnya jadi menyebalkan, terutama ke perempuan. Wei dan Baekhyun adalah sahabatnya dari kecil. Oleh karena itu mereka paham mengapa Chanyeol berubah.

 

SHINHWA INT’ HIGH SCHOOL

“hey kapan kita latihan?” ujar Hyerin, salah satu member klub dancer

“ketua belum datang” imbuh Hyera, adik kembar Hyerin. Ia juga member dari Klub Dancer

Klub Dancer adalah salah satu dari klub sekolah yang dimiliki Shinhwa Int’ High School yang memiliki puluhan member, dengan 10 member utama sebagai wakil sekolah untuk Dancing Competition.

“Ketua!”

Suara yang menyerukan nama tersebut membuat seluruh member berdiri dan menatap seseorang yang dipanggil ketua.

“aku minta maaf pada kalian aku terlambat, 10 menit. Aku membawakan formulir dari ssaem untuk kalian isi. Tolong ya”

“nee”

Ia adalah ketua siswi kelas 3 SMA yang sudah berada di Klub Dancer semenjak SMP. Memiliki dedikasi tinggi sebagai dancer dan cukup berbakat di bidang pemasaran. Ia juga salah satu siswi teladan. Ia termasuk pribadi yang sangat disegani oleh para siswa. Tidak banyak yang mengetahui detail kehidupannya, karena ia jarang bergaul dengan orang lain diluar ektrakulikuler dan sekolah.

Tubuhnya mungil dan selalu tampil casual dengan sneakers yang ia pakai.

Ketika sekolah, dancing, ataupun ketika pergi bermain

“tolong persiapkan acara di Jeju dengan lainnya” ujar Ssaem sambil merapikan berkas, “keberangkatan akan aku pimpin sudah persiapkan semuanya dengan baik disana. Sisanya ku serahkan padamu, Hanna”

“nee Sehun Seonsangnim”

 

***

“eonni, jumlah kita ada 6 orang. Tapi Minhyuk ingin ikut karena Hyerin ikut” ujar Hyera. Sang sekretaris, “is that okay? I mean can you handle it?”

“it’s suits me fine. As long as the bus and equipment is enough, just go with that”

“mworagoo? Aigoo, eonni mianhae. Aku hanya bisa sedikit, jangan begitu. Aku tidak mengerti” Hyera menunduk malu dan Hanna tersenyum

“yang penting makanan, transportasi cukup. Tidak apa-apa” jelas Hanna lagi dan seluruh teman mereka tertawa

“noona, apa oppa-mu ikut?” tanya Minhyuk dan Hanna menggeleng, “ajak saja. Jadi aku kan ada teman

“nanti akan ku tanyakan, jika ia tidak sibuk di kampusnya”

 

***

 

“Chanyeol, kau sudah persiapkan semua untuk lusa?” ujar Jonghyun sambil sibuk merapikan peralatan band mereka, dan Chanyeol hanya mengangguk

Chanyeol bukanlah pria yang suka tertawa atau tersenyum banyak. Segala perkataan dan perbuatannya pastilah bermakna. Jadi ketika ia sudah bicara, semua akan menyimaknya dengan baik.

“Jeju ya… wah aku belum pernah ke Jeju” Gyujin tersenyum menatap Baekhyun dan diangguki Baekhyun

“waktu kecil Chanyeol pernah ke Jeju dengan pamannya dan-” mendadak ucapan Baekhyun terhenti setelah Wei menatap Baekhyun, “ah mian” Baekhyun langsung mengalihkan pandangannya ke Chanyeol

“ada apa dengan Chanyeol dan Jeju?” tanya Jonghyun penasaran.

Chanyeol hanya tertunduk dan wajahnya memerah menahan marah. Baekhyun bersikap tidak tahu apa-apa dan hanya diam

“ada apa denganmu….” Wei langsung menepuk bahu Gyujin dan tertawa. Lalu Baekhyun dan Gyujin tertawa

“babo hyeong hahaha”

 

‘Chuseonghamnida, Park Chanyeol. Aku akan membantumu menutup luka itu, dan menyembuhkannya. Aku janji’

Gumam Wei saat melihat raut wajah sahabatnya yang ia sadari sudah berubah.

 

***

CHANYEOL

“wah jeju!!”

Gyujin berlari kegirangan sesaat sampai lokasi acara. Ia melihat banyak sekali orang

“pasti akan menyenangkan” ujar Baekhyun, dan diangguki Wei dan Jonghyun

“hyeong! Ppalli ireona”

 

‘aku harap aku tidak mengingatmu, Nara’

Aku menatap kosong lautan. Dibenakku sekarang hanya masa lalu yang berkelebat

‘kau dimana sekarang?’

 

*bruuuk*

“ah chuseonghamnida”

Seorang gadis menubrukku. Tatapannya begitu lembut

“nee”

 

“hanna-“ teman-temannya membantunya berdiri, namun sesaat mereka melihatku, hanna itu akhirnya hanya dibantu beberapa orang. Karena sisanya mendekatiku, aku risih. Hanna tersenyum bersama teman-temannya yang lain. Ia menatap mataku

“aku minta maaf” ia mendekatiku dan menyapaku

“tidak apa-apa” ujarku sedikit risih karena dikerubuti perempuan merepotkan ini

“Hanna, ayo kita ke ruangan” ajak seorang pria tinggi menggandengnya

“nee”

 

“siapa wanita manis itu? Hanna?” Wei mendadak ada disampingku dan aku hanya diam

“ah sudah. Aku sudah dilihat mereka-mereka dari tadi, ayo masuk ke ruangan juga”

“kau tadi tersenyum melihatnya! Aku lihat itu!”

“Wei, sudahlah”

“Chanyeol jangan begitu hahaha”

 

Ya, aku tersenyum melihatnya.

Gadis dengan paras cantik dan sederhana.

Terlihat cassual dan mungil.

Hanna-ssi.

 

***

Ketika semua sibuk makan malam, aku sibuk mendinginkan kepalaku karena teriakan Gyujin hari ini. Ia pria yang mudah bergaul dengan siapa saja. bahkan kucing di ruangan diajak bicara juga olehnya

“Chanyeol-ssi?”

Seseorang seperti berada dibelakangku. Ku balikkan tubuhku dan melihat siapa yang dibelakangku

‘HANNA’

Kaus dan kemeja sekaligus. Celana panjang. Sneakers.

Rambut sebahu yang dikuncir atas. Poni depan yang terlihat baik.

Style yang ia pakai selalu sederhana.

“kau masih ingat aku?” ujarnya dan aku tersenyum lalu mengangguk, “apa yang kau lakukan disini sendiri?”

“kau sendiri sedang apa menegurku? Bukankah kau juga disini sendiri?”

Hanna terdiam beberapa saat, kemudian tersenyum, “kau benar. Aku hanya merasa udara diluar pasti segar. Teman-temanku memilih menonton drama di ruangan”

Aku mengangguk. Ia kemudian pamit untuk ke arah yang lebih jauh. Aku masih bisa melihatnya di sisi kiriku. Ia menikmati memandang langit sendiri.

Jarang sekali ada wanita yang tidak banyak mengajakku bicara. Meskipun aku ketus, mereka tidak akan berhenti bicara. Namun ia beda. Hanna tidak seperti wanita yang mengelilingiku.

 

*backsound GFriend – Rough*

Samar-samar aku mendengar lagu dari arah Hanna.

‘Gfriend? Siganeul Dalyeoseo?’

Kemudian aku melihat Hanna menari mengikuti irama. Aku tidak tahu gerakan lagu itu. Namun pergerakkannya smooth sekali.

micheo malhaji mothaesseo, daman neoreul johahaesseo. Eorin narui kkumcheorom machi gijeokcheorom. Siganeul dalyeoseo eoreuni dweil suman ittdamyeon. Geochin sesang sogesseo. Soneul jabajulge

 

MWO?

Dia menari seperti itu dan menyanyi juga?

‘Hanna… neon dalla. neomu dalla’

 

“aku seperti melihat girlband papan atas dihadapanku sedang melakukan pertunjukkannya” Ujar Wei yang sudah ada disampingku

“kau ini! Ku kira hantu” gerutuku. Namun ia hanya tertawa kecil melihatku, “Mwohae?”

“perempuan itu berpakaian tidak seperti teman-temannya. Dia ketua mereka lho, kau tahu tidak”

“lalu?”

“ia juga tidak seperti kebanyakan gadis disini yang senang bertemu ataupun berbicara denganmu”

“Wei.. cukuplah” ujarku sambil terus mengawasinya hingga lagu itu habis.

 

Kami tepatnya. Kami mendengarnya menyanyi dan menarikan beberapa lagu, salah satunya Yuri Gooseul milik GFriend, lagi.

Mungkin ia dance cover Gfriend?

Setelah itu musiknya berhenti. ia berjalan ke arah kami dan ia kaget melihat kami

 

“Chanyeol-ssi kau disini dari tadi?” tanyanya malu-malu

Aku mengangguk.

“hai Hanna. Kau cantik sekali. Namaku Wei. Berjuanglah untuk lusa ya” ujar Wei sambil tersenyum. Hanna melihat Wei, lalu tersenyum merekah. Aku bisa melihat lesungnya. Lesung yang tidak ku lihat saat ia berbicara dan tersenyum padaku

“nee, gamsahamnida, Wei-ssi”

“Wei saja cukup. Iya kan Channie” ujar Wei sambil melihatku dan aku mau tidak mau mengangguk dan tersenyum

“kalau begitu aku mau masuk ruangan duluan. Permisi”

 

Begitu ia melewati kami, wangi tubuhnya segar dan wangi.

“Hanna wangi tubuhnya manis ya! Segar rasanya” ujar Wei dengan wajah kagetnya

Aku tidak mau mengakui didepan Wei. Tapi ya Hanna gadis yang beda.

 

** The Day **

Hanna dan temannya mendapatkan giliran tampil ke 12, sedangkan kami ke 13. Setidaknya setelah penonton terlihat bosan, ketika Hanna tampil, atmosfirnya naik lagi. Jadi kami tidak sulit menambahkan keseruan saat tampil.

Sejak mulai hingga selesai dan bahkan saat pengumuman, aku sangat menikmati keseruan bersama yang lainnya. Tidak ku sangka, ini pertama kalinya aku melepas semua beban dipikiranku.

 

“silahkan Nara dari Shinhwa menyampaikan ucapannya tentang acara Jeju fair ini.”

Ucap MC yang sedari tadi mengoceh mengenai penampilan peserta

 

MWO? NARA?

Tanpa ku sadari, aku langsung berlari ke arah panggung dan betapa terkejutnya diriku mendapati seseorang yang bernama Nara berdiri di podium dengan tersenyum.

Bukan Nara yang aku kenal dulu. Namun seseorang yang ku kenal,

HANNA? KENAPA HANNA?

 

‘annyeonghaseyo, jo neun Han Nara imnida’

Begitulah suaranya, setelah itu aku seperti tidak mendengar apapun. aku terus memandanginya sebelum dan bahkan setelah speech nya berakhir. Aku merasa marah, sangat marah. Bagaimana mungkin namanya Nara

 

***

Malam ini rasanya lelah sekali. Sedari pagi hingga sore kami sangat sibuk dengan acara ini.

Kepalaku sakit rasanya mengingat apa yang aku dengar tadi

NARA

NARA

NARA

 

“Chanyeol-ssi?”

Suara Hanna berada dibelakangku.

Ia menyentuh bahuku, “kau tidak apa-apa?”

Aku berbalik dan menatapnya

‘Bagaimana mungkin aku membencimu, Hanna. Bagaimana mungkin?’

‘Bagaimana bisa namamu Nara?’

 

“sinkronasi kalian bagus sekali” ujarku memuji penampilannya dan dia tersenyum

 

I’m looking at you by your side.

My trembling heart is telling me

You are so special

 

“gamsahamnida, Chanyeol-ssi”

 

“Nara?” panggilku dan ia menoleh

SIAL. NAMANYA BENAR. AKU TIDAK SALAH DENGAN.

TELINGAKU PANAS SEKALI

“waeyo Chanyeol-ssi”

“saat di podium namamu…” ujarku dan ia tersenyum

“namaku Han Nara. Beberapa orang memanggilku Nara, dan memang Nara. Hanya teman-teman dekat yang memanggilku Hanna”

“mereka semua teman dekatmu?”

“nee, dan akhirnya hampir semua orang memanggilku Hanna. Aku merasa risih” ungkapnya dengan wajah sedih

“jadi aku memanggilmu apa?”

“terserah kau. Kalau sudah terbiasa Hanna, silahkan saja. tidak masalah” ujarnya dengan tersenyum.

Aku mengangguk, “kalau begitu aku masuk duluan” pamitku lalu ia mengangguk.

Saat aku berjalan ke arah asrama, aku melihatnya agak menjauh ke tempat dimana ia menari dan menyanyi waktu itu.

Aku pikir jika aku memanggil namanya ‘Hanna’ tidak akan ada masalah. Namun tenggorokanku tercekat dan aku tidak mau menyebut namanya. Aku merasa dibohongi walaupun ia sama sekali tidak berbohong.

‘KENAPA HARUS EMOSI BEGINI. MENYEBALKAN’

 

**

AUTHOR

Ketika acara selesai, Wei dan lainnya berdiskusi mengenai gadis yang bernama Nara itu. Semua khawatir karena mereka tahu kalau Chanyeol tidak suka dengan nama Nara. Sedangkan sebelumnya ia cukup dekat gadis yang bernama Hanna, yang ternyata bernama Han Nara.

 

“Wei, sejak kejadian dulu, Chanyeol benar-benar tidak suka orang yang bernama Nara”

“nee. Aku sudah agak lupa dengan Nara itu. Karena belum lama setelah bertemu, ia tiba-tiba menghilang”

“baekhyun, apa kau ingat ketua kelas kita waktu kelas 1 yang bernama Na Rayeong? Awalnya ia dipanggil Rayeong, namun beberapa anak memanggilnya Nara dan-”

“Chanyeol langsung memperlihatkan wajah benci dan jijik padanya. Sehingga semester 2 dia pindah sekolah” Baekhyun memotong ucapan Jonghyun dan diangguki oleh Wei

“hanya Wei yang sangat dekat dengan Chanyeol. aku hanya tahu sedikit saja. Jadi sebenernya aku tidak terlalu ingat” imbuh Baekhyun

 

“noona yang areanya di lantai 1 itu juga Nara. setelah pentas tadi aku lihat Chanyeol hyeong memperlihatkan wajah benci padanya. Lalu fans Chanyeol juga melihat noona itu kesal” Gyujin menambahkan cerita mereka, “untung saja tidak ada fans yang aneh-aneh sok marah ataupun melemparkan hadiah”

“apa hubungannya bodoh?”

“untung kepalamu, Gyu. Lihat dipojok. Ssaem yang menerima hadiah itu dan diletakkan disana” jonghyun menunjuk ke arah pojok dimana ada banyak sekali hadiah dari peserta acara Jeju HS Fair. Gyujin tertawa, kemudian Wei menepuk bahunya, “Gyujin-ssi, ditumpukan itu ada juga lho milikmu”

“shireoyo~”

 

“apa yang shireoyo?” suara Chanyeol yang tiba-tiba, membuat mereka tertegun, “kenapa diam?”

“sudah meredakan kepalamu?” canda Baekhyun dan Chanyeol mengangguk

“ah aniya hyeong. Itu kadomu hehe” Gyujin menunjuk setumpukan kado dan Chanyeol melengos “galak sekali Channie Hyeong”

 

Baekhyun berdiri dari duduknya, “Channie, gadis dari Shinhwa yang bernama Nara memintaku menyampaikan maaf padamu”

Chanyeol menghentikan langkahnya tepat sebelum ia membuka pintu kamar.

“mworagoo?” ujar Jonghyun, “what did she do to you?”

“karena sore tadi ketika acara selesai, kau terlihat membencinya. Maksudnya tatapanmu. Jadi ia memintaku meminta maaf jika ia melakukan salah padamu”

“nee?”

 

Walaupun aku tidak tahu aku salah apa, entah aku melakukan sesuatu yang kau benci secara tidak langsung, aku sungguh minta maaf padamu, Chanyeol-ssi” suara gadis menyeruak keheningan mereka. Suara Han Nara.

 

“Hanna noona” Gyujin bangkit dan melihat ke arah Nara

“aniya, nan gwaenchana” Chanyeol menatap Nara kemudian ia langsung menutup pelan pintunya. Nara pun terdiam mematung di tangga.

“Chanyeol” Baekhyun berusaha mengetuk pintu kamar Chanyeol

“Channie” Jonghyun membantu Baekhyun

“Baekhyun-ssi, Jonghyun-ssi, nan gwaenchana” ujar Nara tersenyum

 

“Hanna, bisa kita bicara?” Wei mendekati Nara dan ia tersenyum

 

“aku minta maaf atas kasarnya Chanyeol pada teman-teman perempuanmu, terlebih padamu hari ini”

“tadi aku keluar dan melihatnya”

“nee?”

“ia bertanya mengenai namaku. Han Nara dan Hanna”

“kau bertemu dengannya?” Wei kaget dengan apa yang diucapkan Nara

“nee Wei-ssi, gwaenchanseumnida. Mungkin ada alasan mengapa ia membenciku tiba-tiba”

“ia tidak membencimu, hanya benci namamu”

“sorry?”

“ada hal yang berhubungan dengan nama ‘Nara’, jadi dia sangat sensitif dan benci nama itu. Ia tidak terlalu dekat dan bergaul dengan perempuan. Terutama setiap orang yang memiliki nama ‘Nara’ selalu ia jauhi”

“seperti tidak suka nama Nara karena masa lalu buruk?”

“ya seperti itu”

“aku merubah namapun ia tetap tidak bisa bergaul dengan perempuan. Benar kan?”

“hmm tapi dia bergaul dengan baik saat bersamamu beberapa hari ini”

“bersama Hanna, bukan Nara haha”

“hahaha kau benar. Namun dia pria yang baik sebenarnya, sangat baik. kau suka Chanyeol ya?”

“aku hanya ingin berteman disini, bertemu dengan banyak orang. Ya walaupun salah staunya adalah sahabatmu yang aneh itu. Maaf”

“ya tidak masalah. Channie memang aneh. Tidak mudah seorang perempuan masuk dihidupnya sekedar tulus berteman. Ia tidak jahat, hanya saja masa lalu yang membuatnya tertekan”

“apa kau yakin mengatakan ini padaku? Maksudku jujur mengenai kondisi Chanyeol”

“kami jarang mengatakan kebenaran ini. Kau salah satunya”

“mengenai Chanyeol-ssi yang baik, aku tahu. sebelum ia tahu namaku Han Nara, ia selalu semangat memanggilku, Hanna. Ia baik dan ya lucu. Namun setelah ia tahu, ya sekarang aku mengerti mengapa ia menjauhiku dan berlaku kasar. Mungkin aku bisa memahaminya”

“jinjjayo?”

“nee, jinjja”

“neon gwaenchana?”

“gwaenchanseumnida”

“Hanna-ssi, kau mau tahu sesuatu?”

“apa itu?”

“ia hanya bilang padaku kalau Hanna gadis yang aneh dan unik. tapi menyenangkan. Ia jarang berkomentar mengenai perempuan, apalagi memuji. Ya walaupun akhirnya ia menampiknya. Aku yakin dia jujur”

“hahaha aku sudah terbiasa mendengar kalau aku aneh atau unik”

“aku harap kau tidak marah”

 

“animnida” Nara tersenyum.

Lalu Nara mendekat ke arah teman-teman Wei berkumpul, “Wei-ssi dan teman-teman, terima kasih atas kebaikan kalian beberapa hari ini”

“nee, Hanna kecil” Jonghyun tertawa

“hahaha sekecil apa aku?”

Gyujin mendekat dan membungkuk, “noona terima kasih juga bantuannya”

“besok kami akan berangkat dengan pesawat paling pagi. Jadi aku mau berpamitan”

“nee”

 

**

Chanyeol dan teman-teman bangun pukul 6 pagi. Namun dibawah sudah sepi dan tidak ada orang sama sekali. Chanyeol memberanikan mengetuk pintu salah satu kamar, namun tidak terkunci. Chanyeol kembali menyusuri kamar Nara, dan ia tetap tidak menemukan siapapun disana

‘ternyata sepagi itu kau pergi. Hanna’

Chanyeol masih menggunakan nama Hanna dibandingkan Nara.

 

“bukankah aku sudah beritahu kalau mereka akan berangkat dengan pesawat paling pagi” Wei melihat jam “berarti mereka meninggalkan asrama ini sekitar pukul 4 pagi, Channie. Saat ini mungkin mereka sudah lepas landas”

“aku tidak perlu tahu”

“hahaha kalau tidak perlu tahu mengapa kau membuka kamar dan celingukkan?”

“aniya, hanya sepi”

“hatimu tidak? Hahaha”

“Wei”

“ayo beberes. Kita harus sudah siap jam 8, lalu ke bandara”

“nee”

 

Chanyeol merasa ada yang aneh dengan pikirannya.

Wei mengerti bahwa Chanyeol menyukai gadis itu, Nara.

Gadis yang selalu disebut Chanyeol sebagai Hanna.

Hanna yang mungkin Wei tak bisa temui lagi karena menjaga perasaan sahabatnya.

 

 

…TO BE CONTINUE…

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s