[FF] STROBE EDGE (Part 2)


part 2

Title     :  Strobe Edge (Part 2)

Author : ♥

Genre :  Friendship, Romance, Family, School

Rating:   AG (All Age) / T

Cast     : GOT 7, Shin Raekyung

 

“Tonight I miss you for some reason. Tears are welling up. Reminiscing you in my heart. Memories come down when it rains, spreading pain. Watching you as you get soaked. Clear in that moment, wet with memories I think of you when you were beautiful in the rain

(Taeyeon – Rain)

 

**10 YEARS LATER**

Sudah sepuluh tahun semenjak kepergianku ke Amerika. Sungguh, aku tidak menyangka akan selama ini aku di Amerika. Aku hanya berpikir mungkin 5 atau 6 tahun cukup. Namun aku merasa disini aku akan lebih baik.

Setiap hari aku, Nara, dan jinyoung selalu berhubungan via chat atau email. Terkadang aku juga menghubungi Jackson. Jackson juga sering cerita padaku mengenai Nara.

Namun aku tidak pernah memberikan kabarku ke Mark, Jaebum, dan Leo. Pasti Leo sudah besar sekarang. Aku merindukan mereka. Sangat. Aku bahkan tidak tahu apakah Leo masih mengingatku. Mungkin ia lupa pernah memiliki teman sepertiku. Mungkin juga Jaebum oppa membenciku karena menghilang begitu saja. Mark oppa? Aku rasa ia akan baik-baik saja, toh aku dan Mark oppa tidak ada apa-apa. Sedih rasanya.

Selama di Amerika, aku bersahabat dengan teman dari Korea, Yugyeom dan dari Thailand, BamBam. Yugyeom dan Bambam menyukaiku, namun Yugeyom merasa aku lebih dekat ke BamBam. Jadi ia tidak memaksakan perasaanku.Yugyeom pindah ke Inggris karena ingin mengurusi proyek selama beberapa bulan.

Hari ini adalah hari ke-6 ku di Seoul. Welcome home.

Aku pulang setelah mendapat banyak pengakuan dan prestasi dibidang Marketing Manage saat di Amerika dan Eropa. Aku juga ke beberapa Negara untuk menimba ilmu, dan sekarang aku kembali ke tanah airku, Korea. BamBam ikut denganku sebelum dia kembali ke Thailand menemui keluarganya. Ia ingin tahu Korea, sembari jalan-jalan. Sejujurnya, BamBam adalah orang yang mengetahui kehidupanku di Amerika dan masa laluku di Korea. Aku sangat mengingat apa yang ia katakan dulu,

‘aku mencintaimu benar adanya, sangat mencintaimu. Namun aku tahu bahwa aku tidak akan pernah bisa menggantikan seseorang yang sangat kau cintai. Ruang itu tidak terbuka untukku untuk menetap. Jadi aku tidak akan memaksamu. Suatu saat aku akan mendapatkan yang terbaik, dan aku akan terus menjagamu walaupun aku tidak akan pernah bisa memiliki hatimu. Aku akan baik-baik saja.’

Menyedihkan ketika aku menangis beberapa hari karena kalimat itu. Sekarang sudah tidak apa-apa. BamBam juga mengerti. Mengenai Nara dan Jinyoung, ini adalah tahun ke 3, Nara dan Jinyoung menjalani hubungan mereka. Tahun depan mereka berencana menikah. ah syukurlah.

—–

“I wasn’t able to tell you but I liked you. Like a dream from the younger days, like a miracle. If I could run through time and become an adult. I will hold your hand in this cruel world. I try to approach you but we keep missing each other. I’m still unable to say that I like you. When I see you hesitate. I guess we are still too young

(GFriend – Rough)

 

Di taman ini aku pertama kali bertemu dengan Leo, atau Im Jaehyun. Seorang anak laki-laki yang sangat baik, berani, manis dan sangat aku sayangi. Disini juga aku bertemu dengan Mark Oppa. Pria yang sampai detik ini masih aku cintai, meskipun aku tidak tahu kabarnya apalagi wajahnya. Pasti sudah terlihat lebih tua, atau bahkan sudah menikah dan punya anak. Aku masih terlalu muda untuk mengerti apa arti mencintai dan dicintai. Tetapi mengapa harus aku?

Kenapa cinta harus serumit ini.

 

*bruuuuk*

“aduuh” pengguna sepeda menubrukku hingga terjatuh dan sialnya ia kabur begitu saja

Seseorang membantuku berdiri, “noona, neon gwaenchana?”

“nee gwaenchana… gamsahamnida” ujarku pada anak lelaki ini. tinggi sekali dia. Dia menatapku tanpa berkedip. Ada yang salah denganku kah, “maaf? Kau bisa melepaskan aku?”

Ia melepaskan genggaman tangannya yang halus, “ah chuseongmianhae noona”

“Ray. Cho neun Ray imnida”

“Leo. Namaku Leo”

Aku menatapnya lekat. Entah mengapa setiap aku bertemu dengan seseorang yang bernama Mark atau Leo, aku sangat sensitive. Aku tersenyum padanya. Kemudian ia pamit padaku dan berlari sangat cepat ke arah taman. Di Amerika dan Eropa banyak yang memiliki nama itu, jadi aku mudah sekali singit. Maafkanlah aku Tuhan.

 

—-

 

“kau tidak ingin bertemu dengan mereka?” tanya Nara dan aku menggeleng, “kau pergi tanpa berpamitan dengan mereka. Aku pernah melihat mereka di sekitar taman dan sekolah”

“SERING” imbuh jinyoung, dan Nara mengiyakan

“mereka kehilanganmu. Mereka mencarimu kemana-mana, bahkan menemui kami. Tapi kan kami tidak bisa bilang apa-apa” ujar Nara sedih

“jangan bercanda. Kami hanya bertemu dan bersama selama kurang dari setahun. Tidak mungkin” elakku

Jinyoung tersenyum dan mendekat ke arahku, “terbiasa”

“nee?”

“mereka terbiasa. Selama beberapa bulan itu bukankah hampir setiap hari atau setiap pagi kalian bertemu. Namun sebuah kebiasaan tidak bisa dirubah semudah itu. Jangan menghilang tiba-tiba, rasanya sakit. Jika seseorang yang terbiasa denganmu tidak ada disampingmu, rasanya sakit” ujar Jinyoung seraya menatap kesal Nara.

Beberapa tahun lalu sebelum Nara bersama Jinyoung. Jackson terlihat dengan Nara, dan ia mendekati Nara pelan-pelan. Jackson memang mengatakan kalau ia jatuh cinta pada Nara. Ia sadar kalau nara sebenarnya mencintai Jinyoung, namun jika pada waktunya Jinyoung tidak bernai jujur, Jackson yang akan maju. Sampai akhirnya Jinyoung mengamuk dan meneriaki Nara. Jinyoung mendekati Nara dan mengatakan hal romantis yang belum pernah kami dengar;

‘aku tidak peduli masa lalumu. Aku hanya peduli apa kau mau membangun masa depan bersamaku? Mulai detik ini, besok, dan selama-lamanya. Aku tidak berjanji tidak akan membuatmu sedih atau menangis. Namun aku bisa janjikan untuk selalu mencintai, menjaga, dan bertahan bersamu hingga aku mati. Would you be mine, Han Nara?’

“hahahaha” aku dan Nara tertawa karena kami mengerti maksudnya

Nara memeluk kekasihnya, “arasseo uri Jinyoungie”

“ya intinya seperti itu. Pikirkan mereka juga. Bukan hanya mereka yang dikehidupanmu, tetapi dirimu juga ada di kehidupan mereka. Bersikaplah Choi Raekyung” imbuh Jinyoung, dan Nara mengangguk

“aku akan mencari tahu keberadaan mereka dan akan menemui mereka”

“good girl”

 

***

*BGS: Bella’s Lullaby by Carter Burtwell (OST Twilight)*

Beberapa hari aku kumpulkan keberanianku dan juga informasi mengenai Mark dan Jaebum oppa. Ternyata tempat mereka bekerja sudah menjadi 100% milik mereka dan berkembang sangat sangat pesat. Bahkan terkenal di banyak Negara. Aku sangat shock dengan pencapaian mereka.

THE NEXT INNOVATION

 “dulu tidak sebesar ini. sepuluh tahun adalah waktu yang sangat lama ternyata” gumamku memandang bangunan besar dihadapanku

“Ray noona?” seseorang menyebut nama Amerika ku. Saat ku tolehkan kepalaku, aku tersenyum, “ternyata memang kau”

“Leo?” aku tersenyum melihat anak ini. entah mengapa aku seperti melihat…

“Jaehyun-ssi…”

DEG

Aku langsung menoleh asal suara itu. Suara itu berasal dari seorang pria paruh baya yang membawakan setelan jas dan makanan. Ku tolehkan kembali kepalaku ke Leo, ia tersenyum ke arah pria tadi. Pria dengan setelan seperti pengawal atau sekertaris pribadi

“Changsung–ssi” Leo melewatiku dan mengambil barang-barang yang ada di tangan pria tadi. Changsung.

“noona, ada urusan apa kau kemari? Bisa ku bantu?” tanyanya padaku

“aniya, hanya berjalan-jalan dan melihat bangunan ini. dulu sepertinya tidak sebesar ini. sangat sangat besar, dan bagus”

“dulu?”

“ya sebelum aku pindah beberapa tahun lalu. Ya sudah, silahkan kau dengan urusanmu”

“nee. Ya sudah aku masuk duluan ya noona. See you~”

 

LEO?

JAEHYUN?

Mungkinkah itu…

 

Aku masuk ke gedung ini pelan-pelan dan melihat keadaan sudah banyak berubah. Tapi jantungku berdetak kencang, tidak karuan. Terdengar suara tertawa renyah dari arah sana.

Suara yang sangat familiar. Suara yang membuatku pergi ke Amerika.

MARK? JAEBUM?

LEO?

Apakah Leo yang tadi adalah Leo-ku?

Ya Tuhan LEO.

 

Air mataku menetes menatap mereka bertiga. Leo sudah besar dan tampan. Ia mirip sekali dengan Jaebum oppa. Jaebum oppa terlihat sehat, dan Mark? Selalu terlihat tampan dan sederhana. Aku merindukanmu oppa, kau tahu? I DO REALLY LOVE YOU.

 

Sampai detik ini aku masih berpikir keras bagaimana melupakanmu.

Apakah kau masih mengingatku? Aku selalu mengingatmu disana.

Kau adalah penyemangatku.

 

“Ray?” seseorang memanggilku.

“Yanagisawa-san?” ujarku syok saat melihat partner kerjaku ketika di California

“kebetulan sekali bertemu denganmu disini. Ayo mengobrol”

“kenapa bisa disini?” tanyaku kaget

“aku sedang ada urusan di Korea beberapa hari hahaha”

“okay”

 

“RAY NOONA” teriak seseorang dan aku tahu siapa yang memanggil.

LEO

Aku menghadap ke arah Leo dan tersenyum, “nee?”

Ia berlari ke arahku, “minggu depan acara peresmian 10 tahun perusahaan ini. Kau datang ya noona”

“datang?”

“perusahaan ayahku, itu mereka disana” ia menunjuk ke arah Mark dan Jaebum

Ternyata sampai dia besar, dia tetap mengganggap Mark adalah ayahnya.

Jadi ia mengatakan ‘mereka’.

“nee arasseo. Semoga aku bisa datang”

“ini undangannya. Datang ya noona” ujarnya lembut

Aku mendengar suara Leo kecil barusan dan membuatku teringat masa lalu. Aku mengangguk dan tersenyum

 

“Leo aku undur diri ya. Terima kasih undangannya, akan ku usahakan datang”

“nee noona”

 

Aku dan yanagisawa-san keluar dari perusahaan dan menuju ke restoran sekitar untuk berbincang. Membicarakan bagaimana bisa mengenal Jaehyun (Leo).

Yanagisawa-san berkata bahwa pemilik perusahaan itu (The Next Innovation) adalah dua pria gigih. Salah satu pria tersebut adalah anak dari lelaki yang ku ajak bicara (Leo adalah anak dari Jaebum). Mereka duo yang sangat hebat. Bahkan Jaehyun (Leo) mewarisi kemampuan ayahnya sebagai pria yang hebat. Ya Yanagisawa-san sangat benar, bahkan aku mengenal anak itu dari ia kecil. Tapi aku tidak tahu apakah ia masih mengingatku. Leo.

 

——

“MWORAGOO?”

Hampir ku lempar ponselku karena suara melengkingnya. Pusing kepalaku. Akhirnya aku memintanya datang ke rumah esok hari.

Kemudian, keesokan harinya Nara ke rumah dengan membawa dress yang aku pakai 10 tahun lalu dan bahan cantik sekali.

“bahan yang sama untuk dress hitam kesukaanmu dulu. Dress yang membuat Mark dan Jaebum kaget karena kau terlihat sangat cantik” ujar Nara sambil menyerahkan barang yang ia maksud

“nee?”

“kau ingat kan kapan kau pakai dress ini?”

 

*BGS: Sentimental Trumpet – various Artists (Sasy Go Go OST)*

Aku terdiam dan mengingat begitu banyak kenangan yang kuhabiskan bersama mereka bertiga. Tidak sampai satu tahun memang, tapi dalam kurun waktu itu, aku sangat sangat bahagia. Mereka juga yang membuatku hampir gila di negara orang. Berusaha ikhlas tapi sulitnya bukan main. Seperti mau mati.

“tentu. Dress yang ku pakai ketika Jaebum oppa mengenalkan bahwa Leo adalah anaknya. Jika ingat itu, mau pecah kepalaku. Aku terlalu mudah jatuh cinta ya?”

“aku rasa tidak”

“maksudmu?”

“Raekyung dulu adalah gadis yang sangat ceria. Bukanlah mereka bertiga adalah orang yang membuatmu menjadi lebih baik. Mereka mengubahmu Ray. Jika bukan karena mereka, kau mungkin tidak akan bisa dewasa dan bersikap bijak” ujar Nara seraya membelai rambutku

“Nara…” air mataku jatuh

“kau jangan seperti ini ya. Mana Raekyung yang kuat?” imbuh Nara

“kau benar Nara. Seharusnya aku tidak boleh begini”

“ayo sekarang ku antarkan ke teman ibuku. Ia akan menjahitkan dress ini untukmu dalam waktu singkat”

“mwo?”

“kajja”

“aku ragu”

“YAA!! MAU SAMPAI KAPAN KAU BEGINI, BOCAH DUNGU” teriak Jackson. Jackson, BamBam, dan Jinyoung tiba-tiba datang dan membuat kami kaget.

“kau mengerti sekarang kan, Raekyung?” BamBam tiba-tiba datang lalu menepuk bahuku dan tersenyum

“Khun…” (khun= saudari/saudara/teman)

“just go” imbuh Bambam, “please”

“krab.. Kunpimook Bhuwakul” (krab=iya/baik, bahasa halus)

“ha? Bakul apa?” ujar Nara

“kalian berdua ini bicara bahasa apa sih?” imbuh Jinyoung bersamaan dengan Jackson

“nama BamBam adalah itu, Kunpimook Bhuwakul. Hanya bahasa yang sederhana” ujarku dan BamBam tersenyum

“nee”

“sesederhana kau yang selalu bersamaku, khun” ujarku menatap Bambam dan ia tersenyum.

 

 

**NEXT WEEK**

“bagaimana?”

 

“kau cantik sekali bocah” ujar Jackson

“dia sudah 26 tahun, bagaimana dia bocah. Tapi ya cantik sih” imbuh Jinyoung sambil tertawa

 

“perfect” Nara dan Bambam tersenyum melihatku dengan dress ini

“ah seperti melihatmu saat 16 tahun hahaha cantik” Nara menangis, “ku mohon, kau harus bahagia kali ini. Janji padaku” Nara memelukku erat.

“arasseo”

 

Hanya Nara yang tahu benar semua kejadian dalam hidupku. Sekecil apapun itu.

Dia seperti kakak perempuan bagiku. Sahabatku. Saudariku, dan penyemangatku

 

“semoga mereka bisa mengingat dan mengenalimu dengan dress ini ya bocah” ujar jackson

“haha Jackson, kau pikir aku masih bocah?” ujarku dan semua tertawa, “masalah bahagia atau tidak, aku tidak tahu. Setidaknya, aku mencoba bertemu dengan mereka”

“semangat Raekyung, kau yang terbaik” Jackson memelukku dan akhirnya aku mengerti sekarang kenapa Nara hampir mencintai Jackson sebagai pria. Ia begitu tenang dan hangat. Mungkin jika tidak ada mereka bertiga (Leo, Jaebum, Mark), perasaanku dan Jackson akan bersatu.

 

“are you ready my princess” ujar BamBam sangat tampan menggunakan tuxedo. Bambam kuajak menemaniku ke acara 10 tahun THE NEXT INNOVATION dan ia setuju.

“yes, i’m. my prince” jawabku

 

**THE NEXT INNOVATION BUILDING**

BamBam menolak masuk dan akan menungguku diluar bersama beberapa tamu lainnya. Jadi aku masuk sendiri. Aku harus bertemu mereka sebagai Choi Raekyung.

Tidak peduli aku akan diusir atau dibenci seperti apa, aku akan tetap jujur. Tidak maslaah jika mereka membentak dan membenciku dihadapan ratusan tamu. Bagiku, jujur yang terpenting.

Aku melihat Mark, Jaebum, dan Leo di tengah sana. Mareka tertawa dan aku sangat sangat bahagia melihat mereka. aku merindukan kalian. Apapun tanggapan mereka, aku harus terima. Aku harus datang dan menemui mereka.

 

**BGS: If You Do – GOT7**

Leo menyadari kehadiranku dan melambai padaku, “Ray Noona!!”

Aku mendekat ke arah mereka.

Mark dan Jaebum yang awalnya tersenyum mendadak terdiam, begitu juga Leo.

Mereka memandangiku.

“noona.. dress ini” Leo mendekatiku dan memegang dress hitamku. Matanya berbinar dan menatap tidak percaya, “bagaimana…”

ARE YOU STILL REMEMBER ME?

Kemudian aku menatap Mark dan Jaebum. Mark sama sekali tidak mengedipkan matanya padaku.

Mereka mengenali dress ini, benar kata Nara.

“really long time no see, Mark Oppa, Jaebum Oppa, uri Leo” ujarku dan mereka bertiga kaget.

Leo memegang tanganku dan air matanya jatuh, “Raekyung noona?”

“nee”

“Tapi kau bilang namamu Ray” air matanya semakin jatuh dan aku tersenyum

“mianhae, aku baru sadar ketika kita bertemu disini minggu lalu”

“ketika aku menunjuk appa?”

“nee. Leo ku sudah besar sekarang. Kau tidak mau memelukku? Tidak rindu padaku?” ujarku dan Leo memelukku erat, sangat erat. Ia menangis dipelukanku

“Rindu. Rindu. Rindu. Sangat rindu noona! Sangat rindu. Kenapa kau baru kembali?!” ia semakin menangis, dan Jaebum tersenyum melihatku. Aku sangat kaget dengan reaksi Leo. Kaget, sangat dan teramat kaget. Aku tidak menyangka ia benar-benar menungguku kembali

“hai oppadeul…” sapaku

“kemana kau 10 tahun ini tanpa kabar? Rumahmu kosong, sekolahmu bilang kau pergi ke Amerika. Tanpa memberitahu kami?” Jaebum menanyakan rentetan pertanyaan yang membuatku terdiam, “apa kami tidak penting sehingga menurutmu kami tidak perlu tahu? Telponmu tidak bisa dihubungi, chat tidak pernah aktif, dan sampai akhirnya ditahun kedua, kami menyerah mencarimu. Mau kau jelaskan pada kami?”

Kalimat Jaebum oppa membuatku shock setengah mati. rasanya sedih dan bahagia ketika mengetahui bahwa aku dicari oleh mereka.

“oppa…” aku meneteskan air mataku, “maafkan aku, ada hal yang terjadi dan aku harus pergi, jadi-“

“Jaebum, jika ia mau, ia bisa cerita dulu. Tapi ia pergi begitu saja, jadi intinya dia tidak mau bercerita” ujar Mark dengan nada santai

“oppa, kau tidak senang melihatku?” tanyaku to the point

“hmm, kau pergi selama 10 tahun, tanpa kabar. Biasa saja” ujar Mark dan aku syok. Aku melihat Mark tanpa berkedip. Rasanya sakit sekali

BIASA SAJA.

“aku ke tamu sebelah sana ya Jaebum, Raekyung” ujar Mark oppa. Lalu aku mengangguk

Air mataku nyaris menetes. Aku lihat Mark oppa membawakan minuman untuk seseorang.

Wanita.

 

Saat itu aku sadar.

Aku tidak berhak kembali padanya.

Aku tidak berhak muncul dihadapannya.

Aku tidak berhak mengetahui apapun tentang dirinya.

Namun masih berhak kah aku mencintainya?

Mark Tuan Yuan.

 

Aku undur diri pada Jaebum dan Leo. Namun Leo mengikutiku hingga ke mobil dan bertemu BamBam. Wajah Leo bingung karena BamBam terlihat perhatian dan menepuk kepalaku.

“apakah kau kekasih uri noona?” tanya Leo pada BamBam dan ia menggeleng

BamBam tersenyum dan membungkuk, “namaku Kunpimook Bhuwakul, panggil aku BamBam. Aku adalah sahabatnya selama di Amerika”

“BamBam hyung, bolehkah aku pinjam Raekyung noona? Aku yang akan mengantarnya pulang” pinta Leo dan Bambam mengangguk.

“oke Aku mau mengelilingi kota hehe, bolehkah?” pinta Bambam. Aku diam, aku ragu ia tidak tahu jalan, “come on Ray, I have my own GPS, and I will be fine. I have your phone number, so I will call you asap, in case something happen to me. I have Nara, Jinyoung, and Jackson phone number too. I have no worries”

“are you sure?” tanyaku ulang

“i’ll be fine, Ray. Trust me”

Aku mengangguk, “baiklah BamBam. Terus kabari aku ya”

“aku sudah dewasa Choi Raekyung”

“krab khun”

 

*Di Taman*

Leo berdiri dan tersenyum lega melihatku, “noona, aku tidak menyangka aku masih bisa bertemu denganmu. Kau begitu cantik dengan gaun ini. Seperti dulu. Demi Tuhan, jika kau tidak datang dengan gaun ini, aku akan terus berpikir siapakah Ray itu”

“kau masih ingat gaun yang ku pakai dulu?”

“itu pertama kali dan terakhir kali aku melihatmu benar-benar seperti seorang wanita. Aku rasa kedua appa-ku pun kaget dulu ketika kau pakai gaun ini hahaha”

“haha aku cantik?”

“sangat. Sangat cantik noona”

Aku terus menatapnya dan tersenyum, “Leo, aku sangat merindukanmu. Kau sudah besar sekarang ya”

“aku 14 tahun sekarang. Tahun depan aku kelas 3 SMP. Kau meninggalkanku selama 10 tahun noona. Kau tahu itu?”

“kita kenal dan bertemu tidak lebih dari 1 tahun, mengapa kau tidak bisa melupakanku? Mark appa mu saja melupakanku. Tapi untung Jaebum appa dan dirimu tidak, jadi-”

“animnida noona”

“animnida, mwoga?”

“asal noona tahu, Mark appa yang paling tertekan ketika kau tidak bisa dihubungi”

“tertekan?”

“aku tahu aku masih kecil. Namun karena aku sedari kecil mengeetahui seperti appa Mark oppa, jadi aku menyimpulkan kalau ia rindu padamu”

“hmm”

“Mark appa yang berusaha mencari tahu dimana Raekyung noona, sedang apa Raekyung noona, dan bagaimana kabar Raekyung noona”

“Mark oppa melakukan itu?”

“aku yang terus-terusan menangis hingga sakit dan beberapa kali masuk rumah sakit, membuat Jaebum appa stress. Ia berusaha mencarimu bahkan ke sekolah. Namun Nara noona dan Jinyoung hyung tidak bisa memberitahukan kami dimana alamatmu. Hingga pada akhirnya kami menyerah. Semua photo dan kenangan denganmu, selalu ada dikamarku, di rumahku”

“maafkan aku Leo” aku memeluknya erat. Ia lebih tinggi dariku sekarang, dan tidak mudah memeluknya, “kau sudah sebesar ini sekarang. Maafkan aku”

Aku menangis, dan ya Leo ikut menangis.

 

*BGS: PRAYER – YOUNHA (OST SCHOOL 2015)*

 “mau ku ceritakan sesuatu?” ujar seseorang.

JAEBUM OPPA.

“appa?”

“oppa?”

 

“cerita sesuatu?”

“aku ingin cerita tentang masa lalu. Mau dengar?”

“nee” ujar kami berdua

 

“sebelumnya.. hmm, hey Raekyung, aku sangat rindu padamu”

“hahaha oppa…”

“aku benar-benar rindu ketulusanmu, rindu senyum dan tawamu. Ketika kau benar-benar pergi, aku menyadari kalau kau tidak menyayangiku sebagai seorang pria, melainkan seorang oppa. Padahal saat itu kau tahu benar kalau aku menyayangimu dan memang berniat menunggumu”

Aku menatapnya, “ah geugae..”

“tidak apa-apa, aku sudah tahu itu sudah lama”

“sudah lama?” tanyaku, dan Jaebum oppa tersenyum

“ketika kau tahu bahwa Mark bukanlah ayah kandung Leo, melainkan aku”

“Oppa…”

“Selama kita masih bisa berteman, aku tidak masalah. Namun ternyata kau menghilang begitu saja. Saat itu aku benar-benar menyadari sesuatu. Ketika aku sadar, kau sudah menghancurkan perasaan Mark. Itu yang membuatku tidak bisa mengatakan tidak apa-apa. Ia terluka untuk kedua kalinya”

“kedua kalinya?” tanyaku bingung

“Sebenarnya…”

“appa, jangan…” Leo menatap appa-nya dengan penuh keraguan, “andwaendagoo!!” Mereka berdebat dengan bahasa China yang tidak terlalu aku pahami

“LEO! Harus!” ujar Jaebum Oppa dengan nada tegas ketika mengucap kata ‘LEO’ daripada ‘JAEHYUN’

Leo menatapku iba. Aku tidak mengerti arti tatapannya. Ia menghela napas panjang dan akhirnya mengangguk, “nee”

Jaebum oppa mendekat ke arahku dan tersenyum, “aku menikah dengan ibunya Jaehyun saat berumur 21 tahun. Mark menikah dengan wanita yang ia cintai, juga berumur 21 tahun. Kami semua memiliki umur yang sama”

“mworagoo?” ujarku kaget.

Jaebum oppa tersenyum. Seakan-akan ia sudah menebak ekspresi atau kalimat apa yang mungkin akan keluar dari mulutku ini. Setelah sadar, aku langsung mengatupkan mulutku.

MENIKAH?

MARK OPPA JUGA SUDAH MENIKAH?

TAPI…

“Kami semua bersahabat sangat baik. Pada saat umurku dan ibunya Jaehyun -Nana- 22 tahun, kami memiliki Jaehyun. Namun pada saat Mark berumur 22 tahun, ia kehilangan istri dan calon anaknya dalam kecelakaan hebat. Hyejoon, sedang berlibur dengan keluarganya, lalu kecelakaan itu terjadi. Mark sedang perjalanan menjemput Hyejoon, dan ketika sampai ditempat, ia melihat wanita yang sangat ia cintai meninggal. Saat itu anak mereka dipaksa lahir prematur. Namun bayi perempuannya hanya bertahan 5 hari, dan ia memberinya nama Raina. Saat itu Mark hampir mau mati karena terlalu stress”

“Mark oppa…” air mataku menetes tidak karuan

“Raekyung, kau tahu, Mark memiliki segalanya, tahta, harta, pendidikan, dan banyak wanita yang cinta mati padanya karena sikap bijaksananya. Tentu ia bijaksana, ia mampu bangkit keterpurukan sehebat itu. Namun ia menjadi gila kerja. Lalu saat umur kami 23 tahun, aku kehilangan istriku –Nana- karena sakit. Jaehyun masih sangat kecil. Jadi aku dan Mark merawat Jaehyun, bahkan sampai detik ini. Mark benar-benar mengerahkan segalanya yang ia miliki untuk menjaga dan merawat Jaehyun, sama sepertiku. Hanya Jaehyun yang aku miliki di dunia ini, Raekyung. Ia sangat berarti untukku, dan mungkin Mark pun merasakan hal yang sama”

“appa” suara Leo bergetar

 

DEMI TUHAN.

Saat ini aku sangat ingin memeluk Jaebum Oppa dan meminta maaf atas kesalahanku dulu.

Aku tidak tahu ia benar-benar mencintai dan serius padaku.

Aku juga tidak tahu bahwa tindakanku pergi benar-benar melukai banyak orang.

Tak pernah terlintas akan jadi seperti ini.

RASANYA TERLALU SAKIT.

 

“setelah kau ada, kau menjadi alasan dia untuk selalu tersenyum dan bahagia. Alasan untuk bangkit” imbuh Jaebum oppa

“dia?” tanyaku bingung

“Mark Tuan Yuan” ujar Jaebum oppa, “setelah Jaehyun, kau adalah alasan kedua mengapa Mark dan aku ingin cepat-cepat selesai bekerja dan berbahagia”

“nee nado.. nado..” Leo tersenyum

“disaat aku sedang sangat sibuk dengan acara luar kantor, internal kantor dihandle oleh Mark. Ia membawa laptop kemanapun ia pergi, dan juga Jaehyun. Aku hanya tahu kalau Mark sedang menyukai seorang wanita, ia berbeda dari biasanya. Namun aku tidak bertanya padanya sampai ia jujur. Aku baru menyadari kalau noona yang sering dibicarakan Jaehyun adalah kau, Raekyung. Ingat di restoran itu? Ya sejak saat itu, aku benar-benar menyadari semuanya. Orang yang Mark dan aku cintai, SAMA. Aku pikir perasaanku padamu yang terbaik, namun perasaanmu padanya lah yang terbaik. Aku tidak bisa mengalahkan hal itu”

Aku menangis sesengukan dengan apa yang ku dengar. Hatiku hancur berkeping-keping mendengar cerita Jaebum oppa. Aku memang tidak tahu apa-apa mengenai Mark. Aku cinta padanya, namun tidak tahu kesedihan luar biasa pernah hinggap di kehidupannya. Sekarang aku lah yang melulai hatinya seperti ini. Aku tidak tahu sama sekali.

“sewaktu kecil, untuk pertama kalinya aku merasa Mark appa bahagia tersenyum dan tertawa. Aku, kau, dan Mark appa, seperti keluarga kecil. Impian Mark appa. Sejak saat itu Jaebum appa malah semakin dekat denganmu. Hahaha. Aku tidak tahu apa-apa saat itu. Yang aku tahu adalah kau selalu disampingku”

“Raekyung, kau membuatnya seperti memiliki istri yang ia cintai-“

“oppa aku bukan pelarian”

“ITU BUKAN PELARIAN CHOI RAEKYUNG. SAAT ITU IA MENCINTAIMU. BENAR-BENAR MENCINTAIMU!!!” Jaebum berteriak dan aku semakin panas

“ia sudah bersama dengan wanita di pesta tadi. Itu kekasihnya? Atau orang yang ia sayang? Atau bahkan istrinya dan mungkin ia sudah punya anak?” ujarku begitu kesal, “untuk apa aku-“

“jika ia mau, ia bisa memilih salah satu dari banyak wanita yang tulus mencintainya dari dulu” ujar Jaebum oppa. Ia mengusap rambutku, “sepuluh tahun apakah tidak cukup bagimu untuk ia membuktikan padamu bahwa ia sangat sangat mencintaimu, dan menunggu suatu saat kau akan kembali? Menunggu saat yang tepat untuk mencintai Choi Raekyung dengan tepat. Sepuluh tahun”

“NEE?” ujarku dan Leo bersamaan

“jadi Mark appa menunggu…” Leo menatap Jaebum oppa dengan mata berkaca-kaca

“ya Im Jaehyun-ssi. Wanita yang Mark appa cintai adalah Choi Raekyung. Sepuluh tahun, tanpa berkurang sedikitpun”

“sampai detik ini?” imbuh Leo, dan aku semakin mengalirkan air mataku

“Raekyung adalah wanita yang sangat ia cintai. Namun seiring waktu, kebenciannya terhadap Raekyung pun muncul. Ia kebal dan tidak mau peduli tentang cinta. Dalam hidupnya, yang terpenting adalah kau, dan perusahaan” ujar Jaebum menjelaskan sangat detail hal yang sama sekali Leo tidak tahu.

“Mark appa… naega mianhaesseoyo”

“maafkan aku.. maafkan aku… maafkan aku… maafkan aku..” aku terus menangis dan berteriak hingga Leo harus memelukku erat sambil menangis

“noona…”

 

Kenapa cinta bisa serumit ini?

 

AUTHOR

*Few Days Later*

Theme Park

Hari ini Leo menipu Raekyung dengan dalih ia dan Leo bermain di taman. Namun diperjalanan, ia mengatakan ‘Mark appa sudah menunggu juga’. Raekyung panik bukan main.

 

‘Kenapa sifat jahilnya tidak pernah berubah. Im Jaehyun’

 

“noona!! Hyung!! Kesini!” teriak Leo sambil melambaikan tangannya

Aku dan BamBam mendekat dan tersenyum, “annyeong”

“annyeong uri noona, BamBam hyung deo annyeong”

“annyeong Cho neun Mark Tuan. Aku adalah ayah dari Leo”

“saya tahu” ujar BamBam, “ya sudah, saya mohon undur diri”

“nee? Kau tidak ikut?” ujar Raekyung kaget, BamBam menggeleng, “kau mau kemana?”

“mau belanja untuk oleh-oleh”

“kalau belanja, baiknya ke Myeongdong. Apa kau tahu?” ujar Mark sembari menunjukkan GPS, dan BamBam mengangguk

“nee, terima kasih banyak”

 

Setelah BamBam pergi, kami bertiga masuk ke dalam.

Rasanya seperti recalling 10 tahun lalu ketika Leo masih sangat kecil

 

“noona, apa kau tahu sesuatu…”

“hmm?”

“terakhir kali aku kesini ketika umur 6 tahun noona”

“wah lama sekali”

“aku menunggumu tidak datang-datang. Jadi aku tidak mau ke theme park. trauma” ujar Leo sembari jalan. Maksud Leo hanya bercanda, namun kalimat itu tepat menembus hati Raekyung.

Rakyung berhenti dan memandang Leo Sedih.

‘maafkan aku, Leo’

Mark menepuk pelan kepala Raekyung, “itu sudah lama sekali. Jangan dipikirkan. Tidak apa-apa”

“apa kau juga tidak apa-apa, oppa?” ujar Raekyung sembari menatap mark. Mark langsung tersenyum dan mengangguk

‘kenapa sih harus mengangguk? Memang kau pikir aku merasa tidak apa-apa. Dasar pria menyebalkan’

“ada apa diam?” tanya Mark dan Raekyung menggeleng pelan lalu tersenyum. Mana mungkin Raeyung menjawab apa yang ia pikirkan.

“KALIAN BERDUA, AYO!!!” Leo menarik tangan Mark dan Raekyung bersamaan

 

**BGS: Less Than Nothing – (ost sassy go go)**

Bulan sudah menunjukkan wajahnya secara penuh. Raekyung, Mark, dan Leo pun sudah lelah bermain seharian ini. Tidak ada kecanggungan, yang ada hanya recalling waktu ketika dulu masih sangat sangat menyenangkan.

“Leo jadi beli minuman apa?” tanya Raekyung pada Mark

“minuman kesukaannya. Jika kau ingat-“

“susu coklat dingin?” ujar Raekyung dan Mark tersenyum, “pantas ia bisa setinggi itu”

“dan kau masih sependek ini?” ujar Mark dan Raekyung memajukan bibirnya, “aku bercanda Raekyung-ssi”

“arasseoyo oppa” ujar Raekyung sembari melihat kanan kiri menunggu Leo

 

“maafkan kekasaranku tempo hari” ujar Mark sambil memberikan coklat kecil, “dulu kau pernah minta dibuatkan coklat kan? Apa ini masih berlaku?”

Raekyung tersenyum dan menerima coklat mark, “masih oppa. Gamsahamnida”

“aku hanya kaget, senang, marah, dan segalanya tercampur aduk ketika kau ada dihadapanku setelah 10 tahun kau pergi. Aku sampai tidak bisa berpikir jernih”

“itu…”

“aku sama sekali tidak menyangka bisa bertemu denganmu lagi Raekyung. Aku terlalu-“

“kaget?”

“ya seperti itu”

“aku mengerti. Saat aku menemui kalian, aku tidak berharap kalian mengenali atau bahkan memaafkanku. Aku terlalu egois, dengan pergi dari kalian saat itu”

“pergi dari kami? Maksudnya?”

“aku sengaja pergi saat itu. Hatiku sedang tidak karuan, dan aku stress. Jadi aku lebih memilih menghindar”

“aku tidak paham Raekyung”

Akhirnya Raekyung jujur pada Mark. Tentang Raekyung tidak tahu kalau Leo adalah anak dari Jaebum, tentang Jaebum dan Mark adalah sahabat, dan kebimbangannya pada Mark dan Jaebum. Raekyung berpikir bahwa Jaebum seperti kakaknya, namun Jaebum menyayanginya, dan alasan lain yang membuatnya memutuskan ke Amerika. Mark kaget dengan apa yang Raekyung katakan. Raekyung tersenyum dan Mark hanya bisa diam.

“itulah alasan aku pergi. Ku rasa ini adalah hal yang baik, oppa. Semua sudah baik-baik saja”

“sengaja menghilangkan diri, dan menyakiti sekitarmu? Kau pikir kau hebat sampai hati kau melakukannya?” ujar Mark dengan nada dingin, “sampai hati sepertinya bukan hal yang tepat. Kami tidak mengenalmu, ya mungkin saja kau melakukan hal seperti itu” imbuh Mark lagi tanpa menatap Raekyung

Raekyung tersenyum. Ia sudah sangat mengantisipasi hal ini. Ia menyadari kesalahannya dan jikalau ia tidak dimaafkan, ia menerimanya.

“kenapa tersenyum? Kau bangga?” sindir Mark lagi dengan suara singitnya

Lagi-lagi Raekyung tersenyum, “aku tahu kau akan membenciku. Aku pikir Jaebum dan Leo akan membenciku, ternyata tidak. Leo sangat sangat kembali seperti ia yang dulu, bahkan ia mengingatku. Hanya saja orang yang aku pikir tidak akan membenciku adalah kau, oppa. Namun aku tidak menyalahkanmu, ini murni kesalahanku. Tidak masalah. Yang penting sekarang aku sudah melihat dan bertemu dengan kalian bertiga. Itu cukup”

“kau…”

 

“Raekyung noona!! Mark appa!!” suara Leo menghentikan pembicaraan Mark dan Rekyung, “ini minuman kalian”

“nee” ujar Mark

“thankyou sweety”, Raekyung mengambil minumannya dari Leo dan bangkit dari duduknya, “ya sudah, sepertinya aku harus pulang”

“mwo? Bukankah kita belum makan malam?” ujar Leo dengan wajah sedih. Mark hanya bisa diam. Ia masih terlalu kaget dengan hal yang dikatakan Raekyung tadi

Mark bangkit dan menatap Raekyung dingin, “biarkan saja jika ia ingin pulang Leo. Mungkin ia lelah. Makan malam bisa bes-“

“tidak” ujar Raekyung memotong ucapan Mark, “besok sore, aku harus ke Airport. Sudah lama aku disini. Aku harus kembali ke Amerika, ada yang harus ku urus”

KEMBALI KE AMERIKA

Mark dan Leo terkejut menatap Raekyung.

Leo tersenyum, “kau kembali untuk pergi lagi?”

“Leo”

“jadi kau tidak tinggal disini?”

“aku akan datang lagi jika pekerjaanku bisa terhandle, atau kalian yang datang ke Amerika. Kuberikan alamat rumah, alamat email dan nomor ponselku jika kau mau. Aku tidak hilang, janji!” imbuh Raekyung

Mark terus menatap Raekyung tanpa kata. Leo merasakan kesedihan Mark.

 

Ketika kau mencintai seseorang dan kau hanya bisa diam, rasanya sangat sakit.

Hanya bisa diam dan melihat orang yang kau cintai akan pergi.

Setengah jiwa rasanya menghilang entah kemana.

Tapi tetap, kau tidak bisa melakukan apa-apa.

 

“noona, kkajima, jebal” Leo langsung memeluk Raekyung, “aku mohon kepadamu. Jangan membuat semua ini seperti mimpi”

“kan kau sudah besar, sehat, tampan, dan hebat. Aku sudah sangat bahagia melihatmu baik-baik saja” Raekyung menepuk pelan kepala Leo, “hubungi aku kapanpun. Sering-sering cerita”

Mark tidak bergeming.

Tatapannya kosong.

 

‘apakah ini berarti aku akan kehilanganmu lagi, Ray?’ gumam Mark dalam hati, ia hanya bisa diam dan melihat ke arah yang lain.

 

“tapi kau belum bertemu JB appa, kan?”

“itu mudah, aku akan menemuinya di kantor sebelum berangkat” Raekyung tersenyum, “Mark oppa, Leo, terima kasih untuk hari ini. Aku sudah melunasi janjiku untuk ke Theme Park, kan? Leo, jadilah pria yang baik demi appamu. Mark oppa, juga kau harus sehat dan bahagia ya”

“noona…”

“see you again~”

 

Raekyung berjalan menjauhi mereka. Air mata Raekyung jauh tak terbendung. Ia tidak bisa menyembunyikan kesedihan luar biasanya. Ia tidak mampu mengatakan perasaannya pada Mark. Perasaan yang ia rasakan selama 10 tahun, tanpa berkurang sedikitpun.

“Mungkin ini yang terbaik untuk semua” ujar Raekyung sebelum ia menaiki taksinya.

 

“Aku yakin tadi itu dia menangis. Apa yang kau katakan padanya appa?” tanya Leo marah dan membanting kotak minumannya

Mark menatap Leo. Mark baru ingat bahwa Leo bisa menjadi orang lain ketika ada hal yang berhubungan dengan Raekyung. Sedari kecil, bahkan sampai sekarang pun ia bisa sangat keras kepala. Mark lupa total hal itu.

“tidak apa-apa. Ayo pulang, sudah mal-“

Leo menatap appa-nya dengan perasaan kesal, “aku mau ke suatu tempat. Appa pulang saja dulu. Aku bisa naik taksi nanti” ujar Leo, kemudian ia berlari menjauhi Mark. Leo menangis dan ia tidak tahu harus bagaimana lagi. Ia tidak mau kehilangan Raekyung. Ia ingin Raekyung selalu disampingnya

 

‘Leo, maafkan aku. Aku hanya terlalu egois untuk mengakui bahwa aku masih sangat mencintai Raekyung. Aku tidak tahu bagaimana perasaan Raekyung, dan aku tidak berani bertanya. Sekarang ia kembali ke Amerika secara mendadak, aku yakin karena perkataanku tadi. Sungguh maafkan aku’

“maafkan aku Choi Raekyung. Aku masih sangat mencintaimu hingga detik ini. aku hanya tidak tahu bagaimana memulai lagi perasaan ini. aku takut aku akan kehilangan lagi. Andai kau tahu bahwa kehilangan seseorang yang sangat kau cintai sangat berat. Kau bisa saja hampir mati karena terlalu sedih”

Mark menatap arah Raekyung pergi meninggalkannya. rasa sesak menggemuruh. Tetap, ia tidak bisa berbuat ataupun mengatakan apapun saat ini.

——-

Keesokan harinya, Mark datang ke rumah Jaebum.

“Jaebum, kemarin Leo pulang malam?” tanya Mark seraya memasuki dapur

Jaebum menghentikan aktifitas laptopnya kemudian mendekati mark, “Jaehyunie? Hmm… aku tidak tahu. Ia pulang dan langsung masuk kamar. Aura negative sedang menyelimutinya. Aku agak takut, jadi aku diamkan dulu”

“hmm”

“kau ribut dengan dia kah?” tanya Jaebum dan Mark mengangguk

“Jaebum kenapa aku bodoh sekali!! aarrrhhh! Aku kesal pada diriku sendiri!” Mark membanting gelas ke meja dan mengagetkan Jaebum.

“neo waegeurae?” Jaebum kesal karena ia benar-benar kaget

“aku berhak dibenci Leo. Bodohnya diriku”

“ini ada apa sebenarnya?”

“kemarin…”

Mark menceritakan detail masalah yang terjadi diantara ia dan Raekyung. Sampai akhirnya Leo mengamuk dan meninggalkannya sendiri di Taman. Jaebum sampai lupa mengatupkan mulutnya karena terlalu kaget dengan cerita Mark.

“ya Tuhan Mark, berapa tahun kau mengenal anakku? Kan kau tahu ia sangat menyayangi Raekyung. Matilah kita. Ia bisa-bisa mogok bicara padaku juga jika begini” Jaebum menepuk dahinya sendiri.

Ia frustasi karena ia dan Mark sama-sama tahu dan sangat paham sifat Leo yang sangat sensitive jika dikaitkan dengan Raekyung.

“maafkan aku. Aku hanya kesal mengapa Raekyung begitu mudah pergi dan tersenyum ketika aku benar-benar mengatakan hal yang sejujurnya bahwa aku kesal padanya? Aku ingin dia… dia…”

“Raekyung sudah sangat antisipasi dengan kita. Namun ia tidak menyangka bahwa yang paling tertekan dan kesal adalah dirimu. Waktu itu aku menceritakan padanya masa lalu kita dan perasaanmu yang hancur karenanya”

“mwo?”

“sudah seharusnya dia tahu Mark” Jaebum menepuk bahu Mark yang tegang, “Aku ingat apa yang ia katakan, bahwa ia akan menerima kebencian darimu. Ia siap dibenci olehku, Jaehyun, dan kau Mark, sebagai pria yang sangat ia cintai”

“what do you mean?”

“hmm, Ia terlalu kaget dengan kenyataan bahwa aku adalah ayah kandungnya Leo, sedangkan aku yang memang mencintainya, tak bisa ia paksakan hatinya. Ia hanya mencintaimu. Sepuluh tahun ini, sama sepertimu. Aku rasa ia belum jujur masalah ini karena ya seperti yang tadi ku katakan, ia tidak menyangka kalau yang paling membencinya adalah kau. Ia tidak mau kau semakin membencinya”

“mworagoo?”

 

*BGS: Takaramono – Guitar Version (OST Itazura na Kiss LIT)*

Jaebum memandang sahabatnya yang seperti kehilangan separuh nyawanya.

“setelah ia menceritakan semuanya, aku baru sadar, di umurnya yang baru 16 tahun, ia dipaksa berpikir dan bersikap dewasa. Ia tidak mau menyakiti siapapun, oleh karena itu ia memilih pergi. Mungkin jika kita membencinya, lebih mudah bagi kita melupakannya. Itu yang ada dipikirannya saat itu. Ia kembali dan siap untuk dibenci. Mungkin itu alasannya ia selalu tersenyum ketika kau marah”

Mark terduduk dan menangis.

“aku mencintainya, sangat. Kau tahu kan, butuh berapa lama aku bangkit setelah ia pergi tanpa kabar. Aku benar-benar mau mati rasanya saat itu. Ketika aku menemukan wanita yang aku cintai setelah kepergian dua wanita yang sangat berarti di hidupku, Ia menghilang begitu saja. Aku takut saat aku jujur mengenai perasaanku, dan bertanya mengenai perasaannya, perasaan itu sudah berubah. Kenapa cinta begitu rumit?”

Jaebum hanya melihat sahabatnya menangis. Menangis sejadi-jadinya seperti anak kecil, LAGI.

 

“ia akan ke Amerika, dan ku rasa urusannya selesai jam 19:20. Jika kau mencintainya dan mau memberikan ibu untukku, kejar dia. Jika ia pergi, aku yakin perasaannya padamu akan hilang selamanya”

LEO

“YAA! IM JAEHYUN! Kau seperti hantu tiba-tiba disampingku!” gerutu Jaebum, ia benar-benar kaget karena Leo mendadak disampingnya

“appa, ayo kita antarkan pria bodoh ini bertemu orang yang dicintainya” ujar Leo sambil memandang Mark

“Leo”

“Aku tidak mau rumahku banjir karena tangisan pria bodoh yang super bodoh” Jaebum mengulurkan tangannya ke Mark, diikuti Leo, “kajja~”

“kajja, Mark appa”

“nee”

 

Hari ini pengecualian.

Jaebum membiarkan anaknya membawa mobil dengan kecepatan luar biasa.

Leo atau Im Jaehyun, adalah salah satu anggota racing yang mewakili Korea Selatan di tingkat Junior Dunia.

Ia mengizinkan Leo untuk menaklukkan jalanan ke Airport.

 

*Airport, 18:50 PM*

“Raekyung!!”

“Raekyung eodisseo?”

 

Jaebum dan Mark seperti kehilangan arah saat mencari Raekyung. Bahkan mereka bertanya kepada setiap penjaga, staff, dan orang-orang di bandara mengenai Raekyung.

“aku tidak akan pernah menemukannya” Mark duduk dan pasrah. Air matanya jatuh. Napasnya begitu tersengal-sengal

Leo dan Jaebum saling melihat. Mereka mengerti apa yang dirasakan Mark.

Leo mendekati Mark dan tersenyum, “kau pernah dua tahun tidak menyerah mencari noona. Kita belum dua puluh menit mencari noona, dan kau sudah menyerah? Are you kidding me?”

“Leo”

“Mark, jika aku yang menemukan Raekyung terlebih dulu. Aku akan memeluknya. Lalu aku akan langsung melamarnya. Kau akan menyesal jika itu terjadi” ujar Jaebum dengan nada serius, “kan kau juga tahu bahwa aku mencintainya”

“appa?” Leo kaget dengan apa yang Jaebum katakan

“JANGAN BERCANDA PADAKU!” Mark teriak lalu kembali mencari Raekyung

Leo menatap Jaebum dan tidak percaya dengan apa yang barus aja ia dengar, “appa kau serius?”

Jaebum mengangguk dan tersenyum.

“jika aku bertemu dengan Raekyung terlebih dulu, aku akan memeluknya”

“lalu, kau akan…” Leo sangat kaget dan tidak sanggup mengikuti kalimat yang tadi appa-nya lontarkan

“tentu saja menelpon si bodoh agar menghampiri kami. Jadi ia tidak akan kehilangan cintanya”

“MWOGA?”

“aku hanya bercanda Im Jaehyun hahahaha”

“YAA!! NEON BABO APPA, JINJJA!”

“mianhae haha”

“geundae appa… kau masih mencintai noona?”

“hmm?”

“masih kah?”

“ya masih” ujar Jaebum tanpa ragu, “aku masih mencintai Raekyung, bahkan sampai sekarang. Namun aku sadar, pria yang ia cintai dari dulu adalah Mark. Lagipula dengan Mark pun, kau akan memanggilnya Raekyung eomma. Jadi sama saja”

“mianhae appa”

“aniya Jaehyunie. Memilikimu saja sudah cukup bagiku. Melihatmu tumbuh dewasa dan sehat dan juga menjadi pria yang cerdas, adalah kebahagiaan luar biasa. Aku yakin Ibu mu di surga akan bahagia”

“appa..” Leo memeluk appa-nya begitu erat.

Jaebum memang masih sangat mencintai Raekyung. Kata ‘sangat’ yang tidak ia katakan kepada anak lelaki satu-satunya ini. Ia tidak ingin membebani pikiran Leo.

Namun hati tidak akan bisa dipaksakan walaupun perasaan yang kau miliki untuk orang lain itu begitu besar. Bahkan mungkin jauh lebih besar dari orang lain itu. Karena begitu besar, kau memilih merelakan ia bahagia dengan pria yang dicintainya’

Sesungguhnya, cinta tidaklah rumit. Seorang pecinta yang belum paham makna cinta akan menganggap bahwa cinta itu rumit. Cinta itu sederhana. Sesederhana aku mencintainya atau dia mencintaiku.

Sama seperti Mark dan Raekyung saat ini.

 

—–

Sudah pukul 19:45, bahkan pesawat yang dimaksud sudah berangkat, Mark masih belum bisa menemukan Raekyung. Mark hanya bisa terdiam di ruang tunggu.

“I’m so sorry Raekyung. I still love you this much. I just don’t know how to show off to you. I can’t lose you again. It hurt me so damn much. I love you, Raekyung. What should I do to make you staying here?”

 

“hmm… marry me then”

“I will marry you, Raekyung. I love you”

“so you still love me?”

“yes, and I don’t wanna lose you”

“really? How much do you love me?”

“this much. I really… Raekyung??” Mark menatap seseorang dihadapannya, “RAEKYUNG!!!

“yes, my name is Raekyung Choi. You can call me Raekyung, or just Ray suits me fine” ujar Raekyung tersenyum

“Amerika? Pesawat itu? Terbang pesawatnya? Terbang di angkasa” ujar Mark syok karena melihat Raekyung diluar pesawat hingga kehilangan kata-kata

“oppa, dari dulu padanan pesawat ya terbang. Bukan pesawat selam. Pesawat terbang di angkasa, jika terbang di laut itu menyelam”

“aniya.. maksudku, kau ke Amerika?”

“aku baru mau mengisi formulir ticketing untuk keberangkatan besok malam”

“Leo bilang…” ujar Mark. Lalu Mark sadar kalau Leo mengerjainya, “IM JAEHYUN KAU MENGERJAIKU!!”

 

“GEUROMYEON” teriak Leo dari arah berlawanan. Diikuti Jaebum dan BamBam yang tertawa.

“annyeong Raekyung” ujar Jaebum

“Hai…” Nara dan Jinyoung pun datang

 

“bisa jelaskan padaku apa yang terjadi?” Raekyung sama sekali tidak paham dengan apa yang terjadi

Mark langsung memeluk erat Raekyung, “kau tidak boleh pergi. Apapun alasannya! Jangan pergi lagi, aku bisa mati jika kau pergi lagi”

“oppa neo wageuraeyo?” Raekyung mulai paham maksudnya

Mark melepaskan pelukannya dari Raekyung.

“aku pernah melepasmu sekali. Aku menyesal bertahun-tahun sampai nyaris mati. sekarang aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi. Jika memang kau harus pergi, ku berikan kau syarat mutlak”

“syarat mutlak?”

“would you marry me, Choi Raekyung?”

 

“NEE?”

Semua terkejut dengan tindakan Mark, terutama Raekyung.

Raekyung memasang wajah datar. Ia bingung. Ia hanya diam.

Suasana menjadi kaku

 

“kau marah padaku Raekyung?”

“aniya geunyang..”

“aku mohon menikahlah denganku”

“tidak semudah itu oppa. Mianhae” ujar Raekyung.

Leo, Jaebum, Nara, Jinyoung, dan BamBam syok dengan apa yang baru saja dikatakan Raekyung. Terutama Mark.

“arasseo. Gwaenchanayo” Mark bersikap tegar dan mulai sedikit tersenyum

“nee”

“kau boleh kembali ke Amerika” imbuh Mark dengan suara yang terdengar sangat berat

“tentu saja. aku harus ke Amerika dulu menyusun pekerjaanku. Aku harus memberikan surat resign, dan izin kepada orangtuaku. lalu kembali kesini dan sedikit demi sedikit mempersiapkan semua”

“nee?”

“pernikahan kan butuh banyak hal. Mungkin aku butuh Nara, Bambam, dan Leo untuk disampingku. Itu juga kalau tidak keberatan”

“jadi kau setuju noona menikah dengan pria bodoh dihadapanmu itu?” tanya Leo memastikan.

“I still love him so much. Yow knew it, right?” ujar Raekyung sambil menatap Mark

 

“AAAAA!!!! I LOVE YOU RAEKYUNG!” Mark berteriak lalu menggendong Raekyung. Seluruh calon penumpang dan orang-orang di bandara memandang mereka sambil tersenyum dan tertawa

“oppa”

“AKU AKAN MENIKAH!! AKU AKAN MENIKAH!!” Mark terlihat sangat bahagia hingga ia lepas kendali

 

“sungguh terlalu… aku baru sadar, appa memiliki sifat itu” Leo menggerutu karena kelakukan Mark

“hey boy, you will know if you fall in love with someone” ujar BamBam dan Leo tersenyum

“kau hanya bisa tersenyum ketika yang kau cintai bahagia. Kalau untukmu, cinta butuh waktu ya hahaha” imbuh Jaebum membelai kepala anaknya

 

“aku tahu rasanya, karena Raekyung noona adalah cinta pertamaku”

 

“MWORAGOO?” ujar BamBam dan Jaebum syok dengan jawaban Leo. Leo memandang Nara dan Nara tersenyum.

“Im Jaehyun-ah, jinjjaroo?” Jaebum melihat Leo, sedangkan Leo hanya tersenyum dan tertawa melihat Mark dan Raekyung yang terlihat sangat bahagia. Jaebum sangsi apakah yang dikatakan anaknya ini benar atau hanya bercanda, “jangan membuatku kaget, bocah”

“wooow if that’s true, you are amazing. If not, you almost give me a heart attack” imbuh Bambam sambil tertawa

“kalian percaya? Haha” imbuh Leo, dan Jaebum hanya memijat kepalanya karena sangat kaget

“Im Jaehyun, dipukul kau jika membuat kepalaku pusing”

“mereka sangat bahagia ya” ujar Leo sambil menyilangkan tangannya

“kita juga harus bahagia seperti mereka” imbuh Nara sambil memeluk Jinyoung

 

Leo tersenyum melihat dua orang yang sangat berarti dihidupnya akan terus bersama.

‘noona I do really love you at that time. I love you so much. You are my first love, and actually, I still love you. I wish you will be mine one day. But then I realized that you will be my mother. It hurt, it hurt me so much. But I know, when you being my mother, you will guide me much better. I will be fine and it will heal step by step. Noona, when I fall in love again with someone, I will let you know first, as a mom, please tell me to be nice man to that woman. I just don’t wanna thinking that love is so complicated. I just want to know that loving someone will be so simple, as simple as I love you. I love you, Choi Raekyung. Hey, it’s my biggest secret ya’

 

 FIN-🙂

 

 

3 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s