THE REASON [UNTOLD – PART 12]


03

Title     :  THE REASON [UNTOLD – Part 12]

Author :  Anastasia (@anastasianana_)

Genre :  Friendship, Romance, Family

Rating:   AG (All Age) / T

Main Cast     :  Park Chanyeol, Park Nara

Other Cast : Found them by yourself  :)

Ketika kau ragu pada hatimu, tutuplah kedua matamu.

Bayangkan hal-hal terbaik yang terjadi.

Kau akan temukan jawabannya.

Pada dirimu sendiri.

 

“jadi kau ada hati pada Kyuhyun sunbae itu?” ucap Daehyun sambil memangsa habis oden ku

“Kyuhyun oppa sudah tahu banyak tentangku. Ya terkecuali mengenai pernikahanku, karena memang tidak banyak yang tahu”

Daehyun menatapku dengan mulut penuh dengan makanan, “sahabatmu di kampus?”

“tidak juga”

“mereka suka bercerita banyak hal?” Tanya Daehyun dan aku tertawa

Ku keluarkan ponsel dan ku tunjukkan photoku bersama Sehun, Kyungsoo, dan Jongup di Theme Park seminggu lalu, “minggu lalu kami kesini, dan kami sangat bersenang-senang. Mereka banyak hal tentang keluarga dan seseorang yang mereka sukai. Menangis dan marah-marah dalam satu waktu. Hahaha. sangat menyenang-“

“berarti mereka bukan sahabatmu” ujar Daehyun dalam.

“nee??”

“benar sekali bahwa kau adalah sahabat mereka. Tapi mereka bukanlah sahabatmu”

“maksudmu?”

“Jika mereka sahabatmu, pasti kau sudah menceritakan masalah pernikahanmu. Ini adalah hal besar, dan kau juga harus bercerita. Jika kau menanggap mereka sahabatmu seperti kau menganggapku”

“mereka tidak tahu dari awal. Kalian berbe-”

“kau tidak pernah bercerita bagaimana mereka bisa tahu? Tidak usah jauh-jauh, yang masalah Skateboard oppa dan Kyuhyun oppa itu, apa awalnya mereka tahu?”

Aku menggeleng pelan, “nah. Mereka kan tidak tahu. Jika mereka melihat kau sedih ataupun marah, kau bilang padaku kalau mereka hanya bisa berdiri dan berada di sampingmu tanpa tahu duduk perkara masalahmu” imbuh Daehyun sembari melanjutkan makan kimbab.

“hmm…”

“Pikirkan lagi Nara. Sejauh mana kau menganggap mereka sahabatmu”

“kau marah padaku?”

“ha? Tidak bocah gendut! Aku hanya memberi saran. Kau datang dengan muka busukmu itu, membuatku kaget saja”

“apa Youngjin, Hwangdoo, dan Kara tahu ceritamu?” tanyaku to the point dan tanpa disangka Daehyun mengangguk cepat, “jinjjayo?”

“skala 1 sampai 10, mereka tahu sebesar 8. Sedangkan sahabatmu itu, kurasa tahu hanya maksimal ya 5 saja. Banyak yang kau tutupi dari mereka”

“aku tidak tahu dari mana harus memulainya. Cerita tentang aku dengan chanyeol, aku dengan Junhong oppa, dan aku dengan Kyuhyun oppa. Aku bingung karena memang sudah lama dan-“

“Hei bocah gendut, Junhong siapa pula?” Daehyun menepak keningku saat aku sedang bicara

“ah skateboard oppa namanya Choi Junhong. Mahasiswa yang mengenalnya suka memanggilnya Zelo”

“oh aku tidak tahu. Ayo lanjutkan…”

Aku menatap Daehyun, “aku harus bagaimana ya?”

“ceritakan semua dari awal pada mereka. Tapi pikirkan bagian-bagian yang tidak perlu kau ceritakan. Sama seperti ketika aku bercerita pada sahabatku di kampus. Kalau kau kan cerita padaku tanpa sensor. Dasar bocah gendut yang bodoh!”

“Jung Daehyun…”

“nee?”

“aku tahu aku bodoh. TAPI AKU TIDAK GENDUT. DASAR JUNG DAEHYUN TENGIK!!!”

“hahaha… itu baru Nara yang aku kenal. Semangat tanpa henti. Membara setiap hari”

“jangan meracau tidak karuan, dasar”

“kau hanya perlu jujur Park Nara hahaha”

“Daehyunie…”

“waeyo?”

“tetaplah panggil aku Choi Nara”

“lho namamu kan Park Nara, bagaimana bisa dipanggil Choi Nara”

“aniyaa…. geunyang…”

“ayo Nara berpikir. Kalau tidak, kalau dalam masalah besar”

 

Bahkan Daehyun berpikir seperti itu. Aku tidak mau berbohong, aku lelah berpura-pura semua baik-baik saja. Aku tidak pandai menyembunyikan perasaanku.

Ya Tuhan,

Aku harus bagaimana menghadapinya. Aku tidak mau kehilangan Chanyeol mungkin lebih tepatnya aku takut ia meninggalkanku. Tentu saja dia suamiku. Namun aku juga harus berpikir ulang mengenai Kyuhyun. Selain itu,  Junhong oppa… haruskah aku mendengar penjelasannya? Aku terlalu takut.

 

“Chanyeol hyung tidak akan pernah meninggalkanmu demi wanita lain. Jikalau ia meninggalkanmu adalah ketika Tuhan memisahkan kalian dengan maut”

“maksudmu apa tiba-tiba bicara seperti itu?”

“kau takut akan hal itu kan?” ujar Daehyun blak-blakan dan aku mengangguk pelan

“Nara… Mungkin ia masih belum mengerti dan belum bisa menyatakan perasaannya padamu. Tapi percayalah, ia bukanlah batu. Ia adalah spoons halus yang jika kau hujani kasih sayang dan perhatian, ia akan merasuk ke dalam hati dan perasaannya. Ia tidak mudah menyatakan atau memperlihatkan perasaannya”

“ia tidak bicara atau memperlihatkannya, daehyun”

“Kau harus mengerti, karena tidak semua pria bisa romantis ataupun bisa mengungkapkan perasaannya melewati kata-kata atau perlakukan. Pria cuek bukan berarti dia benar-benar cuek. Ia seperti itu terkadang ia tidak tahu harus berbuat apa padamu”

 

Sejenak kalimat Daehyun mengingatkanku pada semua kelakuan Chanyeol selama ini. Ia yang panic, ia yang marah, ia yang sabar, dan masih banyak lagi.

Yang salah aku ataukah Chanyeol, ataukah memang keadaan ini?

 

FEW DAYS LATER

Karena aku terlalu penasaran pada sahabat Chanyeol, akhirnya aku beranikan bertanya. Hari ini mood Chanyeol sedang baik. Ah ralat! Mood nya selalu baik. Ia selalu bisa menyembunyikan badmood nya dihadapanku. Oleh karena itu aku selalu merasa belum bisa membahagiakan Chanyeol

“Chanyeol.. yang tahu tentang kita, siapa saja? Maksudku sahabatmu” tanyaku padanya yang sedang sibuk menonton televise

“tentang kita bagaimana?”

“ya pernikahan kita”

Ia melihat ke arahku, “beberapa teman SMA ku yang ku pikir kau sudah tahu mereka”

“kampus?”

“Kalau kampus hanya Kang Minhyuk dan Kris hyung” ujarnya tanpa ada rasa bersalah

“kau bercerita tanpa bertanya dulu padaku?” aku mendekat ke arahnya dan ia menatapku

“disaat kau memutuskan untuk bercerita privasi kepada sahabatmu, ku pikir kau pasti sudah yakin mempercayakan hal ini pada mereka. Buktinya sudah 3 tahun ini mereka baik-baik saja dengan cerita ini” jawabnya sambil tersenyum

“apa kau bercerita ributnya kita ketika…”

“iya. Aku meminta saran mereka, dan saat itu aku di pukul Kris hyung. Pipiku memar. Kan kau tahu itu” ujarnya dengan nada sedih

“ah yang dulu itu ternyata dipukul?!”aku syok bukan main. Ternyata dia tidak bohong. Rasanya mau tertawa, tapi ia pasti tambah sedih jika aku tertawa

“kan aku sudah bilang kalau aku dipukul temanku. Tapi kau tidak percaya, kau tertawa, dan kembali berkutat dengan dapur kesayanganmu itu tanpa memperdulikan suamimu yang meringkik kesakitan”

Chanyeol cemberut. Ia kembali berkutat dengan televisinya. Aku mendekat ke arahnya dan aku memeluknya dari belakang, “mianhae uri chanyeol”

ia mencium rambutku, “tidak apa-apa. Yang penting sekarang kau sudah percaya” imbuhnya

Aku duduk dihadapannya, “aku boleh menceritakan tentang kita pada Sehun, Kyungsoo, Jongup, dan-“

“boleh” ucap Chanyeol tanpa ragu, “kau boleh menceritakannya. Bukankah selama ini kita tidak menyembunyikan apapun? Aku tidak pernah melarangmu” imbuhnya, dan aku tersenyum

“hmm..”

“bila perlu, biarkan saja semuanya tahu. hahaha” Chanyeol tertawa puas

“peluk aku” pintaku. Ia berhenti tertawa dan menatapku, “ayoo peluk aku” ia tersenyum dan ia langsung memelukku. Hangat. Sangat hangat.

 

KAU SALAH CHANYEOL.

Tanpa aku sadari, aku memang menyembunyikan hal ini pada sahabatku. Aku menyembunyikan dirimu. Aku tidak mau semua tahu, terutama Kyuhyun oppa.

Menyembunyikan kedekatan kita di kampus. Menyembunyikan sifat manjaku jika denganmu ketika sedang banyak orang di kampus. Aku menyembunyikan kehadiranmu.

Maafkan aku Chanyeol, ternyata kau tidak malu menikah denganku, kau mengakuiku sebagai istrimu. Akan ku katakan yang sebenarnya

 

FEW DAYS LATER

Aku belum ada waktu untuk bercerita pada sahabatku karena kami harus fokus di ujian akhir. Hari ini Chanyeol menyuruhku ke kelasnya, pulang bersama.

Kang Minhyuk oppa…

“Oppa…” teriakku pada Minhyuk oppa yang sedang berjalan sendirian. Seperti menuju kelas

Ia melambai padaku, “Nara. Kau mencari Chanyeol?” ujarnya pelan.

Aku menatapnya. Ia memang terlihat tidak mau banyak orang yang mendengar oleh karena itu suaranya pelan. Ia mendekatkan dirinya padaku dan aku hanya bisa tersenyum melihatnya berusaha menutupi kenyataan pernikahanku dengan Chanyeol.

“NEE. Aku menunggu Park Chanyeolku” ujarku cukup keras dan Minhyuk oppa shock dengan suara lantangku.

“su.. suaramu besar sekali. Ka…kajja… Ke kelas saja” ia mengajakku berjalan lagi lebih cepat, “atau mau tunggu disini? nanti aku sampaikan. Mungkin Chanyeol sedang beres-beres di kelas-”

“aku hanya ingin menemui suamiku. Boleh aku ikut?” ujarku tegas dan Minhyuk oppa melihat ke arahku dengan senyumnya. Tatapannya terlihat tegas tapi lembut. Ia mengangguk

“ayo kita menemui suamimu, Park Chanyeol” ucap Kang minhyuk lembut, dan menenangkan

“nee”

 

Selama perjalanan ke kelasnya, Minhyuk oppa bercerita cukup banyak. Mulai dari Chanyeol yang stress karena aku terlihat begitu dekat dengan Kyuhyun. Minhyuk oppa juga berhati-hati bertanya mengenai kedekatanku dengan Junhong. Ternyata Chanyeol tahu semua tapi ia lebih memilih diam dan mengawasiku.

Nilai ujian Chanyeol ada yang menurun, pekerjaan di kantornya yang banyak, aku yang sedang mudah sakit, dan banyak hal. Ia hanya diam dan bersikap semua baik-baik saja. Walaupun tidak begitu.

Aku tidak tahu ternyata ia bercerita dan tanpa takut ke sahabatnya ini. Aku juga tidak tahu bahwa dari sikapnya yang cuek dan tidak romantis, ia menyimpan kekhawatiran yang sangat besar pada aku dan masa depan kami. Chanyeol tidak malu menikahiku, ia bangga dan oleh karena itu dia selalu terlihat menjagaku saat kami berjalan berdua. Tanpa pelukan samping ataupun pegangan tangan. Ia menunjukkan perhatiannya lewat tindakan dan ucapannya.

 

Chanyeol… aku tahu ini agak terlambat.

Tapi bolehkan aku belajar mencintaimu dengan tulus?

Belajar menjadi sahabat dan istri yang baik untukmu.

 

“ada apa Nara?”

“hehe tidak apa-apa oppa. Kajja”

“nee”

 

Dari kejauhan aku melihat Chanyeol berberes tasnya. Ia melihatku berdiri di pojok, lalu dia cepat-cepat menghampiriku. Ia tersenyum, aku bersyukur memilikimu Chanyeol.  Sangat. Aku tahu banyak sekali pasang mata wanita melihat kami. Aku tidak peduli. Aku mengeratkan pelukanku pada tangannya dan Chanyeol mengelus kepalaku pertama kali. YEAAAAY AKU BAHAGIA. Kami terlihat romantis hari ini.

Chanyeol milikku. Chanyeol suamiku.  Mau apa kalian?

 

AUTHOR

Kyuhyun melihat Minhyuk dan Nara berjalan beriringan menuju kelas Chanyeol. Kyuhyun mengikuti dari belakang pelan-pelan. Sesampainya di kelas Chanyeol, Chanyeol keluar menghampiri Nara lalu mereka pergi.

“kenapa kau terlihat sebahagia itu Nara?” gumam Kyuhyun saat Nara memeluk lengan Chanyeol.

Kyuhyun terlihat sangat marah, “aku tidak akan pernah membiarkanmu jatuh ke tangan lelaki cupu itu Nara. Kau milikku”

Kemarahan Kyuhyun dirasakan Raekyung yang tanpa ia sadari sudah ada disamping Kyuhyun. Kyuhyun langsung berlari setelah mengumpat. Kyuhyun tidak sadar akan kehadiran Raekyung.

“Kyu… kau tidak akan pernah mendapatkan gadis polos itu” ujar Raekyung sembari melihat ke photo yang ia pegang.

 

FEW DAYS LATER

“HA?”

“YA TUHAN”

“JEONGMALYO?”

Teriak kaget Sehun, Kyungsoo, dan Jongup saat Nara selesai menceritakan masalah Kyuhyun, Junhong, dan terutama Chanyeol. Kyungsoo hanya terdiam tanpa suara, sedangkan Sehun dan Jongup mengomel tidak karuan karena Nara tidak mengatakan yang sebenarnya pada mereka.

“jadi yang aku lihat benar kalian ya” ujar Kyungsoo berkomentar.

Aku memiringkan kepalaku, “kau melihatku dengan siapa?”

“Chanyeol hyung. Masuk rumah dengan dinding tosca yang dekat Yongdae itu. Ke arah Shincuan bakery”

“HA?” imbuh Sehun dan Jongup, dan aku mengangguk, membenarkan perkataan Kyungsoo

“itu rumah kami. Mainlah kapan-kapan” ujarku dan mereka semua tertawa

 

Sehun mendekat ke arahku, “aku mau tanya.. apa kalian sudah… hmm, suami istri?”

“ah belum. Belum saatnya” ujarku tanpa canggung pada mereka dan mereka kembali tertawa. Sahabat biadab dasar

“aku yakin, jika Hayoung tahu, ia akan patah hati hahaha” Sehun tertawa sangat sangat puas. Kami semua tahu kalau Hayoung salah satu fans Chanyeol. Aku sih biasa saja tidak terlalu cemburu, karena aku tahu batasannya

 

FEW HOURS LATER

Dari kejauhan aku melihat Chanyeol melewatiku, dan bersikap biasa saja.

“kenapa bersikap biasa saja pada istrimu hey Mister Park?” ujarku kesal pada Chanyeol, diikuti suara cekikikan ketiga sahabatku

Chanyeol berhenti dan memandangku. Kemudian ia tersenyum, seperti lega atau senang atau ya semacam itu. Ia mendekat ke arahku dan duduk di sampingku. Ketiga sahabatku malah melambaikan kedua tangan mereka seperti orang bodoh dihadapan Chanyeol.

 “Chanyeol, ini sehun, ini Kyungsoo, ini Jongup” Chanyeol tersenyum, “Sehun, Kyungsoo, Jongup, ini Park Chanyeol. Sahabatku, kesayanganku, oppa ku, dan dia suamiku” ujarku sambil memeluk lengannya

“annyeong Chanyeol hyung…” mereka melambaikan tangan mereka lagi

“annyeong…” balas chanyeol sambil tersenyum. Kami berlima tertawa bersama. Bercerita ini itu hingga berjam-jam.

‘Menyenangkan ketika orang-orang terpenting dihidupmu bersinkronasi dengan baik seperti. Rasanya ingin selalu begini saja’

Chanyeol welcome sekali pada mereka bertiga, dan tanpa ku duga, mereka bertiga tidka marah ataupun melakukan hal yang aku takutkan selama ini. Mungkin aku hanya terlalu takut pada sesuatu yang bahkan tidsk beralasan.

 

‘memangnya kenapa jika banyak yang tahu mengenai aku dan Chanyeol?’

‘memangnya kenapa jika akhirnya tersebar?’

‘Chanyeol pasti akan terus memilih dan menjagaku’

 

Hal-hal seperti itu pun sirna sudah. Semua sudah bukan masalah lagi. Sekarang yang perlu aku lakukan adalah membiasakan diri dibicarakan orang-orang mengenai hubunganku dengan Chanyeol. Bukankah itu tidak masalah?

Akan ada saatnya Kyuhyun oppa tahu semua. Lagi pula Kyuhyun oppa dan aku hanya dekat. Belum tentu ia benar-benar menyukaiku dan belum tentu juga Junhong oppa cinta mati padaku seperti yang dikatakan ketiga sahabatku yang bodoh itu. Mana mungkinlah.

Belum tentu, bukan?

 

“Chanyeol hyung tidak akan pernah meninggalkanmu demi wanita lain. Jikalau ia meninggalkanmu adalah ketika Tuhan memisahkan kalian dengan maut. Nara… Mungkin ia masih belum mengerti dan belum bisa menyatakan perasaannya padamu. Tapi percayalah, ia bukanlah batu. Ia adalah spoons halus yang jika kau hujani kasih sayang dan perhatian, ia akan merasuk ke dalam hati dan perasaannya. Ia tidak mudah menyatakan atau memperlihatkan Kau harus mengerti, karena tidak semua pria bisa romantis ataupun bisa mengungkapkan perasaannya melewati kata-kata atau perlakukan. Pria cuek bukan berarti dia benar-benar cuek. Ia seperti itu terkadang ia tidak tahu harus berbuat apa padamu”

 

Jika kau ingin mengetahui sesuatu, kau memang harus memiliki keberanian dalam melangkah. Jika kau tidak berani, bahkan Tuhan pun tidak akan mau membantumu.

Aku sudah berani melangkah, aku melawan segala ketakutanku, dan Tuhan membantuku. Aku mengerti semua yang dikatakan Daehyun, ‘melangkah sejauh yang kau bisa’.

 

Let me introduce myself, my name is Nara Park.

I’m Chanyeol Park’s wife.

 

‘aku jatuh cinta kepada dirinya,

Sungguh-sungguh cinta, oh apa adanya.

Tak pernah ku ragu,

Namun tetap slalu menunggu.

Sungguh aku jatuh cinta kepadanya’

 

AUTHOR

Nara mulai membuka hati sepenuhnya untuk Chanyeol, dan Chanyeol juga sudah mulai bisa memperlihatkan kesungguhannya pada Nara.

Selama ini Chanyeol tidak bisa menunjukkan perhatiannya seperti yang lain karena ia tahu, ia memiliki fans dan ia tak mau Nara disakiti. Selain itu ia sepertinya merasa kalau Nara belum siap jika banyak orang tahu tentang kenyataan yang sebenarnya.

Kenyataan bahwa ia dan Nara sudha menikah sejak lama dan kenyataan bahwa Nara masih ragu akan hatinya. Nara sedang dekat dengan Kyuhyun dan itu sangat membuat Chanyeol resah. Ia sayang pada Nara dan tidak mungkin bisa melepas Nara. Ia tidak hidup tanpa Nara. Namun sikap Nara membuatnya takut untuk mengambil tindakan.

Sejak sahabat Nara tahu bahwa Chanyeol adalah suami Nara dan Nara juga terlihat santai, maka Chanyeol pun tidak segan menunjukkan perhatiannya pada Nara. Ia tidak ragu menggandengan tangan Nara, memeluk Nara, dan tersenyum bersama sahabat-sahabat Nara.

Walaupun Kyuhyun pernah meminta Chanyeol menjauhi Nara, ia tidak peduli.

‘Nara milikku. Nara istriku. Mau apa kau?’

 

Bersikap tidak peduli bukan berarti kau benar-benar tidak peduli.

Kau hanya takut untuk terlihat peduli karena jika kau peduli, tanggapn yang kau terima tidak seperti yang kau harapkan.

Jadi bersikap biasa saja menjadi pilihan yang terbaik.

 

TO BE CONTINUE

One response

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s