Evil Prince and Wolf Girl [Part 1]


01

Title     :  Evil Prince and Wolf Girl [Part 1]

Author :  Anastasia (@anastasianana_)

Genre :  Friendship, Romance, Family, School

Rating:   AG (All Age) / T

Main Cast     :  Jung Leo, Han Nara

Other Cast : Found them by yourself  :)

Backsound: Peterpan by EXO, Call Me Baby by EXO, 

Impianku sederhana…

Memiliki masa sekolah yang indah dengan banyak teman.

Memiliki kekasih yang sesuai dengan diriku.

Menjadi seseorang yang menyenangkan.

Tapi aku rasa menjadi salah satu di atas saja sulitnya setengah mati.

 

Namaku Han Nara. Ini adalah tahun pertamaku di SMA. Aku tipe yang sulit berteman. Aku hanya punya satu sahabat dari aku SD, Shin Raekyung. Kami satu sekolah, tapi beda kelas. SIAL.

Jika keadaan kepepet, aku suka berbohong. Ya aku memang wanita serigala. Hanya Shin Raekyung yang tahu dan mau membantuku memecahkan semua masalah. Dan aku sudah memulainya di minggu pertama aku sekolah.

 

“ha? Ini kekasihmu?” ujar Yura. Seorang teman yang mau berteman denganku karena ‘kebohongan’ cantikku di hari pertama sekolah. Aku mengangguk bangga.

Teman yang lain, Hyeri, menatap lekat foto itu. Apa ia mengenalnya? GAWAT!

“sepertinya pacarmu tidak asing di mataku. Siapa yaa?” ujarnya dan aku kelabakan. SIAL. Apakah pria ini artis? Apa foto model? Kan aku tidak update mengenai hal seperti ini? Atau bahkan kenalannya Hyeri? Astaga Tuhan, matilah aku!

“ma.. mana mungkin kau mengenalnya. Ah sudahlah, sini” aku mengambil kembali handphoneku dengan santai. Kemudian kami berbincang mengenai kebiasaan-kebiasaan kekasih kami. Hmm, aku kembali bersilat lidah untuk memperat pertemananku.

‘dan aku semakin terjebak di keadaan bodoh ini, dan si bodoh Raekyung tidak mau membantu. SIAL’

 

**Few Days Later**

Seseorang menubruk Yura di kantin, dan betapa terkejutnya aku siapa yang menabrak Yura.

“kau kan…”

“pacarnya Nara?”

Aku langsung menariknya menjauh dari Yura dan Hyeri. Aku sangat sangat panik dengan kejadian ini. Ia terlihat santai dan lebih terlihat mengamati keadaan.

Akhirnya ku ceritakan semuanya, dan ia menganggukkan kepalanya. Tidak marah, tidak kesal, tidak bingung, benar-benar biasa saja. Aneh.

 

Ia menatapku, “jadi begitu..”

“iya. Aku jadi terpaksa bohong kalau kau pacarku”

“hmm…’

“maafkan aku” aku membungkuk benar-benar dalam, aku takut dia tersinggung.

“lalu?”

Aku berusaha memberanikan diri melihat wajahnya, “kalau tidak keberatan, maukah kau menjadi pacarku satu bulan saja. Setelah itu…”

“boleh” ia tersenyum sangat manis, “tidak masalah” imbuhnya

 

“HA? Kau serius Leo-ssi?” aku kaget luar biasa. Aku punya pacar? Serius?

Leo duduk di bangku taman dan tersenyum bagai malaikat, “iya, aku mau jadi pacar bohonganmu”

“terima kasih banyak!! Terima kasih banyak!!”

Tampan. Pintar. Ramah. Sederhana. Astaga pangeran sekali pria ini. Aku berdiri dihadapannya dan..

 

“duduk…” Leo memintaku ‘duduk’ dengan menggerakkan telunjuknya

“maksudnya?”

“duduk, julurkan lidah, dan lalu berputar tiga kali” jelasnya lagi. Namun tatapannya seperti iblis! Aku bersumpah, ia seperti iblis. Haruskah?

Aku bingung dan terus menatapnya, “Jung Leo-ssi”

 

“lakukan jika kau ingin aku berpura-pura jadi pacarmu” ia melap bagian sudut bibirnya dan menatapku sangat mengerikan.

“kau menyuruhku seperti peliharan anjing yang…”

Ia tersenyum seperti malaikat sambil menggerak-gerakkan telunjuknya dan memintaku berlaku seperti hewan peliharaan, “duduk, julurkan lidah, dan lalu berputar tiga kali”

“oh astaga…”

“kau harus siap dengan apapun yang aku katakan dan aku suruh”

“mworagoo…”

“lakukan sayang… jangan kau kira aku mau saja kau libatkan dalam omong kosongmu ini”

“aku.. jadi.. peliharaan?” tanyaku dan ia mengangguk sambil tersenyum, “YAA!! AKU INI MANUSIA”

“tidak mau?”

“tidak!! Keterlaluan kau…”

“lupakan saja. Jika teman-teman anehmu bertanya, aku tinggal bilang kalau kau berbohong karena melibatkanku begitu saja”

“HA?”

“atau aku bisa bilang kau begitu maniak padaku, jadi kau bermimpi jadi pacarku. Hmm… mungkin yang ini lebih baik’

“aaakkk!! Okeee.. “ aku mendekat dan menundukkan kepalaku layaknya ‘anjing’. Astaga aku ini apa sebenarnya.

 

“ah anak baik. Aku senang sekalipunya hewan peliharaan. Jadi anak baik ya” ia mengelus kepalaku layaknya anjing, “sekarang menggonggong ya”

“apaaa?”

Ia menatapku seram, “anak baik harus…”

“guuk.. guuk…” aku menggonggong layaknya ‘anjing’.

“ya sudah. Nanti kita pulang sama-sama. Nomermu mana?” pintanya sambil mengeluarkan handphone dari sakunya.

 

Setelah bertukar nomer handphone. Beberapa siswa melintas di sekitar dan memandang leo kagum. Leo langsung merubah wajahnya menjadi malaikat, sangat sangat berbeda dari yang tadi ia perlihatkan padaku. SIAL.

 

*Di Kelas*

Keterlaluan… aku dianggaphewan peliharaan oleh manusia itu! Namun apa boleh buat, hanya sebulanan kan? Setelah itu akan putus dan aku tidak akan jadi hewan peliharaan manusia mengerikan itu. Dasar biadab!

“Nara kau tidak apa-apa?” tegur Yura sambil mendekat ke arahku

Hyeri memegang dahiku dan mengernyitkan dahinya, “kau sakit?”

“ah aku tidak apa-apa. Kalian berlebihan. Hahaha. terima kasih. Aku baik-baik saja
 ujarku mengalihkan pembicaraan.

 

*Setelah Kelas Selesai*

Hari ini sudah berakhir kan ya. Ah tapi masih ada hari esok! Astaga, sebulan cepatlah berlalu.

“Nara… ke.. kekasihmu me.. memanggilmu” ujar Chanyoung

Kana mendekat ke arahku, “Jung Leo kekasihmu kan? Dia menunggumu”

Aku melihat ke arah pintu dan, SIAL. Apa yang manusia itu lakukan di depan kelasku?

 

Aku keluar kelas dan mendekat ke arahnya dengan tatapan sinis, “mau apa kau?”

“mau ku?” ia mencubit pipiku dan mendekatkan wajahnya ke wajahku dengan tatapan ingin membunuhku, “anjing jika dipanggil majikan pasti cepat datangnya. Guuk”

“…..” aku geregetan menghadapinya. Baru beberapa jam bebas, tapi aku sudah mentok lagi dengannya

Ia menggandeng tanganku, “ayo pulang bersama”

 

Astaga.. aktingnya sempurna sekali. Aku bahkan hampir lupa kalau ia adalah iblis.

Ia sama sekali bukan malaikat seperti yang dibicarakan orang-orang.

Kupingku panas mendengar puluhan wanita yang aku lewati di koridor memandang iri ke arahku. Andai saja mereka tahu sifat manusia iblis ini. Pasti mereka menarik kalimat baik dan kalimat manis mereka!

“menyebalkan…”

“kau bilang apa Nara?” Tanya Leo datar, dan aku menggeleng pelan

“tidak. Aku lapar”

“kau mau berhenti di pet shop pertigaan jalan itu?” ujarnya sinis sambil menahan tertawanya.

“kau saja sana!!”

 

This street is completely crazy

Strangers in between people

Every moment that we’re together

like boom boom boom boom boom

What up

(Call Me Baby – EXO)

 

 

*Next Day*

Raekyung langsung menemuiku dan bertanya masalah Leo. Akhirnya ku ceritakan semuanya tanpa sisa. Berita aku dan Leo yang berpacaran sangat amat cepat menyebar. Tolong pinjamkan aku panah. Aku mau bunuh diri.

“kurangi kebiasaan keceplosanmu. Aku tidak bisa selalu membantumu” ujar Raekyung, dan aku terus saja menangis

“aku harus bersama iblis itu sebulan. Kau kan sekelas dengannya, sifatnya itu bagaimana?” tanyaku sambil sesengukkan

Raekyung memendangku datar, “biasa saja. Banyak orang yang sangat terkagum dengannya cara berpikirnya, wajahnya, dan cara bicaranya. Kalau ku bilang ia sempurna berakting. Seperti yang kau bilang juga”

“Huaaaa Raekyung… aku harus apa?”

“Tanya saja pada tembok sekolah. Mana aku tahu!! Dasar bodoh!” Raekyung memegang kepalanya tertanda pusing. Aku tahu, aku membuatnya pusing. Selalu, selalu, dan selalu.

 

“Hai Raekyung…” panggil si iblis ini dengan wajah malaikat

Raekyung menatapnya biasa, “oh kau Leo”

“kalian bersahabat kah?” Tanya Leo sangat ramah, dan aku mengangguk

“iya. Jadi kau tidak usah memperlihatkan wajah yang berbeda” ujar Raekyung dan Leo tertawa. Ia tidak merubah wajah ramahnya, dan hanya tersenyum memandang Raekyung

“Nara.. Leo.. aku kembali ke kelas ya. Leo kumpulkan tugasmu pada Yongjin”

“baiklah” ujar Leo

“Raekyung…”

“kau bicara apa pada Raekyung?” Tanya Leo dengan wajah biasa

Aku menatapnya sinis, “menceritakan semuanya. Dia sahabatku, jadi dia harus tahu. Kalau-kalau aku mati, kau yang bertanggungjawab”

‘kalau mati, akan ku buatkan makam di rumahku. Ku rasa aku cukup bertanggungjawab. Ayo ke kantin”

Ia meninggalkanku begitu saja setelah mengatakan hal kejam begitu. Ya Tuhan, kenapa ada manusia yang kau ciptakan seperti ini. Ampun Tuhan.

“Nara.. ayoo..” ujarnya sangat ramah dan semua orang mengamati kami. Dari pada aku muntah, lebih baik aku bergegas mengikutinya

 

*Di Kantin*

Belum tenang otakku, dua manusia berlebihan ini (Yura dan Hyerin), memanggil kami agar duduk di meja makan bersama mereka. Perasaanku tidak enak.

“Akhirnya bisa duduk dengan pangeran sekolah? Ujar Hyerin sambil mengerling ke arahku. Aku hanya diam, karena Leo bukan benar-benar pacarku.

 

Leo masih saja mendengar cerita manis dari Yura dan Hyerin.

“kalian kalau pacaran kemana saja?”

“apa ke Hotel?”

“waaw, atau mungkin berwisata?”

“keren!! Serius? Apa kalian…”

 

Aku shock mendengar semua pertanyaan mereka kepada Leo. Pertanyaan yang sangat mengagetkan dan bahkan tidak pantas ditanyakan. Banyak orang di Kantin.

 

“Yura.. Hyerin.. hentikan!! Aku tidak pernah mengatakan apa-apa” teriakku kesal

Yura menatapku bingung, “justru kamu tidak cerita, aku penasaran”

“makanya kami Tanya ke Leo, mungkin ia akan jujur” imbuh Hyerin sambil memainkan rambutnya

“sudahlah jangan bahas itu. Tidak sopan bertanya…”

 

“aku dengan Nara jika berkencan biasa saja” ucap Leo sambil menatap Yura dan Hyerin.

Semua siswa menatap ke arah Leo. Termasuk aku yang sangat was-was dengan apa yang akan ia katakan.

“aku menonton dvd, makan pop corn, mengobrol, dan duduk santai. Sesederhana itu kami menghabiskan waktu”

“Leo…” aku kaget dengan apa yang ia katakan

“serius?” ujar Yura dengan wajah sinisnya

 

Leo mendekat dan menatap wajah Yura dan Hyerin sangat sinis, “jika kalian ingin bertanya mengenai privasi seseorang, bertanyalah dengan sopan dan bijak. Jika tidak, kalian akan habis dengan orang yang tidak suka jika privasinya diganggu”

Setelah mengatakan hal itu, Leo tersenyum sangat sangat ramah pada mereka dan padaku. Lalu ia menggenggam tanganku dan mengajakku pergi dari kantin. Suara riuh iri terdengar begitu kami meninggalkan kantin.

 

‘aku tidak tahu mengapa, tapi ia melakukan ini untukku. Terima kasih’

 

Leo menatapku datar. “dengan begini, kau berhutang banyak ya padaku. Bagaimana kau akan membalasnya, puppy…”

MWORAGOO…

aku langsung menggerutu kesal! SIAL, “hmm…”

“karena aku adalah pacarmu, ya walaupun pura-pura. Jadi mulai sekarang, aku akan menjaga dan membelamu. Ingat itu”

Tapi aku benar-benar berterima kasih padanya. Walaupun ia mengesalkan, tapi sedetik bagusan, aku melihat ia masih memiliki jiwa manusi. Cuma sedikit sih memang, tapi dari pada tidak sama sekali.

‘terima kasih, Jung Leo’

 

I’ll go looking for you to Neverland
by following Tinkerbell,
Who was sent by the memories
At that place, you and I are smiling at each other
I’m am your eternal Peter Pan,
your man who has stopped in time
I may be clumsy but I loved you so much
And I will run to you

(Peterpan by EXO)

TO BE CONTINUE…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s