THE REASON [UNTOLD – PART 11]


02

Title     :  THE REASON [UNTOLD – Part 11]

Author :  Anastasia (@anastasianana_)

Genre :  Friendship, Romance, Family

Rating:   AG (All Age) / T

Main Cast     :  Park Chanyeol, Park Nara

Other Cast : Found them by yourself  :)

Backsound: Michael Buble songs – (Close you eyes, Best Of Me, and Hold On)

Sampai kapan aku berharap?

Sampai kapan aku menunggu?

Aku tahu aku milikmu satu.

Namun jika tidak kau jujur padaku.

hatiku tidak mungkin bisa lagi untukmu.

“Nara…”

Panggil seseorang dan membuat Nara membalikkan tubuhnya. Seketika tubuh Nara kaku setelah melihat siapa yang memanggilnya.

“Long time no see. Ah bukan. Long time no chat” imbuh lelaki itu. Ia tersenyum pada Nara, dan membuat hati Nara seperti terketuk alunan nada.

“op..oppa?”

“Jun..hong” ucap Junhong mengeja namanya pada Nara, “Choi Junhong”

Nara tersenyum sembari sibuk membenahi tasnya yang hampir jatuh, “annyeong, Choi Junhong oppa”

“mau minum kopi sebentar?” ajak Junhong dan Nara terdiam cukup lama sampai akhirnya ia menggeleng pelan.

Junhong lebih mendekat ke arah Nara, “apa kau sibuk?” tanyanya berani

“aku sudah ada janji. Chanyeol menunggu” ujar Nara terbata-bata. Terlihat jelas Junhong kecewa dan merasa sedih ketika nama ‘Chanyeol’ keluar dari mulut Nara

Junhong mengangguk. Namun tidak tersenyum saat melihat ke arah Nara, “oppa aku duluan ya. See you next time” ujar Nara sebelum ia berjalan menjauhi Junhong.

Junhong masih berdiri mematung dan terlihat sangat kecewa dengan apa yang baru saja terjadi. Untuk pertama kalinya ia ditolak mengobrol oleh seorang perempuan. Sebenarnya untuk pertama kalinya juga Junhong mengajak seorang perempuan keluar, dan ya memang sedihnya langsung ditolak.

“seharusnya memang aku tidak melakukan apa-apa” ujarnya tidak semangat sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal

 

Junhong kembali ke arah parkiran, bermaksud mengambil motor. Namun Junhong malah melihat Chanyeol, Changmin, dan beberapa pria dari klub basket sibuk bermain-main basket di tepi lapangan.

‘aku sudah ada janji. Chanyeol menunggu’

Sepintas ia teringat bahwa Nara tidak bisa menerima ajakannya karena ia sudah ditunggu oleh Chanyeol. Tapi buktinya Chanyeol masih disini, dan memang tidak ada tanda-tanda kalau mereka sedang buru-buru.

Saat itu Junhong sadar bahwa Nara memang menghindarinya. Nara membentengi diri dari Junhong, dan berusaha untuk tidak berkomunikasi dengan Junhong. Ia sadar, hatinya sangat sakit saat mengingat kemungkinan mengapa Nara berbohong dan meninggalkannya seperti tadi.

“Apakah hatimu sesakit itu Nara? Apakah perasaanmu terluka begitu dalam Nara?” gumam Junhong sambil memandang ke arah gerbang dimana Nara pergi meninggalkannya.

 

Silhouette Nara terlintas begitu saja di mata Junhong.

Ia masih bisa mengingat senyum Nara,

masih bisa mendengar tawa dan teriakan Nara,

masih bisa merasakan lembutnya hati Nara.

 

“mianhanda. bogoshipda Park Nara”

 

*Acara Kesenian Tahunan*

Hari ini adalah puncak acara seni yang diadakan universitas, dan merupakan moment yang paling ditunggu. Akan ada banyak sekali acara, bazaar, dan juga makanan selama seharian penuh.

 

“nachan.. dimana Chanyeol hyung?” Tanya Sehun dengan mulut penuh tteokpokki, dan Nara hanya bisa mengangkat bahunya.

“hari ini performance dari alumni. Katanya akan ada Kyuhyun hyung! Kyaaaak!!” ujar Hayoung sangat antusias. Jongup dan Kyungsoo hanya bisa menghembuskan napas panjang. Hayoung termasuk fans berat Kyuhyun. Jongup dan Kyungsoo beradu secara sehat untuk mendapatkan hati Hayoung. Nara dan Sehun hanya bisa member saran A sampai Z

 

Terdengar alunan lembut dari atas panggung, terlihat ada seseorang yang memainkan piano begitu indah, Semua mata tertuju ke arah panggung, tanpa terkecuali Nara dan teman-temannya.

“so many years gone, still I remember. How did I ever left my heart believe in one who never give enough to me…”

“Kyuhyun oppa?” gumam Nara kagum. Sehun, Hayoung, Jongup, dan Kyungsoo langsung melihat ke arah Nara.

Kyuhyun menyanyikan lagu kesayangan Nara. Best of Me milik Michael Buble. Nara tidak bisa memalingkan pandangannya dari Kyuhyun. Nara sangat menikmati suara lembut Kyuhyun.

“you were my one more chance, I never though I would find. You were the one romance, I always known in my mind. No one could ever touch me more”

 

Dari kejauhan, ada sepasang mata yang terus mengawasi gerak-gerik Nara. Chanyeol.

Nara sangat amat menyukai lagu ‘Best of Me’ milik Michael Buble dan Chanyeol tahu benar itu

 

‘I only hope that in return, no matter how much we’ve to learn. I may have save the best of me, very best of me for you’

 

Ketika baris terakhir di lagu tersebut dinyanyikan oleh Kyuhyun, senyum Nara sangat merekah. Terlihat sekali kalau Nara menyukai cara Kyuhyun membawakan lagu itu. Kyuhun berdiri dan menghadap ka arah Nara sambil melambai.

“Dasar Nara bodoh. Wajah bahagiamu benar-benar terlihat jelas” gumam Chanyeol sambil menatap ke arah Nara dan Kyuhyun bergantian

“perasaanku kenapa jadi aneh ya. Kenapa aku begitu membenci tatapan Nara yang seperti itu pada Pria lain. Pria yang sudah jelas-jelas menyayangi Nara dan ya berusaha banyak untuk Nara”

 

Berusaha banyak?

Chanyeol pernah tidak sengaja memarahi Nara dan akhirnya Nara merasa badmood sehabis ujian. Nara menyendiri dan menangis. Disaat itu Kyuhyun datang. Padahal ia seharusnya ikut ujian akhir. Namun ia lebih memilih menunggui Nara dan membuatnya tersenyum. Akhirnya Kyuhyun bisa ikut ujian susulan, karena jika tidak, ia harus mengulang semester depan.

Ada lagi? Ada.

Ketika Nara dikerjai oleh fans Chanyeol di taman dengan dilempari kacang. Kyuhyun datang dan membentak semua perempuan-perempuan itu. Padahal mereka itu juga fans berat Kyuhyun. Karena kejadian ini, Kyuhyun pernah kehilangan banyak fans dan dikerjai beberapa pria tidak dikenal. Kejadian itu hanya berlangsung beberapa saat, selebihnya, semua kembali normal.

Banyak hal yang tidak bisa dilakukan Chanyeol untuk melindungi Nara, sudah dilakukan oleh Kyuhyun. Oleh karena itu Chanyeol sangat stress ketika Kyuhyun mendatangi kantornya dan meminta Nara darinya begitu saja.

 

“aku mohon padamu, jangan pernah pergi dari sisiku, Park Nara”

 

NARA

Bagaimana ketika kau dihadapkan pada pilihan hidup yang lain padahal kau sudah memiliki hidupmu sendiri?

Bagaimana ketika kau diminta memilih pada sesuatu yang terbaik dalam hidup padahal kau sudah memilih dan dipilih?

Bagaimana ketika kau berusaha bertahan ketika ada yang kau pertahankan tidak pernah menjelaskan keadaan?

Bagaimana rasanya?

 

Sejak masuk Kyunghee, entah bagaimana Kyuhyun oppa selalu berada disisiku. Saat hatiku sakit karena ulah skateboard oppa itu juga Kyuhyun oppa selalu membuatku merasa bahwa aku akan baik-baik saja.

Ah iya, bukan skateboard, tapi Junhong. Choi Junhong oppa. Berbulan-bulan aku menjauhinya. Membentengi diri darinya bagaimanapun caranya. Tapi beberapa hari lalu ia datang, dan ajaibnya ia mengatakan namanya padaku. Beberapa minggu setelah kejadian malam natal itu, aku pernah mendengar namanya dipanggil oleh senior lain.

“Junhong”

“Zelo”

“Choi Junhong”

Ya, beberapa nama yang memang namanya. Rasanya senang sekali akhirnya setelah sekian lama berteman, aku tahu namanya. Ups, aku bahkan tidak tahu apa ia menganggapku temannya atau bukan. ia malah memakiku dahsyat malam itu. Ah sudahlah, aku malas memikirkan hal yang ujung-ujungnya membuatku sedih. Karena walaupun dia sangat sangat menyebalkan, mengesalkan, tidak punya pikiran, dan ya banyak lagi sifat minusnya. Tapi dia sangat baik. Ia peduli padaku, menjagaku, dan memperhatikanku dengan caranya sendiri. Aku tahu itu. Ah sudahlah Nara.

 

“bagaimana kuliah hari ini?” Tanya Chanyeol sambil merapikan catatannya. Aku kaget, dan menatapnya

Aku tersenyum getir, “baik. Hari ini nilai ujian dari dosen dibagikan. Mata kuliah perbankan nilaiku hanya bisa di 78. Tidak apa-apa kan?”

“hahaha tidak apa-apa. Kau hanya perlu terus berusaha dengan baik” Chanyeol menaruh catatannya dan memelukku erat.

“aku rindu padamu Chanyeol. Sangat” aku mengeratkan pelukanku padanya, begitu juga Chanyeol.

“maaf ya. Namun aku akan terus disini. Kau tidak sendiri. Aku janji padamu, Park Nara” Chanyeol mencium rambutku, dan ya aku menyukai caranya menunjukkan perhatiannya.

 

Ia bukan pria yang suka bertutur halus atau berkata manis padaku. Tapi hal-hal kecil yang ia lakukan selalu membuatku tersenyum. Memayungiku ketika hujan atau salju, menggenggam tanganku ketika dingin, mencium tanganku ketika aku sedang sedih ataupun marah, membuatkan cokelat panas sewaktu aku lembur dengan tugas, dan hal sederhana yang menunjukkan bahwa ia peduli padaku. Namun Chanyeol… peduli saja tidak cukup. Tunjukkan kau menyayangiku, buktikan kau mencintaiku. Aku mohon dengan sangat padamu

 

aku mencintaimu tanpa syarat,

aku rela menunggu sangat lama,

katamu suatu saat aku pasti jadi cintamu,

satu cintamu.

Aku ingin kau menerima seluruh hatiku,

Aku ingin kau mengerti di jiwaku hanya kamu,

Namun bila kau tak bisa menerima aku,

Lebih baik ku hidup tanpa cinta

 

*Few Days Later*

Sekitar 5 meter di depanku, ada Kyuhyun oppa yang sedang sibuk merapikan sheets musiknya. Sejak bertemu denganku, ia menjadi jauh lebih sopan, baik, dan mengatur nada bicaranya. Itu menurut teman-teman dan sekitarnya. Ia berubah ke arah yang positive. Oleh karena itu banyak yang mendukungku dengan Kyuhyun oppa.

Hey aku tahu! Aku sudah memiliki suami, Park Chanyeol. Untuk bersama dengan Kyuhyun oppa disini juga aku meminta izinnya, karena aku juga sedang menunggu Chanyeol selesai kuliah.

Namun Chanyeol… Bagaimana jika semua berubah? Bagaimana jika perasaanku tidak bisa ku kendalikan lagi? Bagaimana jika aku mulai lepas?

‘bagaimana jika aku menyayanginya? Kyuhyun oppa’

 

Chanyeol selalu baik pada semua orang. perempuan juga. Ia tidak membentengi dirinya. Jujur ketika ia mengobrol atau mendapatkan barang-barang dari oranglain, terutama perempuan, hatiku sedih sekali. Fansnya tidak hanya perempuan, laki-laki juga. Aku tidak takut kalau ia akan belok ke laki-laki, karena chanyeol itu normal. HEY JANGAN BEGITU! DIA SUAMIKU LHO! Namun perempuan lain. Sudah ku jelaskan bukan, fans perempuannya banyak.

Ah sudah jam segini, Chanyeol sudah mau selesai. Mungkin aku menuju ke kelasnya saja.

“Kyu oppa, aku duluan ya…” ujarku

Kyuhyun oppa mendekat dengan wajah sedih, “mau kemana? Mau ku antar? Apa tidak mau mengobrol danmakan dulu?”

“aku mau ke kelas Chanyeol. Sebentar lagi kelasnya selesai’ ujarku pura-pura semangat. Ku kembangkan senyum tepat dihadapannya

Kyuhyun oppa memandangku dan tersenyum, “oh ya sudah. Kau hati-hati ya” kemudian ia kembali lagi ke teman-teman lainnya tanpa melihatku lagi.

 

Aku salah lihat jadwal Chanyeol. Akhirnya aku masih menunggu sekitar 1 jam di depan kelasnya. Teman-temannya berseru saat melihatku di depan kelas. Tatapan benci juga ada tentu saja dari perempuan-perempuan sekitar. Ah masa bodoh, dia suamiku. Mau apa kalian?!

“sudah lama?” ujar Chanyeol, dan aku mengangguk.

Aku memberi kode agar Chanyeol membelai rambutku atau memegang tanganku atau bahkan merangkulku. Tapi gagal total. Sesungguhnya Chanyeol bukan tipe yang romantic atau yang mengerti isyarat seperti itu. Ya sudahlah ya. Yang penting aku berdiri di samping chanyeol. Itu sudah cukup mengisyaratkan kalau Chanyeol adalah milikku.

‘Aduh Tuhan,, aku punya suami cuek sekali ini ya’

 

Aku terus berjalan di koridor bersama Chanyeol. Ya dengan tatapan sinis puluhan perempuan yang kami lewati. Aku sudah sangat terbiasa hal yang seperti ini. Mau bagaimanapun, Chanyeol adalah suamiku.

Coba bayangkan jadi aku. Sejak aku masuk universitas ini, tidak ada yang tahu kalau aku menikah dengan Chanyeol. Sahabatku di kampus hanya tahu aku sangat dekat dengan Chanyeol, Kyuhyun, dan Junhong. Ups ralat, hapus Junhong dari list. Aku bahkan tidak yakin ia menganggapku ada. Aku akan menangis jika membahas tentangnya. Oke stop!

Chanyeol adalah suamiku. Namun semakin kesini entah bagaimana aku semakin dekat dengan Kyuhyun. Banyak yang merasa kalau Kyuhyun jauh lebih cocok dan serius padaku dari pada Chanyeol. Chanyeol terlihat hanya main-main dan tidak serius. Oh astaga, rasanya sedih sekali aku mendengar kalimat itu. Chanyeol itu suamikul. Titik.

Perasaan bisa berubah bukan? Jika aku maish berpacaran dengan Chanyeol dan perasaanku berubah, mungkin tidak masalah sama sekali. Tapi aku sudah menikah dangan Chanyeol. 3 tahun lalu. Pikirkan lagi, 3 tahun yang lalu!!!

 

‘tell me Chanyeol… do you love me? If not, let me go. It hurts me so much’

TO BE CONTINUE…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s