[FF] THE REASON [UNTOLD – PART 6]


went to KHU

Title     :  THE REASON [UNTOLD – Part 6]

Author :  Anastasia (@keiichiro_nana)

Genre :  Friendship, Romance, Family

Rating:   AG (All Age) / T

Main Cast     :  Park Chanyeol  & Park Nara

Other Cast : Found them by yourself  :) happy reading ^^

 

Saat ini aku sedang berdiri di dekat lapangan tennis, dan aku bisa melihat sebuah banner dengan tulisan ‘WELCOME TO KYUNGHEE UNIVERSITY’ sangat besar. Lalu beberapa meter di depanku terdapat sebuah gedung yang sangat besar dimana aku akan memulai kehidupan baruku sebagai mahasiswi. Siap atau tidak aku memang harus belajar untuk menjadi seseorang. Seseorang yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Hari ini adalah pengenalan program study fakultasku. Semoga menyenangkan.

“Let’s get started it Na-”

 

*bruuuk*

“aduh pinggangku” Baru ingin ku langkahkan kakiku, seseorang menubrukku dan membuatku sukses terjatuh. Pinggangku terasa sakit.

“maaf” ujar seseorang itu yang ternyata laki-laki. Ia mengulurkan tangannya padaku, “kau tidak apa-apa?”

“nee tidak apa-apa” aku menggenggam tangannya dan berusaha berdiri lalu membersihkan baju dan tasku dari debu. Baru hari pertama, aku sudah berantakan seperti ini.

“maaf” ujarnya lagi. ku angkat wajahku dan menatapnya. Seorang pria dengan pakaian casual berdiri tegap di hadapanku

Aku tersenyum dan mengangguk, “tidak apa-apa”

“baguslah” ujarnya seraya tersenyum. Namun terkesan sedikit memaksa

 

“hei bodoh!!~ cepat!!”

“yoo!!”

Terdengar suara seseorang yang cukup berat dan membuat laki-laki ini mengalihkan pandangannya dariku. Ia bergegas berlari menghampiri seseorang yang memanggilnya. Ia berhenti dan berbalik melihatku lagi. Ia sedikit tersenyum ke arahku.

aku langsung menengok di sekitar, mungkin saja ia sedang tersenyum pada temannya. Lalu ia menunjukku dengan telunjukknya. Aku akhirnya tersenyum juga padanya

Ia dan teman-temannya langsung melesat cepat ke arah gedung yang terdapat seperti kubah di atasnya. mungkin mereka adalah senior dan sudah terlambat masuk kelas. Aku bingung, mengapa ketika teman-temannya memanggilnya ‘hei bodoh’, ia langsung menengok ke arah mereka? apakah sunbae itu terkenal bodoh? Yang benar saja!

“andai saja aku belum punya Chanyeol. Haha”

Entahlah. aku punya banyak sekali pemikiran sejak aku mulai survey kampus ini. mulai dari hot spot, taman, kelas, dan lain sebagainya. Tentu saja tanpa Chanyeol. Walaupun aku pernah tidak sengaja melihat Chanyeol sedang belajar di kelasnya. Hmm, his serious face looks great. Not bad. Love it. Haha.

 

“let’s get started it with full spirit Nara!”

 

[Backsound: LUCKY – EXO]

**Few Days Later**

Hari ini adalah hari pertamaku kuliah. Saat pengenalam Program Study beberapa hari lalu aku sudah bertemu dengan teman baru, suasana baru, lingkungan baru, pelajaran baru, semuanya serba baru. kecuali satu, suami baru. suamiku hanya satu, Park Chanyeol. Hahaha. HEI!! Aku hanya bercanda, jangan dibawa serius. Serius juga butuh belajar! Haha. Bagaimanapun Chanyeol suamiku, dan memang sudah begitu kan? Sudahlah jangan buat mood ku berbuah. oke, berubah maksudku!!

“sampai kapan kau mau berdiri di depan cermin?” ujar Chanyeol yang sudah menenteng tas dan memakai sepatunya. Ia mengetuk meja dengan jemarinya. Tanda bosan

“apa aku sudah cantik?” tanyaku sambil ber-aegyo padanya. Lalu Chanyeol menatapku sinis

Ia mengangguk dan mengangkat ibu jarinya, “cantik. tapi akan lebih cantik jika tanpa aegyo. Cepat!” ia segera berjalan menuju pintu meninggalkanku

“YAA!! chakkan-!!” aku menyusulnya dengan cepat, dan akhirnya menubruknya karena ia berhenti tiba-tiba, “YAA!! KAU INI!!”

“kau mau kemana?”

“kuliah. Aku tidak boleh berangkat bersamamu?”teriakku sedikit keras

Mata chanyeol tajam menatap sofa, “kuliah tanpa tas?” imbuhnya

aku menyeringai, “ah iya!” aku segera mengambil tas dan kembali lagi ke sisi chanyeol, “sudah siap!”

“ayo berangkat” ujarnya dan aku menggandeng tangan Chanyeol

“AYO!! SEMANGAT NARA! KAU PASTI BISA~ YEAAH!!”

Ia melepas genggaman tanganku dengan cepat dan menutup telinganya, “YAA!! kau ini mau kuliah atau berperang? GAAAH!!” Hmm, suaraku seperti bazooka ya? ya kelihatannya begitu. eh maksudku kedengarannya. Hei sudahlah! Rrrghhh!!

“hehe, choiseonghamnida” ujarku sambil menunduk, dan Chanyeol berjalan meninggalkanku, “Chanyeol! tunggu”

“ayo cepat” ujarnya pelan. aku menyamakan langkahku dengan chanyeol, dan seperti biasa, aku melingkarkan tanganku pada lengan chanyeol. Ia tersenyum dan mengambil tasku dari genggamanku.

 

‘so lucky to have you, Park Chanyeol’

 

**CAMPUS**

Oke! Ini hari pertama aku akan belajar. Rasanya sangat canggung. Banyak sekali orang yang melewatiku. Tidak terlihat mana hoobae, mana sunbae. Chanyeol meninggalkanku di depan gedung ini, sedangkan ia harus mengurus sesuatu di perpustakaan. Ia bilang jurusan ku ada di lantai 3, dan kelas ku ada di bagian A. aku cukup mencari saja. heemm…

Seseorang ini melihatku dengan tatapan aneh, “maaf? Ada apa?” tanyaku padanya. Ia mendekat padaku

“kau mahasiswi baru kah?” tanya nya ragu-ragu dan aku mengangguk, “syukurlah”

“ha?”

ia tersenyum dan mendekatiku, “namaku Oh Sehun, aku jurusan ekonomi”

“woaa, jinjja? Nadoo..Nadoo!”

“jeongmalyo?” ujarnya lagi bersemangat, “Oh iya kau siapa?”

“Park Nara. aku kelas 1-1. Kau kelas berapa?”

“aku juga! Haha”

“waaw syukurlah kita sekelas”

“nee”

 

“kalian lucu sekali” ujar seseorang, sepertinya sunbae. Kami hanya diam melihatnya karena sesaat setelah ia dan teman-temannya menatap kami, mereka juga langsung berjalan dengan santai ke arah gedung. Hmm, sunbae ya?

 

“lucu?” ujar Sehun, dan aku tertawa

“kajja Sehuna”

“sehuna?”

“ah maaf. Maksudku-”

“haha kau boleh memanggilku apapun”

“nee”

aku berjalan berdampingan dengan Sehun saat memasuki gedung. Kami sangat syok saat kami di bicarakan beberapa orang. Mereka bilang kami serasi, lucu, dan entahlah. kami sampai bingung dan hanya bisa tersenyum

 

*At Class*

Tidak berbeda jauh, di kelas pun kami jadi bahan pembicaraan. Entahlah apa yang aneh pada kami, atau malah mungkin salah kelas ini? salah kampus? Salah hidupku? Oke keluar konteks!

“baru hari pertama, sepertinya kalian akan terkenal” ujar dua orang laki-laki. Aku menatap mereka aneh.

“…”

“apa kalian berpacaran?” imbuh salah satu dari mereka

“tidak” jawabku dan Sehun bersamaan

“namaku Oh Sehun, dan ini Park Nara” Sehun bangkit dan menyalami kedua orang ini. aku mulai tersenyum dan mengangguk

“aku Moon Jongup, dan ini Do Kyungsoo. Senang bertemu dengan kalian” ujar seseorang ini, ia bernama Jongup. Lucunya. Hmm, tapi yang bernama Kyungsoo lebih lucu lagi. Ia terenyum melihat ke arah kami. Tapi tatapannya hmm, mungkin seperti ini O~O. ahaha. Manis sekali.

“ASTAGA NARA! HENTIKAN’ bathinku saat melihat mereka

Aku bangkit dan menundukkan kepalaku, “senang berkenalan dengan kalian”

“nee”

“aku pikir kalian ada hubungan. Kalian sangat serasi”

“aniya” jawabku dan Sehun bersamaan lagi. Aku tersenyum dan menatap Sehun.

 

Sudah hampir 2 minggu aku berada di Kyunghee. Cukup menyenangkan menjadi seorang mahasiswi. Belajar banyak sekali hal baru. aku juga punya banyak sekali teman baru, dan itu ku dapat di hari pertama masuk kuliah. Tapi aku bingung mengapa di kelasku jauh lebih banyak teman laki-laki. Bayangkan dari 30 orang hanya 4 orang wanita, termasuk aku. Menurut gossip, banyak perempuan yang jauh lebih memilih Fakultas Musik karena sunbae disana sangaaat tampan. oke, aku tidak selingkuh. Aku kan hanya menjelaskan mengenai gossip yang beredar. JADI STOP BERPIKIRAN YANG ANEH-ANEH.

Di kelas aku punya tiga teman dekat. Sudah ku perkenalkan kan? Namun sejauh ini yang paling dekat denganku adalah Sehun. Mungkin karena sejak pertama masuk kuliah, kami selalu di pasang-pasangkan. Haha. Ternyata Sehun memiliki saudari kembar disini, dan yang lebih ternyata lagi, saudarinya itu adalah Hayoung. Ia berada di jurusan Journalism and Communication. Ia sangat manis. Aku suka melihatnya. bahkan aku pikir ia adalah kekasih Sehun. Aku bahkan baru tahu beberapa hari lalu saat Hayoung mengatakan ‘Sehun oppa. Cepat pulang, nanti eomma dan appa membawa makanan dari luar. Aku tidak mau makan sendiri di rumah. saat itu Sehun baru mengatakan bahwa Hayoung adalah saudari kembarnya. Daaang sekali ya. hahaa. Jongup saja syok saat mendengarnya. Jika bisa ku capture, akan ku capture wajah bodohnya. Beruntunglah Jongup karena ia bisa mendekati Hayoung lewat Sehun.

Oh iya, sudahkah aku memberitahu kalian mengenai jurusanku dan Chanyeol? Kami berbeda jurusan, meskipun masih di fakultas yang sama. Chanyeol berada di jurusan International Business and Trade, sedangkan aku berada di jurusan Economics. Meskipun begitu, aku dan Chanyeol sering bertukar pikiran masalah kampus. Walaupun tidak di kampus. hahaha

 

“aku pulang yaa” ujar Kyungsoo dan Jongup, dan aku mengangguk. Setelah mereka pergi Sehun bersiap memakai helmnya

“kau pulang sendiri bisa?” ujarnya sambil terus menatapku

“iya aku bisa. kau pulanglah”

“kau yakin? Mau ku antar sampai Mall?”

“ah tidak usah. Aku bisa”

“ya sudah. see you tomorrow”

“see you too. Ah iya…”

“apa?”

“hati-hati di jalan”

“kau juga. Bai”

“Bai~”

Sehun juga sudah pulang. sekarang aku mau menelpon Chanyeol. Dimana dia, aku sudah sangat mengantuk, dan-

*ddrrttt*ddrrtt*

“Chanyeol?” gumamku saat melihat namanya di layar ponselku. Panjang umur.

“yeoboseyo?”

“ha? hmm…”

“ arasseo”

“aku tidak tahu. mungkin langsung pulang. kau dimana?”

“YAA!! meninggalkanku sendiri?”

“iya sih. tapi kan-”

“eerrrgg, okay”

“tidak apa-apa. aku bisa”

“tidak. Tidak marah”

“yakin”

“iya”

“Bai~”

*beeep*

 

“hmm…bagaimana ini…”

Jika aku tahu Chanyeol sudah pulang dari tadi, aku pasti minta Kyungsoo atau Jongup mengantarku pulang. astaga bagaimana ini. sudah sore dan aku sudah sangat mengantuk. Aku bisa kebablasan lagi dan lagi di bis seperti waktu itu.

Kalau aku telpon Sehun dan memintanya mengantarku pulang jahat tidak ya? rumahnya kan di sekitar sini. Tapi ia pasti belum sampai rumah. tidak mungkin aku meminta kembali lagi. aduh Park Nara, jadi apa kau tanpa Daehyun? seharusnya ku suruh manusia itu kuliah di KyungHee saja. sekarang Chanyeol tidak ada, dan semua temanku sudah pulang, dan keadaanku linglung begini, aku bagaimana. bodoh!

 

“kau masih waras?”

“TENTU SAJA. AARGGHH…” aku langsung membekap mulutku karena syok melihat siapa yang di sampingku saat ini, “kau?”

“apa aku seperti hantu hingga kau harus teriak begitu?”

“animnida. Choiseonghamnida”

“kau masih ingat aku?” imbuhnya sambil terus memandangku sinis dan aku mengangguk, “sudah sore begini kau belum pulang?”

“kan semester satu memang pulang-”

“sore. ya aku tahu. aku pernah semester satu” ujarnya datar. Terdengar sangat sangar menyebalkan memang. pasti dia sunbae. Aku hanya mengangguk mendengarnya bicara. Dia adalah sunbae yang menubrukkku di hari Pengenalan Program Study waktu itu

“oppa, aku pulang duluan ya”

“kau bisa pulang sendiri?”

“tentu saja bi-”

“ku antar kan kau hingga ke daerah yang kau bisa pulang”

“nee?”

“aku pernah melihatmu tertidur di bis. Itu bahaya”

“itu-”

“tunggu disini sebentar. Jangan kemana-mana!”

“…”

 

Sunbae itu langsung berlari ke arah fakultas musik. Sepuluh menit kemudian ia datang dengan mengendarai motor besar. Waw sangat keren, dan ia terlihat tampan. maksudku sangat amat tampan! Jangan katakan pada Chanyeol jika aku mengagumi laki-laki lain. Ia bisa sedih, atau bahkan marah. Sekarang sunbae ini berada di hadapanku, ia melihatku datar. Aku bahkan tak bisa mengedipkan mataku karena takut

 

“YAA! CEPAT~” ia membentakku sangat keras dan menyodorkan helm padaku, “pakai dan naik” imbuhnya. Telingaku berdengung!

Aku langsung mengambil helm itu dan naik motor, “nee sudah”

“dimana rumahmu”

“di dekat Mall Yongdae”

“jika ku antar sampai Yongdae kau yakin bisa pulang?”

“nee??”

Ia menengok ke belakang dan menatapku, “jika ku antar sampai Yongdae kau yakin bisa pulang?”

“tentu saja!! itu rumah-” aku segera membekap mulutku, “maaf”

Sunbae ini langsung berbalik dan memanaskan motornya. Bunyinya sangat nyaring, “pegangan”

“…”

 

Motor ini melaju cukup kencang, dan aku terpaksa memeluk oppa ini. ini pertama kalinya aku mengendarai motor selain dengan Sehun dan Minho oppa. Rasanya berbeda. Aku tidak tahu. sekitar 15 menit kemudian, sudah sampai di Mall Yongdae, dan sunbae ini berhenti.

Ia melepas helmnya dan menengok ke padaku, “dimana rumahmu?”

“di sekitar sini” aku turun, dan melepas helmku, “oppa terima kasih banyak”

“nee. kau yakin bisa pulang?”

“iya, di sebelah sana rumahku”

“strategis juga rumahmu”

“nee”

“ah iya, aku ingin katakan sesuatu padamu”

“apa?”

“lain kali, jika di ajak seseorang yang belum kau kenal, sekalipun dia sunbae, JANGAN PERNAH mengiyakan. Walaupun ia sudah mengambil helm atau motor seperti aku tadi, jangan pernah! lebih baik kau telpon temanmu atau keluargamu. Suruh mereka menjemputmu!!”

“waeyo?”

“waeyo?!” ia meninggikan suaranya dan menatapku tajam. Aku takut, “Kau bisa saja di culik. Dasar gadis bodoh!”

“diculik?”

“astaga!” sunbae ini terlihat kesal. memangnya aku menyebalkan? aku hanya tanya, “dengar. jika aku orang jahat, aku bisa saja menculikmu atau berbuat macam-macam padamu!!”

ASTAGA IA BENAR! “eh iya ya!” aku langsung pasang kuda-kuda dan menatapnya tajam, “kau!”

“gadis bodoh!”

“berhenti memanggilku gadis bodoh. aku tidak bodoh!” gerutuku padanya

“mana mungkin aku berbuat macam-macam padamu di tengah kerumunan orang begini? Aku masih sayang nyawa. dasar gadis bodoh! kau pantas menyandang gelar gadis bodoh”

“ah geurae” tapi… “aku bukan gadis bodoh!!”

“sudahlah, kau hati-hati pulang. ingat pesanku!! Jika aku menemukanmu jalan dengan seseorang yang tidak kau kenal, aku tidak akan segan-segan menyeretmu dan ku antar pulang!”

“oppa…”

“waeyo!?”

“gamsahamnida~”

“…”

 

ia mengangguk dengan tatapan meyebalkan, dan langsung pergi dengan kecepatan yang cukup tinggi. Aku masih terus berdiri melihatnya di tempat yang sama. aku merasa tiba-tiba sangat asing dengan keadaan ini. entahlah aku juga tidak mengerti aku ini kenapa. Terutama sunbae itu.

Ia sangat menyebalkan. kalimatnya pun tidak di saring, sangat kasar. Tatapan matanya yang tajam, juga bisa membuat semua orang berpikiran buruk terhadapnya. Sejak pertama kali bertemu dengannya, ia memang aneh dan terlihat angkuh. Bahkan tersenyum pun sepertinya sangat jarang ia lakukan. namun ia sangat baik. contohnya padaku tadi. Ia mengantarku pulang dan tidak berbuat macam-macam. Mungkin apa yang ia bilang benar, aku memang gadis bodoh. sudahlah, lebih baik aku pulang. Chanyeol sudah di rumah. nanti dia bisa khawatir

 

‘geundae, geu sunbae nugunda?’

 

*HOME*

“hei…”

“YAA!!!” teriakku keras. Aku kaget karena Chanyeol tiba-tiba sudah berada di sampingku

Ia tiba-tiba merebahkan kepalanya di pangkuanku. Ia menengadahkan kepalanya dan menatapku tajam, “kau ini kenapa?”

“aku?”

“sejak sampai rumah seperti ada yang kau pikirkan. Apa sesuatu terjadi?”

Aku tidak berani menatap mata Chanyeol. Aku hanya memandang lurus ke depan menatap televisi yang bahkan sebenarnya tidak ku tonton, “tidak apa-apa”

“oh”

 

Chanyeol memainkan ponsel dan masih tetap rebahan di pangkuanku. Ia terlihat asyik memainkan game yang ada di ponselnya. Kau tahu, aku seperti seorang ibu yang menunggui anaknya bermain. Aku membelai rambut Chanyeol yang sangat halus. Aku melihat smirk Chanyeol dengan jelas, tapi tidak ku gubris. Aku hanya ingin terus memainkan rambutnya. lalu kenapa jika aku terus membelai rambutnya? Tidak masalah kan! Masa bodoh ia mau bilang apa. HEI jangan lihat aku seolah-olah aku pedofil! Aku ini istrinya. tapi hingga akhirnya ia tertidur di pangkuanku, ia tetap diam.

 

“kau tahu Chanyeol, kau seperti anak kecil”

Dengan sangat hati-hati, ku pindahkan kepala Chanyeol ke sofa. Aku harus mengerjakan pekerjaan rumah lainnya

“jangan pergi” ujarnya. Ia tidak membuka matanya, namun tangannya menggenggan tanganku, “disini saja temani aku”

“aku harus beres-beres”

“sejak kuliah, kau jarang di rumah, dan aku kesepian” ia akhirnya membuka matanya. ia duduk dan menatapku. Tangannya masih tetap menggenggam tanganku. ia benar. Sejak kuliah, kami jarang di rumah sekedar memasak atau menonton tv bersama. Sehari-hari kami sibuk di kampus, tugas, acara kampus, dan lainnya. terutama aku yang notabene mahasiswi baru, harus mengikuti banyak jadwal tambahan, “Nara kau tahu sesuatu?”

“apa?”

“I miss you so much~”

“…”

Ia berdiri dan memelukku erat, “bogoshipda, uri Nara”

Aku hanya bisa diam, karena aku sangat kaget dengan apa yang baru saja ia katakan. Aku juga sangat merindukannya. Aku hanya kaget dengan ucapannya barusan.

“Nara…”

“nee?”

“ah gwaenchana. ahaha”

 

Ia memelukku cukup lama. bahkan aku merasa cukup pegal berdiri dan di peluk seperti ini. HEI, bukannya tidak suka. tapi aneh saja ia memelukku begitu lama, “Chanyeol?”

“hmm?”

“sampai kapan kau mau memelukku?”

Ia terus menggoyang-goyangkan tubuhku yang masih dipeluknya, “hmm, sampai kapan ya?”

“selamanya??” ujarku semangat, dan ia tertawa

“sampai aku bosan”

“kapan kau bosannya?” tanyaku dengan nada rendah

Ia melepaskan pelukannya dan tersenyum padaku, “tidak akan pernah”

“apanya?”

“tidak akan pernah bosan aku memelukmu”

“Chanyeol…”

 

Ia kembali memelukku. Kali ini pelukannya sangat erat. Astaga. Bisa kau bayangkan merahnya wajahku sekarang? Kepiting rebus? Lebih! lebih parah. Namun aku sangat sangat bersyukur memiliki Chanyeol dalam hidupku. Ia tidak pernah bisa ku tebak. Terkadang sangat manis, terkadang sangat menyebalkan, terkadang juga ia tidak mengerti kalau aku sedang cemburu ataupun kesal. tapi ia bisa mengerti diriku dengan caranya sendiri

 

An instant Heart Attack This time’s end

The world overpowering me

The most entrancing feeling’s Heart Attack

Even if my breathe stops, you’re so close, that I like it

(Heart Attack – EXO)

 

*The Next Day*

Di perjalananku menuju gedung, seorang gadis mendekatiku dengan tatapan tajam, “kemarin kau pulang dengan oppa ku?!”u jarnya dengan nada yang cukup tinggi

“nee?” aku syok dengan apa yang baru saja ia katakan. Pasti ia sunbae! Mati kau Nara!

“memangnya kau siapa?” tanyanya dengan suara seperti merendahkanku. Ia galak!

“ah annyeonghaseyo, jeo neun Park Nara imnida. Aku semester satu, jurusan Economics”

“kau tidak terlalu cantik. tapi lumayanlah” ujar gadis ini. mendadak matanya berbinar. Entahlah. aku menyukai tatapan matanya. oke meskipun tajam dan sangat sangat ingin ku bunuh saat ini. ia terlihat angkuh, sombong, dan menyebalkan. ia mirip seseorang. tapi abaikan itu sekarang, “kau itu-”

 

“RAEKYUNG!”

 

Panggil seseorang, dan gadis ini menoleh ke arah suara itu. Raekyung? Namanya Raekyung?

Ia melipat tangannya dan kemudian tersenyum melihatku, “see you later Nara”

“eonni?” ujarku sebelum ia pergi. Lalu ia berbalik melihatku

“waeyo?”

“bisa aku tahu nama dan kelasmu?” tanyaku berani. Ia tersenyum. Aku sampai kaget

“jeo neun Shin Raekyung imnida. Aku semester 5, fakultas musik”

“annyeong eonni”

ia tersenyum padaku, kemudian berlari menuju teman-temannya.

 

Raekyung. Fakultas musik? Jurusan? Ah iya, jurusan apa ya?

Jika aku ingin mencarinya, masa aku harus mengelilingi fakultas musik!

Lagi pula, untuk apa kau mencarinya? Ingin di maki-maki? Hmm…

Dasar kau gadis bodoh, Nara! Pantas sunbae galak kemarin memanggilku bodoh.

 

“aku pulang dengan oppa nya? kemarin? Sunbae itu-”

 

“NARA!!” Kyungsoo menghampiriku dengan tatapannya yang hmm, seperti ini (O~O). ia berdiri di sampingku dan merangkul bahuku, “jika kau disini terlalu lama, Jungsoo seonsangnim tidak akan membiarkanmu masuk Park Nara yang bodoh”

“ah iya! ayo~” aku menarik Kyungsoo dan berlari ke kelasku.

“YAA!! jangan berlari”

“tidak ada waktu! Bisa mati kalau telat”

“salahmu sendiri!!”

“ah sudah. hemat tenaga!!”

 

Kami berdua berlari tunggang langgang menuju kelas. Bagaimana tidak, Jungsoo ssaem adalah dosen akuntansi dasar yang sangat galak. Sebenarnya tidak galak, hanya saja tegas. Kelas kami tidak pernah bermasalah, berbeda dengan kelas lainnya. hanya saja, jika aku dan Kyungsoo telat, bisa saja ini memulai masalah.

Aku baru sadar. Selama ini Sehun, Jongup, dan Kyungsoo juha sering memanggilku ‘bodoh’. Apakah aku benar-benar bodoh? Bahkan chanyeol juga pernah sesekali memanggilku ‘bodoh’.

‘Apa aku benar-benar bodoh?’

 TO BE CONTINUE🙂

4 responses

  1. ahahahahaha itu kenapa begini ya ceritanya, chanyeol kurang perhatian yah? sinih aku perhatiin *eh

    ah itu raekyung punya kakak? kakaknya siapa tuh? shin dong? jangaaaannnn hahahaha
    shin jong suk (lee jong suk) wkwkwkwk apa jangan jangan ada jongwoon masuk yah nanti? haha whatever lanjutkan.

    nara emang bodoh *jawab pertanyaan nara* LOL

    kalo liat kyungsoo itu seperti dirimu na~chan O-O kkk~ peace ._.v

    • heyhey, aku sudha perhatiin dia sekuat tenaga *eh

      adadeeeeh haha :3 hayoo maunya siapa ^^
      ff aku unpredictable, jadi jangan berharap hal yang unyu-unyu haha

      iya, kok aku suka ya buat karakter Nara jadi agak lemot nan bodoh -_-
      *bete sendiri*

      heyheyhey mentang-mentang mata aku bulat & besar? ahaha *ngambek*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s