[FF] THE REASON [UNTOLD – PART 5]


PART 5

Title     :  THE REASON [UNTOLD – Part 5]

Author :  Anastasia (@keiichiro_nana)

Genre :  Friendship, Romance, Family

Rating:   AG (All Age) / T

Cast     :  Park Chanyeol, Park Nara, Jung Daehyun

Other Cast : Found them by yourself🙂

Waktu telah berlalu, dan aku sangat bersyukur dengan apa yang aku miliki saat ini. keluarga yang baik, sahabat yang baik, dan bahkan aku sudah mempunyai keluarga kecil sendiri bersama Chanyeol. Setiap hari aku selalu repot dengan ini dan itu. hmm, mungkin karena aku ibu rumah tangga, atau murid rumah tangga, atau mungkin juga anak rumah tangga? Oke salah konsep.

Aku berjuang mati-matian agar bisa di terima kuliah di universitas Chanyeol saat ini. menjelang test masuk, Chanyeol juga berjuang agar aku bisa di terima di universitas itu. ia mengajari semuanya. Pelajaran, dan juga soal atau bagian yang mungkin akan keluar dalam test nanti. Di saat aku juga sibuk menyiapkan kelulusanku, Chanyeol juga sibuk dengan ujiannya. Ya, bukan Chanyeol namanya jika ia tidak bisa membagi waktu. So proud of my husband. Haha. oke abaikan aku.

 

“SELAMAT PARK NARA!!!”

Kalimat itu pertama kali datang dari mulut si comel, Daehyun. ia yang mengantarkanku untuk test, mengambil data, mengisi aplikasi, dan bahkan di saat pengumuman kelulusan masuk universitas, ia yang bersamaku. Chanyeol? Bulan ini ia sedang sangat sibuk ujian. Banyak sekali ujiannya. Aku mengerti itu.

Hmm, Daehyun? jangan kaget ya. ia di terima di Seoul National University (SNU). waaw, hebat bukan? jangankan kalian, aku, dan keluarganya. Daehyun sendiri saja kaget ia bisa lolos masuk SNU. Semua berkat Jessica eonni. masih ingat kan? Jika tidak, carilah cerita dimana ada Jessica eonni. ahaha. Oke out of topic. Jessica eonni mengisi persyaratan dan formulir untuk Daehyun, dan tiba-tiba ada surat yang menyatakan bahwa Daehyun lolos masuk SNU tanpa test. ini berarti aku dan Daehyun akan berpisah. Ya berpisah selama 4 tahun. Hmm, aku sedih, sangat amat sedih. Oke sekian!

Oh iya hampir lupa, sudahkah aku bercerita dimana Chanyeol kuliah? Ia kuliah di Kyung Hee University (KHU). Sudahkan? Kalian pasti tahu kan KHU itu dimana dan seperti apa. jika tidak tahu, carilah di internet. Jangan kalian tanyakan lagi dimana si bodoh itu kuliah. eh, tidak jadi deh. Karena aku juga akan kuliah disana. Otomatis jika aku memanggilnya bodoh, aku bisa saja di panggilnya bodoh. oke sipp, selesai.

 

**Few Days Later**

Aku menunggu Daehyun di taman dekat universitasnya. Kami berjanji bertemu disini. yah seperti biasa aku dan Daehyun selalu kesana-kemari menghabiskan waktu terakhir kami bersama. Hmm sudahlah. kan aku jadi sedih! jangan tatap aku begitu!

Ku rogoh ponsel, dan mengirimi Daehyun pesan untuk segera datang. aku sudah lapar.

“Daehyun. cepat dat-”

 

*bruukk*

Aku menubruk seseorang, kami berdua sama-sama terjatuh. Aku takut untuk sekedar melihat siapa yang aku tabrak barusan. Bahkan aku tetap menutup mataku. hmm cukup sakit juga. Salahku memakai ponsel saat berjalan. Jangan di tiru ya!

 

“YA!!”

Suara laki-laki? Astaga Nara kau bodoh sekali!! Matilah aku. aku masih takut dan lebih memilih untuk menutup mataku. kau pasti di maki-maki karena kecerobohanmu, hei Nara.

“neo gwaenchana?” tanya-nya, lalu sepertinya ia mendekatiku dan menyejajarkan dengan posisi dudukku

Aku mengangguk pelan, “nee gwaenchana. choisunghamnida”

“buka matamu, dan coba untuk berdiri. kau tidak apa-apa kan?” ia menggenggam tanganku, dan membantuku berdiri, lalu ku buka kedua mataku

 

[Backsound: Hurricane – BAP]

*DEG*

Jantungku! Jantungku!

Kenapa jantungku berdegup sekencang ini!

 

Dia menggoyangkan bahuku berkali-kali, “kau yakin tidak apa-apa?”

Aku masih saja diam. Aku takut. walaupun aku tidak mengerti mengapa aku takut begini. Jantungku seperti mau lepas dari tempatnya saat melihat seseorang ini. aku bahkan tidak bisa menggerakan kelopak mataku dan terus melihatnya.

“sepertinya” jawabku. Lalu ia memicingkan matanya saat mendengar ucapanku. Aku sungguh gugup saat ini. bisakah kau bawakan aku kasur? Aku ingin pingsan!

Mungkin jika aku bisa melihat wajahku sendiri, terlihat jelas rona merah di pipiku. Laki-laki ini begitu manis. Matanya tajam saat menatapku. Tapi sebenarnya aku takut karena ia tidak tersenyum sama sekali. Oke aku tahu aku yang salah, tapi setidaknya sebagai laki-laki, mungkin kau bisa lebih ramah dan lembut sedikit.

“kau yakin tidak apa-apa?” tanya-nya lagi dengan wajah yang cukup datar, dan aku hanya mampu mengangguk. Hey NARA biasanya kau berisik tapi di hadapannya mengapa tidak bisa bicara. Kampungan!! haaaah

“lain kali perhatikan jalanmu Agashi” imbuhnya sebelum ia pergi dari hadapanku

 

Ia begitu tinggi, dan bahunya begitu lebar. Aku tidak berhenti menatapnya hingga ia berbelok dan aku sudah tidak bisa melihatnya lagi

‘hamina~ hamina~ hamina~ aigoo eotteokhae’

 

“YAA GENDUT!! melihat siapa?”

Teriakan Daehyun membuyarkan lamunanku, dan membuatku naik pitam. Bagaiman aku yakin itu Daehyun? tentu saja!! di dunia ini tidak ada yang memanggilku ‘gendut’ selain manusia hina ini. kau tahu, ini sangat merusak suasana. Gendang telingaku harus mendengar kalimat jahat. Haruskah?

 “YAA!! JUNG DAEHYUN!!!” Aku menendang kaki Daehyun begitu keras

“yaa!! yaa!!  apeuda!!” rengek Daehyun. aku sudah tidak peduli lagi. Aku mengejarnya dan ingin sekali memukulnya. Perusak! Perusak!! Perusak! Haaaaah.

“hey apa salahku? Aku baru saja datang”

Aku tidak peduli saat ia terus menerus belari dan bicara padaku, “diam dan kemari!!”

“tidak sebelum kau berhenti mengaum dan berlari seperti harimau!!”

“JUNG DAEHYUN!!!!”

“PARK NARA!!”

 

**Few Days Later**

‘lain kali perhatikan jalanmu Agashi’

Kalimat itu terus membelenggu di kepalaku berhari-hari. Mungkin bagi sebagian orang wajah menyebalkan seperti orang itu tidak menyenangkan untuk di ingat.. Aku hanya senang melihatnya. hmm, aku tahu ini salah. Aku sudah punya Chanyeol. Tapi…

 

“kau siap?” ujar Daehyun sambil menyantap es krim miliknya. Aku memicingkan mataku, “ke kampusmu?”

“oh haha. hmm, sepertinya”

“kemarin lusa bukankah kau sudah survey?”

“survey untuk kesekian kalinya. Minggu depan kulah perdana”

“KAU MAU SURVEY TEMPAT ATAU SURVEY SUAMIMU BELAJAR?” teriak Daehyun sambil memukul kepalaku. Rasanya sakit

“YAA!! AKU BISA GEGAR OTAK!”

“kau bukan gegar otak. Tapi GAGAL OTAK!”

“ya masa gagal otak!”

“memang!”

“Daehyunie! Kau ini tidak berubah sama sekali”

“kau ingin aku berubah bagaimana? superman? Superstar? Atau super super lainnya? Hah!”

 

[Backsound: Secret Garden – A Pink]

Teringat aku akan berpisah dengan Daehyun, aku hanya bisa diam. ia menatapku dengan tatapan, ya seperti itulah. Tatapan Daehyun yang tajam memiliki banyak makna. Hari ini rasanya sedih. kau di hadapanku, tetapi aku merasa kau akan segera pergi, dan aku akan sendirian. Daehyun.

Daehyun mendekatkan wajahnya ke wajahku, “ada apa Nara?”

“tidak” aku menggeleng pelan

“hmm…”

“Daehyun”

“apa?”

“hanya satu yang aku ingin kau terus menjadi”

“apa?”

“super best friend for me”

“nee?”

“lusa kita sudah kuliah di kampus masing-masing, dan tidak bisa bertemu setiap hari. rasanya-”

“jangan menangis”

“aku tidak menangis”

“heleeeh, lihat air matamu sudah jatuh”

 

Aku segera menghapus air mataku. ya memang sangat sedih mengingat itu. sudah lebih dari 10 tahun kami bersahabat, dan selalu bersama. Kami tidak pernah tidak sekelas. Oleh karena itu kami selalu duduk bersebelahan. Tidak dalam satu meja. Namun aku tahu, ia selalu dekat denganku. kapanpun aku butuh, ia selalu ada. saat di sekolah, ia selalu menjagaku. Aku tidak pernah merasa sendiri meskipun aku tidak punya banyak teman.

Jika aku sedih, ia akan menyanyikan sebuah lagu. Suaranya sangat indah. Aku nyaman mendengarnya. Berpisah dengan Daehyun sebenarnya tidak pernah terpikirkan olehku selama ini. sejak menikah, dan Chanyeol masuk kuliah, aku mulai memikirkan ini dan itu. rasanya sangat sedih ketika kau tidak bisa selalu bertemu dengan sahabatmu satu-satunya. Kata Daehyun, aku pasti akan menemukan teman-teman baru yang baik. Chanyeol juga akan menjagaku di kampus. Hmm, mungkin ia benar. Tetapi tetaplah berbeda. Hey jangan tatap aku begitu. aku tidak cengeng kok. Aku hanya merasa sedih, sangat sedih. Sudahlah.

 

“you’re my sunshine my only sunshine. neon naui haetbit yeongwonhi neoreul saranghae~” (B1A4 – Sunshine)

 

Aku semakin menangis, karena tidak akan ada lagi yang menyanyikan lagu itu di kampus. Sejak sekolah dasar, ia selalu menyanyikan lagu itu. Semakin dewasa, nyanyian itu semakin teratur dan suaranya semakin indah, dan aku sangat menyukainya. Aku menutup wajahku dengan kedua telapak tangan. Aku mendengar Daehyun tertawa kecil. Ia terus mengusap rambutku. gaaaah, aku sebal sekali. aku menjadi lemah di saat seperti ini. JUNG DAEHYUN!!

 

“you’re my sunshine my only sunshine. neon naui haetbit yeongwonhi neoreul saranghae~” ia menyanyi lagi, dan ia tangannya masih terus mengusap rambutku

“geurae. I’m your sunshine, right?”

“right. Nara. you are my sunshine”

“Daehyun”

“waeyo?”

“nyanyikan aku lagu lagi”

“hmm…”

“…”

gaseumi gojangnan geot cheoreom. nan sarange buri nago. simjangman kung kwang kung kwang ttwigo, tto ttwigo. jebal sallyeojwo-”

“you’re my girl~”

“hahaha~”

 

The reason I won’t let him off is he’s my best friend, and I don’t know how can I survive without him beside. He’s the only one I can lean on before Chanyeol come in. maybe only Minho oppa who understand how guilty I am now. We have been friends for years, and he is my mood maker. In every single day, he always stay by my side. Maybe I’ll try to be mature, and let him off with smiles. Even if we’re not in the same university, doesn’t mean, we can’t be friend, and meet up like before, right? Yeah. He deserve better. my Jung Daehyun.

 

“setelah ini aku pasti akan menjadi cantik”

“haha yakin sekali kau?”

“bertaruh aku pasti jadi salah satu yang popular”

“ku rasa tidak”

“wae? wae? wae?”

“ingat ada hyeong yang mengawasimu. Haha”

“ya daehyun, aku-”

“hahaha”

“kan beda-”

“hahaha”

“aku-”

“hahaha”

 

“YAA!! JUNG DAEHYUN!!!” aku berlari mengejarnya, dan seperti biasa, ia belari secepat yang ia bisa.

“WAE? WAE? WAE?”

“KEMARI KAU!!”

“SHIREO!”

“KU HAJAR KAU~”

“HAJIMA! HAJIMA!!”

 

Aku mengejarnya hingga entahlah cukup lama. aku hanya menikmati hari ini. karena lusa kami sudah bergelut dengan kehidupan kampus. Mulai besok juga aku dan Daehyun tidak bersama lagi, yang artinya aku harus bisa menjaga diri sendiri. Meskipun ada Chanyeol, tapi ia tidak sekelas dan tidak di sekitarku. So aku harus harus mendiri kan?

Jung Daehyun. terima kasih atas semua kepedulian dan kasih sayang yang selama ini kau berikan padaku. Terima kasih juga kau sudah menjagaku dan membuatku mengerti bahwa kehidupan itu begitu luas, dan aku baru menapakinya sebagian.

Don’t ever ever forget me. I love you so much, my Jung Daehyun.

 

3 responses

  1. hiyaaaaaaa updateddddd, aku ketinggalan sehari hahahaha

    iss~ itu siapa yang diliat nara? jangan bilang kalo nara suka sama orang itu.

    iss nara cengeng banget, masa ditinggal daehyun aja nangis, padahal kan kalo ada waktu mereka bisa ketemu.

    oke nana, dilanjut secepatnya dan agak panjangaaaaannnnnnn hahahahaha

    • hayoo dia liat siapa? ;;) haha

      iyalah cengeng. kan Daehyun & nara udah sahabatan lebih dari 10 tahun. dan mereka gak pernah beda kelas. selalu sama-sama. jadi kalo inget Nara bakal sendirian gak ada Daehyun, pasti nyesek :’) *pengalaman*

      haha klo agak panjangan ya bisa-bisa lamaan dan gak update-update😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s