[FF] THE REASON [UNTOLD – PART 4]


Title     :  THE REASON [UNTOLD – Part 4]

Author :  Anastasia (@keiichiro_nana)

Genre :  Friendship, Romance, Family, Life

Rating:   AG (All Age) / T

Cast     :  Park Chanyeol & Park Nara

 Other Cast: Found them by yourself :)

Type: Chaptered

 

**Backsound: I Need You (nan niga piryohae) – A Pink**

Aku tidak bisa merasakan apapun selain rasa bersalah. aku bahkan tidak mau seperti ini. walaupun aku menikah dengannya terpaksa. Namun aku tak bernah ingin menjalani kehidupan ini dengannya secara terpaksa. Aku hanya ingin menjalani semuanya dengan baik layaknya keluarga kami.

Aku ingin terus bersamanya. Suatu saat bisa mencintainiya, bisa menjaganya dengan baik, tumbuh dewasa bersama, dan juga melakukan banyak hal bersamanya. Mungkin jika suatu saat kami memiliki anak, aku akan mengatakan bahwa ibu mereka adalah wanita yang luar biasa. Selain itu kami bisa berbahagia bersama dengan cara yang mungkin berbeda. Aku ingin seperti itu. tidak salahkan?

Sesaat ketika ia mengatakan hal itu, jantungku seperti di tusuk-tusuk. Aku syok dan hampir tidak bisa bernapas. Menurutmu berlebihan. Namun ini menjadi berbeda ketika kau mengalaminya sendiri suatu saat nanti. Aku tidak berharap kalian merasakan hal ini. karena sangat sakit. percayalah.

Ia pergi ke rumah orangtuanya, dan entahlah aku berpikir semuanya pasti akan berakhir. Namun sudah sepagi ini, tidak ada kabar apapun. Jangan tanya apakah aku tidak tidur. Bagaiamana mungkin aku bisa tidur di saat aku tahu istriku tidak bersamaku. Ya aku tahu aku memang tidak tidur bersamanya. Tapi setidaknya aku tahu, saat bersamaku di rumah, ia baik-baik. hmm, atau mungkin saja berpura-pura baik-baik saja. aku bahkan tidka tahu itu.

 

‘mianhanda Nara. nan niga piryohae. Tteonajima, jaebal’

 

It’s been two days!

Oke, aku hampir mati karena makan masakan basi. Aku bahkan tidak bisa membedakan masakan ini baik atau tidak, basi atau tidak, dan enak atau tidak.

Seharusnya tanpa Nara pun aku bisa mengurus diriku sendiri. Dulu sebelum menikah dengannya,, dan ketika orangtua ku bekerja ke luar negeri, aku bisa memasak dan mengurus diriku sendiri. Rumah selalu rapi, dan tugasku selalu selesai. Tapi kenapa sekarang berantakan! Aku seperti tidak bisa apa-apa. Come on Chanyeol! Why are you being too much!!

“hueek” perutku mual, “jelas saja. sudah buluk seperti ini!” Aku langsung melempar makanan itu ke tong sampah, “huaaah. mual!”

Aku belrari ke wastafel dan mengeluarkan seluruh isi perutku. maksudnya makanan! bukan lainnya! gaaaah!

 

“Aku pulang!!”

 

Nara? suara Nara?

aku langsung berlari ke arah pintu. Benar saja, Nara pulang. ia tersenyum dengan membawa 2 kantong plastik belanjaan. Ia pulang? is she okay?

 

“Aku pulang” ujarnya lagi

aku tersenyum, “Selamat datang”

 

Ia memasuki ruang tengah dan mendadak raut wajahnya berubah. bisa di katakan hampir nan nyaris ingin mengamuk. Oke, aku tahu apa yang di pikirannya!

 

‘Rumah Berantakan’

 

mati aku! dari pada ia mengamuk lebih baik aku…

“Chanyeol. kenapa sampah dan semuanya berserakan disini?” Tanyanya dengan nada menyeramkan. Oke ku ralat. Sangat menyeramkan

“Itu…”

Ia berbalik lalu menatapku dengan tatapan, ‘ku bunuh kau bodoh!’. aku hanya bisa diam. Ia mendekatiku, tapi tatapannya tidak seram lagi

 

Ia menyentuh wajahku dengan wajah khawatirnya, “kau sakit? wajahmu pucat”

“tidak apa-apa” ujarku mengelak. Hmm, bagaimana tidak sakit, 2 hari ini aku di telantarkan. jika ia tidak datang hingga besok, mungkin aku sudah sekarat

“Kau makan apa?” Imbuhnya lagi, dan aku menunjuk ke makanan bodoh yang membuatku hampir mati, “itu? kau makan itu?”

Ia menuntunku ke meja makan, “duduklah. aku akan buatkan bubur agar bisa menetralisir makanan yang buruk itu”

Aku menahannya dan menggenggam tangannya, “Tidak usah aku tidak apa-apa”

“Aku tidak mau kau sakit”

“Kau yang membuatku sakit, Nara. kau pergi dan meninggalkanku disini sendirian” ujarku. lalu ia tersenyum seraya menyentuh wajahku.

“Kau kan mandiri, seharusnya bisa masak dan merapikan rumah”

“Seharusnya”

Ia mengangkat alisnya dan menatapku, “maksudmu?”

“seharusnya aku bisa. tapi Aku lupa”

“lupa bagaimana?”

“aku lupa mengerjakan semua sendiri. Aku terbiasa dengan adanya dirimu di sekitarku. Saat kau tidak ada, aku tidak tahu harus bagaimana. aku butuh kau disini”

“Chanyeol”

 

wajah Nara seketika berubah muram. apakah aku salah bicara? hmm aku hanya jujur. ia bertanya, jadi aku hanya menjawab yang seharusnya ku jawab. aku memang sudah sangat terbiasa dengan keberadaan Nara. setiap pagi selalu ada sarapan, dan sore selalu tersedia makanan ringan di atas meja. selama dua tahun seperti itu. jadi jangan salahkan aku jika sekarang aku tergantung padanya. hei dia istriku.

 

aku menggenggam kedua tangannya dan tersenyum, “Nara…”

“ya?”

“kau tidak akan pergi lagi kan?” ujarku gentle. Aku terus menatapnya. Ia terlihat kaget dan bingung, “Nara?”

“aku…”

“janji padaku, kau tidak akan pernah meninggalkanku”

“…”

“can you promises me?” aku semakin mengeratkan genggaman tanganku, dan ia tersenyum

“asal kau tidak meninggalkanku terlebih dahulu, aku tidak akan pernah pergi dari sisimu. Kecuali…”

“kecuali?”

“kau yang memintaku untuk pergi” imbuhnya dengan ragu, dan membuatku tertawa

“aku tidak akan pergi dari sisimu, dan tidak akan pernah membiarkanmu pergi”

“baiklah” ia kemudian mengeratkan genggaman kami

 

Aku langsung memeluknya. Rasanya sangat nyaman. Dengan adanya ia disini aku tahu, aku akan hidup dengan baik. ia sangat berarti di kehidupanku. Entah bagaimana caranya mengatakannya. Tapi aku tidak bisa tanpanya.

 

“yang kemarin maaf ya” ujarku tanpa melepaskan pelukanku

“soal apa?”

“aku memarahimu, membentakmu, dan ya begitulah”

“tidak apa-apa”

“kenapa?”

“karena aku tahu kau peduli padaku” ia semakin mengeratkan pelukannya padaku. Aku suka sikapnya yang manja seperti ini. ya, aku sangat peduli padamu Park Nara.

“…”

 

Hahaha. entahlah, ia bisa mengerti diriku dengan caranya sendiri. Meskipun aku tidak pernah jujur dengan apa yang ku pikirkan, ia menerka-nerka sendiri dengan pemikirannya. 85% memang benar, dan ia juga tidak pernah terlalu menekankan bahwa aku harus jujur di setiap aspek. Ia selalu menunggu. Menunggu aku yang mengatakannya.

 

Guide me yeah take me together with you to the place where you live

Oh even if the world ends, I’ll follow from behind you so please don’t go out of my sight

Even when the morning comes, don’t disappear oh

This walk that I’m dreaming

You’re my only beautiful butterfly

(Don’t Go – EXO)

 

NARA

Ketika aku pulang, rumah berantakan. Sangat!! kesalnya bukan main. Namun rasa kesal itu hilang ketika aku melihat wajah pucat Chanyeol. Ia makan masakan basi. Astaga ya Tuhan. Istri macam apa aku meninggalkannya selama dua hari. bahkan ia tampak lusuh

Ia menyesali semua perbuatannya tempo hari. aku pun sudah tidak mempermasalahkannya. Aku mengalah. Aku tahu itu. aku hanya butuh sendiri untk menyelesaikan masalah dengan diriku sendiri. Aku yang bahkan belum bisa dewasa. Hei, aku sudah harus dewasa kan? Aku harus menjadi seorang istri dan siswi di saat yang bersamaan. Mungkin suatu saat aku juga akan menjadi ibu. Oleh karena itu, aku sangat butuh berpikir untuk menjalani hidup yang lebih baik bersama suamiku, Chanyeol

 

“sampai kapan kau mau memelukku” ujarku pada Chanyeol, dan ia mendorongku begitu saja. aku sampai kaget

“ah maaf Nara” ia menarikku lagi ke dalam pelukannya dan tertawa, “haha kau lucu sekali”

“ya..ya..ya..”

Ia melepaskan pelukannya, “mianhae~”

“aku ta-”

 

*chuu~

Ia mencium keningku!! Astaga ya Tuhan! Pasti wajahku merah. Aku langsung memeluk Chanyeol. Aku tak mau ia melihat wajah merah padamku. Ia tahu benar kelemahanku. Sentuhannya dan suaranya! Menyebalkan!

 

“Nara?” ia mulai berulah dengan suaranya! Sial, “haha kau ini kenapa?”

“hanya mau memelukmu. Salah?” ujarku ketus.

Ia menepuk-nepuk pelan kepalaku, “jangan sembunyikan wajah merahmu dariku”

“…”

“aku ingin lihat wajah merahmu yang lucu”

“hajima!”

ia mendekatkan dagunya ke bahuku, “Park Nara?”

“berhenti berbicara padaku dengan suara itu Chanyeol!”

“kau tidak suka?”

Aku melepaskan pelukannya dan menatapnya sebal, “PARK CHANYEOL!!”

“buahaha, arasseo, uri Park Nara”

“jangan melakukan hal yang membuatku khawatir lagi” ujarku mengenggam tangannya

“tidak akan. Selama kau disini”

“seulpeo hajima No No No. honjaga anya No No No. eonjena nana naege, hangsang bichi dwae jun geudae. nae soneul jabayo ije, jigeum dagawa gidae. eonjena himi dwae julge”

“haha, kemari~”

 

Kau tidak akan mengerti hingga kau merasakannya sendiri. Aku sangat membutuhkannya, begitu juga sebaliknya. Aku merasa nyaman seperti ini. ya seharusnya sudah ku mulai sejak lama. namun, keadaan siapa yang tahu. aku sangat bersyukur dengan semua kejadian lalu. Ada hikmahnya. Apapun yang terjadi, aku hanya berharap kami bisa mengatasinya dengan baik. sebentar lagi aku masuk universitas. Aku tidak mau masalah yang sepele menjadi besar dan menganggu belajarku. Aku harus bisa. hmm, aku bisa karena ada Chanyeol. haha

Hey, don’t leave me. I need you~ Oppa ga piryohae~

 

nan niga piryohae Always loving you

naman naman bodeumeojul saram

heong keureojin naemam

Hug me sseuda deumeo jwo

sowoneul damaseo

(I Need You – A Pink)

 

TO BE CONTINUE

2 responses

  1. uhuk uhuk akhirnya updateee hahahaha aku ternyata gak ketinggalan berita, wohooo sampe i miss you pun aku baca dari pertama terbit hahaha uri nana kangen seseorang coughcough😄

    nana~ya, ini terlalu pendek. belom 5 menit aku baca udah abis huhuhu
    eh tapi nara atas dasar apa dia balik lagi kerumahnya itu, kirain ada sesuatu omongan sama orangtuanya pas dia balik kerumah ortunya. btw chanyeol bodoh ya setelah nikah -tepatnya ditinggal nara- hahaha

    good lah, dilanjut okeee jangan terlalu lama lanjutannya, bisa bisa aku kayak chanyeol, makan makanan basi dan muntah muntah hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s