[FF] WHAT IS LOVE? (Prologue + Part 1)


 

Main Cast:

  • PARK CHANYEOL
  • HAN NARA

Support Cast:

Find them by yourself 🙂

Genre: Friendship, Romance

Rate: AG (All Age)

Author: Nana

 

**************

selama ini…

aku tak pernah mengerti dengan semua sikap manisnya

aku tak pernah mengerti apa yang ada di dalam hatinya

 

kami selalu bersama,

ia selalu menjagaku dengan baik.

senyumnya, tawanya, dan tatapannya selalu menghiasi kehidupanku

 

sampai disaat aku mengerti bahwa selama ini ia mencintaiku, dan saat itu tiba, ia sudah pergi meninggalkanku, selamanya.

love? what is love?

 

“saranghae.. saranghaeyo.. geudaeneun eodinayo?”

 

***************

 

Shinhwa High School

i move to the place where i won’t be able to see you, better not to remember.

i don’t know this is really painfull. i’m looking for the meaning of that.

what is love?

 

aku berdiri di lorong kelas menunggu panggilan namja yang dipanggil seonsangnim “Nara… masuklah” aku mendengar namaku di panggil, dan aku melangkahkan kaki kemana suara itu berada

 

*kreeet*

aku memasuki suatu ruangan yang akan ku sebut kelas, dengan orang-orang yang baru sekali ini melihatnya “anak-anak, mulai hari ini Nara akan menjadi bagian dari kelas ini. silahkan”

“annyeonghaseyo, cho neun Han Nara imnida. bangapseumnida” aku membungkuk memberi salam pada mereka, dan mereka semua tersenyum padaku

“silahkan duduk di depan Chanyeol ya. itu disana” ujar ssaem, dan namja manis berambut ikal melambaikan tangannya padaku “hei chanyeol, perlakukan ia dengan baik ya” imbuh ssaem sambil tersenyum, lalu aku berjalan ke arahnya

“arasseoyo. annyeong Nara” ia mengangkat tangannya dan tersenyum manis padaku

“nee” aku tersenyum kecil padanya sebelum aku duduk dan memulai belajar

 

aku melihatmu dimana-mana!

tatapanmu, senyummu, matamu

kenapa kau terus mengelilingiku?

kenapa kau tak bawa saja aku bersamamu?

MINKI… aku harus bagaimana?

 

**seusai belajar**

aku menutup bukuku dan memandang keluar jendela.

aku masih mencari makna itu… cinta.

What is Love??

 

“Nara….” tegur Chanyeol

“iya?”

“mengapa saat aku menatapmu, rasanya kau memiliki segudang pertanyaan di otakmu” ia melebarkan tangannya dan menatapku

“nee?”

“pertanyaan yang bahkan kau sendiri bingung” ujarnya lagi dan aku tersenyum ringan

“aku sedang mencari sesuatu” jawabku

“sesuatu?? apa?”

“……….” aku hanya tersenyum tanpa menjawab apapun darinya

 

**4 Days later**

sudah 500 hari kau pergi, MINKI. aku masih terlalu riskan untuk percaya.

kau bilang kita saling memiliki, kau bilang kita akan selalu bersama.

kenapa kau pergi sendiri?

bukankah kita sahabat?

 

“pagi Nara….” tegur Chanyeol ramah. lalu aku tersenyum kecil “jangan begitu…. begini nih” ia memperlihatkan senyumnya yang begitu ramah “sekarang coba”

“………..” aku tersenyum seperti yang namja ini katakan. tapi hatiku yang sejujurnya tak bisa tersenyum seperti itu

“aku tidak mengerti masalahmu. tapi apapun masalahmu, jangan mencoba untuk menekannya” ujar Chanyeol sambil memainkan rubik, aku memiringkan kepalaku “kenapa?? karena kau tak akan bisa lepas dan tenang” ia tersenyum dan mengusap rambutku

“……….”

“terkadang hidup itu memang begitu” ia menepuk bahuku, lalu kembali sibuk dengan rubiknya. Chanyeol ini seperti mengerti sesuatu hal di diriku

 

** 4 hours later **

seusai pelajaran, aku terus melihat keluar jendela.

sampai kapan aku harus begini?

sampai kapan kau memenuhi pikiranku, MINKI?

 

“sebenarnya apa yang kau pikirkan??” ujar Chanyeol mengulang pertanyaan yang sama

“bukankah kau sudah pernah menanyakannya?”

“aku hanya merasa kau begitu sedih dan tertekan” ujarnya lagi, dan tepat mengenai relungku. hal itu benar-benar membuatku tersenyum “nah, seperti itu. seorang wanita akan tampak cantik jika ia tersenyum dengan tulus” ia mengacungkan jempol ke arahku “kau cantik begitu”

“jangan pelit lagi ya?”

“pelit?”

“pelit senyum. Haha”

“……..” namja ini selalu bisa membuatku tersenyum dengan caranya sendiri. Terima kasih

 

**kreeet**

suara seseorang membuka pintu dengan kasar.

aku mengarahkan padanganku ke arah pintu kelas

 

“hei kau!”

“kau kemana saja??”

“apa kabar?”

teriak beberapa namja. mereka menghampiri namja yang baru saja masuk ke kelas. namja itu tersenyum pada teman yang lainnya, dan akhirnya mata kami saling menatap. ia mendekat ke arahku dengan tatapan aneh, hmm, sinis tepatnya

 

“kau siapa?” tanya sedikit ketus “ini mejaku. cepat pergi” ujarnya mengusirku dari tempat dimana aku berdiri sekarang “cepat!”

“wow, kau duduk saja di depan” Chanyeol membelaku dan menghadang namja ini “dia murid baru”

“kenapa tidak suruh wanita ini yang di depan” ujarnya ketus lalu mengambil tasku dan menaruhnya di meja di depanku “pindah sekarang”

 

“hei, itu hanya meja”

“benar, sudahlah”

“dia wanita, jangan seperti itu” ujar teman-teman lainnya membelaku. ku bukannya tak mau membela diri. tapi

 

“tak apa. aku saja yang pindah” ujarku menenangkan situasi “dimanapun tak masalah”

“tak masalah?” ujar namja ini, dan aku mengangguk “baiklah,,,,”

 

*bruuk*

“yaa!!!”

“tasnya!!”

“aahhh”

seru teman lainnya saat namja ini melempar tasku keluar jendela. wajahnya tampak santai dan tersenyum sinis saat melihatku

 

“kau apa-apaan sih!!” Chanyeol mencengkeram kerah kemeja namja ini “apa salahnya??”

“kau kenapa!!!” teriak yeoja lain “ambil tasnya!!”

“benar-benar deh”

 

aku? aku hanya diam mematung saat ia memperlakukanku seperti ini.

 aku bukannya tak mau melawan. Tapi…

 

“permisi, aku akan mengambil tasku” aku berjalan pelan keluar kelas untuk mengambil tasku yang dilemparnya ke lapangan

 

*lapangan*

“ini dia…” aku menemukan tasku yang sedikit kotor terkena debu “sudah bersih” aku tersenyum melihat tasku, ah, aniya, tas Minki

 

“Nara!!!” Chanyeol teriak dari kelas “tasmu baik-baik saja?”

“ada yang rusak tidak?”

“kotor tidak??” imbuh teman yang lainnya. aku menggeleng pelan, lalu tersenyum menatap mereka

 

aku melihat namja itu menatapku sedikit sinis. aku mengabaikan tatapannya dan berjalan kembali menuju kelas. sesampainya di kelas, aku melihat namja itu sudah duduk di meja. bukan di tempat dimana ia memintaku pindah. tapi ia duduk di depanku

 

“Kenapa kau duduk disini??” ujarku pelan, dan ia menatapku sinis

“kau pikir aku mau duduk di tempat yang sudah kau duduki?” kalimat tajam itu benar-benar mengesalkan. tapi kenapa aku diam saja “dasar menyusahkan!” imbuhnya lagi

 

“Nara, kau tak apa-apa??” tanya Chanyeol ramah, dan aku mengangguk sambil tersenyum “mau minum?” ia menyodorkan sebotol air mineral padaku

“terima kasih” aku menenggak air mineral yang di berikan Chanyeol “ini,,,, ” aku ingin memberikan botol itu kembali ke Chanyeol. tapi namja itu mengambilnya

 

“kau masih mau meminumnya Chanyeol?” ujar namja itu

“memangnya kenapa?” aku mendengarkan saja apa yang mereka bicarakan “masih banyak kok”

“tidak bagus lagi!!” namja itu melempar botol itu keluar jendela, setelah itu menatapku tajam. Chanyeol hanya bisa mengabaikan perlakuan namja itu. sedangkan aku? masih tidak mengerti kenapa aku diam saja!!

 

**seusai sekolah**

aku tak tau apa yang terjadi hari ini. aku aneh, sangat aneh. namja itu?

hal itu lebih membuatku tak habis pikir lagi. ada apa sebenarnya?

 

*bruuuk*

“aduh” aku tersandung dan terjatuh “kotor,,,,” aku membersihkan rokku yang terkena debu cukup tebal “Ck! aw,,,”dan  ternyata lututku berdarah. aku mengambil tissue lalu menyeka darah ini “sakit,,,,,”

 

ada seorang namja berdiri tepat di sampingku. ku dongakkan kepalaku dan menatap namja itu. ya namja itu! namja yang bahkan aku tak tau ia siapa. yang aku tau, ia membuat hari ini begitu absurd

 

“kenapa kau selalu seperti ini” tanya namja ini dengan nada yang cukup besar “bodoh”

“……….” aku tidak menyaut dan memilih membersihkan lukaku

“kau seperti mayat hidup dengan segala tatapanmu!”

“……..” kenapa ia tidak diam saja dan pergi dari hadapanku

“kau tak apa-apa?” ia menyodorkan tangannya ke arahku, dan aku hanya diam menatapnya “berdirilah!!”

“……….” aku masih sibuk merapikan tasku yang isinya agak berantakkan

“ayo!!”  ia berteriak lagi. kenapa ia suka sekali berbicara kasar. Rasanya ingin sekali menendangnya “ppalli!”

“……….”  susah payah aku berdiri sendiri tanpa bantuannya, lalu membersihkan rokku dari debu. aku menatapnya tanpa ekspresi, lalu berjalan mendahuluinya pelan-pelan

“aduh, lututku sakit” gumamku pelan. aku sedikit pincang karena sakit ini.

Tapi…..

 

hatiku sakit!! semuanya buram!!

MINKI, kau dimana??

 

kau bilang kau akan menjagaku?

lihat, ada yang menyakitiku!

turun, dan kemari!

 

**NEXT DAY**

“pagi,,,,” sapaku pada Chanyeol di depan kelas

“pagi Nara,,,,” ia merangkulku hangat, lalu kami masuk ke kelas

“hei, ini datanya. kau olah ya” Chanyeol memberikan sebuah FD ke namja itu, dan ia mengangkat jempolnya. aku tidak pernah bertanya siapa ia dan mengapa ia begitu kasar. aku hanya masih tak mengerti

“Nara… lututmu terluka?” Chanyeol langsung berlutut di depanku “apakah sakit?” tanyanya lagi dengan ramah saat menyentuh lututku. aku menggeleng pelan

“sudah tak apa-apa” jawabku sambil memegang lututku yang sakit “terima kasih”

 

aku kembali ke posisi semua, dan mataku tepat menatap mata tajam namja di depanku. ia menatapku sinis seraya mengatakan ‘pergi dari sini!!’

 

**kreeeet**

Yesung ssaem masuk ke kelas dengan sumringah.

“hey ho. hari ini kalian akan pulang cepat” ujarnya singkat, dan yang lainnya berteriak senang “silahkan,,,,”

“he??” kami langsung terdiam “sekarang ssaem?” tanya Chanyeol “kami baru datang,,,,” imbuh namja di depanku, unname boy. dan saaem mengangguk

“kalian pulanglah. para ssaem ingin rapat dengan ketua yayasan” imbuh ssaem “hari ini kalian akan tetap dihitung masuk. sudah ya” ssaem itu langsung keluar kelas, meninggalkan kami yang syok dengan sikap salah satu ssaem kami

 

“baru juga datang”

“ah tau begini, tidur saja”

“baguslah. kita ke game center!!” macam-macam ungkapan keluar setelah pemberitahuan ssaem. memang benar, tau begitu aku istirahat saja

 

“tapi cuaca yang cerah” bathinku menatap langit “Minki….”

“wanita aneh” ujar namja ini, lalu aku menatapnya “kau aneh!!” imbuhnya lagi

“………….”

“tatapanmu begitu dingin! seolah-olah kau memiliki pertanyaan yang berkecamuk” imbuh namja menyebalkan ini. aku terus menatap langit, dimana ada dirimu, Minki

 

aku mengabaikannya lalu mengambil tas dan bersiap pulang “Chanyeol aku duluan ya”

“hati-hati Nara. see you” Chanyeol melambai padaku. dan namja itu, dia melihatku begitu sinis. terserahlah

 

*lantai 1*

“turun bisa, jalan susah. aduh!” aku menggerutu sendiri. kakiku sakit sekali saat berjalan “di tengah lapangan begini…” aku berjalan sedikit menyeret, errghh “annoying~”

 

aku terasa limbung, kakiku lemas “eh!!” seseorang menarikku dari samping, ia menaikkanku ke punggungnya “kau?”

“pegangan!!” ujarnya keras. ia menggendongku dan berjalan kea rah gerbang “rumahmu dimana, biar aku antar…”

“terima kasih. aku bisa sendiri” aku memaksa turun, dan ia pun goyah

“dengan kaki begitu??” teriak namja ini “Nara! apa kau bodoh!!” imbuhnya “jangan sok kuat!!”

 

Minki..

aku melihatmu, tapi aku tidak melihat sifatmu.

Minki..

aku menatapmu, tapi tidak menatap sikapmu.

 

“bukan urusanmu” ujarku datar padanya dan ia terus saja melihatku sinis. aku mengabaikannya lalu berjalan terseok-seok. ia tidak memanggilku, apalagi mengejarku. aku masih tidak mengerti. apa yang aku cari! Minki!!

 

**2 DAYS LATER**

kakiku sudah sembuh,

sudah bisa berjalan.

bisa jalan santai lagi.

Minki.. are you with me?

 

*kreeet*

ku buka pintu kelas yang terlihat masih sangat sepi. namun aku menemukan seorang namja yang menyebalkan itu. ia menatapku dari tempat ia duduk. namun dia seperti,,,,

 

“MINKI!!!” aku berlari ke arahnya dan ia tetap diam menatapku. aku membelai rambut dan wajahnya. aku kaget “Minki…..” ia menepis kasar tanganku

 

“REN!” ujarnya saat aku berteriak ‘MINKI’, “cho neun REN imnida!!” aku bingung dengan apa yang baru saja ia katakan “lihat ini” ia menunjukkan rambutnya saat di cat putih. ternyata ia namja itu!!! “aku adalah REN!!”

“……….”

“kakimu sudah lebih baik?”

“………..”

“jangan tatap aku seperti itu! Aku bukan MINKI!” ujarnya kasar, dan aku terbangun dari lamunan, lalu menatapnya datar

“benar, kau bukan MINKI. dan bukan MINKI,,,,” aku langsung duduk di kursiku dan menatap keluar jendela

“kakimu?”

“bukan urusanmu”

 

Minki, kau tau!! namja menyebalkan itu bernama REN.

Minki! kau sudah tak ada, Kau sudah pergi.

Namun yang di hadapanku….

Bertentangan dengan kenyataanku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s