[FF] WHAT IS LOVE? (Part 2)


Main Cast:

  • PARK CHANYEOL
  • HAN NARA

Support Cast:

Find them by yourself 🙂

Genre: Friendship, Romance

Rate: AG (All Age)

Author: Nana

 

**************

 Minki, kau tau!! namja menyebalkan itu bernama REN.

Minki! kau sudah tak ada, Kau sudah pergi.

Namun yang di hadapanku….

Bertentangan dengan kenyataanku…

 

“kau menangis?” tegur unname boy. ah tidak, namanya REN “kau tak apa-apa?”

“………” senyumnya, tatapannya, wajahnya begitu mirip denganmu Minki! “……..” aku masih menatap photo Minki di ponselku

“kapan kau memotretku?” ujar Ren agak sinis saat mengintip ponselku “kau itu aneh!”

“tidak”

“jangan bohong! itu aku kan??” ia semakin membentakku, dan aku benci itu “benar kan!!”

“berisik!”

“itu siapa!!”

“namanya Minki, Choi Minki” ujarku datar “dan dia bukan kau”

 

“sini!!” ia mengambil ponselku lalu melemparnya ke lapangan “jangan perlihatkan photo itu!”

“Minki…” aku syok melihat ponselku di buangnya begitu saja

“itu hanya ponsel!! bukan orangnya, Nara!!”

“………” air mataku jatuh begitu saja saat melihatnya

“mengapa kau selalu seperti mayat hidup!!”

“………”

“Nara…..” ia terus saja menatapku “aku…”

 

“kau senang melemparnya?”

“nee??”

“kemarin tas, sekarang ponsel, besok apalagi yang kau lempar?” ujarku sinis

“…….”

“kemarin-kemarin aku sangat berharap aku bisa melawanmu, memukulmu, bahkan membencimu”

“kalau begitu keluarkan emosimu! jangan bersikap…..”

“stop!!!” aku berteriak dan mendorongnya hingga entah kekuatan dari mana aku membuatnya terjatuh “aku melihat Minki di dirimu oleh karena itu aku tidak bisa melawanmu!! tapi Minki yang aku lihat berubah dan sikapnya 180′ terbalik!!”

“………..”

“aku berharap bisa membunuhmu sekarang!!!”

“……….”

“jangan campuri hidupku!!!” aku langsung berlari kebawah mencari ponselku. MINKI!

 

***

“ini ponselmu ya?” ujar seseorang yang memungut ponselku

“iya, terima kasih ya”

“nee, sama-sama” ujarnya “oh iya, itu REN ya??” ujar yeoja ini, dan aku memiringkan kepalaku “REN oppa tampan ya dengan rambut cokelat itu. tersenyum pula. ah tampan” ujar yeoja ini histeris “eonni, boleh aku minta??”

“maaf,,, tapi ini Minki” ujarku dengan nada sedikit tinggi lalu berlari keluar sekolah

 

Alasan aku benar-benar diam adalah karena ini.

REN sangat mirirp dengan MINKI! Dan hari ini saat REN mengubah gaya rambutnya sama persis dengan MINKI, aku semakin yakin semuanya! Benar-benar kesialan bodoh!!

 

**TAMAN**

“sulit bagiku untuk melepasmu, Minki” gumamku menatap langit

 

“kalau begitu jangan lepas” ujar seseorang

“Chanyeol??”

“kau apakan si Ren?”

“he??” aku tak sadar ia sudah di sampingku “……….”

“kau sedang melamun apa?” tanyanya ramah “aku mengikutimu dari gerbang sekolah lho” ujarnya lagi “mau??” ia menyodorkan minuman padaku, dan aku menggeleng pelan

“aku tidak melakukan apa-apa pada REN” ujarku tanpa ekspresi “ia terlalu…..”

 

“mirip dengan Minki-mu??” ujarnya yakin dan membuatku terkejut

“kau tau dari mana??”

“Nara… aku di belakangmu, dan aku sering mendengarmu berbicara dan menyebut nama ‘Minki’ saat melihat photo itu” imbuhnya lagi “sini” ia mengambil alih ponselku dan tersenyum “hmm, memang sangat mirip sih. tapi jangan terlalu membebani hatimu”

“ne?” aku menatapnya parau, dan ia tersenyum saja menatap danau di depan kami

“tidak mudah melupakan seseorang yang kau sayangi. tapi jangan juga membebani dirimu”

“………..”

“ke sekolah yuk, sudah hampir masuk” Chanyeol menggandeng tanganku menuju sekolah

 

*Gerbang Sekolah*

ia masih terus menggenggam tanganku. rasanya hangat sekali

“tersenyum dong” ujarnya sambil mencubit pelan pipiku, dan aku tersenyum “ah cantiknya Nara,,,” imbuhnya sambil terus menggenggam tanganku “kajja~”

 

Minki…

tanganku digenggam olehnya

ia selalu bisa membuatku tersenyum, sama sepertimu dulu.

Minki, aku menanggung beban berat. aku rindu padamu, Minki

 

**KELAS**

*kreeet*

kelas sudah ramai, dan aku melepaskan genggaman tangan Chanyeol. ia tersenyum mengerti, lalu berjalan mendahuiku

 

Ren menatapku dengan perasaan, hmm, seperti bersalah “ponselmu, aku minta maaf” ujarnya pelan

“………” aku memilih diam menatap keluar dan mengabaikannya

 

“Nara….” teriak Chanyeol

“apa” aku langsung melihatnya “mwo? hahaha” ia menunjukkan muka super lucu yang membuatku geli. ah tidak, super geli! “hentikan Chanyeol” sedih langsung hilang ketika melihat senyum dan tawanya, ajaib “cukup, cukup!”

 

“wah Nara tertawa!!”

“akhirnya,, hahaha”

“nah tertawa seperti itu Miss Han” ujar beberapa teman dan Chanyeol tersenyum melihatku tertawa

 

“apa ada yang aneh aku tertawa?” tanyaku malu-malu

“kau tersenyum saja jarang apalagi tertawa Nara” ujar salah satu namja di kelasku

“benar, manis sekali” imbuh yang lainnya. apa sesulit itukah aku tersenyum di mata mereka??

 

“aku benci melihatmu sedih. jadi teruslah tersenyum Nara” ujar Chanyeol sambil membelai halus rambutku “hwaiting!”

“untuk tersenyum tidak mudah Chanyeol. karena terkadang aku lupa bagaimana tersenyum dan tertawa. oleh karena itu aku lebih memilih untuk diam” ujarku yang langsung membuat Chanyeol terdiam menatapku. aku langsung menghadap ke depan lagi, dan mendapati Ren terus melihatku dengan tatapannya yang, hmm, aku tak tau ini jenis apa “papan tulis disana!!!” ujarku sambil melotot padanya

 

*kreeeet*

“pagi,,,” ujar Yesung ssaem di depan kelas

“pagi,,,,”

“siap belajar ya” ssaem tersenyum ke arahku dan yang lainnya

“nee!!”

 

**seusai sekolah**

“Nara, aku pulang duluan yaa” ujar Chanyeol dan aku mengangguk. ia memunggungiku lalu hilang dari pandanganku

aku masih mendapati tas Ren di mejanya “ah,,,,” aku kaget karena Ren tiba-tiba di belakangku

“kau mencariku?” tanyanya padaku, dan aku memilih diam dan berlalu

 

“tunggu…” ia menarik tanganku dan aku jadi terduduk di kursi Ren

“………”

“maumu apa Nara??” ujarnya sinis. mauku? ia mendekat ke wajahku dan terus menatapku

“………”

“jawab aku nona!”

“………” aku mendorongnya pelan agar menjauh, namun ia tidak bergeming. aku menatapnya tajam

 

“mengapa kau selalu mengabaikanku??” tanyanya sinis “dan mengapa kau selalu tersenyum melihat Chanyeol?”

“berisik!” ujarku sinis menatap mata tajamnya “awas…”

 

*bruuk*

ia mendudukanku lagi, dan menatapku tajam “apa maumu??” aku tak kalah tajam menatapnya “pergi dari hadapanku!!”

“kenapa kau hanya diam dan tidak melawan??” tanyanya kasar

“………….”

“katakan!”

“bukankah aku sudah katakan tadi pagi? belum cukup?”

“siapa kau sebenarnya??”

“Nara, Han Nara. apa yg kau inginkan??”

 

ia mendekat ke wajahku, hingga aku bisa mendengar desahan nafasnya “aku ingin kau!!”

“aku??” aku diam dan berpikir. hingga aku merasakan sesuatu yang lembut dan lembab menempel di bibirku. bibir REN!! “YA!!!” aku mendorongnya hingga jatuh di dekat kakiku “pergi!!”

“setiap menatapmu, aku gila!!”

“………”

“kau tak pernah membela diri atas perlakuan kasarku, dan membuatku bersalah!!!” ia duduk di hadapanku dan meletakkan dahinya di pangkuanku “kenapa kau begitu padaku!!!”

 

“jika kau tak suka, kau abaikan aku saja seperti aku mengabaikanmu”

“kau pikir aku bisa!! tapi tak bisa”

“bisa!”

“aku sudah mencoba!!”

“………”

 

“kau tau, setiap menatapmu, aku tak mengerti jalan pikiranku!!”

“kalau begitu jangan menatapku”

“setiap kau berbicara halus dengan Chanyeol, aku, aku benci itu!!!”

“kalau begitu jangan mendengarkan”

“setiap kau tersenyum dan tertawa bersama Chanyeol, rasanya aku ingin marah”

“kalau begitu jangan melihat”

“………”

 

aku terdiam melihatnya seperti ini. ia masih saja berlutut dan memeluk kakiku. ia bukan seperti REN! lebih seperti… MINKI. Minki yang jika sedang banyak masalah selalu memeluk kakiku seperti ini! kenapa sikapmu sperti Minki!

aku mengangkat wajahnya dan menatapnya “ayo bangun…” kami sama-sama berdiri dan saling menatap “…….” aku  menepuk kepalanya pelan. seperti seorang kakak kepada adiknya

 

“jangan perlakukan aku seperti anak kecil” ia melepaskan tanganku dari kepalanya dan mencium bibirku lagi

“REN!!” aku sedikit menjauh

“……..” ia semakin mendekat ke arahku

“HENTIKAN!!!” aku benar-benar memalingkan wajaku. ia hampir mencium leherku, namun akhirnya ku tepis “REN!!”

 

*PLAAK*

aku menamparnya begitu keras hingga ia benar-benar memiringkan kepalanya. lalu ia diam dan menatapku. apalagi yang mau ia lakukan?

“………….”

“jangan pernah melakukan hal itu lagi!!” aku menuding wajahnya dan menekan kalimatku hingga ia kembali berwajah sinis “atau aku akan….”

“jika Chanyeol yang lakukan ini?” ujarnya tiba-tiba, dan aku syok “apa kau akan marah?”

“………..”

“jika Chanyeol yang menyentuhmu, apa kau akan….”

“geumarhae!” aku menatapnya dengan emosi memuncak “jangan samakan Chanyeol denganmu!!” lagi-lagi ia berdesis sinis

“jangan pernah dekat-dekat dengan namja lain. terutama Chanyeol. jauhi Chanyeol!!” ujarnya sambil tersenyum sinis dan memainkan rambutku

“apa hakmu?” aku menjauhkan tangannya dari rambutku lalu kutatapnya sinis

“jika itu terjadi, jangan salahkan aku jika namja itu remuk” ujarnya tegas dengan mata melotot, dan aku kaget dengan ucapannya ini “ingat Nara! Jangan dekat dengan Chanyeol. atau ia akan ku singkirkan!!” ia berjalan meninggalkanku mematung. ucapannya begitu serius, aku syok

 

“kau pikir kau siapa??” gumamku sendiri memikirkan yang baru saja ia lakukan padaku

 

*BRAAAAK*

“ciuman pertamaku dengan orang bodoh begitu!” air mataku jatuh perlahan saat mengingat kejadian barusan “sial”

 

Minki!!

kau lihat perlakuannya?

turun, dan hajar dia!!

 

**NEXT DAY**

pagi ini rasanya malas ke sekolah.

Minki, aku bingung! aku harus bagaimana!!

 

“pagi!!!” teriak seseorang dari pintu masuk, dan aku langsung membuang muka “pagi Nara….”

 

“hee?”

“mwo? kok?”

“Ren??” desis teman-teman yang lain saat REN bodoh menyapaku

 

“………” aku diam saja menatap keluar jendela “ck!” ia malah terus mendekat ke arahku. aku tau ia terus menatapku. aku muak melihatnya “pergi dari hadapanku”

 

“pagi Nara,,,” sapa Chanyeol padaku, lalu ia mengacak-acak rambutku dan tersenyum

“pagi” jawabku ramah. aku langsung menengok ke belakang dan mengabaikan Ren bodoh

“sedang apa?”

“menyiapkan buku” ia sibuk mengeluarkan buku-bukunya “nah siap!”

“good boy” aku mengangkat jempolku padanya, dan ia tersenyum

 

laku kembali ke posisi awal dan wajah Ren tepat di depan wajahku

“apa??” gerutuku padanya, dan aku mendengar jelas giginya bergesekan “papan tulis disana” ujarku malas menatapnya

 

“kau bukan MINKI! MINKI sudah tidak ada!” bathinku meyakinkan diri sendiri

“bahkan terlihat sama dari belakang” gumamku pelan

 

**2 WEEKS LATER**

selama 2 minggu ini, REN lengket sekali padaku! aku gerah melihatnya menempeli kemana aku dan Chanyeol pergi. Chanyeol hanya tertawa saja melihat Ren. ini otakku, otak Chanyeol, atau otak Ren yang bermasalah??

 

**TAMAN**

“ap-eseoman tteodeulppun gasigjeog iyagikkun

You don’t wanna come through with me just sayin

neon nalmoleugoiss-eo neujgijeon-e run away

Oh you better run far from me”

 

 

“suaramu bagus ya…” ujar seseorang di belakangku

“Chanyeol?”

“hai…” aku tersenyum kecil menatapnya “jangan begitu lagi. tersenyum seperti ini nih!” Chanyeol memperagakan senyuman menterengnya “bisa??”

“susah”

“hahaha, kau itu benar-benar gadis tanpa ekspresi ya” Chanyeol mencubit pipiku “lucunya….”

“………”

“saat kau menyanyi tadi, rasanya kau mau membunuh Ren ya? Hahaha’

“nee?”

“mworaogoyo??” Chanyeol kaget saat aku mengiyakan gurauannya tentang Ren “Nara kau serius?”

“tentu saja tidak!! Tapi aku benci kelakuan REN! aku benci setiap perbuatan yang dilakukan REN!!! aku benci…”

“nah seperti itu” ia merangkul bahuku dan tersenyum

“nee?”

“sekuat-kuatnya seorang wanita, ia tak lebih kuat dari laki-laki. jika kau ada masalah, tertekan, atau marah, luapkanlah” ujar Chanyeol, dan mengerutkan keningku “bukannya tidak boleh kuat. tapi sekali-kali lemah tak masalah. jangan dipaksa untuk selalu kuat. karena jika wanita selalu kuat, laki-laki bingung bagaimana menjaganya”

“………….” namja ini! mengapa ia begitu mengerti bagaimana memperlakukanku

“keluarkan saja emosi yang membuatmu tidak tenang. jika butuh teman, aku siap, selalu disini” imbuhnya

“…………”

“kau masih mau disini? sudah hampir masuk lho”

“mwo?”

“sudah jam segini” Chanyeol memperlihatkan bahwa sekarang pukul 7.50 melalui jam tangannya “sekolah tidak?”

“mwo!! kajja!!” aku langsung menggandengnya berlari ke sekolah. aku belajar banyak hal hari ini. terima kasih atas semuanya, Chanyeolie.

 

**CLASS**

“Nara… Kenapa bisa bersama Chanyeol??” bisik REN dengan suara dalamnya dan aku mengabaikannya

“…………” ia terus saja menatapku, tapi aku sudah cukup muak dengannya

“Nara….” Chanyeol menepuk bahuku, dan aku langsung memutarnya ke arah Chanyeol

“apa?”

“lihat PR. hihihi” ujarnya dengan wajah bodohnya, ya, wajah bodoh kesayanganku “boleh ya”

“baiklah… ini”

“thankyou…” ujarnya sambil mengacak-acak rambutku. aku tersenyum, lalu kembali ke posisi semula “……” Ren tepat di depan wajahku lagi

“apa?” ujarku, tapi ia tetap menatapku dengan tatapan yang super sinis “papan tulis di depan!!”

“……..”

 

****

“kalian akan libur selama 4 hari” ujar Yesung ssaem “kalian senang?”

“nee~”

“kita buat tugas kelompok ya” ujar Yesung ssaem sambil tersenyum licik

“yaaaah” kami semua merasa malas mengerjakan tugas

“nilai kalian yang kosong akan ku isi dengan adanya nilai itu” imbuh Yesung ssaem, dan kami semua langsung mengangguk setuju

“kita mau buat apa ssaem?”

“buat kliping photo dan jelaskan apa liburan kalian” ujar Yesung ssaem “paham?”

“tidaaaak” sahut kami semua, dan aku tersenyum

“seperti membuat scrapbook ya ssaem?” tanyaku pada ssaem

“BINGO!!” Yesung ssaem menjentikkan jarinya dan tersenyum “buat seperti itu. hmm, sebentar,,, ada 24, berarti 3 orang perkelompok”

“boleh di gabung tidak kelompoknya??”

“hhmm, jika digabung 2-3 kelompok maksimal. arasseo??”

“nee”

“ya sudah, selamat liburan” ujar Yesung ssaem antusias. aku terkadang bingung, ia bahkan seperti murid “bubyee~”

 

*tuk*tuk*tuk*

kepalaku seperti di ketuk pelan oleh Chanyeol, dan aku berbalik menatapnya “apa?”

“sekelompok yuk!” ajaknya semangat dan aku mengangguk setuju “good! cari 1 lagi dan….”

“aku ikut kalian…” Ren tiba-tiba disampingku dan meminta satu kelompok. ah malas!!

“hmm, boleh. nee Nara??” ujar Chanyeol ramah. apa?? sekelompok dengannya! annoying!

“terserahmu Chanyeol” ujarku sambil tersenyum. aku tau pasti Ren kesal saat aku tersenyum pada Chanyeol. masa bodoh!

 

hei, MINKI,

aku harus membuat scrapbook,

aku rindu scrapbookmu

 

**NEXT DAY**

MYEONGDONG

hari ini aku dan Chanyeol berjanji bertemu disini. memutuskan kemanakah kelompok kami berwisata. Tapi Chanyeol telat!!!

 

“Nara!!!” teriak seseorang dari belakang, dan aku melambai dengan wajah sedikit kesal “maaf ya telat”

“he? Chanyeol!!” aku cukup kaget melihatnya

“hey hoo Nara” itu Chanyeol?? rambutnya lurus? Tuhan, ia beda sekali ketika di sekolah, jadi tampan “kau Chanyeol??” tanyaku syok “serius??” lalu ia mengangguk

“ada apa?” tanyanya heran

“ra..rambutmu??” aku menyentuh rambutnya yang halus dan tersenyum “lurus”

“hahaha” ia tertawa lalu melihat kakiku “kalau kau memakai celana panjang, kakimu jenjang juga ya Nara” ujarnya memuji kakiku. hanya kaki??

 

*McD*

*Lunch*

sudah 1 jam sejak kami bertemu disini. sepanjang perjalanan, semua menatap kami aneh. kau tau Minki, kata mereka semua, aku dan Chanyeol sangat serasi. benarkah??

 

“hmm, kenyangnya” ujar Chanyeol sambil mengelus perutnya

“………..” aku tersenyum, lalu memandang keluar jendela “hari yang cerah” ujarku, dan Chanyeol mengangguk setuju

“sudah yuk!” Chanyeol langsung bangkit dari kursinya dan menarikku keluar

“mau kemana??”

“air mancur” ujarnya “tuh disana” ia menunjuk ke arah air mancur yang begitu tinggi. cantiknya “kajja~” ia menggenggam tanganku dan menuju ke arah air mancur itu. rasanya begitu hangat, dan nyaman. saat aku bersamanya, aku merasa aman, dan, aku tak tau lagi menjelaskannya

 

***

“duduklah” ujar Chanyeol

“ah basah nanti” gerutuku, tapi ia bersikukuh menyuruhku duduk di pinggir kolam “mau apa sih?”

“ini!!” ia mengeluarkan ponsel dan langsung duduk di sampingku. pipinya menempel di pipiku, rasanya jantungku mau meledak “siap! kimchi!!!”

 

*cekreeek*

woalaa~ jepretan yang sangat baik

“Nara,,,,” Chanyeol menatapku serius “kau,,, ” ia menatapku lebih dalam lagi “lucunyaa!!!” ia terus berkutat dengan hasil jepretannya

 

aku tidak ingin di bilang lucu,

aku ingin di bilang cantik,

Minki!! aku bukan anak-anak lagi

aduh, Tuhan!

 

“ayo kesana” Chanyeol menarikku dan berlari melewati kerumunan orang banyak

“…………” aku melihatnya sesekali, dan tatapan itu, tatapan lembutnya. hingga ia berhenti di sebuah gereja besar dan mengajakku masuk “ayo”

 

“mau apa??” tanyaku saat ia terus saja masuk ke aula tengah

“hehehe~” ia tertawa kecil. aku mengedarkan pandanganku kesegala arah. apakah besok digunakan seseorang menikah. semuanya tampak cantik “naiklah ke altar itu” ujar Chanyeol, dan aku menurut

“mau apa sih??” gerutuku, lalu Chanyeol berdiri disampingku dan tersenyum. matanya tertuju pada lilin yang menyala di kotak itu. aku melihat kesegala arah “Chanyeol, jangan disini. ini area sakral” aku berusaha menarik Chanyeol dari altar ini, namun Chanyeol menghadangku

 

“Han Nara…” panggilnya lembut

“nee??”

“aku mungkin tak bisa menjadi Minki-mu” ujarnya serius dan aku terkejut “aku juga tak bisa selalu mengerti apa yang kau pikirkan” imbuhnya, lalu ia berlutut di hadapanku dan menggenggam kedua tanganku

“Park Chanyeol, kau sedang apa?” aku benar-benar terkejut. apa yang ia lakukan? tatapannya, suaranya yang manly, senyumnya, sentuhannya. apa yang ia lakukan??

 

“tidak apa-apa” ia langsung berdiri dan tersenyum manis “ayo keluar dari sini” ia menggandengku keluar dari gereja dengan raut wajah yang berbeda. ada apa sebenarnya

“kau tak apa-apa?”

“hmm, tidak apa-apa”

 

***

“woaaah!!!” teriak Chanyeol saat melihat pertunjukkan sulap api “kereen!” ternyata aku salah, dia baik-baik saja. aku hanya takut sesuatu terjadi, dan aku tak bisa menerka apa yang ia pikirkan

 

**2 HOURS LATER**

sudah banyak photo kami abadikan hari ini, dan sangat menyenangkan. Minki, aku senang sekali hari ini “Chanyeol?”

“hmm?”

“di gereja tadi?” Chanyeol langsung berhenti menatap apa yang ada di hadapannya, lalu menatapku “mau bicara apa??”

 

“aku hanya ingin katakan, jika kau ada masalah, datanglah padaku. jangan pergi dan diam sendiri” ujarnya lembut “aku akan berusaha menjagamu seperti Minki menjagamu. ah tidak, mungkin lebih baik” ia terus tersenyum menatapku

“kau akan menjagaku?”

“tentu.. disini, disampingmu, menjagamu” ujarnya sambil memelukku dari samping.

jantungku berdegup sangat kencang saat melihatnya tersenyum padaku.

Minki aku kenapa? rasanya mau lepas!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s