[FF] TIME MACHINE [Part 2]


Main Cast:

  • OH SEHUN
  • CHO NARA

Support Cast:

Find them by yourself 😀

Genre: Friendship, Romance

Rate: AG (All Age)

Author: Nana

 

***********************

 

Whenever I wanna laugh, you make me cry.

You keep me from doing even one thing as I want.

Whenever I miss you, I break down like this.

Even though I try to forget, I cannot do it.

I didn’t realize loving one is so hard like this 

NARA

**taman belakang gedung**

 

“Nara,,,,”

“ah kalian”

“ada aku juga lho…” Luhan mengangkat ibu jarinya dan tersenyum “hahaha”

“hahaha, uri Lulu. waeyo?”

“bhaha, Lulu. Lulu hyung” ledek Kyuhyun

“setidaknya jangan panggil aku Lulu dihadapan banyak orang!!” gerutu Luhan. aku memanggilnya Lulu karena terkadang ia sangat amat manis seperti seorang princess “kalian itu benar-benar!”

 

“eh,,,” Kyuhyun menepuk kepalaku pelan

“apa??”

“eh,, eh,,” imbuh Sangil dengan tatapan aneh

“apa!!!!”

“yaa!! jangan teriak” Kyuhyun menjitakku keras “berisik!!”

“…….” aku meringis hebat. Jitakan Kyuhyun itu rasanya benar-benar eergghh

 

“hmm, apakah Sehun itu mantan kekasihmu?” ujar Kyuhyun santai

“mwo?” ke,, kenapa mereka?

” kami bicara begini. karena,,, bagaimanapun juga kami peduli”

“tapi kenapa tanya yang begitu??”

“itu,, hmm,, “

“karena kami mau tau, babyboo”

“…….”

“kenapa harus ‘mantan kekasih’?”

“karena,,, hmm, entahlah,,,,”

“karena itu yang kami pikirkan”

“…….”

“Nara,,, are you with us?”

 

haruskah aku menceritakan ini pada mereka?

harusnya rahasia ini ku ungkap agar suatu saat nanti mereka bisa menjaga topik pembicaraan??

 tapi,,

 

“sebenarnya…..”

 

**20 minutes later**

akhirnya,,

beban ini ku lepas juga.

rasanya aku ingin menangis keras bila mengingat ini. namun aku harus bisa menahannya di hadapan mereka. disaat begini, aku rindu Taemin dan Kai yang bodoh itu

 

“maafkan kami, Nara. kami,,,,”

“ah tidak apa-apa. itu sudah berlalu”

“kau yakin tak butuh penjelasan darinya?”

“ssstt, Luhan, shut up” Sangil membekap mulut Luhan dengan roti

“sudah dulu. tapi hanya begitu penjelasannya saat memutuskanku”

“……….” Kyuhyun memelukku dan tersenyum

“hahaha,,,, gwenchana. santai saja”

“,,,,,,,,,,,,,”

 

aku bersyukur ada mereka. biasanya jika aku begini, Kai dan Taemin akan menenangkanku. mereka paham bagaimana menjagaku. tentu saja, sejak SD kami sudah bersahabat. ah rindunya pada mereka. apa mereka di asrama baik-baik saja ya?? apa mereka berbuat ulah?

 

** 1 WEEK LATER **

“babyboo, kau tak apa-apa?” tegur Woohyun ssaem

“nee” pelajaran terhenti dan semua fokus padaku “gwenchana” imbuhku dan Woohyun ssaem mendekat padaku

“kau pucat begitu, bagaimana bisa bilang tidak” gerutu Sangil “minumlah ini”

“tidak mau….” aku menolak susu yang ia berikan. bukannya sombong hanya saja,,,

 

“Nara tidak suka susu coklat” ujar Sehun tiba-tiba dan membuat yang lain kaget. apa maunya bicara begitu “ia lebih baik minum air putih ini”

“…………”

 

“wooaaa, Sehun tau banyak yaa”

“cieee, Nara”

“aigoo, babyboo~”

“ahahaha,,,,,”

 

bagaimana ia tidak tau banyak, kami kan pernah pacaran 2 tahun. pasti ia mengerti kondisi fisikku. tapi ia tak mengerti psikisku. bodoh

 

“kepalaku,,,,,” aku pusing sekali

“Nara,,,,”

“……….” rasanya lemas dan buram

 

SEHUN

*bruuuuk*

“Nara,,,,”

“babyboo!!!”

 

“Nara!!!” ia pingsan dan membuat heboh satu kelas

“biar aku yang bawa ke uks” aku sigap membopong Nara “tunjukkan ruangan uks”

“nee”

 

Nara,,,

bertahanlah, aku mohon.

jika sakit, katakanlah sakit.

jangan kau pendam sendiri

 

**UKS**

“sehun, kembalilah ke kelas. kami akan menjaganya” ujar Kyuhyun

“aniya, aku akan disini. aku,, aku tidak akan meninggalkannya lagi”

“………”

 

selama 4 tahun ini, aku tidak pernah tau perkembangan Nara.

bahkan aku menghubunginya saja tidak.

aku takut,,, takut ia lebih membenciku jika aku menghubunginya

 

** 2 hours later **

“eengghhh,,,,”

“Nara,,,, kau siuman” aku langsung tersenyum melihatnya membuka mata

“………” ia memegang kepalanya “Kyuhyun,, Luhan,,,”

“mereka baru saja keluar makan siang, kasihan. aku yang menjagamu”

“………”

“kau mau kemana?”

“………”

 

*bruuuuk*

Nara terjatuh tepat di samping ranjang “tuh kan, jatuh! hati-ha,,,”

“jangan sentuh!!!” ia melepaskan tangannya dari genggamanku “aku bisa tanpamu!”

“Nara…” ia diam menatapku. ya, itu adalah tatapan kemarahannya “paling tidak, biarkan aku membantumu bangkit”

 

“tidak usah! kan sudah ku bilang, aku bisa! bangkit? aku bisa bangkit sendiri!!!” dengan susah payah, ia berusaha bangkit dan menggapai ranjang “lihat, aku bisa kan? aku selama ini mampu!!” ia menatapku sinis “jadi jangan sentuh! PERGI!!!”

“………”

 

aku keluar ruangan dan meninggalkannya. seakan-akan ia mengatakan, selama ini ia bisa tanpa aku. ia sudah tak butuh aku. aku hanya menyakiti dan membebaninya. Aku melihat dengan susah payah ia bangkit. apa itu berarti ini adalah cerminan masa lalu??

“maafkan aku, Nara,,,”

 

**

“Sehun, kenapa di luar?”

“apa Nara baik-baik saja??”

“Nara sudah siuman… kalian masuklah”

“benarkah? Bagus…” Luhan masuk ke dalam, dan Kyuhyun duduk disampingku

 

“kau tidak masuk??”

“tidak. sepertinya kau lebih membutuhkanku dari pada Nara”

“he??”

“jangan salah sangka. aku hanya ingin mendamaikan kalian”

“………”

“jangan menatapku seperti itu”

“………”

 

mungkin tak salah jika Nara begitu akrab dengan namja ini. selain pintar dan baik hati, ia juga mengerti bagaimana bersikap. walaupun kalimatnya begitu tajam dan sangat sangat, hmm aku bingung mengutarakannya. tapi aku melihat kasih sayang tulus darinya untuk Nara

 

“aku akan membantumu,,, “

“membantu,, ku?”

“aku akan mencoba membuat Nara dekat denganmu”

“bagaimana mungkin. dia itu,,,”

“jika tidak mencoba, kita tak akan tau bagaimana reaksinya. Apa kau mau begini terus?”

“………”

 

aku menatapnya ragu. tapi ia tertawa dan senyumnya menampakkan keyakinan “sini,,,,”

“he??” ia menarikku, dan berbisik di telingaku

“psst,,,,,,”

“hee?”

“ih, sini!! jadi, ppssttt,, nanti pssttt…”

“………”

“apa bisa?”

“tentu,, jadi,,, psssttt,,,,”

 

baiklah, aku ikuti permainanmu.

namun jika bazooka Nara keluar, aku tidak ikut-ikut.

Tapi aku malah takut ia jadi marah kepada mereka

Nara itu sedikit… riskan…

 

** 3 days later **

*di kelas*

hari ini, aku, Kyuhyun, Luhan, dan Sangil berencana mengajak Nara ke Lotte. agar aku bisa berbaikan dengan Nara, rencana sudah disiapkan. ini ahlinya Luhan

“babyboo!!! cabut yuk” ujar Kyuhyun memulai rencana

“ca,, cabut??”

“goes to the amusement park” ujar Sangil semangat dengan logat inggris

“ke Lotte, main” imbuhku

“,,,,,,,,,,,” ia langsung diam setelah aku yang bicara. ah harusnya aku diam

“aku belum pernah kesana. ayolah” bujuk Luhan. ya Luhan memang belum pernah kesana “Nara,,, pliss”

“kampungan,,,,,” ujar Kyuhyun ketus. Aku cukup terkejut dengan ucapannya. terkadang namja ini berbicara kasar dan tanpa di pikir panjang “payah”

“bhahaha,,,,,,” Nara tertawa keras

“diam kalian,,,,” gerutu Luhan. ya mereka begitu aneh. tapi justru dengan merekalah Nara tersenyum dan tertawa.tak pernah terbesit kesedihan di wajahnya

 

** LOTTE **

*permainan balon udara*

“lho dimana yang lainnya??”

“tak tau, aku kan juga disini”

 

aku bingung tiba-tiba di dalam ini hanya ada aku dan Nara. tak nampak Sangil, Kyuhyun ataupun Luhan di balon udara di belakangku. Nara mulai terlihat panic. Jujur aku memang tidak tau kalau mereka akan memulainya secepat ini

 

“………” kami diam tanpa kata dan tidak saling memandang

“………” aku melihat tangan Nara gemetaran. ah iya! ia tidak suka tempat tinggi “gwenchana??” aku menatapnya khawatir. wajahnya begitu datar

“………” ia diam saja. astaga! bagaimana aku bisa lupa

 

*greeeb*

aku langsung menggenggam tangan Nara. ia berusaha melepaskannya. namun tenagaku lebih besar “lepas…” akhirnya ia berbicara dan menatapku !!

“akan ku lepaskan jika sudah turun dari balon udara ini” Ujarku bersikeras menggenggam tangannya. aku terus saja menggenggam tangannya, namun ia masih saja gemetaran. Nara, maaf, aku lupa kau takut ketinggian

“terima kasih” ujarnya. walaupun ia tidak tersenyum padaku, ia bicara dan di sampingku seperti ini sudah cukup

“ini bukan apa-apa,,,,,”

 

kau tau Nara,,,

mendengarmu bicara padaku rasanya sangat senang.

entah itu dalam keadaan marah, atau tidak, aku sangat bahagia.

teruslah tersenyum, karena ketika kau tersenyum aku tau, kau sedang bahagia.

hanya satu hal itu yang bisa aku terus yakini

 

**setelah turun dari balon udara**

“hati-hati” aku memapang Nara dan berjalan perlahan “awas,,,,” ia limbung dan tidak bisa berdiri dengan benar “kau yakin tak apa-apa?” aku khawatir padanya, wajah Nara tampak pucat. ia mengeluarkan keringat dingin. hanya butuh beberapa menit setelah itu akan normal, dan aku tak tau apa yang akan terjadi pada ketiga orang itu nanti

 

“Nara…” Kyuhyun dan yang lainnya panik melihat wajah pucat

“Nara, gwenchana??”

“gwenchana, babyboo??”

 

perasaanku mengatakan ia akan mengamuk pada mereka. setelah napasnya teratur. ampun! pasti keluar. Berulang kali ia mengambil napas dalam-dalam lalu mengeluarkannya

 

“Nara,,, kau tak apa-apa?” tanyaku padanya, ia hanya diam “apa kau butuh,,,,”

 

“yaaa, ima!!!!” teriak Nara di depan mereka. dan semua orang yang ada di sekitar kami syok dengan suara Nara. apalagi kami “eerrggh!!”

 

“tuh kan benar” bathinku cukup syok dengan suaranya. aku langsung mundur 2 langkah karena kaget “disini saja deh”

 

“apa yang kalian pikirkan? hah! aku takut ketinggian, kenapa disuruh naik?”

“itu,, ah, kami tidak bermaksud,,,”

“dan kemana kalian?? hanya aku dan sehun yang naik!! hah”

“………”

“mau mendekatkanku? hah!! melakukan modus? hah!!”

“bukan begitu,,,”

“berpura-pura ke toilet, tapi lama! yaa!!! annoying!!”

 

Sangil langsung mendekatiku, dan dengan wajah shock ia menatapku

“kok bisa??”

“begitulah Nara” bisikku

“ia wanita kan ya??”

“………”

 

“kalian berdua, jangan berbisik!!!” teriak Nara pada kami. sudah 4 tahun aku tidak mendengar suara bazookanya. hahaha “sialan!” ia terus saja mengamuk. bahkan security tak berani mendekat karena melihat wajahnya begitu memerah

 

“dasar, lelaki tidak bertanggung jawab! menyebalkan!”

“………”

“aku pulang!!!”

“Nara,,,,”

“maafkan ka,,,”

“berisik!!!!”

 

ia berjalan cepat meninggalkan kami dengan perasaan marah. aku tersenyum saja melihatnya. she’s back. finally i can see her real habit. i really miss those things, Nara

 

“aduh kaget!” seru Sangil dengan wajah pucat

“aasshhh,, suaranya itu! errghh” imbuh Kyuhyun sambil menepuk-nepuk telinganya

“kapok! kapok! wou pen tsu chie. chun zai ni hue. woaah, xie-xie!!” ujar Luhan dengan bahasa china yang merepet, dan aku tertawa melihatnya kaget

“hei, dia begitu kalau mengamuk?” tanya Kyuhyun, masih dengan wajah kaget

 

“that’s the real her. her bad habit comes when you pushed her into the condition that she really hate. just like today” ujarku fasih dan mereka langsung pucat seakan-akan mengatakan ‘matilah kami’

 

“that’s such as a shock therapy”

“how can my babyboo acting like that. terrible!!”

“aasshh,,, that’s really surprised me. in 2 years, how can you,,,” imbuh Kyuhyun, dan aku tersenyum

“because i love her so much, and,,,,”

“sudahlah,, tak usah sedih” Sangil tersenyum, lalu menepuk bahuku “lain kali kita coba ya”

“mworagoyo?? aku lebih baik menjadi penyusun naskah saja!! jangan bawa aku!!” teriak Luhan spontan. ku rasa ia masih trauma dengan suara Nara tadi

“hahaha… arasseoyo” ujar Kyuhyun sambil menepuk kepala Luhan “kau akan kami jadikan umpan saja. nee?”

“puyao!!!!” ujarnya dengan logat China dan kami memiringkan kepala “errrghh, aku tidak mau!!” imbuhnya sambil menghentakan kakinya “tidak mau!!!”

“hahaha~”

 

dan akhirnya kami bermain berempat tanpa Nara. bujangan mencari cinta di taman bermain. hahaha. ah aniya, aku hanya akan mencari ketenangan. karena cintaku masih ada padanya

 

**NEXT WEEK*

**Sehun’s Home**

aku membuka album masa SMP, dan disitulah aku merasa begitu terpukul “kau sangat manis Nara~” dan akhirnya aku menangis melihat photo-photonya. Aku merasa sangat bodoh meninggalkannya begitu saja. Ia begitu menyayangiku, tapi aku malah…

“photo ini…” aku meraba photo yang menjadi sebuat jimat untukku ketika di Amerika “kelakuan bodohmu…” i miss you, Cho Nara

 

**FLASHBACK**

“sehunie!!” panggil Nara

“ada apa?” jawabku, lalu ia mengambil sesuatu di sakunya “mengambil apa!?”

“kajja~” ia mengeluarkan ponselnya “kita berphoto ya”

“hahaha, baiklah”

 

*cekreeek*

“aaa, kyeopta!!!” ujarnya histeris “ayo kita cetak!”

“hanya 1 saja di cetak?”

“ayolah,,, chagiya,,,”

“kajja~”

*FLASHBACK END*

 

aku ingat hari itu,,,

menggenggam tangannya,, mencium keningnya,,, dan bahagia menjalani kisah bersamanya.

kenapa aku begitu bodoh!!

 

“aku harus bertemu Kai dan Taemin! aku harus tau perkembangan Nara. ya, harus!!”

 

aku segera mencari no telepon Taemin di buku catatanku.

 semoga masih bisa di hubungi

 

*kring*

“yeobseyo, apa ini Lee Taemin??”

“ah, ini Sehun. kau ingat aku?”

“nee, kabarku baik. Kai dan kau bagaimana??”

“syukurlah,,,,”

“hmm,,, aku ingin bertemu dengan kalian. bisakah?”

“ah baiklah. jam 12, lusa, di apgeujong”

“he? baiklah kalau begitu”

“nee, annyeong”

*klik*

 

hanya saya aku butuh waktu lagi untuk mengenalmu Nara.

kau tidak lebih kuat dari yang aku duga.

aku bersalah, maafkan aku

 

**2 DAYS LATER**

**APGEUJONG**

akhirnya aku sampai di apgeujong.

tak banyak berubah, tetap terlihat begitu indah

 

“SEHUN!!!!” teriak Kai dan Taemin sambil melambai padaku

“woaah, apa kabar? hahaha”

“wuuu, ke Amerika tanpa memberi kabar kami. keterlaluan!”

“mianhae~”

 

“dan kau meninggalkan Nara begitu saja setelah memutuskannya” ujar Kai blan-blakan dan keadaan menjadi serius. aku kaget ia tiba-tiba mengatakan ini “……..”

“Kai~”

“ternyata hari dimana kau ke Amerika, paginya kau memutuskan Nara begitu saja” imbuh Taemin

“ia tidak langsung cerita?” ujarku shock

“geurae! dan parahnya lagi, kami baru tau saat kelas 3! ia selama itu berjuang melawan sakit hatinya sendiri!!”

“aku memang terlalu jahat untuknya,,,,”

“………”

 

“sudahlah, itu sudah berlalu, Kai. sekarang Sehun sudah kembali dan bertemu dengan Nara. Sehun, sepatutnya kau meminta maaf dan….”

“andai ia mau melihatku, aku akan menceritakan semuanya. bahkan jika perlu, aku berlutut dihadapannya”

“nee??”

“maksudmu apa Sehun?”

“selama 1 bulan lebih kami sekelas, menyapaku saja tidak ia lakukan. bahkan saat aku sapa, ia hanya diam dan membuang muka”

“……..”

“kalau kau bertanya??”

“ya dia menjawab, tapi, hanya seadanya. dan itu juga tetap tidak melihatku. Tapi ia lebih sering mengabaikanku”

“…..”

“mungkin luka yang telah kau berikan terlalu dalam untuk dicabut. bahkan mungkin jika sudah dicabut, meninggalkan bekas yang sulit di hilangkan”

“……” aku diam mendengar apa yang baru saja Taemin katakan

 

“sudah ah. kita kan mau bersenang-senang” ujar Taemin mencairkan suasana “jangan di pikirkan” imbuhnya lagi sambil menepuk bahuku

“ah iya. hari ini kita bersenang-senang saja. itu semua masa lalu” imbuh Kai

“……..”

 

“kau kapan kembali dari Amerika?”

“sekitar bulan lalu”

“langsung kuliah?”

“nee, biar tidak membuang waktu”

“hahaha”

“oh iya kalian tau dari mana aku sudah bertemu dengan Nara?”

“ia cerita….. eh?” jawab mereka bersamaan “hahaha”

“ia tidak cerita masalah ini?”

“tidak.. eh” ujar mereka bersamaaan lagi “halaah”

“dasar, kalian”

 

**3 hours later**

beberapa jam telah berlalu. kami benar-benar bernostalgia. aku juga mengetahui kondisi sekolah dan Nara setelah aku pergi ke Amerika. kenapa aku mengambil keputusan tanpa berpikir panjang!! pada akhirnya, aku menyakiti hatinya. sangat menyakitinya

 

“terima kasih kalian sudah mau bertemu denganku”

“hahaha, kita kan sahabat, sepatutnya kita terus seperti ini”

“tentu saja. jika ada masalah… datanglah kemari” ujar Taemin dengan nada bijak.

“bye~”

“nee…”

 

akhirnya kami berpisah di stasiun. aku kembali melanjutkan perjalananku ke Sungai Han. entah mengapa aku ingin kesana. tempat dimana, aku dan Nara sering bermain sambil mengerjakan tugas. dan aku sangat ingin kembali ke masa itu

 

**backsound: Grumbling*

 

*Han River*

ternyata tak banyak berubah,

bahkan, jauh lebih indah,

andai, hubunganku dengan Nara tidak retak, pasti….

 

“hmm…” aku melihat Nara duduk sendiri di tepi sungai “Nara??”

 

tatapannya kosong,

aku tidak tau ia memiliki tatapan kosong seperti itu.

atau, aku yang menyebabkan ia memiliki tatapan itu

 

“hei Nara…” sapaku

“……” ia masih diam, tak mau bicara padaku

“kenapa sendirian saja?”

“……” ia tetap diam tak bergeming menanggapi teguranku bahkan menjauh dariku

 

aku menatap lurus sungai panjang yang ada di depanku ini, dan kemudia menatap Nara “kau ingat tidak… dulu sepulang sekolah kita sering mengerjakan PR bersama disini??” ujarku bernostalgia

“……..” ia akhirnya menatapku dengan tatapan yang, hmm, yang penting suatu tatapan yang memiliki ekspresi. Tidak seperti yang kemarin-kemarin

“kau suka sekali tiduran di rerumputan ini, dan melebarkan tanganmu seperti ini” aku memperagakan kebiasaannya, dan matanya berkaca-kaca

“……..”

“dan kita pasti bercerita apa yang terjadi hari itu” ujarku lagi, dan ia terus saja menatapku “aku rindu semua itu”

“………”

“apa aku salah bicara??”

 

“aniya…” apa? dia,, dia bicara? padaku. atau pada siapa??

“kau bicara pa..padaku??”

“…..” ia mengangguk, namun masih dengan ekspresi datar

“…….” air mataku hampir jatuh.. aku menatapnya dalam, dan kami saling menatap “maafkan aku, Nara. aku menyakitimu”

 

#nowplaying BOGOSHIPDA – KIM BUM SOO

 

“berbuat kesalahan adalah kelemahan manusia. tapi mencoba memperbaiki kesalahan itu adalah salah satu kelebihan manusia” ujarnya sambil memandang sungai “if you’ve done a mistakes, then the regrets will come too”

“i wish i could go back to the past. i won’t go anywhere, so i’m still here with you” ujarku, lalu ia menatapku

“unfortunately.. there is no time machine…” ujarnya datar “that’s only exist in a kids stories, this’s a real world. there no way to go back Sehun”

 

ia bangkit dan meninggalkanku sendiri.

aku terpaku dengan kata-katanya

 

“kau ada di hadapanku, kau hidup, kau nyata. namun kau tak menunjukan ekspresi kalau kau hidup di hatiku, Nara”

 

NARA

aku bertemu Sehun di sungai Han. kenapa harus bertemu di tempat itu?? dan kenapa ia harus bernostalgia!! aku senang melihatnya tersenyum… aku juga senang ia masih mengingat semua itu. Tapi…

 

*TAMAN*

aku terus mengayunkan kaki di atas ayunan ini. hari hampir sore, dan aku masih dengan kegalauan bodoh ini. jika aku telat pulang, entahlah, apa masih ada bis atau kereta. detik ini aku benar-benar memikirkan apa yang tak seharusnya ada di pikiranku. annoying!

 

“kau,,,, apa yang ingin kau katakan sebenarnya” ujarku menatap photo Sehun yang ada di dompetku “jangan membuatku seperti ini”

“tak ku sangka Cho Nara otaknya sudah konslet”

“siapa itu??” aku berbalik, dan tersenyum melihat seseorang itu “aish, ku kira siapa”

“berbicara dengan photonya? kenapa tidak langsung saja dengan orangnya?” ia duduk di ayunan sebelahku dan tersenyum

“……..”

“no one’s perfect” ujarnya sambil menghadap ke arahku “all you need is how to love someone perfectly with your own way”

“geunde….”

“kau sudah dewasa, Nara. ku rasa, kau tau bahwa kau harus merubah cara pandangmu terhadapnya” imbuhnya “kau rindu padanya kan??”

“…….” mendengar semua kalimatnya membuatku ingin sekali menangis. tapi,,,,

“mulailah membuka hatimu,,, jadikan ia teman. bukankah kalian dulu teman??”

“……….”

“semua harus di coba, Nara”

 

ia bangkit dan berjalan menjauhiku yang masih memikirkan semua kalimatnya

 

“kau harus pikirkan itu ya” imbuhnya lagi

“chakkanman….”

“waeyo??”

“jeongmal gomawoyo… Kyuhyun” ia tersenyum dan mengangkat ibu jarinya

 

**NEXT DAY**

*IBM*

ya, mulai sekarang, aku akan mencoba terbuka. dan memang tak ada salahnya menyapanya.

 jika tidak sekarang, kita tak tau. berapa lama lagi aku hidup

dan aku tak mau menyia-nyiakan semua

 

*kreeek*

“pagi semuanya!!!!” sapaku pada yang lainnya

“pagi Nara…”

“morning… “

 

aku melihat Sehun menatap ke luar jendela. ya, dari samping seperti itu memang ia paling tampan. dan dari posisi itulah, awal mula aku mencintainya. Tatapannya yang tanpa ekspresi, membuatku sangat amat menyayanginya, Oh Sehun.

 

“pagi Luhan… pagi Kyuhyun… pagi Sangil…” mereka tersenyum seraya membalas sapaan pagiku, dan mataku terus tertuju pada Sehun “pagi Sehun…”

 

“pagi Nara… eh??” ia menjawab sapaanku, tapi ia kaget karena aku menyapanya “kau…menyapaku?”

“cheorom..” ujarku santai “eh? ada apa kalian?” aku kaget melihat tatapan satu kelas

 

“woo…”

“Nara…”

“babyboo??”

“neo gwenchanayo??”

“sudah… tidak marahan??”

“good girl”

 

reaksi berlebihan oleh Luhan, Sangill, dan yang lainnya. Kyuhyun tersenyum melihat apa yang ku lakukan. ya, kau benar Kyuhyun. ternyata ini melegakan. i have to finished it with my own way eventhough it still too hard.

 

“Nara… tegur Sehun, dan aku sudah berani menatapnya

“nee??”

“Nara…” tegurnya lagi

“nee??”

“Nara…” mau berapa kali sih ia menegurku?? “Nara…”

“yaa!! mau berapa kali kau menegurku?? eerrghh” ujarku kesal, dan ia tertawa. benar-benar tertawa, di ikuti yang lainnya “ih tertawa!!”

 

ya, mulai sekarang tak ada salahnya mencoba dari awal. aku akan mencoba memperlakukannya sama seperti sahabatku yang lainnya. just like the beginning. right, Sehun-ssi?

 

**1 MONTH LATER**

SEHUN

 

**SEHUN’S HOUSE**

“kemarikan itu!!”

“YAA!!!”

“Sehun, Nara,, lamban! cepat”

“nee!!!”

 

kalian tau,, ini adalah waktu terbaik dalam hidupku. bisa tertawa, dan bercanda dengan Nara seperti dulu adalah kebahagiaan untukku. akhirnya aku bisa melihat senyum itu, ya senyum untukku, benar-benar untukku

 

“Sehun, kau bodoh! ambil itu”

“ya!! Nara, aku tidak bodoh, berikan kayu itu ke Luhan”

“kenapa harus aku!!!”

“eerrggh!!” aku mendecak sedikit kesal karena ia ternyata serius memperlakukanku sama dengan lainnya

 

kami sedang membuat gazebo di taman belakang rumah. hmm, bisa di bilang basecamp kedua. ini ide Nara. tapi ini membangkitkan kenanganku bersamanya…

 

** 3 hours later**

at 6 PM

“waah, bagus ya”

“nee~”

 

gazebo ini dulu adalah tempat aku, Nara, Kai, dan Taemin bersenda gurau selepas sekolah. namun ketika aku ke Amerika, gazebo ini rusak. Namun sekarang kami sudah memperbaikinya total, jadi bisa digunakan lagi. benar-benar seperti hubunganku dengan Nara

 

“eh kamar mandi dong” tanya Kyuhyun “harus mandi. aasshh”

“aku juga mau mandi” imbuh Sangil

“di belakang ada 2 kamar mandi,,, paman! “tolong antarkan temanku ke kamar mandi ya”

“lalu aku??” ujar Luhan dengan ciri khasnya. haha

“saya akan antarkan tuan ke kamar mandi depan” ujar Kang ahjussi ramah “mari silahkan,,,,”

 

mereka semua ke kamar mandi, dan hanya tinggal kami berdua.

menatap kokohnya gazebo baru buatan kami

 

“Nara,,,,”

“nee?”

“boleh aku jujur?”

“kau mau jawaban apa dariku?” ujarnya santai

“maksudnya?”

“aku takut jika aku katakan ‘ya’, hal buruk menimpaku seperti dulu. haha” rasanya benar-benar shock ketika kalimat itu keluar dari mulutnya

“………”

“ada apa?? santai saja”

“bisakah,,,,” ujarku bingung “………”

“bisa apa, Sehun??” ujarnya penasaran “bicara yang lantang”

 

*sigh*

aku menghirup napas panjang, dan bersiap jujur padanya “bisakah aku mendapat kesempatan kedua??” ujarku

“,………” ia diam saja, aku takut untuk menatap matanya “Nara?” akhirnya ku beranikan diri untuk melihatnya “………” ia tersenyum menatapku dengan mata beningnya

“semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua. tapi maaf, untuk yang ini hatiku tidak mengizinkannya, Sehun” ujarnya

 

*deg*

‘tapi hatiku tidak mengizinkannya’

sudah ku duga. Ia sudah terlalu membenciku hingga benar-benar menjaga jarak

maafkan aku, Nara

 

“tak apa Nara,,,” aku pasrah

“tapi aku tidak membencimu,,,,” imbuhnya ramah, lalu tersenyum “kita bersahabat ya”

“arasseo, Nara”

 

ia tersenyum manis. andai aku bisa tersenyum setulus itu saat ini. Nara, aku masih sangat amat mengharapkanmu. rasanya sangat beda saat kau disisiku sebagai seorang teman. maafkan aku, Nara

 

“kembalilah Nara,, kembali”

 

 

**2 WEEKS LATER**

NARA

 

**HAN RIVER**

‘Nara, aku menyukaimu’

‘tak usah dijawab. aku hanya ingin mengatakannya saja. biar lega’

‘jangan terlihat seperti itu. kau adikku, jadi aku tak akan biarkan kau dilukai siapapun. termasuk Sehun’

‘walaupun kau begitu mencintainya sampai detik ini, dan aku mengharapkanmu sampai detik’

‘gwenchanayo,,,’

 

penuturan Kyuhyun waktu itu benar-benar sukses memenuhi pikiranku.

disini, disungai ini, rasanya aku ingin berteriak! tapi aku takut disangka,,,,

 

“Nara… sedang apa kau disini?”

“nee!!” aku shock ada seseorang menegurku

“eh santai…” ternyata Sangil sambil menepuk kepalaku pelan “haha”

“hei big bro” aku tersenyum melihatnya

“memikirkan Sehun ya??” ujar Sangil santai, lalu mereka berdua duduk di sampingku “atau Kyuhyun??” celetuk Luhan yang membuatku syok

 

*deg*

“a,, apa?? ti,, tidak,,,” aku gelagapan dan ia tertawa

“hahah. reaksimu berlebihan… sungguh”

“ehhmm,,, aku memikirkan Kyuhyun” ujarku jujur dan ia mengangguk

“dari awal ia selalu semangat menjodohkanmu lagi dengan Sehun” ujar Sangil “tapi….”

“tapi ternyata ia juga sangat menyukaiku…” imbuhku “bagaimana ia berbohong begitu. dan aku yakin, kalian tau hal ini”

“haha, itu namanya bohong demi kebaikan. bahasa kerennya ‘white lies’. di Hongkong saja di ajari seperti itu”

“dan menyakiti diri sendiri??” mereka mengangguk santai  “tidak. walaupun dia kasar, menyebalkan, angkuh, tapi ia sangat baik, sabar, penyayang, dan,,,”

“kau menyukainya lebih dari seorang teman” cetuk Sangil dan aku kaget dengan penuturannya. aku hanya bisa diam, karena keadaannya di luar kendaliku “benarkan?”

“aku tidak tau. aku takut kejadian dulu terulang, dan,,,,”

 

“jangan jadi pengecut!!” bentaknya padaku “jika suka, jangan biarkan dia pergi! jangan sampai kau kehilangan lagi orang yang kau sayang karena ketakutanmu menghalanginya tetap tinggal!!!” Luhan menatapku dengan tatapan yang belum pernah aku lihat selama ini “jika memang kau tak ingin kejadian dulu terulang, ikuti kata hatimu, dan luapkan!”

“…………”

“dan jika kau memilih seseorang dari masa lalumu, katakan semuanya, luapkan semuanya. dengan begitu.. kau bisa bersamanya lagi. aku lebih setuju, kau ada di tempat awal, Nara” ujar Sangil seakan pro dengan semua kalimat Luhan barusan “pilih yang terbaik”

 

*deg*

Luhan.. Sangil..

kenapa kalimat itu begitu,,,

terlalu menusuk

 

**3 Days Later**

**aula**

“Nara…” teriak Luhan “kemari” aku mendekatinya perlahan “ah lama deh!” ia langsung mendudukannku

“ada apa memangnya??”

“desain ini, nilainya kurang sempurna kan??” ujarnya sambil menunjuk tugas budgeting kelompok kami “lihat, expensesnya hanya 3 variabel”

“eh iya ya. ya sudah kita edit lagi”

 

*kring*

“sebentar ya Lulu”

“sipp”

 

*kring*kring*

“yeobseyo?”

“ah, iya. jam 8”

“taman?”

“oh dekat toko itu?”

“arasseo”

*klik*

 

“siapa Nara?” tegur Luhan

“ah aniya,,, ayo kita kerjakan lagi”

“kajja~”

 

disaat aku masih mengerjakan tugas di kampus bersama Luhan dan lainnya, ia menelponku dan mengatakan ingin bertemu jam 8. ada apa ya??

 

*9 pm*

sudah 1 jam telat, dan aku terjebak hujan disini. benat-benar tak mau reda.

apakah ia masih disana? ah pasti sudah pulang. Hujan lebatnya begini.

 

“Nara…ayo pulang. ku antar”

“tidak usah aku mau jalan kaki. ada urusan”

“ini masih hujan dan…”

“gwenchanayo”

“arasseo. kalau ada apa-apa tolong hubungi aku”

“…..”

 

**Taman**

hujan deras ini sangat menganggu pandanganku. tapi apakah ia masih disana?

bagaimana kalau….

 

“he??” aku melihat seseorang duduk di tengah taman “itu…. aku mendekati seseorang itu dengan penuh hati-hati, dan benar saja. dia masih menunggu

 

“kau??” tegurku pada seseorang di hadapanku

“ah, Nara. a,, aku menunggumu da,, dari ta,, tadi” ujarnya dengan suara menggigil

“dari tadi? dan kau….” aku mengamati tubuhnya dari bawah hingga atas dan kembali lagi ke bawah “jadi basah kuyup”

“nee…”

“kesini cepat…”

 

aku menggenggam tangannya berlari, mencari tempat berteduh.

tangannya begitu dingin, dan,,,

 

**emperan toko**

“Nara…” aku menengok ke arahnya “i.. ini.. bu.. buatmu”

ia menyodorkan termos padaku “isinya sup tomat. kau suka kan sup tomat”

 

ia memberikan termos itu dengan tangan gemetaran dan wajah pucat kedinginan. tapi ia tetap tersenyum. kau sungguh…annoying!

 

“kau itu bodoh, atau bagaimana!!!!” hardikku padanya dan ia diam saja “menunggu di bawah hujan sederas itu! tak bisakah kau menunggu di tempat lain??”

“…..” ia tetap diam, berdiri dan mengigil. aku langsung mengambil jaket di dalam tasku

“pakai ini…”

“kau saja,,, pa,, pakai” ujarnya menolak dengan suaranya yang gemetaran. aku langsung memakaikan jaket itu di tubuhnya

“diam saja, dan pakai” ia mengangguk, lalu menyodorkan lagi termos berisi sup tomat. aku mengambilnya lalu menuangkan sup itu di tutup termos

“minumlah,,, ah,, makanlah,,,” ujarku bingung menyebutnya, ia tersenyum, dan aku jadi ikut tersenyum “ini,,,,” ia mengambil sup tomatnya dan segera menyeruputnya. aku menaruh termos itu di bawah “aku taruh disini ya” dan ia mengangguk

 

“jika aku menunggu di tempat lain, apa kau tau? aku menunggu di tempat yang sama saja, kau terlambat”

“dari pada tidak sama sekali?? huh!”

 

“Nara,,,,”

“apalagi?”

“annyeongirago naege malhajima” ujarnya pelan

“………..” aku kaget dengan ucapannya barusan. aku berusaha melihat ke arah lain “hujan sudah sedikit reda. aku duluan ya” ia menarikku dalam pelukannya dan membuat termos di sebelah kakiku tersampar “……..”

“aku tau ia jauh lebik baik dariku dari segi apapun. tapi tak bisakah kau memberiku kesempatan??” ujarnya serius, dan pelukannya makin erat “tak bisakah kau melihat sakitku saat melihatmu bersamanya?” aku mengendurkan pelukannya dan melihat matanya berkaca-kaca “aku tak bisa, Nara. tak bisa!” boleh jujur? hatiku sakit! sangat sakit! Tapi…

 

“kau bukan siapa-siapaku sekarang” ujarku santai, lalu aku berusaha melepaskan pelukannya “selama 4 tahun ini.. kau.. kau bisa tanpaku. jadi anggap, aku ini bukan Nara yang dulu. aku adalah teman barumu. kita mulai dari awal sebagai sahabat” imbuhku. saat aku melihatnya, aku merasa seakan akan aku melihat diriku di masa lalu. terpaku melihatnya pergi. dan aku merasa, saat ini aku sedang menjadi dirinya 4 tahun lalu “aku akan selalau disini… sebagai sahabatmu”

“,,,,,,,,,,,,,”

“sudahlah. ini sudah malam. besok ada kuliah mikrobiologi. pulang cepat, dan istirahatlah” aku langsung berjalan menjauhinya

 

“Sehun,,, you’re still the one i love. please believed me”

 

SEHUN

aku ini pria, tidak seharusnya aku menangis. tapi jika seorang wanita membuat pria menangis, bukankah wanita itu adalah wanita hebat??

 

*THE NEXT DAY*

*IBM*

kalimat Nara kemarin benar-benar menusuk dan masih terngiang di otakku.

kalimat itu, tatapan itu, suara itu!

‘kau bukan siapa-siapaku sekarang’

‘selama 4 tahun ini.. kau.. kau bisa tanpaku. jadi anggap, aku ini bukan Nara yang dulu. aku adalah teman barumu. kita mulai dari awal sebagai sahabat’

‘aku akan selalau disini… sebagai sahabatmu’

 

“apa yang kau pikirkan?” tegur Sangil dan membuatku kaget

“ah tidak” aku tersenyum “Sangil boleh aku bertanya??”

“silahkan…”

“bukankah Kyuhyun menyukai Nara??”  sangil tampak santai menanggapi pertanyaanku “kenapa ia tidak menyatakannya??”

“kenapa kau tak tanya padanya langsung??” ujar Sangil mendelik dan tersenyum “Kyu! kemari”

 

Tuhan!! apa yang ia lakukan!

kenapa ia memanggil Kyuhyun disaat begini.

Sangil bodoh!

 

“ada apa?” Kyuhyun sudah dihadapanku, dan Sangil tersenyum melihatku

“Sehun ingin bertanya” ucap Sangil, lalu ia meninggalkan kami berdua

“bertanya??” ia langsung duduk di bangku Nara dan memutarnya ke arahku “bertanya apa??”

“hmm,, kau,,,” ujarku bingung. aku stress mendadak!! “tugas mikrobiologimu seperti ini??” aku langsung membuka buku tugas dan memperlihatkan padanya

“hmm, iya, sama. kau kan lebih pintar, tumben tanya padaku” ujarnya santai, dan aku hanya tersenyum

“hanya menyocokkan. haha,,,, ” ujarku lalu ia tersenyum. aku melihat Nara baru datang “Nara?”

“ah si bodoh datang” ujar Kyuhyun lalu membenahi kursi Nara “sudah tenang, memang begitu hasilnya” ia bangkit dari kursi Nara

“Pagi Luhan, Sangil, Kyuhyun, Pagi Sehun,,,” ujarnya menyapa kami. ia masih bersikap biasa padaku. benar-benar terbalik otakku dibuatnya

“pagi babyboo~”

 

“Nara,,, ini sup jagung” ujarku menyodorkan termos berisi sup “untukmu”

“wah, terima kasih. aku belum sarapan lho” ujarnya senang. lalu ia langsung menuang sup itu dan menyeruputnya “woaah, hangat dan enak sekali. kau memang selalu bisa membuat sup ya”

“……..”

 

*deg*

ia masih mengingatnya

ia tersenyum melihatku

ya, ya, senyuman ini! tatapan ini! sikap ramah ini yang membuatku begitu mencintainya.

finally, i found these things again!!

 

“saat seperti inilah yg membuatku begitu mencintaimu” ujarku pelan pada Nara, dan ia tersenyum

“harus dikikis perlahan ya” jawabnya, dan aku cukup kaget “semangat!” ia mengepalkan tangannya

“nee” aku mengangguk pelan

 

ya, mungkin memang harus seperti ini kisahku. bertemu dengannya, meninggalkannya, kembali dan bertemu lagi, bermusuhan, baikkan dan akhirnya harus melupakan. intinya seperti ini ya

 

**1 WEEK LATER**

**Home**

hari ini mereka semua berkunjung ke rumahku lagi, dan Nara memang sudah sangat terbiasa dengan pelayan yang ada di rumahku. tentu saja, mereka sangat mengenal Nara. tapi…

 

“hey, kenapa melamun??” tegur Nara

“senyummu selalu membuatku tersenyum juga. tapi kenapa Nara…” bathinku sambil terus menatap wajahnya “kau seperti ini…”

“aku cantik ya?” ujarnya spontan dan aku tertawa “ish, jangan tertawa…”

“y seperti itulah,,,,” jawabku santai, lalu ia terlihat murung “seperti itulah wajahmu hingga aku sangat menyayangimu” imbuhku. lalu ia tersenyum dan merangkul lenganku

“terima kasih untuk selalu mengatakan aku cantik….”

“Nara….”

“eh.. mau dengar aku bernyanyi?” tanyanya begitu antusias

“pasti ballad ya?” ia tertawa lalu lebih merangkul lenganku

 

“michige bogo sipeun saram
michige deudgo sipeun neoui hanmadi
saranghae saranghaeyo geudaeneun eoditnayo
gaseumgipi baghin geuriun saram
geudae yeongwonhi ganjighallaeyo”

 

aku kaget mendengar ia menyanyikan lagu ballad itu. aku tau ia memang sangat menyukai jenis itu. tapi saat ini, detik ini, ia seperti ingin mengatakan ‘aku mencintaimu, tapi kau tak pernah ada. kau kemana’

 

“aku disini.. masih sangat mencintaimu, Cho Nara”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s