[FF] TIME MACHINE [Last Part]


Main Cast:

  • OH SEHUN
  • CHO NARA

Support Cast:

Find them by yourself 😀

Genre: Friendship, Romance

Rate: AG (All Age)

Author: Nana

 

***********************

 

The person I miss like crazy

The words I want to hear from you like crazy

I love you, I love you – where are you?

The person I long for, who is deeply stuck in my heart

 

NARA

**IBM**

Akhir-akhir ini memag lebih baik. Tapi aku merasa lebih sakit.

Aku pikir jika menganggapnya sahabat, semua akan terasa ringan.

Aku semakin lemah melihatnya. Sehunie, eottohkaji?

 

“bagaimana jika kita mengadakan pesta kelas?” usul Luhan semangat

“woaah dimana??”

“hmm, di dekat sekolahku dulu ada taman. dekat dengan restaurant yang murah tapi sangat enak!!” ujar Sehun bangga “kesana saja”

“woaa,, eodiyo??”

“yaa, Sehunie! Amerika??” aku menggerutu “micheoso??”

“aniya!! dekat Neul Paran” ujarnya tegas, dan aku cukup kaget “restaurant Saphire Blue. kau ingat tidak Nara??”

“Neul Paran??” imbuh Sangil, lalu Luhan dan Sangil saling menatap

 

*JLEEB*

apa-apaan dia!!

restaurant itu,,, arrgh!!

 

“itu sekolahmu dulu kan?” ujar Kyuhyun sambil menaikkan alisnya

“nee” ujarku santai “iya disana murah dan sangat enak. Boleh juga”

“kalau begitu pesan tempat” ujar Kyuhyun dan Luhan semangat

“yeaaah!!!” seru kami semua

 

alasan aku seperti itu adalah karena restaurant itu tempat dimana aku dan Sehun biasa makan. banyak kenangan disitu! aaah, menyebalkan

 

*PARTY DAY*

*Saphire Blue Restaurant*

“woaah makanan sudah datang!”

 

*slurrrp*

“hmm”

“yaa, Luhan!!”

“tunggu! berdoa dulu”

“baunya haruum!!”

“enaaaak”

 

“aku keluar sebentar ya” aku bangkit dari kursi

“nee~”

 

aku keluar menghirup udara segar. mataku pedas disana, ingin menangis. kenapa semua jadi begini. aku sudah berusaha melupakan. tapi tak bisa. semua belum bisa kulepas

 

“kau terlalu sulit untuk ku lupakan Sehun” gumamku saat melihat Sehun. pria yang sejak 6 tahun lalu sangat aku cintai. pria yang manis, baik, ramah, dan ceria. andai saja kau tidak pergi begitu saja, aku tidak perlu melupakanmu seperti ini. terlalu sulit

 

“Nara….”

“nee!!” teguran Kyuhyun membuatku kaget. ia tersenyum “apa?”

“aku berharap kau kembali padanya

“nee??” aku kaget mendengar penuturannya “……….”

“aku memang sudah sangat menyukaimu sejak pertama kali bertemu”

“……….”

“senyummu, tawamu, hebohmu, dan perhatianmu, sudah mendarah daging disini” Kyuhyun menunjuk arah dadanya dan tersenyum “di lubuk sini, jauh sekali”

“…………”

“dan aku yakin bisa membuatmu bahagia dengan caraku. tapi ternyata,,, aku lebih yakin, kau akan jauh lebih bahagia bila bersamanya” ujar Kyuhyun santai saat menatap Sehun “nee??”

“Kyuhyunie…”

“cinta adalah hal yang tak akan ku raih jika aku bersamamu. bukan karena aku tak mau, tapi karena kau tak yang mampu membuka hatimu lagi”

“……….” air mataku jatuh, dan aku langsung membalikkan badanku. Rasanya sangat sakit

“menangislah di hadapanku, jangan pernah membelakangiku” Kyuhyun menghapus air mataku dan tertawa “tersenyumlah. senyummu adalah semangatku”

“……………”

“dari pada bersedih, lihatlah kelakuan Luhan dan Taeyeon yang bodoh itu” ujarnya mencibir sahabat kami. ia tersenyum. namun hatinya? aku tak tahu

 

“aku bahagia berada di tengah-tengah kalian”

“tentu saja~”

“Kyuhyun…”

“nee?”

“terima kasih”

“untuk?”

“untuk mencintaiku, selalu ada disampingku, menjagaku, dan tulus padaku”

“……….” ia tersenyum dan mengacak-acak rambutku “no need to say thanks”

“it means a lot for me”

“……….”

 

ketulusan Kyuhyun mengajarkanku bahwa sedalam apapun kita mencintai seseorang, jika ingin melihat orang itu bahagia, kita harus merelakannya. walaupun itu berarti harus melepasnya bersama orang lain. sama yang Kyuhyun lakukan. haruskah aku benar-benar melepasmu, Sehun??

 

**2 HOURS LATER**

“aku pulang duluan ya” aku berpamitan pada semuanya sebelum waktunya

“aasshh, waeyo??” tanya Kyuhyun dengan wajah datar “nanti sajalah”

“disini saja, Nara. nanti pulang bersamaku” imbuh Seohyun dengan senyum ramahnya

“ada tempat yang ingin ku kunjungi”

“yaaah,,,” Luhan mendekatiku dan tiba-tiba memelukku erat “hati-hati ya”

“iya, hati-hati”

 

*deg*

entah mengapa kalimat ‘hati-hati’ itu mewakilkan sesuatu. kenapa aku jadi sedih??

“kau,,, hati-hati yaa,,” imbuh Sehun, dan aku mengangguk

“Sangil, Kyuhyun, Luhan, Sehun, dan lainnya. Aku duluan yaa,,,” aku melambaikan tangan, begitu juga dengan mereka. rasanya ingin berpisah jauh. ada apa ya?? perasaanku,, bukannya tidak enak, tapi lebih kepada takut.

 

**Neul Paran Int High School**

**entering gate**

aku berdiri tepat di gerbang Neul Paran. kebetulan jaraknya hanya 1KM dari tempat kami berkumpul. yah, setidaknya untuk melepas, aku harus melepaskannya disini. sudah lama aku tidak kemari, setelah aku lulus SMP

 

“ah Nara?” tegur penjaga sekolah “Cho Nara kan??”

“hahaha, ahjussi. kau mengingatku?”

“ah senangnya bisa melihatmu lagi”

“nee, nado, ahjussi”

“kau sudah dewasa, makin cantik”

“gomawoyo uri ahjussi”

“oh iya, ada apa kemari??”

“boleh aku duduk di taman belakang sebentar??”

“ah arasseo, silahkan. gerbang ini tidak akan ku tutup”

“nee, gamsahamnida ahjussi”

“Nara,,,”

“nee??”

“semua tak ada yang ku rubah. sama seperti saat kita merapikan taman itu dulu”

“……….”

 

**taman**

sudah lama tak kemari, ternyata ahjussi benar-benar tidak merubah apapun

“bertahun-tahun ku kikis perasaan ini. tapi rasanya percuma. aku masih teramat sangat menyayanginya” gumamku sendiri pada photoku dan Sehun sekitar 5 tahun lalu yang tersimpan rapi di dompetku. photo yang di ambil tepat di 1 tahun hubungan kami

 

“kau masih menyimpan photo itu?” ujar seseorang di belakangku

“……….” aku langsung menutup dompet, dan memasukkannya ke dalam tas

“sedang apa disini??” ia sekarang berada di depanku dan tersenyum “bukankah kau mau pulang?”

“tahan Nara, tahan” bathinku menyugesti diri sendiri agar tidak menangis di depannya

 

“dari restaurant kau jalan terhuyung-huyung, aku jadi khawatir” ujarnya “Nara??” tegurnya lagi dengan nada lebih rendah

“aku hanya mampir sebentar” aku mengalihkan pandanganku kearah lain

 

“disini, di tempat ini, sekitar 6 tahun lalu. kau ingat itu semua??” ujarnya sambil duduk di kursi panjang dan tersenyum menatapku

“……….” aku benar-benar membalikkan badan dan memilih mengabaikan tatapannya

“saat itu, aku melihat seorang gadis. ia baik hati, cantik, dan pintar”

“……….” mau apa ia mengatakan itu?

“aku mencintainya sejak pertama bertemu. aku bersyukur bertemu dan mengenalnya”

“……….”

“cinta pertamaku,, kekasih pertamaku,, ciuman pertamaku,, semangat pertamaku,, semuanya ada di dirinya”

“……….” mendengar semua ucapannya, tak sadar aku meneteskan air mata. ingin rasanya aku marah padanya, tapi tak bisa. aku juga ingin menutup telingaku dari semua ucapannya, tapi…

“aku melakukan semua,,, pertama kali, hanya dengannya”

“……….”

“termasuk menyakiti hati seorang gadis, meninggalkannya begitu saja, dan memutuskannya. ku lakukan itu, padanya”

“……….”

“dirinya yang telah aku lukai terlalu dalam, hingga melihatku saja dia enggan. ketika aku sadar aku tak bisa tanpanya dan ingin kembali, ia sudah pergi meninggalkanku jauh”

“……….”

“walaupun beberapa bulan ini sifatnya sudah mulai lunak padaku. tetap saja, ia sudah meninggalkanku”

“……….”

“benar kan, Nara. kau sudah meninggalkanku jauh”

“……….”

“aku kembali. aku melanggar appa dan kembali kesini, hanya untukmu. tapi kenapa kau melihatku saja tidak mau, Nara?”

“……….” air mataku semakin jatuh dan jatuh mendengar ucapannya

“jangan perlakukan aku seakan-akan kita hanya teman biasa. kita pernah bersama 2 tahun. tapi kenapa Nara? kenapa??”

“……….”

“beri aku penjelasan… ku mohon”

 

“……….” aku langsung berbalik dan mendekatinya. aku terus menangis

“jebal ulljima…..” ia menyeka air mataku dan memelukku

 

“penjelasan??” ujarku santai, lalu aku melepaskan pelukannya “harusnya aku yang bicara seperti itu padamu”

“……….”

“ketika kau memutuskanku? apakah kau memberikanku penjelasan??”

“……….” ia menggeleng pelan

“ketika kau tiba-tiba pergi ke Amerika, apakah kau memberikanku penjelasan??”

“……….” ia menggeleng lagi, dan aku menatap matanya dalam. ingin rasanya aku berteriak di hadapannya

“ketika kau tak pernah menghubungiku 4 tahun, apakah kau memberiku penjelasan??”

“……….”

“disaat aku benar-benar butuh kau dan penjelasanmu, apakah semuanya ada??”

“……….” ia tetap diam menatapku

“katakan Sehun…”

“……….”

“tidak! tidak!” aku meringkuk dihadapannya “kau tidak pernah memberikannya!!!”

“……….” ia memelukku erat dan menangis “mianhae” rasanya dinding penjaga emosiku runtuh seketika saat dipeluknya “maaf Nara…”

“waeyo sehunie?!” aku berteriak keras dan ia hanya diam

“……….” aku melepaskan diri dari pelukannya, dan tersenyum “baiknya masa lalu, kita akhiri disini” aku bangkit, dan menghapus sisa air mataku “ya seperti itu saja”

“……….”

“kita memulainya disini, kita juga harus mengakhirinya disini” ujarku mencoba tersenyum

“kau membenciku, Nara?”

“justru aku tak ingin membencimu. yaa, sudah berakhir. mulai sekarang kita benar-benat hanyalah teman sekelas. aku benar-benar akan memperlakukanmu sama seperti teman lainnya. dan aku akan melupakan semuanya, kenangan ini, cinta ini, dan rasa sakit ini”

“……….”

“aku janji, kita semua akan bersahabat dengan baik. kau, Sangil, Luhan, dan Kyuhyun”

“lebih baik kau mendiamkanku, dari pada kau melupakan kenangan ini. jika kau melupakannya, hanya aku saja yang mengingatnya”

“kalau begitu lupakan. tak ada artinya juga sekarang. jangan sampai salah satu di antara merasakan sakit lagi. sudah cukup”

“Nara….”

“kau lebih baik pulang, sudah hampir sore” aku membelai rambutnya seperti yang biasa dulu aku lakukan “aku duluan ya” dengan berat hati, aku berjalan keluar sekolah, dan meninggalkannya di taman. aku meninggalkannya dan semua kenangan tentangnya disana. semoga, semoga, dan semoga.

 

**500 meter dari sekolah**

setelah membelai rambutnya seperti dulu,,,, aku tak bisa!!!

wangi tubuh itu, tatapan itu, senyum itu, dan suara itu.

bagaimana bisa aku melupakan sosok yang sangat aku cintai?

bahkan ketika aku tau ia pergi begitu saja meninggalkanku!!

aku tetap saja mencintainya!

 

*bruuuk*

“mi,, mianhae,,,” aku menubruk seseorang “aku tidak…”

“Nara,,,,” suara itu?? “kenapa?”

“Kyu… Kyuhyun,,” aku langsung memeluknya erat dan menangis “naega eottohkkaji!!”

“……….”

“kenapa aku tak bisa! kenapa Kyuhyun! kenapa!!” aku semakin menangis di pelukan hangatnya “michige bogosipeun saram…..”

 

**gerbang sekolah**

“Nara,, kau kembali lagi” ujar ahjussi

“nee, aku ingin bicara dengan temanku” Kyuhyun tersenyum dan ikut memberi salam pada ahjussi

“ini pacarmu ya, Nara?”

“bukan ahjussi, dia,, sahabatku” ujarku semangat dan Kyu tersenyum

“ah iya. siapa ya,, emm, kekasihmu itu lho,,, hmmm,,,”

“yang mana??”

“aduh,,, ketika kau masih sekolah itu lho”

“Sehun?”

“ah iya,,, ia baru saja keluar. wajahnya terlihat sedih”

“……….”

“sudah, kalian bicaralah di taman. ini gemboknya kau pegang saja”

“ah baik. nanti ku gembok jika pulang”

“kau dan sehun selalu menggembok sendiri gerbang ini. berjam-jam di taman dan tertawa”

“itu masa lalu, hahaha”

“apa benar begitu ahjussi?” ujar Kyuhyun dengan suara keingintahuannya. lalu aku dan ahjussi mengangguk

“hahaha,,, sweet memories right?”

“ya sudah. kalian masuklah” ujar ahjussi. ia masih ingat hal itu. lihat! ahjussi saja masih mengingatnya, apalagi aku!!!

 

*taman*

“duduklah”

 

“tempat ini adalah kenangan kalian berdua ya??”

“iya. disini ia menyatakan cintanya, dan disini juga ia meninggalkanku begitu saja”

 

“kalian tadi bertemu disini??”

“ia yang menemukanku disini”

“sudah terkoneksi ya? hahaha”

“haha. mungkin untuk mengatakan semuanya sudah benar-benar berakhir”

“bukankah kalian masih sama-sama saling mencintai??” aku memilih sedikit mengabaikan kalimatnya, dan berjalan di sekitar taman

 

“Kyu lihat ini…” aku memanggil Kyuhyun untuk melihat ukiran namaku dan sehun di pohon “sehun mengukirnya dulu”

“Nara,,, kau harus perjuangkan cintamu”

“mau diperjuangkan bagaimana lagi, Kyu. dari dulu memang sudah lepas”

“seharusnya jangan takut untuk menahannya pergi”

“……….” aku tak tau harus bagaimana! ya seharusnya dulu aku menahannya. jika aku kekeh, ia akan tetap disini

“kau terlalu takut untuk jadi pemberani, dan terlalu tegar untuk jadi pengecut!!” ujar Kyuhyun tegas. aku langsung terdiam lalu berjalan sedikit menjauh darinya “kau itu bodoh!”

 

“……….” aku membungkuk dan mengambil benda yang tak asing lagi di mataku “ini,,,,, masih ia simpan?” tak terasa air mataku jatuh saat menemukan gantungan kunci milik Sehun

“Nara,,, kau tak apa-apa?”

“nee,, gwenn,, gwenchana” aku langsung duduk disamping Kyuhyun

“kau memegang apa??”

“gantungan Kunci,,,” ujarku “milik sehun”

“jangan menangis,,, Tuhan mengujimu, dan berhasil”

“……….”

“kau menjadi gadis luar biasa, Nara. senyummu adalah semangat bagi semua, terutama bagiku”

“Kyuhyun-ah….”

“aku mencintaimu tanpa syarat. walaupun aku juga ingin kau mencintaiku. tapi aku sadar, hanya ia yang kau cintai. Aku tidak ingin memaksakan perasaan siapapun”

“……….” kalimatnya, begitu menusuk langsung ke hatiku “Kyu…”

 

“sudah jangan dipikirkan” ujarnya sambil mencubit pipiku “santai saja”

“mana bisa!!”

“hahaha. kau perlu istirahat,,, tidurlah sebentar di pangkuanku”

“tapi… “

“rebahlah disini 10menit. setelah itu kita kembali. nee”

“kembali?”

“kau ingin kembali kan??”

“nee”

“istirahatlah dulu. setelah itu kembali”

“……….” aku mengangguk, lalu merebahkan kepalaku di pangkuannya “aku berharap sekali ini hanya mimpi. semua sakit, semua rindu, dan kesedihanku, semuanya mimpi” ujarku lurus menatap mata Kyuhyun

“begitukah??”

“i need a time machine. aku ingin kembali ke masa dimana semua berubah. ingin rasanya memutar waktu”

“berarti bertemu denganku, Sangil, dan Luhan juga??”

“ah itu jangan!! jika ini hanya mimpi, aku sangat sangat berharap ketika aku dewasa, kita berempat, ah aniya, berlima, bisa bertemu lagi”

“……….”

“setidaknya,,, kalian merasakan sedikit mimpi-mimpi ini”

“……….”

“mengingatku sedikit saja, dan…”

“hahaha. mana ada yang begitu… polos sekali kau” Kyuhyun tertawa puas, dan aku lama-lama juga ikut tertawa. Bodohnya aku berharap ada sesuatu itu “sudah tidurlah. Bermimpilah… nanti kau akan temukan jawabannya”

“nee…” aku menutup mataku dan menenangkan semuanya.

“aku sangat senang bertemu denganmu Nara” ujarnya sambil membelai rambutku, lalu aku membuka mata lagi dan tersenyum “jika benar ini sebuah mimpi. aku berharap kita semua bisa bertemu lagi suatu saat nanti”

“nee, nado. gamsahamnida”

“……….”

 

Tuhan, boleh aku meminta?

aku ingin sekali memutar waktu ke masa itu. tapi aku mohon, jangan hilangkan Sangil, Kyuhyun, dan Luhan dari daftar sahabat terbaikku di masa depan. tanpa mereka, aku hanya seorang gadis biasa. ku tutup mataku, dan berharap semua akan baik-baik saja. take a rest~

 

***********

“hoaamm,,,,,” matahari begitu terik, aku sampai terbangun. udaranya segar, tapi,,,

 

“lho aku dimana??” aku memperhatikan sekelilingku, aku setengah sadar “dimana Kyuhyun??” aku mengucek-ngucek mata dan masih bingung

 

*bruuuk*

“aduuh,,” aku jatuh dari kursi “sakit,,, lho, sudah pagi ya. eh??” aku masih menggunakan seragam Neul Paran “bukannya aku,,,,”

 

“Nara,,,,” teriak ahjussi menuju ke arahku

“woaah ahjussi kenapa terlihat jauh lebih muda “

“apa maksudmu?”

“,,,,,,,,,,”

“astaga..;” ahjussi mengambil gembok yang aku genggam. ha gembok? “untuk apa kau ambil gembok sih Nara? belum waktunya pulang!!”

“oh iya, kok bisa di tanganku?” ujarku kebingungan melihat keadaan ini

“makanya… pagi-pagi kok sudah tidur lagi”

“aku kuliah siang kok…”

“kuliah?? bukankah masih 4 tahun lagi Nara” ujar ahjussi dengan wajah bingung melihatku. tapi aku malah jauh lebih bingung “ada apa denganmu??”

“gembok itu. bukannya kau yang memberikannya ya padaku gembok itu kemarin sore??”

“gembok? mana mungkin. sudah,,, aku jadi semakin bingung” “tunggu? sore??”

“nee, sore. eh? sore?”

“CK! lebih baik kau izin pulang saja. Minho ssaem sudah datang. cepat. dari pada otakmu semakin kurang bersahabat”

 

ahjussi langsung meninggalkanku dan kembali ke post. ada apa sih hari ini?

masa aku tidur di sekolah sih? Kyuhyun bodoh juga!!

kenapa tidak membangunkanku!! kemana dia!!

 

“Nara…” “Nara…”

“nee?” aku menengok ke arah seseorang yang memanggilku “Oh Sehun??”

 

kenapa ia menggunakan seragam Neul Paran, dan kenapa masih lugu begitu??

waduh!

 

“kau kenapa Nara??” ia membelai wajahku dengan wajah khawatir

“cha,, chakkanman,,,” aku menjauhinya lalu merogoh saku ” ada” aku menemukan ponselku ketika smp, dan aku melihat diriku di kamera “astaga!!!!”

“apa apa??” Sehun mendekatiku saat aku membanting ponsel, dan Sehun shock “ada apa Nara??”

 

“rambut panjangku!! mana!!” aku panik saat menyentuh rambutku sendiri “mana rambutku!!”

“apanya? rambutmu belum panjang” ujar Sehun santai. hah! kau tak tau aku stres memanjangankan rambutku “kau kenapa?”

“tapi.. tapi..”

 

apa semua itu hanya mimpi?

apa rasa sakit itu? penderitaan itu?

tidak nyata, dan hanya mimpi??

atau malah ini yang mimpi?

 

“aww,,” aku mencubit pipiku, dan ini nyata “sa.. sakit…”

“kau baik-baik saja?”

“aku tak tau”

“……….”

“ah iya, ada apa Sehun?” aku menatapnya bingung

 

“Nara,,, aku ingin bicara sesuatu” ujar Sehun dengan wajah serius.

 

aku terus menatap wajah mungilnya, dan aku ingat ini!!

saat dimana aku sangat membencinya!

“mau bicara apa??”

 

“kita putus” ujarnya lantang, dan entah mengapa aku tidak kaget

“……….” aku terus saja menatapnya

“bagaimana??”

 

entah mengapa aku mengingat kalimat Kyuhyun waktu itu, ‘kau harus perjuangkan cintamu. seharusnya jangan takut untuk menahannya pergi’. ya, aku tidak boleh takut untuk menahannya!!

 

“aku tidak mau!!” bantahku keras, dan ia kaget “tidak, tidak, tidak!!”

“……….”

“jika kita putus, dan jika aku setuju. kau pasti sore ini akan ke Amerika kan!!” ujarku tegas dan ia kaget dengan kalimatku

“kau? ba,, bagaimana bisa??”

“jika kau ke Amerika,, aku akan menderita Sehun!!”

“menderita? aku tidak membuatmu menderita”

“iya, nanti. Selama 4 tahun, aku akan menderita!! dan aku pasti jadi membencimu” aku berusaha menahan air mataku dan terus menatapnya “sangat membencimu”

“……….” ia masih bingung dengan apa yang aku katakan. jujur saja, aku juga bingung dengan keadaan ini

“aku pasti sangat membencimu hingga aku merasa haram menatap matamu” aku menangis di hadapannya, ia kemudian memelukku erat “dan jika kau pergi.. jika kau pergi.. aku akan..”

 

Sehun menarikku ke pelukannya. ia mencium keningku, dan memelukku erat

 

“aku tidak akan pergi. aku tidak akan meninggalkanku. aku tak ingin melihatmu menderita, Nara. mianhae”

“,,,,,,,,,,”

“aku janji akan disampingmu. mianhae Nara. kau jangan membenciku ya”

“……….”

“maafkan aku nara…” ia menyeka air mataku dan tersenyum

“nee~”

 

“nara…” Sehun menepuk kepalaku

“ah nee??”

“itu gantungan ponselku juga kenapa ada di sakumu?”

“he?” aku melihat saku baju dan… “eh iya ya. ini”

“nah kan sama,,, akhirnya kembali juga. padahal aku pikir hilang dimana” ia menyatukan sepasang bintang di ponsel kami “nah kan begini bagus”

“nee” aku menemukannya kan ya? “……….” Aku bingung

“terima kasih sudah menjadi Nara yang sangat aku cintai, dan menyadarkanku betapa berartinya kau untukku”

“nee, sama-sama. terima kasih untuk kembali”

“kembali? aku dari mana memangnya?”

“ah aniya. ahaha”

 

aku merasa ada yang ganjil. aku merasa tertidur sangat lama, dan mengalami banyak sekali hal. ini seperti mengalami perputaran waktu. aku kembali ke masa lalu dan ini hanya mimpi, atau bisa juga saat tidur aku melihat masa depan, dan kembali lagi ke masa sekarang. Semakin dipikirkan semakin tidak masuk akal, yah begitulah. dan syukurlah, ini nyata. kejadian itu, semua hanya mimpi. ia akan tetap disampingku, dan aku tak perlu menangis karena kehilangannya. thank god, it just a dream. Tapi apakah mereka??

 

“ngomong-ngomong otakmu konslet ya chagi?” ujar Sehun

“aku juga tidak tau”

“kau tidak seperti biasanya”

“benarkah?”

“absolutely right, dear. kau seperti tau semua”

“hmm, tidak semua, Sehunie,,,”

 

**4 years later**

ah akhirnya, kami lulus SMA. mimpi mengerikan itupun tak pernah singgah lagi. dan semua sakit, hanya ada dalam mimpi. terima kasih. walaupun begitu,,,,

 

**Seoul University**

aku dan Sehun diterima di kelas A-1 di Universitas Seoul. lebih hebat lagi, kami sekelas. hmm, banyak kejadian yang benar-benar sama seperti mimpiku. ketika berangkat ke kampus, aku bertemu Kai, Taemin, dan juga Minho ssaem. tapi untuk kali ini ada Sehun disisiku yang terus mencintaiku. Aku masih memikirkan mereka

 

“kau kenapa bengong?”

“ah tidak. aku ingin buru-buru masuk deh”

“kenapa?”

“……….” aku tertawa kecil “ah itu bus kita. kajja”

 

i went to the future and having too much hurt. and then go back again to the past. or yesterday was my future, but beacuse of some reason, i can go back to my past to fixed something. how it can be? weird

 

**IBM-1, A-1**

aku memasuki kelas baru bersama Sehun. entah mengapa aku merasakan atmosfir yang dulu. ah aniya, di mimpi itu. aku menuju kursi paling pinggir di urutan kedua. aku melihat teman-temanku ini, sama! ada Taeyeon, Seohyun, dan lainnya!! aku belum melihat Kyuhyun, Luhan, dan Sangil. Apakah mereka benar-benar hanya mimpi

 

“aku di nomor dua ya” ujarku saat menaruh tas di meja “ini tempat dudukku” ujarku bangga dan ia tersenyum

“kau sepertinya nyaman disitu?”

“nee~”

“kalau begitu aku di depanmu…”

“jangan…” aku merebut tas Sehun “di belakang saja”

“mana kelihatan Nara. atau aku disamping…”

“jangan…”

“apa akan ada sesuatu lagi??” tanya Sehun. aku jadi tau apa yang akan terjadi. sebenarnya di mimpi itu terekam jelas semuanya. Sehun juga sudah sangat terbiasa dengan hal itu walaupun awalnya menganggapku aneh

“jika aku benar, di depan akan ada Luhan, dan di sebelahku akan ada Sangil”

“siapa itu??”

“sahabatku. di mimpiku, mereka seperti itu”

“apa kau cenayang, chagiya?” ujarnya bingung, dan aku hanya tersenyum “baiklah aku di belakangmu” ujarnya sambil membelai rambutku.

 

“……….” Terkadang ada saat dimana aku merasa mimpi dan kenyataan itu sama. aku jadi tak bisa membedakannya

 

“maaf ada orang disini??” tegur seorang namja “bisa aku duduk?”

“tidak, silahkan saja” ia duduk didepanku dan tersenyum menatapku

 

“annyeong,,, boleh aku duduk disini??” ujar seorang lagi disampingku

“silahkan…” ia tersenyum manis

“terima kasih”

 

tanya, tidak, tanya, tidak

bagaimana ini?

“neo gwenchana??” bisik Sehun “ada apa?”

“tak apa-apa kok”

“ah, Nara, sini…”

“apa?”

“apa mereka Luhan dan Sangil” bisik Sehun di telingaku, dan aku memandang Sehun datar

 

“maaf…” aku menepuk pelan bahu namja yang ada di depanku dan di sampingku “cho neun Cho Nara imnida, ini namjachingu-ku Oh Sehun. kalian??”

“annyeonghaseyo,, cho neun Luhan imnida, aku dari hongkong”

“annyeong,, cho neun Park Sangil imnida. bangapseumnida”

 

*deg*

i got that’s right!!

mereka ada! ini benar-benar mereka

 

“senang bertemu denganmu Luhan, Sangil” Sehun tersenyum saat melihat mereka

“hahaha… aku juga. hai Sehun”

“kita bisa belajar bersama”

“boleh aku ikut?”

“tentu Luhan,, kita semua akan menjadi sahabat” ujarku semangat

“……….”

 

Sehun, Luhan, dan Sangil merasa bingung dengan ucapanku. tapi percayalah, aku mengenal kalian berdua dengan baik di mimpi itu.

Sangil… Luhan… really glad to meet you. thanks Time Machine~

 

“hey babyboo~ boleh ya aku memanggilmu dengan itu” ujar Luhan, dan aku mengangguk

“tentu saja.. nee Sehun” ia juga tersenyum

“hei Nara, Sehun, aku merasa mengenal kalian deh. tapi dimana ya??” ujar Sangil tiba-tiba

“ah benar… Nara tampak familiar. tapi aku lupa bertemu denganmu dimana. apa kau pernah ke Hongkong dan sekitarnya?” imbuh Luhan

“tidak pernah” jawabku semangat. ah kalian mengingatnya!!

“kau juga Luhan, aku merasa dekat denganmu” imbuh Sangil, dan Luhan mengangguk “kau juga begitu?”

 

“aku juga sih”

“he??” kami menatap Sehun “maksudnya?”

“aku merasa mengenal Luhan. aku juga memanggilnya,, eehmm, maaf, aku memanggilnya, Lulu. tapi kapan ya??” ujar Sehun tiba-tiba, dan aku cukup kaget dengan perkataanya yang ini. apa berarti ia juga mengingatnya?? ia tak pernah mengatakan ingat dengan hal-hal sepertiku

“ah iya. Lulu, Babyboo, kok kedengarannya familiar ya?” ujar Sangil dengan senyum ramahnya “lidahku juga terbiasa memanggil kedua nama itu”

“iya sih..”

“mungkin di kehidupan lalu kita bersahabat. atau di mimpi, kita pernah bersahabat?” ujarku semangat, dan mereka tertawa

“ah iya juga ya. hahaha~”

“benar-benar~ hahaha”

“mimpinya saling berkoneksi”

“mungkin juga lho, hahaha”

 

**nowplaying: Wish You Where Here – Avril L**

aku melihat pemandangan luar dari kaca. kosong,,, terbesit rasa marah di dalam diriku. aku sangat berharap Kyuhyun juga nyata saat ini. ia memang yang paling menyebalkan di mimpi itu, tapi ia sangat amat menyayangiku dan mengerti membuatku tersenyum. rasanya sedih ya jika ia benar-benar hanya mimpi. 4 tahun aku paling menantikan bertemu dengannya.

uri Kyuhyun…

 

*kreeeek*

ada seseorang membuka pintu kelas. tak lama ada suara kursi dimundurkan dari mejanya. aku hanya diam menatap pemandangan. rasanya benar-benar deh, senang, sedih, kesal, errghh!

 

“apa ini IBM-1??” ujar seseorang itu

“wah kau hampir saja telat ya” suara Luhan lantang menyapa seseorang yang baru datang itu

“iya, haha. aku lupa hari ini sudah tidak libur. aasshhh”

“untung belum masuk ya”

“nee.. haha”

 

aasshh??

ku balikkan tubuhku

dan aku melihat namja yang baru saja datang

 

“Nara…” bisik Sehun “apakah ia yang terakhir di dalam list itu?”

“nee” aku mengangguk dan tersenyum bahagia menatap namja yang aku sangat yakin ia bernama Kyuhyun, Cho Kyuhyun

 

“annyeong, cho neun Luhan imnida”

“cho neun Park Sangil imnida”

“cho neun Oh Sehun imnida”

“annyeong,,, cho neun Kyuhyun, Cho Kyuhyun imnida. bangapseumnida”

“……….” aku terus saja menatapnya, ah, rasanya sangat senang. Complete!

 

“hei, aku seperti pernah bertemu kau ya??” ujarnya yakin  yang sontak membuatku kaget “tapi dimana ya?”

“apa di mimpi??” ujar Luhan menyela, dan Kyuhyun memiringkan kepalanya

“aku tak tau. melihatmu, aku merasa familiar. keadaan seperti ini juga “

“familiar ya??” ujar Sehun

 

“ah, cho neun Nara, Cho Nara imnida”

“woaah, kita semarga yaa~”

“nee~ bangapseumnida”

“,,,,,,,,,,”

 

it’s perfect!

everyone reunite again here. eventough some problems are waiting for us in the future, as long as they are here, i’m sure, i’ll be fine, ah, we’ll be fine. thank god for bring me to the future to knows this will show up.

 

“wah aku senang langsung mempunyai teman baik”

“……….”

“entah mengapa aku langsung menyukaimu Nara” ujar Kyuhyun tiba-tiba dan aku shock “kau manis sekali” imbuhnya sambil mendekat ke wajahku

“mwo? hahaha”

“ya! Nara adalah yeojachingu-ku” gerutu Sehun, lalu Kyuhyun tertawa, diikuti aku dan lainnya “aish, ternyata bercanda..” Sehun langsung menunduk. Senang kau bisa begitu, Sehun-ssi

“senang ya dekat begini,,,”

“ya,, mungkin masa lalu, atau mungkin di mimpi kita adalah sahabat”

“sahabat?”

“ya,, sahabat”

“Time Machine’s Friends? haha”

“Time Machine??”

 

Time machine~

Yeah, maybe i already use that.

It can’t believed, but i know something. This is my future.

They are my destiny!

 

jadi, ketika aku ditanya apakah aku percaya keajaiban? maka aku akan menjawab, YA. aku sangat percaya. karena aku memang mengalaminya~ bagaimana dengan kalian?

 

“hei, jika ambil photo pertama,,,” usul Kyuhyun sambil mengeluarkan ponselnya “bagaimana?”

“ah, boleh juga”

“kajja~”

“hana, dul, set, kimchi,,,,,”

*cekreeek*

 

our first photo was capture

finally, it revealed.

 

*kreeeek*

“annyeonghaseyo”

sapa namja yang baru saja masuk ke kelas kami

“annyeong,,, he??” aku kaget melihatnya “eee…”

 

“Woohyun ssaem!!”

“Nam Woohyun seonsangnim?”

“Nam ssaem!”

“Woohyun ssaem!! great!”

 

“eh?” seruku, Luhan, Sehun, Kyuhyun dan Sangil. kami saling shock karena kami mengucapkan kata-kata yang sama “kau,,” kami saling menuding dan kaget

 

“kalian mengenalku??” tanya ssaem bingung “apa kita pernah bertemu?”

“aniya,,,,”

“kenapa bisa hapal namaku?” ujarnya

“……….”

“aku tampan ya? hahaha”

“errghh,,,,”

 

bahkan ia masih seperti itu.

tidak di mimpi, tidak di kenyataan sifatnya tetap baik dan menyenangkan.

 

“we’re glad to see you, sir!”

“nee….”

 

Yeah, this is us

Everyone whom reunite and be friends again.

I wish in our next life, we’ll always be friend

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s