[FF] This Is How I Love You


Main Cast:

  • Kim Nara
  • Cho Kyuhyun

Support Cast:

Shin Raekyung, and others

Length: oneshoot

Genre: Romance, Friendship, Angst

Rate: AG (All Age)

Author: Nana (@keiichiro_nana)

.

————————

maybe i was born to hurting you. i always failed to abandon you even if i should to do that.

since i know that i can’t be with you, i will leave this memories to you.

but not to remember, you should burning on it.

don’t ever never remember me in anything condition.

.

“aku kan sudah bilang tak usah campuri hidupku”

“ya!! aku hanya ingin menolong”

“aku tidak perlu superman untuk menolongku!”

“aku bukan superman!!”

“lalu?”

“anggap aku hanya seseorang yang kebetulan lewat”

“kau? cih, tak mungkin”

“mau tetap begini?? hah!!”

“,,,,,,,,,,,”

“kenapa diam, ayo cepat”

“jauhi aku. aku mohon”

“apa kau membenciku?”

“aniya”

“bahkan,,, “

“aniya!! tolong jauhi aku”

“,,,,,,,,,”

.

Apapun yang aku lakukan akan tidak akan merubah keadaan ini

Karena bagaimanapun juga ini sudah takdirku

Aku tidak pernah meminta lebih, karena tuhan sudah memberiku lebih dari cukup

.

*PAGI HARI*

**perjalanan ke sekolah**

“ya bocah! kau itu kalau lari pakai otakmu!” gerutu sahabatku “apa yang kau makan sih?”

“mwo?” aku berbalik dan tersenyum “aku hanya makan sewajarnya. hehehe”

“jalanmu adalah lariku!!!” imbuhnya sambil mengambil napas dalam-dalam

“aku sudah berjalan cukup pelan. Jika aku haru berjalan cepat, makan begitu pula kehidupanku nanti” ujarku santai lalau ia tertawa. Ya begitulah sebaiknya, tersenyum dan tertawalah

.

annyeong, cho neun Kim Nara ieyo, 17 yo. dia adalah sahabatku, Shin Raekyung. aku ingin menikmati masa mudaku. hanya tak ingin menjadi sesuatu yang terlewatkan. jalani semua sebaik mungkin

.

**KELAS 2B**

pagi ini ada berita akan ada murid baru. kabarnya ia sangat pintar dan tampan. tapi sangat angkuh dan menyebalkan. ah aku tak peduli. mau bagaimanapun dia, bagaimanapun bentuknya, suka-suka dialah

.

“annyeonghaseyo yeorobun” tegur ssaem kami, Kim Jaejoong. ia adalah salah satu ssaem tertampan di sekolah kami “akan ada teman baru di tahun ini”

“nuguayeo??” ujar Raekyung antusias

.

“chakkanman,,,,”

ssaem keluar memanggil murid itu. beberapa saat kemudian ada namja dengan pakaian rapi memasuki kelas kami. dan murid perempuan, kecuali aku, histeris melihatnya tersenyum, eerrghh berisiknya. aku bersumpah, telingaku begitu pengang. Bahkan raekyung ikut berteriak. eergggrrhhh

.

“kyeopta!!!”

“ah tampannya”

“aigoo~”

“so cute!!!”

.

“silahkan perkenalkan dirimu” ssaem mempersilahkan namja jutek berbicara. matanya mendelik ke semua tempat, tak lama ia tersenyum ramah dan membuat kehebohan lagi

.

“annyeonghaseyo, cho neun Cho Kyuhyun imnida” oh namanya Kyuhyun. ku rasa ia tidak sejutek seperti rumor tadi pagi. ia begitu ramah dan manis juga sih

.

“annyeonghaseyo Kyuhyun!!!”

seru kami semua. ah aniya, tanpa aku tentunya. aku hanya diam menatap datar namja itu. aku tidak tertarik pada hidup orang lain

“Kyuhyun kau duduk di samping kiri Nara ya” ssaem menunjukku, lalu ia menghampiriku dan tersenyum

“annyeong Nara, cho neun ,,,,,”

“Kyuhyun. kau sudah bilang tadi” ia menunduk ketika aku menyela perkenalannya, dan beberapa yeoja di kelas memandangku bringas. ish apa peduliku

.

**FEW HOURS LATER**

*pulang sekolah*

beberapa jam yang lalu aku pikir ia ramah, dan ternyata setelah ia duduk dan mulai belajar, ia sangat amat angkuh. pada saat istirahat banyak yeoja yang menghampirinya. tapi tak satupun ia tanggapi. tapi tetap saja ia di kerubungi banyak yeoja. bahkan dari luar kelas kami. dasar topeng!!

.

**TAMAN**

“yaa Nara, aku pikir ia ramah. tapi,,,,” Raekyung sedikit kecewa dengan perubahan sifat namja itu “eerrghh. dasar”

“setidaknya kau menemukan orang yang jauh lebih angkuh kan dari aku? hahaha” ujarku santai, dan Raekyung memutar bola matanya menghindari tatapanku

“sebelas duabelaslah dengamu. beda tipis. hahaha” ujar Raekyung santai sambil tertawa

“kau ini!”

“kenyataannya begitu Nara. hahaha”

“,,,,,,”

.

“hey kau!” tegur kasar seorang namja menyela percakapanku dengan Raekyung “ini roti perkenalan dariku” ia melempar roti sosis manis tepat ke wajahku

“woaaaa,,, aduh muka,, muka,,” Raekyung berteriak di telingaku dan langsung menyentuh wajahku “gwenchanayo?”

“ha??” ujar Kyuhyun dengan nada tinggi. rasanya ingin ku bunuh orang ini “ada apa?”

“aniya, gwen,, gwenchana. hey Kyuhyun sebaiknya kau,,,,” aku membekap mulut Raekyung. ku lempar roti itu ke muka Kyuhyun dengan wajah datarku

“,,,,,,,”

“Nara-ya” Raekyung langsung menjauhkanku dari Kyuhyun “sudah~’

“ambil itu. aku mampu membeli seratus roti seperti itu” ujarku super datar, dan wajah Kyuhyun memerah kesal

“sssttt~” Raekyung berbisik dan menarik lenganku pergi

.

“hey tunggu!!” Kyuhyun mengejarku dan mendorongku jatuh “apa kau tak pernah diajari tata krama?? hah!!” ia menuding-nudingku. errghh aku paling benci di tuding begitu

“dengar! kau melempar roti itu kepadaku, ke wajahku!! kau pikir itu TATA KRAMA? HAH!!!” aku mencengkeram kerahnya. Raekyung berusaha melerai tapi aku sudah kalap melihat namja sial ini

“dasar sok kaya kau Nara!!” ia melepas kasar tanganku

“aku tidak kaya. tapi walaupun aku kaya, aku tak akan pernah berlaku sombong seperti yang kau lakukan tadi. PAHAM!!!” aku mendorong Kyuhyun lalu menarik Raekyung pergi menjauhi namja itu. aku tidak mendengar kalimat apapun dari Kyuhyun. aku tidak tau apa yang akan dia katakan besok. eerrgghh

.

“Nara, kau itu benar-benar deh”

“benar-benar apa? hah!!”

“ti,, tidak jadi”

“jadi ke sevel?”

“tidak lapar. sudah kenyang melihatmu ribut. Ck!!”

“eerrrrghhhh”

“a,, aa,, arasseo! kita beli minum saja. kau haus kan”

“,,,,,,,,,”

.

Raekyung adalah orang yang paling dekat denganku. ia yeoja yang sangat ramah dan baik hati. tapi ia lemah dan tidak bisa di bentak oleh siapapun. aku harus terus di sampingnya untuk melindunginya. tapi aku tidak tau sampai kapan bisa melindunginya. kau harus cepat kuat ya, Raekyung.

.

KYUHYUN

hari ini adalah hari pertamaku di sekolah ini. aku suka sekolah ini.

semuanya tertata rapi dan bagus. sebenarnya semua murid disini pun baik dan pintar.

tapi tidak dengan satu orang itu

.

“Nara brengsek!!!” aku membanting tas sesampainya di kamar “sial”

“nugu??”

“teman sekelasku. rasanya,,, eeerrghh” aku menendang kursi hingga jatuh “haaaah!!!”

“Kyuhyun-ah, mwo haneun geoya!!” gerutu hyungku, Changmin “memangnya dia kenapa?”

“yeoja itu! ternyata ada yang bisa mengimbangiku. cih”

“apa yang kau pikirkan?” changmin menatapku “jangan berbuat macam-macam”

“aniya!!!”

.

ia menepak keningku sangat keras untuk mengingatkanku agar bisa lebih menjaga bicara.

ia sangat tegas padaku. tapi karena sifatku sudah seperti ini.

mau di rubah seperti apapun terasa sulit

.

**FEW DAYS LATER**

**malam hari – taman sekitar rumah Kyuhyun**

“kenapa harus aku yang di suruh membeli kimchi. aduh ding,,, in. ha?” aku melihat seseorang seperti Nara duduk di ayunan taman menggoyangkan kakinya seperti anak kecil. apa yang ia lakukan di cuaca dingin begini? “cih, apa peduliku. CK!”

.

dasar yeoja bodoh. di sekolah selalu ribut denganku, dan sekarang masih saja muncul di sekitarku. membosankan!!

.

**kring**

to: Kyuhyun

from: Changmin

Hey bodoh!! cepat. kami sudah lama menunggu

.

“orang yang tidak sabaran ya seperti ini. eerghh” aku mengantongi ponselku dan kembali melihat Nara

“lho? kemana si bodoh itu?” baru 1 menit ku lepas mataku darinya. tapi ia menghilang “ah sudahlah. tak penting”

.

aku meneruskan kembali perjalananku pulang. aku masih memikirkan Nara.

tatapannya kosong dan aku merasa ia sedang sangat sedih. dasar yeoja aneh

.

**NEXT DAY**

**di sekolah**

“Kyuhyun-ah, ini name tagmu” ujar ketua kelasku, Kim Sunggyu “jika ada apa-apa, kau bisa tanya pada kami”

“ah ne gamsahamnida” ujarku berterimakasih. ia namja yang baik, dan ku rasa ia menyukai Raekyung. tapi mereka tak cocok sepertinya. sifat santai dan ramah yeoja ini mengingatkanku pada Changmin hyung. bedanya hyung lebih sering membentak, dan raekyung lebih sering di bentak. hahaha

.

“ah iya” bathinku saat melihat Raekyung duduk sendirian kemana yeoja itu? aku tidak melihatnya hari ini. apa ada hubungannya dengan kemarin?

.

“Raekyung!” tegurku padanya, dan ia tampak ketakutan “aku hanya ingin bertanya,,,”

“ma,, mau tanya apa??”

“kemana yeoja bodoh ini” aku menunjuk kursi Nara yang kosong dan Raekyung menggelengkan kepalanya “maksudnya?”

“ia tak masuk seperti yang kau lihat”

“kenapa?”

“aku tak tau ia kenapa. ia tak bilang”

“,,,,,,,,,,,,,”

“kau mau apa padanya?”

“aku tak ingin apa-apa! eerghh”

“mi,, mianhae”

“ah sudahlah”

.

semenyebalkan itukah aku dimata yeoja ini? tapi yeoja-yeoja lain masih saja menggangguku dengan makanan dan cokelat menyebalkan itu. tapi hanya Nara yang bersikap santai, dan bisa di bilang ia tak pernah menganggapku ada. ada apa dengan sekolah ini? errghh

.

**FEW WEEKS LATER**

**kelas**

NARA

It’s been almost 2 months since that stupid boy came to my class.

how annoying he is!!

.

“Nara,,,,”

“waeyo?”

“apa aku sudah bilang?”

“apa?”

“dalam 2 bulan ini kan kau pernah 3 kali tidak masuk”

“lalu?”

“selama 3 kali itu, Kyuhyun menanyakanmu padaku dengan wajah cemasnya lho”

“,,,,,,,,”

“dengar tidak?”

“,,,,,,,,,”

“Nara,,,,,”

“oh iya, kau sudah jauh lebih kuat dan semangat tahun ini ya” ujarku mengalihkan ucapan Raekyung, dan Raekyungpun teralihkan. ia yeoja yang mudah teralihkan. aku khawatir melihatnya begini

“benarkah? hahaha. waktu Kyuhyun menanyakanmu untuk ketiga kalinya, aku berani menatap wajahnya dan bersikap biasa”

“waaw, baguslah. nah seperti itu baru bagus”

“nee~”

“kalau ia berteriak, tajamkan matamu dan tatap matanya”

“hahaha, arasseo”

“,,,,,,,,,,”

.

berjanjilah untuk menjadi gadis tegar. karena jika aku tak ada, akan sulit bagimu untuk bertahan. Raekyung, bagaimana aku bisa tenang melepasmu?? semoga akan ada seseorang yang bisa ku percaya menjagamu suatu saat nanti

.

The closer i get

More scared i get

But this love cannot be stopped

.

**PULANG SEKOLAH**

*perjalanan pulang*

hari ini appa Raekyung datang, jadi ia pulang bersama appa-nya dan aku memilih pulang lewat jalan biasa. aku tak ingin mengganggu Raekyung hari ini. ia layak bahagia dengan appa-nya. kan jarang-jarang

.

“hey bodoh” tegur seseorang. dari nada dan ucapannya aku tau siapa namja ini “kenapa sendiri?”

“,,,,,,,,,,,,”

“punya mulut gunakan untuk bicara? mengerti!!!!” ia menghadangku dan berteriak. kenapa di saat seperti ia harus berteriak sih

“aku tak harus menjawab pertanyaanmu” ujarku santai, lalu ia diam dan tak membalas ucapanku sama sekali

.

**deg*deg**

astaga kepalaku rasanya berputar-putar.

aku berhenti dan mencoba mengambil nafas panjang

.

“Nara, neo gwenchana?” Kyuhyun membelai rambutku pelan untuk pertama kalinya. entah mengapa ia jadi begitu baik “mau ku antar??”

“aniya, aku bisa sendiri” aku menepisa tangan Kyuhyun dan langsung berlari meninggalkannya

.

*tes*tes*

“ah sial, jangan saat ini ku mohon” aku membersihkan darah yang keluar dari hidungku “untung tadi beli tissue di kantin”

semakin hari semakin sering saja mimisan. aku tak tau kapan mimisan itu tiba. aku takut Raekyung tau, aku takut Kyuhyun tau. walaupun tak akan ada efek apapun saat Kyuhyun tau semuanya. tapi,,, *sigh*

.

If i fill up my heart and send it to you,

Will you be able to accept it?

Even if time plays a joke on us and blocks us

I want to hold your hand and win

.

**Nara’s home**

aku merapikan barang-barang di kamarku. aku ingin semua tampak bersih dan rapi saat kamar ini tak terpakai lagi. jadi jika appa ingin menyewakan kamar ini, lebih mudah. aku harap yang menyewanya wanita, jadi tidak jorok. hahaha

.

“beres-beres!!” ujarku semangat

.

*kreeek* (pintu terbuka)

“Nara!!!!” pelukan Raekyung membuatku kaget

“jeezzz! kau membuatku shock” aku menoyor pelan sahabatku ini “ada apa kemari? hah!”

“tak apa-apa. tadi aku membeli barang kembar agar bisa di pakai denganmu. appa yang memilihnya untuk kita. lihat deh”

.

ada begitu banyak barang dengan warna, motif, dan bentuk. semua barang ini masing-masing 2 buah. Raekyung-ah, aku tak tau, apa masih bisa dan sempat memakai semua barang ini

.

“lucu semua kan? hahaha”

“,,,,,,,,,”

“Nara, kau tak suka ya??” Raekyung sedih menatapku, lalu aku tertawa

“ah anirago. gamsahamnida. hahaha”

“ah saranghanda uri Nara” ia memelukku hangat. taukah kau kalau kau begitu berarti

.

“uhuuk, uhuuuk”

“Nara kau tak apa-apa?”

.

darah? astaga

“,,,,,,,,”

“Nara???”

“ah sebentar aku kamar mandi” aku berlari secepat mungkin ke kamar mandi. Tuhan bisa kau tunda sebentar lagi. masih ada Kyuhyun yang ingin ku ubah. tolong

.

*tok*tok*

“nara mengapa begitu lama?” teriak raekyung dari luar pintu

“chakkanman”

“kau tak apa-apa??”

.

aku membuka pintu kamar mandi dan tersenyum.

sudah ku pastikan tak ada darah di tubuhku sebelum keluar kamar mandi

.

“aku tak apa-apa. tadi aku batuh berdahak. rasanya gatal” ujarku berbohong sambil menunjuk leherku. ini yang terbaik

“minum obat batuk dari appa-ku saja. pasti sembuh”

“benarkah?”

“tentu”

.

appa-nya Raekyung adalah dokter. ia bekerja di luar negeri, ia termasuk dokter terbaik. oleh karena itu mereka jarang bertemu. jika aku bercerita tentang ciri-ciri sakitku, aku yakin ia pasti akan bertanya kepada appanya. dan usahaku bertahun-tahun untuk menutupi ini dari Raekyung akan sia-sia

.

“ah mau beres-beres??”

“nee~”

“kamarmu sudah bersih kok”

“dirapikan saja”

“ikuut yaa. sekalian lihat koleksi komik barumu”

“hahaha. arasseo”

.

**FEW DAYS LATER**

*taman*

aku tau jika aku kesini jam segini, kemungkinan Kyuhyun akan melihatku. tapi aku terlanjur menyayangi ayunan ini, dan mungkin juga Kyuhyun, walaupun aku tidak mengerti mengapa harus dia yang aku suka. jika Kyuhyun datang aku akan pergi, aku hanya ingin melihatnya lewat. sebentar saja~

.

“Nara??” tegur seseorang. ah padahal aku baru 10menit disini, dan kenapa ia kemari sih

“,,,,,,,,,”

“apa yang kau lakukan malam-malam begini?” eerrghhh, aku sedang emosional mengapa ia datang sih.

“duduk. apa kau tak lihat?” ujarku kasar. akhir-akhir ini ia tidak membentakku lagi. ia bersikap lebih ramah dan itu membuatku nyaris luluh

“jaketmu tipis, ini pakai punyaku,,,,,”

“awas, kau mengganggu suasana saja” aku menepis jaket Kyuhyun lalu bangkit dari ayunan

.

*bruuk*

“aduh sakit” jatuh lagi!! errgh

“Nara, kau tak apa-apa?”

“aku tak apa-apa. lepaskan aku”

“tidak,, aku akan mengantarmu pulang”

“kau pikir kau siapa? hah!!!” aku membentaknya keras, dan ia tetap diam. apa aku terlalu kasar?

“baik, lakukan sesukamu Kim Nara” ia langsung pergi meninggalkanku. aish, mianhaeyo, CHO KYUHYUN

.

Perhaps, the reason I can’t say ‘I love you’, like a fool, is that I am afraid of the painful sad days of waiting after we meet.

if you come closer to me. I really don’t know what to do

.

**2 DAYS LATER**

*di sekolah*

semakin hari kondisiku semakin lemah. Il Woo ssaem makin sering menyuruhku terapi. obatpun tak bisa menopang sakitku lagi. sifat Kyuhyun sudah mulai berubah, jadi tidak galak. dan sepertinya semakin banyak yeoja di sekelilingnya. baguslah

.

“Nara, kau dekat dengan Kyuhyun ya?” Raekyung menyentuh hidungku “hayoo??”

“aniya. waeyo” jawabku sedatar mungkin, dan Raekyung percaya itu

“kau sedang sakit, Nara?”

“ah tidak. memangnya kenapa?”

“Kyuhyun suka bertanya padaku seperti itu”

“aku baik-baik saja. tak usah tanggapi pertanyaannya. arasseo?”

“nee”

.

*deg*deg*

Kyuhyun-ssi, tolong jauhi aku.

jangan peduli apapun tentangku.

aku tak bisa, dan tak mungkin bisa.

Raekyung-ssi, aku selalu berbohong padamu. maafkan aku~

.

“ada apa melihatku begitu??”

“aniya, gwenchana”

“sekarang Kyuhyun sudah begitu ramah, dan banyak ya yeoja yang mulai menyukainya. hahaha”

“iya, sudah mulai berubah”

“kau apakan ia?” ujar Raekyung tiba-tiba dan aku shock “wah ternyata kau berbuat sesuatu padanya ya?” imbuh Raekyung sambil tertawa pelan. aku hanya tersenyum menanggapi pertanyaannya

.

“kau tau Nara, sekarang aku sudah jauh lebih baik dari pertama kali kita bertemu”

“dalam hal?”

“keberanian dalam membela diri”

“hahaha. bagus!! kau harus seperti itu”

“geurae! akan ku hajar yang menggangguku”

“kalau kalah?”

“eh?”

“kalau misalnya kalah bagaimana?”

“hhmmm, aku akan pulang dan berlindung di belakangmu. hahaha”

“hahaha~”

.

kau tak boleh begitu,

kau harus temukan seseorang,

ia harus bisa melindungimu,

karena aku tak akan selamanya disisimu, Raekyung-ah

.

KYUHYUN

kenapa akhir-akhir ini aku memikirkan Nara?

padahal kasarnya padaku sudah melebihi batasku, dan selalu membentakku walaupun aku sudah berbicara sangat baik padanya.

tapi kenapa ia bisa merubahku seperti ini??

apa yang ada di dalam dirimu itu, Kim Nara?

.

“ah Nara?” sudah beberapa kali aku melihatnya di ayunan itu “sebegitu sukanya kah ia dengan ayunan itu hingga di hari sedingin ini tetap bermain disana??”

.

rumah dimana, main dimana, dasar yeoja aneh.

aku melihatnya lebih dekat.

entah sejak kapan aku pasti tersenyum jika melihatnya tersenyum.

.

She has sat down

My love bell has rang

The more I look, she is so pretty

The way to her embrace, I search for the way to her embrace

I am her sunflower. bloomed because of her

My heart is nervously excited , sunflower

.

*gubraaak*

“apaan tuh?” aku makin mendekat ke arah Nara dan melihatnya jatuh dari ayunan “astaga”

.

Aku berlari ke arahnya dan melompati pagar taman.

tubuhnya tidak di balut jaket seperti biasanya, dan wajahnya begitu pucat

.

“kau tak apa??” tanyaku padanya. lalu ia mendongakkan kepalanya dan melihatku “hey?”

“lepaskan!!” ia mendorongku keras, tapi itu membuatnya terjatuh

“ya!! kau tak apa??” aku kembali membantunya berdiri

“sudah ku bilang lepas! enyah dari mataku! pergi!!!!” ia berteriak lalu mendorongku hingga terjatuh “ah mianhae” ia langsung berlari menjauhiku.

.

ada apa dengannya.

apa aku begitu angkuh dan hina sehingga kau tak mau aku sentuh

apa kau benar-benar membenciku?

.

“ada apa denganmu Kim Nara? jika aku menyakitimu tolong maafkan aku. aku minta maaf~”

.

aku tak mengerti apa yang sekarang ku rasakan.

jika kau tak tersenyum seperti dulu, aku merasakan sedih yang teramat sangat.

maafkan aku Kim Nara, tolong

.

RAEKYUNG

“malam ini mau menonton film sekalian tanya-tanya ah. ayeeiiy” ujarku sendiri pada jeruk yang ku bawa untuk Nara “hmmm,,,,”

.

hari ini begitu aneh. mengapa aku merasa Kyuhyun memperhatikan Nara seharian. ah aniya, sudah beberapa hari ini ia begitu. tapi nara tidak terlalu berubah. ta tetap dengan sifat dinginnya. sebenarnya ada apa dengan Kyuhyun?

.

**di depan rumah Nara**

eh? siapa itu?

“maaf, kau siapa??” aku menegur seseorang yang duduk di depan rumah Nara

“ah kau anggota rumah ini?” ujar namja ini, lalu aku menggeleng pelan

“aku sahabat anak pemilik rumah ini. kau siapa??” aku seperti mengenal namja tampan ini. wajahnya tak asing. mirip siapa ya?

“cho neun Cho Changmin imnida. ah kau bilang kau sahabat anak pemilik rumah ini”

“ah nee. maaf, apa kau kenal dengan Cho Kyuhyun?” tanyaku nekat, karena ia mirip Kyuhyun saat tersenyum

“mwo? kau juga mengenal Kyuhyun? dia adikku” ujar oppa ini, pantas mirip. ternyata keluarganya. tapi hyungnya lebih tampan,  heemm.

“aku, Nara, dan Kyuhyun sekelas. ah, oppa sedang apa disini?”

“itu yang mau aku bilang tadi. aku melihat Kyuhyun membopong seorang gadis masuk ke rumah ini” ujar Changmin oppa, dan aku shock

“mwo? Nuguyo??”

“aku tak tau. Kyuhyun berlari dari taman dan  membawanya kemari”

“maksudmu Nara??”

“aku tak tau. rambutnya agak panjang, tubuhnya tinggi,  memakai tas ungu, dan,,,”

“,,,,,,,” aku langsung menggandeng oppa ini masuk, karena aku tau, itu adalah ciri-ciri Nara

.

**Kamar Nara**

aku melihat Kyuhyun menyelimuti Nara, dan begitu peka dengan Nara

.

“Nara!!” aku mendorong Kyuhyun dan melihat kondisi Nara “Kyuhyun, ada apa dengan Nara?”

“mana aku tau!!! ia pingsan di taman dekat rumahku”

“kau tau dari mana rumah Nara??”

“ah itu,,,, dari,, “

.

“Kyuhyunie, nuguayeo geu yeoja?” tegur Changmin oppa

“mwo!! ya Changminie, mwo haeneun geoya? kemari” Kyuhyun dan Changmin keluar kamar Nara

.

aku melihat wajah Nara begitu pucat. aku tidak pernah melihatnya begini

“aduh mimisan. tissue, tissue,,,” aku membersihkan darah yang mengalir dari hidungnya “kau kenapa Nara?”

.

*** 3 hours later ***

KYUHYUN

“ha? kanker otak?”

“nee~”

“jongwoon ahjussi, ja,,, jangan bercanda~”

“Raekyung-ssi, Nara memang sakit, dan sudah parah”

“,,,,,,,,,”

“ah Kyuhyun-ssi, terima kasih bantuannya. terima kasih banyak” ujarnya begitu ramah

“nee cheonmaneyo ahjussi”

“ahjussi, ini hyungku Cho Changmin”

“annyeong Changmin imnida” hyung membungkukkan tubuhnya ke arah ahjussi dan ahjussi begitu ramah menyambut kami

.

“ahjussi, tolong katakan ini bohong!!!” Raekyung berlari dan menangis di pelukan Jongwoon ahjussi, appa Nara

“Kyuhyun, Changmin tolong titip Nara sebentar. Raekyung ikut aku”

“nee~”

“ah ahjussi, boleh aku meminta air putih”

“ah tentu, ayo ikut aku”

“Kyuhyun, tolong jaga Nara sebentar”

“nee, ahjussi”

.

tanpa sadar aku meneteskan air mata di pipi Nara. ia begitu tenang dan damai.

entah mengapa aku takut melihatnya tidur

“aku tak ingin melihatmu tidur selamanya Nara. maafkan aku”

.

aku melihat tumpukan obat di dekat lampu tidurnya.

 jadi ini alasan kau selalu hampir pingsan??

.

“Kyuhyun?”

“Nara kau sudah siuman?”

“sedang apa di rumahku. dan kau ,,,??”

“kenapa kau sembunyikan penyakit berbahaya itu dari Raekyung?”

“,,,,,,,,,”

.

ia diam saja tak menjawabku

ia menenggelamkan kepalanya di sela kedua kakinya

tak lama kemudian ia memperlihatkan wajah tenang padaku

.

“belasan tahun aku mengidap penyakit ini” ujarnya memulai cerita, dan aku kaget, belasan tahun?

“,,,,,,,,,,”

“rasanya aku harus 2 kali, ah tidak 4 kali lebih kuat”

“kenapa kau begitu galak dan,,,,”

“agar tak ada yang bersedih ketika aku harus mati nanti”

“jangan sembarangan Nara!! kau pasti sembuh” aku kaget mendengar ia berbicara tentang kematian. senyuman dan tatapan matanya sungguh membuatku merasa aneh

“kenapa kau begitu baik padaku?” tanyanya spontan, dan aku sedikit kaget

“karena sedih melihat seseorang yang kita kenal harus sakit sedemikian parah” ujarku sesantai mungkin di depannya. ia tersenyum ramah. senyum yang tak pernah aku lihat di wajahnya jika bertemu denganku “waeyo?”

“sakit ini sudah keturunan. jadinya aku tak bisa berbuat apa-apa” ujarnya tegar “Tuhan sudah menentukan umur umatnya dan menentukan bagaimana seseorang mati”

“,,,,,,,,”

.

aku mengerti sekarang, walaupun Nara bersikap kasar ke banyak orang, ia tetap di sayangi banyak orang di sekolah. ia begitu baik dan ramah. mirip seperti Jongwoon ahjussi. tapi ia menyembunyikan semua sifat positifnya. kenapa nasibmu begini??

.

“hey Kyu, apa yang kau pikirkan?”

“aniya. Raekyung tadi menangis”

“ah iya. Bagaimana ya menjelaskannya”

“apanya?”

“kebohonganku bertahun-tahun ini”

.

wajahnya tiba-tiba muram

is this something that called white lies??

how hurt when we know the truth is

.

“kau tak perlu menjelaskan apa-apa Nara. aku sudah tau” Jongwoon ahjussi, Changmin hyung, dan Raekyung masuk ke kamar Nara “aku sudah tau Nara”

“kemari, aku peluk”

“kau kenapa bohong sih Nara??” Raekyung menangis tak karuan di pelukan Nara. meronta-ronta seperti anak kecil. sesayang itukah Raekyung pada Nara?

.

“Raekyung-ah, mianhaeyo”

“Nara jangan pergi. jangan tinggalkan aku”

“,,,,,,,,,”

“jangan pergi, ku mohon”

“,,,,,,,,,,”

“kalau kau pergi tak ada yang menjagaku lagi, dan tak ada yang akan memelukku di bawah meja lagi. jangan pergi” raekyung tetap menangis di pelukan Nara

“,,,,,,,,,,”

“Nara,,,”

“mianhae~” Raekyung semakin menangis, dan aku semakin sedih melihat kondisi Nara. ia tersenyum dengan keadaan yang menimpanya. ia begitu sabar dan semangat

.

Nara, mengapa kau begitu cantik saat ini? apa aku telat menyadarinya?

apakah ini yang dinamakan sayang?

Nara,,, how can it be?

.

“Nara, mulai detik ini, aku janji akan menjagamu” ujarku spontan

.

“eh?”

“mworagoyo?”

“mwo?”

“Kyuhyun-ssi??”

“Kyu?”

.

“aku janji Nara,,,,” aku menatapnya lalu ia tersenyum

“gamsahamnida. tapi aku bisa menjaga diriku sendiri”

“Nara-ya, aku juga akan menjagamu. kami akan menjagamu” Raekyung menatapku dan Nara tersenyum menatapku

“arasseo,,,,”

.

aku janji Nara, aku akan menjagamu

aku tak peduli berapa lama lagi kau akan bertahan

aku tak akan merubah sifatku,,, tapi ternyata perasaanku padamu berubah

aku akan merubah sifatku agar jauh lebih baik lagi

karena, aku menyayangimu lebih dari yang aku tau

.

NARA

sudah beberapa minggu setelah kejadian itu. aku dan Kyuhyun semakin dekat. ah rasanya senang sekali melihat Raekyung dekat dengan Changmin oppa. setidaknya setelah aku pergi Raekyung masih bisa di jaga oleh Changmin oppa

.

“hey apa yang kau pikirkan?”

“ah aniya. ayo kita pulang”

“Raekyung, kau ikut kami tidak?”

“kalian pergi saja. aku menunggu appa”

“baiklah. ayo Kyuhyun. bye Raekyung”

“nee~”

.

aku bahkan tak pernah berpikir kami berjalan berdampingan seperti ini

rasanya seperti mimpi ah senangnya

.

*deg*

“Nara kau tak apa??”

aku merasakan pusing yang teramat sangat

“aniyaa,,,”

“kau,, mi,, mimisan,,,’

“,,,,,,,” Kyuhyun membersihkan darah yang mengalir di hidungku. aku sungguh tidak berguna dan selalu merepotkan orang lain

 .

kenapa? aku kenapa?

berilah aku sedikit waktu.

aku ingin melakukan sesuatu untuk orang-orang di sampingku

.

“ayo kita jalan pelan-pelan” setelah istirahat sebentar Kyuhyun mengajakku jalan kembali

“,,,,,,,,”

“aku antar kau ke rumah sakit ya”

“arasseo”

“,,,,,,,,”

.

**tiiiiiinn** tiiiinn**

“aaarrrggghhh!!!”

“Kyu,,,,,”

.

**bruuuk**

aku merasakan sakit luar biasa di tubuhku

di sebrangku, kyuhyun terbaring bersimbah darah

“Kyu,, Kyuhyun-ah”

“,,,,,,,”

“Kyu,,, hyun,,,”

.

RAEKYUNG

seharusnya tadi aku bersama mereka

jadi Nara dan Kyuhyun tidak seperti ini

Nara baik-baik saja. tapi Kyuhyun,,,

.

**Kyuhyun room**

“Raekyung apa Nara baik-baik saja?” tanya Changmin oppa

“iya. dia sudah lebih baik. luka-lukanya juga sudah di perban”

“syukurlah”

“oppa,, Kyuhyun bagaimana?”

“tak apa. ia pasti sembuh” Changmin oppa membelai rambutku. rasanya senang di belai seperti ini. tapi akan lebih senang lagi jika mereka berdua sehat kembali

“tapi,,,,”

“kita berdoa saja semoga Tuhan memberikan yang terbaik”

“nee” aku memeluk Changmin oppa. aku merasa lebih baik bersamanya. dan semuua akan lebih baik lagi jika Nara dan Kyuhyun tidak disini. cepat sembuh ya,,,

.

NARA

aku ingat sebelum kecelakaan itu terjadi, Kyuhyun menyuruhku ke rumah sakit. ya aku memang ke rumah sakit bersama Kyuhyun. tapi tidak seharusnya begini. Raekyung mengatakan padaku bahwa Kyuhyun buta, dan jantungnya bermasalah. ia tak bisa bertahan lama. aku tak bisa melihatnya menutup mata selamanya. Kecelakaan itu membuat semuanya serba salah

.

“Nara, untunglah kau baik-baik saja” ujar Raekyung di temani Changmin oppa. sekarang mereka sering bersama, aku senang sekali

“aku baik-baik saja. tapi Kyuhyun,,,,”

“ia pasti sembuh. tenanglah” ujar Changmin oppa. tapi dari wajahnya aku melihat kekhawatiran besar. aku tau bahwa ia sudah tau keadaan Kyuhyun. bagaimana bisa kau bilang begitu, Changmin?

.

I try to forget,

alone keep telling myself to stop,

I’m wounded inside,

I’m burning inside,

I tell myself i won’t have anything like love.

.

**malam hari**

Kyuhyun, aku sudah memikirkan semuanya baik-baik. setelah ini aku akan hidup di kehidupanmu. semoga kau baca surat itu, dan aku harap kau akan bahagia dengan yang terbaik

.

Love deepens as much as the tears flow

And we mature as much as we hurt

If we walk towards the place where our heart touch

I want to believe it is possible

.

“Nara-ssi kau yakin?”

“aku yakin ssaem”

“Nara,,,”

“appa, mianhae. aku tak bisa melihatnya seperti itu”

“uri Nara daebak. lakukan yang menurutmu terbaik” appa mencium keningku, lalu Il Woo ssaem menarik appa

.

“waeyo, il woo-ssi?”

“jongwoon-ssi apa tak apa-apa?” aku mendengar ssaem berbisik dengan appa. melarangku berbuat ini. tapi tekadku sudah bulat

“itu inginnya, demi namja yang ia cintai”

“kau akan kehilangan dia, dan,,,,”

“aku tidak kehilangannya. Ia akan tetap hidup di diri Kyuhyun, dan terutama hatiku”

“arasseo, coba yakinkan ia lagi”

.

appa mendekat ke arahku dan tersenyum

ia merapikan rambutku seperti di pagi hari

appa, mungkin nanti aku tak akan merasakan hal ini lagi

saranghaeyo

.

“Nara, kau yakin??” tanya appa untuk kedua kalinya. aku tau berat baginya. tapi,,,

“ssaem, appa, naega gwenchana. haengbokaeso,,,,”

“silahkan ikuti apa yang ia inginkan. aku keluar” ujar appa dengan suara agak gemetar

“appa, boleh meminta pelukan terakhir”

“tentu” aku menangis di pelukan appa. Tuhan tolong jaga appa. biarkan ia bahagia setelah ini “terima kasih sudah menjadi anakku. kau tak boleh menangis. arasseo”

“nee, saranghanda appa, gamsahamnida”

“,,,,,,,,”

.

appa keluar sambil menangis, aku melihatnya jelas. aku tau aku egois appa, tapi aku tak bisa melihatnya seperti itu. aku hanya bisa melakukan ini untuk terakhir kali. gamsahamnida uri appa~

.

“ssaem,,, suster,,,”

“agassi, kau sungguh mulia”

“karena aku mencintainya. aku akan hidup di dalam dirinya”

“,,,,,,,,,,”

“terima kasih selama belasan tahun kalian merawatku” suster dan dokter ini sudah mengenalku sejak kecil, dan sangat menyayangiku

“arasseo uri Nara. kau adalah gadis yang hebat” ujar Jung Il Woo ssaem, dokter yang telah lebih dari 10tahun merawatku

“ayoo, aku siap”

“Nara,, aku akan melakukan yang terbaik”

“gamsahamnida ssaem”

“suster, siapkan alat-alatnya”

“selamat tinggal,,,,”

.

setelah ini aku akan hidup lebih baik. Kyuhyun, kau harus baik-baik.

rasa cintaku ini mewakilkan semuanya. tolong hidup dengan baik.

terima kasih

.

Kyuhyun,,,

You are the one that i want to reach until i die. The reason i was able to go through the hard times are because you were with me, so i could love you secretly

.

Out of the many people that I’ve met

In my heart there was a special person

If there is only one love

In the dry and barren desert somewhere

If I don’t want to stop my tired footsteps

That person would be strength to me

Past the tough trust and misunderstanding

Though the road ahead seems far

.

**keesokan harinya**

RAEKYUNG

Jongwoon ahjussi menelponku pagi ini. menyuruhku ke rumah sakit tapi ia tidak mengatakan ada apa. sejak semalam perasaanku tidak enak. dan benar, terbukti!!

.

kenapa?

kenapa ia melakukan ini!!

kenapa kau meninggalkanku? hah!

Kau pikir hanya dia yang membutuhkanmu?

Hey!! aku juga disini sangat butuh kau!!

.

“babo Nara. jeongmal babo Nara!!!!” aku menangis melihatnya terbujur kaku di ranjang rumah sakit “aarrghh!!!!”

“kenapa Nara melakukan ini?” Changmin oppa untuk pertama kalinya menangis di hadapanku “waeyo Nara-ya??”

“karena ia mencintai Kyuhyun, karena ia merindukan eomma-nya” jawabku sambil mencium kening sahabatku

“ia mencintai Kyuhyun lebih dari dirinya sendiri” imbuh Jongwoon ahjussi, dan hatiku rasanya hancur lebur mendengarnya. kau memikirkan Kyuhyun, tapi tidak memikirkanku dan ahjussi. huh?

“Nara-ya, jeongmal gamsahamnida. gamsahamnida uri Nara” Changmin oppa dan keluarga Kyuhyun menangis di samping tubuh Nara.

.

Jongwoon ahjussi tersenyum melihat pengorbanan Nara untuk Kyuhyun. sepertinya air mataku kering, sudah tak ada air mata yang keluar lagi. aku kaget melihat kenyataan ini, terlalu pahit menerimanya, dan sangat amat tiba-tiba. kemarin sore kau baik-baik saja, Nara. tapi saat ini, kau sudah meninggalkanku selamanya. Nara,,,,

.

“ahjussi, apa Nara bahagia?”

“Raekyung, ia akan bahagia jika kau dan Kyuhyun juga bahagia”

“tapi ia kesepian,,,,”

“aniya, ada eommanya disana. pasti ia bahagia”

“,,,,,,,,,,,,”

“cara mengetahuinya adalah kau harus mencari kebahagian dengan orang yang tepat. ia pasti bahagia”

“,,,,,,,,,”

.

aku bingung harus bilang apa pada Kyuhyun jika ia sadar nanti “Kyuhyun, Nara sudah tiada” atau “Kyuhyun, kau harus ikhlaskan kepergian Nara” ?? tak semudah itu ia menerimanya.

Tuhan aku harus bagaimana,,,,,

.

Stop crying

I hate myself for knowing everything

Before I get wet with your tears

I tried to lie and avoid it but

Your two eyes are telling me goodbye

.

.

**3 DAYS LATER**

KYUHYUN

aku membuka mataku untuk pertama kalinya. semuanya tersenyum melihatku.

tapi aku tidak melihat Nara di sekelilingku

.

“mana Nara??” ujarku

“Kyuhyun, kau sudah sadar”

“ah, bagaimana keadaanmu?” Changmin hyung menepuk bahuku pelan “syukurlah kau siuman”

“aku? ah, aku merasa baik. Raekyung mana Nara?”

“Nara??” Raekyung diam menatap Changmin hyung “,,,,,,,,,”

“kemana dia??”

.

kenapa? suasana kamar ini kenapa jadi begini?

aku merasa ada yang janggal dan sesuatu di sembunyikan

.

“Kyu, aku ingin bercerita sedikit” ujar Changmin hyung

“bercerita?”

“kau dengar dulu ya Kyuhyun” imbuh Raekyung

“nee”

“kau merasakan parahnya kecelakaan yang menimpa kalian??”

“iya sangat. aku seperti mau mati, dan,,, ah Nara?? bagaimana dengannya!!!”

“dengar dulu cerita Changmin oppa”

“nee, mianhae”

“dan karena kecelakaan itu, kornea matamu rusak parah, dan kau buta”

“ha? bu,, buta?”

“masih ada lagi, jantungmu. jantungmu bocor dan kau butuh pengganti yang sesuai. jika tidak, kau tak akan bertahan lama”

“bo,, bocor??” aku shock mendengar jantungku bocor dan aku buta setelah kecelakaan “ya Tuhan,,,,”

“itu benar”

“dan sekarang aku bisa melihat dengan sangat baik kok, dan jantungku juga baik”

“,,,,,,,,,”

“lalu apa hubungannya dengan Nara?? dimana dia?”

.

Raekyung mendekat ke arahku.

ia memberikan sebuah surat kepadaku.

surat??

.

“Nara selamat kok, hanya luka ringan” senyumnya padaku

“aduh syukurlah” aku bisa tenang sekarang. aku punya perasaan tidak enak tentang Nara. tapi ternyata aku salah “mana Nara??”

.

“coba pegang matamu, Kyu” ujar Raekyung

“nee”

“dan coba pegang dadamu” imbuhnya

“iya, sudah. ada apa?”

“disitulah Nara berada”

“sorry??”

.

“Nara memberikan kornea mata dan jantungnya untukmu” ujar Raekyung sambil menangis pilu “ia memang selamat. tapi ia memilih mengikhlaskan hidupnya untukmu, agar kornea dan jantungnya bisa kau gunakan” imbuhnya terisak menatapku

.

*deg*deg*

Kornea mata?

jantung?

memberikan padaku?

“maksudnya?”

.

“kanker otak yang menyerangnya sudah dalam tahap maksimal saat itu” ujar Nara appa, Jongwoon ahjussi “itu keputusannya”

“ahjussi, ini,,, ??” aku mulai mengerti arah pembicaraan ini

“ia hidup pun, tak akan lebih dari 2 atau 3 bulan. jadi ia memutuskan mengikhlaskan hidupnya, dan  memberikan kornea dan jantungnya padamu”

“,,,,,,,”

“perjuangan Nara sudah berakhir 4 hari yang lalu. tolong jaga mata dan jantung Nara”

.

jadi Nara,,,,

“aaarrrggghhh!!!! Nara!!!!”

“Kyuhyun tenang! Kyuhyun”

“Nara aku tak butuh mata ini!! Jantung ini juga!”

“hey apa yang kau katakan? hah!”

“aku membutuhkanmu Kim Nara. dashi dorawa jebal Kim Nara!”

“ia sudah pergi Kyuhyun. relakan ia”

“Raekyung aku tak butuh semua ini. katakan padanya aku membutuhkannya!!!”

“Kyuhyun-ah”

“hyung panggil Nara sekarang!! aarrggghhh”

“Kyuhyun-ssi”

.

“Nara!!!!!!”

.

saat itu aku sadar, aku memang sangat mencintai Nara.

namun di saat aku sadar, ia tidak ada lagi di sisiku.

Nara, i love you. bahkan aku belum menyatakannya padamu.

kembalilah, aku mohon.

.

please don’t say those words tonight

why did you leave me?

I’m so hurt, my heart hurts- tears are rising

we can’t say goodbye yet- don’t open those lips any wider

don’t say goodbye

.

.

** 3 WEEKS LATER **

**malam hari – taman dekat rumah Kyuhyun**

setelah keluar dari rumah sakit dan melihat langit biru. aku merasakan kenyamanan yang luar biasa. begitu pula langit malam dari taman ini

.

We used to like each other- you laughed at my smile

We used to cry together- you were pained by my tears

Where are you? Can’t you see my tired body?

My pained heart is looking for you

Is calling ou to you – crazily

.

“Nara, terima kasih atas pemberianmu” aku mulai mengayunkan ayunan ini, memikirkan Nara sedang apa disana. bogoshipda

“sama-sama Kyuhyun”

.

eh, suara siapa itu

apa jangan-jangan

“Nara?”

.

“nee. aku disini” suara itu? ya dia Nara~

“kau benar-benar Nara??” aku melihat yeoja yang aku cintai di balut gaun putih cantik. ia di depan mataku

“annyeong” ujarnya dengan senyuman penuh

“waeyo Nara??” aku menangis melihatnya “mata dan jantungmu ini?”

“aniya, itu milikmu sekarang. disini, Tuhan sudah memberiku yang baru. lihat” ia menunjuk matanya yang indah

.

“,,,,,,,,,,,”

“jangan menangis. kau harus tau satu hal, Kyuhyun. aku memberikanmu mata dan jantungku, dan menyerah dengan penyakitku karena aku mencintaimu”

“nado saranghaeyo, Nara. jeongmal saranghaeyo”

“apa kau sudah membaca suratku? pasti belum. hahaha”

“,,,,,,,,,”

“ini adalah terakhir kali kita bertemu. aku harus cepat pergi kesana” ujarnya sambil menunjuk langit cerah penuh bintang

“jangan tinggalkan aku Nara!! aku mohon” aku berusaha menyentuhnya tapi tak bisa. ia tersenyum melihatku menangis “kau senang melihatku menangis? hah!!”

“sembarangan. Jika aku tidak pergi, Tuhan melarangku reinkarnasi. Hahaha ujarnya semangat sambil tertawa

.

“Nara-ya, tetaplah disini”

“kau memiliki mata dan jantungku. itu berarti aku akan selalu ada di hidupmu, dan ikut kemanapun kau pergi” ujarnya. lalu ada cahaya terang menyinarinya “berjuang untuk bagianku ya, Cho Kyuhyun”

“Nara!!!!” ia melempar jepit kesayangannya, dan ia menghilang dari hadapanku. selamanya menghilang

 “Kim Nara!!!”

.

*****

.

“NARA!!!!”

.

*bruuk*

“astaga~” aku jatuh dari ayunan, dan tak ada Nara. jadi tadi hanya mimpi?? “mimpi”

.

“eh? ” ini jepit milik Nara. berarti aku tidak bermimpi

“Nara, terima kasih atas semuanya. aku janji akan menjadi lebih baik lagi, dan menjaga pemberianmu dengan baik”

.

Nara, aku menyadari satu hal,

bagaimanapun aku menyesali kepergianmu, kau tak akan pernah menyesali telah memberikan mata dan jantung ini

.

I can’t say “goodbye” from my heart,

I still miss you.

I reach my hand up to the sky,

and recite my wishes.

So now you, “Are you happy now”?

.

**2 YEARS LATER**

i’m sorry for used your eyes to crying all days.

sometimes i can’t reach my mind, and my pained heart is keep looking for you

.

if i were to chose between you and the world

even if everything is taken away from me, if it’s you, i’m okay

day or night i’m thirsty for love

.

**hari kelulusan**

you have to congrats me today. i’m not a high school student anymore.

i’m just graduated as you see. i try my best for your sake too, Nara

.

“Chukkahamnida, Kyuhyun-ah”

“kau juga, selamat ya. untukmu double ya. hahaha”

“ah, kau,, kau ini”

“ya kau harus sangat ramah padanya. jangan memulai ribut lagi. hahaha”

.

kau tau Nara, Raekyung dan Changmin hyung sudah genap 1 tahun bersama. pertengahan tahun ini mereka akan bertunangan. Raekyung sudah mendapat kebahagiaannya. tapi aku kapan? kau tak ada, aku tak bisa dapatkan kebahagiaanku. bahkan kau belum merasakan perasaanku

.

“aku permisi duluan yaa” ujarku berpamitan pada mereka

“mau menyusul appa dan eomma?”

“aniya. hyung, Raekyung, aku duluan ya. ada urusan sebentar”

“ah nee. hati-hati Kyuhyun-ah”

“hyung akan pulang sebentar lagi”

“nee” aku melangkahkan kaki ke temoat dimana aku merasakan kehadiran Nara. aku tau ini bodoh. tapi hanya seperti yang ingin ku lakukan~

.

**TAMAN**

“Nara, kau tau aku menangis sekarang. aku ingin memelukmu. maaf ya mata pemberianmu selalu ku gunakan seperti ini” ayunan ini menjadi saksi rasa cintaku untuk Nara yang terus tumbuh

.

As years go by

I think im gonna be able to like someone again

Deeper, Deeper, as we support each other

What can I do for you?

The feelings for you that i kept on stacking

My heart has happiness and sadness, warmth and pain

the day we got together

.

Nara,

aku akan membuatmu tersenyum setiap hari

aku akan menjadi orang yang akan menunggumu hingga akhir,

apakah aku tak bisa seperti itu?

bisakah kau kembali?

.

cold tears keep shedding, falling non stop

my heart hurts because of you, and it keeps hurt

on day that i miss you, days like these

because i’m missing you so much

my tears are falling again

.

“ah surat!!”

hampir 2 tahun ku simpan rapi surat ini. aku tak berani membukanya. karena jika aku membukanya, aku akan hancur dan menghancurkan sekolahku

“saatnya membacanya. Nara mianhae baru membacanya”

.

******

annyeong Cho Kyuhyun,

mungkin saat kau buka surat ini, mataku sudah terpejam selamanya. ah iya, mataku kan ada di tubuhmu, jadi kau yang kendalikan. hahaha.

maaf aku berbohong tentang berjuang hingga akhir. aku memang tidak terlalu merasakan sakit akan penyakit ini. tapi aku merasakan sakit saat melihat kondisimu. setelah ku pikirkan baik-baik, dan berbicara pada appa, jadi aku putuskan untuk menyerah. aku menyerah untuk membuatmu tetap hidup. menungguku mati pasti akan menyiksamu, jadi ku putuskan untuk mengikhlaskan semuanya tanpa kau melihatku.

kau pasti sekarang sudah melihat dengan baik, dan jantungmu, pasti masih baik. walaupun aku sakit, tapi semua organ tubuhku masih berfungsi sangat baik lho. hahaha

aku mulai menyukaimu saat kau tersenyum di hari pertamamu. ingat tidak? saat kau membelai rambutku waktu itu. apa masih ingat? dan saat kau membantuku berdiri. kau ingat di taman itu? dan saat kau menggendongku ke rumah. maaf ya aku pingsan mendadak. sesungguhnya aku tak tau sejak kapan aku mulai menyukaimu. dan rasa suka itu semakin besar, dan menjadi cinta yang tulus. waaaw, you are my first love, congrats. hahaha

di dalam kekasaranmu, terdapat hati yang begitu lembut, Kyuhyun. kau harus janji padaku untuk merawat pemberianku. kau juga harus janji untuk hidup dengan baik untuk bagianku. jaga Raekyung juga ya, ia butuh sahabat.

.

aku akan melihat apa yang kau lihat,

aku akan merasakan apa yang kau rasakan

kau tak akan pernah kehilanganku, karena sebenarnya aku ada di dalam dirimu, Kyuhyun

.

when you believe, some miracles will come to you. don’t put off your effort if you feel tired. just relax and do that again, then you’ll get what you want. believe me

goodbye~

******

.

ku lipat kembali surat Nara yang mulai basah karena air mataku.

jika kau merasakan apa yang aku rasakan, seharusnya kau tak melakukan ini

jika aku memang cinta pertamamu, seharusnya kau bertahan bersamaku

Nara,,,,

.

I miss you like i’m going to be crazy

when i close my eyes, i see you

when i block my ears, i hear you

you are the person who became a light in my dark life, such a precious person

.

“hey untung baru sekarang membacanya. kalau saat itu aku langsung membacanya, hancur sudah. hahaha”

.

Just like waiting for every other day to arrive

leaving the aching wound and sad recollection of me

the impression of seeing your for the first time

as if the time has stopped, my eyes has got only you

although there is setback

i won’t regret

closing my eyes i could feel you breathing

so i could smile

.

aku menghapus air mataku dan tersenyum. aku bangkit dari dudukku dan menatap ayunan ini. andai kau masih ada, pasti kau akan duduk disini dan tersenyum dengan baik.

this is how i love you, Nara

.

 

3 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s