[FF] Can’t It Be Me (part 2)


Main Cast:

  • Shin Raekyung
  • Kim Jongwoon

Support Cast:

Found them by yourself ^^

Length: PART 2of 2

Genre: Friendship, Romance, Life

Rate: AG (All Age)

Author: Nana

.

———————

*deg*

as,, ta,, ga,,

.

“aaaaaa!!!”

“woaa!!”

“annyeong!!”

“tampan! tampan!”

.

apa aku tidak salah lihat

aigoo~ benar-benar!!

eomma!!! matilah aku!

.

“annyeong chingu, cho neun Cho Kyuhyun imnida. bangapseumnida”

.

“ah silahkan duduk di depan Junho” ujar ssaem sambil menunjuk temanku, dan Kyuhyun mengangguk. ia menghampiri Junho dan mereka saling berkenalan. aku tetap fokus pada namja ini, Kyuhyun. aku tidak salah lihat?

eomma! eottokhaji?

.

“ah dangshin??” ia melihatku dan tersenyum “annyeong Nara?”

“annyeong” sapaku ramah, dan saat itu juga hatiku melayang entah kemana

“akhirnya kita bertemu lagi. hahaha”

“,,,,,,,,” aku kehabisan kata-kata, aku hanya tersenyum selebar yang aku bisa. tapi menurut Raekyung mataku menunjukkan aku badmood. ah tidaaaak!!!! aku tidak begitu!!

.

**AFTER CLASS**

**lorong kelas**

setelah jam usai ia langsung di kerubuti oleh yeoja-yeoja di kelas.

aku kan juga mau mengobrol dengannya. tapi jangankan tersenyum dan mengatakan hai. melihatnya saja tidak bisa, saking penuhnya!!

.

RAEKYUNG

sejak namja bernama Kyuhyun itu datang, Nara tidak konsen belajar.

bukannya mencatat, ia mencorat-coret penuh 2 halaman di bukunya.

wajahnya sedikit kesal.

siapa Kyuhyun sebenarnya?

.

**lorong kelas**

ia terlihat sedih,

sebenarnya ada apa?

.

“kau tak apa-apa?”

“,,,,,,,,,”

“Nara?”

“,,,,,,,,,”

“YAA!!!!”

“ah, wae, wae??”

“apa yang kau lamunkan?”

“ah, a,, aniya. waeyo?”

“lupakan saja”

“nee”

.

aku menatapnya sepanjang jalan menuju lantai 1. ia tidak bicara, dan hanya berpikir.

sikap diam dan seriusnya yang seperti ini menandakan ia sedang berpikir keras.

tapi apa yang ia pikirkan?

.

“Raekyung!!!” teriak Jongwoon dari arah kantin

“nee!” aku membelokkan Nara ke kantin dan bertemu namjaku sebentar

.

namja? ya dia namjaku

sebulan lalu ia menyatakannya

ah tidak, lagi, lagi, lagi, lagi, lagi, dan aku tak tau berapa banyak lagi  tepatnya untuk menjelaskannya. hahha. aku akan mencoba lebih baik lagi, dan menjadi yang terbaik. Jaejoong, lihat aku sudah bahagia. aku mencintai kalian berdua

.

“annyeong Raekyung, annyeong Nara”

“annyeong uri jongwoon” ujarku sambil memeluk namjaku

“,,,,,,,,,,” Nara langsung duduk dan diam berpikir lagi

“dia kenapa?” tanya jongwoon

“mollayo”

“aku tidak pernah melihatnya melamun begini”

“nado oppa. aku tidak tau dia kenapa”

“wajahnya begitu serius”

“mungkin dia sedang berpikir”

“berpikir apa?”

“aish, mollayo!!” suaraku meninggi karena kesal

“ah, mianhae~”

.

kami berdua menatap yeoja bodoh ini. dan hampir 30menit tanpa suara menatapnya

.

“Raekyung-ah,,,,”

“ssstttt”

“Raekyung”

“sssttt, jangan berisik”

“yaa!!!” jongwoon oppa berteriak. aku dan Nara kaget dan langsung menatapnya. aku kaget ia berteriak sekeras ini

“waegeurae!!!” aku melotot padanya, dan Nara seperti orang bodoh melihat kami bergantian

“aigoo, Nara-ya. wajahmu itu. buahaha” Jongwoon oppa melihat wajah Nara dan tertawa

“ada ap,,, hahaha” aku melihat wajah bodohnya

“waeyo?? waeyo??” ia sudah lepas dari pikiran itu, dan kembali seperti Nara

“aniyo,, sudah. kita pulang saja~” kami bangkit dan merangkul Nara bersamaku

“aku antarkan Nara dulu, baru kau ya” ujar Jongwoon

“tentu. ah apa kau mau ikut makan?” aku mengajaknya agar ia tidak seperti tadi lagi

“ah iya. kau suka daging bakar kan? kita kesana saja” usul Jongwoon. tapi ia menggeleng dan tersenyum

“aku mau jalan-jalan sebentar. kalian jalan saja berdua” pintanya

“tapi,,,,”

“ah baiklah. kabari aku kau dimana, dan telpon aku jika sudah di rumah”

“,,,,,,,”

“Nara-ssi!?”

“nee, Raekyung-ssi. annyeong” ia langsung berlari hingga aku tidak melihatnya lagi

.

aku harus membiarnya sendiri

ada sesuatu yang membuatnya ragu

jika ia temukan sesuatu pasti akan ia katakan

.

“kenapa kau,,,, ” ujar Jongwoon saat kami berjalan ke parkiran sambil bergandengan tangan

“membiarkannya pergi?”

“nee” ia mengangguk

“ia butuh sendirian”

“bukankah sendirian saat pikiran kosong tidak baik??”

“tapi tidak dengannya. ia butuh sendiri,,,,”

“,,,,,,,,”

.

**Jongwoon’s Car**

“Raekyung,,”

“wae?”

“masih memikirkan Nara?”

“iya, hanya bingung apa yang ,,,,,”

.

*chuu~

ia mencium bibirku cepat

aku shock!

.

“Jongwoon-ah” aku menatapnya. ia meneruskan membawa mobil dengan santai

“mulai sekarang hanya aku”

“,,,,,,,,,”

“hanya aku yang boleh memelukmu, menggandeng tanganmu, dan menciummu” ujarnya santai sambil sekali-kali melihatku dan tersenyum

“algeseumnida, uri Jongwoonie”

“good girl~”

“,,,,,,,,,,,”

.

eerrgghh!! aku ingin meledak!

Jongwoon-ah, kau begitu romantis dan gentle. rasanya aku lemas saat kau mengatakan “hanya aku yang boleh memelukmu, menggandeng tanganmu, dan menciummu”. i love you! i love you more dear

.

**next day**

setelah itu, Nara tidak memberiku kabar dimana dirinya. ku telpon rumah tak ada yang mengangkat, ke ponselnya pun tak aktif. ku datangi rumahnya pagi ini, tidak ada yang menjawab bel ku. Nara, kau kemana?

.

.

**CLASS**

“Raekyung, dimana Nara??” tanya Hwayoung

“tak tau. ia tak memberi kabar”

“oh ya sudah. tolong berikan buku ini padanya, dan sampaikan terima kasihku”

“ah, nee. arasseo”

“hanya saja tumben ia tak masuk”

“,,,,,,,,,,”

.

sejak aku bersama Jongwoon, dan berada di kelas ini bersama Nara aku merasa senang. aku dan teman-teman yang lain bersosialisasi dengan baik. ya, sekarang aku punya banyak teman. berkat Nara dan Jongwoon

.

“ini jam terakhir kalian hari ini ya?” tanya ssaem

“nee~”

“ya sudah, silahkan belajar di rumah. gamsahamnida~”

“gamsahamnida ssaem”

.

hari ini benar-benar, eeerghhh!!

Nara hingga akhir pelajaran sama sekali tidak menghubungiku.

lihat saja, akan ku dobrak pintu rumahnya jika tak ada yang menyaut lagi!! eeerghhh

.

“permisi,,,,” tegur seseorang

“nee~” omo,, kenapa ia menegurku?

“Raekyung-ssi, mereka bilang kau adalah sahabat Nara?”

“nee?”

“ah aku,, bisa aku bertemu dengan Nara?”

“aku tak yakin. karena mungkin sedang ada urusan”

“aku ingin sekali bertemu dengannya”

“jika kau mau aku akan mengabarimu nanti”

“jeongmal? ah ini nomorku” ia memberikan kertas bertuliskan nomor ponselnya

“arasseo. aku duluan ya” aku langsung buru-buru keluar karena Jongwoon menungguku di gerbang

.

kenapa ia begitu ingin bertemu Nara? dan saat di kelas kemarin, wajah mereka tampak saling mengenal. tapi dia itu sebenarnya siapa? dan mereka kenal dimana?? kenapa aku tak tau?

.

**GERBANG**

“chagiyaa!!!” aku memeluk Jongwoon dari belakang

“aduh lamanya. kau dari mana?”

“aku? sedang mengobrol masalah Nara dengan Kyuhyun”

“Kyuhyun?”

“teman baruku di kelas. ia mengenal Nara”

“,,,,,,,,,,”

“tapi ku batalkan karena kau menelponku”

“masalah Nara apa?”

“tak tau. kan ku batalkan, karena kau menelponku”

“kenapa di batalkan?”

“JONGWOON!!!”

“hahaha, arasseo. kajja”

.

aku melangkahkan kaki menuju rumah Nara bersama namja yang begitu aku cintai. aku tidak tau bagaimana nantinya, karena aku hanya ingin berusaha yang terbaik saat ini. thanks for being my super hero

.

**NARA’S HOME**

akhirnya kami sampai di rumah Nara. dari luar benar-benar tampak sepi. orang tua Nara memang sedang tidak di rumah. tidak ada pembantu, ia yang mengerjakan semua di rumah. di tambah lagi ia anak tunggal. aku terkadang berpikir, di saat ia kesepian, ia masih sempat menjagaku, melindungiku, dan tak pernah mengeluh apapun. terima kasih, sungguh terima kasih

.

*tok tok tok*

“permisi!!”

“Nara,,,,,”

.

*tok tok tok*

“Nara-ya. kau di rumah?”

.

*tok tok tok*

“annyeong,,,,”

sudah beberapa kali ku ketuk tak ada jawaban. telpon rumahnya tak di angkat, begitu juga ponselnya. ada apa dengannya??

.

“Raekyung-ah??”

tegur seseorang di belakangku

.

“nee? ah, Nara?”

ternyata Nara dengan belanjaan di tangan kanan dan kirinya

“ayo masuk” ia tersenyum lalu membuka pintu rumahnya

.

*cekreek*

dengan semangat ia membuka pintu, lalu tersenyum kepada kami. seperti tidak punya salah! eergghh

“kalian duduklah. aku buat minum sebentar ya”

“arasseo”

.

*5 minutes later*

“ini minum dan makanan kecilnya” ujarnya saat menyuguhkan minuman

“aduh segarnya. thankyou puppy”

“iya, terima kasih Nara”

“sama-sama. oh iya ada apa?”

.

ah iya aku baru ingat!!

“yaa imaa!!!! kau kemana saja?” aku mendekat ke arahnya

“naega?” jawabnya begitu polos

“geurae!!!”

“oppa sudah berusaha mencari tau keberadaanmu. tapi,,”

“Nara-ya, jebal. jika ada masalah tolong katakan padaku. Jangan menanggungnya sendiri”

“,,,,,,,,,,,”

“aku dan Raekyung adalah keluargamu. datanglah kapan saja jika butuh. panggil kami kapanpun, kami pasti datang”

“naega gwenchana,,,”

“,,,,,,,,,,,”

.

ia tertawa, seperti biasanya.

aku hampir tak pernah melihat raut wajah sedihnya

ia selalu riang dan tertawa selama ini

bertahun-tahun ia menjagaku dengan penuh kasih sayang

Nara, you’re such a good girl

.

NARA

sudah 2 bulan ini mereka berdua benar-benar bahagia. ya, mereka mendapatkan cinta yang mereka tunggu. aku? hanya gadis bodoh yang mengharapkan di lihat seorang sunbae selama 2 tahun. i found my superman. ya, akhirnya ia yang menemukanku lagi. Cho Kyuhyun, senang bertemu denganmu lagi. tapi apakah ini perasaanku yang sesungguhnya?

.

**KELAS**

seperti biasa, aku langsung duduk sesampainya di kelas. aku melihat Kyuhyun duduk di sampingku. tapi aku berusaha tidak melihat. kenapa? karena tidak seharusnya aku melihat namja lain. aku takut~

.

“hei Nara”

“,,,,,,” akhirnya aku harus menengok ke arah Kyuhyun

“kau masih ingat aku?” sesungguhnya aku tidak pernah melupakanmu sejak pertama bertemu “kita pernah bertemu beberapa kali”

“iya, aku masih ingat” ujarku ramah, lalu ia tersenyum. ya senyum itulah yang membuat aku semangat dan bahagia

“hari ini antar aku jalan-jalan ya, Nara” ajaknya tiba-tiba dengan senyum menawan. aku rasa jika sebentar tak apa-apa. toh ia sudah banyak membuatku tersenyum

“baiklah. hari ini kita pulang jam 1, jadi bisa jalan-jalan kemanapun”

“kemanapun?” ia sangat antusias dan senang, aku hanya mengangguk melihatnya “okay. let’s hang out. hahaha”

.

as i expect, his smile is my spirit. i dunna why, but when he smile to me, i feel i can do anything that i want. i just know one thing, this isn’t love

.

** few hours later **

aku merasa mataku begitu berat

seperti di beri lem super aibon.

ku buka mataku perlahan dan melihat sekitar.

.

“,,,,,,,,,,”

“Nara,, kau sudah bangun?”

“aku di uks?” aku lalu bangkit dan melihat sekeliling

“Nara!!” Raekyung menerjangku dan memelukku “kau tak apa-apa?”

“he??”

“Nara, kau pingsan tak lama setelah dosen ke 2 masuk” ujar Kyuhyun yang ternyata ada di sampingku “kau sakit?”

“aniya. mungkin hanya kurang darah, atau juga sedikit kurang makan. hehe” ujarku santai sambil tertawa kecil

.

pasti aku pingsan gara-gara lambungku sakit. 2 hari tanpa makan, dan hanya minum susu. tampaknya buruk bagiku. kelaparan. atau karena itu? memikirkan Jongwoon dan Kyuhyun di saat yang sama adalah salah. CkCk!!

.

“jangan buat aku khawatir. aku bisa mati!! heh bodoh!!!” Raekyung menoyorku begitu keras

“,,,,,,,,,,,”

“jika tak ada makanan, ke tempatku. jika mau pergi jalan-jalan, telpon aku. apa susahnya sih??” ia terus saja menggerutu. baru kali ini melihatnya panik

“aigoo, uri Raekyung-ah neomu kyeoptagoo” aku memeluk Raekyung yang saat ini, hmm, bisa di bilang mengamuk. Kyuhyun saja sampai mundur-mundur mendengar suaranya. how amazing you are, Shin Raekyung.

.

Jongwoon-ssi,,,

kau sudah menemukan cintamu.

tugasku sudah selesai, nee??

.

@ home

jongwoon katakan padaku bagaimana melupakanmu?

hatiku hancur melihatmu

bukan karena aku benci kalian, tapi aku hanya begitu menyayangimu, dan melihatmu seperti orang bodoh

.

**kring**

“yeobseyo?”

“eomma??”

“ah sudah.besok saja”

“aniya, gwenchana”

“nee~”

“aku bisa menjaga diri eomma”

” haha. doakan agar tidak ketahuan saja eomma”

“ulljima,,,”

“arasseoyo”

“aish, naega gwenchana,,,”

“i love you too mom”

*klik*

.

.

**FEW WEEKS LATER**

RAEKYUNG

ah ini dia, kehidupan impianku. aku menemukan cintaku, dan Nara mulai membuka hati dengan Kyuhyun. this is perfect,,,

.

“Hey Nara”

“apa deh?”

“Kyuhyun itu namja manis yang kau maksud kan?”

“ha?” ia kaget, lalu tersenyum melihat arah lain “,,,,,,”

“tuh kan! hahaha. kau lucu sekali sih Han Nara”

“,,,,,,,,”

“ah mianhae”

.

umurnya sebulan lebih tua di bandingkanku. terkadang ia bisa manja padaku. tapi ia bisa sangat serius dan tegas, bahkan sangat menyebalkan. semoga dengan adanya Kyuhyun disini, ia menemukan cintanya. aku ingin membantunya

.

**2 MONTHS LATER**

hubunganku dengan Jongwoon semakin baik, dan aku makin mencintainya. sedangkan Nara, yah dia dengan Kyuhyun semakin akrab, sebagai sahabat. aku tak mengerti mengapa Nara lebih memilih bersahabat. apa kau tak ingin lebih?

.

“aarrgghh, goverment financial sial” Nara menggerutu

“kau mengerjakannya gimana sih?” Kyuhyun juga menggerutu karena kesal Nara begitu sulit di atur

“business study juga!!!” imbuh Nara kesal. aku hanya menyimaknya

“babo!!!” ujar Kyuhyun lantang

“wae? wae? wae?” ujar Nara menimpali Kyuhyun

“Raekyung! bawa temanmu ke dokter!”

.

“nee??”

aku dan Nara super kaget saat Kyuhyun menyuruhku membawanya ke dokter

“untuk apa?”

“otaknya di rontgen. mencari tau apa yang ada di otaknya”

“he? hahahah” aku tertawa melihat evil Kyuhyun vs annoying Nara. dan aku sering menyimak mereka yang seperti ini

“,,,,,,,,,,,”

.

KYUHYUN

“aku senang bisa bertemu denganmu”

“aku juga senang. bertemu denganmu, boneka itu, roti itu, bunga itu. benar-benar kebetulan yang menyenangkan. gomawoyo”

“,,,,,,,,,,,”

.

kau tau, aku pindah kesini agar bisa melihatmu, dan kau menyadari keberadaanku. kau memang menyadari keberadaanku. tapi tidak pernah melihatku. yang kau lihat hanyalah Jongwoon hyung. kau begitu menyayangi Raekyung, hingga kau merelakan seseorang yang kau cintai bersamanya

.

“,,,,,,,,” ia sempoyongan dan memegang kepalanya

“kau tak apa-apa Nara?”

“ah nee, gwenchana”

“mau ku antar pulang??”

“ah aniya,,,”

“ya sudah. kau hati-hati ya”

“nee, aku dulu,,, “

.

**bruuuk**

“Nara!!!”

ia pingsan di depan mataku, dan ia mimisan. aku shock lalu membawanya ke rumah sakit. ini perasaanku saja atau ada sesuatu yang buruk di tubuh Nara?

.

**RUMAH SAKIT**

**Kamar 392**

aku sering melihatnya murung, melihatnya menangis, melihatnya sedih, melihatnya tertawa dan tersenyum. tapi, aku tidak pernah melihatnya pucat. wajah tenangnya mengatakan seakan-akan sudah lelah. kau cantik bila tertidur, tapi tidak jika kau tidur selamanya.

bagaimana kau bisa menahannya seperti ini??

.

“ssaem, apa Nara bisa sembuh?”

“kanker darah yang ia alami sudah cukup parah. hebat ia bisa bertahan hingga saat ini”

“nee?”

“sejak 2,5 tahun lalu ia adalah pasienku. ia selalu datang sendiri untuk berobat maupun terapi. walaupun terkadang bersama orang tuanya”

“Nara,,,,”

“berdoa saja yang terbaik. ah iya berpura-puralah kau tak tau. ia memintaku merahasiakannya”

“tapi,,,,,”

“lakukan saja permintaannya, ia akan jujur pada waktunya. aku permisi”

“ah nee. gamsahannida”

.

kau selalu melihatnya

kau selalu tersenyum untuknya

tapi ia selalu melihat dan tersenyum untuk orang lain. mengapa kau begini? bisakah aku masuk ke dalam hatimu? aku menyayangimu, Nara. aku janji akan selalu bersamamu.

.

*braaaak*

“Nara!!!!” suara pintu terbuka dan itu Raekyung dan Jongwoon hyung

“ah kalian sudah datang?”

“kenapa Nara?”

“ia pingsan karena terlalu lelah”

“kau yakin?”

“tentu, ssaem yang mengatakannya”

“,,,,,,,,,,,”

.

sejenak aku begitu membencinya, ia yang membuatmu begini. ia yang bersama orang yang kau cintai. gadis adalah ini yang sangat kau sayangi seperti adikmu. hingga kau relakan semuanya untuknya. aku memang seharusnya tidak membenci orang-orang yang Nara sayangi. tapi terkadang, aku memang benci padanya

.

**4 DAYS LATER**

NARA

entah sampai kapan aku bisa bertahan dengan sakit ini. yaah, sudah terlalu lama aku bertahan. jika sudah saatnya, aku harus pergi

.

**cekreeek*

“Nara, aku datang”

“wah jeruk. bukakan satu dong Kyu”

“buahnya manis, seperti aku”

“ih, hahaha. dasar”

“nih,,,”

“aaa~,,,,,”

“enak,,,”

“hahaha. tentu saja”

.

ya, namja ini. ia selalu di sampingku. bahkan tanpa aku sadari ia memang selalu menjagaku selama ini. selain orang tuaku, Kyuhyun juga sudah mengetahui penyakitku, aku memang harus jujur padanya. ia begitu baik padaku. tapi aku tidak bisa membalasnya. semua sudah ku berikan pada Jongwoon. mianhae

.

“ini,,,”

“ige mwoya Nara?”

“surat ini untuk Raekyung”

“buat apa?? kan bisa bicara atau telpon”

“,,,,,,,,,,,”

“tak ada pulsa?”

“anirago,,,”

.

aku memberikan surat ini karena aku tau jika hidupku tinggal sebentar lagi. berat meninggalkannya sendiri. aku sangat menyayangi Raekyung. tapi sekarang ada Jongwoon. ia pasti bahagia

.

“Nara?”

“jika aku mati, berikan padanya”

“,,,,,,,,,”

“biar ini menjadi kenangan untuknya”

“,,,,,,,,,”

“ini sebagai bukti aku menyayanginya melebihi apapun,,,”

“geumarhae!!!!” Kyuhyun memelukku erat. tapi memang kenyataan aku harus pergi

“mianhae”

“,,,,,,,,,”

.

Raekyung, you are person that i love the most.

you must be happy. i’m watching you from here

.

.

**NEXT DAY**

RAEKYUNG

ini hari ke 6 Nara di Rumah Sakit, dan Kyuhyun bilang ia sudah boleh pulang.

kenapa sakit anemia saja beberapa hari sih? ah senangnya

.

**kamar 392**

“aku datang,,,,” kenapa sepi sekali, dan ,,,,

.

*siiing**

“Raekyung?” tegur Kyuhyun. aku melihat Nara di tempat tidur begitu tenang

“Kyu, ini ada apa?”

aku melihat ahjumma dan ahjussi di samping tubuh Nara

“oppa, ini kenapa?” Jongwoon menuntunku mendekat ke ranjang Nara “kenapa peralatan Nara tidak di pasang?”

.

“Raekyung,,, Nara, sudah pergi”

“mwo?”

“ia tidak bisa bertahan”

“,,,,,,,,,,,”

“ikhlaskan dia noona”

“,,,,,,,,,,”

“Raekyung?”

“,,,,,,,,,”

.

aku masih berada di antara percaya atau tidak jika Nara sudah pergi selamanya.

apa maksudnya ini?

.

“Nara??” aku menggoyangkan tubuhnya pelan “bangunlah”

“Raekyung sudahlah”

“Nara,,,, a,, aku bawa jeruk. ayo makan sama-sama”

“,,,,,,,,,,,,”

“aku mencari jeruk yang paling manis. ayo buka matamu dan kita makan bersama”

“Nara tak akan membuka matanya. ia tak akan makan bersama kita lagi. ia sudah pergi”

“,,,,,,,,,,”

“kita harus menerima semua ini”

.

.

“aaaaarrrrrgghhh!!!!!!” aku menangis sekeras-kerasnya. aku tidak terima jika ia harus pergi begini! kenapa Tuhan? kenapa?

.

**plaaaak**

aku menampar keras Kyuhyun dan mendorongnya ke tembok

“ia hanya anemia!! kenapa bisa begini??”

“aniya,, Nara sakit leukimia, Raekyung-ah”

“mworago??”

“,,,,,,,,,,,,”

“tapi, kau bilang ia akan pu,, pulang?”

“ia akan pulang. tapi keadaannya sudah berbeda, Raekyung”

“ini hanya bercanda kan!!”

“aniya,, ini kenyataannya”

.

aku kembali berlari dan menggoyangkan tubuh Nara. ia tidak bergerak sedikitpun.

aku menangis keras. dan akhirnya aku harus menerima, bahwa Nara sudah meninggalkanku selamanya

.

“setelah Jaejoong. sekarang kau yang pergi! nappeun yeoja!!!”

.

**FEW DAYS LATER**

aku mengurung diri di kamar dan tidak ikut ke pemakaman Nara.

kau pikir kau hebat? hah!

.

“Nara salahku apa hingga kau pergi. sifatku sudah kembali seperti yang kau inginkan. kenapa kau pergi?”

.

di kamar ini, biasanya aku dan Nara bermain bersama. mendengarkan musik, belajar, dan berphoto bersama. aku melihat photo terakhir yang di ambil 1 minggu lalu. kau disini sehat. tapi aku tak menyangka kau menanggung beban berat selama ini

.

**tok*tok*tok**

“masuk”

“hey”

“Kyuhyun,,,”

“ini,,,,” ia memberikan surat untukku bertuliskan from ‘puppy’

“dari Nara?”

“nee,,,,”

.

aku membuka surat dan mulai membacanya.

this is about how strong i am.

.

———————————————————

hey Raekyung,,, apa sekarang kau sedang menangis? hahaha.

aku berani bertaruh kau menangis dan menghadap jendela. that’s you habit right ^^

aku minta maaf padamu karena aku berbohong. aku tidak mengatakan bahwa aku sedang sakit. dugaanmu 3 tahunan yang lalu tepat. aku sakit parah, yaitu kanker darah. tapi aku tak mau melihatmu menangis karena sakit bodoh ini. aku merahasiakannya dan bersikap seperti tak ada apa-apa selama 3,5 tahun ini. aku minta maaf

.

aku juga mau bercerita tentang Kyuhyun. ia namja yang sangat amat baik. dialah yang membuat aku tersenyum dan tertawa. andai saja aku bisa membuka hatiku untuknya. tapi sayangnya aku tetap mencintai namja lain, cinta pertamaku

.

sebelumnya aku ingin meminta maaf padamu. aku ingin bercerita tentang cinta pertamaku. aku bertemu dengannya sekitar 2,5 tahun yang lalu. aku sangat amat mencintainya walaupun ia mencintai yeoja lain. ia meminta bantuanku untuk mendapatkan cinta dan hati yeoja lain itu. aku membantu semaksimal mungkin agar mereka bersatu. walaupun aku mencoba melepasnya, aku malah semakin mencintainya. oleh karena itu aku memutuskan untuk mengabaikan hati ini dan berjalan sebagaimana semestinya. aku ingin mereka bahagia sampai maut memisahkan mereka. bahkan aku sampi di detik terakhir masih sangat mencintai namja itu.

.

Raekyung-ah, apa kau mau tau siapa mereka?

namja itu adalah Kim Jongwoon, dan yeoja lain itu adalah sahabatku sendiri, Shin Raekyung. aku tidak marah padamu kok. karena aku rela memberikan apapun agar kau bahagia dan kembali seperti Raekyung yang dulu. aku titip Jongwoon oppa dan Kyuhyun ya. tolong jaga mereka.

.

Raekyung,,,

aku pergi yaa. kau harus hidup dengan baik

aku sangat menyayangimu ^^

.

With Love, Han Nara

————————————————————————–

.

ku lipat kembali surat ini. aku menangis, sangat menangis membacanya. bagaimana bisa? bagaimana bisa aku bersama dengan namja yang sangat Nara cintai selama 2,5 tahun.

bagaimana bisa aku menyakitinya!!!

.

“Nara,,,,,,” aku semakin menangis melihat senyumnya di wallpaper ponselku “mianhae,, jeongmal mianhae”

“ulljima Raekyung,,,”

“bagaimana bisa aku menyakitinya, Kyuhyun,,,,,”

“,,,,,,,,,,,”

“kau,, mengapa kau tau semuanya? mengapa aku tidak,,,,,”

“aku bertemu Nara jauh sebelum aku sengaja menampakkan diriku di depannya”

“saat kau ke kelas?” isakku saat bertanya kepada Kyuhyun

“aniya, saat kami bertubrukan di jalan”

“jadi ternyata benar. namja yang ia maksud manis adalah kau?”

“mungkin iya. tapi aku melihatnya jauh sebelumnya, Raekyung”

“maksudmu?”

“seorang gadis sedang menangis terisak-isak sendirian di taman, itulah Nara”

“,,,,,,,,,,”

“seorang gadis sedang wajah begitu murung memandang sungai sendirian, itulah Nara”

.

“ia jarang murung, dan ia tidak pernah menangis!!!”

“siapa yang bilang!!! aku sering melihatnya menangis”

“be,, berarti kau sering bertemu dengannya?”

“aniya. seperti yang ku katakan tadi. aku hanya sering melihat dan memperhatikan tepatnya”

“,,,,,,,,,”

“aku terus melihat, menyayanginya, bahkan mulai mencintainya sampai detik ini. tapi sampai saat terakhir, ternyata ia hanya mencintai Jongwoon hyung”

“aku bahkan tak pernah tau ia sedang menyukai siapa,,,,,”

“tak mungkin ia mengatakannya padamu”

“waeyo,,,”

“karena kalian mencintai namja yang sama. ia mengerti dirimu tanpa harus bertanya. Aku mencintai Nara yang mencintai Jongwoon yang mencintai Raekyung”

“,,,,,,,,,”

“cernalah kalimatku dengan baik”

“aku mengerti,,,,,,”

“baguslah,,,,”

“,,,,,,,,”

“aku pergi dulu. kau harus cepat bangkit, jangan membuat Nara sedih”

“,,,,,,,,,,”

.

setelah Kyuhyun keluar kamarku, aku kembali menangis menatap surat ini. teganya kau pergi dari hidupku. mungkin seharusnya Jongwoon memilihmu dan terus melihatmu. Nara,,,,

.

JONGWOON

Raekyung menyuruhku membaca surat dari Nara. Betapa terkejutnya aku saat aku tau bahwa Nara selama ini mencintaiku, hatiku hancur berkeping-keping. selama aku berjuang mendapatkan cinta Raekyung, Naralah yang menjadi tempat ku bercerita semuanya. mulai dari membeli sesuatu untuknya, sampai curhat tentang Raekyung. aku menyakitinya lebih dari yang ku bayangkan. bagaimana ia begitu pintar menyembunyikan perasaannya~

.

“hyung,,,,” seru Kyuhyun sambil berjalan ke arahku “sudah lama?”

“ah tidak. ini datamu” aku menyerahkan flashdisk berisi data kuliah “semoga berguna ya”

“nee gamsahamnida. oh iya kau mau kemana lagi?”

“menjenguk Raekyung siang ini. kau kuliah saja”

“nee~”

“Kyuhyunie,,,,”

“nee?”

“seperti apa kau mencintai Nara?”

“,,,,,,,,”

“Kyu?”

“seperti kau mencintai Raekyung”

“,,,,,,,,,”

.

sejak kehilangan Nara, emm, aku tak tau ungkapan apa yang tepat untuk menggambarkan keadaan Raekyung. terutama sejak membaca surat itu. selama 2 hari ia hanya mengurung diri di kamar. tidak bicara, apalagi makan. Kyuhyun juga lebih pendiam. aku baru tau alasan Kyuhyun pindah kemari adalah karena Nara. sekarang Nara sudah tak ada. saat ku tanyakan seperti apa ia mencintai Nara, ia menjawab seperti aku mencintai Raekyung. semua jadi terkesan salah

.

**RAEKYUNG’S HOME**

“Taemin, apa ia mau keluar kamar?”

“ia tetap diam di kamar dan menangis. aku tak tau harus bagaimana”

“bukankah dulu ia pernah begini? tak bisakah kau menenangkannya?”

“dulu ada Nara yang menenangkannya, menjaganya, dan ia mengerti bagaimana memperlakukan Raekyung”

“,,,,,,,,”

“Nara noona adalah sahabat Raekyung noona. uri noona sangat tertekan” imbuh dongsaengnya, Youngmin

“sekarang orang yang biasa menenangkannya pergi selamanya”

“,,,,,,,,”

.

aku mendekat ke arah Raekyung. tatapannya kosong keluar jendela.

air mata tak berhenti mengalir dari mata indahnya.

lingkaran hitam juga terlihat jelas di bawah matanya

.

“Raekyung,,,,”

“nara??”

“bukan, jongwoon”

“,,,,,,,,,” ia terdiam saat ia tau yang datang bukan Nara. aku paham, orang terpenting di hidup Raekyung bukan keluarganya, bukan pula aku, melainkan Han Nara

“Raekyung-ah,,,,,”

.

“na ajikdo noreul jiul su eobseo. jakku jakku niga saenggakna. niga neomu bogoshipo”

.

“ulljimayo,,,,,,” aku mendengar ia bernyanyi sambil memegang photo Nara dan menangis

.

“nae mam changmuneul dudurineun bissuri. niga ddeona beorin geujari. neomunado geuriwuoseo”

.

suaranya saat bernyanyi membuatku pilu mendengarnya.

aku ingin kau kembali normal, Raekyung. kau adalah yeoja yang sangat aku cintai.

please, don’t cry anymore

.

**FEW DAYS LATER**

semua yang aku dan Raekyung lakukan monoton. Raekyung tetap diam memandang photo Nara, dan aku tetap terus kembali kemari mengecek keadaannya. kau butuh waktu berapa lama??

.

**NEXT DAY**

KYUHYUN

Because it ended in the midst of love

Because you left me so easily

Our many memories, the many promises we made

They all ended with your few words.

In the warm sunshine, I alone am frozen now.

With the cold expression

And your back quickly turning from me

We ended

.

Nara, kau pergi begitu mudah dan cepat

bahkan aku belum sempat menyatakan perasaanku

aku yakin kau sudah tau hatiku. tapi kenapa kau tak izinkan aku mengatakannya?

aku ingin melegakan hatiku, Nara.

.

.

beberapa hari setelah aku mengunjungi Raekyung, Taemin mengabariku dan Jongwoon hyung kalau Raekyung pergi dari rumah. berjam-jam kami semua panik mencari Raekyung, dan akhirnya berkat Hwayoung, kami menemukan clue dimana ia berada. Gedung depan stasiun, tempat Raekyung dan Nara biasa bersama menghabiskan waktu mereka di luar rumah

.

“i,, itu,, no,, noona!!!” histeris Kwangmin, dan kami spontan mendongak ke atas “noona!!!”

“astaga!!!”

“Raekyung!! mwohaeun goya!!” teriak Jongwoon hyung melihat Raekyung terhuyung-huyung di tepi gedung. kami semua langsung naik lift ke lantai paling atas gedung ini, dan melihat Raekyung dengan tatapan kosongnya berdiri di tepi gedung

.

“Raekyung mundur!!” teriakku sekuat tenaga

“Kyu aku merindukan Nara,,,,” ia menengok ke arahku dengan deraian air matanya

“arasseo. tapi kau mundurlah dulu. disana bahaya” imbuh Jongwoon hyung

“Nara! kenapa kau pergi?? aku rela tak memiliki cinta asal kau tetap di sampingku!! kembali Nara, kembali!!!” ia menangis menatap langit. menangis dan terus menangis

.

“noona, mundur dari sana, jebal”

“Nara!!!! kembalilah aku mohon”

“Ra,, Raekyung,, jebal. disana berbahaya. mundurlah chagiya”

“oppa, seharusnya kau memilih Nara, bukannya aku. Nara berhak mendapatkan cintamu”

“,,,,,,,,,,,”

“NARA MENYAYANGIMU RAEKYUNG! tak pahamkah itu kau??” aku mulai panik melihatnya begitu. ia menatapku dan menangis

“Kyu,, mengapa,, mengapa kau tak mengatakannya dari awal? WAEYO!!”

“Raekyung-ah mianhae. aku yang salah, jangan salahkan Kyuhyun”

“,,,,,,,,,,,,,,”

.

“Raekyung!!” ia mulai goyah. kami panik melihatnya seperti itu

“chagiya, aku mohon. mundurlah dari situ, bahaya”

“noona!!!”

.

“aku melihat orang yang aku cintai pergi dengan mata kepalaku, dua kali,,,,”

“,,,,,,,,,,,,”

“aku tak mau melihat orang yang aku cintai pergi meninggalkanku,,,,,”

“,,,,,,,,,,”

“aku, ah tidak. kami tak akan pernah meninggalkanmu”

“,,,,,,,,,,,”

“Raekyung,,,,” ia diam tak bergerak memandang lurus ke depan “kemarilah,,,,”

.

“NARA, NIGA NEOMU BOGOSHIPO!!!”

.

“Raekyung!!!!” ia terjun bebas ke bawah di depanku, hyung, Taemin, dan kedua dongsaengnya “,,,,,,,,”

“RAEKYUNG!!!!”

.

“aaarrrgghhh”

aku sangat mendengar teriakan orang yang berada di bawah! kami semua berlari ke tepi, dan melihat Raekyung jatuh di aspal. tubuhnya penuh dengan darah

.

“Raekyung!!!!!”

“noona!!!!!”

Taemin dan kedua dongsaengnya menangis keras, begitupula Jongwoon menangis sambil memukul-mukul tembok. ya Raekyung pergi meninggalkan kami semua dengan cara yang seperti itu. begitu tragis

.

**FEW DAYS LATER**

beberapa hari setelah kematian Nara, Raekyung menyusulnya.

apakah ini yang dinamakan persahabatan?

Raekyung lebih memilih bersama Nara dari pada keluarganya dan Jongwoon hyung

.

“apa kalian bahagia sekarang?”

ujarku sambil melihat langit. Nara hatiku sakit melihatmu tetap memilih Jongwoon. tapi aku lebih sakit lagi jika aku tidak akan pernah melihatmu lagi. Jongwoon hyung merasakan hal yang sama terhadap Raekyung. hey Raekyung, apa kau melihatnya?

.

“Kyuhyun?”

“ah hyung”

“,,,,,,,,,,,” Jongwoon hyung menengadahkan kepalanya. ia terlihat habis menangis. aku mengerti kau sangat tertekan saat kau mengetahui bahwa Nara sangat mencintaimu tepat di hari kepergian Nara. tak lama berselang, kau kehilangan gadis yang sangat kau cintai. kau harus kuat mental ya hyung

“mungkin mereka sudah bahagia hyung”

“nee, pasti. mereka pasti bahagia”

“,,,,,,,”

“apa ya yang mereka lakukan?”

“mungkin Jaejoong, Nara, dan Raekyung sedang reuni. Hahaha”

“,,,,,,,,”

.

aku masih harus disini beberapa bulan dan menyelesaikan tingkat 3 ku.

aku tidak tau apakah aku sanggup atau tidak.

yang jelas, aku akan berusaha untuk bagianmu, walaupun berat

.

Han Nara, Shin Raekyung,

you guys show me how strong your friendship.

and you guys teaching me how to love someone and do your best for them.

amazing frienship. thankyou for showing me those things

4 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s