[FF] Can’t It Be Me (part 1)


Main Cast:

  • Shin Raekyung
  • Kim Jongwoon

Support Cast: Found them by yourself ^^

Length: PART 1of 2

Genre: Friendship, Romance, Life

Rate: AG (All Age)

Author: Nana

.

——————————————

andai aku tepat waktu,

ia tak akan meninggalkanku.

andai aku tepat waktu,

ia masih terus bersamaku.

andai aku tepat waktu,

tak akan ada air mata di pipiku.

.

*******

“oppa! aku datang!”

“hey kenapa kau tak pernah bisa tepat waktu?”

“he?”

“2 jam aku disini”

“mwo? mianhae”

“,,,,,,,,,”

“mau makan apa kita??”

“,,,,,,”

“oppa, kau marah?”

“,,,,,,,”

“katakan sesuatu, oppa”

“,,,,,,,”

“mianhaeyo”

“selama 4 tahun ini hanya itu sajakah yg bisa kau katakan?”

“kenapa kau begitu sinis? selama ini bukankah aku begini”

“justru karena kau selalu begini, aku ingin kau berubah dan ,,,,”

“geuman marhae!!”

“,,,,,,,,”

“jangan melotot padaku!”

“arasseo. mungkin aku tak cukup baik untukmu”

“nee?”

“kita cukupkan sampai disini”

“,,,,,,,”

“aku sangat amat mencintaimu, dan tak tau bagaimana hidup tanpamu”

“,,,,,,,”

“tapi jika keinginanku agar kau bisa tepat waktu terlalu mengganggu, aku akan mundur”

“oppa,,,,”

“gwenchanayo. aku akan pergi”

“baik!! jika itu maumu”

“ANIYA! itu bukan mauku!”

“lalu kenapa kau pilih itu??”

“kau yang membuatku memilihnya”

“geurae. pergilah”

“,,,,,,,,,,,,,”

“gwenchana. aku akan jalani semuanya sendiri. kaa~”

“,,,,,,,”

“pergilah. bukankah kau yg bilang ingin pergi?”

“arasseo, aku pergi”

.

**tiiin*tiiin**

“oppa awas!!”

.

*tiiiiiinn*

“,,,,,,,”

“oppa!!!”

“aaaa!!!”

.

*ciiiiittt*jegeerrr*

“aaarrrgghhh!!!”

.

“oppa!! oppa! gwenchana??”

“nee”

“tolooong!!”

“,,,,,,,”

“bertahan, ku mohon”

“hey,,,,”

“oppa~”

“please,, try,, to,, be,, on,, ti,,me,,”

“aku janji!”

“rasanya aku harus pergi”

“ya!! jangan sembarangan”

“,,,,,,”

“gajimalyo. neomu neomu saranghae!!”

“nado chagiya. jalja,,,”

“aniya!!”

“,,,,,,,,,”

“stop smiling!”

“,,,,,,,,,,”

“bangun! bangun! ya!!!”

“,,,,,,,”

“dashi dorawa jebal!!!!”

.

aku hidup dengan rasa penyesalan bertahun-tahun. tepat waktu adalah tujuan hidupku.

kalau kau mau pergi dari hatiku tak apa. kau boleh bersama yang lain dan aku bisa melihatmu bahagia dengan mata kepalaku sendiri. tapi bukan pergi yang seperti ini yang aku maksud.

kalau kau mau aku tepat waktu, baik, aku akan belajar untuk tepat waktu. tapi kenapa aku harus belajar sendirian? aku membutuhkanmu oppa. kenapa? kenapa?

kembalilah. aku janji akan tepat waktu. jebal dorawajyo, oppa

.

The view of your back, leaving me on this road

Because I couldn’t do anything again,

I regret it again everyday. I’m sorry,

I pray, I want you to be back.

I can’t. I can’t stand it. I cannot stand a day without you.

My tears are falling again.

Will I be able to forget you ?

When will I be like that till ?

.

*******

.

**at HOME**

**bedroom**

“JAEJOONG!!!!!!!” shit! mimpi itu menghantuiku lagi “Jaejoong~ kenapa kau pergi?”

.

*cekreek*

“noona!! gwenchana?” tegur dongsaengku

“gwenchana” ujarku menenangkan kepanikan Kwangmin “kembali tidur”

“ah nee. jalja noona”

“,,,,,,,,”

“noona, kau yakin?” tanya Youngmin untuk meyakinkan keadaanku

“cheorom”

“arasseo” mereka mengangguk lalu melangkah keluar kamarku “jalja”

**cekreek** (pintu menutup)

.

cho neun Shin Raekyung imnida, 20 years old. aku kuliah tingkat 2 di KyungHee Cyber University. yang tadi adalah dongsaengku, Kwangmin dan Youngmin. ya mereka kembar, umur mereka pun baru 17 tahun. aku juga mempunyai satu saudara lagi bernama Taemin.

.

It’s been 4 years since that accident. Jaejoong was died at that time.

he was knocking down by a car. what’s a pity of him.

and to make it worst, i’m watching it by myself.

it hurting me so damn

.

Until today, i always practiced

those love confessions by myself

sad back view

Just until today

you will live without ever knowing how i feel

sadly i know that waiting is easier than erasing you

.

BAGAIMANA BISA KAU MATI DI HADAPANKU?

KAU MAU MEMBUATKU MATI JUGA? HAH!

.

**NEXT DAY**

@ CAMPUS

“aigoo~ lagi?” seru Nara sambil menatapku “nan eottokkhae?”

“apanya?”

“Raekyung-ah, it’s been,,,”

“4 years? aratta, geunde,,,,,”

“kau benar-benar mencintainya,,,”

“kalau tidak kami tak akan bertahan selama itu”

“Raekyung,,,,,”

.

aku hanya terlalu mencintainya,

aku tidak tau bagaimana mencintai seseorang selain dirinya,

bahkan aku lupa bagaimana mencintai dan dicintai tanpanya.

semua terasa gelap.

.

“hanya karena On Time semua jadi seperti ini”

“Nara-ya, nan mollaseoyo. eottokkhaji?”

“,,,,,,,,”

.

Jaejoong,,,

uri saranghaetjanha, jebal nan ullijima,

ojik naegen neo hanappunya,

nal dugo tteonagajima.

niga neomu bogoshipo.

dashi dorawa jebal~

.

AUTHOR

sebelumnya Raekyung adalah gadis yang sangat ceria dan ramah. ia disayangi semua orang karena ia suka bersosialisasi. namun setelah kepergian Jaejoong, Raekyung menjadi pribadi yang berbeda.. sifatnya berubah hampir 180 derajat. ia lebih banyak diam, bersikap datar, penyendiri, dan sangat tertutup. bahkan terhadap Nara

@Kantin Kampus    

sejak masuk kuliah, sifat Raekyung yang misterius menjadi incaran namja-namja sekelilingnya. walaupun yang mereka dapat adalah makian yang sebenarnya tak pernah Raekyung lontarkan kepada siapapun sebelumnya. termasuk padanya~

.

“hey, kau mau ini?” tegur seseorang

“kau siapa?”

“apa kau lupa?” ujar namja itu sambil tersenyum

“,,,,,,,,”

“cho neun Kim Jongwoon, dan,,,”

“,,,,,,,,”

.

Jongwoon menghentikan perkenalannya karena mata Raekyung begitu tajam melihatnya. Jongwoon sudah menyukai Raekyung sejak pertama ia kuliah di Kyunghee. namun tanggapan datar dan keangkuhan Raekyung membuat semuanya berbeda

.

“apa aku mengganggumu?”

“pergilah~” acuh Raekyung

“tak bolehkah aku disini?”

“,,,,,,,,”

.

*braaaak*

Raekyung menggebrak meja kantin hingga semua orang melihat ke arah Raekyung. Raekyung memang terkenal sebagai gadis cantik, pintar, hanya dia tidak pernah bersosialisasi dan sifat kasarnya agak mengerikan. ia tidak banyak bicara, dan hanya sedikit memiliki teman. hanya Nara yang ia miliki sebagai sahabat

.

“kau tak mengerti bahasa manusia?”

“,,,,,,,,”

“aku tak peduli siapa kau, dan,,,”

“kau tau sudah berapa kali aku memperkenalkan diriku padamu?” Jongwoon menahan tangan Raekyung. namun Raekyung tetap mengacuhkan Jongwoon

“aku tak peduli” Raekyung berbalik namun dengan sigap Jongwoon menggenggam tangan Raekyung

“sudah 350 kali aku menemuimu dan kau selalu seperti ini selama hampir 600 hari”

“,,,,,,,,,,”

“kau tau selama itu aku melihatmu?”

“aku tidak peduli karena itu tidak penting. sekarang pergi dari hadapanku!”

“17200 jam aku memikirkanmu Shin Raekyung!”

“aku tidak menyuruhmu memikirkanku!! sekarang pergi!”

“,,,,,,,,,,”

“aku rasa kau tak mengerti bahasa halus manusia. baik, aku yang pergi”

“Raekyung-ah!!!”

.

*braaaaak*

Raekyung menggebrak meja lagi sekuat tenaga sebelum pergi.

dan tak ada satupun orang yang berani jika ia sudah seperti itu

.

NARA

aku melihat seorang sunbae di bentak hebat oleh Raekyung. sejak kehilangan Jaejoong oppa ia benar-benar berubah. berubah menjadi pribadi yang kasar dan penyendiri. dan namja itu benar-benar sabar menunggu yeoja bodoh itu. dasar namja bodoh.

.

nama namja itu Kim Jongwoon. aku sangat menyukainya dari pertama bertemu. ya bisa di bilang aku mencintai namja itu. ia begitu ramah dan baik, jadi tak heran banyak yang menyukainya. tapi rasa cintanya yang besar terhadap Raekyung membuatku mengerti jika mencintai seseorang tak harus memiliki. banyak teori yang menyatakan demikian. eerrghh, teori sesat. tapi untuk Raekyung akan ku lakukan apa saja, meskipun menyerahkan cinta pertamaku, Jongwoon-ssi

.

“hoi,,,,” aku menepuk pundak sunbaeku yang satu ini

“ah Nara-ssi”

“mulai sekarang hati-hati berbicara ya sunbae” ujarku

“,,,,,,,,,,”

“baiklah. selama ini ada yang ingin kau tanyakan kan?”

“nee?”

“tanyalah sekarang sebelum aku mengatakan tidak”

“,,,,,,,”

“tidak ada? baiklah aku ,,,,”

“tunggu,,,”

“,,,,,,,,”

“hmm, kenapa sejak ia masuk kampus ini ia bersikap dingin?”

“mwo?”

“sudah hampir 2 tahun dan,,,,”

“bukan 2 tahun!”

“nee??”

“hampir 4 tahun. lebih baik kau tak usah terlalu berharap padanya”

“apa aku tak boleh menyukainya?”

“tentu saja boleh, itu hak asasi. tapi,,,”

“tapi apa?”

“sudahlah. kau tak tau apa-apa, sunbae”

“maka dari itu, beritahu aku”

“suatu saat kau akan mengerti jika kau memang menyukainya”

“sampai kapan aku baru bisa mengetahuinya?”

“aku saja sahabatnya masih belum mengerti total keadaan ini”

“,,,,,,,,,”

“sudahlah oppa. hahaha, ayo makan siang”

“ah nee. kau mau makan apa? aku traktir”

“woa, jeongmal?”

“kita makan di luar, dank au pilih apa yang kau mau”

“woaah gamsahamnida”

“kau terlalu banyak membantuku Nara”

“anytime~”

.

When you stumble because of pain, the one who embraces your scars,

Looking far away, even when you make me cry, the one who watch you only
For you the one who will be happy even if everything is lost.

Why you don’t know that it’s me?

.

alasan aku membantumu adalah aku begitu bodoh karena selalu melihatmu

mungkin karena kau begitu tulus mencintai sahabatku

apapun akan ku lakukan untukmu

meski aku sangat mengerti rasa sakitnya terlalu dalam untuk ku ketahui

.

My throat is choking up, I can’t even speak

I’m, blankly looking at the sky and crying

“I try to forget. Please let me forget”, alone

I keep telling myself to stop

.

**perjalanan pulang**

aku melihat Raekyung jalan sendirian dengan headphone melingkar di lehernya.

aku pun berlari menghampirinya

“hoi Raekyung-ah” aku menepuk bahunya. ia hanya akan tersenyum sangat baik padaku “ada apa tadi?”

“yang mana?”

“berisik di kantin”

“oh. haha, aniya, gwenchana”

“jeongmalyo?”

“nee~”

.

aku yakin ada alasan sangat tepat di balik sifat kasarmu.

Dan aku sebagai sahabatmu tidak tau apa-apa

Maafkan aku, sungguh~

.

“mana ada namja yang mau padamu jika seperti ini? hah!” aku melingkarkan tanganku di lengan Raekyung dan ia tertawa

“bukankah selama ini mereka semua mengejarku? hahaha”

“,,,,,,,,,,” ah iya benar. mereka justru semakin gencar. aigo, jeongmal babo Nara

“sudahlah Nara, aku tak apa-apa” ujarnya santai

“waeyo?”

“aku mampu dengan atau tanpa namja. aku hanya butuh appa, kwangmin, youngmin, taemin, dan kalian, terutama kau, Nara”

.

*deg*

nada bicaranya sudah mulai menampakkan kesedihan. jadi kurasa cukup membicarakan namja hari ini. aku hanya ingin kau move on, Raekyung. walaupun aku tau itu begitu sulit untukmu. tapi jika 4 tahun tak berubah? kau mau bagaimana? aku rela kau mencintai Jongwoon oppa, asal kau bisa melupakan Jaejoong. Aku rela kalian bersama asal kau bisa tersenyum dan bahagia seperti dulu~

.

**3 DAYS LATER**

**Pusara Jaejoong**

aku menatap pusara kekasih Raekyung. kekasih yang meninggalkannya 4 tahun lalu dan membuat sifat Raekyung berubah 180′ sejak saat itu

“pagi Joongie. apa kemarin Raekyung kemari?” aku melihat bunga crysant segar di pusaranya

“ada namja bernama Jongwoon menyukainya. aku ingin ia move on” tanpa terasa air mataku jatuh menatap piguranya “aku mohon, hadirlah dlm hidupnya dan katakan ia harus move on”

.

**wwuuuuzzzzzz**

“aku tak tega melihat sifatnya yang menutupi diri seperti ini”

.

**wwuuzzzz**

“ia butuh cinta di masa depannya, oppa. ia menolak semuanya demi dirimu. tolong ia, oppa”

.

**wwuuuuzzzz**

“Joongie,,,,” aku merasakan lagi hembusan angin yang cukup kencang di akhir kalimatku. aku merasakan Jaejoong ada di sampingku, mendengar semua perkataanku barusan

“jebal~”

.

RAEKYUNG

@ Raekyung’s bedroom

it’s been 4 years since you went to heaven. how was your 4 years dear?

it’s going well? i miss you

When love goes away, another love comes again. It definitely will.

Even if it hurts now, it will hear a little later.

It will forget. I will too.

.

“Raekyung!!!” teriak suara uri oppa, Taemin dari ruang tamu “ppalli ireona!!”

“nee oppa~”

.

aku keluar kamar dan melihat Taemin sedang berbicara dengan seorang namja.

sepertinya? eh? namja itu?

.

“,,,,,,,,,”

“ah Raekyung, kemari. ini sunbaeku di les vocal”

“,,,,,,,”

“ia membantuku banyak sekali”

“,,,,,,,”

.

kenapa harus dia?

aku benci melihatnya

.

“Taeminie, ia memanggilmu oppa? maksudnya?”

“apa aku tak bilang sebelumnya?”

“,,,,,,,,”

“aku mempunyai kembaran, dan dia adalah kembaranku, Raekyung”

“ku pikir yg kembar adalah dongsaeng laki-lakimu”

“kami semua kembar, dan Raekyung, hanya dia yang yeoja. hey Raekyung! ish kemari”

.

Taemin oppa menyeretku menghadap Jongwoon. ya, Jongwoon ini adalah sunbaeku di universitas, dan ternyata sunbae Taemin di tempat les. Jongwoon-ssi, aku sangat amat membencinya. senyumannya, gerak geriknya, tawanya, dan bicaranya

“Raekyung adalah hoobaeku di universitas. kami satu jurusan”

“ah jeongmal? woaah, hyung tolong jaga dongsaengku ya”

“nee??”

“dia butuh banyak teman, dan kalau bisa kekasih baru. nee Raekyung?” ujar Taemin tanpa dosa

.

aku diam saja menatap Taemin tajam.

rasanya ingin ku tendang, ku lipat, dan ku paketkan ke Busan.

eerrghh, kau!!!

.

“ah arasseo. aku pasti,,,,”

“yaa!! aku tak perlu di jaga siapapun, dan tak perlu teman. terutama kau sunbae! berhenti melingkar di hidupku” aku mengacungkan telunjukku tepat di wajah Jongwoon dan ia hanya tersenyum “dan jangan pernah menggangguku! paham!”

“Raekyung!!” Taemin melotot padaku “jaga ucapanmu”

“masa bodoh!”

“Raekyung!!”

.

aku berlari keluar rumah meninggalkan mereka.

shit! aku tak akan pernah menganggap siapapun lagi.

cukup! cukup!

.

**TAMAN**

dulu aku dan Jaejoong sering makan siang atau hanya duduk di taman ini.

begitu banyak kenangan disini. aku harus bagaimana?

.

i still cannot erase you

i keep thinking about you

i really miss you

the sound of the raindrops hitting on the window of my heart

the place that you left

i really miss you

.

“Raekyung~” aku mendengar seseorang memanggilku

“nee. lho?” aku menengok kesegala arah tapi tak ada orang

.

“uri Raekyung” ujar suara itu lagi

“siapa itu? keluar!!”

“you live well aren’t you?” ujar suara itu lagi. semakin ku dengar, suara itu membuatku merasa aneh

“jangan main-main! Keluar sekarang!!!” aku semakin panik. suara yang begitu jelas, tapi tak ada satupun orang di sekitarku

“Shin Raekyung, please be on time” suara itu? on time? Apa itu,,,

“,,,,,,,,,,,,,,”

“kau dengar aku kan Raekyung. Aku akan selalu di hatimu” apa itu Jaejoong?

“Jaejoong-ah?”

.

“,,,,,,,,,”

“apa itu kau?” air mataku jatuh di pipiku. Merasakan kehadirannya “jawab aku Jaejoong”

“,,,,,,,,,”

.

even if I try to moving on

I always failed to do those things

you know,,,

it’s all because of I love you so much

how can it be?

.

“Joongie, harusnya kau melihatku hancur dulu baru kau pergi”

.

**Backsound: We Were in Love – T-ara feat Davichi**

.

“Raekyung, kalau aku melihatmu hancur. aku pasti mati sebelum kau hancur”

“Joongie~”

“i love you. please be as you as usual”

“jebal nan ullijima, Kim Jaejoong-ssi”

“aniya~ you must be happy for my sake”

“how can it be?”

“kau harus bisa. kau harus hidup dengan baik. i’m watching you from here”

“,,,,,,”

“kau sudah bisa tepat waktu, dan sekarang kau harus hidup dengan baik”

“kenapa kau seenaknya meminta sesuatu padaku??”

“waeyo?”

“setelah meminta, kau akan pergi lagi? huh!”

“Raekyung-ah”

“dashi dorawa jebal jaejoong-ssi”

“we’ll meet in another time and world someday. i promise, Raekyung”

“,,,,,,,,,”

“berjanjilah kau akan kembali seperti Raekyung yang sangat aku cintai”

“,,,,,,,,,,”

“berjanjilah. untuk menjaga Nara. kau tak kasihan melihat si bodoh itu??”

“,,,,,,,,,” selama ini Nara memang menjagaku. ia tak pernah mengeluh, apalagi meninggalkanku, Nara~

“selama 4 tahun ini bukankah ia menjagamu?”

“geurae, uri Nara~”

“aku pergi ya,,,”

“,,,,,,,,”

.

aku menangis sejadi-jadinya.

aku tidak mendengar suaranya lagi.

apakah aku mimpi?

apakah aku sudah gila?

apakah maksud semua ini?

.

“Raekyung?” tegur seseorang di belakangku, dan aku berbalik

“kau?”

“kau menangis?” ia menghapus air mataku dengan jemarinya “ulljima”

“,,,,,,,,,”

“maaf selama ini menganggumu. aku hanya ingin berteman”

“berteman untuk mendapatkan cintaku?”

“he?”

“,,,,,,,,,”

“Raekyung,,,,,”

“hatiku sudah dimiliki orang lain, dan lagi pula aku tak ingin menyakiti hati siapapun”

“bukankah ia sudah meninggal? tak bisakah kau ikhlaskan kepergiannya??” aku menatapnya tajam. aku ingin marah, tapi tatapannya membuatku semakin ingin menangis “maaf jika kau tersinggung. aku tidak bermaksud”

“itu memang kenyataan, ia sudah mati. tapi bukan berarti cintaku juga mati, bukan?”

“maaf jika aku terlalu lancang mengungkitnya”

“aniya. selama ini aku hanya tak ingin terlalu dekat orang lain selain keluarga dan sahabatku”

“arasseo”

“kau tau?”

“ya semuanya”

“dari mana?”

“dulu Taemin pernah bercerita, dan ternyata yang ia maksud adalah kau, Raekyung yang sekarang aku kenal”

“,,,,,,,,” aku semakin sedih dan merasa sedikit bersalah sudah mengabaikannya selama ini “mianhae”

“aniya,,, mencintaimu adalah pengorbanan terbaik dalam hidupku. bukan lelah, tapi karena terlalu mencintaimu aku berbuat begini”

.

**deg**

“,,,,,,,,”

aku shock bukan main mendengar penuturannya. aku tidak menyangka seperti itukah ia mencintaiku. sejenak tatapannya seperti jaejoong. aku melihat jaejoong dimatanya

“aku bukan Jaejoong. jangan tatap aku seolah-olah kau sedang melihatnya di hadapanmu”

.

**deg**

“,,,,,,,,”

.

aku berlari meninggalkannya,

aku mendengar suaranya memanggilku,

aku ingin berhenti dan berbalik, tapi tubuhku tak mau menuruti apa yang otakku pikirkan

aku harus bagaimana??

.

“jeongmal mianhaeyo, Jongwoon sunbae”

.

NARA

aku melihat Raekyung bicara sendiri. tapi aku tau, ia berbicara dengan Jaejoong, aku yakin itu. walaupun ada beberapa orang yang melihatnya begitu dan beranggapan ia gila.

tidak! ia tidak gila!

.

tak lama, aku melihat Jongwoon oppa mendatangi Raekyung. mereka ribut, tapi Raekyung tidak membentak Jongwoon seperti yang aku takutkan. ia langsung berlari meninggalkan Jongwoon, dan aku pun mengikuti Raekyung. takutnya ia berbuat aneh-aneh. tapi syukurlah ia langsung pulang. bisakah kau berhenti membuatku hampir mati karena terlalu khawatir padamu?

.

**RAEKYUNG’S HOME**

“Raekyung~” aku menegurnya, ia duduk di tangga rumahnya sambil melamun

“Nara,,,,”

“kenapa di luar?”

“ha?”

“minumlah dulu”

“nee~”

.

aku memberikan cokelat hangat yang ku bawa dari rumah. ia termenung sedih. aku tau kau dalam konflik bathin. apalagi tadi,,,

.

“Raekyung, kenapa tadi kau seperti itu pada Jongwoon sunbae?” ujarku bertanya saat hatinya sudah tenang

“kau tau dari mana? Taemin?”

“aniya. waktu kalian bicara di taman, aku sedang di jalan menuju rumahmu membawakan ini”

“,,,,,,,,,,”

“aku tau kau ada rasa padanya”

“jangan bercanda Nara. aku tidak sedang menyukai siapapun”

“aku tau semua dengan baik karena aku mengenalmu”

“tapi tidak untuk perasaanku pada Jongwoon itu”

“Raekyung-ah”

“gwenchana,,,,”

“lebih baik kau bicara dengannya baik-baik. ini untuk kebaikan kalian”

“mungkin lebih baik lagi jika ia berhenti mencintai dan menungguku”

“he?”

“ia terlalu baik untukku”

“Raekyung-ah”

“Nara, aku ingin istirahat. kau pulanglah”

“arasseo”

“Nara,,,”

“nee?”

“nanti aku akan menelponmu” aku mengangguk dan tersenyum “terima kasih cokelatnya”

“cheonmaneyo. bye~”

.

Raekyung-ah,,,

jujur aku merasa sedih saat kau mengatakan bahwa aku tidak tau perasaanmu.

saat itu juga aku ingin menangis. tapi aku tak ingin kau menyadari aku lemah.

walau sesungguhnya aku adalah gadis yang sangat amat cengeng. sungguh memalukan!

aku sangat mengerti kau begitu tertekan. selama ini aku berusaha mengerti hatimu.

tapi ternyata gagal. maafkan aku~

.

**perjalanan pulang**

aku melamun di jalan menuju rumah. pikiranku berkelebat tentang Raekyung dan Jongwoon oppa. aku sangat menyukai Jongwoon oppa yang sangat menyukai Raekyung.

aish,, ige mwoya!!

.

**bruuuk**

“aduh, mianhae. tidak senga,, ja,,”

aku menubruk seorang namja di depanku

“ah neo gwenchana??” tanya namja ini ramah sambil membantuku berdiri

“nee, gamsahamnida” ujarku ramah melihat senyumnya

“ah baiklah. aku duluan ya” namja itu melambai lalu berjalan ke arah tujuannya

.

“,,,,,,,,,,”

aku senyum-senyum sendiri melihat namja itu dari jauh. lucunyaa~

.

.

**5 DAYS LATER**

5 hari ini berjalan seperti biasanya. dan ternyata selama 2 hari Raekyung tidak mengikuti perkuliahan. aku sampai tidak tau itu

.

**kring-kring**

“yeobseyo?”

“ah Taeminie. waeyo?”

“mworagoyo??”

“ah nee. aku kesana sekarang

*klik*

Taemin mengabariku kalau Raekyung pingsan di jalan, dan di bawa pulang oleh teman Taemin. astaga bocah ini!

.

**Raekyung’s home**

“Taeminie!!! dimana Rae,, Kyung. he?” kenapa ia ada disini??

“Nara-ya, kau sudah datang”

“he??”

“puppy, Jongwoon hyung ini sunbaeku di tempat les” ujar Taemin menjelaskan sebab Jongwoon oppa ada disini

“kau yang mengantar Raekyung?”

“nee, aku yang mengantarnya. Puppy?”

“dia lucu seperti anak anjing. makanya ku panggil begitu sejak kecil”

“eerrrgghh, taeminie!!”

“ah iya, kau mengenal hyung?”

“kan kami satu fakultas”

“berarti Raekyung kenal dekat ya?”

“kalau ia mau, ia bisa Taemin. dasar bodoh”

“eerrghhh, kau!!”

.

.

“ah Raekyung,,,,”

aku langsung berlari ke arah kamar Raekyung untuk melihat kondisinya

.

*cekreek*

“ah Nara, sedang apa disini?”

“Raekyung-ah, kau tidak apa-apa??”

“gwenchanayo”

“kenapa bisa pingsan sih?? dan kenapa 2 hari tidak masuk kuliah?”

“yang mana dulu yang ku jawab” ujarnya dengan wajah datar, menyeramkan

“pingsannya kenapa??”

“aku hanya jalan kaki dari makam Jaejoong sampai ke rumah. tapi baru di toko roti dekat game center, aku lemas, dan bertemu Jongwoon”

“mworagoyo??”

“,,,,,,,,”

.

**plaaaak**

“Nara-ya,,,,”

“yaa!!! naik mobil saja butuh waktu sekitar 50menit, apalagi jalan kaki!!” setelah menamparnya, aku meneteskan air mata. ia hanya diam menatapku

“,,,,,,,,”

“aku tidak peduli seberapa besar kau merindukan Jaejoong. aku hanya peduli padamu Raekyung”

“,,,,,,,,”

.

*braaaak*

“,,,,,,,,” aku menggebrak lemari yang ada tepat di sebelah ranjangnya sambil menahan tangis di depanya. kepalaku pusing, napasku sesak! Raekyung, apa yang kau pikirkan “aaarrggghh!!”

“,,,,,,,,,,,”

.

Raekyung hanya menangis setelah aku menamparnya. ini sudah 3 kali aku menamparnya dalam 4 tahun ini. aku tak ingin melihatmu seperti ini. jalan kaki dari sana pasti sangat jauh dan lelah.

.

**ruang tamu**

“Nara, kau menamparnya lagi?” tanya Taemin padaku

“ha? Nara menampar Raekyung” imbuh Jongwoon oppa

“Taeminie” aku memeluk Taemin. aku sedih melihat Raekyung begitu

“sudahlah. ia masih butuh waktu lebih lama dari yang kita bayangkan selama ini”

.

“kau kenapa bisa disana sunbae?” tanyaku

“aku dari toko, lalu melihatnya sempoyongan. aku sudah mengikutinya sekitar 2 KM. ia menangis di sepanjang perjalanan” ujar Jongwoon oppa

“kau mengikutinya sejauh itu??”

“Taeminie!! uri Raekyung berjalan berkali-kali lipat!!! bodoh!” gerutuku pada Taemin.

.

dan Jongwoon oppa, kau begitu menyukai Raekyung ya.

hingga kau mengikutinya sejauh itu. apa ini tandanya aku harus menyerah.

ah dari awal memang aku kalah kok

.

RAEKYUNG

Nara menamparku begitu keras

rasanya sakit,,, sangat sakit

aku tidak melawan, aku diam

karena aku tau, aku yang salah

.

“dia begitu galak ya Jaejoong” ujarku berbicara pada photo Jaejoong. kau tau, ia benar-benar menjagaku. ia benar-benar eonniku yang sangat sensitif terhadap apapun yang menyangkut diriku “,,,,,,,,,”

.

**tok*tok*tok**

“nee masuk”

“Raekyung, neo gwenchana??” Jongwoon? apa yang ia lakukan disini? masih disini menungguku?

“nee, gamsahamnida, Jongwoon oppa”

“kau tidak perlu memanggilku oppa jika tak mau. haha” ia tersenyum begitu ramah. ia begitu baik. masih ada ya namja sesempurna ini

“kan seharusnya seperti itu. malah seharusnya Jongwoon sunbae. am i right??”

“eventhough i’m your seniour that doesn’t mean you should to calling me like that. just relax”

“,,,,,,,,,”

“syukurlah kau sudah lebih baik. aku lega, dan sekarang bisa pulang”

“pulang?”

“nee”

“jadi dari tadi kau belum??”

“aku disini, menunggumu”

“ini jam,, jam 3 pagi. lebih baik kau tidur disini. pulanglah besok pagi”

“tak apa-apa. besok aku ada ujian mata kuliah, harus belajar”

“mianhae, gara-gara aku, kau jadi,,”

“aniya, gwenchana. aku senang bisa menolongmu. aku harap kau bisa menjaga dirimu lebih baik dari ini”

“gomawoyo oppa”

“,,,,,,,,”

**ceklik**

.

ia pulang,

selama ini ia memang benar menungguku,

Jongwoon-ssi, aku tidak yakin bisa menyukaimu

.

.

**FEW DAYS LATER**

aku sudah pulih,

dan menurut Nara, sifatku berubah.

keluargaku dan lingkungan kampus juga merasakan hal yang sama.

sifat kasarku hampir hilang, dan mulai kembali seperti semula.

apa karena Jongwoon??

.

**TAMAN KAMPUS**

“Nara sedang apa senyum-senyum sendiri??” aku khawatir padanya. sudah beberapa hari ini ia tersenyum sendiri

“ah aniya. ehehehe”

“katakan!! ada apa??”

“ah nee~ huh! bisanya galak!!”

“ppalii,,,,,”

“aku bertemu namja tampan sekali di hari dimana kau pingsan”

“waaw, dimana dia??”

“mollayo”

“namanya siapa?”

“mollayo”

“rumah dan kuliah dimana?”

“mollayo”

“eeerrghhh!!”

“waeyo??”

“jadi hanya sekilas bertemu?”

“geuraeyo”

“,,,,,,,,,,,”

.

Nara,,,

andai saja kau menyukai Jongwoon oppa, kau pasti akan bahagia.

Jongwoon oppa juga bahagia mempunyai kekasih yang setia sepertimu, Nara.

kau pantas bahagia dan mendapatkan cinta sejatimu.

tak inginkah kau jujur padaku?

tak inginkah kau menceritakan masalahmu padaku?

katakana siapa yang kau cintai. aku akan membantumu

.

.

NARA

dalam beberapa hari sifat Raekyung yang buruk hampir hilang. ia hampir menjadi dirinya yang normal, yang baik, ramah, dan ceria. semua karena Jongwoon oppa. rasanya saat melihat mereka bersama ada rasa sesak. tapi toh itu untuk kebahagiaan Raekyung

.

**FEW WEEKS LATER**

“Jongwoon oppa!!” aku melihatnya keluar dari toko buku

“ah Nara-ya. kau dari mana?” aku mengangkat plastik yang berisi roti yang baru saja ku beli “kau suka sekali ya roti seperti itu”

“cheorom. ah mau duduk dulu?? kita makan bersama”

“tentu. aku akan traktir susu untukmu. Kajja~”

“kajja~”

.

**TAMAN**

“woaa, buku yang berat”

“isinya yang berat”

“he?”

“hahaha. kau begitu lucu ya”

“aniya~”

.

kami duduk di taman dekat toko buku. ia menunjukkan buku tentang mata kuliahnya.

minum secangkir susu hangat dan roti

Jongwoon oppa, sebentar saja aku ingin merasakan kasih sayangmu. walaupun hanya sebagai dongsaeng. it’s ok. karena aku tau, hanya Raekyung yang ada di hatimu. terlalu sesak bagiku untuk mencoba masuk dan berharap kau melihatku

.

“Nara, sudah beberapa minggu ini aku dan Raekyung semakin dekat”

“i can see it oppa. ia jadi lebih sering tersenyum dan berkumpul bersama keluarganya”

“kau memang benar, keadaannya sangat buruk waktu itu”

“oppa, jangan ungkit yang dulu ya. terlalu berat baginya untuk melihat ke depan. dan sekarang ia sudah melihat ke depan, jadi jangan panggil ia agar menengok masa lalu”

“,,,,,,,,”

“kau harus janji padaku kalau kau akan menjaganya. jangan buat ia menangis”

“nee. aku janji, aku akan menjaganya”

“mulai saat ini kau yang harus menjaga total Raekyung”

“arasseo”

“,,,,,,,,,,”

“aku duluan ya. aku ada janji dengan Raekyung. hari ini aku akan coba menyatakannya padanya”

“menyatakan apa?”

“cintaku padanya”

.

**deg**

“,,,,,,,,,”

“aku ingin membahagiakannya”

“ah, a,, arasseo”

“but i can’t expecting too much”

“hwaiting oppa”

“nee. bye Nara~”

“bye~”

.

perlahan tapi pasti rasa ini semakin besar tanpa aku sadari.

aku sudah sangat menyayanginya tanpa ku mengerti.

kau sudah masuk ke hatiku terlalu dalam, Kim Jongwoon-ssi

.

Cold tears keep shedding, falling non-stop,

My heart hurts because of you and it keeps hurting

On days that I miss you, days like these, because I’m missing you

 My tears are falling again

.

kenapa aku begitu bertahan menyukaimu?

kenyataannya adalah kau tidak menyukaiku

kau memilihnya, walaupun kau tau bahwa tak mudah untuk menyukainya

.

When you cry because of sadness, the one who could cry together with you,

Even when everyone in the world turns their back on you, the one who could hold your hand,

Whenever you call, the one that runs to you.

Why you don’t know that it’s me.

Can’t I be the one? Really can’t I be the one?

I would make you smile everyday, the one who will watch over you until the end,

Can’t be that person is me?

.

.

“,,,,,,,,,,”

aku masih di taman, duduk dan menangis

“agassi, neo gwenchana??” tegur seorang namja

“ah gwenchanayo” aku mendongakkan kepalaku menatapnya. kok sepertinya aku kenal ya “nuguyo??”

“,,,,,,,,” ia tidak menjawab pertanyaanku, malah duduk menghapus air mataku dengan sapu tangannya. jaman sekarang masih ada ya namja modern yang pakai sapu tangan. ia tampan, jadi tak apa-apa

.

“ah gamsahamnida~” aku sedikit menggeser dudukku

“lihat wajahku baik-baik. kau lupa??” aku terus menatapnya

“ah kau?!” ia adalah namja yang aku tubruk waktu itu “mianhae~”

“hahaha. as i expect. you’re such a good girl” ujarnya ramah lalu membelai kepalaku

“,,,,,,,,,,”

.

i feel better beside you

eventhough i don’t know who you are

i feel thankful to you

.

“jangan menangis ya, Nara” eh ia tau namaku

“kau tau namaku??”

“nametag-mu itu” ia menunjuk tasku

“ah iya” aku tersenyum melihatnya. senyuman namja ini membuatku tenang “hehehe”

“jaman sekarang masih ada ya yeoja yang pakai nametag di tas” ujarnya sambil tertawa kecil

“kau juga. jaman sekarang masih ada namja yang membawa sapu tangan” ia langsung tertawa lepas dan membelai rambutku

“ah geuraeyo. sudah kebiasaan” kami tertawa bersama, dan rasa sakit hatiku hilang seketika. hebat!

.

“ah aku harus pergi duluan. kau sudah tak apa-apa kan??”

“nee~”

“kau yakin?”

“gamsahamnida” aku mengangguk dan tersenyum

“cheonmaneyo Nara~ bye”

“bye~” ia berlari meninggalkanku. senyuman dan tawanya memberikan energi postif untukku. terima kasih

.

“eh?? namanya siapa ya??” aku lupa menanyakan namanya. tapi siapapun kau, terima kasih banyak

“gamsahamnida, super man”

.

Jongwoon-ssi.

even if you only love that person, i won’t regret that I love you.

show your true emotionality to me, and i’ll be here to cherish you up.

eventough it might be hurt, it’s okay.

i wish you two get along together. and if I get hurt again because this hidden feelings

someone outside there will cherish me up as like i do for you

.

** 2 MONTHS LATER **

sudah 2 bulan sejak hari itu, semuanya benar-benar jauh lebih baik. Raekyung pun mencoba dari awal dengan Jongwoon oppa.

syukurlah ia mendapat namja yang baik dan pantas. aku juga sudah tidak bertemu ‘superman’ itu lagi sejak 1 bulan yang lalu.

semuanya bahagia, aku juga ikut bahagia

.

*KAMPUS*

** 3 Ec B **

aku dan Raekyung sudah tingkat 3, dan tebak, kami sekelas. kami sangat exited mendengarnya. akhirnya aku bisa bersama Raekyung seperti tingkat 1 lalu. sifatnya benar-benar kembali seperti Raekyung yang dulu. sekarang ia bisa dengan bersosialisasi dengan banyak orang

.

“aku dengar akan ada mahasiswa pindahan”

“ah yang benar!?”

“pindah ke kelas mana?”

“tak tau, tapi kabarnya ia pintar”

“dan tampan!!”

“kau melihatnya?”

“iya!! di ruang dosen saat mengantar data bersama Nara”

“mwo? jeongmalyo?”

“benarkah Nara?”

“jeongmal??”

.

“nee?? ah mian, aku tidak lihat” ujarku santai sambil menatap kehebohan mereka

“aish!! tak mungkin ia di kelas B”

“Raekyung, menurutmu bagaimana?”

“tak tau! tak peduli” ujar Raekyung menanggapi hal ini. aku tertawa melihat wajah datar Raekyung. tapi wajah datarnya masih tersisa sedikit. haha

.

ya sejak pagi hingga siang ini kelasku di ributkan oleh rumor adanya mahasiswa baru di fakultas ini. katanya tampanlah, pintarlah, dan yah katanya juga sempurna. hanya aku, Raekyung, dan mahasiswa namja yang tidak tertarik. aku malah tertarik dengan matematika yang tidak bisa ku kerjakan. Taeminie, i need you right now to teaching me! errghh

.

Hey, Superman,,,

kau dimana?

apa kau baik-baik saja?

entah mengapa aku merindukanmu

.

**bruuuk**

teman sekelasku, Junho terjatuh saat masuk ke kelas

.

“Junho-ya!!’

“woo, neo gwenchana?” Hwayoung membantu Junho berdiri

“nee. BIG NEWS!!” teriak Junho dari meja dosen dan kami diam mendengarnya

“waeyo??”

“na,, namja itu. ah aniya, maksudku mahasiwa baru itu”

“ada apa dengan dia? pindah ke kampus lain” ujar Raekyung dengan wajah datarnya dan mahasiswa namja di kelas pun tertawa

“a,, aniyo!! di,, dia di kelas B!!! 2 Ec B!!!” serunya, lalu para yeoja teriak histeris dan membuat bising telingaku. eerrrghhh

.

“ah itu ssaem!!” teriakku saat melihat ssaem kami datang. tapi ia tidak sendiri.

ia bersama,, mwo??

.

“annyeong yeorobun” sapa ssaemku yang tampan

.

“ssaem, mana mahasiswa baru itu” celetuk Hwayoung dan semua gadis langsung heboh

“waa, sudah menyebar ya. haha” ujar Seokhun ssaem. astaga ssaem ini amazing sekali jika tersenyum “chakkanman” beliau keluar keluar

.

aku penasaran dengannya,

aku harap itu hanya khayalanku,

semoga itu hanya kilasan,

tapi kenapa??

.

“silahkan” ssaem masuk, lalu di ikuti mahasiswa baru itu

.

*deg*

AS,, TA,, GA,,

.

“aaaaaa!!!”

“woaa!!”

“annyeong!!”

“tampan! tampan!”

“aaaa~”

.

apa aku tidak salah lihat

aigoo~ benar-benar!!

eomma!!! matilah aku!

2 responses

  1. nana~ah itu kebanyakan missedtype aku rada bingung bacanya😦 aku gak dapet feelnya nih *what’s a pity i am* (padahal sama jongwoon) T.T tapi over all ini bagus banget, berhubung agak sedikit mirip sama kisah aku meskipun gak sama (?) aku suka itu hehe aku tunggu kelanjutannya ya author cantik hehe

  2. Thorr ,,, ak g bgitu tau alur ceritannya soalnya banyak bahasa inggris ,,, ak g bkitu ngerti sma bahasa inggris ,,, tpi keren kok ,,,,,
    salam kenal🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s