[FF] In Heaven


Main Cast:

  • HAN NARA
  • KIM JUNSU

Support Cast: Jaejoong, Yunho, Changmin, Yoochun, Raekyung

Type: Oneshoot

Genre: Romantic, Angst

Rate: R / AG (All Age)

Author: Nana

———————————————-

“I didn’t even get to see her the last time and I just sent her away”

.

jika Tuhan memberikanku permintaan, aku hanya akan meminta satu hal, yaitu kembali ke 3 tahun lalu saat kau masih bersamaku. aku tak akan melewatkan dan mengabaikanmu demi hal lain. jadi saat ini aku tidak tertekan karena kehilanganmu, dan terus berharap waktu dapat berputar, aku akan menjagamu dengan sangat amat baik. Selain itu kita bisa bersama kemanapun yang kau mau.

Meminta semua hal itu berhenti di detik terakhir.

tapi itu tak mungkin kan?

.

“geuman galke”

“gajima”

“geottoraeol geoya, geureonika”

“geotjimal, geotjimal”

“aniya, naega neol imankkeum saranghaneunde”

“geu sarang,, Jigeum boyeojul sun obgetni?”

“Saranghae,,,”

“Ttodasi saranghae sun obgetni?”

.

semua suara itu membuatku tertekan,

selama ini aku selalu berusaha semangat tanpamu,

terlalu sulit menjalani semua ini,

bisakah kau kembali?

.

“geumal mothae, jeongmal mothae. niga nae gyeothe isseul ttae mankeum”

.

**IN THE MORNING**

**kriiing**kriiiing** (alarm: on)

.

aku shock dengan dentuman suara mobil di mimpi itu, begitu pula suara lembut Nara yang hampir menangis. ya ternyata itu hanya mimpi. aku bermimpi ia memelukku dan menciumku.

senyumannya, tawanya, dan dekapannnya semua hanya mimpi. jika seperti ini terus, bisa-bisa aku mati.  walaupun aku benar-benar mendengar suaranya saat ia kembali membangunkanku.

tapi, ah, itu hanya mimpi

.

“mianhande geuge andwae. ijen modeun ge tteolryeowa”

.

“,,,,,,,,” aku menutup photo kami yang terpajang rapi di meja ranjang “memang harus begini kan?”

.

*ring ding dong*ring ding dong*

“nee”

aku melangkah keluar dan melihat siapa yang datang.

hampir tak ada tamu yang datang sepagi ini selain ia.

hanya ia yang senantiasa datang dengan segala macam kelakuannya,

.

*cekreeek*

“,,,,,” he?

“haaah lama sekali membukanya?” ujar seorang yeoja. aku diam menatapnya tanpa berkedip. aku hanya ingin memastikan bahwa aku tidak bermimpi “aaaw!!” aku mencubit pipiku dan pipinya bersamaan, dan ini nyata, sakit ini nyata, begitu juga teriakannya

.

“kau?” tanyaku padanya “ini nyata?”

“aihh~ makanya sekali-kali tak usah memikirkan pekerjaanmu” ujarnya melengos pergi mendahuluiku “ini ku bawakan buah, kemari”

“,,,,,,,” aku mengikutinya beranjak ke dapur, masih dengan pertanyaan ‘mimpi atau nyata’

.

@Dapur

“oh iya nanti aku mau ke myeondong mengantar pesanan” ujar yeoja itu sambil mengupas buah “mau titip sesuatu?”

“,,,,,,,,”

.

aku terus mengamatinya,

aku hanya takut bermimpi lagi,

aku sangat takut merasakan sakit yang teramat sangat

.

“yaa! wae irae!! apa kau sedang melihat hantu??” bentakannya membuyarkan lamunanku. suaranya benar-benar asli dan aku tidak sedang bermimpi kan? “Ck!”

.

“ige mwoya?” aku melihat kalender dan shock dengan apa yang aku lihat “2008?” tegurku pada yeoja ini, dan saat aku bertanya padanya, aku bingung, aku benar-benar bertanya ini kenyataan apa tidak. ia semakin menyipitiku

“tanggal 8 agustus 2008, dan saatnya kita belanja bulanan” ujarnya senang “neo gwenchana??”

.

mataku tak lepas menatapnya

aku mencium jelas parfum orchid-nya

merasakan hangat saat di dekatnya, semuanya nyata

.

“waeyo??”

“apakah aku mimpi??” ia menatapku aneh, dan aku jauh lebih aneh lagi menatapnya

“ish, aniya chagiya!”

“jeo,,jeongmalyo?”

“apanya??”

“berarti itu semua hanya mimpi!!”

“eh?”

.

aku berlari ke arahnya dan langsung memeluknya erat tanpa ampun, dan ia tertawa

.

“i love you”

“kau sungguh aneh. haha~” aku tidak memperdulikan gerutuannya karena semua itu salah

.

that’s only dream, yeah super nightmare.

that dream is just like to tell me to take care of you

and of course always loving you

.

terima kasih tuhan, ternyata semuanya itu hanya mimpi.

masa depan, dan masa-masa saat ia meninggalkanku ternyata hanya mimpi.

dan saat ini aku hanya akan menjalani hidupku dengannya.

seorang Han Nara yang sangat berarti di kehidupan Kim Junsu

.

**2 WEEKS LATER**

hari ini aku janji dengan Nara bersepeda santai di sungai Han.

pekerjaan yang terlalu menumpuk membuatku jarang bertemu dengannya selain pagi dan atau malam hari, itu juga hanya sebentar.

ya kali ini aku akan menepatinya dengan sangat baik

.

*kriing*kriing*

“yeobseyo?”

“aku masih di rumah”

“ah arasseo”

“see you too Han Nara”

“waeyo?”

“kkk~ i love you too”

*klik*

.

di mimpi itu aku pernah punya janji dengan Nara, ah aniya, begitu banyak janji. tapi aku membatalkannya. sekali, dua kali, atau tiga kali. ah aniya, mungkin terlalu sering.

wajah muramnya begitu menyakitkan. bagaimana bisa aku yang berada di mimpi itu mengabaikan Nara hingga menjadi seorang Nara menjadi seperti itu.

oke, aku akan berusaha menjadi pria yang terbaik untukmu, Han Nara

.

**HAN RIVER**

aku melihat seorang yeoja dengan sepeda yang familiar, dan memakai dress putih, sangat cantik.

rambutnya terhempas angin ringan, dan aku mencium parfum orchid favoritnya

.

“Junsu-ya?” panggilnya, tapi wajahnya terlihat sedih sambil menunjukku “eerrrr”

“ada apa? aku tepat waktu kan?”

“iya, tapi bajumu itu lho!!!” gerutunya, dan ia mendengus

“,,,,,,”

“huaaaaa” ia menangis pelan lalu ku tepuk-tepuk kepalanya “Junsu-ya jeongmal babo-ya”

“jeongmal mianhae”

“,,,,,,,”

“anggap saja aku ini seorang atlit, dan sedang latihan di temani kekasihnya yang sangat cantik?” ujarku iseng dan ia kembali tersenyum dengan wajah polosnya

“mworagoyo?”

“hahaha~”

“,,,,,” ia mengayuh sepedanya begitu semangat “kajja~”

.

that’s way i love you so much,

aku tak tau seberapa besar aku mencintaimu, hey Nara

meskipun bayangan dari mimpi-mimpi itu terus datang dalam pikiranku.

aku akan tetap seperti ini, mencintaimu

.

**2 YEAR LATER**

2 tahun telah berlalu sejak mimpi yang super buruk itu. kilasan mimpi itu masih sangat sering menggangguku, dan terasa begitu nyata.

walaupun begitu, semua berjalan sangat amat baik. membuat kejutan untuknya hampir tiap minggu, dan membuatku lebih mencintainya.

hanya saja terkadang aku tak bisa membedakan semua itu nyata atau hanya mimpi belaka saat aku sedang bersamanya, atau mungkin jauh darinya. ada saat dimana aku melakukan sesuatu di masa ini dan aku teringat kejadian di mimpi itu dengan part yang berbeda. semua terkesan seperti masa lalu, dan aku begitu terikat dengan masa lalu itu

.

@ KANTOR

“semangat saat kau kuliah muncul lagi ya” ujar Yunho dan Yoochun “good joob” imbuh Raekyung sambil membersihkan photo suaminya, Shim Changmin

.

Yunho, Yoochun, Changmin, dan Raekyung adalah sahabatku dan Nara saat kuliah dulu. ia, changmin dan Raekyung yang mengenalkanku pada sosok yeoja tegar, yeoja yang saat ini sangat aku cintai, Han Nara

.

“aku sedang senang, dan semoga selalu senang” ujarku sambilku sibuk membereskan tas “aku ada janji dengan Nara”

“kau ini. Ck!” gerutu Yoochun sambil memainkan IPadnya

“dari pada kau tebar pesona di dunia maya. rerrggg”

“…………”

“hahaha” Raekyung tertawa “Goodluck Junsu Kim”

“memangnya apa yang mau aku lakukan, bodoh!”

“hanya memberi semangat.  hahha”

“hahhaa, thankyou”

.

“kau iri karena ia sering keluar kota ya?? suamimu sedang piknik tuh” ejek Yunho pada Raekyung, dan saat itu tiba Raekyung pasti akan mendengus

“yaa!! YUNHO-ya!!!” teriakan Raekyung sukses membuat kami tertawa, dasar

“percayalah pada changmin” ujarku mendinginkan kepala Raekyung “ia terlalu mencintaimu untuk sekedar melirik, atau tersenyum pada yeoja lain” ia tersenyum dan mereka mulai berbaikan. they are really best friend even though always fighting because of stupid things

.

aku berpacaran dengan Nara sudah 6 tahun. dan sedihnya, aku baru sempat memikirkan ‘pernikahan’ baru-baru ini. Changmin dan Raekyung sudah lebih dulu menikah 2 tahun lalu. Yunho selalu memintaku memikirkannya, padahal ia baru saja putus dengan Kim YunAh, yeoja yang sangat ia cintai selama 4 tahun. yeah, it’s already

.

**5 DAYS LATER**

** Red Ocean Blue Restaurant **

.

“aku telat!!!” aku berlari dari kantor ke restauran tempat kami biasa bertemu. jarak yang tidak terlalu jauh dan tugas menumpuk membuatku memutuskan berangkat tanpa mobil “mian~”

.

sudah hampir 1 jam aku telat menemui Nara di Restaurant. aku tak tau bagaimana meminta maaf padanay untuk  hari ini. padahal hari ini ingin merayakan keberhasilan lukisannya yang mampu menembus pangsa Eropa untuk ke-3 kalinya

.

@ Restaurant

“permisi” tegurku pada salah satu pemain perkusi restaurant “bisa minta bantuan?”

“nee~”

.

**meja no 5**

aku duduk dengan santai,

wajah nara begitu datar menatapku,aku ingin memeluknya,

tapi,,,

.

“ah maaf aku telat”

.

*sigh*

ia menghela napas lalu tersenyum menatapku. senyum yang terkesan memaksa. hahah

“nee”

“aku sangat haus”

“minumlah dulu~”

“,,,,,,,”

aku meminum air putih di gelasku dengan santai tanpa rasa bersalah, walaupun aku tau keterlambatanku hari ini keterlaluan. dan aku juga tau kalau sebenarnya Nara ingin marah tapi ia menyembunyikannya. she hide it perfectly. how amazing my girl

.

**music on**

“bagaimana?” aku mengalunkan tanganku saat pemain perkusi itu memainkan alat musiknya “kau suka?”

“,,,,,,,,,,,,” ia tersenyum dan tertawa

“maafkan aku yaa”

“gwenchana”

“kau suka?”

“sangat”

.

aku menghampirinya dan memeluknya di dampingi alunan musik yang begitu indah,

Hey, it must be true love

.

.

**FEW MONTHS LATER**

————————-

“kau hanya memikirkan pekerjaanmu, kau hanya memikirkan hidupmu, kau hanya memikirkan hatimu”

“aniya~ aku memikirkan semuanya!”

“geotjimal!!”

“,,,,,,”

“aku tak pernah memintamu memikirkan pekerjaanku. tapi tolong sedikit saja kau tengok hidup dan hatiku. sebentar saja”

“apa maksudmu?”

“Kim Junsu-ya!!!”

————————————-

.

itu adalah salah satu percakapan dari pertengkaran hebat kami di mimpi bodohku itu.

terkadang aku mengingat jelas semua kalimatnya, teriakkannya, amarahnya, dan tangisannya di mimpi itu. dan itu benar-benar menyiksa bathinku.

semuanya seakan-akan benar-benar terjadi dan nyata. dan bodohnya aku benar-benar merasakan sakit yang teramat sangat karena mimpi itu saat ini

.

Nara ada dihadapanku,

ia hidup dan seperti biasa,

hanya saja jika seperti ini aku teringat mimpi-mimpi itu, dan akan kembali trauma melihat Nara sendirian. aku sungguh takut

.

“hey” tegur Nara “ada apa?” ia melingkarkan tangannya dileherku

“aniya, masih ingat dengan mimpi buruk yang waktu itu, dan,,,”

“astaga, itu sudah 2 tahun lebih berlalu” ia melepas pelukannya dan berbalik “jangan di pikirkan!”

“gajjimalyo” aku menariknya dalam pelukanku sebelum ia melangkah pergi “jangan pergi, tetaplah disini”

“aku hanya mau ke dapur, mengambil,,,,”

“gajjimalyo”

“Junsu-ya,,,”

“,,,,,,,”

.

aku tau ini berlebihan,

dan aku sering mendengarnya menghembuskan nafas panjang saat aku seperti ini, lalu membelai rambutku untuk menenangkanku

tapi sungguh, tak mudah bagiku melepasnya

.

aku takut!

aku tak mau melihatnya pergi,

aku takut jika melihatnya pergi, ia tak mau kembali lagi,

aku takut jika mimpi itu menjadi kenyataan,

aku takut!

.

.

** 21 (UNVERIFIED MONTH) 2011 **

seperti biasa ia datang sebelum aku bangun untuk menyiapkan sarapanku

.

“hei” aku melingkarkan tanganku di pinggangnya “menunya apa?”

“corn soup and vegetable mix juice” ujarnya. ia berbalik dan mencium pipiku. ia melingkarkan tangannya ke leherku, lalu ku eratkan lenganku di pingangnya

“bagaimana jika aku tidak usah kerja hari ini” ujarku sambil memainkan rambutnya “kita belanja”

“hei kita sudah belanja kemarin” ia tertawa lalu merenggangkan pelukanku “lagi pula kau ada rapat bersama Yoochun dan yang lainnya”

“bunga ini?” aku mengambil bunga matahari yang mulai layu di kanan Nara dan menjadikannya alasan agar ia setuju untuk pergi denganku hari ini “kajja~”

“kalau hanya bunga aku bisa atasi sendiri. di ruanganku ada bunga matahari” ujarnya lalu melepaskan diri dari pelukanku dan merapikan dasiku “pekerjaan lebih penting”

“tapi,,,”

“sudah, makanlah”

“perasaanku tak bagus”

“jangan berburuk sangka, jalani yang ada, semua sudah di atur”

.

ini adalah alasan mengapa aku begitu mencintainya. ia mampu menjaga dan memberiku saran yang sangat baik hanya dengan satu kalimat. alasan mengapa aku ingin bersamanya terus hari ini adalah karena semua mimpi bodoh itu. mimpi bodoh yang membuat aku takut meninggalkan nara sendiran tanpa pengawasanku. kenapa semua begitu nyata?

.

@KANTOR

photo ini terlihat pudar,

aku terus menatapnya,

kejadian ini sama seperti di mimpiku dulu. hanya saja saat itu aku sedang sibuk membuat presentasi, dan memang hari ini ada presentasi

.

“,,,,” aku melihat kalender, dan hari ini adalah hari dimana ia pergi meninggalkanku. de javu? apakah iya?

.

“hei rapat sudah di mulai” tegur Jaejoong mengingatkanku dan aku mengangguk. aku mengambil ponselku mencoba menelpon Nara

.

1 kali,

2 kali,

3 kali,

ia tidak mengangkat telponnya,

ini membuatku gelisah. kemana gadis itu?

.

“ppalliwa” tiba-tiba Changmin muncul dari sela pintu “Ck!”

“ah arasseo”

“neo gwenchana?”

“ne~”

.

sebaiknya aku tidak boleh berburuk sangka dulu seperti yang ia katakan.

tetapi,,,

.

*RAPAT DIREKSI*

“presentasi berikutnya, silahkan Kim Junsu-ssi” aku maju membawa dataku ke meja depan. Yoochun, salah satu rekanku membantuku membereskan proyektor dan juga data. tapi pikiranku tetap tertuju ke Nara dan semua mimpi itu

.

“ssttt, ada apa??” Yunho membisikiku “cepat”

.

semua itu memang di mimpi, tapi nyatanya begitu terasa.

saking kaburnya, aku benar-benar tak bisa membedakan itu mimpi atau tidak

.

“Kim Junsu-ssi ada apa?” tegur salah satu direktur

“ah animnida”

“silahkan lanjutkan”

“algesseumnida”

.

Jaejoong mendekatiku dan menyerahkan flashdisk yang berisi bahan presentasiku

.

“ada apa denganmu?” tegurnya “yakin tak apa-apa?”

“,,,,,,,”

“Junsu-ya?”

.

aku melihat kalender dan ponselku bergantian. di mimpi itu aku melihat Nara menelponku berulang kali dan aku mengabaikannya. aku lebih berat ke presentasi, dan tak lama setelah rapat, kabar super buruk itu terjadi. rasanya ini benar-benar terjadi dahulu. tapi aku tidak bisa mengatasinya. di pikiranku benar-benar berkelebat kejadian buruk itu

.

“Junsu??” Yoochun menepuk bahuku

“aku harus pergi”

“ha?”

“maaf!!”

.

aku berlari meninggalkan rapat direksi. semua berteriak memanggilku, tapi ku abaikan. aku tak tau apa yang terjadi jika aku mengabaikan mimpi itu. apakah Nara akan pergi seperti di mimpi itu? sekali ini saja aku ingin melihat kejelasannya

.

“kau dimana Nara? apakah kau baik-baik saja?!” aku panik berlari ke arah persimpangan dimana hal itu terjadi. sesungguhnya aku tau bahwa ini aneh tapi aku hanya ingin memastikan

.

*persimpangan*

aku mengawasi sekeliling. disini adalah tempat Nara tertabrak, di mimpiku. tapi sepertinya Nara tidak ada. ku cari-cari dan ku temukan Nara sedang berjalan menuju lampu merah dengan bunga Matahari di tangannya dan pastinya headphone di telinganya. wajahnya begitu berseri-seri, berbeda saat ia di mimpiku dulu. wajahnya begitu mengenaskan dan berjalan seperti tanpa tujuan. ada apa dengan semua ini?

.

“Nara!!!” aku berusaha memanggilnya “Nara!”

akhirnya aku mendekatinya pelan-pelan dan aku akan memeluk dia dari belakang

.

*tiiiin*tiiiin*

mobil sedan putih dengan keceparan tinggi melaju mendekati Nara. shit!

.

“NARA!!!!”  “nara!!!” aku berlari sekencang mungkin ke arahnya yang benar-benar mematung melihat arah mobile itu “awas!!”

.

aku sadar! semuanya nyata, ini bukan mimpi.

jadi selama ini, semuanya itu adalah peringatan bagiku??

agar aku melihat ini? mengantarnya untuk melihatnya pergi?

lagi?

.

“Nara!!.!”

.

*cciiiiiitttt*

*jegeeer*

.

aku menubruk Nara dan Kami terlempar ke aspal bersama-sama

.

*bruuk*

kepalaku sakit, tubuhku lemas,

“na,,ra,,” aku melihat banyak darah yang mengalir dari kepala Nara. dengan sedikit paksaan diri, aku bangkit dan menuju Nara di bantu orang-orang sekitar

“junsu~” ujarnya lemah “kepalamu,,,” ujarnya terbata-bata sambil menyentuh kepalaku

.

“tuan duduklah” ujar seseorang “kepalamu juga berdarah”

.

aku merebahkan diri di samping Nara yang terus tersenyum memandangku.

suara ribut semua orang membuatku kepalaku tambah sakit, dan hal ini membuat darah tidak berhenti mengalir. ya sama seperti Nara saat ini. kenapa waktu berputar jika akuu melihatnya seperti ini lagi selain di mimpi itu. walaupun aku tau ini bukanlah mimpi. Nara,,,,

.

“gwenchana??”

“Junsu?”

tegur seseorang, tapi aku tidak tau siapa. setelah kucoba membuka mata, ya dia, Yunho dan Jaejoong. rasa sakit yang teramat sangat membuatku ingin menutup mata. terlalu sakit

“gwenchana~”

“sabar sebentar lagi ambulans datang” ujar Yoochun dengan wajah paniknya dan aku mengangguk. Maaf aku tak bisa menyelesaikan rapat ii bersamau, maaf mengagalkan semuanya

“Junsu!!!” ada suara lain datang, kali ini aku tau siapa, Raekyung dan Changmin “hey, tetap terjaga!”

.

“Nara-ya!”

“Nara!!”

“hei!!”

suara mereka memanggil Nara, dan aku memfokuskan diri menatap Nara

melihatnya tersenyum dengan kucuran darah segar dari keningnya

.

“see you in heaven, Junsu” ujar Nara tanpa suara sebelum menutup matanya

.

“nara-ya!!!”

“Nara!!!!”

“bertahan nara, bertahan!!”

.

aku lemah tapi aku masih mendengar jelas semua.

ingin ku tutup mata yang lelah ini, dan berharap aku akan selalu bersamanya.

.

if you’re not by my side, i’m sorry, i’m leaving.

now follow your path, follow a path that has no end

i scared of losing you after wandering around

looking for you and finally find you

.

“Junsu-ya, tetap terjaga!!”

“Junsu!!”

.

samar-samar aku mendengar teriakan Yoochun sambil menepuk-nepuk pipiku.

tapi beberapa saat kemudian, tepukan itu tak berasa.

mungkin lebih baik menutup mata agar semua lebih baik

.

kemanapun kau pergi, aku akan mengikuti dan menjagamu.

tak kan ku biarkan kau sendirian, Nara

.

“In Heaven”

.

.

.

** yak! karena di MV-nya juga setelah tabrakan langsung in heaven gitu, jadi aku bingung endingnya gimana. so aku buat seperti ini. cerita ini improvisasi diri di tambah cerita asli dari MV-nya. Maaf kalau ada kekurangan di FF ini. aku cuma lagi tertarik lagi, lagi, lagi, dan lagi dengan JYJ’s In Heaven MV. love you so much, Junsu-ssi**

3 responses

  1. Cool !! Terharu aku bacanya !!
    Junsu keliatan cool banget *sambil ngebayangin mv in heaven ditambah dengerin lagu in heaven . Jadi makin terharu ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s