[FF] KEY’S PADLOCK


Main Cast:

• Cho Nara

• Kim Kibum (Key)

Support Cast:

• Cho Kyuhyun

• Shim Changmin

Type: Oneshoot

Genre: Friendship, Romance

Rate: AG (All Age)

Author: Nana

.

—————————————————————

KEY

ku bentangkan kedua tanganku di tepi pantai ini.

merasakan hembusan angin laut yang begitu besar.

hey, thanks for everything

.

.

** FLASH BACK 1 YEARS AGO**

**Neul Paran High School**

.

“Padie-ya!! kau apakan sandwichku!!”

“tidak ku apa-apakan, key!”

“geotjimalyo!!!”

“aniya, hanya ku tambahkan 3 sendok wasabi”

“ya! yeoja gila!! pantas PEDAAAS~”

“woaah, mian~~”

.

selalu ribut setiap hari karena hal sepele. namun justru itu yang membuat kami menyatu.

fisiknya tak sekuat seperti gadis lainnya. oleh sebab itu ia selalu bergantung padaku.

aku merasa begitu berharga dan di butuhkan olehnya

.

“aku mau ke kamar mandi sebentar” ujarku padanya

“nee~”

“jangan kau sentuh makan siangku!!!” ujarku memperingatinya, dan ia hanya tertawa. entah apa yang akan ia lakukan lagi pada tuna-ku. ia selalu seperti itu

.

ah, namaku Kim Kibum, tapi lebih akrab dengan nama Key. nama itu di berikan sahabatku, Cho Nara saat kami masih di sekolah dasar. sedangkan untuknya ku beri nama Pad, singkatan dari Padlock. kkkk. Key and Padlock is one

.

NARA

kami bersahabat karena sesuatu hal besar. suatu hari aku menolong Key dari tabrakan hebat. aku koma 1 minggu, dan jika aku tidak menolong Key, mungkin ia sudah mati saat itu. aku sangat amat beruntung bisa hidup dan hidup normal tanpa cacat fisik. sejak saat itu ia selalu menjagaku dan kami bersahabat dengan sangat baik sampai sekarang. aku jadi bergantung padanya~

.

“padie!!!!” teriak Key dari lorong kanan sambil berlari ke arahku

“wae? wae? wae??”

“ada murid baru di kelas kita!! katanya sih”

“jeongmal??” tanyaku penasaran dan ia mengangguk

“ah sandwichku?” ujarnya sambil menatapku tajam dan aku mengacungkan jempolku “awas ya macam-macam!!” ia memonyongkan bibirnya, uri Key.

.

Key adalah sahabatku yang paling bersahabat. dia sangat pintar menyanyi dan menari.

dia juga suka menirukan dance girlgroup yang sexy. kkk~

aku dan teman-teman sering di buatnya tertawa hingga terguling-guling.

at least, you’re my happiness, key

.

“eh itu Sica seonsangnim. masuk, masuk, masuk!!!” seru salah satu temanku dari luar kelas. kami langsung masuk dan duduk manis

.

“annyeong seonsangnim!!!”

“annyeong yeorobun. kkkk~”

.

aku selalu suka dengan seonsangnim ini. walau terkadang menyebalkan karena bicaranya sedikit tajam, ia juga sering memberikan tugas yang kelewat banyak. tapi ia sangat amat baik dan sabar. umurnya baru 22 tahun, oleh karena itu aku sering memanggilnya Sica eonni. she’s so cute~

.

“ada teman baru untuk kalian. hei, come in please” ujar Sica eonni sambil melongok ke luar kelas

.

“aaaa, kyeo!!”

“tampannya!!”

“wuuhuuu!!!”

“annyeong!!”

.

ada seorang namja masuk ke dalam kelas, dan langsung membuat heboh.

ia sangat manlier~

.

“annyeong, cho neun Shim Changmin imnida, bangapseumnida”

.

“annyeong changmin!!” ujar kami semangat menyambut murid baru itu, dan aku merasa wajahnya tak asing. tapi aku hanya flat memandangnya

.

“kau duduk di samping Key ya” ujar Sica eonni sambil melirik ke arah key

“hmm, maaf, Key yang mana??” tanyanya tegas, dan kami semua spontan tertawa. lalu ia tersenyum manis

“a-yo, cho neun Key imnida!!” ujar key mengacungkan tangan, lalu changmin mendekat ke arah key “silahkan duduk changmin”

.

sebelum duduk, ia sempat tersenyum ke arahku.

senyumnya tak asing.

nuguaeyo geu namja??

.

**lunch break**

“padie-ya!! kemari sebentar” Key menyuruhku ke tempatnya lalu aku mendekat dengan wajah flat “changmin ini Nara, jika kau butuh apa-apa dan aku sedang tak ada, kau bisa datang padanya” ujar Key sambil menepuk bahuku

“ha?” maksudnya apa sih

“you know what i mean, uri padlock” ujar key sambil menepuk keras kepalaku, dan changmin tertawa. aku tersenyum menatapnya

“annyeong, cho neun Cho Nara imnida~” sapaku ramah padanya. ia tersenyum manis padaku

.

“Cho Nara, Cho Kyuhyun dongsaengie, right??” ujar changmin tegas dan aku sangat shock

“kau tau Kyuhyun oppa??” tanyaku penasaran, karena tidak ada yang mengenal Kyuhyun oppa disini

“tentu saja~”

“kau siapanya Kyuhyun hyung??” tanya Key tiba-tiba. padahal ia tak tau apa-apa tentang oppa

.

“long time no see, you change a lot, cho Nara-ya” ujarnya sambil menunjukkan photo masa kecilku dengan kyu oppa, dan seorang namja “masih ingat ini?”

.

“hmm, aniya. tapi photo ini sudah lama sekali” ujarku sedih sambil memandang photo ini. photo itu saat aku dan kyuhyun masih bersama. walaupun tak berselang lama ia pergi selamanya

.

“changmin ini photo apa??” tanya Key pada changmin

“photo itu di ambil sekitar 1 minggu sebelum Kyuhyun meninggal kan” ujarnya mantab, dan key makin bengong menatapku “setelah Kyuhyun meninggal, kalian langsung pindah. kami benar-benar lost contact dengan kalian belasan tahun”

“kau mengenal padie??”

“kami bertetangga saat kecil dulu. dan aku adalah sahabat Kyuhyun”

“,,,,,,,”

.

tak mudah mengingat hal yang terjadi begitu lama. terlalu rumit otakku bekerja. aku sering sulit mengingat apapun akhir-akhir ini. harus seperti ini lagi

.

KEY

murid baru ini mengatakan ia mengenal Kyuhyun hyung. oppa dari sahabatku yang bahkan aku tak pernah mendengar Nara sering menyebut oppanya itu dalam topik pembicaraan kami. ia pasti akan menangis jika aku singgung Kyuhyun hyung. oleh karena itu Kyuhyun hyung tak pernah masuk list obrolanku dan aku tak pernah bertanya siapa dan kenapa Kyuhyun hyung meninggal. karena aku menunggu janjinya untuk bicara

.

“Padie, kau ingat tidak??” tanyaku padanya, dan ia tetap diam. aku menatap changmin yang mulai berwajah pasrah. aku menepuk bahu changmin “changmin, lebih baik pelan-pelan membuatnya ingat. ia sering sakit kepala, dan,,,,”

.

“CHANGMINIE!!!” ujar nara tiba-tiba “uri oppa, Shim Changmin!!!” changmin tersenyum dan menarik Nara dari genggamanku lalu memeluknya begitu erat

.

**deg*deg*deg**

.

“akhirnya kau ingat!!” seru changmin dan Nara mengangguk “aigoo, paboya! bogoshipoyo” seru changmin hingga satu kelas melihat ke arah kami. aku tak tau apa yang mereka bicarakan. aku hanya mendengar Nara menceritakan tabrakan yang membuat ia koma saat menolongku dulu, dan juga tentang sakit hatinya kehilangan Kyuhyun hyung dulu. hey, kau tak pernah cerita itu padaku, bodoh~

.

NARA

Aku bertemu Changmin di Neul paran! Sungguh tidak terduga bisa bertemu dengannya setelah bertahun-tahun hampir melupakannya.

Bertemu dengannya membuka kembali kenangan Kyuhyun di hatiku. Aku bahagia bertemu dengannya, mengingat masa lalu bersamanya dan juga Kyuhyun

.

“kau apa kabarnya selama ini?” tanyaku pada changmin. Kami mengobrol berdua saja di kursi taman belakang

“aku baik-baik saja. Kau bagaimana??” jawabnya tegas. Ya aku sangat menyukai saat ia berbicara. dari kecil ia sudah sangat baik hati dan manis

“aku? ya seperti ini, minie. Melarikan diri dari bayang-bayang Kyuhyun. Kkk~” jawabku semangat

“masalah itu,,,”

“gwenchana,,, semua masih bisa ku atasi. Key menjagaku dengan baik. Hanya saja dia tak tau apa-apa”

“bukanlah dia sahabatmu??”

“biar saja~ suatu saat aku pasti katakan yang sebenarnya” aku tertawa meratapi nasib, dan Changmin mengacak-acak rambutku.

“Kyuhyun pasti bangga padamu, nara” ujar changmin. Ia lalu memelukku erat

“pastinya~” entah mengapa jantungku berdebar-debar saat Changmin memelukku. Hanya Changmin yang persis tau keadaan aku dan Kyuhyun dulu. hanya dengan ia aku bisa terlalu jujur

Aku sangat menyayanginya dulu. Setiap hari ada saja alasan agar bisa bertemu dengannya melalui Kyuhyun. Kyuhyun adalah oppa yang sangat amat baik. Hanya saja ia harus pergi tanpa aku. dan itu membuatku jatuh terungkal~

.

*FLASH BACK*

@ Daegu Int. Hospital

Room 13 – Cho Kyuhyun-ssi

“oppa, neo gwenchana?” tanyaku pada Kyuhyun. Aku melihat banyak sekali alat yang terpasang di tubuhnya. eomma bilang jangan iseng dengan alat-alat itu. bahaya

“hmm, gwenchana, nara-ya. apa kepalamu masih sakit?”

“nee, sedikit. Tapi tidak sesakit apa yang kau rasakan” Kyuhyun menepuk ringan kepalaku dan tertawa

“jangan nakal ya. turuti kata appa dan eomma. Kau harus sering membantu appa juga”

“ih itu bagianmu kyuhyun. Aku akan membantu eomma memasak, dan kami akan menunggu kalian selesai berbenah”

“hanya itu yang selalu kau lakukan~”

“kkkk~”

“hmm, apa aku akan mati duluan??”

“mati itu apa?”

“mollayo. Minggu lalu aku mendengar ucapan dokter ‘kemungkinan terburuk kyuhyun adalah mati’. Ya seperti itu. Aku hanya asal bicara. Aku pikir kau tau artinya, kau kan banyak bicara”

“hmm, mungkin mati adalah pulang ke rumah kyuhyun!!”

“ah, geurae. Tapi bukankah itu baik? Kenapa eomma menangis?”

“tak tahu,,, ah, aku hanya ingin kau cepat sehat. Jadi bisa ke rumah Changmin lagi. Kkk~”

“arasseo. Ah nara, kepalaku sakit sekali!!!”

“gwenchana??”

“gwenchana aniya, nara!! Sakit, nara, sakit!!”

“ha? a,, aku panggilkan appa dan eomma ya!!”

“iya panggilkan. Aku tiduran ya~”

“ha? Kok tiduran”

“semua terasa lebih baik jika tidur”

“okey~ chakkanmanyo”

“hey, nara~”

.

“ada apa lagi sih??”

“aku sangat amat menyayangimu”

“nado saranghae oppa. kau tidurlah”

“cepat panggil appa~”

“nee”

.

Tanpa aku sadari itu adalah saat terakhir aku bertemu dan berbicara dengan Kyuhyun. Aku belum mengerti apa arti ‘mati. Aku pikir ‘mati’ adalah pulang ke rumah. Kata eomma itu benar. Tapi Kyuhyun pulang ke rumah Tuhan, dan tidak bertemu dengan appa dan eomma lagi, dan tidak bisa makan makanan atau minuman yang enak. Kyuhyun meninggalkanku sendirian! Oppa, aku kesepian~

**FLASH BACK END**

.

KEY

** 2 weeks later **

@ Nara home

baru bertemu 2 minggu, Nara dengan Changmin sudah sangat akrab.

aku tidak cemburu, hanya sedikit aneh, dan merasa Naraku di ambil

.

“key ambilkan tas ku!!” pinta nara sambil menunjuk ranselnya

“nih,,,” aku melemparkan tasnya dan mengenai kepalanya

“aduh sakit!”

“kkkkk~”

“,,,,,,”

“padie-ya?”

“,,,,,,”

“Nara-ya??”

.

ku pikir ia hanya bercanda dan sakit biasa.

tapi ia terus menunduk, dan tangannya sedikit mencengkeram kepalanya

.

“hey, neo gwenchana??” aku langsung melepaskan cengkeraman tangannya dari kepala mungilnya

“sakit, key, sakit!!” ujarnya lirih

“aku tidak sengaja, padie-ya. mianhae~”

“bukan karena lemparan itu. kepalaku sakit~” rintihnya sambil mencengkeram bantal. ia tidak menggubrisku. namun beberapa saat kemudian ia tersenyum “aku sudah baikan sepertinya”

“kau yakin??” tanyaku

“tentu!! ayo makan fettucini” ujarnya semangat sambil berlari keluar kamar

.

“apa kau yakin kau tidak apa-apa, hey Nara”

.

aku panik bukan kepalang melihatnya merintih seperti tadi.

wajahnya pucat dan genggaman tangannya benar-benar kuat.

mungkin tadi ia benar-benar sangat sakit.

jeongmal mianhae~

.

**2 MONTHS LATER**

“Key, kepalaku sakit” sudah beberapa minggu ini, ia sudah terlalu sering mengeluh sakit kepala “kenapa pegang-pegang kepalaku??” imbuhnya sambil melepas tanganku

“bagaimana jika ke dokter??” usulku, dan ia menggeleng pelan

“gendong aku, key” pintanya lemah

“kau berat tau!!! huh” ujarku bercanda. tapi ia langsung diam dan berjalan pelan mendahuluiku “eits, ngambek yaa? aku bercanda kok. Kajja~”

“aniyaa, aku tak mau merepotkanmu, key” ujarnya ramah. entah mengapa saat-saat seperti ini membuatku sedih

“sini, aku gendong belakang” aku duduk di hadapannya, dan ia naik ke punggungku

.

*haaap*

“sudah?”

“nee~”

“kau diet ya??” gerutuku saat merasakan tubuhnya jauh lebih ringan saat terakhir aku gendong dia 3 bulan yang lalu

“waeyo? badanku lebih ringan ya? kkkk” candanya sambil memeluk leherku

“baguslah. kkkk, kajja~”

.

aku benci melihatnya sedih

aku benci melihatnya sakit

aku benci mendengarnya menangis

aku benci mendengarnya merintih

.

“jangan membuatku khawatir, Cho Nara”

.

@ Key Home

.

*tok*tok*tok*

“chakkanman”

.

*kreeeek*

“annyeong key”

“he?” namja tegap tersenyum ramah di hadapanku sekarang “ada apa??”

“besok aku harus ke aussie” ujarnya tiba-tiba

“pindah?”

“nee~”

“kau baru 2 bulan disini” gerutuku. aneh!! jika ia ingin ke aussi kenapa harus pindah ke Neul Paran??

“aku hanya ingin melihat keadaan Nara. bagaimanapun juga aku sudah menganggapnya dongsaengku sendiri” ujarnya begitu dewasa. mungkin ini yang membuat seorang Nara begitu respect ke Changmin. di samping ia adalah sahabat masa kecilnya, ia adalah pengganti Kyuhyun hyung “sekarang ia sudah tak apa-apa”

“Nara sudah tau??”

“tentu sudah tau. aku mau pamit padamu juga” ujarnya ramah

“mengenalmu, sungguh menyenangkan, changmin-ah” ia tertawa, lalu menepuk bahuku

“aku titip dongsaengku. jaga ia baik-baik. jangan biarkan ia sakit dan mengeluh kepalanya sakit, jebal”

“he?? waegeurae?”

“hanya antisipasi, Key. tolong ya”

“,,,,,,”

“bye, key”

“,,,,,”

.

perasaan apa ini?

akhir-akhir ini aku jadi bimbang pada diriku sendiri

“neo ttae mune, Nara-ya!!”

.

2 bulan telah berlalau sejak kepergian Changmin ke Aussi

Nara? ia biasa saja. tapi ia jadi sering sakit, dan tak jarang pingsan

saat pulang sekolah aku jadi sering menggendongnya

ia juga sering menahan sakit luar biasa yang bahkan aku tak mengerti ada apa dengannya

.

“Key!! Nara pingsan di koridor 1 gedung 2!!!!” seru salah satu temanku yang tadi bersama nara pamit ke ruang guru di gedung 1 “ppaliwa!!!!”

“mwo??” aku langsung berlari ke tempat nara pingsan bersama Raekyung “kenapa bisa pingsan, raekyung-ah??” tanyaku pada salah satu temanku

“kami sedang berjalan, lalu ia tiba-tiba berhenti dan memegangi kepalanya. lalu, bruuk, pingsan!!” ujar raekyung panik “wajahnya pucat”

“,,,,,”

.

**koridor**

“nara!! nara!!”

aku menepuk-nepuk pipi nara agar ia tersadar. wajahnya begitu pucat. aku menggendongnya dan berlari ke uks. hey, kenapa kau jadi sering pingsan dan mimisan??

**UKS**

“dalam seminggu ini, dia sudah 3 kali pingsan di sekolah” ujar Jonghyun saat melihat daftar pasien di uks “noona, ini tidak wajarkan?”

“sangat. ada apa dengan yeoja ini??” imbuh Seunghee noona, kepala perawat UKS sekolah yang juga noona Jonghyun hyung

“aku tak tau, mungkin ia kelelahan. kalian keluarlah, biar aku yang menjaga Nara. terima kasih atas bantuannya” ujarku sambil membungkuk

“anytime friend” jawab jonghyun hyung sambil menepuk pundakku

.

Nara, apa yang ada di otakmu sekarang? katakanlah biar aku mengetahuinya.

jika sakit, mengeluhlah padaku. biar aku bisa ikut merasakan sakitmu.

jangan biarkan aku seperti ini

.

“kau sakit apa sih?” gerutuku pada Nara yang akhir-akhir ini lemah

“ya!! hanya kelelahan, bawel deh~” bantahnya sambil terus minum susu coklat panas buatanku

.

“padie-ya,,,”

“waeyo?”

“adakah hal yang tak aku tau lagi tentangmu?” akhirnya aku keluarkan rasa penasaranku pada yeoja yang ku anggap sahabatku selama ini “adakah??”

“hah?”

“selain Kyuhyun dan Changmin tentunya?”

“,,,,,,” ia menatapku datar, lalu tersenyum ceria

“jangan tersenyum~”

“kau pikir aku menyembunyikan apa?” tanyanya balik padaku, lalu ia tertawa dan menepuk bahuku “akhir-akhir ini aku sangat sibuk. Dan kau kan tau fisikku kurang baik. Jadi ya pingsan terus” ujarnya santai

“kau yakin?”

“naega gwenchana~” ujarnya sekali lagi untuk meyakinkanku “susu coklat buatanmu cukup membuatku pulih lagi. Makanya tetap di sampingku”

.

**deg*deg*deg**

“hmm,, aku akan mencoba di sampingmu selama mungkin yang aku bisa” ujarku yakin. Aku hanya berlebihan khawatir padanya. Aku hanya mengerti kalau ia tak bisa stress ataupun banyak aktifitas dan berpikir. Fisiknya sangat jauh dari kata bagus “kau harus cepat seumbuh”

“nah gitu dong! Jangan bawel” ujarnya dengan nada sedikit tinggi

“ara, ara”

“hey Key, I’m your Padlock~”

“and I’m your Key, Padie”

“Key, aku hanya minta satu hal”

“apa?”

“dalam keadaan apapun kau harus tersenyum dan tertawa”

“kok begitu?”

“karena dengan begitu, aku tau kau pasti bahagia”

“kkk~ arasseo uri Cho Nara”

.

Sejenak aku berpikir hal yang aneh-aneh.

Tapi senyuman gadis ini membuat kekhawatiranku sirna.

Thanks Cho Nara~

.

**Few Days Later**

@ Seoul Int. Hospital

aku mendapat kabar dari Shin Raekyung kalau Nara pingsan lagi. aku langsung menuju rumah sakit dengan perasaan was-was. Yang jadi masalah adalah aku tidak di sampingnya saat ia sakit. mianhae~

.

“ah itu, ahjumma. ahjum,,,” aku mendengar pembicaraan orang tua Nara dengan dokter rumah sakit dan menghentikan panggilanku ke eomma Nara

..

“kenapa bisa kambuh lagi ssaem??”

“bukankah 1 tahun lalu anda bilang ia sudah sembuh??”

“benar, ia sudah sembuh. tapi saja tidak menyangka penyakit itu datang lagi”

“tapi ini stadium 4!! saat masih kecil dan saat terjadi kecelakaan itu hanya stadium 1, tolong jangan main-main!!!”

.

**deg*deg**

.

Kambuh? Sembuh?

Stadium 4? Penyakit?

Nara sakit apa sebenarnya?

Apa yang mereka bicarakan?

.

“uri dongsaeng bisa sembuh??”

Changmin?? bukankah ia pergi ke aussie?? kenapa ia bisa disini?

“kanker otak adalah kanker yang paling ganas. apalagi dulu ia pernah sakit dan sembuh. dan juga karena kecelakaan itu, sel kankernya aktif lagi. maaf, saya tidak yakin”

“maksudnya?”

“tolong bersiap dengan kemungkinan terburuk”

“ya!!!” changmin menggeram pada dokter itu dan hampir memukulnya

“masalah sarafnya ssaem??”

“ah, kecelakaan dulu membuat saraf di otaknya makin parah. itu yang membuat kankernya makin menjalar dan membuat keadaanya menjadi sangat buruk”

.

kanker otak? saraf otak mulai rusak?

stadium 4? eottohkke”

.

dari luar ruangan aku melihat berbagai macam kabel dan peralatan terpasang di tubuh Nara. mengapa aku sama sekali tidak tau tentang ini. mengapa semuanya menyembunyikan ini??

.

“Key,,,” seseorang menegurku

“ahjumma!! Nara?”

“,,,,,”

“ahjumma, maksudnya apa?”

“hhmmmm”

“Changmin??”

“ya seperti ia harus tau, Changmin, jelaskan kondisi Nara sejujur-jujurnya” ahjumma dan ahjussi meninggalkan kami berdua duduk di luar ruangan Nara

“,,,,,”

“jebal Changmin!!”

“Han Nara adalah tetangga masa kecilku. Dari kecil ia memiliki penyakit kanker’

ttdw

“mwo?”

“ia bahkan divonis tidak bisa melewati umur 5 tahuh. Tapi ternyata ia sukses hidup sampai detik ini”

“maksud tabrakan dan kambuh itu?”

“yaa, aku pernah dengar Nara menolong namja dan sel kankernya aktif lagi”

“bukakah tidak bisa kambuh jika sudah sembuh?”

“hahaha, sel kanker yang ada di nara adalah jenis kanker ganas”

“,,,,,,,”

“umurnya tak akan lama lagi, kau harus baik-baik padanya”

“yaa!!!!” aku menarik kerah Changmin

“percuma kau memukulku atau mungkin membunuhku. Keadaan ini sudah telak! Stadium akhir sudah telak key!!”

“,,,,,,,”

“sudahlah jangan menangis. Berdoa saja penderitaannya segera berakhir, walaupun itu berarti kita harus kehilangan Nara’

“,,,,,,,”

.

Last night in my dreams, you drew close to me

Your whispered words, your hair that brushed against my face

When I woke up from my dream, it was all too clear

That your presence was nothing but a dream

The tears in my eyes told me

.

**Few Days Later**

setiap hari aku datang ke ruanganmu. aku selalu di sampingmu sesering mungkin. walaupun matamu terbuka, pikiranmu melayang. aku berbicara apapun yang memenuhi pikiranku padamu.

tapi aku ragu kau mendengarnya. dari cahaya di balik matamu, kau mungkin melihat sesuatu. wajah ketika kau tertidur begitu tenang dan cantik. tapi aku takut melihat wajahmu yang sedang tertidur. aku takut kalau kau tidak akan membuka mata itu lagi. Nara, what can i do for you~

.

“key, bawa aku ke pantai” pinta Nara lembut. hatiku hancur mendengar suara lemahnya “hey, key”

“kau masih sakit, nanti saja kalau sudah sembuh” ujarku menolak keinginannya, ia tersenyum

.

“nanti aku bisa ke pantainya terbang. jadi tidak butuh bantuanmu, key. kkk~”

.

*deg*deg*deg*

aku ingin menangis mendengar kalimat itu. aku mengerti maksudnya ‘jika aku mati, aku bisa pergi ke pantai tanpa bantuanmu’

“jangan bicarakan itu, nara” ujarku memalingkan muka “tolong”

“jangan memalingkan mukamu saat bicara denganku, Kibum!” gerutu Nara, dan aku langsung memeluknya “jangan menangis! pria tidak boleh menangis” ujarnya tegas

“nara-ya,,”

“ayo, ke pantai! ppalli!!”

“tapi,,,,”

“Tuhan sudah mengatur umur umatnya. Sebagaimanapun kau melarangku pergi, jika Ia membawaku sebelum atau mungkin sesudahnya, kau tak bisa apa-apa. nee?”

“apa kau begitu ingin pergi?’

“aku tak ingin pergi. Aku ingin disampingmu hingga kau lulus dan menggunakan baju wisuda”

“,,,,,,”

.

Stop talking

I hate myself for knowing everything

Before you even opened your mouth

I wanted to lie and run away but

Your two eyes are telling me goodbye

.

“ayolah Kibum-ssi”

“nee~ aku siapkan baju hangatmu dulu” ujarku sambil mengambil baju hangatnya dan juga obat-obatan

“arasseo”

.

Jika Tuhan benar-benar mengambilmu saat ini aku akan melepasmu dengan senyumanku yang paling tampan. Karena aku tau, kau begitu menderita menahan sakit yang luar biasa.

Hey, Nara, thankyou~

.

@ PANTAI

“padie kau kedinginan?”

‘sudah cukup hangat”

“mau minum coklat panas?”

“ah aniya~”

.

Rasanya sakit melihatmu seperti ini,

Rasanya hancur merasakan napasmu seperti ini,

Nara, benarkan kau akan pergi?

.

“hey bodoh, jangan melamun”

“ya!! beraninya kau mengatakan aku bodoh!!”

“hhahahaha~ that’s my Key. The real Key~”

“hmm”

“ada yang mau kau tanyakan??”

“hmm, kau menyesal menolongku dulu?”

“memangnya kenapa?”

“kau jadi sakit berkepanjangan seperti ini” ujarku sambil membenahi jaketnya “ternyata pusing dan lemahnya tubuhmu karena saraf di otakmu rusak gara-gara tabrakan itu, dan sel kanker itu,,,” ia memeluk lenganku dan tersenyum

“tak apa-apa, key. aku tidak menyesal”

“sarafmu itu jadi,,,,”

“hmm, sarafku memang rusak karena aku penderita kanker”

“jusunghamnida, Nara. tanpa tau penderitaanmu selama belasan tahun ini, aku santai saja menjagamu. mianhae~”

.

Nara memelukku erat. air matanya menetes di bajuku.

tangannya terus membelai rambutku.

hatiku sakit memikirkan ini

.

“aku tidak menyesal key. aku sangat senang karena aku bisa mempunyai sahabat sepertimu. dan jangan pernah merasa aku menyesal”

“nara,,,”

“jika aku pergi nanti, tolong berjuang untuk bagianku ya”

“jangan sembarangan! apapun yang mau kau lakukan, ya lakukan sendiri. aku tetap temani”

“key, kau tau umurku sudah di ujung tanduk! terima kenyataan”

“,,,,,,,,,”

“keep moving forward, please”

“how can, Nara-ya??”

.

“saranghaeyo geudaemaneul jeo haneulmankeum. jeongmal geudaeneun naega saneun eeyu in geolyo. geudaereul aju mani geudael michidorok anajugo shipeo. ajik mani ppareungeojyo geureongeojyo”

**I love you only, as much as the sky. You truly are the reason I live

I really, really, I want to hug you like crazy. We’re still going too fast, right?**

.

“geuman marhe, nara-ya”

“kan aku hanya menyanyi, Key”

“,,,,,,”

“Almighty Key, please”

“jangan lagu itu~”

“aku suka lagu itu!!”

“terserahmu saja”

.

“sekarang bernyanyilah untukku”

“kau masih sempat memintaku bernyanyi, hah??”

“kkkk~ just do it”

“shireo!!”

“untuk terakhir kalinya aku mendengar suaramu Key”

“berhenti bicara seperti itu!!!”

“hanya jika kau menyanyikan lagu kesukaanku itu~”

“tapi,,,”

“I’m waiting~”

.

“Naega saranghaetdeon geu ireum

Bulleoboryeo nagalsurok neomu meoleojyeotdeon

Neol saranghal su bakkae eopseotdeon

Geu naleul ijaen alajweoyo

Naega saranghaetdeon geu ireum

Bulleoboryeo nagalsurok neomu meoleojyeotdeon”

**That name I loved. Became too distant as I went out to call it. I now write that name down. I’m on the verge of tears. I want to hide within myself. Remember that day now. Where all I could do was love you. Because an unachievable love is still love**

.

aku tidak mendengar suara nara dan tidak merasakan gerakan sedikitpun di tubuh Nara.\

saat itu aku sadar, ia telah pergi dari sisiku selamanya

.

“na,,ra,,,”

ia menutup matanya dan tersenyum manis.

ia sudah pergi selamanya

.

“tidurlah dengan tenang” aku menangis dan memeluknya.

hatiku hancur tapi aku harus tegar

.

“everynight before i sleep, i thank the lord of giving me another day so i can be with you. cause i never seen a face so beautiful in every way, i can’t believe so i can be with you”

.

tidurlah dengan tenang, sahabatku tersayang, Cho Nara.

sampaikan salamku pada oppamu, Cho Kyuhyun.

lindungi dan tunggu aku di atas sana ya

**FLASHBACK END**

.

.

tepat 1 tahun yang lalu kau pergi dari hidupku selamanya.

tanpa tau bahwa sejak saat kau menolongku sampai detik ini, aku sudah sangat amat mencintaimu. bahkan aku sudah tak tau seberapa besar cintaku untukmu.

dan sungguh terlambat bagiku menyadarinya.

bagaimana bisa aku tanpamu?

.

“key!!!”

“changmin-ah, kau baru datang”

“pesawatku delayed 2 jam tadi”

“mau tabur bunga??”

“ah gomawo. hey, Nara, sampaikan salamku pada Kyuhyun yaa” ujar Changmin begitu gentle. Ternyata Hara adalah cinta pertama Changmin, begitu juga Nara. hanya saja mereka masih terlalu kecil untuk menyadarinya

.

“changmin,,,”

“waeyo?”

“,,,,,,,,”

“yeoja itu mencintaimu. walau ia harus menutupi sakit luar biasa di depanmu, ia tak merasa menyesal. daebak”

“,,,,,,,”

“ah aku harus menjemput raekyung. aku duluan ya, key”

“nee~”

,

Changmin menjalin hubungan dengan Raekyung, teman dekat Nara.

ya memang baru 3 bulan, tapi mereka begitu bahagia dengan hubungan mereka.

kau tau, semuanya bahagia dengan cara mereka masing-masing.

begitu juga denganku. bahagia karena mencintaimu~

.

“hey key!!!”

“wae?”

“terima ini”

.

*pluk*

.

“IPod Nara??”

“dengarkan saja”

“ini untukku?”

“ia menyuruhku memberikannya padamu setelah 1 tahun kepergiannya”

“ha?”

“ia memaketkan itu beberapa jam sebelum ia meninggal, di bantu suster rumah sakit. aku menerimanya 3 hari setelah kepergiannya”

“hmm, gamsahamnida”

“oh iya, cek recording-nya!”

“nee~”

.

setelah changmin pergi aku mengecek IPod milik nara sambil berjalan pulang.

wallpapernya tetap KeyNara 1 tahun yang lalu, dan tulisannya tetap Key’s Padlock.

rasanya ingin menangis, tapi aku tau ia pasti marah jika aku terus menangis

.

“apa maksudnya mengirim ini??”

ku geser-geser file yang ada di IPodnya. masih banyak foto dan video yang dulu. membuatku makin merindukannya. video-video bodoh ketika musim gugur 3 tahun lalu, dan juga photo-photo sesaat sebelum ia pergi selamanya

.

—-

*record 1*

Hey, Kibum. aku tak tau bisa bertahan sampai kapan. sakit ini terus menarikku selama bertahun-tahun. sel kanker yang sudah hilang tiba-tiba aktif lagi karena kecelakaan itu. tapi sungguh percayalah, aku tidak menyesal menolongmu. karena aku merasa, aku mendapatkan kembali kasih sayang dari seorang kakak. gamsahamnida, uri key

—-

.

aku juga tidak menyesal mengenalmu, Cho Nara

but I miss you this much

.

—-

**record 2**

Saranghaeyo geudaemaneul jeo haneulmankeum

(I love you only, as much as the sky)

Jeongmal geudaeneun naega saneun eeyu in geolyo

(You truly are the reason I live)

Geudaereul aju mani geudael michidorok anajugo shipeo

(I really, really, I want to hug you like crazy)

Ajik mani ppareungeojyo geureongeojyo

(We’re still going too fast, right?)

—-

.

Nara, bisakah kau kembali sebentar saja?

Aku ingin memelukmu sekali-lagi

.

—-

**record 3**

“Key, i understand it clearly now. whatever happens to me, i’ll still be me. so i won’t be afraid any longer. with what life i  have left, i will go on living my life to the utmost until the end. Being next to you and your smile, i can go on living my life with pride. I Love You, KEY”

—-

.

tanpa terasa aku meneteskan air mata.

din’t you know that you would hurting Key’s heart if you said a such things like this din’t you

.

—-

**record 4**

“eheemm, aku mau bercerita hal yang tak kau tau. aku mau melunasi janjiku, bercerita tentangku dan Kyuhyun oppa. Kyuhyun dan aku sebenarnya kembar, tapi beda ovum. dari kecil kami divonis kanker otak. saat 3 tahun aku divonis stadium 1, tapi Kyuhyun sudah mendekati stadium 3. fisik kami bermasalah, tapi ternyata Kyuhyun jauh lebih parah dan tidak bisa bertahan. ia meninggal lebih dulu. bertahun-tahun appa dan eomma mencari dokter untuk menyembuhkanku, dan syukurlah aku sudah sembuh total. dan beberapa minggu kemudian, aku menolongmu dari kecelakaan itu. lalu sel kanker itu hidup lagi, perlahan tapi pasti sampai detik terakhirku. dan saat ini sudah stadium 4. aku bisa bertahan selama ini juga karena kau, Key. terima kasih atas perhatian tak terbatas. i love you, my Key”

—-

.

nae ttae munae!!

jika ia tak menolongku, pasti sel kankernya tak akan aktif lagi, dan ia akan terus hidup.

Nara hebat sekali kau bertahan bertahun-tahun dengan sakit seperti itu.

maafkan aku yang tak tau apa-apa.

terima kasih~

.

—-

**recording 5**

“di saat tertidur, aku merasa kau menyanyi untukku. itu membuat terlelap. kau harus terus menjalani hidupmu, key. berjuang untuk bagianku juga. belajar dan kuliah di Seoul national University seperti rencana kita. mungkin aku tidak bisa ke tempat itu. hanya kau yang ku andalkan, key. ganbatte ne. i really love. please, don’t forget our memories. thanks”

—-

.

you know everything about me

n’either I, Nara~

.

—-

**record 6**

Key, aku ingin kau selalu tertawa. Karena jika kau tertawa, aku mengerti kau pasti bahagia. Karena hanya dengan melihat kau tertawa, aku bisa bahagia. Semangat!!

—-

.

“at least i know your heart”

aku menangis mendengar semuanya.

aku kalah, dan sepertinya dari awal sudah kalah.

bagaimana bisa aku berjuang untuk bagianmu? semangatku adalah dirimu.

jika kau tak ada, tak mudah bagiku untuk hidup seperti yang kau minta

.

“Cho Nara, you’re my Padlock forever”

.

“however, i’m realizing as time goes by,

that I can’t be without you.

what if we were a litle more mature back then?

what if we knew what would happen now back then?

kept having endless regrets,

and had to withold that trougt  because i didn’t have courage to cope with.

one year had passed like that”

(Onew ft Jessica – One Year later)

.

—-

**record 7**

Ya!! Kim Kibum!! Hwaiting!!!

—-

.

I know that i lack a lot of things. that’s why, i decided to try hard and not to think you.

Recently. thoughts of you just fill my head. but Nara, you’re still Key’s Padlock.

Thanks for stay so long in my side.

hope you’ll be happy there, and please promise me that you won’t leave me in our next life.

i won’t pass you anymore, and i promise to not let you down.

Gamsahamnida uri padie~

2 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s