[FF] HE’S MY BABY


Main Cast:

  • Yong Nara

Support Cast:

  • All Member BEAST (Hyunseung, Doojoong, Junhyung, Yoseob, Dongwoon, Gikwang)
  • Go Eunsya

Type: Oneshoot

Genre: Friendship, Romance

Rate: AG (All Age)

Author: Nana (@keiichiro_nana)

.

——————————–

“Baby Don’t Talk To Me, I’m Trying To Let Go. Not Loving Is Harder Than You Know”

.

kalimat terakhirku sebelum aku benar-benar meninggalkannya saat itu.

dulu aku merasa sangat bodoh melepas Joon. namun sekarang aku mengerti bahwa ini adalah takdir kami.  ia bahagia dengan hidupnya, dan aku sudah bahagia dengan caraku

.

**FLASHBACK**

* 2 YEARS AGO *

.

“ku mohon! tunggu kita lulus sekolah” ujar DooJoon kepadaku

“tuk apa?” tanyaku pelan

“menikah!” jawabnya tegas

“……” aku terdiam membisu di pojok

“kau mau kan?” tanyanya tiba-tiba yang membuatku tak sanggup menahan air mata. tentu saja. sangat amat mencintaimu, Joon. tapi aku tak bisa, ah aniya, tak boleh

“mianhae! aku tidak bisa” jawabku bohong dengan ekspresi datar

“bohong! bohong!” Joon memelukku erat. hangat tubuh ini mungkin tak bisa ku rasakan lagi setelah aku melepasnya. aku mengendurkan pelukannya & sedikit menjauh “waeyo?”

“kau harus menurut appa & eomma-mu. kau harus belajar mencintainya” pintaku tegas pada DooJoon

“tak bisa~” untuk pertama kali aku menatap matanya yang berurai air mata. aku cepat-cepat membalikan tubuhku, tak ingin melihatnya

“kau harus! itulah takdirmu” ujarku “kau harus menjaganya”

.

**Backsound: Say No (BEAST)**

.

**ceetttaaarrr**

.

hujan membasahi kami. Tuhan mengerti betapa aku sangat mencintainya.

mungkin ini alasan hujan turun,agar ia tidak tau jika hatiku menangis.

aku harus cepat pergi darinya. cepat melupakannya, agar ia bersama yeoja itu, dan bahagia !!

ya bahagia

.

“nara! aku mau kau jawab satu hal!”

“,,,,,,,”

“bagaimana caranya aku bahagia tanpamu?”

.

*deg*deg*

“itu urusanmu. i hope you’ll be happy without me. thanks for everything. bye~” ujarku singkat. aku berlari menjauhi DooJoon di tengah hujan tak peduli sekeras apapun suaranya memanggilku kembali. karena aku tak akan pernah kembali kepadamu

.

sebenarnya aku tak tau bagimana caranya bahagia tanpamu.

kau adalah bahagiaku, dan tanpamu aku tak tau bagaimana hidupku bisa bahagia.

jadi jangan tanyakan padaku bagaimana bahagia

.

“it came over me in a rush. when i realize that i love you so much!”

.

“aaarrrrgggghhh!!!” aku terduduk dan berteriak di tengah jalan sepi. hatiku sakit, tapi aku tak bisa dan tak tau cara mengobatinya. ku pejamkan mata sebentar agar aku bisa bangkit lagi.

even if it hurt me so much, but life must go on

.

**Backsound : No (Yoseob)**

.

**4 days Later**

ku merasa mataku terpejam terlalu lama. ku coba membuka mata, rasanya berat sekali.

samar-samar ku lihat putih dimana-mana.

ku buka mata & ku lihat langit putih

.

“apakah aku sudah mati ya?” bathinku melihat sekelilingku yang begitu asing

.

“kau sudah sadar?” tanya seseorang padaku

“…….” aku masih diam, masih menatap langit-langit dan merasa aneh

“akhirnya kau bangun juga setelah 4 hari tidur!!” imbuhnya lagi

“ha?” tanyaku pelan

“kau mengapa tidur di jalan begitu?” tanya seseorang yang lain

“tak mungkin tidur! babo!” bentak seseorang yang lain lagi, terlalu berisik, dan akhirnya ku buka mataku penuh

.

ada 3 namja tersenyum padaku, dan 1 namja begitu datar menatapku

“nuguseyo? aku dimana?” tanyaku pada salah satu di antara mereka.

namja di sebelah kiriku menepuk pundakku

.

“cho neun Lee Gikwang”

“cho neun Yang Yoseob”

“cho neun Jang Hyunseung”

“cho neun Son Dongwoon”

.

“mengapa aku disini?” tanyaku pada namja yang bernama Hyunseung

“pingsan” jawab Hyunseung dengan wajah datar

“mwo?” pingsan? aku bingung & masih berpikir sedikit-demi sedikit

“kau tergeletak di jalan. aku kira kau mati waktu itu!” seru namja yg bernama Yoseob.

“matamu itu! putih semua!” imbuh namja yg bernama dongwoon. lalu mataku tertuju pada namja yg bernama gikwang

“waeyo?” tanyanya singkat lalu tersenyum

“aniyo. ah, sungguh terima kasih telah menolongku tadi. jika kalian tak ada mungkin aku…..” belum sempat aku melanjutkan omonganku, Hyunseung membekap mulutku & merebahkanku lagi

“istirahatlah” ucap Hyunseung

“benar, cepat sembuh ya” imbuh Yoseob, lalu mereka meninggalkanku sendiri di ruang ini

“Gikwang, Yoseob, Dongwoon, Hyunseung? Hyunseung itu tak bisakah tersenyum sedikit untukku?” gerutuku lalu memukul-mukul bantal karena kesal “tapi terima kasih untukmu”

.

*** 3 Days Later ***

hari ini aku sudah boleh keluar dari rumah sakit.

Yoseob & Gikwang menjemputku, tanpa Hyunseung

.

“chukkae, snowy” ujar Yoseob.

.

 yah, selama beberapa hari ini, mereka memanggilku snowy. mereka menemukanku saat salju turun, begitulah cerita Yoseob 3 hari yang lalu. ketika di tanya namaku, yang kulakukan hanya menunduk dan diam. sejak itu mereka tak pernah menanyakan namaku dan memilih memanggilku snowy. ku membungkukkan tubuhku lalu tersenyum “cho neun Nara imnida”

“he?”

“,,,,,”

“kalian tak penasaran namaku??” lalu yoseob mendekatiku dan tersenyum “Yong Nara imnida”

“namamu bagus sekali, snowy! ah, i mean Nara” ralat Yoseob.

.

aku sangat berterimakasih pada namja ini. dia yang berusaha keras  membuatku semangat & tersenyum selama di rumah sakit. dia yang membuatku tertawa disaat hatiku hancur memikirkan seorang doojoon

“ah, gwenchana, seobi” apakah dia mencariku? berusaha mengubungiku? merindukanku? gikwang menatapku sedih “,,,,,,”

“rumahmu dimana??” tanya Hyunseung tiba-tiba

“ah, kau sudah datang” ujar Gikwang yg langsung menghampiri Hyunseung dengan membawa tas berisi baju-baju baruku dari mereka. untuk ukuran laki-laki mereka sangat hebat dalam memilih baju-baju perempuan, amazing. aku mungkin tak bisa memilih atau memadupadankannya

“dimana?” tanya Hyunseung mengulangi pertanyaannya

“……..” aku hanya diam lalu menggeleng. aku tak ingin pulang, aku tak ingin pulang

“hmm, bagaimana kau tinggal bersama kami?” seru Yoseob senang. Gikwang tersenyum & mengangguk tanda setuju. Hyunseung hanya diam & masih menatapku dengan tatapan tajamnya

“ayolah! masih ada kamar kosong” bujuk Gikwang. Hyunseung keluar ruangan dengan merebut tas yg tadinya di bawa Gikwang

“great!!” ucap Yoseob senang. ia berlari ke arahku lalu memelukku erat. rasanya senang bila ia memelukku, seperti di peluk Junhyung oppa. miss you oppa, hope you’ll always happy there. wish me luck here, oppa

“kajja!” Gikwang menggandeng tanganku. seperti ada yg kurang? apa ya?? ah, sudahlah

.

dan kehidupanku di rumah mereka sangat menyenangkan, di tambah lagi pas liburan sekolah. 3 bulan sudah aku bersama mereka. setiap hari dan setiap saat selalu bersama. they are really amazing boy. Gikwang & Yoseob benar-benar memperlakukanku seperti adik mereka. sedangkan Hyunseung tak pernah mau berbicara banyak. tatapannya datar & selalu berteriak bila menyuruhku, apa aku pembantu!!!

“Nara!! ambil lap!”

“yaa!! sedang apa di kamarku? keluar”

“pergi ambil laundry!!”

“cepat buatkan ramen!”

“bajuku sekalian cucikan!”

“babo yeoja!!”

“hey bodoh, pergi sana!!”

.

*ngoook*

semua perkataannya selalu dengan nada menyuruh & membentak. jarang dengan suara pelan atau halus spt Yoseob & Gikwang. jika seperti itu aku hanya diam dan menyumpal kupingku dengan headphone milik Gikwang lalu bergoyang atau sambil memasak. Gikwang dan Yoseob hanya bisa tertawa melihat tingkahku saat mengabaikan hyunseung yang sudah mulai berasap (?) tapi seperti ada yang kurang. apa yaa

.

“hei” tegur yoseob dan aku tersenyum “senyummu kenapa?”

“ha?”

“jangan hanya ‘ha’ nara” imbuh yoseob “jangan di paksakan senyum seperti tadi”

“,,,,,,,,,”

“ada apa??” tanya Gikwang sambil memelukku dari belakang

“aku mau pulang oppa” Gikwang melepaskan pelukannya & menatapku kaget

.

*pryaaang*

“Hyung?” seru Yoseob. hyunseung oppa menjatuhkan piring makan “hyungnim gwenchana?” kami semua berlari ke arah Hyunseung oppa. tangannya berdarah, aku panik

“oppa??” tanyaku khawatir sambil menyentuh tangannya yg berdarah “gwencha,,,”

“lepas!!” bentak Hyunseung oppa, lalu hyunseung oppa keluar rumah dengan membanting pintu “jangan sentuh aku! bodoh”

.

**jeegeerr**

Gikwang langsung terdiam, Yoseob membereskan pecahan piring sambil mengerutu dan aku? aku menatap kepergiannya

“hey?” tanya Yoseob sedih “yakin mau pulang?”

“maaf. aku punya rumah sebenarnya. namun aku sedang tak ingin pulang” aku menangis, lalu yoseob menghampiri & memelukku erat

“aku tau kau pasti punya rumah” ucap Yoseob “right?”

“ha??” tanyaku heran

“ya! Nara! bagaimana mungkin yeoja yang tak punya rumah mempunyai ponsel IPhone terbaru, berpakaian bagus, rambut yang indah, dan kulit bersih terawatt? kau pasti ada masalah saat itu hingga kau memutuskan untuk melarikan diri dan menghindar selama ini!” ujar Gikwang sambil menoyor kepalaku. lalu aku tersenyum karena ya itu semua benar. tak ada yang kurang

“maaf, 3 bulan ini merepotkan kalian” aku membungkuk berterima kasih lalu yoseob mendirikanku

“aniyoo, nara-ya. hyung sudah mengizinkanmu tinggal disini, itu keajaiban” ujar Gikwang

“,,,,,,” tanyaku bingung

“hyung tak pernah mau banyak bicara, atau bahkan membantu seorang yeoja walaupun yeoja itu hampir sekarat, pernah kejadian soalnya” ujar Yoseob “ dan saat melihatmu pingsan, hyunglah yg mengangkatmu ke mobil & masuk ke ruang perawatan dengan tangannya sendiri. merawatmu ketika kau koma, dan menjagamu malam hari” imbuhnya lagi sambil menepuk pelan kepalaku

“lalu?” tanyaku pelan

“,,,,,,” ujar yoseob sambil menepuk pelan keningnya

“mungkin dia menyukaimu, nara” jelas Gikwang yang langsung membuatku terdiam “photomu dengan DooJoon masih kau pegang. hyung sedikit cemburu sebenarnya. hahaha” Hyunseung menyukaiku? apakah aku mimpi. dasar namja aneh !

.

** Backsound: Mystery (BEAST)**

.

“ah!! bagaimana??” omo? tau dari mana mereka tentang DooJoon? photo? jangan-jangan. aku mengambil tasku & membuka susunan photoku dengan DooJoon. aku langsung memeluk tas jinjingku

“maaf ya, kami penasaran saat kau sakit. DooJoon, DooJoon, begitu” ujar seorang namja asing yg tiba2 masuk rumah & berbicara denganku

“akhirnya pulang juga” yoseob berhighfive dengan namja ini, termasuk Gikwang

“nuguseyo?” tanyaku pelan

“nugu? sudah, jangan bercanda. wah, kamu sudah sehat sekarang” jigeum? masih bingung aku menatap namja ini. apa dia tau aku sebelumnya??

“ah, dia tak mengingatku, hyung” ucap namja ini. rautnya terlihat sedih. astaga. Apa yg aku lupakan saat di Rumah Sakit “aish~ gwenchana” imbuhnya

.

dia mendekatkan wajahnya ke wajahku, dan aku terus berpikir siapa namja tampan ini.

.

“kau sungguh tak ingat dia?”

“mollayo”

“aduh~”

“sudahlah hyung, gwenchana”

“apa yang aku lupakan?”

“sudah tak usah di paksa. gwenchana snowy”

.

ia tau namaku,

dan tatapannya seperti seseorang,

aku diam menatap namja ini

1menit, 2menit, dan shock

.

“ah, aku ingat! dongwon-ah!”ujarku cepat. ya dia adalah salah satu yg menolongku, tapi saat menjemputku dia tak datang. jadi aku lupa. ternyata dia yang aku lupakan

“syukurlah!!” dia memelukku dan tersenyum “kau sudah jauh lebih baik”

“nee” lalu aku ambil tasku, dan bersiap pulang ke apartementku

“mwo? mau kemana?” tanya dongwon

“pulang” jawabku singkat

“……….” semua terdiam memandangku “apa harus?”

“nee, aku harus segera pulang”

“,,,,,,,,”

“sunggguh terima kasih telah menolong dan menjagaku. maaf merepotkan” aku membungkuk memberi salam

“gwenchana” ujar yoseob dengan tatapan sedih “mainlah jika ada waktu”

“kau yakin?” tanya dongwoon

“yes. i have to go right now. thanks” ujarku sambil memeluk Dongwon. aku mengangkat tasku lalu berjalan ke arah pintu

“jangan lupakan kami” ujar Gikwang sambil terus menepuk bahuku “sering mengabari ya”

.

“sudah, sampai sini saja. tolong katakan pada Hyunseung oppa ‘thankyou so much’. bye~” aku melangkahkan kaki dengan berat hati. sesekali ku tengok mereka, yoseob terus melambai-lambaikan tangan, dongwoon dan Gikwang tersenyum dengan senyuman khasnya

.

aku pergi meninggalkan mereka yg baik padaku. tanpa alamat, tanpa nomor yang bisa di hubungi, tanpa salam perjumpaan lagi. mencoba melangkah di kehidupan baruku. tanpa merepotkan siapapun lagi. harus

.

“so goodbye, don’t cry and smile

.

ya, setelah beberapa bulan tak ada kabar, akhirnya aku pulang ke apartement. hari ini Junhyung oppa pulang dari Aussie. dan sekarang ia menunggu di luar, oleh karena itu aku pulang. ku ceritakan semua padanya, dan aku pun menangis. Junhyung oppa memelukku, lalu ia berkata kalimat kesukaanku

“jadilah wanita tegar! wanita yang mampu tersenyum melihat orang yang ia cintai pergi demi kebahagiaannya”

you are my best oppa. love you, oppa.

.

** 4 Months Later **

Doojoon mengunjungiku dengan tunangannya,

ia tersenyum dan sejak saat itu aku mengerti sekarang hatiku sudah tidak utuh lagi

tunangannya sangat sempurna, itu menurutku

dan kami melalui hari seoerti biasa. Hanya saja dia bukan milikku lagi

.

“yaa! kajja” ujar Junhyung oppa

“ne, chakkanman!” jawabku

.

*tiiin*tiiin*tiiin*

“don’t wasting my time, babo yeoja!!!” teriak DooJoon dari arah luar sambil membunyikan klakson mobil barunya

“oppa!” gerutu Eunsya. ya yeoja itu bernama Go Eunsya, yeoja yang di jodohkan dengan DooJoon. yeoja yang ternyata sangat baik, ramah, cantik, dan pintar. aku baru bertemu dengannya bulan lalu

“gomawoyo, uri EunSya” aku berlari memeluk Eunsya. ia berteman denganku, dan aku mulai menceritakan semua tentang Doojoon, dan hebatnya ia bisa terima masa lalunya. jika aku jadi Eunsya dan tau semuanya dari mantan Doojoon pasti merasa sedih, marah, dan ya seperti itu

.

** 3 Weeks Later**

sejak saat itu aku mampu berhadapan dengan DooJoon & Eunsya. Eunsya tau masa laluku, dan ternyata ku kalah. DooJoon pun sekarang sudah membuka hati tuk Eunysa.

dan aku ? masih dalam hati yg bimbang “apakah Hyunseung oppa menyukaiku? apakah ia akan mencariku? benarkah hatinya untukku?”

.

“Nara-ssi, waeyo?” tanya Eunsya

“ah, aniyo, gwenchana” ujarku. lalu ia menundukkan kepalanya

“hmm, i will not give DooJoon up to you again, Nara-ssi” ujarnya takut-takut

“eh?” aku kaget dan memandangnya heran

“…..” dia diam, lalu aku tersenyum & memeluknya erat

“Eunsya, Yoon Doojoon adalah takdirmu. walaupun aku dan dia pernah satu, tapi sekarang hanya kau yang berhak disisinya” dia tersenyum malu mendengar apa yg aku katakan. ya sekarang hatiku bukan milik Joon lagi, tapi Hyunseung oppa

Hyunseung Oppa, I Miss You

.

The day I first saw you

The day the first snow fell

I was so nervous like the white snow

Wondering if I’ll run into you

What do I do with my heart that is trembling by just the thought of it?

I really don’t know what love is

.

Fly to who you are

Climb upon your star

You believe you’ll find your wings

Fly to your heart

.

** 2 Weeks Later **

aku di terima sebagai salah satu mahasiswi teladan di Chun An, hebat kan?

 sudah 5 bulan ini aku lost contact dengan mereka.

terkadang berharap bertemu, dan memeluk mereka. tapi,,,

.

@ Chun An University

ini adalah hari ke 7 aku menjadi mahasiswi Universitas ChunAn. Eunsya, DooJoon, & Junhyung oppa sudah seminggu ini selalu mengantarku & memberi semangat. walaupun aku dan DJ sudah tak ada hubungan, kami tetap bersahabat dengan sangat baik. bahkan dia sering menganiayaku bersama Junppa, tapi Eunsya selalu membelaku ‘matilah kalian!!’

.

**brruuukk**

“aww” aku menubruk segerombolan orang

“ya! kau punya mata tidak!! gunakan!” bentak salah satu dari mereka dengan nada tinggi

“ah, mianhae. mwo??” ku dongakan kepalaku untuk melihat siapa yang aku tubruk, dan aku shock

.

“ah!! tto?”

“snowy?”

“nara?”

“kau??”

.

“Hyunseung oppa??” ujarku dalam hati

“jeongmal bogoshipo!!” Yoseob oppa & Dongwoon oppa langsung memelukku tanpa ampun. aku pun membalas peluk mereka, tak perduli satu lorong memandangku aneh, ah tidak, benci mungkin. karena ternyata mereka terkenal di kampus, ya mungkin saja.

“kabar baik??” tanya Gikwang

“iiiyyyaaa” ujarku dengan nada aneh karena seobi oppa mencubit-cubit pipiku yg chubby

“hahaha. aku rindu senyummu. rumah sangat sepi tanpamu. tak ada yg datang kepadaku malam2 hanya tuk di temani sampai terlelap, dan tak ada lagi yg merawat headphoneku itu” ujar Gikwang sambil mengacak-acak rambutku. aku jadi merindukan semua hal dari mereka

“Seungppa, gwenchana??” tanyaku pada Hyun oppa yg sedari tadi melihat kami tanpa ekspresi

“hmm!” jawabnya singkat. aku memandangnya 1 detik, 2 detik, dan di detik ke 3 aku memeluknya

“bogoshipo” ujarku. Gikwang, Yoseob, dan Dongwoon oppa terlihat shock. Hyun oppa tak membalas pelukku. tak lama kemudian aku melepaskan pelukanku

“senyum?” Seungppa tersenyum, tersenyum lebar padaku, manis sekali senyumnya “that’s cute”

.

“mwo? hyunppa senyum”

“ah, masa?”

“ish”

“tampannya Seungppa!!”

“yeoja itu yg membuat Seungppa tersenyum”

“mana mungkin!!”

“dia cantik!”

“siapa gadis itu?”

“sok cantik!!”

“dasar!”

“ah manisnya Hyunseung”

.

bertubi-tubi kalimat pujian dan makian terlontar untukku dari semua orang yg melihat kami berpelukan. terserah kalian!!

.

“wah, kau tampan jika tersenyum!” ujarku meledek Hyunseung oppa. lalu dia menatapku tajam, dan aku langsung mengalihkan mataku ke yg lain “uupppsss”

“kajja!!!” Yoseob menggandengku dari hapadan Hyunseung “mau makan ap,,,”

“yaa!!” Hyunseung oppa menarikku lagi ke arahnya

“waeyo?” tanya Gikwang dengan senyuman liciknya

“ah, aniyo!” hyunseung langsung mendorongku hingga keseimbanganku goyah. untung langsung di tangkap dongwoon, jika tidak aku pasti tersungkur dahsyat. lengan kiriku di rangkul Yoseob & kanan di rangkul Dongwoon, ada Gikwang juga di belakangku yang selalu menjagaku. aigoo, senangnya. rindu di perlakukan istimewa. tapi ia tidak pernah memperlakukanku dengan baik

“oppa kajja” aku menoleh & memanggil hyunseung, lalu dia mendahului kami tanpa ekspresi lagi

“apa dia manusia?” tanyaku pada Gikwang

“bhahahaaha” Dongwoon tertawa

“waeyo?” tanyaku

“ah, aniyo, kajja” imbuh Gikwang

“Hyunseung oppa!! chakkanman!” teriakku yg terdengar di seluruh lorong. dia terus berjalan jauh di depan kami tanpa berbalik

“hyung chua aniya??” tanya yoseob padaku

“mwo? ah, aniyo, ah ne. ah, molla” ujarku bingung

“apa kau sedang dalam masa labilisasi, nara-ya” tanya dongwoon oppa innocent

“labilisasi? aniyo” elakku menutupi hati. aku saja bingung dengan sikapnya. menyukai seseorang setelah melupakan seseorang ternyata memang sangat sulit

.

hari ini dan seterusnya akan ada 4 bodyguard yg akan menjagaku.

mulai dari mengajariku pelajaran, mengajariku berbohong ke seonsangnim, mengajariku menyanyi, dan semuanya

.

Things that I couldn’t tell you

My heart that trembles in front of you

It’s because I like you so much

Again I think about you all day

This isn’t the first or twice

You really wouldn’t know

.

**Few Months Later**

.

*bruk*bruk*bruk*

“Nara!!” panggil yoseob dengan wajah paniknya “kau itu pacaran dengan hyung tidak sih?”

“ha?” aku shock mendengar ucapannya “memangnya kenapa?”

“hyung,, hyung,, mencium bibir seorang gadis. photo ini tertempel di mading lorong 3” ujar yoseob. aku shock melihat photo itu. aku bukan kekasihnya, bukan temannya, bukan seseorang yang berarti di matanya. tapi, tapi, ia orang yang sangat berarti di hidupku

“mintalah penjelasan!!!” yoseob menarikku. tapi aku tarik kembali tangannya “waeyo?”

“aku bukan kekasihnya, bukan temannya, bahkan aku ragu ia melihatku” ujarku pada yoseob lalu ia memelukku hangat. yoseob yang begitu perhatian dan sabar menghadapi kemanjaanku yang luar biasa “tak usah di bahas lagi ya. biar dia bahagia dengan hidupnya”

“kau yakin Nara?”

“yakin kenapa?”

“bukankan kau menyukainya?”

“sangat,,,,”

“lalu?”

“kkk~ gwenchana seobi”

“jeongmal?”

“nee, aku duluan ya”

.

I always look at you

Even if a day pass

and another day passes by

The sound of you breathing

The sound of you laughing

It still makes me tremble

tears flow once again

you are smiling

.

aku menepuk bahu yoseob lalu berjalan menuju taman,

aku shock melihat photo mereka,

ia begitu nyaman bersama yeoja itu

.

@Taman

Taman adalah tempat biasa aku menenangkan diri.

begitu sunyi dan sepi, dan salju??

.

“salju??” kenapa ada salju?? “,,,,,”

aku langsung menangis. aku tak kuat melihat photo di tanganku ini.

senyuman, ciuman, dekapan, dan pelukan yang begitu hangat.

senyuman seperti ini tak pernah kau berikan padaku

.

“kau sedang apa disini?” tegur seseorang. aku refleks menyembunyikan photo Hyunseung di bawah rokku “salju seperti ini bisa membuatmu sakit” ia memberikan jaketnya untukku namun sama sekali tak menggubrisnya

“aku duluan ya” ujarku pamitan “pakai saja untukmu” aku mengembalikan jaketnya lalu meninggalkannya sendiri

.

“Nara,,,,”

“,,,,,,,,”

“apa aku menyakitimu?”

“aniya”

.

bohong!! semua itu bohong!

kau terlalu sering menyakitiku,

kau terlalu sering mengacuhkanku,

kau terlalu sering membentakku,

.

“photo ini,,,” ujarnya ragu-ragu

.

ah iya! photo!

photo itu tertinggal di bangku.

mati aku!!

.

“,,,,,,,”

“aku bisa jelaskan ini”

“untuk apa? untuk siapa?”

“,,,,,,,,”

“aku bukan siapa-siapa, dan tak berhak mendengar penjelasan apa-apa”

“kau berhak!!” ia menatapku tajam “kau berhak Nara! kau berhak!”

“sepatuku flat, tidak berhak. sudah ya,,,,” jawabku super santai

.

*greeeeb*

“dengarkan aku dulu”

ia memelukku erat,

ah tidak, sangat erat

aku bahkan tak pernah berharap ia menggenggam tanganku apalagi dipeluknya seperti ini

.

aku ingin menangis,

tapi aku takut.

setiap aku menangis,

perasaan ini terus tumbuh.

harus bagaimana?

.

“lepaskan aku” aku melepaskan pelukannya perlahan dan berbalik

“sudah waktunya pulang. aku ada janji dengan yoseob” ujarku bohong

“yoseob? kemana?”

“jalan-jalan saja. bye~”

**Backsound: Cherish That Person (Yoseob)**

.

aku langsung berlari meninggalkannya sendiri.

 tak berapa lama air mataku tak terbendung lagi.

aku menangis di lorong kelas.

Hyunseung why are you being like this?

.

“nara?” yoseob berlari ke arahku dan langsung memelukku “jangan tanggung bebanmu sendiri”

“aku kalah seobi, aku kalah” aku memeluknya begitu erat.

ya hanya seobi yang paling mengerti aku. tapi hanya hyunseung yang paling dalam di hatiku. andai aku bisa menyayangi seobi seperti aku menyayangi hyunseung, pasti aku akan selalu tersenyum. tapi aku tak bisa dan tak akan bisa

.

I will change, anything works so just tell me what to change

The answer to our problems is never farewell

If the love between you and I froze like the cold winter thorn, I’ll try to melt it again

You, you, just like now just don’t let go of my hands

.

sudah hampir sebulan kejadian itu berlalu, dan aku sama sekali tidak banyak bicara dengan Hyunseung. Semua berusaha mendamaikan ku dengannya. hhmm, sepertinya kami tidak ada masalah, untuk apa di damaikan?

hari ini mungkin hari terakhir aku disini. tinggal menandatangani berkas dan menyerahkan SK, aku akan meninggalkan korea untuk waktu yang lama

.

“kau yakin mau pergi?” ujar yoseob berusaha menahanku tetap tinggal “bukankah kau masih mau,,,”

“how can i love him if he never would stay??”

“,,,,,,”

“aku akan sering menghubungimu, aku janji!!” aku memeluknya “thanks seobi”

“ne~”

.

dari jauh aku melihat hyunseung berjalan ke arahku dengan wajah datarnya.

ia selalu seperti itu, jadi tidak ada yang aneh

.

“kau pikir kau siapa? hah!” bentak hyunseung lalu mendorongku keras hingga hampir terjatuh

“hyung!!” yoseob menangkapku “hentikan”

“perlu ku kenalkan lagi?”

“mworagoyo?”

“my name is Yong Nara, i was born in Sydney november 3rd 1993. and i went to Chun An university, majoring in Bussiness Management. and now i want to continue my study at Sydney. itu cukup?”

“Nara!!” ia kembali membentakku. kenapa kau selalu membentakku? ini yang membuatku menyerah “kenapa kau harus ke Aussie? Chun An tidak bagus? atau Seoul tidak bagus? hah!”

.

Yoseob menepuk bahuku lalu meninggalkan kami berdua.

aku memang harus pergi. jika tidak, hatiku akan terus seperti ini

.

“oppa-ku membutuhkanku!”

“dan aku tidak??”

“,,,,,,”

“oppamu butuh kau, dan kau pikir aku tidak?”

.

*deg*deg*

.

“,,,,,”

“jawab!!”

“apanya??”

“,,,,,,,,”

“kau ada gadis itu! ada yoseob, gikwang, dan dongwoon. that’s enough”

“Nara!! kau,,,”

“apa? aku benar kan?” aku menatapnya tajam. hal ini pertama kali aku lakukan. kau tau aku sakit berbicara kasar padamu. tapi lebih sakit lagi jika aku harus menahan rasa ini “aku harus mencap data ini ke rektor. permisi”

“apa kau harus pergi? jika kau pergi aku bagaimana?” ujarnya dengan suara yang tak pernah ku dengan sebelumnya, begitu halus?

“bagaimana apanya?”

“,,,,,,,”

“sudah ya”

“nara,,,”

“,,,,,,,”

.

aku berjalan meninggalkannya,

ya mulai detik ini aku ikhlas.

aku harus berusaha bangkit, dengan atau tanpa seseorang itu.

berat mungkin, tapi,,,

.

*Next Day*

“oppa, berkas selesai. tinggal pengajuan diri, dan kita berangkat” ujarku semangat sambil merapikan dokumenku “wae?”

“kau yakin?” ujar junhyung oppa sambil menepuk bahuku “apa kau yakin kehilangan namja yang kau sayangi untuk kedua kalinya?”

“,,,,,,,”

“aku hanya mengingatkanmu Nara. terakhir kali aku bicara tentang ini”

“,,,,,,,”

.

aku belum siap, dan tidak siap!

andai kau memberikanku penjelasan.

bukan penjelasan photo itu.

tapi perasaanmu, Hyunseung!

.

@ Chun An University

“hei, aku pamit ya” ujarku pada yoseob, gikwang, dongwoon, dan Hyunseung “setelah data ini ku berikan. i’m no longer student here” hyunseung kembali berwajah datar, dan seobi, ya seperti biasa, ia sangat amat ramah memelukku

.

Hyunseung berjalan ke arahku dengan tatapan datar.

 kau selalu seperti itu, dan aku sudah tidak peduli lagi.

tapi,,,

.

*sruug*

ia merebut dokumen pindahku, dan

*breeeeek*

.

“ah!”

“astaga!”

“,,,,”

“yaa!!!”

.

ia merobek dokumenku menjadi 4 sekaligus.

Ya Tuhan!!

.

*/plaaak*

“ya!! maumu apa? hah!!” aku menampar keras hyunseung. aku marah, dan tak bisa lagi diam “aku akan pergi sebentar lagi. tolong!!”

“,,,,,,,”

“Hyung apa yang kau lakukan” tegur gikwang dan dongwoon menyeret Hyunseung menjauhiku “yoseob bereskan dokumen Nara” imbuh mereka

“Nara, jangan menangis. nanti aku bantu bilang pada rektor” ujar yoseob sambil melap air mataku “semangat!!”

.

aku bangkit dan ke arah Hyunseung

.

*/plaaak*

“tamparan tadi dan ini bukan apa-apa dibandingkan rasa sakit hati yang telah kau berikan selama ini”

“,,,,,,,,,”

“cukup kau menyakitiku. aku lelah jika harus disakiti, makanya aku memilih pergi”

“Nara….”

“aku tak apa. semoga disana aku bisa menemukan seseorang yang mencintaiku apa adanya dan tanpa menyakitiku”

“wae?”

“kau selalu bicara ‘wae?’ ‘wae?’ tapi alasanmu tidak pernah tepat, dan,,,”

.

Even if it hurts, pretending that it’s nothing

Even if tears fall, knowing how to hide them

Placing it in one side of the heart

And knowing how to smile as if nothing’s wrong

The way to break up

.

*greeeb*

“andwaeyo! gajjimalyo”

Hyunseung menarikku ke dalam pelukannya. ia memelukku erat “jangan pernah melihat ke namja lain. jangan pernah tersenyum untuk namja lain. lihat dan tersenyum untukku seorang”

.

“heee???”

“,,,,,,”

“hyung,,,,”

.

shock, marah, kesal, senang, semuanya jadi satu saat itu melakukan ini padaku

.

“kenapa?” aku melepaskan pelukannya “kenapa baru sekarang?”

“kau pikir aku berani bicara ‘nara jangan pergi’ atau ‘nara aku cemburu’? hah!” ujar hyunseung dan kami langsung tertawa melihatnya, terutama yoseob “aku pikir semua akan baik-baik saja, tapi kau membuat semua lebih berbeda nara”

“aku tidak bisa membatalkan formulir ini karena ini akan memberatkanku suatu saat nanti” ujarku datar “aku harus pergi dulu”

.

“kau sudah melupakanku? kau sudah tak mencintaiku? kau akan meninggalkanku”

.

*deg*deg*

kenapa disaat ini kau baru menyatakannya?

kenapa disaat aku akan pergi meninggalkanmu kau baru sadar?

Hyunseung, nan eottohkkae?

.

“aku pergi dulu” aku berlari menjauhinya. semakin jauh langkahku untuk melupakannya

‘Hey, if you really loves me, please wait for me’

.

One day, we will meet

Somewhere for sure

If I follow my assumptions,

Will you be there?

..

** 2 Weeks Later **

formulir sudah ku batalkan,

SK sudah ku cabut,

dan saatnya kembali ke Chun An

.

aku tidak boleh lari,

kalaupun setelah ini ia pergi, aku akan tetap berada di jalanku tanpa mengusiknya lagi

.

@ Taman

aku melihat seorang namja duduk di bangku taman,

namja yang sangat aku kenal,

namja yang sanagt berarti di hidupku,

namja bodoh yang hebat,

Jang Hyunseung

.

“hey” tegurku padanya lalu ia menengok dengan wajah shock “apa kabar”

“nara!!” ia bangkit lalu memelukku erat “kau dari mana saja??”

“bukankah kau tau bahwa aku pindah?”

“,,,,,,,” ia terdiam lalu menggandengku duduk “aku tak berpikir kau benar-benar pergi”

.

*deg*deg*

“ah mana seobi??”

“hatimu sudah untuk seobi ya?” ujarnya polos, lalu aku coba ikuti saja alurnya “sebesar apa?”

“dari pertama bertemu dia sangat perhatian, ramah, baik, dan menyayangiku” ujarku sambil menatapnya, berpura-pura bahwa aku sudah melupakannya “aku akan melepasmu”

“kau tak boleh melepasku!!!” ia berteriak lalu memelukku erat “jangan pergi lagi,,,”

.

ia mendekatkan wajahnya padaku. semakin dekat, dan bibirnya menempel di bibirku.

ia menciumku begitu lembut dan hati-hati

.

“hey, this’s my first kiss” ujarnya sambil melepaskan bibirnya “kau?” jujur aku kaget saat mendengar ini adalah ciuman pertamanya. How lucky i am

“ke berapa ya??” ujarku mengerjainya. Lalu tatapannya datar “yang pertama dan kedua, untuk Doojoon”

“yang ketiga dan seterusnya milikku yaa,,,”

**FLASH BACK END**

.

ya Doojoon dan aku memiliki kebahagiaan yang berbeda sekarang. beberapa bulan ini sangat menyenangkan. Hyunseung oppa juga lebih ramah dan sering tersenyum tuk menyemangatiku belajar. walaupun sampai detik ini ia tak mengatakan suka, apalagi cinta. tapi ia sudah sering memegang tanganku, mencium keningku, dan hmm, bibirku juga. walau Hyunseung seperti itu, rasa sayang ini makin tumbuh dan, waaw amazing

.

semuanya butuh proses, seperti yang di katakan Doojoon. kau bukanlah kekasihku tapi kau adalah sahabat terbaikku, joon.

hey, thanks for being here,,,

Doojoon is my Best Friends

Hyunseung?He’s My Baby~

.

I must love you this much

I must wait for you this much

No matter how much it hurts, my heart can’t leave you

There must be one love

My heart won’t change

The love I protected for you, now I can tell you everything

2 responses

  1. Nemu blog ini..gatau jd nyasar ksni gmn crtnydeh,hehe.Ini feelnya dapet banget padahal..sampe gter ke hti.tpi krn di bgian akhir ff ada kt ‘waw amazing’ bkn jd kurang gmn~gtu thor.mian.
    Tpi,over all bgus banget kok thor.daebak!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s