[FF] IS IT OK? [Last Part]


Main Cast:

  • Hwang Minyoung (Tiffany) – SNSD
  • Choi Seung Hyun (TOP) – Big Bang

Support Cast:

Cho Kyuhyun (Super Junior), Amber (Fx), Taeyeon (SNSD), Han Nara (Fiction)

–  Length: LAST PART

– Genre: Friendship, Romance

– Rate: R / AG

– Author: Nana

 

—————————————–

** 2 WEEKS LATER**

beberapa hari setelah pulang dari villa aku merasa aneh

Nara, Taeyeon, Amber, dan Kyuhyun makin dekat dengan yeoja itu

apa yang sebenarnya membuatnya begitu disayangi banyak orang? Hah!

.

@SCHOOL

*in the morning*

“pagi!!” seru taeyeon dan Amber

“yoo!” imbuh Kyuhyun

“Kyuhyun tumben sendiri? Mana adikmu?” ejekku pada Kyuhyun dan ia hanya menghela napas. ya karena yeoja itu tau kalau ia menyayangi Nara, ia jadi was-was “kkkk~”

“katanya tidak masuk” ujar taeyeon sambil menaruh tasnya

“hari ini Nara tidak masuk?” tumben gadis itu tidak masuk?

“ia ada urusan, yah paling berkencan” ujar Kyuhyun dengan tatapan sinis. dasar! pantas nara tidak peka terhadap perasaannya, ia terlalu sinis untuk yeoja seperti nara

“kau tau Kyu?”

“biasanya kan?”

.

hari ini aku merasa sangat kesal. pagi ini sooyoung menangis lagi menatap photo namja itu. kenapa harus sooyoung? kenapa tidak yeoja lain? namja brengsek!

jika bertemu denganmu, habislah kau!!

.

“hey? kok diam saja?” tegur Amber dan aku langsung tersenyum “ada masalah?”

“hidupnya selalu dikelilingi masalah. kalau sudah mati, paling juga banyak masalah” gerutu Kyuhyun. ia dari dulu bermulut tajam. ia tak segan-segan berkata kasar, walaupun itu akan menyakiti orang

“ish!!”

.

“oppa,,,” Taeyeon mendekatiku

“hemm”

“oppa, kenapa kau begitu membenci minyoung??”

.

*gleeek*

aku terdiam menatap Taeyeon, dan saat itu juga keadaan menjadi hening

aku bingung harus bicara apa? yang sebenarnya?

.

“jujur!” imbuh Amber

“aku,,,”

“tegas!!” bentak Amber

“aku tak suka dia! tak suka oppanya! tak suka keluarganya! tak ada yang aku suka darinya?!”

“ha?!!” “apa??” “,,,,,”

“itu kenyataan!” bentakku “sooyoung? ingat itu!”

.

aku, dan Kyuhyun saling memandang.

 aku hanya butuh ketenangan saat ini.

aku marah, benar-benar marah

.

“oppaku tidak bersalah” ujar seseorang di belakangku

“,,,,,,” di belakangku muncul suara yang tak asing, Minyoung

“Minyoung?” aku makin marah melihatnya

“tidak salah. hanya fatal membuat seorang gadis jatuh terjerembab karena kelakuan egoisnya!”

“aniyo,,”

“Hwang Minyoung! Hwang Chansung! kalian adalah penganggu di hidup kami!”

“oppa!!!” “seunghyun!!” “,,,,,,”

.

“bukan begitu,,,,”

“kalian memang begitu,,,”

“kenapa?”

“,,,,,,,,,”

“baiklah, lakukan sesukamu”

.

ia mengambil tasnya lagi lalu berlari menjauhiku.

aku hanya diam mematung melihat punggungnya yang lama-lama menghilang dari pandanganku

.

“astaga kau salah bicara ya bodoh?” ujar Kyuhyun yang sedari tadi diam melihatku mencaci maki minyoung. tak seharusnya seperti ini

.

“kau jahat sekali” “sangat” ujar Amber dan Taeyeon

.

“mulutku tak bisa di rem! shit!! Mianhae”

.

aku mencoba katakan semuanya perlahan dan mencoba memperbaikinya.

tapi ketika melihatnya tersenyum, aku mulai emosi, mengingat semua alasan itu.

bukan salah gadis itu semuanya jadi begini

.

“i just wanna say, i’m sorry”

“Is It OK?”

.

**backsound: I Like You the Best – Beast**

.

** 4 DAYS LATER **

“telpon yang ada hubungi sedang tidak aktif. mohon hubungi beberapa saat lagi”

.

“bagaimana Seunghyun??” ujar Kyuhyun dan aku menggeleng pelan “rumahnya juga sepi. apa yg terjadi yaa??”

.

“ada apa sih?” nara tiba-tiba di sampingku dan menatapku dengan mata keingintahuannya

“na,, nara? ah tidak ada apa-apa”

“,,,,,,,”

.

jika Nara tau kejadian kemarin, aku tak tau apa yang akan terjadi.

kau kemana Tiffany?? maaf, aku sungguh tak bermaksud menyakitimu waktu itu~

mianhae

.

“aku yang salah”

“he?? wae?”

“aniya~ sejak awal hanya aku yang tak bisa beradaptasi dengan Tiffany”

.

“aigoo~ baru sadar sekarang!!” Nara kembali duduk di tempat asalnya bersama Taeyeon, dan ,,,

.

*aaawww*

Taeyeon melempar tempat pensil besi miliknya dan tepat mengenai kepalaku

“great shoot eonni!!” seru Nara dengan wajah datarnya

.

“ya!!! kau mau mati?? sialan!!!” aku menatapnya tajam, namun tatapan 2 yeoja ini jauh lebih menakutkan “mau kalian apa? hah!!”

.

“mau apa yaa??”

“nara!!”

“cih~” ujar nara kasar padaku. ia tak pernah membantahku. namun kini ia mengatakan hal itu padaku

“wae?”

“aku sudah tau semua!! Hwang Chansung, Hwang Minyoung, Choi Sooyoung!!” Nara berteriak “ayoo keluar” ia menyeretku keluar. Kyuhyun, amber, Taeyeon pun ikut keluar. raut wajah Nara mengerikan. padahal tadi baik-baik saja

.

“kau memang berengsek!!” teriak Nara hingga satu lorong menatapku

“kenapa sih?”

“jangan munafik! Aku sudah tau semuanya! Hwang Chansung dan Choi Sooyoung!!” Nara menggebrak pintu kelas untuk pertama kalinya. wajahnya benar-benar di luar dugaan “Choi Sooyoung masih hidup kan? tapi Hwang Chansung sudah meninggal”

.

“mworagoyo??” aku shock mendengar Hwang Chansung sudah tiada. lututku lemas “maksudmu?

“Chansung sakit dan lalu tiada! Kau tau itu tidak??” aku menggeleng pelan dan menutup mataku

.

“waw kau melakukan kesalahan fatal Mr. Choi!” gerutu Kyuhyun, ia bahkan berani menendang bahuku begitu kejam “punya otak tidak!! keterlaluan! mati saja kau, namja tak berotak!! punya otak kan pakai tuk berpikir. menggelikan!!”

“oppa,,,” Taeyeon menatapku

“…….”

.

“nara, mengapa eommaku tidak mengatakan apa-apa saat itu!!”

“kau pikir aku tau apa yang ahjumma pikirkan?”

“lalu kenapa??”

“tanya pada eommamu mengapa keluarga Tiffany tidak ikut angkat bicara!! tanya mereka!! tanya mengapa dan bagaimana Sooyoung dan Chansung di pisahkan!! tanya alasannya!!!” Nara menghujatku habis-habisan untuk pertama kalinya. yeoja yg paling aku kenal yang tak mungkin cemberut apalagi marah. kini berbalik begitu menyeramkan

“aku yang merasakan perubahan sikapmu semenjak ada minyoung langsung mencari tau sebab kau seperti ini” ujar Nara “aku menemukan ini minggu lalu di bangkumu”

“mwo??” aku shock melihat coretan yang dulu aku buat

.

‘MINYOUNG-CHANGSUNG!!! Mianhae SOOYOUNG’

.

“aku menemui sooyoung kemarin dan memintanya menjelaskan apa maksudnya” ujar nara dan kami semua shock dengan apa yang barusan ia katakan “bodohnya kau seunghyun!!”

.

“hey, nara, kau tak bohong kan??” ujar Kyuhyun sambil mengacungkan botol minum

.

“ya!! Kyuhyun, aku tak mungkin berbohong! sekarang terserah padamu. Minyoung begitu tertekan, semua salahmu!” bentak Nara “ia harus menanggung kesalahan yang bahkan ia tak tau”

.

*braaaaak*

Nara menggedor pintu lalu masuk ke dalam kelas. tak lama ia membawa tas dan pulang. ia benar-benar marah. uri maknae, begitu marah~

.

“matilah, aku belum pernah melihatnya begitu” gerutu Taeyeon

“kau cerita masalah kemarin?” tanyaku pada Taeyeon dan Amber

“aniya” jawabnya berbarengan

“kemarin pasti terjadi sesuatu yang lebih dari ini”

“ha?”

“dia berubah total hari ini”

“geurae~ ia begitu manis tadi pagi tapi sekarang begitu menakutkan” imbuh Amber yang langsung pulang dengan tas sudah di bahunya

.

“ia belum pernah semarah ini selama 6 tahun aku mengenalnya” Taeyeon memelukku hangat “cari tau semuanya. ada hal besar yg tak kau tau, seunghyun”

“maksudmu??”

“aku juga tak tau. Tapi nara sudah menyuruhmu mencari tau. Maka harus kau lakukan”

.

i know that i lack a lot of things. that’s why, i decided to try hard and not to think you.

recently,, thoughts of you just fill my head

.

“bukan maksudku menyakitimu. hanya tak mudah bagiku memperlakukanmu dengan baik saat mengingat semuanya”

.

@ Home

haruskah aku bertanya ini?

eomma membenci chansung, sangat amat membencinya!

namun aku harus tau yang sebenarnya!

.

“waeyo seunghyun-ah??”

“ah aniyo eomma”

.

“astaga bagaimana aku memulainya??” gumamku menatap eomma yang sedang asyik menonton We Got Married

“malhebwa seunghyun-ah”

“nee??”

“somethings happen??”

.

aku mengangguk dan mendekat ke arah eomma. mempersiapkan mentalku, karena mungkin aku akan ribut besar dengannya

.

“eomma”

“hmm,,,,”

“kau membenci Hwang Chansung??”

“mwo??”

“ah tidak jadi”

.

aku bangkit dari sofa, dan meninggalkan eomma. aku tak bisa bicara, dan tak tau bagaimana memulainya

“chakkanman seunghyun-ah!!”

eomma menarik lenganku dan menatapku “katakan ada apa??”

“bukan hal penting eomma” aku kembali melangkah tapi lagi-lagi eomma menahanku

“katakan kalau menurutmu itu penting untuk di katakan. jika tidak, jangan pernah tanyakan hal yang ingin kau katakan ini di lain waktu” ujar eomma bijak

.

*sigh*

aku menghembuskan napas panjang dan bersiap mengatakannya. semoga emosi bisa di tekan hingga tidak perlu berteriak.

“eomma katakan padaku mengapa kalian begitu membenci Chansung??”

“sudah jelas, ia membuat sooyoung menderita” ujar eomma santai

“anirago~ waktu sooyoung bersama chansung ia begitu bahagia. maksudku, mengapa kalian memisahkannya??”

“maksudmu apa seunghyun??”

“katakan,,,,”

“……..”

“eomma??”

“aish~ sudahlah, sekarang mereka sudah putus. paham”

“aniya. aku sama sekali tidak paham” eomma menatapku begitu dalam, entah apa yang akan di katakannya. sifat oemma tidak kasar, namun jika ia sudah berteriak, aku tak tau harus bagaimana

.

“ia bukan anak dari ahjummamu”

“nugu?? sooyoung”

“kami menemukan dia di jalan. kami langsung mengadopsinya”

“ya! eomma!!”

“mengapa berteriak? itu yang sebenarnya”

“tapi mengapa aku tak tau??”

“kau masih 2 tahun. tau apa kau? Hah!!”

“lalu apa hubungannya dengan chansung dan semua ini?”

“sebelumnya tak ada”

“mwo??”

“aku ingin menikahkan kalian berdua!!! jadi sooyoung bisa benar-benar jadi keluarga ini”

“jadi bukan karena chansung??”

.

eomma diam menatapku,

seakan menyiapkan jawaban atas pertanyaanku,

hal yang harusnya ku tanyakan sejak awal.

.

“bukan!! aku memisahkan mereka!!” suara Sulli ahjumma terdengar dari pintu depan “aku ingin kalian menikah, tapi sooyoung menolak dan jauh memilih chansung dan memberontak!!”

“mwo?” aku shock mendengar pernyataan Sulli ahjumma tentang ini

“akhirnya ku datangi Chansung dan meminta ia meninggalkan sooyoung begitu saja” eomma mengambil alih pembicaraan dengan nada yang begitu berbeda “tak mudah. sudah menyuruh orang memukulnya habis-habisan tetap tak bisa. akhirnya aku ancam akan membjuat sooyoung menangis dan menderita. Walaupun aku tak akan melakukannya pada sooyoung”

.

“eomma mengancamnya?? selama ini aku begitu dendam pada orang yg membuat sooyoung depresi, ternyata itu eommaku sendiri!!!”

“eomma harus melakukannya seunghyun!!”

“itu jahat!! kau tau sooyoung depresi!! dan aku mengerti yang sooyoung maksud dengan mati” wajah eomma dan ahjumma begitu shock saat ku ucapkan kata ‘mati’ di hadapan mereka “Hwang Chansung meninggal. apa eomma tau?? apa ahjumma tau?”

“oppa!!!” sooyoung muncul dan menarik tanganku “jangan bilang”

“biarkan!! biar eomma paham, dan biar ahjumma juga paham. Chansung menderita karena ulahmu, eomma. ia depresi, lalu sakit, lalu meninggal. itu yg membuat sooyoung depresi!!!”

“a,, a,, apa maksudmu seunghyun??”

“bukan karena di pisahkan tapi melainkan ,,,” aku terdiam, tak kuat berbicara

.

“itu benar eomma” sooyoung menatap ahjumma “aku dan chansung begitu saling mencintai. sampai dititik dimana kami merasa kami ini terlalu naif. tapi kami benar-benar saling memiliki”

.

“jadi,,,”

“nee, semuanya memang seperti itu eomma. semua itu sebelum kau pisahkan kami. tapi kami masih bisa bersama. namun akhirnya Tuhan yang memisahkan kami” sooyoung berlutut dan menangis di kaki Sulli ahjumma “katakan eomma, katakan, mengapa kami di perlakukan begini?? mengapa kalian biarkan uri seunghyun membenci orang yang salah?? katakan!!”

“uri sooyoung, naega gwenchana” aku memeluk sooyoung dan membawanya ke kamar. dari lantai 2 aku mendengar ahjumma menangis di pelukan eomma “sudah, tak apa. kasihan eomma dan ahjumma kita hakimi seperti tadi” sooyoung masih menangis di pelukku, aku sungguh iba melihat yeoja yang begitu ceria harus berubah seperti ini

“mereka harus tau yang sebenarnya oppa” ujar sooyoung “harus”

.

@sooyoung’s room

“walaupun kita tidak menikah seperti apa yg mereka inginkan. kau tetap jadi oppa-ku kan?? jangan tinggalkan aku oppa”

“maksudmu?”

“aku tau aku ini bukan keluarga kandung kalian. tapi kau tetap oppa-ku kan?”

“i will always here for you no matter what. just take your time and don’t think anything else than be health and be happy” aku mengecup keningnya lalu keluar kamarnya. Ia tersenyum di balik redupnya lampu. tapi aku sadar, hatinya jauh lebih redup

.

“aku salah pada Tiffany. aku salah pada Chansung. mianhae, jeongmal mianhae”

.

.

** 5 DAYS LATER **

5 hari kemudian semua kembali normal. Nara sudah reda emosinya dan sudah bisa berpikiran normal. dan Tiffany? ia masih saja tersenyum, seolah-olah tak ada apa-apa. aku benar-benar merasa bodoh. ia tidak masuk hari itu dan aku berpikir banyak sekali hal

“apa Tiffany membenciku ya??” gumamku menatapnya terus tertawa bersama yang lainnya tanpa beban “aku begitu jahat padanya. mencaci-makinya saat itu. tapi ia tetap baik padaku”

.

“oppa, sini ikut gabung” tegur Nara ramah dan Tiffany tersenyum padaku

.

“apakah kau menutupi kebencianmu padaku dengan senyuman ramah itu, Hwang Minyoung?” bathinku saat berjalan menuju tempat mereka duduk dan berbincang. terbesit di pikiranku untuk memelukmu dan meminta maaf padamu, Minyoung-ssi. tapi aku tak bisa

.

“ah aku buat coklat lho. kalian cicipi yaa~ kau juga seunghyun” ia memberikan potongan coklat padaku “how?”

.

sejenak aku terdiam menatap coklat ini, lalu memakannya. rasa dan bentuknya tak asing. aku terus berpikir kalau aku oernah di posisi ini. hmmm “sooyoung??”

.

.

**flashback**

“oppa, lihat dongsaengnya chansung mengirim coklat, dan ini bagianku. mau coba??”

“wah, mau. hmmm, enak sekali, harum”

“tentu saja, oemma mereka handal. jadi Minyoung juga handal”

“minyoung??”

“geurae, Hwang Minyoung”

“nama yang cantik. pasti hati dan wajahnya juga cantik”

“tentu saja. aku pernah bertemu dengannya”

“waaw”

“ lain kali aku akan bertemu Minyoung, kau ikut ya. kkkk~”

“asik~ jika aku sudah mengenalnya aku mau dekati dia agar dapat coklat terus”

“wooo~ maunya!”

“kkkkk”

*flashback end*

.

dulu aku berharap bertemu minyoung, atau yang saat ini aku panggil Tiffany. lalu aku berusaha dekat dengannya, dan sekarang ia ada dihadapanku, namun aku memperlakukannya jauh dari kata baik “mianhae~”

.

“seunghyun”

“ya!!”

“oppa??”

“hey!!”

.

“ah, minhae”

“waeyo??”

“ah gwenchana Amber”

.

“coklatnya enak tidak??”

“cokelat buatanmu sangat enak, Minyoung-ssi”

.

“uhuuk,,, uhuuk,,,”

“ha?”

“mwo?”

.

“kau memanggilku apa??”

“minyoung, hwang minyoung. hwang chansung dongsaeng”

.

ia terdiam dan mungkin kaget mendengar nama oppanya disebut. tapi kali ini dengan nada pelan. tak lama ia tersenyum dan tertawa, lalu melanjutkan perbincangan kami

.

“kau tak marah??” tanyaku padanya, dan ia menatapku dengan mata ramahnya

“kau menghargai coklatku kali ini, jadi tak apa”

“jeongmalyo??”

“nee~”

“dan Chansung?”

“ia sudah bahagia disana. mungkin ia sedang menjadi playboy di surga. kkkk”

“unnie, apa di surga juga ada namja yang imut?” tanya Nara dengan ciri khas bodohnya

“kau ini~” Kyuhyun menendang bangku hingga ia nyaris terjungkal. Kyu, andaikan kau sedikit berani mengatakannya

“kkkk~”

.

ya, aku mengerti sekarang

ia begitu baik hati dan ramah

maaf aku sering membuatmu marah dan menangis. maafkan aku

mulai dari awal lagi tak ada salahnya. mulai mengenalmu sebagai Hwang Minyoung, teman baruku “Is It OK??”

.

** 3 MONTHS LATER **

setelah hari itu aku dan minyoung semakin dekat dan dekat,

minyoung sering ke rumahku bermain bersama Sooyoung, memasak dan melakukan kegiatan ala wanita yang yaah membosankan,

eomma dan ahjumma mulai menyayangi Minyoung, dan merasa bersalah atas kematian oppanya. tapi sungguh ia wanita yang super tegar dan baik hati. ia memaafkan kami semua

kami pun sering jalan-jalan bersama, dan saat itu aku mengerti bahwa aku mencintainya. mungkin Tuhan mengutukku mencintainya. tak apa, aku suka.

.

Minyoung memberi cara agar Kyuhyun menyatakan cintanya pada Nara. namun saat ia ingin menyatakannya, Kyuhyun malah membuat Nara menangis keras, seperti itu terus berkali-kali. aku, minyoung, taeyeon, dan Amber lelah dan kehabisan akal. Setelah Kyuhyun mantab untuk berbicara sopan, Nara datang dengan menggandeng namja bernama Yang Yoseob. Sejak itu Kyuhyun pasrah menganggap nara dongsaengnya. menyedihkan

.

“oppa!!! oppa!!! ada kabar”

“apa apa??”

“Minyoung eonni mau ke amerika!!!” Nara menghampiriku tergesa-gesa hingga jatuh terjungkal “aduh hidungku”

.

“mworago??” aku shock mendenger kabar itu. seketika itu juga aku menelpon Minyong tapi tidak dapat hubungi

“waaa, mimisan!!!” Kyuhyun langsung menengadahkan kepala Nara “diam sebentar”

.

“aish~ aku barusan lihat form pindah ke luar negeri milik Hwang Minyoung!!!” Nara panik dan mengabaikan tindakan medis Kyuhyun. bahkan ia tak sadar darah segar mengucur dari hidunya “itu bagaimana!! aigoo~ kemarin masih baik-baik saja”

.

“sini sebentar” Amber mendudukan Nara lalu menyumbat hidungnya dengan tissu. air matanya tak berhenti mengalir. ada apa sebenarnya?? “nah, sudah. sekarang bicara pelan-pelan”

.

“…………” ia terdiam dan menangis. ia terus menangis hingga Taeyeon jadi ikut menangis, dan Amber berwajah panik. aku sungguh tak tau harus bagaimana “eottohkkajyo??”

.

“kau menyukainya??” Taeyeon menatapku tajam dan aku kaget “benarkan!!”

“jeongmalyo oppa??” ujar nara

.

“sebenarnya aku mencintainya sejak pertama ia masuk kelas ini”

“,,,,,,,,”

“mwo? jeongmal??” amber menepuk bahuku dan Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya

.

“oppa, aku mohon, jangan terus begini. kau sudah melakukan beberapa kesalahan fatal. jika kau lepaskannya, kau akan bernasib seperti aku” Sooyoung tiba-tiba muncul di pintu kelas dengan napas terengah-engah “kau suka padanya kan??”

.

aku mengangguk, dan mengakuinya “kekasaranku di balas kelembutan dan keramahan hati olehnya. naega eottohkke??”

.

*tok tok tok*

“permisi, ada surat, untuk Choi Seunghyun”

“ah, gamsahamnida ahjussi”

“itu seungri ahjussi, tukang pos sekolah kan ya?”

“nee”

“dia yang setiap hari mengantar surat kan?”

“iya Han Nara yang super bodoh!”

“baiklah Kyuhyun tak berotak!”

.

“,,,,,,”

.

“dari siapa oppa??” Nara bangkit dari tempat duduknya lalu terperangah “lho? lho?”

“wae?? he??” sooyoung juga kaget “Minyoung eonni sudah ada di Amerika??”

.

“mwoya ige?? geotjimal!!” aku menatap surat ini. surat dengan perangko Amerika Serikat “ia sudah disana??”

.

“sini, sini aku yang buka!!” Kyuhyun melihat surat itu dan membacanya

.

———–

annyeong!! maaf, beribu-ribu maaf. aku pergi tanpa pamit dan tanpa pesan. tiba-tiba aku menghilang dan surat ini datang. kkk~

terima kasih atas hari-hari yang begitu membahagiakan. kalian memberikan sesuatu yang baru dalam hiduku, dan membuat semuanya begitu berwarna

.

Taeyeon-ah, Nara-ya, jeongmal gamsahamnida!! kalian membuatku lebih mengerti arti persahabatan. dan shopping bersama kalian sungguh gila~ sangat menyenangkan. uri Nara, terima kasih atas perhatian yang begitu besar. uri Taeyeon, terima kasih atas saran yang begitu bermanfaat. jeongmal gamsahamnida

.

Kyuhyun-ah, Amber, terima kasih sudah menjadi bodyguard yang begitu sigap. menjagaku dan tak henti-hentinya mengingatkanku tuk bersabar. Amber, terima kasih atas free coffee yang selalu kau berikan setiap sore di coffee shopmu, dan perhatianmu yang begitu besar. Kyuhyun-ah, kkk~ sejak bertemu kau membuatku merona. kau begitu ramah dan baik, dan benar-benar namja yang baik. semoga yeoja yg baik di pertemukan padamu Kyuhyun

Choi Sooyoung, kita baru bertemu, tapi pasti kita tidak akan saling melupakan. kkk~ terima kasih selama ini kau menjaga Chansung oppa dengan baik. terima kasih juga atas klarifikasinya. kau yeoja yang baik, semangat yaa. oh iya, capucinnomu sanget enak, benar apa yang oppa-ku katakan.

..

the last but no least, Choi Seunghyun. kkk~ sekarang aku mengerti mengapa kau begitu membenciku, seunghyun. aku tidak marah, karena kau ingin menjaga sooyoung. jujur aku sering merasa sakit hati karenamu. tapi tidak apa-apa, semua sudah berakhir. Is It OK?

terima kasih atas kebahagian selama ini. kau adalah alasan mengapa aku tetap tinggal untuk waktu yang lama disini. kau harus semangat dan gapai cita-citamu. percayalah, keajaiban pasti terjadi.

hey seunghyun, if you see me wherever, please shout out HWANG MINYOUNG. but if you don’t mind to do that. kkkk~ thanks

.

sincerely,

Tiffany Hwang (Hwang Minyoung)

—————–

.

“huwaaaa~” Nara menangis sejadi-jadinya dan meronta-ronta di lantai seperti anak kecil “mengapa ia pergi sih!!” sambil menangis, Nara berlari keluar kelas di ikuti Taeyeon dan Amber

.

“aku memang jahat!!” ujarku menatap surat darinya

“kau tak apa??” ujar sooyoung menatapku iba “ikhlaskan ia pergi. itu hukumanmu oppa”

“kami sudah baikkan. Tapi mengapa ia pergi?”

“aku tak tau. percayalah ada jalan yang Tuhan siapkan untukmu”

“aku rasa ia akan kembali” ujar Kyuhyun saat menatap langit “ia pasti kembali. jika kau mau menunggu, ya menunggu saja. kkk~” Kyuhyun begitu yakin dengan ucapannya. baik kita buktikan semuanya

.

hey, Minyoung. i wanna tell you something that i’m in love woth you at the first sight.

do you believe that?

.

*Backsound: No – Yang Yoseob*

.

aku menangis sendiri meratapi kebodohanku yang super ini. mengingat hal baik yang aku dan Minyoung lakukan. ah, bahkan aku tak pernah berbuat baik padanya. ia yang selalu berbuat baik padaku. selama ini aku sangat bahagia bersamanya. Tak kusangka begini akhirnya~

.

“minyoung, can you come back to me. i swear to not hurting you anymore. Is It OK??”

.

** 6 YEARS LATER **

Hari berganti Minggu

Minggu Berganti Bulan

Bulan berganti Tahun

.

Tahun demi Tahun ku lewati dengan menunggu. selalu menunggu dan berharap kedatanganmu. tapi kau tak pernah kembali, ataupun mengabari kami sedikitpun setelah suratmu 6 tahun lalu. kau tau, aku sangat terluka

.

.

KyungHee University

*Graduation Day*

“sudah siap belum!!”

“tunggu sebentar! Hyuna disamping Nara saja”

“ngoook!!”

“dia yeojaku!!”

“kkkk~ aku sudah sering bertemu dengan mereka, tak perlu kau tegaskan kalau aku yeojamu lagi chagiya”

“benarkah??”

“Hyuna eonni, kyuhyun oppa pasti faktor umur!! sudah tua”

“mworagoyo?”

“faktor umur!! budeg ya?”

“Han Nara!!!!”

“eerrrghhh”

“rrrggghhh!!!!”

.

begitulah suasana kami beberapa hari setelah kelulusan. Nara selalu ribut dengan Kyuhyun, dan ternyata mereka memang baiknya seperti ini. kami semua kuliah di universitas yang sama dan lulus di tanggal yang sama. hebat bukan. semuanya bahagia dengan pasangan dan kehidupan masing-masing

“seunghyun masih menunggu?” Amber menegurku ramah. yang paling berubah diantara kami adalah Amber. sekarang rambut blondenya panjang dan ia sangat cantik. kau pasti bangga

.

everybody change to be better

and me? hahaha, nothings

.

“trying and keep smiling”

“kkk~ ara, ah, itu Key. pasti Nara akan,,,”

.

“uwoooo, oeeeh!! uri namja!!!”

.

“tuh kan!! kkkk~ kelakuan” gerutu Kyuhyun “mana ahjumma??”

“itu??” Taeyeon datang sendiran, kami shock “perasaan kemarin dengan Jung Il Woo oppa” imbuh Amber dengan wajah shock melihatnya datang. hmm, aku juga sih

“hai, aku sendirian karena il woo sedang rapat” ujar Taeyeon dan aku tertawa terbahak-bahak bersama yang lain karena kami pikir Taeyeon bakal seperti Nara ” waeyo??”

“ah aniya, ahjumma” kami tertawa dengan melirik Nara yg bergelayutan dengan namjanya

.

“aku tidak seperti Nara!!” teriak Taeyeon yang seakan-akan mengerti arti tatapan kami ke Nara barusan “tak akan!!”

“ya eonni, kenapa bawa-bawa aku?”

“bawa kamu berat, dasar bodoh”

“Kyuhyun jangan kasar”

“mianhae Hyuna~”

“……”

.

“Shin Dongho, Kang Minhyuk, Yang Yoseob, Lee Taemin, Jo Kwangmin, Jang Hyunseung, Kim Jongwoon, dan aduh siapa lagi ya tahun lalu, ah Jung jinwoon!!!” ujar Kyuhyun semangat membocorkan semua mantan namja Nara.

“yaa!! Kyuhyun-ah ada Key juga! bodoh” nara menedang Kyuhyun hingga terjungkal

“kkkk~ gwenchana chagiya”

“aw, seunghyun oppa, namjaku kali ini keren yaa! saranganda Key”

“kkk~ uri magnae ga paboya”

.

“uri Seunghyun sekarang mudah tertawa ya”

.

“,,,,,,,,,”

“mwo?”

“nuguseyo??”

“ng,,,,,~”

“eh?”

.

Kami menoleh ke arah asal suara yeoja memanggilku. kami terdiam menatapnya.

apa kami mengenalnya?

.

“jangan bilang kalian lupa padaku!!”

.

kami terus mengingat siapa yeoja cantik ini.

dan ya, kami mengenalnya. sangat

.

“mwo??”

“unnie!!!”

“Minyoung-ssi!!”

“hwang Minyoung. unyuu~” Nara berlari dan memeluk Tiffany begitu kuat. ah aniya, Minyoung imnida.

“hai apa kabar?” ujarnya saat aku berada tepat di hadapannya

“sepertinya aku baik. kkkk”

.

“bogoshipoyo! niga neomu bogoshipoyo!!” aku memeluknya tanpa ampun “kau pergi tanpa mengatakan apapun padaku? pada kami??” ia tersenyum

.

“mianhae, i’m back”

“nan jeongmal badgirl!!”

“i’m not!”

“ya!! Minyoung, mengapa sekarang kau cantik?”

“aku sudah cantik sebelum bertemu denganmu seunghyun”

“jeongmalyo??”

“kkkkk~”

.

“unnie, ini Kim Hyuna, yeoja si tua!”

“annyeong Kim Hyun Ah imnida”

“ya!! mengapa aku di panggil si tua”

“faktor umur!!” ujar Taeyeon dan Amber

“ya!! taeyeon, amber!!”

“hyung, bagaimana sih, bantu!!”

“……”

“ini namjaku, Key. tampan ya”

“namja pilihanmu selalu tampan dan terbaik. right, nara??”

“annyeong, Key imnida”

“thanks eonni. weeekkzzz”

.

 *siiiiiiing*

“kkkkkk~”

.

Kado terindah yang pernah ku dapat.

Thank God you bring her back to me

.

“i love you Minyoung”

“mwo??”

“Is It OK??”

.

Menunggu bukan hal yang buruk.

Walau menunggu sangat membosankan,

Tapi aku hanya bisa menunggu.

Dan sekarang karena aku menunggu, aku mendapatkanmu,

Hey, I Love You ~

.

.

THE END ~

maaf ya lamaa banget endingnya -__-“

saya sedang banyak tugas .___.V

3 responses

  1. bagussss…………………………….^_^
    author bikin ff yg castnya EXOFany donk……………………..
    yach yach yach…………..
    author kan baik hati n’ tidak sombong………………..
    hehehe……………
    jebal thor………………………..^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s