Memories [oneshoot]


Main Cast:

  • Cho Kyuhyun
  • Hwang Nara

Support Cast:

Cho Chaerin, Cho Taemin, Jung Jinyoung, Hwang Chansung

Length: oneshoot

Genre: Romance, Family, Angst

Rate: AG (All Age)

Author: Nana

Backsound:

  • Memories, Storm, & My Love, My Kiss, My Heart – Super Junior

—————–                 

**hugging kyuhyun**

 “kyuhyun-ah,,,”

“hemm?”

“saranghae~”

“ara”

.

**kissing kyuhyun**

“wae?”

“aniya”

“……”

—————–

—————–

.

Selama ini, aku tak mengerti apapun.

Selama ini, aku masih belajar.

kau katakan “tersenyum dan semangat” padaku

kau ingatkan “selalu berdoa dan selalu sabar” padaku

kau berikan “cinta yang tulus” padaku

.

——–

.

“hyung?”

“ngghhhh, Taemin??”

“kau sudah bangun??”

“ngghhh,,, aku dimana?”

“kau di kamarmu oppa”

“Chaerin? Apa itu kau?”

“nee”

“istirahatlah, kau belum pulih benar”

“Youngie~”

.

Wajah Dongsaengku, Cho Taemin, dan Cho Chaerin terlihat cemas.

Jinyoung melihatku lebih cemas.

Sebenarnya aku kenapa?

.

“hmm, mana Nara?”

“ha??”

.

Wajah Chaerin sedikit bingung saat aku bertanya dimana gadis bodoh itu.

Hmm, sebenarnya Nara tidak bodoh, dia sangat pintar.

Hanya satu hal yang membuatnya terlalu bodoh, yaitu selalu sabar menungguku!

.

“nachan??” tanya Taemin

“dia,,,,” imbuh Chaerin

“dasar bodoh!! dia ada di rumahnya, dan pasti sedang menikmati ice cream” Jinyoung menyela ucapan Chaerin, dan taemin pun mengangguk.

“kau aneh hyung, mana mungkin nara disini. kkk~”

“ah, geurae”

.

aku tersenyum memandang photoku dan Nara yang kami ambil beberapa hari yang lalu. Photo ini adalah photo pertama yang setelah 1 tahun bersama gadis ini. karena ya aku memang tidak suka di photo seperti itu. senyumnya, tawanya, tingkahnya, membuat aku begitu menyayanginya. dan tanpa sadar aku jadi begitu mencintai gadis aneh ini

.

Love deepens as much as the tears flow

And we mature as much as we hurt

If we walk towards the place where our heart touch

I want to believe it is possible

.

*pryaaaang*

Tak berapa lama setelah mereka keluar dari kamarku, tiba-tiba photo Nara yang di dindingku jatuh dan pecah. Aku langsung bangkit lalu menghampiri pecahan kaca itu, dan mereka pun kembali lagi

.

“hyung!!”

“Kyuhyun!!”

“oppa, neo gwenchana??”

“hmm, gwenchana. Hanya saja ini tadi jatuh”

“ah, biar aku dan noona saja yang bersihkan!”

.

Taemin dan Chaerin membersihkan pecahan kaca dan menaruh photo nara di meja belajarku. Setelah selesai, mereka pamit keluar kamar, begitu juga Jinyoung

“hey bodoh, kau beberapa hari ini tidak boleh keluar ya”

“hmm, wae?”

“masih sakit begitu, mau menyusahkanku lagi?”

“apa aku begitu?”

“bahkan Nara pun akan mengatakan hal yang sama padamu saat ini. hmm, mungkin”

“kkkk~”

“handphone dan modem aku sita!”

“ya!! kenapa harus disita?”

“mau sembuh tidak??”

“aish, ara, ara~”

“aku pulang ya, Kyu, bye~”

“bye~”

.

Kepalaku begitu sakit, tapi aku tidak bisa mengingat mengapa kepalaku begitu sakit

Badanku terasa remuk, tapi aku tidak bisa mengingat mengapa badanku terasa remuk

Pikiranku seperti penuh, tapi aku tidak bisa mengingat mengapa pikiranku seperti penuh

.

—————-

***3 Days later***

3 hari terakhir hidupku benar-benar seperti di pedalaman.

Tidak boleh keluar rumah, dan menghubungi teman-teman yang lain.

Yang lebih parah lagi, aku sudah sangat amat merindukan si bodoh.

Ingin ku peluk dan ku marahi dia karena tidak menjengukku!!

.

**tok*tok*tok**

.

“masuk”

“annyeong chagiya”

“Nara!!!!”

“sssttt,,,,”

.

Nara datang dan memelukku erat, dan seperti biasa mengacak-acak rambutku

.

“waegeurae?”

“jika Chaerin dan yang lain tau aku kemari, nanti aku pasti di marahi. kkk~”

ujarnya begitu polos. ah iya, aku tak boleh menerima tamu, bahkan nara sekalipun. aku masih dalam masa pemulihan. sudah 3 hari aku disini, dan aku sangat amat merindukan suaranya yang melengking

“hey, kau tak rindu padaku?”

“ya babo yeoja, justru kau membuat aku ingin cepat-cepat sehat dan berlari ke tempatmu”

“………”

“waeyo?”

“tak usah, hari ini dan besok, biar aku yang kemari. Hehehe”

“selanjutnya??”

“harus kau yang menjengukku. Aigoo~ uri Kyuhyun babo!”

.

”eh?”

Ia kaget saat aku memeluknya begitu erat. ia tidak memeluk ataupun melepas pelukanku. Ia mengikuti kemana arah pelukanku. Hey nara, aku sangat merindukanmu. Aku menatapnya dalam, dan aku melihat air mata perlahan jatuh di pipinya. Lalu ia tersenyum dan tertawa

.

Perhaps, the reason I only look at you, like a fool,

is for fear that you may turn your face away, and

you and I may drift further apart

.

“Kyuhyun, seberapa besar kau menyayangiku?”

“aku tidak meyayangimu, Nara”

“………”

“aku terlanjur mencintaimu, dan begitu mencintaimu”

“…………”

“aku tak pernah berpikir mencintai seorang gadis seperti aku mencintaimu saat ini. semoga kau dan aku bisa selalu bersama yaa”

“jangan berlebihan mencintaiku, nanti kau sulit melepasku”

“melepas?maksudnya?”

“kkk~ kelak kau akan mengerti chagiya. Eh ayo jalan-jalan”

“mana boleh”

“tentu saja diam-diam. kajja~”

.

Kami berdua pergi diam-diam dari rumah.

Kami menyusuri jalan di tengah hujan salju.

Berpegangan tangan, dan begitu rapat

.

“sudah lama aku tidak menghirup udara segar seperti ini!!”

“setiap malam aku selalu menghirup udara segar seperti ini”

“sombongnya~ oh iya, bagaimana kabar Chansung?”

“oppa baik-baik saja. jika kau sudah pulih benar dan boleh keluar, datanglah ke rumah”

.

** Ice Cream Café **

“mau pesan apa?”

“aku mau pesan strawberry dan vanilla”

“dua ice cream??”

“tentu seperti biasa~”

“………”

“waeyo ahjumma?”

“ah aniya. Ini silahkan~”

“gamsahamnida ahjumma~”

.

sesampainya di atas, nara melahap habis ice cream strawberry-nya

wajahnya saat makan ice cream begitu bahagia.

.

What I’m feeling must be love.

It’s hard to hide it, when a smile appears on my face.

I start to miss you, before the day even ends.

What should I do? My heart is fallen ill

.

hey Nara, I Love You

.

“ya!! mengapa diam saja??”

“aniya, hanya saja kau selalu terlihat bahagia saat makan ice cream”

“dingin-dingin begini, rasanya agak absurd makan ice cream. kkk~”

.

Ia mengosok-gosokan telapak tangannya karena dingin

Tapi mulutnya tidak berhenti menelan ice cream, dasar

“ta,, ta,, tanganmu dingin sekali!!! Ayo pindah ke dalam!!”

“engga mau!! Kita kan sudah biasa disini”

“tapi,,,,”

“diam dan habiskan ice cream~”

“……”

.

Tangan Nara begitu dingin.

Jaket dan sarung tangannya seperti tak berguna.

.

“Kyuhyun-ah, jeongmal gamsahamnida”

“untuk?”

“tentu saja untuk semuanya”

“maksudnya?”

“terima kasih telah menjagaku, mencintaiku, menghargaiku, dan bersamaku”

“I love you, Hwang Nara”

“I love you more, Cho Kyuhyun”

.

We walk close together

Making our eternal love tangible

I want to always be smiling by your side

“Thank you” and, ah, “I love you”

Just aren’t enough, just at least let me say

I’m happy

.

“hey, kita mau kemana lagi?”

ujar Nara begitu semangat, saat kami baru keluar dari café

“kau mau kemana?”

dia terdiam melihat kanan dan kiri. mungkin sedang berpikir mau kemana

“hari ini kita senang-senang saja ya” ujarnya sambil menarikku dan berlari ke sisi kanan

“iya, tapi kemanaa??”

“ppalli!!”

“ya, mau kemana berlari seperti ini!”

“ikut sajaaaa”

“Hwang Nara!!!”

.

*15 minutes later*

“Kyu, aduh aku capek, haaah”

“ngghhhh,,,, dasar tak punya otak! berlari sejauh ini, mau buat aku mati? hah!!” aku menoyornya berulang kali dan ia hanya tertawa

“kkk~ kau harus terus hidup chagiya”

“…….”

“taman bunga yuk!” ujarnya semangat memasuki gerbang

“sebentar beli tiket dulu”

.

—-

“maaf tiketnya untuk 2 orang”

“dua? ah, silahkan”

“gamsahamnida~”

“……”

.

“ada apa Kyuhyun?”

“ahjussi tadi celingak-celinguk saat aku beli tiket”

“masa?”

“iya, tak sopan. sedang ada yang beli malah celingukan”

“sssttt, jangan gitu. kurangi kalimat blak-blakanmu”

“…..”

.

ia sangat menyukai bunga. mungkin jika aku dan Nara menikah suatu saat nanti, anak kami akan ku beri nama yang berhubungan dengan bunga. kkkk~

.

“haebaragi!!!!” ujarnya semangat saat kami memasuki ladang bunga matahari.

.

She has sat down

My love bell has rang

The more I look, she is so pretty

The way to her embrace, I search for the way to her embrace

I am her sunflower. bloomed because of her

My heart is nervously excited , sunflower

(Sunflower – SJ)

.

ia begitu semangat hari ini. tidak biasanya ia seperti ini di hari dingin.

biasanya ia kekeh tidak mau keluar dan memilih meminum cokelat hangat sambil main game denganku.

dan saat ia kalah dariku, pasti ia langsung mengamuk.

paboya!~

.

“you’re like sunflower. you always smiling and cheering me up”

“thankies”

“bahasa apa itu?”

“hanya bahasa inggris yang sedikit aneh. kkkk~”

.

.

“hey nara, ayoo photo”

“andwaeyo!!!!!”

.

*pletaak*

.

Ia menampik handphoneku hingga terjatuh. kemudian ia mengambilnya lagi dan memberikannya padaku

.

“mianhae. tapi jangan photo ya hari ini”

“waeyo?”

“lihat, aku berantakan. tak bawa sisir, dan lain-lain. aku malu”

“bukankah biasanya,,,,”

“kalo kyuhyun mau, sini aku yang photo. bagaimana?”

“ya sudah, tolong photo sekali ya”

“arasso, uri Kyuhyun. kkk”

“kenapa tertawa?”

“biasanya kau anti di photo chagiya~”

“sekali-kali boleh. kkkk~”

“aish, ara~”

.

senyumannya kembali terlihat. tapi seorang Nara tidak mau di photo? sungguh ajaib, keajaiban dunia! dia sangat suka photo, dan ia biasanya tak pernah lupa membawa sisir dan camera digital di tasnya. tapi hari ini dia lupa membawanya. sungguh hari yang sangat aneh dan aku juga aneh, tiba-tiba mau photo~

.

** in front of Kyuhyun’s house **

Wajahnya begitu pucat, apakah ia lelah seharian bersamaku.

atau ia kesal karena ia lupa membawa camera dan sisir kesayangannya??

.

“Nara, kau yakin bisa pulang sendiri?” ujarku sambil membelai rambut ikalnya

“tentu bisa, kau pikir aku anak kecil”

“besok jalan lagi?”

“oke, aku kemari siang ya. aku akan hati-hati, jadi tunggu aku datang”

“Nara, kemari sebentar”

.

aku menariknya pelan dan memeluknya.

tubuh mungilnya begitu dingin, dan jujur saja aku khawatir.

i can’t stop my love for you.

you’re so meaning full

.

*chuu~

.

“eh?”

ia menciumku lalu berlari mundur sambil tersenyum

“bye kyuhyun!!”

“ya!! Nara, hati-hati!!”

dasar bodoh, berlari di tengah salju begini. kalau jatuh baru tau rasa dia. tapi ciuman kilat tadi membuatku cukup tenang dengan keadaannya. setidaknya, dia pasti baik-baik saja

.

@ Kyuhyun’s Room

“ah senangnyaaa~”

.

*cekreeek*

.

“whooaaa~”

“oppa!! kau dari mana!!”

Chaerin sudah mentereng di pintu kamarku dengan wajah menyeramkan. Dan taemin di belakang Chaerin melihatku

“Hyung? aigoo, kenapa keluar diam-diam!!” imbuh Taemin lalu merebut handphoneku

“ah handphoneku!”

“ambil dari mana??” gerutu Chaerin sambil menyeretku ke tempat tidur

“di rak bawah. kkk~”

“hyung, tolong turuti kami. sebentar lagi kau boleh keluar kok” ujar Taemin. suaranya bergetar, seperti ingin menangis. sedangkan Chaerin sudah menangis dari tadi. sepeti eomma, dia begitu cengeng

“uri dongsaengi, jeongmal mianhae~” aku memeluk mereka. aku paham mereka begitu khawatir, terutama Chaerin. maafkan aku

.

“ah ngomong-ngomong kau dari mana hyung?”

“tadi,,,,”

ah, aku tak boleh bilang tadi bersama Nara. nanti bisa ada masalah, karena aku dilarang bertemu siapapun. walaupun ini terkesan aneh, tapi ya aku menurut Jinyoung saja

“oppa??”

“ah tadi hanya jalan-jalan. aku merasa bosan”

“oh baiklah. istirahat ya, oppa. cepat sembuh”

.

“chaerin-ah, bisa kau kirim pesan ke Nara kalau aku sangat merindukannya”

“ha?”

“katakan padanya aku mencintainya, dan akan selalu mencintainya”

“hemm, baiklah” Chaerin tersenyum begitu manis. dongsaengku yang paling cantik, terima kasih “traktir apa nih??” imbuhnya

“apa saja yang kau pinta~”

“wookeh~”

.

mereka lalu berjalan keluar meninggalkan kamarku. pintu kamarku belum tertutup rapat, dan aku melihat mereka berhenti di balik pintu itu dengan wajah absurd~

.

“noona, kau yakin?”

“sudah diam saja”

“tapi,,,”

“kita kan kembar seharusnya otak kita sejalan”

“yang namanya kembar kan tidak selalu begitu!!”

“sudah lakukan diam saja~”

“aish~”

.

aku mendengar mereka berbisik. walaupun mereka bilang berbisik, bagiku itu tidak berbisik. suara mereka masih jelas di telingaku, dan mereka itu tidak bisa berbisik. dasar~

.

“apa maksud dua bocah itu??”

.

**keesokan harinya**

chaerin dan taemin tersenyum di depan pintu kamarku dengan pakaian rapi.

tentu saja dengan motif kembar.

Apakah kalau kembar harus seperti itu?

.

“kalian rapi sekali. mau kemana?”

“hari ini kami ke rumah Nara sebentar”

“boleh aku ikut?”

“Kyuhyun hyung, kan sudah aku bilang, tunggu kau pulih benar”

“tapi.,,,”

“ya sudah kami berangkat ya. oh iya, handphone dan modemmu aku bawa ya oppa” ujar chaerin licik sambil mengangkat gadget kesayanganku

“dan jangan keluar rumah dengan alasan apapun!!!!” imbuh Taemin sambil mengacung-acungkan telunjuknya ke arahku, dan aku mengangguk

“bye~”

.

akhirnya aku bebas di rumah, dan tinggal menunggu Nara, semuanya beres

“ah tunggu, mereka ke rumah Nara, tapi hari ini Nara berjanji ke rumahku. bagaimana ceritanya ini!!!”

.

“tenang, mereka ke rumahku hanya bermain”

.

“Nara!!!”

dari pintu tampak yeoja yang aku tunggu.

dengan pakaian yang cassual, seperti biasanya

.

“mau apa?”

“Taemin ada urusan dengan Chansung oppa. tapi kalau Chaerin mungkin memasak??”

“mwo? si bodoh memasak?”

“ya!! kalau Chaerin bodoh, berarti kau super idiot!!!” Nara menoyorku karena kesal sahabatnya (yang sebenarnya dongsaengku) aku hina

.

ya Nara adalah sahabat dari Chaerin sejak 6 tahun lalu. mereka benar-benar soulmate. bahkan Chaerin yang menjodohkanku dengan Nara. padahal saudara kembarnya, Taemin, menyukai Nara. dasar, yeoja labil. tapi aku berterima kasih pada Chaerin sudah kekeh mengenalkanku pada Hwang Nara. gamsahamnida~

.

“kok bengong” ujar Nara menepuk bahuku dan tersenyum

“ah aniya. just recall our memories in the past. do you remember our first meeting??”

“nee, saat aku sedang dalam masa pendekatan dengan Taemin. Tapi Chaerin malah meminta aku mendekatimu. kkkk~ dan memang aku jauh lebih menyukaimu chagiya”

“jeongmalyo?”

“geurae~ jeongmal sarangi apa”

“ha?”

“berbulan-bulan menunggu kau membuka hatimu, sungguh lelah dan sakit hati. kkkk~”

“but now, you’re my soul, Hwang Nara. i really loves you”

“bisa tidak gunakan bahasa kita saja?? sombong sekali dirimu~”

.

ia langsung memonyongkan mulutnya. sungguh, aku ingin sekali tertawa melihat tingkahnya yang begini. tapi jika aku tertawa, pasti ia marah padaku. kau begitu berharga, hei babo yeoja~

.

“hei jadi jalan-jalan tidak?”

“mau kemana??”

“karaoke yuk!”

“adu suara denganku? ayolah, suaraku yang terba,,,,!!”

“hanya ingin bersanding suara denganmu Kyuhyun-ah”

.

ia tersenyum menyela kalimatku, dan menggantinya dengan kalimat yang membuatku tertegun. akhirnya kami pergi ke karaoke menghabiskan hari. entah apa yang akan Chaerin dan Taemin lakukan jika mereka tak menemukan aku di rumah. mianhae~

.

** Karaoke Center **

@ Room 13

“mau pilih lagu apa Nara??”

.

sejak masuk ruangan ini, ia tidak bicara sedikitpun. wajahnya jadi pucat, dan tampak begitu sedih

.

“hey, kau yakin tak apa-apa?”

“Kyuhyun-ah, apa kau mencintaiku?”

“tak usah kau ragukan hati ini. tapi mengapa kau bertanya demikian?”

.

ia menangis di pelukku. saat ku tanya ada apa, ia hanya menggeleng. namun aku sadar, sesuatu telah terjadi. hanya saja ia belum jujur padaku

.

“jika kau sudah siap, katakan saja. jangan di paksakan” aku mencium keningnya dan kemudian ia tersenyum lega

“tak perlu aku katakan, kau yang akan tau semuanya nanti” ia balik mencium keningku dan tertawa. terkadang aku selalu berpikir apakah aku mencintai yeoja yang tepat?? namun, saat itu juga aku sadar, aku mencintai yeoja yang sangat tepat. love you, Nara

.

kkaejyeobeorin jogakgateun chueokdeulman bakhyeo inneun geot gata

nae simjang gipi nae simjang gipi nae simjang gipi gipeun gose Oh- Oh-

nunmullo beombeogi doen ne eolgulman areungeorimyeo maemdolgo isseo

maemdolgo isseo nae modeungeol gajyeogan neo

.

Last Love, Last Kiss, Last Dream

neoreul aneun gaseumi neomaneul gieokhae

Goodbye My Love My Kiss

meomchwo isseul geot gata neo eobsi idaero

.

My Love, My Kiss, My Heart

modu mudeodulge gaseumsok gipeun got Yeah~

One Love, One Kiss, To My Heart

modu ijeobolge modu da jiulge

.

aku terkejut ia menyanyi lagu ballad begitu baik. ia mendalami lagu itu, seakan-akan lagu itu adalah lagu miliknya. air matanya jatuh perlahan membasahi pipinya. aku tidak bertanya mengapa ia menangis. karena aku tau, pasti ia akan menceritakan semuanya~

.

“kau masih ingin bernyanyi lagi?”

“masih, Kyuhyun. kali ini biarkan aku meneruskannya ya~”

“jangan lagu ballad. Suaramu membuat aku merinding mendengarnya”

“mantul!!! Suaramu jauh lebih bisa membuat orang menangis Kyuhyun-ah!!”

“baiklah, ayo kita duet!!!”

“……”

—-

saranghae tjanha uri hamkkehan manheun nal dongan

hamkke apahaetjanha seoroui irin juldo moreugo

neon eodi inneun geoni naui moksori deullijil annni

apeun nae simjangi neoreul chatneunda neoreul bureunda michidorok

.
gaseumi nunmuri tto neoui gieogi

han bangul han bangul tto nae gaseume heulleo naerinda

ureodo ureodo jiwojiji annneun gieogeul ttara

oneuldo bin nae gaseumeul tto jeoksinda

—-

.

Suaranya kali ini jauh lebih sedih.

Apakah ini efek lagu?

Ataukah efek moodnya yang mungkin sedang tidak bagus?

Hanya saja, aku merasa sakit menyanyikan lagu ini

.

** 3 hours later **

**tok*tok*tok**

.

“maaf, waktu 3 jam-nya sebentar lagi habis. mohon siapkan barang anda, dan jangan sampai tertinggal”

“ah, gamsahamnida~”

.

“kau tau Kyuhyun, suaramu bisa membuat seseorang menangis dalam keadaan bahagia. kkk~”

“apa aku harus jadi penyanyi??” ujarku bangga dengan kemampuan menyanyiku

“jadilah seperti apa yang kau mau. Jika mau meneruskan usaha appamu lebih baik ke Seoul. Tapi jika kau ingin mengembangkan bakatmu, pergilah ke KyungHee”

“………”

“waeyo?”

“aku akan memilih pilihanmu. apa saranmu?”

“masuk Seoul University, lalu kembangkan bakatmu di saat yang bersamaan. utamakan kuliahmu. ah itu juga kalau kau lulus sekolah. kkkk~”

“yeoja sialan!!!”

“waaaa…… “

“baik, baik. kau lulus dengan nilai terbaik dan masuk Seoul University! Puaskah?”

“tentu saja harus begitu~”

“kau harus semangat dan semangat~”

“tapi apa aku bisa masuk universitas itu?”

“tenang, Cho Kyuhyun pasti bisa~”

“gamsahamnida~”

.

Kata semangat yang kau ucapkan 1 kali lebih ampuh dari pada 1000 kali ucapan semangat yang aku tanamkan sendiri. Gamsahamnida

.

——

@ Kyuhyun’s House

“oppa kau dari mana sih???” Chaerin membawa pentungan besi dan berdiri di pintu masuk rumahku. untung saja Nara sudah pulang

“habis jalan-jalan” ujarku santai menjawab pertanyaannya

“………..”

.

chaerin terdiam, dan air matanya jatuh membasahi pipi mungilnya

.

“chaerin, gwenchana??” Taemin memeluk Chae.rin.

ada apa sebenarnya?

mengapa mereka begitu khawatir aku keluar rumah?

padahal aku sudah sembuh. pasti ada yang tidak beres

.

“kemari” aku ikut memeluk Chaerin, dan gawatnya tangisannya malah makin besar, dan itu menarik perhatian orang-orang yang lalu lalang di depan rumahku

.

“kajja, masuk”

chaerin meringkuk pilu di sofa, dan Taemin terus memandangi Chaerin

“apa kita katakan saja??” ujar Taemin tiba-tiba pada Chaerin

“katakan apa?”

“yang itu, noona~”

“andaweyo!!!”

.

*kreeeek*

“lebih baik katakan semuanya” Jinyoung tiba-tiba datang dan mengatakan hal yang benar-benar membuatku bingung

“tapi oppa??” Chaerin bangkit dan menarik Jinyoung menjauh dari kami. mereka membicarakan sesuatu, aku tidak bisa mendengarnya

“hey Taemin, apa yang mereka bicarakan??” ia tidak menjawab pertanyaanku, malah diam seribu bahasa. seperti tidak mau salah bicara

.

“2 hari kau kemana dan bersama siapa oppa??”

“ha?”

“please be honest to us” imbuh Jinyoung

“aku ke taman, ke cafe, dan hari ini ke karaoke”

“sama siapa hyung?”

“Nara”

.

“………”

“mwoo??” Jinyoung dan Taemin shock mendengar jawabanku

“ma,, ma,, maksudmu Nachan??” imbuh Chaerin dengan mata berkaca-kaca

“Nara? yang ini???” ujar Jinyoung sambil menunjuk photoku dan Nara di handphonenya

“tentu saja~ yeojaku hanya satu, dan itu Hwang Nara” ujarku santai

.

*bruuk*

.

“Chaerin!!!” Chaerin terduduk di lantai, dan aku langsung panik “neo gwenchanayo??” tatapannya kosong

“hyung kau benar-benar bersama Nara 2 hari ini??” ujar Taemin, dan aku mengangguk mantab

.

“geotjimal!! uri oppa geotjimalyo!!!” Chaerin berteriak dan meronta-ronta

.

ada apa sebenarnya dengan mereka semua?

apa hubungannya dengan Nara dan 2 hari kemarin?

apa hanya aku yang tak tau apa-apa?

.

“malhebwa,,,,”

“Kyuhyun,,,”

“ya!!! jebal!! malhebwa!!!”

.

“apa kau benar-benar tidak mengingat hari itu??” tatapan Jinyoung membuatku takut “ingat lagi Kyuhyun! jebal”

.

aku mencoba mengingat semua. hanya ada bayangan, suara bising, dan teriakan Nara, dan itu membuat kepalaku sangat sakit

“oppa, kau ingat sesuatu??”

.

—-

“Kyuhyun!!!!”

“Nara!!!”

“awaaaas!!!”

—-

.

“aaarrrgghh!!! kepalaku sakit!!”

“jangan di paksa!!” Taemin memegang kepalaku

“Taemin-ah, kepalaku sakit! teriakan Nara membuat pengang” aku melihat Chaerin sudah menangis tak karuan. aku sungguh belum bisa mengingat kejadian dan gambaran apapun. aku hanya bisa mengingat suara teriakan Nara saat itu

“saat itu???”

.

“oppa, kau ingat sesuatuu??” chaerin menatapku penuh harap, dan aku mencoba mengingatnya. rasa sakit di kepala ku abaikan demi mengerti ada apa dengan semuanya

.

*********

“congrats Kyuhyun!! 3rd winner of Speech Contest. kkkk~”

“gamsahamnida uri Nara~”

“lihat piagam dan sertifikat ini. keren yaaa”

“i know you can do it my boy”

.

*chuu~

.

“hanya ciuman nih hadiahnya??”

“mau apalagi dariku??”

“Nara, aku minta hati dan hidupmu”

“ha?”

“………”

“cinta mengajarkan kita untuk sakit, Kyuhyun”

“dan Cinta mengajarkan kita untuk bangkit. benarkan??”

“kajja Kyuhyun~”

“hei pelan-pelan”

.

**nguooooongg**

.

“Kyuhyun awaaas!!!”

“aaarrrghhhh!!!”

“Tuhan selamatkan Kyuhyun!!!!!”

.

*jegeeeerrr*

.

“Nara,,,,”

“Kyuhyun, kau tak apa-apa?”

“kau berlumuran darah”

“kau juga chagiya”

*bruuk*

“bertahan Nara”

“….”

“Nara seharusnya kau jangan kemari!!!”

“kau pikir aku tega melihatmu sakit?”

“Nara,,,,”

“jeongmal gamsahamnida. mianhanda, saranghanda, uri Kyuhyun,,,,,”

“nara!! Bangun Nara!!!”

“Hwang Nara!”

********************

.

“Nara!!!!!!”

tanpa terasa air mataku jatuh. aku menutupi wajahku dengan bantal. dan aku sungguh bodoh!!!

“oppa, kau sudah ingat?”

“noona, jangan memaksanya~”

.

“Jinyoung-ah, tapi Nara sudah sembuh. kemarin aku berjalan-jalan dengannya~”

“hyung~”

“Taemin, kau tak percaya aku??”

“kami percaya kok”

” yang kemarin itu Nara!! ia sudah sembuh!”

“hemm, oppa~”

“kenapa sih chaerin? ayoo kita buktikan ke cafe dan tempat aku berkaraoke!!!”

“tapi,,,”

“cepat, cepat”

.

aku menarik Chaerin hingga ia terjatuh dan kembali menangis.

lalu aku aku menyeret Taemin, tapi ia berteriak

.

“cukup hyung!!!”

“Kyuhyun-ah”

“apanya yang cukup?? pasti mereka melihat aku dengan Nara!!!!”

.

“Nachan sudah pergi, oppa”

“mwo?”

“Nara meninggal di rumah sakit”

“aish~ ia masih denganku hari ini. bahkan ia bernyanyi untukku~”

“ia sudah pergi kyuhyun!!”

“ia sudah pergi pulang lewat jalan sebelah tadi”

“oppa~”

“kalian ini kenapa sih? Nara masih hidup dan ia sehat!!! tadi ia bersamaku. mengapa kalian tidak percaya?? ia tadi,,,”

.

“uri Nara sudah meninggalkan kita selamanya hyung”

“Nachan sudah meninggal, oppa”

“kuatkan hatimu kyu”

.

apa? meninggal? bahkan tadi ia masih sehat dan beradu suara denganku.

ia masih tertawa dan menciumku

.

Just like you’re the end for me

Just like you’re my last moment

You pass by me so easily

Even if i can’t go up

and take just a step

.

“aku mohon, jangan bercanda untuk hal yang satu ini chaerin-ah” aku sudah lemas, dan nyawaku seperti hilang setengahnya

“aniya, oppa”

.

“mungkin yang tabrakan itu aku hanya mimpi. iya benar, hanya mimpi” ujarku menyangkal semuanya. mereka menggeleng, dan wajah Jinyoung tampak depresi “mimpi yang benar-benar menakutkan. Jadi aku berpikir itu seperti nyata. Benar kan??”

.

“ini piagam dan sertifikatmu hyung” Taemin menyerahkan piagam dan sertifikatku yang berlumuran darah. saat aku pulang dari acara itu, sertifikat dan piagamku memang Nara yang membawanya

.

*bruuuk*

.

“Kyuhyun-ah, neo gwenchana?”

“aniya, gwenchana anirago”

“menangis saja jika ingin menangis! menangis oppa, menangis!!!”

.

Chaerin memukulku berkali-kali sambil menangis. aku ingin menangis, tapi suaraku seperti habis karena tidak terima kalau ini kenyataan. entah mengapa saat ini semuanya begitu gelap dan suram

.

Tuhan bolehkah aku meminta?

Tolong putar waktu ke hari dimana aku mengikuti “speech contest”.

aku tidak perlu datang, jadi tidak perlu menang. dan Nara tidak perlu selamanya menghilang. bolehkah seperti itu, Tuhan?

Atau jika tidak,,,

Tolong putar ke 2 tahun lalu.

jangan biarkan Chaerin berpikiran menjodohkanku dengan Nara.

Biarkan Nara dengan taemin saja. jadi ia masih ada saat ini dan bahagia tanpa ada siapapun yang merasakan sakit

.

“oppa, jangan diam saja seperti ini!”

“ayo hyung ke rumah Nara”

chaerin dan Taemin menarikku agar bangun. tapi rasanya tubuh ini, jiwa ini, dan hati ini tidak bisa terima dengan apa yang mereka katakan tadi

.

“hyung!! hyung!!”

“oppa mau kemana?”

“Kyuhyun!!!”

.

aku berlari sejauh mungkin. menghindari semuanya.

namun jika aku menghindari semua, apakah boleh di ulang kembali??

.

I wanted to lie and run away but

Your two eyes are telling me goodbye

.

@ ice cream cafe

“permisi ahjumma”

“ah kau yang kemarin,,,,”

“nee~ boleh aku tanya sesuatu?”

“silahkan”

“disini ada cctv, boleh aku lihat cctv-nya di jam aku datang berkunjung?”

“eh?”

“ini jam dan hari aku berkunjung”

“……..”

“ahjumma~”

“aish, kajja~”

.

“bagaimana? ini saat kau datang”

“se,, sendirian?”

“makanya aku tanya, ‘dua es krim?’ dan kau bilang ‘tentu saja dua’. begitu”

“…………”

“dan ice cream yang strawberry tidak termakan. lihat cctv ini”

“………….”

.

aku memandangi cctv ini tanpa berkedip.

mengapa jadi begini? kemarin Nara bersamaku, dan ia melahap habis ice cream-nya

.

“kemarin ada yeoja yang bersamaku kan??”

“aniya, kau datang sendirian. tersenyum dan terlihat bahagia. waeyo?”

“seharusnya aku sedih dan hancur hari itu ahjumma”

“apa kau merasa yeoja itu di sampingmu?”

“eh?”

“orang awam tak bisa melihatnya. tapi saat kalian datang, aku bisa melihat yeoja itu tersenyum begitu manis bersamamu”

“kau lihat Nara!!! jadi Nara masih hidup kan?? malhebwa!!!”

“aku tak mau membuatmu sedih. tapi aura yeoja itu sudah pudar. ia sudah meninggal dengan tenang”

“……..”

.

*bruuk*

.

“ulljima. gadis itu begitu mencintaimu, oleh karena itu ia masih disini”

“apakah aku bisa melihatnya saat ini?”

“sayangnya ia tidak disini sekarang”

“ah gamsahamnida, ahjumma!!”

.

aku langsung berlari ke tempat karaoke.

tempat dimana terakhir kali aku bersama Nara.

tempat dimana ia bernyanyi bersamaku.

Pasti disitu terlihat!!

.

**karaoke center**

“permisi, bisa aku lihat cctv hari ini di jam dan ruangan ini??”

“maaf tidak bisa. itu kebijakan perusahaan tuan”

“jebal!!!”

“maaf tidak bisa~”

“……….”

“baiklah, tapi bisa lihat pembayaran milikmu?”

“nee~”

“baiklah, kau bisa ikut dia”

“kajja~”

.

—-

“bagaimana? ada”

“silahkan dilihat”

“sendirian??”

“kau memang sendirian hyung”

“hyung? kau tau aku?”

“bukankah kau kekasih Hwang Nara?”

“ah nee~”

“aigoo~ untung sekali kau selamat dalam kecelakaan itu. mendengar cerita orang sekitar saja aku stress. kecelakaan yang begitu cepat!!”

“mworago?”

“ah iya, hari dimana sebelum ia kecelakaan, ia menelponku. ia bilang ingin merayakan kemenangan hyung di karaoke ini. ruangan 13 dan jam 13 adalah pesanannya. tapi sayangnya ia tak sempat kemari, dan malah kau yang kemari sendirian”

“kau sudah bertemu Nara?? dimana ia sekarang?”

“eh?”

“aniya. aku tidak ke rumah sakit ataupun ke rumahnya. aku datang saat ia di kremasi keesokan harinya hyung”

“di,, di kremasi?? aish~ ia masih hidup”

“ha?”

“ia bahkan tadi bersamaku”

“Kyuhyun hyung??”

“jangan pernah bilang ia sudah meninggal!! ia tadi bersamaku di karaoke ini!!!”

“tapi lihat, kau sendirian!! bahkan saat bernyanyi, kau juga sendirian hyung”

“hyung!!! Mau kemana??”

.

Nara, kau membuatku tampak seperti orang gila.

berlari-lari dan mencari kebenaran sendirian.

membuatku hampir stress dengan pendapat semua orang.

semuanya salah kan??

.

** taman **

dan ketika semua begitu gelap, aku merasa ingin mati saja.

semua orang disini begitu bahagia.

mereka tersenyum dan tertawa, tapi tidak denganku.

sekarang aku harus bagaimana??

.

“hey, kau kenapa sendirian?”

“Nara!!!!”

“berisik!! aku tidak budeg”

“ada apa tiba-tiba memelukku??”

“semua orang mengatakan kau sudah ,,,,,”

“mati???”

“hah?”

“datanglah ke rumahku setelah ini, kau akan mendapatkan jawabannya”

“shireo!!!”

“yaa!! kau mau di kira orang gila? kkk~”

“aniya!!! Nara, kajja~”

“aku harus ke suatu tempat, nanti kita bertemu disana”

“hari ini?”

“tahun depan!! ya hari ini chagiya”

“kkk~ love you Nara. bye”

“hati-hati!!!”

.

sekarang aku tau, Nara masih hidup.

Nara tak akan meninggalkanku seperti orang bodoh.

Thank God, you tell me the truth

.

@ Nara house

aku merasakan angin yang begitu besar saat aku sampai di gerbang rumahnya. wangi ini? wangi yang biasa Nara pakai

“ada kejutan apa ya? dasar Nara~”

.

*sriiiiiing*

.

“Kyuhyun?”

“hei Chansung, apa kabar??”

“aku baik. hemm, kau sudah sembuh?”

“tentu sudah. apa Nara sudah sampai?”

“mwo???”

.

“Kyu oppa??”

“chaerin-ah. ah Jinyoung juga ada?”

“…………..”

“ada apa sih ramai sekali”

.

aku masuk ke rumah Nara, dan aku mendengar Hwang Ahjumma menangis begitu pilu. namun ada yang lebih membuatku hampir mati

“……..”

.

karangan bunga tersemat di photo yeoja yang begitu cantik. senyum menghias photo yeoja itu. jepit rambut ungu, dan rambut pirangnya. ia begitu cantik. tapi yeoja cantik yang di sematkan bunga itu adalah Nara. nae yeojachingu, Hwang Nara~

.

“apa-apaan ini!!!”

.

aku masuk dengan langkah kasar. Chaerin menghalangiku masuk, begitu juga Jinyoung. tapi aku kekeh masuk. semua teman-teman ada di ruangan ini sedang memberi hormat. hormat? hormat apa?

.

“ya!! kalian sedang apa hormat pada photo Nara?? itu kenapa ada bunga di photonya!!!”

“……..”

“jawab!!!!”

“Kyuhyun-ah, duduk dulu”

“ahjumma, itu turunkan bunganya! jangan bersikap seolah-olah Nara sudah mati!!!! jebal”

“oppa, jangan begini”

.

*buuaakkk*

.

“Hyung!!!! cukup!!!” pukulan taemin membuat aku tambah marah

“taeminie!!!” chaerin melerai kami, namun taemin mendorongnya. Chaerin langsung menangis

“diam chaerin!! hyung cukup! ia sudah mati! Hwang Nara sudah pergi! jangan memberatkannya!!!”

“kan sudah aku bilang ia masih hidup. barusan ia menyuruhku kemari, dan ia bilang kami akan bertemu disini,,,,,”

“………”

.

“ia benar, dongsaengku benar. kau dan Nachan akan bertemu disini”

“tapi keadaan uri Nara sudah berbeda”

.

wajah Chansung dan Hwang ahjumma begitu absurd. aku yakin Chansung menangis hari ini. matanya begitu,,,,

.

“ah aniya~ Nara!!!!! kau berjanji padaku kau akan mengantarkan kelulusanku? janjimu mana Nara? mana!!! kau mengapa begini!!”

“oppa,,,,”

“katakan!!! mengapa Nara meninggalkanku? apa aku namja yang jahat? katakan Taemin-ah? bukankah kau menyukainya?? katakan!!!”

“hyung!!!!”

“ya! Cho Taeminie!!!!!”

“waegeurae, Cho Chaerin!!”

“semuanya diam!!!!!”

“oppa,,,”

“Kyuhyun-ah,,,”

“hyung~”

.

The sound of my heart ringing.

It feels like a lie.

This pain too.

Like the writing that has been washed away and smudged.

You and I have been blurred and erased.

.

“oh iya, kemarin pagi, kau dinyatakan lulus”

“selamat ya kyuhyun-ah, kau lulus sekolah dengan nilai terbaik, dan juga di terima di Universitas Seoul”

“mworago Jinyoung-ah?”

“ini’

.

Jinyoung memberi begitu banyak surat. Surat kelulusanku, surat interview, surat di terima di Seoul University, dan surat dari sekolah bahwa aku resmi lulus dengan nilai terbaik. Tapi aku merasa semuanya sia-sia. Tanpa Nara disini, semuanya gelap~

.

“aarrgghh!!!!!” aku menyebar semua surat ucapan selamat itu di depan abu Nara. Hatiku remuk!! Hancur sudah semuanya!! “aku lulus! Seperti yang kau harapkan! Nilai terbaik, dan masuk Seoul! Sekarang mana janjimu!!! Ayo bangun! Rayakan bersamaku!!”

“oppa,,,”

“Kyuhyun~”

“lihat, dia lupa janjinya!!” Aku memukul-mukul lantai kayu dimana aku duduk. Semuanya melihatku, dan Chaerin berusaha menenangkanku “Nara kau pembohong!!”

.

“dongsaengku pasti menepati janjinya~”

“ha? maksudnya apa Chansung hyung?”

“bukankah dia berjanji makan ice cream, ke taman bunga, dan karaoke bersamamu setelah pengumuman??”

“kau benar Chansung!! Ah Kyuhyun-ah, tadi kau bilang kau merasa pergi bersama Nara ke café, taman, dan barusan kau karaoke kan??”

“ah geurae!!! mwo, nachan hanya menemui oppa?? waeyo???”

.

“memang benar,,,”

Aku terduduk lemas. sekarang aku benar-benar harus menerima, bahwa Hwang nara tidak selamat dalam kecelakaan itu. dan kecelakaan itu bukanlah sebuah mimpi. Hwang Nara, mengapa harus begini?? Katakan padaku!!

.

Love forever and last forever

Even if I put in my whole heart

You are something I can’t catch or lose

But I still like you

.

“Nara, terima kasih kau sudah menepati semua janjimu. Terima kasih juga kau selalu menjagaku 1 tahun ini. dan Terima kasih menungguku 2 tahun ini”

.

“Kyuhyun, minggu lalu aku melihat nara menulis surat. Tapi setelah ku cek waktu itu ternyata bukan surat. Tapi ini untukmu. Ku rasa kau harus membacanya. Ini~”

.

—-

Since when is it, You come into my heart

My heart keep thumping even for your little smile

For along time, I’ve been waiting for this fate like love

It’s you, I know it.

Oh~ That my love is you

.

You’re like a cotton candy that melting my heart all day.

You’re like rainbow that coming dazzlingly into my heart

Will you whispered me with your sweet voice

That from the beginning your heart everyday loving me too

I love you just be my love.

.

Why I keep laughing when i heard your playful voice

When your two little eyes stare at me, I even trembling like this

For along time, I’ve been waiting for this fate like love

It’s you, I know it.

Oh~ That my love is you

.

Do you know?

The day we fall in love like this

Do you believe?

The Cupid’s arrow sent from Heaven

I love you who come like miracle’s gift

Let’s be together forever. loving me everyday

I love you just be my love

—-

“kau tau Kyuhyun, uri dongsaeng terlihat sangat bahagia saat menulis note itu” ujar Chansung padaku. ia tersenyum memandang photo Nara

.

“ahjumma, oppa, kami semua pulang dulu ya. Kyuhyun oppa, yang sabar. permisi”

“kami pulang dulu, ahjumma, hyung”

“permisi~”

.

teman-temanku satu persatu pulang, sedangkan ahjumma memilih istirahat di kamar. dan hanya tinggal aku, chansung, jinyoung, chaerin, dan Taemin di ruang tamu

.

“kalau kau merasa bersama nara kemarin dan hari ini, berarti Nara datang untuk memenuhi semua janjinya padamu”

.

“Nachan!! aku tau kau disini. tolong goyangkan sesuatu agar kami tau keberadaanmu!!!” Chaerin menangis dan meringkuk di pelukan Taemin

“…….”

“Nara, please!!!”

.

*kreeeett*

.

“eh?”

“mwo?”

“hmmm,,,,”

.

“itu Nara!! pasti Nara disitu!!”

Chaerin antusias melihat meja yang tergeser pelan

“Nara??” aku mendekati meja itu perlahan. air mataku terus mengalir menatap meja ini. pasti Nara ada di salah satu sisi meja ini

.

“Nara, maaf sudah menganggapmu pembohong” aku terus memandangi sisi-sisi meja “terima kasih sudah mengajakku ke 3 tempat. terima kasih sudah menepati semua janjimu. benar-benar terima kasih”

.

“nachan, apa kau disana??” ujar Chansung “nachan, terima kasih sudah menjadi dongsaeng yang begitu menurut dan menyayangiku. mulai sekarang aku akan berusaha”

.

“ya, nara-ya, rencanaku sudah gagal sebelum ku katakan. sSebenarnya, aku ingin kita, aku, kau dan Taemin kuliah di Kyunghee, dan memilih jurusan musik. sekarang hanya aku dan Taemin yang akan kesana. tapi kami akan berjuang untuk bagianmu juga. hei, jika kau dengar, jatuhkan sesuatu. tapi jangan yang mudah pecah!! nanti aku disuruh mengganti. kkkk~” ujar Chaerin dengan nada tegar dan semangat

.

*bruuuk*

.

“ah majalah itu jatuh!!! berarti kau masih di samping Kyuhyun hyung. kkkk” imbuh Taemin antusias. dan entah mengapa suasananya jadi hangat, padahal Nara sudah meninggal. mungkin karena Nara akan selalu ada di sampingku sampai kapanpun. ya, you always here, right, nara?

.

*wuuuzzz*wuuuzzz*

*klotak*klotak*

.

“Nara sebelum kau pergi, tolong bantu menemukan yeoja yang baik untukku yaa~” ujar Jinyoung, dan kami tertawa melihat tingkahnya. percaya atau tidak, photo Nara yang sedang dipajang menjadi begitu bersinar. ya, terus bersinarlah, Nara. kau gadis yang baik

.

angin itu sudah berada di pintu.

apakah berarti Nara sudah harus pergi?

apakah setelah ini aku sudah tak bisa melihat dan menyapanya lagi?

Tuhan, tolong jaga malaikatku baik-baik

.

“Nara!!! kau harus bahagia disana. dan jangan lupa untuk menjenguk kami sekali-sekali. kami menyayangimu, babo Hwang Nara!!!” teriak Chaerin di pintu. sekarang Chansung sudah tersenyum, tidak seperti tadi. haruskah aku tersenyum juga seperti Chansung dan lainnya?? Chaerin juga sudah tak menangis lagi. haruskan aku seperti ia juga?

.

“nae Hwang Nara, jeongmal saranghae!!!! gamsahamnida~”

.

I finally set my heart to leave

And it came to me like a harsh storm

It might be a fate that will wash away like the rain

Because it was more painful than a fate shattered like glass

At the end of this walk, I let you know but you wouldn’t know

(Storm – SJ)

.

“apa ia masih disini kyu?” ujar Jinyoung sambil celingukkan

“ya!! Youngie, mana aku tau!!”

“he?”

“jeongmal babo hyung!”

“mworago?? ya~ Taemin!!! ppalli ireona”

“shireo~”

.

Hei Nara, kau tau, sesaat aku merasa aku pasti mati. kenapa? karena aku merasa tak bisa apa-apa tanpamu. aku hampir mau bunuh diri saat aku meyakini kau benar-benar pergi karena kecelakaan itu. tapi aku tau satu hal, kau akan selalu disini, menjagaku dan mencintaiku. khusus untukmu, aku akan selalu sediakan ruang terbaik di hatiku. hey, Hwang Nara, I Love You~

.

My heart, my tears, my memories of you

Drop by drop, they are falling against my chest

Though I cry and I cry, the memories won’t erase

And again today, I drench my empty heart

(memories – SJ)

.

** 4 years Later **

“love, sarangi apa~”

.

4 tahun berlalu sejak kejadian itu. aku pikir setelah hari itu, pasti semua akan baik-baik saja. tapi aku salah, justru itu awal semuanya. berminggu-minggu aku mengurung diri di rumah. 2 kali hampir bunuh diri. tapi aku selalu beruntung karena ada saja yang terjadi. aku tau, itu pasti kau menghalanginya. gomawoyo. sebelum masuk kuliah 3,5 tahun lalu, semuanya sudah tak apa.

but how can i continue my love without you?

.

*bruuuuk*

.

“aduh sakit!! hati-hati dong!!”

“ah maaf, aku tidak seng,, a,, ja,,”

.

ye,, yeoja ini?

kenapa?

.

“nee, gwenchana. ah!! Cho,,, Cho,, Cho Sunbae, mianhanda~” ia membungkuk dan merasa bersalah. ha? bukankah aku yang salah

“aku yang salah mengapa kau meminta maaf??”

“ah, aniya~ hanya saja,,,,”

“kau takut aku tebas??”

“ha?? ah, aniya!!! maaf, maaf”

.

ia berlari tunggang langgang meninggalkanku yang tertawa terbahak-bahak. astaga, kelakukannya seperti babo yeoja itu

.

“kkkkkk~”

.

sungguh lucu sekali yeoja ini.

wajahnya mengingatkan aku pada Nara.

eh, ini kali pertama aku berbicara tenang, dan sabar pada yeoja

siapa yeoja itu??

.

—-

“tadi pagi lucu sekali~”

“wae?” tanya Taemin dengan tampang cool-nya

“saat jalan, ada yeoja yang aku tabrak di taman kampus. tapi ia malah panik dan meminta maaf padaku. padahal aku yang salah. kkk~”

“pakai mobil???” seru taemin dan Chaerin

“jalan kaki bodoh!!” ujarku kesal dan wajah mereka langsung slow “hmm, tapi mengapa ia panik yaa?”

“tentu saja ia panik bertemu denganmu!” gerutu Taemin sambil memakan saladnya

“ha?”

“dasar oppa bodoh! kau tak sadar ya? kau itu terkenal di kalangan junior! Cho Kyuhyun, sunbae perfect yang galak dan menyebalkan!!” gerutu Chaerin sambil menendang kakiku. yeoja ini benar-benar seperti eomma galaknya

.

ah iya, Chaerin dan Taemin kuliah di Seoul University, dua tingkat di bawahku. mereka memilih mengikuti jejakku untuk kehidupan mereka. 1 bulan sebelum ujian, mereka menangis karena bingung harus memilih KyungHee atau Seoul University. tapi kurasa Nara membantu mereka~

.

“siapa yeoja itu?” tanya Taemin padaku saat mulutnya penuh dengan selada

.

“mana ku tau! sepertinya aku sering lihat dia di sekitar. tapi wajahnya bukan asli korea. hmm, kurasa,,,”

.

“aish, kau selalu seperti itu oppa. bersikaplah manis sedikit pada yeoja. kau itu mempunyai ratusan fans, tapi kau tak bisa memperlakukan mereka dengan baik. babo namja!!!” itulah Gerutuan Chaerin setiap harinya padaku. setelah itu ia masuk ke kamar dan mengunci pintunya.

.

“apa hebatnya mempunyai banyak fans yang selalu ribut dan mudah terpengaruh dengan keadaan!!!” gerutuku kesal sambil melihat pigura nara yang terpajang di meja keluarga kami

.

“hyung, apa Chaerin benar-benar kembaranku?” ujar Taemin dengan nada mengejek kurasa

“tentu saja~ hanya beda 30detik”

“kembaranku yang itu otaknya perlu di reparasi. ayo ke tempat reparasi hyung” ujar Taemin datar.  walaupun sedikit kasar, aku mengerti kalau ia bercanda. lalu kami tertawa bersama

.

*pletaak*

.

“aduhhh!!!”

“ya!! Taeminie, aku hajar kau besok!!!”

.

*braaak*

.

“waw, amazing girl as always!!” Charin melempar Taemin dengan sepatunya, dan Taemin meringis kesakitan. tentu saja sakit, yang ia lempar adalah sepatu wedges-nya

“dasar yeoja gila~”

“kkkk~”

.

ada hal yang terlupa!!

Nara, aku penasaran dengan yeoja tadi pagi. ia sekilas sepertimu, tapi tidak dengan sifatnya. tunjukkan jalan yang terbaik ya, seperti yang selama ini kau lakukan padaku~

.

—-

@Library

.

**bruuuk**

“ah ma,, maaf ! aku tidak sengaja”

“ah kau lagi?”

“aku punya nama!!!” bentaknya keras lalu semua orang di ruangan ini melihat ke arah kami. ia spontan menutup mulutnya. aku shock mendengar bentakannya, suaranya seperti Nara

“………”

“ah mianhae,,,,” ia hendak pergi, namun ku pegang tangannya

.

“siapa namamu agassi??”

“nee??”

“what’s your name?”

“……”

.

.

“Joo!!!!”

.

suara itu?

.

“Chaerin-ah, kau sedang apa disini??” tiba-tiba manusia autis ini datang dan merusak rencanaku

“dia temanku! jangan kau begitukan. mau ku bunuh kau? hah!!” gerutu Chaerin. teman? pantas aku merasa sering melihatnya. ternyata ia teman yeoja bodoh ini. walaupun aku sering mengatakan dongsaengku yang ini bodoh, percayalah otaknya begitu pintar, sama seperti Taemin

.

“cho neun Cho Kyuhyun imnida. panggil aku Kyuhyun~”

“di kampus ini tidak ada yang tidak mengenalmu oppa” ujar yeoja ini begitu ramah untuk pertama kalinya. suaranya lembut, persis seperti seseorang

.

*deg*deg*deg*

.

“kajja, Joo~”

“tunggu!! “siapa namamu??”

.

“naega? ah, cho neun Joo imnida”

“eheemm, cho Kyuhyun oppa!! kami ada kelas, nanti saja yaa!”

“okay, see you”

“……”

.

Joo?

apakah ia adalah yeoja pilihan Nara?

mengapa hanya ia yang membuatku tersenyum seperti ini

mengapa saat ini ia benar-benar mirip seperti Nara

Nara, apakah aku berkhianat padamu?

.

“eottohkkajyo!”

.

————

@Seoul National University Park

.

“jika dengan dia boleh”

“ha? siapa yang bicara?”

“menurutmu siapa?”

“Nara?”

“how was your 4 years without me?”

“are you kidding? i’m going to dead”

“sekarang berusaha mendapatkan cintanya~”

“shireo!! ah, anirago!! aku tak mengkhianatimu!!”

“arasseo”

“maksudmu tadi apa??”

“jika kau melepasnya. kau tak bisa menemukan yeoja itu lagi”

“,,,,,,”

“kau tak akan bisa mendengarkan saranku yang selama ini kau dengar”

“jadi semuanya??”

“geurae! siapa yang sabar memberimu saran selain aku? hah!”

“nara-ya,,,”

“aku mendukungmu?” jika kau beruntung, kau akan mendengar suaraku. sudah ya Kyuhyun”

“aniya!! nara! nara! bogoshipoyo”

“nado, niga neomu bogoshipo. bye~”

“……”

.

“Joshepine”

“ha?”

“just say it loudly Kyuhyun~”

“……”

————-

.

“nara!!!”

.

*braak*

.

“oppa!! kau sudah bangun?”

“hyung, gwenchana??”

“loh? tadi perasaan ada Nara!”

.

Ternyata tadi mimpi!!

senyum dan tawa itu hanya mimpi

Nara, niga neomu bogoshipda~

.

“Nara kepalamu!! Aku, Taemin, dan Joo dari tadi disini~”

“Joo??” aku melongok ke belakang chaerin

“annyeong oppa~”

.

*braaak*

.

aku segera bangkit dari posisi tidurku dan menatap yeoja ini.

Yeoja yang Nara bilang “jika dengan dia boleh”

haruskah ku memulainya?

.

“annyeong Joo~”

“hyung, kau memimpikan Nachan?” tanya Taemin dan Chaerin menatapku sedih

“dia datang ke mimpiku dan menyuruhku mengatakan sesuatu pada seseorang”

“cho Kyuhyun, paboya!”

.

“Chaerin-ah, kau kenapa jadi galak sekali??” ujar yeoja yang bernama Joo ini. tatapan Nara ada di matanya. Tapi secara sikap dan sifat, Nara lebih baik. Setidaknya untuk saat ini

“ah mianhae, joo. ia membuatku marah. kajja~”

.

“hyung, kau yakin tak apa-apa?”

“heii Chaerin, kau tak mau ikut mendengar apa yang Nara katakan di mimpiku??”

“mimpi apa hyung?”

.

“mwo?”

.

chaerin lalu mendekatiku dengan sigap, dan tentu saja menggandeng temannya itu. Chaerin sepertinya begitu menyayangi Joo. Chaerin bukan tipe yeoja yang bisa menggandeng temannya begitu mudah~

.

“apaan??”

.

Chaerin memandangku datar. Masih jauh lebih baik dibanding temannya yang bahkan tidak mau menatapku. Dasar yeoja  aneh~

.

aku duduk di lantai dan menggenggam tangan Joo.

Joo, Chaerin, Taemin, dan semua orang kaget melihat apa yang aku lakukan dan menghampiri kami.

mereka semua berdesas-desis tak karuan.

but it’s okay

.

“Josephine?”

“ha? tau dari mana namaku”

“……”

.

Ternyata Nara tidak bohong!

Itulah nama yeoja yang membuatku tidak tidur semalaman !!

“Josephine!!!”

“nee~”

“I Love You!!!”

“nee??”

.

“ha?”

“…..”

“Kyu oppa, kau sakit jiwa!”

“hyung??”

“aigoo~”

.

untuk sementara itulah yang semua orang ucapkan.

Taemin dan Chaerin begitu shock, terutama Joo.

Aku baru mengenalnya kemarin. Tapi Nara katakan ini yang terbaik.

Ya, semuanya akan berawal dari sini.

kehidupan baru, dan cinta yang baru, akan di mulai lagi.

“but Nara, you’re still the one”

.

.

Maybe I’m the one who is weird

Round and round and round I go, so dizzy, so hard

Just because of one smile from you

Reset. Be My Girl

(Be My Girl – SJ)

.

.

samar-samar aku melihat Nara tersenyum

ia mengacungkan dua jempolnya di balik pohon itu.

yeah, everythings must go on

 .

.

-END-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s