Marmalade Boy [Part 2]


Cast:

  • Cho Kyuhyun
  • Kim Jongwoon
  • Han Nara

Support Cast:

Jo Chaerin, Lee Eunhyuk, Shin Rae Kyung, KEY

Length: Part 2

Genre: Friendship, Romance, Family

Rate: AG (All Age)

Author: Nana

—————

beberapa hari setelah itu, aku makin sering melihat Raekyung bersama Kyuhyun oppa. aku tau mereka sempat pacaran, tapi seharusnya tak usah membuat heboh satu sekolah, yang akhirnya membuatku susah. aku sudah lelah

.

“hey, kenapa?”

“ah chaerin. aniya, gwenchana, wae?”

“at least, i can see your jealouse face”

“…….”

“Kyuhyun atau Jongwoon, hanya kau yang mengerti”

“mollayo chaerin-ah”

“……”

.

aku seperti gadis yang tak punya pendirian. aku tak ingin melepaskan jongwoon. tapi aku juga tak ingin jauh dari kyuhyun. kalau Kyuhyun? jangankan hatinya, sifat dan sikapnya saja abstrak. aigoo~

.

“nara, kau sepertinya dekat sekali dengan kyuhyun”

“tentu saja, kami tinggal serumah”

“ah iya. pasti menyenangkan”

“lumayan,,,,”

“…….”

.

setelah jongwoon tau aku dan kyuhyun serumah, ia jadi lebih dekat denganku. ayoolah, jangan begitu, nanti aku bimbang!! tolong lepaskan aku lebih dulu. karena aku tak bisa melepasmu begitu saja, jongwoon-ah

.

“waeyo jongwoon-ah? ada yang mau kau katakan padaku”

“hmm, tidak”

“hmm, sudah ya, aku duluan”

“chakkanman!!”

.

“eh? ada apa?”

jongwoon menghampiri dan menarikku, lalu memelukku dari belakang dengan erat

“gajjimalayo nara, jebal”

“ha?”

“aku minta maaf atas kesalahan yang dulu. tapi itu aku tak ada maksud”

“aku yang salah, dan tenang, itu tak akan terulang lagi. bye~”

“kalau aku meminta itu di ulang lagi bagaimana?” ia menghadangku dengan wajah serius

“mworago yo??”

.

“kalian bodoh! tak ada pengulangan dalam hidup. makanya kehidupan harus di syukuri” Kyuhyun tiba2 masuk ke kelas dan merusak suasana

“oppa!!!”

“kajja~ sudah waktunya pulang” Kyuhyun menarikku dan meninggalkan jongwoon yang shock dan mematung karena ucapannya tadi

.

**on the way home**

“apa yang ia katakan tadi?”

“masalah yang dulu saja”

“kau ada masalah?”

“3 tahun yang lalu, saat di smp. insiden surat cinta. aish~”

“boleh aku tau??”

“begini ceritanya,,,,”

.

.

setelah Kyuhyun tau ceritaku tentang jongwoon dulu. wajahnya berubah jadi menyebalkan, rasanya aku ingin memasukan wajah juteknya ke tempat sampah. aku tak bergurau yang ini~

.

**next day**

@ school

apa yang jongwoon pikirkan sih. selama ini aku sudah coba “santai” bersamanya. aigoo~

“kau kenapa?”

“engga~ kkkk”

.

chaerin dari tadi pagi hanya itu yang ia tanyakan. rasanya geregetan~

.

“jongwoon memintamu mengulang insiden surat itu?” ujar chaerin dan aku shock mendengar kalimat itu meluncur dengan indahnya dari mulut chaerin

“mwo??? “uhhmpphh,,,”

“kecilkan suaramu Han Nara”

.

Chaerin menutup mulutku dengan telapaknya. aku begitu kaget mengapa ia mengungkit hal ini lagi. aduuh, aku mau gila

“kau ini terlalu polos”

“biar,,,”

“hati-hati, yeoja itu sering kemari”

“nuguya?”

“yang pernah kau ceritakan”

“Shin Rae Kyung?”

“ah, matta!!”

.

she comes everyday?

she trying to take him back?

who’s care?

.

** on the way home **

aku suka pada siapa sih ya?

Kyuhyun atau Jongwoon?

aku selalu ingin mencintai seseorang lagi.

tapi kali ini tidak boleh salah~

.

“hei!!!”

“nee? nee, apa??”

.

kyuhyun menepuk bahuku, dan reaksiku berlebihan karena kaget.

wajahnya langsung berubah super datar

.

“memikirkan apa?”

“jongwoon”

“masih yang kemarin?”

“nee, oppa”

“kau kenapa selalu memanggilku oppa??”

“bukankah kau lebih tua? lagi pula aku masih canggung padamu”

“canggung yaa”

“hmmm,,,”

“canggung,,,,”

.

ia lalu mendahuluiku dan jongkok di depanku dengan melebarkan tangannya ke belakang

“ayoo”

“he?”

“cepat naik”

“tapi,,,,”

“ce,, pat,,,”

“kenapa aku harus menurut??”

“neon, naege dongsaengie”

“dongsaeng ya??”

“……..”

.

*huuup*

saat ia bilang aku dongsaengnya, rasanya aku di timpuk batu koral 1kg. tak mengerti kenapa, rasanya kesal. aku bingung dengannya. ia benar2 namja yang terlihat angkuh dan kasar di luar, tapi manis dan baik di dalam. ia seperti marmalade wafer

.

“mulai sekarang berusaha agar tidak ada kecanggungan diantara kita”

“waeyo?”

“ingin lebih dekat denganmu”

.

*deg*deg*

.

“hei nara??”

“ah nee, oppa?”

“aniya,,,”

“oh,,,”

.

who knows?

aku benar-benar tidak mengerti hati ini.

semua pasti baik-baik saja~

.

** in front of home **

“hey nara, itu jongwoon?”

“ah kau benar oppa”

“mengapa ia kemari?”

“mollayo”

.

“Jongwoon!!!!”

.

“aku masuk duluan, kalian bicaralah”

“nee~”

.

*siiiiingg*

.

“ada apa kemari?”

“kenapa kau di gendong?”

“kenapa tidak di sekolah saja?”

“apa kau sakit?”

“mau bicara apa?”

“kaki atau apanya yang sakit?”

.

“……….”

“……….”

.

kami berdua berusaha mengalihkan pertanyaan yang seharusnya, dan itu nampak jelas di sikap kami. kenapa jadi begini sih?

.

“ah tadi hanya aku minta di gendong, lelah” aku berbohong karena takut salah bicara yang ini

“oh, aku hanya ingin bicara yang kemarin” ia mendekat dan tersenyum

“oh baik. bicaralah”

“……”

.

“jongwoon-ah?”

.

“aku menyukaimu!!! dari dulu hingga detik ini, Han Nara!!”

“ha?”

“insiden itu salahku! aku yang membiarkan mereka membacanya. aku pikir itu bercanda, tapi ternyata itu serius. dan aku sangat amat menyesal!!!!”

“……..” *sigh*

aigoo~ bagaimana ini??

.

“Nara, aku tak akan biarkan Kyuhyun merebutmu!! aku tak akan biarkan ada orang yang merebutmu untuk kedua kalinya!!!! no one can stealing you from me anymore”

“mwo??”

.

*greeep*

ia mencengkeram lenganku begitu kuat, dan aku kaget

.

“wae?”

“kau suka si Kyuhyun itu kan??”

“mwo?”

“memangnya aku kenapa??”

“tu,, tunggu dulu”

“aku sudah terlambat, hah?? “apa bagusnya dia?? jelaskan padaku Nara!!!!”

“jongwoon, lepaskan. lenganku sakit!”

“jawab aku!!!”

.

“hei, kenapa sih kalian berdua selalu berisik! suara kalian terlalu keras”

“…….”

Kyuhyun muncul dari dalam rumah dengan tangan dilipat dan wajah datarnya

“semua bisa mendengar pembicaraan kalian. apakah kalian memikirkan itu?? memalukan. punya otak tidak?”

.

*gleek*

kami langung sadar, dan jongwoon melepaskan genggamannya dari lenganku, lalu menunduk malu

.

“kalian liat-liat kondisi dong. jangan hanya memikirkan perasaan kalian berdua saja!!!”

“…….”

.

aku langsung masuk rumah tanpa memandang Jongwoon dan Kyuhyun. aku sangat malu pada Kyuhyun. wajahnya tegasnya begitu menyeramkan

.

Jongwoon, apa maumu?

aku tak percaya semua ini terjadi.

aku saja tidak pernah berpikir ini akan terjadi. bagaimana ini??

.

** on the phone **

“chaerin bagaimana ini??”

“masalah 3 tahun lalu ya”

“hmm, ini pertama kalinya ia begitu”

“lalu gimana dong?”

“chaerin, kenapa malah kau yang tanya??”

“ah iyaa. kkk~”

“jongwoon hanya seorang teman, dan cinta dari masa lalu”

“berpikirlah pelan-pelan, nara”

“aku tidak mengerti. ia tiba2 mau meyakinkan perasaanku padanya”

“karena Kyuhyun kan?”

“ha?”

“karena kau suka Kyuhyun kan??”

“aniya!!!”

“jinjja?”

“hmm, molla chaerin”

“besok bicara pada jongwoon, dan katakan pendapatmu. arasseo”

“……”

.

aku tahu bahwa aku tak memiliki apapun yang bisa aku pegang.

tapi bukan berarti aku sendirian dan hilang arah

.

** next day **

@school

“jongwoon-ah, bisa bicara sebentar?”

“nee~”

“setelah 3 tahun, ini kali pertama aku harus menjawab pertanyaan seperti ini. terlebih lagi, kau yang mengatakannya. aku butuh waktu”

“arasso, aku sudah membuatmu shock saat itu. mian”

“ah, gwenchana”

“……”

“bersikap seperti biasa saja yaa”

“hmmm”

“……”

“……”

“kalau begitu, daaag~”

.

selesai sudah, semua sudah ku katakan.

semoga aku bisa membuat keputusan tepat

.

**2 days later**

on the way school

2 hari ini aku dan jongwoon malah seperti jauh-jauhan. takut saling melihat, dan mungkin aku selalu menghindar menatap matanya. aku tak berani. dan Kyuhyun? masih saja berkutat dengan yeoja aneh itu. semuanya tak ada yang benar!!

.

“neo gwenchana?”

“…….”

.

hari ini aku berencana mengabaikan Kyuhyun. hmm, sejak kemarin tepatnya. semakin aku diam, semakin dia banyak tanya, dan orang rumah semakin bingung

.

“………”

Kyuhyun menarikku ke dalam pelukannya. memelukku begitu erat, tapi aku tetap diam tanpa suara

“malhebwa”

“………”

.

“nara!!”

“……….”

.

mianhae oppa, biarkan aku mengikis semuanya.

neo, uri oppa. uri oppa yeongwonhi !!

“ah, terserah!!” ia berlari mendahuluiku ke sekolah. kakiku lemas, tak mampu berlari sepertinya. apa harus seperti ini??

.

@ class

“jangan lihat ke belakang nara!” bisik chaerin padaku

.

“benar. di belakang tak perlu ada yang di lihat”

“fokus ke depan”

“di belakang tak ada apa-apa”

.

aku terus menekankan semua hal itu pada diriku. berusaha tidak melihat ke belakang. stress?? yaa, aku super stress. Chaerin yang merasakan usahaku pun membantu sebisanya. gomawoyo~

.

“annyeong!!!” Hyukie masuk ke dalam kelas dengan wajah lucunya

“annyeong Hyukie”

“bagaimana weekend kalian?”

“asal tak kau suruh latihan, semua begitu indah” celetuk Jongwoon dengan mimik khasnya dan membuat kami semua tertawa. kau memang pandai menyembunyikan hatimu, jongwoon

“ah, itu di luar siapa??” tanyaku pada Hyukie dan ia tertawa

“ah, chakkanman” Hyukie keluar kelas, dan berbicara sebentar pada namja di luar itu. lalu namja itu diajaknya masuk ke kelas

.

“wooaaahhh”

“neomu kyeopta”

“nuguseyo?”

“hmmm”

.

“ya, nara-ya, geu namja neomu kyeopta” ujar chaerin sambil menggodaku, namun aku tetap santai menatapnya. karena aku merasakan 2 pasang mata menatapku terus saat ini

.

“cho neun, Kim Kibum imnida”

“annyeong kibum-ah”

“ah, cukup panggil aku Key”

“waeyo??” tanyaku pada namja yang baru saja masuk ke dalam kelas kami, lalu dia diam. pertanyaanku langsung menusukkah??

“dari SD aku selalu di panggil Key. karena orang tuaku ingin aku menjadi kunci di setiap masalah”

“oh,,,,” jawabku tenang

.

ia menghampiri Chaerin dan tersenyum ke arahku

“noona, boleh aku duduk di sebelahmu?” tanyanya padaku

“kau ingin di sebelah Nara??” tanya chaerin sambil melirikku. aigoo~

“kalau boleh” ujarnya santai. aku tak tau mengapa, tapi “eye smile”-nya begitu, waw

“aku akan pindah ke depan. oke nara” Chaerin langsung menyabet tasnya dan pindah di depanku. aish, terlalu “eh, kenapa kau memanggilku noona??” gerutu chaerin dengan tampang absurdnya

“aku dari kelas 1, noona. tidak lihat belt kelas 1 ini?”

“mwooooo????” ha? kelas 1? apa maksud namja ini. satu kelas memperhatikannya

.

“ah iya, aku lupa katakan, ia murid axelerasi” ujar Hyukie dan kami semua kaget. ehemm, termasuk aku juga “otaknya sangat amat pintar lho. bersiaplah kalian”

.

“cho neun Key imnida. noona??”

“ah cho neun, Han Nara imnida~”

“mohon bantuannya noona”

“nee~”

.

daaaang!! akhirnya aku melihat belakang, dan mimik Kyuhyun begitu seram, sama seperti wajah kesal Jongwoon saat ini.

“noona neomu yeppo, micheo, replay, replay, replay”

.

“……….”

.

satu kelas menatapnya saat ia bernyanyi lagu itu ke arahku. saat ia menatapku, aku benar-benar gelagapan. chaerin lalu tersenyum licik melihatku

.

“oh my god”

.

——–

.

aku hari ini tetap pulang bersama Kyuhyun. walaupun ia tetap tenang, aku tau ia kesal, dan marah. tapi aku hanya ingin menghilangkan perasaan aneh ini. jusunghamnida

“neo gwenchana nara??”

“…….”

“what’s your problem, huh?”

“…….”

“nara, kau,,,,”

.

“noona, aku boleh pulang bersamamu??” tanya Key dengan semangat. ah benar, jika bersama dia, aku tak perlu pulang dengan Kyuhyun. dan aku bisa cepat lupakan iblis itu

“kenapa kau selalu menguntitnya??” ujar Kyuhyun geram dan Key menunduk

“boleh” jawabku padanya dan ia tersenyum

“bolehkah noona??”

“aku dari tadi pagi mengajakmu bicara, tapi malah kau abaikan!! ya Nara!!”

“ah, nee. kajja, Key” aku berjalan bersama Key mendahului Kyuhyun

.

“nara!!!” Kyuhyun menarikku dan menjauh dari Key. Key hanya melihat kami bertengkar. mungkin ia masih takut untuk bertindak. payaah

.

“…………”

“kenapa kau meninggalkanku??” ujarnya sedikit kasar. aku tetap diam

.

“Kyuhyun-ah!!!!!”

aish~ yeoja itu lagi. ini adalah alasan aku malas berbicara dengannya beberapa hari terakhir

.

“itu Raekyung. jaga saja dia!!”

“mwo??”

“kajja, Key”

“nee noona”

.

aku tidak berbalik lagi, karena aku tau ia masih memeluk Kyuhyun.

I hate it so much

.

“noona, kapan-kapan ajak aku ke namsan ya”

“namsan? mau apa?”

“aku belum pernah kesana”

“mwoo??” yang benar saja, masa ia belum pernah ke namsan

“karena selama ini aku di amerika. aku baru pulang 3 tahun yang lalu”

“dan belum kesana?”

“belum. maukah,,,,”

“tentu, akhir pekan kita kesana. but you should pick me up at my home”

“woaaa, kau bisa bahasa inggris noona”

“i need english to get better job”

.

*greeep*

.

“eh?”

“aku boleh ya menggandengmu”

“waeyo?”

“hanya ingin saja”

“…….”

“gwenchanayo?”

“gwenchana”

.

saat ia meraih tanganku, entah mengapa jantungku deg-degan. ini adalah kali pertama kami bertemu, tapi aku sangat senang saat bersama namja ini. eottokajyo??

.

——————

great!! hampir 1 minggu mengabaikan Kyuhyun dan Jongwoon, dan Key makin lengket padaku. aish, aku sudah mulai gila.

.

“aku benci melihatmu sedih”

“……..”

“aku lebih benci melihatmu menangis”

“apa aku tak boleh sedih dan menangis?”

“boleh,,, asal jelas mengapa kau sedih, dan menangisi siapa”

“………..”

“noona, you know that love’s pain? but you should to survive in another case, if you love one of them”

“ha?”

“Jongwoon hyung, Kyuhyun hyung, mana yang kau pilih??”

“aku,,,,”

“tak perlu kau katakan. karena aku akan sakit hati mendengarnya”

“mworagoyo”

“naega, noona saranghae”

“key,,,,”

“aku duluan ya noona~ see you tomorrow with your sincerely smile as always”

“……”

.

bahkan namja itu mengatakan hal yang bisa membuat aku stress mendadak!!!

apa semuanya ingin membunuhku??

like an idiot!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s