Is It OK? [Part 2]


Main Cast:

  • Tiffany Hwang – SNSD
  • Choi Seung Hyun (TOP) – Big Bang
  • Cho Kyuhyun – Super Junior

Support Cast:

Amber (Fx), Taeyeon (SNSD), Han Nara (Fiction)

–  Length: Part 2

– Genre: Friendship, Romance

– Rate: AG (All Age)

– Author: Nana

.

—————

@ Kyuhyun’s Villa

“waah, kita berapa hari disini??” ujar Nara dengan mulut penuh dengan coklat

“2 hari” Kyuhyun menjawab singkat pertanyaan Nara

“pelit, amit-amit!”

“……”

“kajja, minyoung unnie”

“nee, sini aku bawakan kopermu”

.

akhirnya aku berhasil mengajak mereka kemari.

tak akan ada orang yang akan menyangka ini akan menjadi hari yang buruk untuknya. bersiaplah, Hwang Minyoung !!

.

**siang hari**

.

Tiffany

entah ada angin apa Seunghyun tidak marah saat aku ikut acara mereka.

aku kira ia sudah tidak marah, tapi ia malah diam seribu bahasa padaku

.

“Fany, untukmu” Kyuhyun datang membawa segelas coklat

“ah, gomapseumnida”

“kau suka pegunungan ya Fany??

“ah biasa, tapi ia sangat menyukainya”

“neo namjachingu??”

“aniya~”

“cheorom, nugusi??”

“uri oppa”

“oppa??”

“nee, aku jadi rindu padanya~”

“telpon saja, dan katakan kau rindu”

“tidak bisa Kyuhyun~”

“ha? wae? ini pakai ponselku”

“tidak usah”

“pulsanya masih banyak dan sinyal juga oke~”

“aniya, gamsahamnida~”

“……”

.

oppa, bogoshipoyo. can you hear me?

please give me your strength. love you~

——

.

“wah, sore ini aku mau makan banyak ya unnie!!!”

“Nara kalau kau berisik, aku gantung kau di pohon itu”

“yo, yo, yo, jangan jahat Hyunie~”

“ya!! Amber, bersikaplah seperti wanita pada umumnya!!!”

“wa,, wanita??”

“pa,, pada umumnya??”

“…..”

“buahahaha”

“kkkkkkk~”

“…….”

“babo kyuhyun!!!”

.

“ini makananmu, sudah ku singkirkan wortel dan buncisnya~”

“……..”

.

Seunghyun tidak suka wortel dan buncis, jadi aku singkirkan 2 jenis sayuran itu. dia mengambil makanan yang aku berikan, tapi tanpa bicara dan melihatku. mengapa selalu begini~

.

** 2 hours later **

semua bersenda gurau, namun ia tetap diam padaku.

haruskah ku katakan sekarang??

“Minyoung-ssi??” tegur Taeyeon padaku dan aku tersenyum

“awkward untuk Tiffany eonni karena memasak makanan yang sangat enak” Nara memberikanku segelas es coklat dan tersenyum

“awkward??” aku tersenyum mendengar ucapan Nara mengatakan awkward

“dasar tolol! award !!” Kyuhyun menempeleng Nara dan yang lainnya tertawa

“kkkkk~” aku mendengar suara Seunghyun tertawa. entah mengapa, seperti ini lebih baik

.

Seunghyun

@Bukit Belakang Villa

dia begitu baik, aku tak bisa membencinya! aku tak bisa membuatnya menangis!

.

“kau tidak pernah membenci orang sebelumnya. katakan ada apa”

ujar Kyuhyun tiba-tiba

“mwo??”

“aku mengenalmu sejak smp. malhebwa”

“gwenchana, hanya ada masalah saja”

“dengan Minyoung?”

“ha?”

“maksudku Tiffany”

“hemm”

“semuanya melihat kau begitu membenci yeoja itu. bahkan ia sendiri sering menangis di taman gara2 kau”

“menangis??”

“bukankah kau yang memberikan pink ribbon itu”

“hanya sedikit menyesal”

“jangan jadikan hidupmu sebagai pendendam. ara??”

.

setelah mengatakan hal itu, Kyuhyun langsung kembali ke villa, dan meninggalkanku

“kenapa harus dia yang menjadi dongsaeng dari namja yang begitu aku benci!!!! aaaarrrrgghhh”

.

#backsound: Let You Go – The TRAX

.

@Villa

“annyeong!!”

“mwo?”

“ini~”

“apa?”

“teh hangat, bagus untuk kesehatan”

“apa kau beri racun??”

“ya!! Seunghyun, tentu saja tidak”

“dari mana aku tau kau tak bohong?”

“baboya!! kau temanku, aku tak mungkin mencelakaimu!!”

.

setelah itu dia pergi dari hadapanku, kalimatnya yang terakhir terngiang-ngiang di pikiranku. apa benar kau menganggapku teman?? bukankah kau sendiri tau kalau aku membencimu? malhebwa, Hwang Minyoung-ssi

.

“waeyo oppa??” gerutu Nara di depan wajahku “kau waras kan??”

.

*pletaak*

.

“appo!!”

“makanya punya mulut diikat! babo magnae”

“kalau aku babo, lalu kau apa? super babo? hah!!”

“mwo?”

“……”

.

“seunghyun oppa!!!”

“aish, ini lagi. ya aku geli kau memanggilku oppa!!”

“jangan begitu oppa, kkk~”

“ya!! hentikan!!”

“kkkk~ kau yg menyuruhku sedikit wanita. oppa!!”

“Amber Liu!!”

.

setelah ia berteriak seperti itu, ia bersikap dingin. lebih terkesan tidak peduli dan mengabaikanku. ah harusnya aku senang bisa jauh dari yeoja itu. tapi mengapa seakan-akan aku terpentok sesuatu yaa. Babo Hwang Minyoung !

.

**next day**

*sreeeng*sreeeng*

.

“pagi!!!”

“pagi unnie, bau masakanmu tercium sampai,,,,”

.

*gubraaaak*

“aw….”

“aigoo~ kalian bagaimana sih!”

“ya, Hyunie, Nara kenapa bisa jatuh dari tangga bersama-sama??”

“kenapa bisa jatuh sih? bodoh”

“seunghyun oppa, aku ini sedang jatuh, jangan bawel”

“hyung~”

“kkkk, humfh,,,,”

.

saat aku keluar kamar, aku melihat Tiffany sedang memasak. wajahnya ketika memasak sangat berbeda. mengapa jika aku sedang tidak ingin melihatmu, kau selalu ada di depan mataku?? mengapa harus kau yg ada saat aku menutup mata!!

.

“wae nae nunappe natana, minyoung-ssi?”

.

“ya! kau kenapa melamun?”

“aniya! aish~”

.

*bruk*bruk*

.

“seunghyun-ah mau kemana?? sarapan dulu”

“tiffany, jangan mengaturku. atur hidupmu!!”

“tapi,,,,”

“diam!!!!”

.

aku stress memikirkan semuanya. ku putuskan untuk menyendiri di sungai, aku berharap nanti bisa lebih baik “semoga~”

.

@sungai

————

“Hwang Minyoung adalah Tiffany”

“Hwang Minyoung itu dongsaengnya!!”

“geurae, dia akan pindah ke sekolahmu minggu depan”

“aku akan balas dendam ke adiknya!”

“hey keluarganya tak tau apa-apa”

“peduli apa? ia hampir mati karena namja berengsek itu!!”

“mau kau apakan dia??”

“ku sakiti hingga ia tak betah di seoul dan pergi selamanya dari lingkunganku”

“tapi katanya itu bukan salah namja bodoh itu”

“peduli apa??”

“aku akan membuatnya jatuh!!”

“oh baguslah!”

“kalo itu, silahkan”

“aku tak akan izinkan ia bernapas bebas selama berada di lingkungan ini!!”

—–

.

itu adalah pemikiranku beberapa hari sebelum bertemu Minyoung. Minyoung yang dipanggil Tiffany, adalah dongsaeng dari namja yang aku benci. aku sangat amat membenci semua yang bermarga Hwang sejak 3 tahun lalu karena kelakuannya. terlalu rumit untuk ku terima semuanya!!

.

“……….”

Aku harus bagaimana sekarang?

ah sialan!!

.

“choi seunghyun?” seseorang menepuk pundakku, ku alihkan pandanganku “kau?”

“ada apa disini??” ujarnya ramah

“bukan urusanmu” bantahku mengabaikannya

“mau ini??” ia menyodorkan koala march “enak lho, dan ,,,”

.

*bruuuk*

.

“jangan ganggu aku!!” aku menampik koala marchnya hingga tumpah ke air semua “pergi!!”

“yaa, padahal baru makan 2 buah~” wajahnya begitu sedih, astaga, bodohnya aku “ah masih ada satu” ia memungut koala march yg terjatuh di dekat kakinya

“waah, masih bisa dimakan. hmmm, enak” ia membersihkan dan langsung memakannya lalu menatapku “kau tau seseorang yg tak bisa menghargai makanan adalah seseorang yg jahat. terlebih seorang yg tak bisa menghargai makanan adalah laki-laki!!!”

.

ia berlari meninggalkanku dengan segudang rasa bersalah karena membuang makannya

.

“wae nae nunappe natana?”

“wae niga jakku natana?”

.

2 hours later

@Villa

ia termenung menatap Kyuhyun dan yang lainnya dari jendela villa. ia tersenyum saat nara melambaikan tangannya berkali-kali. sebenarnya yeoja ini bagaimana ya?

.

“ini untukmu, maaf tadi menampiknya” aku memberikan sekotak koala march untuknya

“…….”

“ambilah”

“gamsahamnida~” ia mengambilnya dari tanganku lalu langsung membuka dan memakannya

“ini enak. coklat memiliki anti oksidan dan berguna tuk memperbaiki mood jadi baik”

“kau suka coklat?”

“tidak”

“lalu kenapa kau selalu makan koala march?? dasar bodoh!!”

“karena aku hanya suka koala marchnya”

.

“ha? maksudnya?”

“apa karena aku tidak suka dalamnya, maka aku tidak boleh mencoba menyukainya?? aku suka luarnya”

“bisa lebih simpel?”

“jika kita tidak suka dalamnya, mulailah menyukai luarnya. walaupun awalnya hanya suka luarnya, lambat laun dalamnya pasti suka”

“ha?”

“aish begini, jika aku membenci sifatmu, bukan berarti aku membencimu. jika aku suka sifatmu bukan berarti aku suka padamu. jadi aku harus menyukai luarmu baru bisa menyukai sisi dalammu. ara??”

“aniya~”

“ya sudah lupakan!! aku kesana dulu, thanks for this cookies”

“…..”

.

aish yeoja itu membuat perumapaan yang begitu aneh. mengapa ia bilang masalah sifat?? dan kenapa harus aku yg jadi permisalan?

“memberikan musuh sekotak coklat, apa yang aku pikirkan!! sialan”

.

Tiffany (Minyoung)

aku merasa Seunghyun begitu kasar tiap hari. tapi kebaikannya terus bertambah juga. ia menjatuhkan koala marchku dan lalu ia menggantinya 2 jam kemudian. apa yg ia rencanakan??

.

“minyoung-ah, neo gwenchana??” Kyuhyun menepuk pundakku dan tersenyum

“nee, gwenchana. waegeurae?”

“kau dari tadi melamun menatap snackmu”

.

sudah berapa lama ia disini?? aku menatap snack ini hampir 30 menit

“sini minta dong”

“ini”

dari jendela ini Kyuhyun menatap Nara yang sedang bermain-main dengan Seunghyun dan Amber. tatapannya berbeda, kali ini sungguh berbeda dari yang biasanya

“ada apa dengan Nara??”

“eh??”

“kau menatap Nara sampai begitunya”

“kkk~ kelakuannya begitu lucu”

“kau menyukainya ya??”

.

“uhuuuk,,, uhuuuk,,,”

.

“aigoo, ini minum dulu Kyuhyun!!”

wajahnya memerah karena tersedak

“a,, a,, apa maksudmu??”

“tadi aku hanya bercanda, tapi reaksimu begitu berlebihan. pasti kau benar-benar menyukainya” ujarku berbisik di telinga Kyuhyun, dan ia tersenyum “katakan saja padanya”

“already! Nara hanya menganggapku oppanya, seperti ia menganggap Seunghyun”

“jeongmalyo?”

“aku hanya benar2 mencoba menganggapnya dongsaengku sendiri. jadi bisa ku aniaya. kkk~”

“cih~ dasar, keterlaluan. kkkk~”

.

“eonni ada hal apa??”

.

“waaaa!!!”

Nara tiba-tiba muncul di jendela, membuatku dan Kyuhyun terjatuh dari kursi “waduh~ kau tak apa2?”

.

“oppa, eonni, mianhae~”

“nee gwenchana babo”

“i’m okay, Nara”

Nara memelukku dan lalu memeluk Kyuhyun. disitu aku melihat wajah Kyuhyun benar-benar menyayangi Nara tulus. namun Nara tidak bisa menganggapnya lebih

“sungguh kasihan”

.

“apanya eonni??”

“ah aniya! kkkk~”

.

Kyuhyun dan Seunghyun menatapku tajam. ternyata mereka sudah mengerti satu sama lain

.

mungkin ini maksud cinta tak harus memiliki, sama seperti cinta Chansung pada yeoja itu. Cinta yang begitu dalam tapi harus berakhir dengan cara yang sangat tidak adil. haruskah seperti ini? Is It OK?

.

.

3 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s