Thank God, I Found You [Part2]


——————————

Cast:

  • Kim Kibum
  • Cho Kyuhyun
  • Han Nara

Length: Part 2

Genre: Friendship, Romance, Family

Rate: AG (All Age)

Author: Nana

Backsound: Coagulation – Super Junior KRY

—————————

aku seperti De Javu menatapnya. Kyuhyun panik melihat Nara pingsan. sudah 1 jam lebih ia pingsan dan kami benar-benar takut membawanya pulang dengan keadaan begini

.

*cekreeeek*

.

“kibum!!” ujar seseorang dari arah pintu depan

“nugu??” teriak Kyuhyun dan berjalan ke arah pintu depan, sedangkan aku menunggu Nara siuman

.

“appa? eomma?” ternyata Kyuhyun bersama appa dan eomma

“siapa dia Hyunie??” tanya eomma panik pada Kyuhyun saat melihat Nara pingsan di sofa

“Hye Jin, cepat ambil kompres, dan handuk!! Kyuhyun cepat ambil selimut dan bantal di kamar tamu!!” perintah appa sigap

.

“ada apa dengan yeoja ini?? ini siapa??” tanya appa penasaran

“dia Nara yg pernah aku ceritakan. dia, dia, ah aku juga tak tau dia kenapa!” jelasku panik

“itu mengapa foto berserakan, bumie??” tanya eomma sambil mengompres kening Nara

“ah, yeoja bodoh itu yang membolak-balikannya eomma” sahut Kyuhyun menggantikanku menjelaskan pada eomma. Appa melirik Kyuhyun karena menyebut nara yeoja bodoh~

“membolak-balikkan photo? tuk apa?” tanya eomma

“tak tahu~~” sahutku dengan kyuhyun bersamaan

.

Kyuhyun dan Donghae dari dulu memang slalu memanggil eomma dan appa seperti aku memanggil mereka. karena kami bersahabat sudah sangat lama. Jadi kami semua adalah satu~

.

“yeoja ini~ mirip kau saat kecil, bumie~” ujar appa sambil membelai rambut Nara

“tuh~ tuh~ ada yang aneh padanya” bisikku pada Kyuhyun lalu ia menoyorku

“kalian jangan bercanda!” eomma mencubitku dan kyuhyun lalu kami diam dan sabar menunggu Nara terbangun dari tidurnya

.

** 20 minutes later **

.

“ugh~~”

.

“Nara???” Nara siuman. aku langsung membangunkan eomma dan appa, dan memanggil Kyuhyun yang sedang mengganti air kompresan

.

“Nara?” panggilku pelan

“agasshi??” panggil appa pada Nara. saat matanya benar2 terbuka ia tersenyum manis, bahagia, sangat bahagia. itu yang tersirat di senyumannya saat ini, dan Kyuhyun merasa aneh dengan yeoja ini

.

“maaf merepotkan~” ujar Nara lalu duduk di sofa, dan tiba2 eomma memeluk Nara erat

“he?? eomma ada apa?” tanya Kyuhyun penasaran

“neo gwenchana agasshi??” tanya appa ramah dan ia mengangguk

.

setelah ia sadar, dan beristirahat, aku dan Kyuhyun mengantarnya pulang. ternyata ia tinggal dengan paman dan bibinya, karena orang tuanya sudah meninggal. Paman dan bibinya sangat ramah. Dan ternyata Nara orang berada!! Sangat berada~ pantas ia selalu cantik

.

** The 7th, 8th, 9th, 10th day in summer **

kami berkeliling seoul tanpa Nara. Sunye tiap hari ke rumahnya di antar Donghae. ia selalu memberi kabar keadaan Nara, ia bilang Nara sudah sehat dan hari ke 12 ia ingin ikut kami ke pantai busan. Rasanya sepi tanpa senyumannya

.

aku mengupload photo di me2day dan blog.naver agar ia bisa melihat apa saja yang kami kerjakan. ia tak mau camfrog, hanya chatting. ia bilang ia jelek saat sakit, jujur aku khawatir padanya!

.

“entah sejak kapan, aku mulai mencintaimu, Han Nara~”

.

“kau sedang apa?” tanya Kyuhyun merusak lamunanku

“buang sampah!!” ujarku asal, lalu ia menggeretku beserta kursiku

“yaa!! Kau sedang apa?” teriakku

“membuang sampah!!” serunya di telingaku dan aku hampir saja budek

.

“dasar~” ternyata yg ia maksud buang sampah adalah aku.

akulah sampahnya. dasar namja sinting~

.

“saranghae?” ujar Kyuhyun ramah dan itu membuatku shock

“hee???”

“maksudku NARA, dasar bodoh~” ujar Kyuhyun menoyor-noyor kepalaku “jangan seperti Gikwang dan Eunhyuk lah bodohnya!!” imbuhnya kesal dan aku hanya diam memandang photo terakhir kami dengan Nara saat di pantai

.

“baru hampir 2 minggu, kau sudah mencintainya~” ujar Kyuhyun sambil menepuk bahuku

“seperti sudah mengenalnya lama~” ujarku pasrah, dan Kyuhyun tertawa melihatku, aku paham itu

.

“Kibum!! Kyuhyun!!” panggil eomma dari arah bawah

“kajja~ eomma berteriak seperti gorilla!!” ujar Kyuhyun yang langsung berlari meninggalkanku menuju suara eomma dan aku mengikutinya di belakang

.

“waeyo?” tanyaku dan Kyuhyun bersamaan

“annyeong~” sapa yeoja di belakang eomma

“Nara??” seruku dan Kyuhyun

“aku ingin berterima kasih karena berkat Ahjumma, Ahjussi, Kyuhyun, dan Kibum aku sudah tak apa-apa” ujarnya sambil membungkuk 45derajat, dan aku kagum melihatnya seperti itu

“woow” ujar Kyuhyun saat melihatnya membungkuk sedalam itu

.

“ah, gwenchana, nara. mainlah kesini kapanpun kau mau, arasso??” ujar appa ramah dan ia hanya tersenyum dan mengangguk

“sepertinya kau sudah di restui, bumie. hehe~” bisik Kyuhyun dan aku hanya tersenyum malu menatap Nara

“boleh aku photo keluarga disini??” tanya Nara pada eomma

“he?” ujar eomma kaget

“appa & eommaku sudah tak ada. tapi kalian membuatku merasa sedang di dalam keluarga yg begitu hangat” ujarnya semangat. kalimat itu bisa ia ucapkan dengan ramah, yeoja ini. sungguh membingungkan

“tentu~ kajja yeobo, Kibum, Kyuhyun, Nara~” ujar eomma semangat

“ah, kemarikan kameramu~ biar ku photo kalian” ujar Kyuhyun

“tak bisakah kita photo bersama?” Nara memohon pada Kyuhyun

“nanti~ kalian dulu. arasso??” dan Nara menurut apa yg Kyuhyun ucapkan

“aku di sampingmu ya Bumie-ah?” ujar Nara ramah

.

**deg**deg**

.

“bumie?” tanyanya lagi dan kyuhyun tersenyum meledek

“ah, ne~ cepat kemari” aku menggandeng Nara di lengan dan ia tersenyum sangat manis

.

saat berjejer seperti ini aku seperti merasakan hal-hal yang lama telah kembali. hal yang hilang telah di ketemukan. senyuman itu, tawa itu, semangat itu, aku seperti sangat terbiasa. Nara, ada apa denganmu? mengapa aku selalu De Javu?

.

** 30 minutes later **

.

Kyuhyun

sesi foto-foto selesai, entah mengapa aku melihat kesedihan di raut wajah eomma “sssttt” aku menyenggol kibum dan melihat ke arah eomma

“gwenchana, eomma??” tanya Kibum pada eomma

“waeyo, Hyejin?” imbuh appa

“ah, aniyo, gwenchana~ aku senang ada yeoja di rumah ini” jawab eomma dengan senyuman ramah seperti biasa

.

** 4 hours later **

“ahjumma, ahjussi, jeongmal gamsahamnida~ aku pulang dulu” ujar Nara saat di pintu lalu ia melambai dan menjauh. raut appa aneh, aku jadi sedih melihat appa begini

“hey, kau knp aneh?” tanya kibum padaku

“kau yang aneh~” bantahku, dan ia bingung

“wajahmu itu, entah mengapa, aigoo sulit ku jelaskan” ujarku bingung, lalu ia memegang dan menepuk-nepuk wajahnya

“bukan itu~ mirip!” akhirnya kalimat itu keluar juga dari mulutku

“saat donghae melihat photo mereka, ku yakin pasti itu benar” bathinku saat melihat photo Nara & Kibum yang sedang photo berdua

“matamu juga mirip. Saat ia memandang sesuatu dengan serius mirip sepertimu!” ujarnya tegas “kenal saja tidak, langsung bilang mirip. mengapa tak sekalian kau sebut kami kembar??” imbuh Kibum dengan nada sebal

.

** pryaaangg **

.

“mwo??” aku dan kibum berlari ke dalam melihat suara apa itu

“gwenchana, hyejin?” tanya appa pada eomma. wajah eomma pucat dan membuat kami panik

“Kyuhyun, tadi kau bilang apa?” tanya eomma gemetaran

“kembar??” ujarku ragu-ragu, dan wajah appa juga berubah

.

“annyeong!! eomma?!!” Donghae datang dan langsung shock melihat eomma pucat “hey, bodoh, eomma kenapa?” Donghae menoyor Kibum

“mollayo~” jawab Kibum kesal

“kajja eomma” aku memapah eomma ke kamar. suara eomma sesak, dan seperti tangisan yang tertahan. aku tidak mengerti apa-apa. sepertinya ada sesuatu hal besar yang di sembunyikan di keluarga ini

.

Kibum

setelah memapah eomma, Kyuhyun memanggil Donghae dan memperlihatkan photo-photoku dengan Nara tadi

“he??” teriak Donghae saat melihat photo di hpku

“untung hpmu iPhone~” ujar Kyuhyun menatapku, dan membuatku bingung. akhirnya aku mendekati mereka

“apa hubungannya?” tanyaku pada Donghae

“diam!!” bentak donghae. wajahnya sangat serius menatap photoku dan Nara tadi

“ku suruh mereka pose sama, dan itu  beberapa hasilnya!” ujar Kyuhyun mengarahkan donghae

“tadi sunye menelponku, ia bilang senyum samping Nara benar-benar mirip senyum sampingmu. saat itu juga aku berlari kesini, dan aku langsung di perlihatkan photo-photo ini. astaga~” senyum samping? ya aku dari SD memang terkenal sebagai killer smile atau senyum samping. semua orang menyukai senyumku, dan itu juga yang ku pikirkan saat pertama kali bertemu dengannya

“aku penasaran! apakah Nara mengenalmu sebelum kami mengenalmu?” tanya Kyuhyun tegas mengacung-acungkan iPhoneku

“kalau aku tau, aku tidak mungkin menyeret kalian dalam masalah ini~” ujarku tegas

“sudahlah~ kebenaran pasti terungkap” ujar Donghae sambil melihat ke arah jendela luar. ada rahasia yang di sembunyikan di balik masalah ini. tapi apa ??

.

** summer **

.

liburan musim panas akan berakhir dalam 4 hari. baru 12 hari, tapi sudah banyak terjadi kejadian unik yang tidak terduga. membuatku pusing bukan main~

.

* Seoul Park *

janji bertemu dengan yang lain saat jam makan siang. tapi aku terlalu cepat. bahkan ini baru jam 10 lebih. seperti orang bodoh~

“bosan!” gerutuku sambil mengetuk kursi

“i’m coming to be with you, Kibum~” ujar seorang yeoja dengan suara lembut, kurasa aku tau siapa dia. ku dongakan kepala dan melihat siapa yang berbicara

“Nara?” ternyata benar

“cepat sekali kau datang” imbuhku padanya, lalu ia duduk di sampingku

“kau juga~” ujarnya sambil tersenyum ramah. ah iya, mantul sekali pertanyaanku tadi

“geurae, hahaha, mianhae~” ia mengabaikan jawabanku. matanya memandang anak kecil berlarian dan bermain-main di kotak pasir

“neo gwenchana?” matanya berkaca-kaca

“aku ingin seperti mereka~ bermain bersama kakak atau adiknya~” ujarnya sedih

.

*deg*deg*deg*

.

entah saat ia bicara seperti, dadaku sakit. hampir sesak napas melihatnya berkaca-kaca. rasanya ingin menangis juga~ dengan alasan yang absurd tentu saja

“mau main di pasir?” ujarku mengajaknya

“ha? ingat umur, bumie-ah” ujarnya meledekku, dan ternyata aku lebih suka senyuman seperti ini. aku merasa hangat

“gwenchana” aku langsung menariknya ke kotak pasir, dan bermain bersama anak kecil itu. membuat istana, dan lain-lain. baju kami penuh dengan pasir

.

** 40 minutes later**

.

“oppa, eonni, kalian suka bermain pasir?” tanya salah satu anak laki-laki

“ne~ waktu kecil aku dan oppaku sering sekali bermain~ dan HAP jadilah!” dan HAP jadilah?? aku seperti sangat familiar mendengar kalimat itu, dan saat mengatakan kalimat itu wajah Nara sangat bahagia. ada apa denganmu, Han Nara??

“kau punya oppa?” tanyaku kaget, dan ia hanya tersenyum menatapku. saat ia tersenyum seperti ini, baiknya ku hentikan pertanyaan tentang “oppa” nya

“wah, menyenangkan!! kalian sering bermain apa, noona?” tanya anak kecil yang lain, dan aku sibuk membuat istana pasir dengan yang lainnya

“istana pasir, dan membuat kolam~ tapi disini tidak boleh basah. tempat umum jaga dengan baik lho” ujar Nara mengingatkan anak itu dan mereka semua menuruti Nara

“kalimatmu seperti familiar di telingaku, Nara” ujarku menatap Nara, dan senyum sampingnya keluar, membuatku salah tingkah menatapnya

“kau tau, ini alasan aku sangat menyukaimu, Nara. saranghae” bathinku saat menatapnya

“noona neomu yeppo~ kalau sudah besar aku mau menikahimu!!” ujar seorang anak dengan suara lantang, dan kami hanya bisa tertawa dengan tingkah mereka

.

tiba-tiba aku ingat bayangan anak kecil terlintas lagi di pikiranku, membuatku limbung

———————–

“bumie-ah!!”

“aku mau main oppa!!”

“dijaga baik-baik lho~”

“HAP jadilah!”

“kau suka?”

“Kyuppa!”

“gamsa oppa~”

————————

Kalimat itu?? sekilas dalam memoriku terputar percakapanku saat masih kecil dengan seorang yeoja. aku tak tau dia siapa, namun aku merasa dia adalah aku!

.

—-

“saranghanda oppa”

“janji kau selalu menjagaku~”

“gamsahamnida~”

“saranghae, bumie”

.

“bumie, kemari”

“bumie!!!!”

.

“bumie, tolong aku!!!”

“bumie, aku takut!!!”

“aaaaaa, bumie-ah!!”

—-

.

“bumie-ah??”

“bumie-ah??”

.

Ku buka mata dan semua putih. suara anak kecil tadi membuat kepalaku berputar-putar “ah, kepalaku pusing”

“kau tak apa-apa?” itu suara Nara, dan yang lainnya

“kau membuatku panik!” teriak Donghae “bodoh!!” imbuh siwon dan Gikwang bersamaan

“tadi kau pingsan di kotak pasir, lalu aku menelpon sunye, dan ia memberitahukan ke yang lain~” ujar Nara hampir menangis dan menggenggam tanganku

“aku mendengar suara anak kecil tadi~” ujarku pada Kyuhyun. ia, eunhyuk, dan sunye terus menatapku heran

“anak kecil??” ujar eomma menyela

“ne~”

“siapa??” tanya appa

“mollayo. saat aku masih kecil. yeoja itu mengikuti aku terus” ujarku pada appa & eomma. tatapan eomma sedih melihatku

“apa yang kau ingat?” tanya appa, dan eomma menarik pelan baju appa

“eomma, gwenchana??” tanyaku bingung, lalu eomma tersenyum dan pergi keluar dengan appa, Kyuhyun, dan teman-teman yg lain, kecuali Nara

“cepat sembuh, oppa” ujarnya semangat

“cepat sembuh, oppa?” bathinku

.

aku seperti pernah di panggil dan di beri semangat seperti ini.

oppa, oppa, dan oppa. mengapa saat ia memanggilku oppa, hatiku sesak~

saat dia batuk, tenggorokanku yang  terasa gatal. hey, Nara. ada apa denganmu?

“ada apa??” tanya nara penasaran

“ah, aniyo~” jawabku “ah, kau tidak makan??”

“nanti saja, bumie” ujarnya ramah. Kau tau Nara, aku merasakan hangat saat di sampingmu

“hey, Nara, I Love You”

“ha??”

“aku tau kau belum bisa menjawab”

“bukan tidak bisa~”

“lalu?”

“aku tak mungkin menjawab~”

“maksudmu?”

.

Nara terdiam, lalu menghela nafas panjang

.

“aku tak mungkin mencintaimu!!”

“tak mungkin??” “memangnya kenapa??”

“aku tak bisa, bumie!!” “karena,,,,,,, “

.

 “karena apa??”

“karena aku lebih memilih mencintai Kyuhyun~!!”

.

“oh ternyata kau mencintai Kyuhyun?” tanyaku dengan nada mencoba sabar dan tegar

“ne~ mianhae~” ia menunduk dan menangis

“hey, jangan menangis. Kalau dengan Kyuhyun aku tak apa~” ujarku menariknya dalam pelukanku

“benarkah??” ia tersenyum lalu menatapku

“iya, sudahlah. Kau makan sana. Setelah makan kembalilah kesini, ara??” ujarku saat mendorongnya pelan menjauhi tempat tidurku

“oke, oke. I’ll be back soon~” ia melambai dan pintu kamar ini menutup

.

“kenapa Kyuhyun?”

“kau bisa mencintai yang lain. Donghae, atau Gikwang, atau Siwon yang jauh lebih tampan”

“tapi mengapa harus kyuhyun??”

.

2 Days Later

.

Kyuhyun

Bocah gila ! apa yang Kibum katakan padanya hingga ia jadi menempel kemanapun aku pergi

“hey, itu, itu, ada apa sih??” gerutu Donghae saat melihat kedatangan Nara

“namja sinting itu! Pasti ia berbicara sesuatu~” aku mulai aneh dengan sikap Nara

.

“Kyuhyun!!!” teriak Nara, ia bergelayut manja di lenganku

“hey, kau suka pada Kyuhyun?” ujar Donghae frontal.

Walauapun aku sudah melotot donghae tetap usil pada Nara

“tentu~ ne~ Kyuhyun!” ia tetap bergelayut manja padaku. Aish

“sssttt, kau tau, mata dan tatapan matanya sepertimu, Kyuhyun~” bisik donghae

“ha??”

“geurae~ tatapan matanya yang tegas benar-benar sepertimu” ya, aku memang merasa sejak ia memandang Siwon bingung saat pertama kali masuk ke kelas. Tapi apa masalahnya?? Hanya kebetulan mirip kan mataku dengan matanya?

“yo~” Kibum mendatangi kami, aku berusaha melepaskan pelukan Nara tapi ia tetap bergelayut padaku

“ah, kibum, ini bisa ku jelaskan” aku tak mau ia salah paham

“waah, kau centil sekali nara~” ujar Kibum, he? Dia tidak cemburu? Senyuman tulus itu??` astaga, ada apa ini

“hati-hati, mantannya galak lho” imbuh Kibum, dan Donghae tertawa. Ya, aku tau maksud namja ini ‘Chaerin’

“aku tak peduli, sekarang Kyuhyun denganku!” ujar nara tegas. Oke, entah mengapa aku merasa sedikit aneh dengan yeoja ini

.

“aish, kajja~” Kibum berjalan di depan Nara dan tertawa. Sekarang aku yang bingung. Senyuman itu?

.

“Kibum!! Awas !!!”

.

*jegeeeerrrr*

.

“kibum!!!”
“oppa!!”

.

Aku dan Donghae berlari ke arah kibum. Ia terdiam dan tergeletak di aspal

.

“hey, hey, bertahan!!” Kibum tersenyum, dan nara terus terdiam

“ya, nara, panggil ambulans. Ppalli!!!”

“ya! Nara!! Ppalli!!”

“ne~”

ia langsung menelpon ambulans dan tak lama kemudian ambulans pun tiba. Para medical membopong Kibum. Memang tidak parah, tapi, aku khawatir dengan sahabatku ini~

.

** bruuuk**

.

“Nara!!!” aku shock melihat Nara tiba-tiba terjatuh di depanku

“astaga!! Bawa dia sekalian!!” ujar salah satu suster dari ambulans, dan aku membopongnya ke ambulans

.

@ Rumah Sakit

“ya!! dua orang bodoh itu ada apa??” Eunhyuk dan Gikwang berlari ke arahku dan aku hanya terdiam memandang kamar mereka

“semoga mereka tak apa-apa” Siown duduk dan berdoa, rasanya jika ada dia aman

.

“maaf, maaf!! Apa ada salah satu di antara kalian yang golongan darahnya B- ??” suster keluar dari ruangan dengan panik. tak ada satupun dari kami yang bergolongan darah B-

.

“hanya Kibum!” ujar Donghae “tapi ia namja yang di dalam!!”

“aduh, kami tak mungkin mengambilnya. Tubuhnya lemah” suster itu panik

“untuk siapa suster??” tanya siwon “biasanya B- itu untuk kembar identik tapi tidak satu ovum~”

“nara golongan darahnya B- !!” ujar Sunye spontan, dan suster itu tersenyum. Ia langsung kembali ke dalam ruangan

“hey, Nara dan Kibum B- ?? tanya Donghae padaku

Kibum memang B-, tapi nara??” aku berpikir satu hal, dan aku merasa yakin, perasaan ini adalah benar!

Nara juga B- !” imbuh Sunye, dan Siwon langsung tersenyum

“aku rasa semua itu benar” ujarnya yakin “setelah ini, aku harus pastikan sesuatu”

.

“Kyuhyun! Hasil ini??” eomma berlari ke arahku dengan wajah sangat absurd

“ada apa eomma??” tanya Donghae dan eomma memberikan hasil lab Nara dan Kibum pada Donghae

“yang benar saja!!!!” donghae berteriak dan aku langsung mengambil kertas itu. Aku terdiam membaca hasil lab. Gikwang mengintip hasil lab dan shock

“oh my god!!” ia mengambil kertas itu dari tanganku

.

“ahjumma??” tanyanya pada eomma, dan eomma hanya terdiam

“Hyejin! Jeongmal uri yeoja~” appa memeluk eomma. aku tidak mengerti semua

“Kyuhyun, kau juga B- bukan!!!” ujar appa dengan tatapan tegas, aku mengangguk. Donghae dan yang lain shck mendengarnya. Oleh karena itu aku ingin memastikan ini!! Aku B-, Kibum B-, dan Nara B- , ada apa sebenarnya!!!

.

[author]

eomma dan appa Kibum merasa janggal dan aneh dengan hasil lab nara dan kibum. Kyuhyun dan siwon malah sudah merasa aneh sejak Nara hadir di tengah-tengah mereka. Kibum tidak mau jauh dari nara, tetapi Nara tidak mau jauh dengan Kyuhyun.

Menurut Kyuhyun, senyuman dan wajah nara mirip dengan Kibum. Tapi menurut Donghae, mata dan tatapan nara mirip dengan Kyuhyun. Tidak ada yang tau siapa nara yang sebenarnya, tidak ada yang bisa menebak bagaimana itu Nara~ ada apa dengan seorang nara??

.

.

.

To Be Continued!!!

.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s