And I Love You [Part 4]


And I Love You

Cast:

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Jang Wooyoung (2PM),
  • Han Nara = Cho Nara

Support Cast:

Chaerin, Soora, Eunji, Yesung & Donghae (SJ)

Length: Part 4

Genre: Friendship, Romance, Family

Rate: AG (All Age)

Author: Nana

Backsound:

  • And I Love You ~ (Yesung ft Luna)
  • Say No ~ (BEAST)

.

————————-

.

“hey, kau tidak senang berhasil lulus di persiapan KyungHee??” tanya wooyoung khawatir. pikiranku penuh dengan ‘bagaimana melepaskan Kyuhyun’

“aku senang~”, “hanya 25 orang yang lulus bukan~”

“smile please! how I hate to see you like this” ujar wooyoung dan aku langsung menangis, dan wooyoung memelukku erat. hatiku sakit melihatnya begitu.

.

Kyuhyun, andaikan aku adalah orang yang kau cintai. hari ini pasti hari yang sangat amat istimewa.

Kyuhyun, andaikan aku adalah orang yang kau genggam. hari ini pasti hari yang sangat menyenangkan.

.

*backsound: nayeosseumyeon (if it was me) – Na Yoon Kwon*

.

bisakah aku kembali padamu, wooyoung??

.

“hey, ku antar kau pulang. bulan depan kita sudah mulai belajar di KyungHee” ujar wooyoung dan langsung menuntunku pulang

.

“Kyuhyun, katakan, aku harus bagaimana”

.

Kyuhyun

saat ia menggerutu karena aku tak bisa mengantarnya ke KyungHee aku sangat sedih. tapi aku sudah tau bahwa ia lulus. karena kekasih Chaerin, yang juga seniorku, Lee Hyukjae, adalah pengajar di bimbingan Kyunghee. aku dan chaerin berjanji bertemu di sekitar KyungHee, karena aku ingin membeli hadiah untuknya. karena Chaerin yeoja maka aku minta bantuannya

.

“hey, Nara, and I Love You~”

.

@ apartemen

8 pm

“aku pulaang” ku buka pintu rumah, sangat sepi

“itu dia yeoja tak berotak~” aku menghampiri Nara yang sedang duduk di balkon namun ku sembunyikan hadiahku di lemari dahulu. baru pergi menyapanya

“hey, na… ra!!!!” ia menangis?? matanya sembab. ku copot headphone yang ia pakai, lalu mengalihkan wajahnya ke wajahku. tatapannya tetap kosong

“ya!! nara, gwenchana??” aku memeluknya erat

.

sumpah, aku belum pernah melihatnya seperti ini. air mata terus mengalir, tanpa ada suara tangisannya. raut wajahnya berantakan. aku sangat sedih melihatnya

“yaa!! bicara~ kau ada apa??” ia menatapku datar, lalu menjauhkanku dari tubuhnya

“lepaskan aku!!” ia bangkit dan meninggalkan aku di balkon. aku berlari dan menahannya

“neo gwenchanayo?” tanyaku lagi. ia menggeleng pelan

“aniyo~ gwenchana aniyo~” ia melepas paksa genggaman tanganku. ia masuk ke kamarnya. tak lama kemudian ia keluar lagi dan tersenyum

.

“hey, Kyuhyun~” panggilnya

“apa?” aku mendekat ke kamarnya

“bisa kau lepaskan aku??” suaranya bergetar

“mwo?” aku kaget dengan perkataannya

“bisa kau lepaskan aku?” ujarnya lagi, dan aku hanya terdiam

“terima kasih~” ujarnya singkat lalu menutup pintu kamarnya. aku kembali ke tempat tidurku dengan rasa tak percaya, aku shock dengan kalimat “lepaskan aku”

“lepaskanmu??” ujarku dalam hati “aku tak bisa melepaskanmu CHO NARA!!”

.

apa yang terjadi hari ini? tadi pagi ia masih tersenyum sangat baik padaku. tapi mengapa sekarang ia menatapku saja enggan??

.

** 5 days later **

.

selama 5 hari, aku benar-benar seperti orang gila! ia mendiamkanku. tak menggubris apapun yang aku lakukan dan katakan. ia memasak tanpa bertanya apa yang aku inginkan. biasanya ia akan bertanya berulang kali sebelum memasak~

.

“apa kau benar-benar ingin aku melepasmu, Cho Nara?” ujarku pada photo pernikahanku dengan Nara

.

*tok*tok*tok*tok*

.

“chakkanman!!” aku berlari ke arah pintu depan dan berharap Nara yang datang. karena sudah jam 7 belum ada kabar apapun darinya

.

“annyeong” sapa namja ini

“wooyoung?” ujarku ramah “kau mencari nara?”

“aniyo, mencarimu!” mencariku? tumben

“nara belum pulang kan??” ujarnya mantab

“mwo? kau tau dari mana?” kenapa ia bisa tau ia belum pulang

“ha? kau tak tau??” ia jauh lebih kaget lalu wajah kesalnya muncul

“benar-benar namja tak berotak~” ujarnya keras lalu menonjok pintu apartemenku

“ya!! mwoha neun goya???” aku juga ikut berteriak, lalu wooyoung menyeret dan mendorongku ke dalam apartemen

“istrimu kemana dan sedang apa kau tak tau??” ujar wooyoung “kau keterlaluan!!” aku semakin bingung mengapa ia benar-benar kesal

“memangnya kenapa dengan nara?” tanyaku dengan nada pelan. lalu ia berjalan ke arah balkon

“beberapa hari yang lalu Nara izin padaku dan teman yang lain tuk bekerja~” ujarnya

“mwo? bekerja?” aku shock mendengarnya bekerja “untuk??”

“bukankah sebentar lagi kau sudah langsung kuliah di KyungHee?” ujarnya dan aku mengangguk

“Nara ingin membelikanmu hadiah dengan uangnya~” ujar wooyoung, dan aku semakin kaget

“ia bekerja sebagai tour guide sepulang sekolah sampai jam 8. dan itu kau tak tau? bahkan ketika sakit dan pingsan di sekolah kau juga tak tau?” imbuhnya “jeongmal babo namja~ yeobo tak berotak!!” ia berteriak lalu pergi dari apartemenku. meninggalkan aku dengan segudang rasa bersalah padanya. rasa bersalah yang sebenarnya ingin ku ubah menjadi rasa sayang. rasa yang bahkan aku tidak mengerti ini apa~

.

“ah!!” aku berlari ke arah lemariku, dan mengeluarkan boneka

“bahkan boneka kelulusan ini belum ku berikan~” aku semakin bersalah dengan keadaan ini. Nara, jangan buat aku mulai menunggumu seperti orang gila~

.

** cekreeek **

.

“nara??” aku berlari ke arah pintu

“aku pulang” ujarnya dengan wajah lelah. ku perhatikan dari atas hingga bawah, ia terlihat lebih kurus. aku memeluknya dari belakang, dan ia diam lalu melepas pelan pelukanku

“ada apa?” tanyanya tegas

“ada apa? kau tanya ada apa? harusnya aku yang tanya! kau ada apa??” aku membentaknya dan aku sadar aku terlalu berlebihan

“…….” ia diam melihatku “lepaskan aku, Kyuhyun. pergilah dengan yeoja yang kau cintai” ujarnya saat melepas cengkeraman tanganku di lengannya

“apa maksudmu?” aku kaget dengan ucapannya yang ini. ia tersenyum menatapku

“jangan tersenyum cho nara!!” bentakku

“tunggu lulus sekolah, tinggal sebentar lagi kan?? setelah itu namaku berubah jadi Han Nara lagi” ia tersenyum lalu masuk ke dalam kamar

.

aku terduduk mendengar kalimatnya. tanpa aku sadari, air mataku jatuh. ku lihat cincin yang tersemat di jari manis kiriku

“jadi ini yang kau maksud lepaskan aku??” ujarku menatap photo pernikahan kami “hey, nara, kau jahat! sangat jahat!”

.

* next day *

.

saat ku bangun, sarapan sudah ada di meja. dan Nara tetap di kamarnya

.

“permisi!! pos! pos!”

.

“ne, chakkanman” aku keluar dan melihat siapa yang datang

“maaf nyonya Nara ada kiriman dari jepang~” aku mengambil surat dan melihatnya. tukang pos itu pun pergi

.

“Waseda University??” tokyo ? untuk apa Tokyo mengirim surat ini. ku baca isinya, dan aku shock. ada bagian yang membuatku tak percaya dan ingin menangis

.

“selamat Cho Nara, anda di terima di Waseda University dengan beasiswa aktif 75% dan lolos seleksi menjadi staff dosen bahasa inggris. harap memberi kabar kepada kami dalam 2 hari ke depan. kami sangat amat berharap atas kerjasamanya. terima kasih”

.

“jadi kau mau pergi dari sisiku, Nara??” ujarku pada Nara yang sudah berdiri tegap di depanku dan melihatku saat membaca suratnya

“kemarikan” ia mengambil surat itu dan tersenyum padaku

.

“Kyu, aku harus ekstra belajar agar bisa lolos ke KyungHee, tapi saat ada berita beasiswa ke Jepang, aku langsung mendaftar~” ujarnya

“bukan itu yang aku tanyakan babo yeoja!!! kau akan pergi?” ia tersenyum dan mengangguk pelan

“kau akan kuliah disana?” ia mengangguk lagi

“kau akan meninggalkan aku??” ia tersenyum

“dan benar-benar melepaskanku??” kali ini dia terdiam dan memandang surat itu. lalu tersenyum menatapku

“iyaa, aku harus melepasmu. kau bahagialah dengan yang lain” ujarnya mantab

.

“niga animyeon andwae, tto eobsin nan andwae!!”

aku tak bisa katakan itu, tersangkut di tenggorokanku. kalimat yang benar-benar ingin ku katakan di depannya sengat keras lalu memeluknya. sayangnya aku tak bisa, aku hanya diam menatapnya, dan ingin menangis, tapi aku bahkan tak bisa lakukan itu

.

“aku mau ke jepang~ kau tau, itu impianku” ujarnya tiba-tiba

“mwo??” aku kaget, lalu ia tersenyum manis. ia berlari keluar apartemen dengan handphone dan surat itu di tangannya

.

“bahkan aku tak tau impianmu adalah itu, Nara!” ujarku menatapnya berlari dari balkon. senyumannya terlihat jelas dengan teropongku

.

“jika ku katakan jangan pergi, apakah kau akan tetap pegi?”

“jika ku katakan tetaplah disini, apakah kau tetap disini?”

.

Nara

“Tuhan apakah ini pertanda bahwa aku memang harus pergi dari Kyuhyun”

“yeobseyo wooyoung!”

“ah, nara, waeyo?”

“aku di depan jalan rumahmu. keluarlah”

“jeongmal??”

“ne~ ppalliwa”

“ah, arasso, chakkanman”

.

*klik*

.

5 minutes later

.

“tumben kau mengajak keluar” ujar wooyoung “waegeurae, Nara??” aku menyerahkan surat dari Waseda, dan Wooyoung kaget melihat korp surat itu

“wa…waseda?? kau di terima di waseda??” ujar wooyoung tidak percaya

“ne~ eottohkke??” aku bingung. tak terasa air mataku jatuh, dan wooyoung memelukku

“sudah jangan menangis~ ulljima uri nara” ia menghapus air mataku dengan lembut

.

sesungguhnya wooyoung sangat baik dan perhatian.

bodohnya aku melepaskan wooyoung demi namja yang bahkan melihat atau merasakan kehadiranku saja tidak

.

“kau mendapatkannya juga bukan??” tanyaku pada wooyoung dan ia mengangguk pelan

“kita kuliah di waseda saja~ tak perlu test. tinggal masuk dan dapat gaji juga kan!!!” ajakku pada wooyoung dan ia terdiam menatapku, dan memelukku hangat. memelukku sangat lama. aku bisa merasakan dekapannya begitu lembut. dekapan yang tak pernah ku rasakan bahkan jika dengan Kyuhyun. dekapan yang sebenarnya ku harapkan sejak dulu

.

“kau begitu mencintai Kyuhyun sehingga kau memilih pergi darinya dan membuatnya bahagia dengan melepasnya. benarkan, Cho Nara~” ujar wooyoung di telinga kananku sambil membelai lembut rambutku. aku melepaskan pelukannya dan sedikit menjauh

“aniyo!!” ujarku sedikit keras.

aku kaget mengapa ia bicara seperti itu dengan nada lemah. aku berusaha tidak terlihat mengharap Kyuhyun. karena mengharap seperti apapun, nyatanya ia tak pernah menyukaiku, tak pernah menyayangiku, bahkan tak pernah terlintas tuk mencintaiku

.

wooyoung terduduk di bangku dan menunduk sambil menggenggam tanganku. genggamannya tambah erat, lalu aku berjongkok dan melihat wajahnya. untuk pertama kalinya aku melihat wooyoung menangis!! saat melihatnya menangis, aku tak mampu berbicara, bahkan aku ikut menangis. hatiku sakit melihatnya begini

“hey, kau kenapa?” tanyaku pada wooyoung dan ia menggeleng pelan “ulljima! ulljima!” aku menghapus air matanya dan ia tersenyum

“mianhae~” ia memelukku erat, dan saat wooyoung memelukku aku memutuskan untuk meninggalkan Kyuhyun, melepaskan Kyuhyun, dan melupakan Kyuhyun. aku ingin Kyuhyun bahagia dengan yeoja yang ia cintai. aku harus mencoba melepasnya, harus~

.

“jeongmal nugot bonae! naega eottohkae neol bonae!”

.

** 6 days later **

.

Kyuhyun

sudah 6 hari ini Nara seperti menjauhiku. mau melihatku saja tidak, bahkan ia tidak mau memasak untukku. aku tidak tau ada apa dengannya, atau mungkin masalah ada padaku??

.

“Kyuhyun bodoh!! kau itu mencintainya~” teriak Chaerin dari jauh. ia menggandeng seorang namja yang aku kenal “Eunhyuk hyung??” seniorku di KyungHee

“beberapa hari ini aku melihat Nara di loket pembatalan kuliah di kampus! apa yang terjadi?” tanya Eunhyuk dengan nada tegas, dan chaerin sudah menatapku tajam

“dia memilih ke Waseda~ dan meninggalkanku” ujarku pada chaerin

.

*plaaaakk*

.

“chagiya??” eunhyuk kaget karena chaerin menamparku keras, akupun kaget “tahan emosimu”

“mana bisa!!! tahan emosi demi namja tak berperasaan!! namja tak berotak!! mana bisa??” chaerin meronta-ronta dari pelukan eunhyuk karena ingin memukulku lagi

“jangan bicara seperti Nara” aku tak mau kalah

“kau tak punya hati, Kyuhyun” sahut chaerin “kau tak punya hati!”

.

“kalian diam!!!!!” teriak seorang namja dari arah belakangku

.

“wooyoung??” aku kaget tiba-tiba ada wooyoung, dan eunhyuk hyung mengenalnya

“yo!!” ujar eunhyuk hyung simpel

“siapa kau??” teriak chaerin ke arah wooyoung “yaa!! nuguseyo??” wooyoung tetap diam dan lurus memandangku

“sedang apa kau disini?” tanyaku ketus

“cih~ namja tak berotak! kau pikir kau siapa menyakiti uri Nara? kau pikir karena kau suaminya kau hebat? kau pikir kau segalanya? hey buka otakmu!!!” wooyoung meninjuku dengan keras, bibir bawahku berdarah

“ya! jangan berkelahi” eunhyuk hyung memisahkan kami

“hey, kau siapa sih?” gerutu chaerin

“Wooyoung ! Jang Wooyoung” sahut wooyoung, dan chaerin entah mengapa chaerin berdiri di samping wooyoung

“aku di pihakmu. bunuh saja namja gila itu~” ujar chaerin kesal

.

“mwo??”

“ha?”

“astaga, chagiya?”

.

eunhyuk hyung menghampiri mereka “jangan main-main dengan ucapan kalian!!!”

.

“bahkan aku tak tau bagaimana mencintainya~” ujarku sedih dan wooyoung langsung menepuk bahuku

“sifat kasarmu yang menunjukkan kau mencintainya. tapi sikap kasarmu menunjukkan kau mengabaikannya~” ujar chaerin, dan wooyoung tertawa “pulanglah!”

“pulang?” tanya chaerin

.

“kemarin aku bertemu Nara~ ia bilang besok siang akan pergi ke jepang” ujar wooyoung tersenyum

“besok ia ke jepang?” tanya eunhyuk hyung, dan wooyoung mengangguk “nah, kau harus jujur sebelum ia pergi, Kyu. atau kau akan kehilangannya” imbuh chaerin dan eunhyuk tersenyum

“chakkanman!! kau bertemu Nara kemarin, dan kemarin ia bilang besok siang akan ke jepang. dan besok siang itu adalah siang HARI INI!!!!” teriak Chaerin dan menekan kata HARI INI

.

“waaaaa!!!!” wooyoung, eunhyuk, dan chaerin berteriak

“shit!!” aku langsung berlari ke mobilku dan melaju dengan kecepatan tinggi ke apartemen

.

Cho Nara, jangan pergi dulu !

aku sudah yakin sesuatu “aku sangat mencintaimu”

Cho Nara jangan tinggalkan aku !

aku sudah tau sesuatu “aku sangat membutuhkanmu”

.

@ apartemen

“nara!!” “nara!!”

tidak ada Nara, namun aku melihat kotak berwarna biru dan recorder

.

“apa ini??” aku buka kotak biru ini, dan tersenyum melihat isinya

“sonny psp?” ku putar rekaman yang ada di recorder

.

“hei Kyuhyun! chukkae! maaf aku tidak bisa memberikan langsung hadiah ini. hari ini aku berangkat ke jepang, Kyuhyun. doakan aku yaa. maaf menyusahkanmu selama ini, kau yang terbaik Cho Kyuhyun. bye, Cho Nara~”

.

aku menangis mendengar suara Nara yg bergetar di rekaman ini. ku cek jamnya, sudah 3 jam yang lalu. Nara sudah take off~ ia meninggalkanku. benar-benar meninggalkanku “Nara!!!!!!!”

.

Chaerin

aku dan wooyoung mengikuti Kyuhyun sampai ke apartemen, dan setelah sampai di apartemen Nara sudah pergi. terlambat~

.

“namja bodoh~” gerutuku saat melihat Kyuhyun terduduk lemah

“hey, kau mantannya Kyuhyun?? otaknya begitu ya?” tanya namja yg bernama wooyoung, dan aku menangguk

“apa ia tak pernah belajar ramah saat mencintaimu?” tanyanya lagi, dan aku tertawa

“ada apa?” tanyanya

“dia itu namja bodoh~ ia memang pernah mencintaiku, tapi hanya sebatas teman tidak lebih. sedangkan Nara?? ia benar2 mencintai & membutuhkan yeoja itu. Naralah cinta pertamanya” ujarku menjelaskan padanya, namun hening

“hey? ada apa?” ia terdiam dan memandang photo yg ada di dompetnya

aku mencintainya~” ujarnya

“mwo???” aku shock mendengar pernyataan namja ini, namun aku membekap mulutku sendiri dan mengecilkan suaraku

.

“sejak?”

“sejak 1 tahun yang lalu, jauh sebelum Kyuhyun bertemu Nara~”

“mengapa tak kau ungkapkan?”

“aku tidak bisa, chaerin-ah”

“mengapa?”

“karena aku harus memantabkan hatinya”

“tapi kau malah kehilangannya”

“iyaa, kehilangannya, dan menyerahkannya ke kandang singa”

“kau mau merebutnya?”

“tidak”

“mengapa?”

“kalau aku merebutnya, sama dengan aku menyakiti hatinya”

“he?”

“karena ia sudah terlalu mencintai Kyuhyun”

“kau melupakannya?”

“aniyo~ hanya merelakannya saja”

“apa bedanya?”

“aku tak akan bisa melupakannya. aku hanya bisa merelakannya. jika aku merelakannya, aku bisa ikhlas dan bahagia atas kebahagiaannya”

.

aku tersentak mendengar semua pengakuannya. bukan karena kejujurannya, namun karena kalimatnya terlalu merasuk

.

“ulljima~” tanyaku sambil menepuk bahunya, dan ia tersenyum

“hey, aku tak mau menangis! menyesal memang, tapi tak boleh berlarut. right??” ujarnya sambil mengangkat jempol kanannya

“yes, you’re right” ujarku menyahut

“tapi aku sanksi Nara akan memilih Kyuhyun kembali” ujarnya tegas, dan aku kaget. aku benar-benar lupa bahwa saat ini Nara ada di jepang mengurus kuliahnya

“Kyuhyun terlalu bodoh tuk menyadari” ujarku kesal

“dia menyadari, tapi hanya tidak tau kalau itu cinta. mereka saling mencintai, tapi belum saling mengerti” ujar wooyoung iba. kami berjalan ke arah Kyuhyun yg masih terduduk & menggenggam psp hadiah dari Nara

.

“hey, Kyuhyun istirahatlah” ujarku saat memapah Kyuhyun tuk tidur

“di kamar Nara saja~” ujarnya dengan suara pelan

“mwo? kalian tidak tidur bersama?” wooyoung kaget, dan Kyuhyun hanya mengangguk

“ini kamar Nara” ujar Kyuhyun saat ia merebahkan tubuhnya di kasur milik Nara

“tidak jauh beda dengan kamarnya di rumah lama” ujar wooyoung dengan tangan di lipat di dada

“Nara! please back to me~” rintih Kyuhyun saat memeluk guling Nara. kami kasihan melihatnya begini. wooyoung terus menatap Kyuhyun, dan aku? aku harus apa? aku tak bisa apa-apa. semuanya berawal dari kecerobohan babo namja ini~

.

Kyuhyun ! kau kehilangan Nara~

Kyuhyun ! kau namja yang bodoh~

kyuhyun ! kau namja tak berotak~

kyuhyun ! kau harus lepaskan Nara !

16 responses

  1. Yaaaaaaah~
    kenapa jg nara harus pergi??
    aaaaargh aku pengen lanjutannya *plak*

    DA to the E to the BAK!
    DAEBAK!

    eonni, itu yg pas backsound if it was me, itu lagu yg prnah di nyanyiin kyu pas siaran radio bkn?

    • iyaa, tapi aslinya yang nyanyi si Na Yoon Kwon🙂 kamu dengerin deh, asli bagus banget😀

      waah, sangat maaf, lanjutannya pasti lama, ega😦
      tapi litte sad ending lho😀

  2. keseeeel…
    ya ALLAH bener2…
    aku udah 10 kali biang KYU PABOOOOO dalam 1 hari ini…
    Aish Jinjja!

    susul atuh ke Jepang…
    mank ongkos kesana mahal ya??
    bisa minta ortu kan??
    aigoo~..
    udah sana susul…
    author…
    lanjutannya g pake lama ok??
    BTW Anyyeong…
    Chonun Lee Hana imnida…
    aku reader baru..
    salam kenal..
    he3x

  3. annyeong,,, aku berkunjung nih dblog chingu… #plakk syp jg yg nny

    chingu,, pliiiisss crita’a jgn dbuat sad ending donk. huhu.. aq g mw mrka pisah. T_T yayayaya???
    *reader mksa *dtakol author

  4. eonni.. masih ingatkah kau padaku😄
    akhirnya aku bisa comment d sni juga🙂
    hhe, daebaaaak eonni! ^_^
    next partnya selalu kutunggu
    (klo ga mau aku teror lewat twitter)😄
    peace ^___________________^

    #hug Nana eonni

  5. aigoo~ kena batu nya kan Kyu (-,-‘)
    Ditinggal Nara baru aja nyesel~
    Maka nya jgn jutek” hehehe :p

    Na-chan jgn bikin sad ending ya~
    Jaebal~😦
    Happy ending aja :Daigoo~ kena batu nya kan Kyu (-,-‘)
    Ditinggal Nara baru aja nyesel~
    Maka nya jgn jutek” hehehe :p

    Na-chan jgn bikin sad ending ya~
    Jaebal~😦
    Happy ending aja😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s