And I Love You [Part 3]


And I Love You

.

Cast:

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Jang Wooyoung (2PM),
  • Han Nara = Cho Nara

Support Cast:

Chaerin, Soora, Eunji, Yesung & Donghae (SJ)

Length: Part 3

Genre: Friendship, Romance

Rate: AG (All Age)

Author: Nana

Backsound:

  • And I Love You ~ (Yesung ft Luna)
  • On Rainy Days ~ (BEAST)

.

————————-

.

“Kyuhyun-ah!!” aku berlari sekuat tenaga menuju mobilnya

.

“cepat-cepat!!”

“wah terjepit”

“apa masih hidup”

“tidak ada~”

.

dari jarak 15 meter aku melihat dan mendengar dengan jelas apa yang orang-orang itu bicarakan saat melihat mobil Kyuhyun begitu ringsek

“KYUHYUN!!!!!” aku berteriak histeris, lalu orang-orang itu memberiku jalan dan mengamatiku total

“tolong bantu dobrak~” pintaku panik, aku tak bisa melihat Kyuhyun karena kaca mobilnya gelap, bahkan aku tak tau jika kaca mobilnya ternyata gelap

“agassi, awas sebentar” namja ini mendobrak keras pintu samping tapi tak berefek

“Kyuhyun-ah!! gwenchana?? yaa!!!” aku menggedor-gedor pintu samping kanan dan kiri, bahkan kaca depan, tangisanku terus dan terus bertambah. orang2 sekitar melihatku iba

“sabar~ sabar~” ujar seseorang lalu menepuk bahuku

“sabar?? suamiku sekarat di dalam dan aku harus sabar?? pakai otakmu tuan!!!” teriakku kesal, dan seseorang itu diam tapi tetap membantu, ucapanku ngawur, pikiranku kalut

.

“wah, masih sekolah sudah menikah!”

“pasti karena kecelakaan”

“cantik sih tapi sayang sudah menikah”

“aigoo, anak jaman sekarang”

“suami atau pacar sudah sama saja jaman sekarang”

.

di sekitarku aku mendengar ibu-ibu bergosip tak karuan. apa yang ada di pikiran mereka? bisa-bisanya bergosip di atas penderitaan orang. sungguh terlalu~

.

“bisa!!! lho??” pintu bisa di buka namja itu tapi Kyuhyun tak ada, aku semakin menangis

“KYUHYUN!!!” aku terduduk lemas sambil menggenggam erat handphoneku

“lebih baik kau cari dia lagi. mungkin mobil ini bukan miliknya” ujar namja baik hati itu

“jeongmal gamsahamnida. na neun Cho Nara” ujarku berterima kasih

“na neun, Seulong. Im Seulong imnida~” ujar namja ini sambil memberikan tissue padaku. aku juga membungkuk ke orang-orang yang telah membantuku tadi. tapi dimana suamiku?? aku sesak ~

.

“Nara??” teriak seseorang dari arah belakang

“suara itu??”

“Nara??” suara itu lagi, aigoo~

“babo yeoja!!!!” Kyuhyun! itu Kyuhyun. ia menghampiriku

“neo gwenchanayo??” tanyanya padaku, wajahnya sangat panik melihatku seperti ini

“KYUHYUN-AH!!!!” aku langsung berdiri dan memeluknya erat, sangat erat

“hey, ada apa kau menangis?” Ya Tuhan, syukurlah! jangan rapuhkan imanku. ku mohon~

“tak apa~” aku memeluknya erat sangat erat

“oh dia ya~hahaha, syukurlah agassi” ujar seulong

“gamsahamnida, Seulong-ssi” ucapku berterima kasih atas bantuannya

.

Kyuhyun

ada suara Nara menangis di tengah gerumunan orang banyak yang ada di kecelakaan itu. aku panik lalu berteriak dan menghampirinya. keadaannya sangat amat amat kacau~ tangisan yang pilu

.

“aku tak apa-apa” ujarku sambil menenangkannya. ia terus menangis memelukku

.

“waah, masih hidup ternyata”

“untunglah”

“tuhan memberkati kalian”

“beruntung sekali kau memiliki istri seperti dia”

“istrimu sangat panik tadi”

“wah, sekolah yagn baik yaa”

“waaah~ sangat keren”

“kau lihat tadi, Nara sangat panik. hebat sekali dia~”

“suami dan istri yang sangat romantis”

“masih sekolah ternyata”

.

suara orang-orang saat melihat Nara menangis dalam pelukanku, dan aku mengerti, ia mengira itu mobilku, dan aku kecelakaan, karena mobil itu sama seperti mobilku

“babo~ sebelum panik, lihat plat mobilnya” ujarku sambil mengalihkan kepala Nara melihat plat no mobil itu, dan ia tersenyum malu. aku langsung memeluknya erat

.

“kau tau, saat kau berlari dan datang padaku, saat itu juga hatiku untukmu, babo yeoja~” bathinku saat menggandengnya menuju mobilku

.

“ah gara-gara kau, aku stress. dan tak ingat kalau di seoul juga ada yang punya mobil sepertimu~” ujar nara berbicara pada mobil ini sebelum duduk, kasihan dia~ ku rasa otaknya tergeser

.

“kau berlari dan panik?” ia mengangguk cepat

“menangis dan berteriak?” ia tambah mengangguk dan menatap jalanan hampa

“kau khawatir padaku??” tanyaku penasaran dan ia menoyorku berkali-kali

“tentu saja bodoh!! kau gila apa??” teriaknya hingga suaranya naik 1 oktaf dan itu membuatku shock dan berhenti tiba2

“jeongmal??” tanyaku mendelik

“terlalu~” ia kesal lalu keluar mobil dan berlari menuju apartemen sendirian

“ya, nara, mianhae~” ia terus berjalan cepat dan tak menggubrisku

.

“hei, maafkan aku” ujarku terus menerus. bahkan saat di lift ia tak menggubrisku. memang kenapa dengan pertanyaanku

.

@ apartemen

sampai di apartemen, Nara langsung masuk ke kamar, tanpa bicara apapun padaku. Membuatku sedikit kesal. Namun apa yag ia lakukan tadi benar-benar membuatku lupa kekesalanku padanya saat ini

.

**blaaammm**

.

apa aku salah bertanya seperti itu? toh aku hanya bertanya apa ia benar2 sekhawatir itu padaku. dan melihatnya seperti itu, aku tau jawabannya~

.

*tok*tok*tok*

.

berulang-ulang ku ketuk pintu namun tak di gubrisnya, dan aku buka dengan kunci cadangan. ku lihat nara tertidur lemas

.

“maaf! Aku tak bermaksud menyakitimu lagi, lagi, lagi, dan lagi. mianhe, uri Nara” aku mengecup kening yeoja ini lembut. ku belai wajahnya yang halus

“ternyata kau memang cantik, Nara” bathinku

“And I Love You~” ucapku pelan

aku tidak berharap ia mendengarnya, tapi aku berharap juga ia mendengarnya. agar ia bisa menjaga sikap. semoga kau mengerti~

.

** next day **

@ 6 AM

.

ku rasakan ada yang memelukku. ku buka mata perlahan

“Nara??” bathinku melihat Nara memeluk lenganku. aku melihat wajahnya sangat jelas

“sangat dekat” bathinku saat melihat wajah mulusnya

“he?” aku bangun pelan-pelan dari tempat tidur, dan ternyata semalaman aku tidur dengannya

“astaga~ untung” pakaianku masih lengkap, astaga, aku panik. aku tak ingin melakukan hal-hal yang di luar batas. lagi pula ia hanya mencintai wooyoung, aku tak ada dalam memorinya. meskipun aku adalah suaminya

.

“hey~ bodoh!! Bangun!! mau sampai kapan kau tidur??” aku berteriak sangat keras membangunkannya, dan ia langsung berdiri di atas tempat tidur dengan wajah bingung, jujur aku suka wajahnya ketika panik

“aigoo~ mwoha neun goya!!!” teriaknya panik saat melihatku di kamarnya

“membangunkan yeoja tak berotak!” ujarku tegas, namun di dalam hati aku tertawa geli melihat rambutnya acak-acakan

“ku kiraa~”

“kau kira apa?? aku tidak akan macam-macam. ppalliwa~ lihat jam brp sekarang??” bentakku sambil menunjuk jam dinding, dan ia langsung berlari menuju kamar mandi dengan membawa handul di kepalanya. sebelum keluar kamarnya aku menatap photo yang terpajang di meja kamarnya. ya mulai hari ini aku akan selalu di samping yeoja sinting itu. tak peduli apa yang dia lakukan dan katakan, aku akan selalu menjaganya. karena aku mencintainya, uri Nara~

.

@ School

“ah itu wooyoung~” dia menunjuk namja yang ia cintai dengan semangat

“aku turun disini” sebelum ia turun dari mobil, ku tahan dia

“waeyo?” tanyanya padaku

“ikut sampai parkiran” ujarku sabar

“nanti aku ke kelas dengan siapa. aku mau turun bersama wooyoung!!” ujarnya dengan nada meninggi

“aku yang akan mengantarmu, yeoja tak berotak” selesai aku mengucapkan kalimat itu, kami langsung terdiam

“biar aku saja mengantarmu, arasso??” ujarku memperbaiki kalimat kasar tadi

“tapi kelas kita kan beda arah, Kyu??” ujarnya memotong

“sekali-kali mengantar istriku tak apa-apa” ujarku mantab lalu ia mengangguk dan tersenyum. Rasanya senang melihatnya tersenyum

.

selama perjalan menuju kelasnya, ia hanya diam. jika ku perhatikan, ia selalu berisik jika dengan teman-temannya, apalagi wooyoung. Namun tidak jika ia di sandingkan denganku. Kami akan bicara jika sedang ribut atau berdebat. Hanya itu saja yang bisa kami lakukan

.

“sadarkah kau tanpa sengaja telah menyakitiku, Nara??” bathinku sedih

.

“ah, sudah sampai kelasku. kau kembalilah ke kelasmu” ujarnya. aku melongo ke dalam kelas, dan semuanya memperhatikanku, dan aku tidak melihat wooyoung

“Nara!!” panggil seseorang

“wooyoung!!” Nara ternyata di panggil wooyoung, dan ia menghampiri wooyoung. tangannya melingkar di lengan namja itu

“kembalilah ke kelas” ia membelai wajahku pelan, dan melambai. kau seperti mengangkatku, lalu dengan indahnya kau jatuhkan aku di tengah batu kerikil

“nanti kau pulang sendiri. aku harus pergi” aku langsung pergi meninggalkannya dengan namja itu. aku tak berbalik untuk melihat apakah ia masih disana melihatku

“yeoja sinting tak berotak~” gerutuku

.

Nara

sejak tadi pagi Kyuhyun sepertinya ingin berbuat baik padaku. namun jika kalimat kasarnya keluar, dia seperti mengangkatku tinggi-tinggi, lalu melemparkanku dengan sangat baik di atas koral-koral tajam. begitu sakit terasa

“hey, bodoh~ ada apa?” tanya Donghae membuyarkan lamunanku

“ah, aniyo. hehe~”

“wajahmu seperti sampah di depan sekolah” kalimat wooyoung sontak membuatku melihat kaca dan bercermin, apakah wajahku hari ini SEBURUK itu

“hhahha, maksudnya wajahmu jelek jika cemberut, uri Nara~” ujar Yesung ramah lalu langsung memelukku. walaupun aku tak ada oppa, hanya yesung yang selalu memperlakukanku dengan sangat amat baik

“tumbem suamimu mengantarmu sampai kelas?” tanya soora penasaran

“dan sepertinya pagi ini baik-baik saja??” imbuh Eunji dengan berkacak pinggang. aku hanya tersenyum menanggapi kalimat 2 yeoja ini

“sudah berbaikankah??” pertanyaan wooyoung yang tiba-tiba membuatku kaget, dan terdiam

“ya! Han Nara, neo gwenchana??” tanya soora

“Cho Nara! na neun Cho Nara jigeum” ujarku sedih. Yesung langsung memelukku, dan menepuk-nepuk kepalaku

“geurae, Cho Nara” ujar wooyoung, dengan senyum khasnya

.

“niga neomu bogoshipo, uri wooyoung” bathinku saat ia tersenyum seperti biasa

“apakah kau benar-benar tak tau kalau aku pernah terlalu menyayangimu??”

.

** after school **

“besok rapor, besok rapor, besok rapor” gerutu Donghae seketika saat Yuri seongsangnim keluar kelas

“tenang saja~” ujar soora menenangkan donghae

“apa nilai kita bagus?” tanya donghae pada Eunji

“tentu saja~” sahut Eunji

“tentu saja bisa membuat sesak napas. hahaha~” imbuh Yesung seketika, dan Donghae panik lagi. kepanikan Donghae adalah hiburan bagi kami “mianhae~ hehehe”

.

“wooyoung, kau tenang saja??” tanyaku pada wooyoung yang sedari tadi diam

“mollayo~ semoga saja baik” ujarnya tegas seperti biasa. senyummu adalah kekuatanku di sekolah wooyoung. jangan pernah bersedih. kalau tidak, hatiku hancur~

.

“Nara!! kajja” panggil seseorang dari arah pintu

“ah, itu suamimu menjemput” ujar wooyoung menunjuk Kyuhyun

“aku duluan yaa~ see you tomorrow”

aku berjalan ke arah Kyuhyun berdiri sambil melambaikan tangan pada temanku. sangat sesak mendengar wooyoung mengatakan kalimat itu. aku ingin menangis, dan berlari ke pelukan wooyoung. dan itu berarti aku meninggalkan Kyuhyun. aku tak bisa ~

.

“hei, minggu depan pengumuman di KyungHee, siap??” tanya Kyuhyun datar

“molla~ aku pasrah” ujarku sedih, aku terlalu banyak pikiran akhir-akhir ini. bahkan ketika Kyuhyun dengan Chaerin, dan wooyoung berbincang lagi dengan yeoja itu. sangat amat menganggu

“hey!! hati-hati~” Kyuhyun menarikku keras, aku kaget

“itu tangga, dasar bodoh~ gunakan matamu!!” bentak Kyuhyun padaku

.

“wah, suami istri sedang ribut”

“kyuhyun kasihan mempunyai istri bodoh~”

“kenapa kau menolakku dulu”

“aigoo, istrinya ceroboh”

“oh jadi dia Han Nara~”

“Nara? biasa saja”

.

comment-comment mulai berdatangan. membuat kupingku panas. inginku juga tidak menikah dengan idola kalian. dasar memuakkan. aku langsung berjalan cepat menuju mobil, di ikuti Kyuhyun

.

@ Kyuhyun’s car

“cepat pulang~” perintahku pada Kyuhyun

“yang tadi tak usah di gubris” ujar Kyuhyun tersenyum dan mengacak-acak rambutku

“lepaskan!! tak usah kau ingatkan~ cepat jalan!” emosiku mulai tak stabil, Kyuhyun mulai menatapku seakan-akan akan membunuhku saat sampai di rumah nanti. tapi aku kepalang marah dan kesal. mengapa harus aku yang bertemu dengan Kyuhyun, mengapa harus aku yang merawat Kyuhyun, mengapa aku yang harus menikah, dan tinggal dengan Kyuhyun. terlalu banyak pertanyaan yang membuatku muak

.

.

@ apartemen

** living room **

.

@ Kyuhyun

sejak tadi Nara hanya diam menonton tv. entah mengapa aku merasa ia menyesal menikah denganku. kau tau Nara, kau membuatku berubah. berubah menjadi namja yang lebih baik, lebih sabar, lebih ramah, dan lebih mencintaimu~

.

“kau siap tuk besok?” tanyaku mencairkan suasana

“tuk apa?” ujarnya santai

“rapormu??” dan saat ku ucapkan “rapormu” wajah paniknya keluar, grasak-grusuk melihat hpnya

“ada apa di hpmu?” tanyaku penasaran

“semua nilai-nilaiku” ia terus menggeser handphone layar sentuhnya dengan panik, dan itu membuatku tertawa dalam hati. dasar aneh

.

“optimis KyungHee!!! yeaaahh!!” teriaknya semangat dan entah mengapa aku langsung tertawa melihatnya seperti itu

“bagus, bagus, otak bodoh optimis yaa~ hahaha” aku tetap tertawa dan Nara terus mendengus kesal. entah mengapa, aku merasa saat itu ia tidak marah, tapi pikirannya tertuju pada rapornya

“dasar aneh~” gerutunya sambil melempar bantalku

.

“Hwaiting Cho Nara!!” teriakku sambil mengepalkan tanganku, ia tersenyum sangat baik

“Hwaiting Cho Kyuhyun!!” dan ia ikut berteriak dan mengepalkan tangan seperti apa yang aku lakukan

.

“bagaimana jika aku mencintaimu?” bathinku saat menatapanya tersenyum “hatiku sudah kau ambil setengah. jangan macam-macam kau Cho Nara”

** next day **

.

Author

kesepakatan harus di jalankan. Nara mengambil rapor Kyuhyun, dan Kyuhyun mengambil rapor Nara.

.

kyuhyun malas bertemu wooyoung karena ia tau, Nara sangat menyayangi wooyoung dan lebih menganggapnya ada di bandingkan dengan suaminya. sedangkan Nara malas ke kelas Kyuhyun karena mulut comel yeoja disana. meremehkan Nara setiap saat dan kalimat kasar yang membuat Nara muak~

.

* Nara class *

“nilai Nara menurun. tapi masih bagus. ia tetap pemegang nilai tertinggi di kelas ini. bantu ia belajar ya, Kyuhyun-ah. semua nilainya 8,5 – 10, lumayan” ujar Yuri seongsangnim pada Kyuhyun, dan Kyuhyun tersenyum lega karena nilai Nara bisa untuk terus ke KyungHee

.

*Kyuhyun class*

“oh itu ya istri Kyuhyun~”

“biasa saja~”

“kasihan kyuhyun~”

.

baru masuk 1 langkah saat di panggil Jessica seongsangnim, Nara mendengar hal-hal yang bisa membuatnya sedih. tapi ia bertekad mengambil rapor Kyuhyun, setelah itu keluar dari kelas mengerikan ini

“annyeong, jessica seongsangnim~” sapa Nara pada wali kelas Kyuhyun

“ah, Nara~ seperti biasa senyummu sangat cerah” ujar jessica seongsangnim

“bagaimana nilai Kyuhyun?” tanya Nara

“nilainya bagus sekali. ia hanya perlu sekolah beberapa bulan lagi, setelah itu ia bisa langsung kuliah di KyungHee. kau harus bangga pada suamimu~” ujar Jessica seongsangnim bangga, dan Nara tersenyum saat menerima rapor Kyuhyun

“gamsahamnida” ujar Nara, lalu meninggalkan kelas Kyuhyun dengan bangga. ia mengabaikan kalimat pedas dari yeoja di kelas Kyuhyun

.

**ddrrrttt**ddrrrttt**

——————————-

to: Nara

from: Kyu~

Message: kita bertemu di mobil saja~ aku sudah di mobil

———————–

to: Kyu~

from: Nara

Message: ne~ aku kesana sekarang~

————————

.

** 5 minutes later **

.

Nara

Jessica seongsangnim bilang nilai Kyuhyun sangat baik, dan saat ku baca nilainya, hanya satu kata yang terlintas di otakku “perfect”. aku melihat Kyuhyun melambai di samping mobil, lalu aku tersenyum dan berlari menghampirinya

“Kyuhyun!! chukkae, perfect score!! aku sangat sangat bangga padamu” ujarku girang saat menyerahkan rapornya

“tapi aku tak bangga dengan nilaimu~ bodoh !!” ujarnya pedas lalu melempar raporku dengan indah di atas dashbord mobil tanpa basa-basi

“waeyo??” tanyaku kesal

“punya mata??” aku mengangguk

“punya tangan??” aku mengangguk lagi

“ambil, dan baca sendiri!” ujarnya kasar, astaga!! kau tak pernah bisa baik ternyata

.

ku ambil raporku dan melihat nilaiku. nilaiku turun, dan jauh dari nilai Kyuhyun

“pantas dia bilang aku bodoh~” bathinku memandang raporku

“YA!!! sampai kapan kau mau disitu??” bentak Kyuhyun

“ne~ chakkanman” lalu aku masuk mobil, dan Kyuhyun mengendarai mobilnya menuju apartemen. tak ada bahasan apapun di antara kami hari ini. mungkin ia malu karena nilaiku jelek, dan jauh bila di bandingkan dengannya

“mianhae~ aku hanya bisa menyusahkanmu” bathinku menyesal

“hey, minggu depan pengumuman KyungHee~ kau harus bisa les disana. jika kau gagal, jangan harap mimpimu kuliah di KyungHee tercapai~” ujar Kyuhyun sangat ketus, dan aku hanya bisa mengangguk. ku tatap handphoneku, lalu membuka twitter application di IPhoneku, dan updates statusku

—————————————

sangat menyedihkan hari ini~”

—————————————

“hey, follow twitterku~” ujarku, lalu sebelum ku teruskan kalimatku wajah Kyuhyun melihatku dan seperti mengatakan ‘aku tidak mau memfollowmu yeoja tak berotak’

“ah, tidak jadi~ tak butuh!!!” ujarku menyela. aku mengatakan itu karena aku tau Kyuhyun akan mengatakan kalimat yang menyakiti hati

“turun~ kau mau tidur di parkiran??” tanpa aku sadari, ternyata kami sudah sampai di parkiran apartemen. aku keluar, dan meninggalkan Kyuhyun sendiri. aku mendengar teriakannya, tapi kepalaku malas berbalik, dan suaraku tidak mau keluar~

.

** 2 days later **

tanpa sengaja aku melihat pesan di hp Kyuhyun, dan itu banyak sekali pesan dari dan untuk Chaerin, begitu juga telponnya, banyak masuk dan keluar utnuk Chaerin. Mereka membicarakan hadiah, dan jalan-jalan. entah mengapa, aku sangat sangat cemburu~ tapi aku tak mungkin cemburu bukan?? rasa sayang itu hanya sekilas bukan?? ku letakan kembali hp Kyuhyun, lalu aku kembali berkutat dengan twitterku

“minggu depan, minggu depan, minggu depan” ujarku berdoa menatap selembaran formulir KyungHee

“yeoja tak berotak sepertimu harus EKSTRA keras belajar” ujar Kyuhyun dengen menekan kalimat ekstra. bahkan di pesan antara ia dan chaerin, kalimat Kyuhyun sangat sopan, dan ramah. beda saat menulis pesan untukku dan berbicara langsung padaku

“kau tau kyuhyun, sengaja atau tidak, kau sukses melemparku dari atas menara~” bathinku menatapanya, dan ia menatapku balik dengan bringas. aku tak membencimu, tapi hanya tak bisa bila tanpamu~

.

** 8 Days Later **

.

“Kyu, besok bisa antar aku ke Kyunghee? aku mau lihat pengumuman” ajakku semangat

“mian, aku ada janji dengan orang penting~” ujarnya dengan santai menolak ajakanku

“nugu?” tanyaku penasaran

“bukan urusanmu!” ujarnya tegas, dan bila begitu aku hanya bisa diam

“ah, ara” ujarku padanya, dan aku berpura-pura mendengarkan musik, karena saat itu headsetku sedang rusak. hanya butuh berpura-pura tenang agar benar-benar bisa tenang

.

April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, dan itu berarti sudah 6 bulan menikah, aku tetap tak bisa utuh mendapatkan hatimu. katakan padaku, aku harus bagaimana!!!

.

**drrrrtttt**

handphone Kyuhyun bunyi, lalu ia tersenyum melihat layar hpnya. siapa yang menelpon, hingga ia tersenyum manis sekali

.

“yeobseyo”

“ah, chaerin?”

“tentu saja jadi”

“besok bertemu langsung saja”

“ah, ara. bye~”

.

ternyata ia ingin bertemu dengan Chaerin. ia menatapku, namun aku pura-pura tak mendengarnya. tapi aku dengan jelas mendengar kalimat itu. Kyuhyun lalu pergi ke dapur mengambil buah. Kyu, katakan padaku, aku harus bagaimana sekarang~

.

.

*The Day of Announcement *

.

“Nara, aku pergi ya!!” ujar Kyuhyun dari pintu depan

“ne~”

“sukses ya untuk pengumumannya” ujar Kyuhyun lalu ia mengangkat kedua ibu jarinya, dan itu membuatku semangat

“ne~ Kyuhyun” aku hanya berharap, aku bisa pergi kemana kau pergi

“let me loving you~” bathinku

.

@ KyungHee

sejak masuk gerbang, aku was-was melihat pengumumannya. aku takut tak bisa bersama Kyuhyun lagi. ku berjalan ke arah papan pengumuman, lalu aku berbalik lagi. berdoa agar lulus. aku takut berbalik dan berjalan ke arah papan. memikirkan itu membuatku pusing~

.

“Nara!!!” dari belakang Wooyoung memelukku erat

“chukkae~” ujarnya semangat

“he?” maksudnya. ia menarikku ke arah papan pengumuman, dan menunjuk namaku ‘Cho Nara’ yang ada di urutan ke 7 sebagai pemilik nilai tertinggi

“woaaahhh!! daebaaak~” aku melompat-lompat kegirangan. orang-orang di sampingku juga memberi selamat

“lihat itu~” wooyoung menunjuk namanya ‘Jang Wooyoung’ yang ada di urutan ke 5 di nilai tertinggi. aku langsung memeluknya

“chukkae, uri wooyoung!!” ujarku girang

.

“waah, pasangan pintar ya”

“selamat ya, semoga awet”

“kalian sangat cocok~”

“daebak~”

.

orang-orang di sekelilingku mengira aku dan wooyoung pacaran. entah mengapa, aku senang mendengar kalimat itu. dan wooyoung sepertinya santai dengan ucapan-ucapan itu. apakah kau benar-benar tak tau kalau aku pernah sangat amat menyayangimu, uri wooyoung

.

“kajja~” ia mengajakku pergi dari papan pengumuman itu

“selangkah lagi menuju KyungHee!!” ujarku semangat, dan ia tersenyum

.

“he?” wooyoung kaget melihat sesuatu di belakangku, lalu ku putuskan berbalik

.

“mwo?” kyuhyun? chaerin? berpelukan

.

air mataku jatuh tak terbendung. hatiku sakit, sesakit-sakitnya melihat mereka berpelukan seperti itu

“jangan lihat~” wooyoung memelukku dan menutupi apa yang aku lihat barusan. aku terus menangis di pelukannya

“kajja~” wooyung mengajakku pergi dari tempat ini. ia memapahku sabar

.

“tapi itu….” aku berusaha berbalik dan melihat mereka, tapi wooyoung menghalangiku, dan terus menuntunku menjauh dari mereka

.

Kyuhyun tak pernah memelukku seperti wooyoung memelukku. Kyuhyun tak pernah memelukku seperti ia memeluk Chaerin tadi. Kyuhyun tak pernah berkata dan berbuat manis padaku seperti ia berbicara dan memperlakukan Chaerin tadi. mengapa harus seperti ini. aku lelah mencintainya~

.

“gwenchana??” tanya wooyoung panik karena aku tiba2 terduduk

“kakiku lemas” ujarku lemah. wooyoung membungkuk di hadapanku. saat itu seperti itu aku tau maksudnya

“beratku naik lho~” ujarku mengingatkan, lalu ia berbalik dan tersenyum. ia membelai lembut kepalaku, lalu membungkuk lagi, dan aku langsung naik di punggungnya

“kita pulaaang~” ujarnya sambil berlari dengan menggendongku di punggungnya, hangat

.

Wooyoung selalu bisa membuatku tersenyum saat hatiku hancur karena Kyuhyun. sedangkan saat hatiku hancur karena Wooyoung, Kyuhyun membuatnya main hancur~

.

“kau tau~ aku akan mencoba sesuatu” ujarku padanya

“apa??” tanyanya

.

“mencoba lepaskan Kyuhyun, dan kembali padamu~” bathinku sambil memeluknya erat dari belakang

.

“hey, apa??” tanyanya penasaran

“ah, aniyo~ ppalli wooyoung” ujarku semangat dan ia berlari lebih kencang di banding yang tadi

.

ya, mulai sekarang aku benar-benar akan mencoba melepaskan Kyuhyun, dan kembali padamu, wooyoung~ kembali mencintaimu utuh

.

mencintai dan menunggumu seperti dulu ~ wooyoung yang mengerti bagaimana memperlakukanku dengan baik ~

.

Kyuhyun, bisakah kau kembalikan cintaku yang pernah ku berikan padamu ? karena aku ingin menyerahkannya kembali kepada wooyoung. Jika kau tak mengembalikannya, cintaku hanya tinggal seperempat bagian tuk wooyoung~ karena aku telah memberi tiga perempatnya kepadamu

.

.

How can I Love You If You never would stay ~

11 responses

  1. huwaaa~ keren banget chingu!!

    kasian banget si nara~ pasti nyesek banget tuh.. ngeliat kyu pelukan sama chaerin..
    hah! kyu pabbo! pabbo!!

    lanjut chingu~
    jgn lama2 yaa.. hehe..🙂

  2. *triiiiiing*
    saya dataaang, eonni~~

    ah padahal aku kira mereka bakalan romantis dikit…
    ternyata -.-
    aigo kyuuuu~
    jangan begitu sama nara…..
    ntr klo ditinggal baru tau rasa looh…

    DA to the E to the BAK
    DAEBAK!!
    lanjutannya ditunggu ya, Eonn~
    ::thumbsup::

  3. Kyaaaa… si Nara salah paham.. eon, yang ke 4 yah? 😄
    aku gasabar ^________^
    wkwkwkwk

    Nana eonni : bawel bener ni anak satu
    aku : iya eon,, aku emang bawel XP
    hhe

  4. bagus! Aku sukaaaa ~ >,<
    Penasaran ama kelanjutan nya~
    Kyu jgn jutek mulu ama Nara dong.. Kasian~😦
    Klo gitu terus gmn mo jadian nya ahahaha.. Pdhl udh suami istri :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s