[FanFiction] And I Love You (part 2)


Annyeong! I’m back with 2nd part of And I Love You Fanfiction🙂

Thanks for your comments and suggestion in the previous part ^^

.

And I Love You

Cast:

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Han Nara = Cho Nara

Support Cast:

Soora, Eunji, Wooyoung (2PM), Gikwang (Beast), Yesung & Donghae (SJ)

Length: Part 2

Genre: Friendship, Romance

Rate: AG (All Age)

Author: Nana

Backsound: And I Love You ~ (Yesung ft Luna)

.

—————–

“kau harus melepas! melepas Wooyoung atau suamimu, Kyuhyun!” ujar Gikwang oppa serius. dan aku hanya diam memandang photo pernikahanku. Photo ini akan terus di pajang, atau segera di turunkan~

.

sejujurnya sampai saat ini aku tak tau harus apa.

belum bisa jauh apalagi melepaskan wooyoung, namja yg sangat aku sayangi.

tapi aku juga tak bisa melepaskan Kyuhyun ! benar-benar tidak bisa !

.

I guess, I’m in love with him now !!

eottohkke~

.

“kau mencintainya?” Tanya Gikwang oppa sambil memelukku

“aniyo, oppa. saranghae anirago~ ! hanya saja …” Ucapanku terpotong saat ku lihat seseorang di pintu apartemenku

 “hanya saja kau bimbang. Right??” ujar seseorang itu lalu tersenyum

.

“woo, wooyoung??”ujarku terbata-bata, dan ia hanya tersenyum

“se, se, sejak kapan kau di situ??” tanyaku gelagapan pada wooyoung yang masih di pintu memandangku

“baru saja~ saat Gikwang hyung memelukmu tadi” ujarnya sambil berjalan mendekatiku lalu berhigh five dengan Gikwang oppa

“haha~ eh tunggu~ kau tau dari mana Gikwang oppa??” dia tau Gikwang oppa? kenapa bisa??

“ketika smp kelas 1 dan 2 aku bersekolah di Amerika, dan kebetulan Gikwang hyung temannya seniorku” ujarnya sempurna

“pantas saja jika aku bercerita tentang Wooyoung pada Gikwang oppa di skype, wajah oppa seperti mengenal Wooyoung~ bodoh” ujarku dalam hati, dan aku hanya tersenyum malu ke arah Gikwang oppa

“tenang, dia tak tau apa-apa ceritamu. Hahaha” bisik Gikwang oppa di telingaku

“ada apa??” Tanya wooyoung penasaran

“ah, aniyo~ hahaha~” sahutku sambil mencubit pipi wooyoung yang sangat menggemaskan

.

“bagaimana jika kita keluar makan malam??” usul Gikwang oppa

“ah, bagus~ kajja” ujar Wooyoung sambil mengenggam tanganku

“tunggu!! Ini baru jam 6 sore!” ujarku

“aish, kau tak lapar??” gerutu Gikwang oppa, dan wooyoung hanya tersenyum jahil ke arahku

“lapaaar~” aku langsung tertawa dan keluar rumah menuju restaurant bersama Wooyoung dan Gikwang oppa

.

Kyuhyun

“siapa itu??” ku lihat nara masuk lift bersama Wooyoung dan namja lain

“dia nampak sangat senang dengan mereka” aku langsung masuk kamar dan melihat keadaan

.

“apa ini??” ada kertas memo tertempel di samping meja televisi

.

—–

Kyuhyun, aku keluar sebentar dengan oppaku dan Wooyoung.

Jika butuh sesuatu, kirim pesan saja ke hpku.

Byee~ Nara!

—–

“yeoja tak berotak! Aku di tinggal sendiri~ brengsek!!” ujarku kesal sambil meremas kertas itu lalu ku buang ke tong sampah

“Oppa?? sejak kapan ia punya oppa? bukankah dia tunggal?” gerutuku saat memasuki kamar Nara

.

ku lihat lagi kertas yang bertulisan “And I Love You~” di meja Nara. Aku penasaran untuk siapa tulisan ini. Tatapan sayunya sangat berbeda.

Apakah untuk Wooyoung?

Atau untuk namja yang ia sebut oppa itu?

Atau untuk yang lainnya?

.

“lho? Untuk apa aku berpikir seperti itu?”

“mau yeoja itu dengan siapa bukan urusanku!! Yeoja sial~” gerutuku saat keluar kamar Nara. Tapi ada satu photo yang menarik perhatianku

“photo ini?” aku tak menyangka ia menaruh photo ini di kamarnya.

.

**deg** deg**deg**deg**

.

“aku kenapa yaa??” jantungku berdegup kencang saat melihat photo ini

“aish!! Nara, sampai rumah ku bunuh kau!!!” aku keluar pintu dan duduk di sofa menonton tv sambil menunggu yeoja gila itu pulang

.

.

**4 Hours later**

@ 10 PM

Ku lihat jam, sudah jam 10 malam.

Sudah semalam ini yeoja tak berotak itu belum pulang

“kemana si bodoh itu!”

.

aku mulai kelaparan karena menunggu ia pulang dan memasakan makanan untukku. Tiba-tiba aku ingat pesan nara di memo itu. Ku ambil hpku dan menelpon Nara

“yeobseyo~” ujarnya dari sebrang

“ya!! yeoja gila! kau dimana??” teriakku

“jalan-jalan!! Kau pikir aku tidur? Dasar namja tak berotak”

“cepat pulang! Aku belum makan dari siang!!”

“cari di café saja. Aku malas pulang sekarang!!”

“tak mau! Tak mau!! Cepat! Dalam 15 menit kau harus sampai di rumah!!”

“keterlaluan!! Tak mungkin secepat itu, namja bodoh~”

“tak perduli! Ppalli!!!!”

.

**klik**

.

Aku menutup telponku lalu tersenyum memandang wallpaper di hpku

“kena kau! eheheh~” bathinku, lalu aku kembali melanjutkan nonton tv lagi

.

** 25 minutes later **

“kemana si bodoh itu~!! Sudah lewat 10 menit!!”

aku mondar-mondar di depan pintu menunggu Nara. Aku sedikit khawatir!

Hpnya tidak aktif sejak terakhir kali aku menelponnya

“astaga! Kemana si bodoh~ ku bunuh dia nanti!!” gerutuku

.

“aku pulaaaang!! Heee??” teriak Nara saat membuka pintu dan ia terlihat shock melihatku pas di depan pintu

“kemana saja kau !!” teriakku sambil menjewer telinganya

“ah, sakit!!” lalu ia menoyorku sekuat tenaga dan kepalaku sempat pusing

“cepat buatkan makanan!!” teriakku padanya

“ne~ ne~ chakkanman!!” Nara berjalan ke arah dapur dan mulai berisik di dapur

.

** 30 minutes later **

“makanan datang, Kyuhyun~” teriak nara dengan penuh senyuman bangga

“terpaksa!” ujarku singkat

“dasar! Namja tak berotak~” gerutu Nara di depanku, tapi tak ku gubris

“yang penting makan!” bathinku menikmati masakan Nara

.

Nara

Kyuhyun menelponku di saat kebahagiaanku sedang dalam puncaknya, dan ketika sampai di rumah ternyata dia menyuruhku masak!!

“terlalu!!!” bathinku saat menatapnya melahap semua masakanku

“Kyu, itu masakan 2 porsi lho!” ujarku mengingatkannya

“berisik~” ujarnya mengacuhkan peringatanku

.

“makan yang banyak yaa, uri Kyuhyun” bathinku melihatnya melahap habis masakanku

“gamsahamnida uri Nara!” ujarnya sangat sopan.

.

Ia tersenyum seperti anak kecil yang baru saja di belikan 2 scoop ice cream dengan stroberi di atasnya. Bisa kau bayangkan itu? Aku? Tentu aku bisa, aku istrinya. Dan aku selalu membayangkannya~

.

“……” dia diam menatapku

“waeyo, Kyu??” tanyaku sambil beres-beres piring dan gelasnya, dan berjalan ke dapur

“aniyo~ maaf merepotkan!” ujarnya sopan~

.

*deg*deg*deg*deg*

.

“astaga, jangan mulai menghina~” jawabku sedikit sinis karena jantungku mulai tak karuan lagi mendengar suara sopannya.

Sejak saat itu, aku tak bisa mendengar suara lembutnya, tatapan ramahnya, dan senyuman manisnya

“……” dia tetap diam dan terus tersenyum hingga semua pekerjaan rumahku selesai

“hey namja sinting~ tumben kau tak marah-marah?? “ tanyaku sedikit ketus

“hey, yeoja gila tak berotak!! Aku kekenyangan! Lebih baik kau diam~~” ujarnya sambil menepuk-nepuk perutnya, aku diam saja menatapnya

.

“kau tau~ hidupku terbagi menjadi dua! Setengah untuk wooyoung, dan setengah untukmu!!” bathinku sambil menutup wajahku dengan bantal

Aku tak tau harus bagaimana! Aku tau aku tak bisa bersama namja sinting itu, lalu aku harus bagaimana??

.

Kyuhyun

“kau menangis??” tanyaku pada yeoja yang ada di hadapanku ini

“aniyo~” dia menutupi wajahnya dengan bantal

“bohong~” tegasku sambil menarik bantalnya

“aniyo~” bantahnya pelan

.

“tidurlah~ besok kau harus ujian persiapan bimbingan belajar bukan??” sebenarnya aku menyuruhnya tidur bukan karena ujiannya. namun aku sedikit khawatir dengan keadaan psikisnya. Matanya memerah, aku kasihan melihatnya

“…” diam diam saja menatapku

“kau tau~ sekarang ekspresimu mulai bisa beragam bila di hadapanku. Tapi entah mengapa hatiku berat~ kau sungguh menyusahkan yeoja sinting~” gerutuku dalam hati

“baiklah aku tidur~ jalgayo” Nara sempoyongan menuju kamar

“hey, besok ujian dimana?” tanyaku sebelum ia menutup pintu

“ah iya!! Dimana yaaa??” mata bulatnya membesar tanda kaget sudah terbang di atas kepalanya~

“bodoh~ yeoja gila tak berotak!!” ujarku kesal, lalu dia berlari masuk ke kamar dan keluar lagi membawa kertas dengan lambang Kyunghee

“ah, di Kyunghee jam 9 pagi. Hehehe~” ujarnya dengan nada sedikit menyesal

“aku berharap bisa masuk Kyunghee” imbuhnya semangat sambil menatap lambang Kyunghee di kertas itu dengan penuh haraps

“kita baru kelas 2, makanya kau harus bisa masuk ke bimbingan belajar di Kyunghee. Agar pintumu menuju Kyunghee terbuka lebar. Arasso??” ujarku mengingatkan Nara agar ia selalu semangat

“eh??” kenapa aku harus menyemangatinya

“aish~ yeoja gila tak berotak!!” bathinku

“gomawo, Kyu. Tapi mengapa kau berkomat-kamit??” Tanya Nara penasaran

“ah, berisik! Cepat tidur!! Bodoh~” bentakku padanya dan tanpa salam ia langsung menutup pintu kamar dengan keras

.

*braaaaakkk*

.

“mianhae, nara~” bathiku sedikit menyesal karena menyakiti hatinya, lagi dan lagi. Entah mengapa mulutku jadi lebih susah di kendalikan~

.

.

** Next day **

@ 08.30 ~ KyungHee University ~ 1st Hall

.

“Kyu, apa aku bisa??” tanya Nara khawatir

“uri Little Nara pasti bisa!” wooyoung tiba-tiba datang dan menyela pertanyaan dari Nara

“WOOYOUNG!!” dia langsung berlari dan memeluk wooyoung tanpa memandang aku di sampingnya

“Hwaiting~” ujar Nara, Wooyoung, dan teman-temannya yang lain, dan lagi-lagi tanpa memandangku

“eh?” ekspresi itu?

Ekspresi tak ingin kehilangan dan ekspresi semangat seperti itu belum pernah kulihat sejak awal! Ekspresi yang sangat berbeda~

“kau punya berapa ekspresi, hah??” bathinku menggerutu

.

Nara berjalan ke arahku. Wooyoung dan lainnya kembali ke hall masing-masing

“kau tidak ikut bimbingan ini??” tanya Nara sambil mempersiapkan alat tulisnya

“tanpa bimbingan aku sudah masuk~” jawabku singkat

“maksudmu?” tanya nara penasaran

“2 hari yang lalu aku mendapat kabar kalau beasiswaku di terima di Post Modern Music Kyunghee” ujarku berbangga sambil mengangkat kerah kemejaku

“Kyunghee mana?” ujar Nara polos tak berdosa, dan saat itu rasanya aku ingin mencekiknya lalu menggantungnya

“astaga nara!!! Kau bodoh apa tolol apa, ah sudahlah!!” ujarku berteriak dan seluruh orang di Hall 1 melihat ke arahku

“mianhae, Kyu” sesalnya lalu memelukku

“doakan aku yaa. Aku sungguh ingin kuliah di Kyunghee” ujarnya lembut lalu melepaskan pelukannya. Entah mengapa aku suka saat seperti ini~

“aku pasti bisa!! Hwaiting Han Nara~” imbuhnya sangat semangat, dan aku langsung badmod

“Cho Nara!” ujarku halus saat memperbaiki namanya, dan dia tersenyum lalu menggabungkan kedua telapak tangannya

“hey Kyu, apa aku bisa??” ujarnnya bertanya lagi

“nara, kalau kau bertanya lagi, kau akan ku gantung di tiang itu dan kau tak akan ikut ujian~!!” ujarku sedikit emosi, yeoja ini sedikit bodoh, atau memang otaknya terganggu

.

“para peserta harap duduk di meja yang sesuai dengan nomor pendaftaran karena Ujian akan segera di mulai. Selamat mengerjakan, dan semoga berhasil”

.

“aku pasti bisa!” ujar nara semangat lalu duduk di bangku yang telah di tentukan

“semoga kau bisa lulus, Cho Nara” ujarku dalam hati

.

** 2 Hours Later **

@ halaman depan hall 1

“Kyuhyun~ otakku konslet!!” teriak nara sambil berlari menghampiriku dan mengoyangkan kepalanya

“kau bisa?” tanyaku

“tentu saja” ujarnya sambil tersenyum, dan aku pun ikut tersenyum

“baguslah”  ujarku tenang

“tentu saja otakku kelabakan~” imbuhnya tiba-tiba dan itu membuatku shock setengah mati

“YA!!! sekali tak berotak, tetap saja tak berotak~” ujarku kesal, rasanya ingin ku gantung di tiang bendera itu~

Tapi kelihatannya dia tak mendengarkanku, matanya tertuju pada wooyoung yang sedang bersenda gurau dengan yeoja yang tak pernah kulihat di sekitar mereka

“gwenchana?” tanyaku pada Nara yang mungkin ingin menangis

“kajja” dia menarikku menuju mobil, dan setelah di mobil dia memasang headphone dan menutup matanya

“mau kemana?” tanyaku

“makan siang, aku lapar~” ujarnya singkat tanpa membuka matanya

.

“apa yang ia pikirkan~ ia bersedih melihat namja yang ia sayangi dengan yeoja lain sementara di sampingnya masih ada suaminya!!!” bathinku saat menatapnya. sungguh mengesalkan

“eh? Untuk apa aku kesal. Itu hidupnya~ bukan hidupku. Itu hatinya~ bukan untukku” aigoo~~

“eh? Untukku? Aish~ pikiranku kalap!! Sebaiknya aku berhenti berpikir dan harus cepat makan” gerutuku kesal

“kau sedang apa?” tanya nara tiba-tiba dan membuatku kaget

“ah, ah, aniyo~ hehe~” jawabku gelagapan

“bicara sendiri seperti orang bodoh~” ledeknya sambil menyipitkan mata

“sejak kapan kau bangun” tanyaku pada Nara mengalihkan pembicaraan~

“sejak tadi. Mulutmu komat-kamit, kepalamu geleng-geleng, dan bola matamu membesar dan mengecil. Dasar namja sinting!!” ujarnya sambil menoyor-noyor kepalaku, dan aku hanya diam saja, aku tak mau terlihat gugup di depan yeoja gila ini, dan kelihatannya moodnya sedang berantakan~

“pulang saja, aku mau tidur~ nanti aku yang masak” ujarnya sambil menggerakan tangan kanannya

“ah, baiklah!” akhirnya aku menurutinya, dari pada bermasalah. Aku tak mengerti jalan pikirannya. Bahkan saat di lift pantulan auranya sangat jelek~ apa karena hal itu ??

.

@ apartemen

“kau mau makan apa??” tanyanya saat baru masuk apartemen

“apa saja yang penting tak kau beri racun dan formalin seperti yang di televisi itu!” jawabku asal

“tak akan!” ujarnya kesal dan entah mengapa aku lebih suka sifatnya yang galak seperti ini

.

*20 minutes later*

“hanya bubur ??” ujarku, lalu dia meletakkan telur dadar dan kerupuk

“dan telur goreng? dan kerupuk?” imbuhku menatap 2 jenis makanan ini plus kerupuk. tapi dia tak menyaut dan tetap menyantap makanannya dengan lahap

“kau kenapa sih??” ujarku mulai kesal dan sikapnya hari ini

“aniyo” jawabnya singkat

“bodoh~ menyusahkan!!” teriakku kesal

“yang penting makan. Hehe~” ujarnya ramah lalu kembali mengunyah makanannya

.

“kau lebih cantik kalau tersenyum, tapi sayangnya senyummu saat ini bukan untukku” bathinku saat melihatnya tersenyum

.

“hei, berarti kau dapat beasiswa fakultas musik di Kyunghee yaa??” tanyanya tiba-tiba dengan penuh keyakinan. astaga~ bodoh sekali !!

antenanya pendek, dasar yeoja sinting!! Mengapa baru sadar saat ini~

“iya” jawabku singkat, karena aku tak mau naik darah membicarakan ini dengannya

“waaah~~ daebak!” ujarnya girang seperti anak anjing di beri bola untuk bermain. Dan terkadang aku suka membayangkan ia seperti itu~ sangat lucu~

“ne~ kau harus lulus yaa!!” ujarku mengingatkan

“……” Dia diam, lalu mengacungkan kedua jempol tangannya dan tersenyum sambil merapikan dapur

“hey, 2 minggu lagi kita ambil rapor! Kau yang ambilkan raporku ya, kyuhyun?” pintanya dengan yakin

“gunakan dirimu sendiri!! Urusi hidupmu~” ujarku pedas, dan dia langsung menggembungkan pipinya lalu dengan derap langkah berat, ia masuk ke kamar dan menutup pintu dengan keras

.

**blaaammm**

.

“apa aku salah??” tanyaku pada diri sendiri

.

*12 days later*

Nara jadi sedikit aneh. Hampir 2 minggu ia mengabaikanku. Bukan mengabaikan sebenarnya. Hanya saja aku merasa ada yang hilang darinya. Lebih sering diam, dan pergi ke gereja sendirian. Jika ku tanya ada apa jawabannya selalu sama ‘aku tak apa-apa, Kyuhyun’, atau jika dia marah dia bisa menjadi monster galak dan berteriak ‘brengsek!! Ku bungkam mulutmu’ atau ‘diam atau mati!!!’ seperti itu. Dan aku hanya bisa diam dan keluar diam-diam karena takut melihat matanya~

.

Nara

@school

Eomma bilang harus Kyuhyun yang mengambilkan raporku, ah malas. Saat aku ke rumah Gikwang oppa, ia juga mengatakan hal yang sama. Sedangkan Kyuhyun tidak mau mengambil raporku. Aigoo~ rasanya kepalaku ini ingin ku benturkan saja ke kaca ini!!!

“ingin ku gantung Gikwang oppa di atas menara!! Rasanya ingin ku lempar Kyuhyun ke sungai Han! Sialan~” bathinku kesal

“otakmu bergeser?” tanya Yesung dengan nada mantab saat mengatakan bergeser lalu menyentuh kepalaku

“apa mau ku beri pelumas??” usul Wooyoung dengan yakin

“atau mau ku panggilkan montir??” imbuh Donghae

“kalian pikir aku spare part mobil??” gerutuku kesal

“lalu mengapa kau seperti mumi?” ejek Yesung dengan polosnya

“astaga!~” gerutu Eunjin dan Soora melihatku

“ah, naega gwenchana!!” teriakku kesal, dan Wooyoung tersenyum menatapku

.

cause you’re amazing~” ujar Wooyoung

just the way you are~” imbuh Yesung dengan suaranya yang sangat amat indah

and when you smile, the whole world stops and stares for a while” ujar Eunjin dan Soora

cause girl you’re amazing” imbuh Donghae dengan senyuman playboy khasnya

Just the way you are!! The way you are! The way you are! Cause girl you’re amazing, just the way you are!” ujar Wooyoung menyelesaikan kalimat dan sukses membuatku memerah dan tersenyum total karenanya

.

“ah, uri nara come back~” ujar Yesung memelukku erat

“aku harap kau paham maksud dari lagu itu~” imbuh wooyoung lalu mengecup keningku dan membuatku dan lainnya shock

“wooo~~ so sweet!!” sorak Soora dan Eunji

.

lalu donghae menepuk pundak wooyoung dan menatapnya seakan mengatakan sesuatu yang memang hanya mereka yang tau. Lalu yesung menggelengkan kepalanya pelan, dan menatap wooyoung. Dan mereka bertiga mengatakan hal yang mereka bertiga saja yang tau

.

*ring ding dong*ring ding dong*ring ding dong*

.

“Nara!!! Kajja~~” sedang asyik begini Kyuhyun muncul di depan pintu dan berteriak memangilku seperti memanggil Heechul memanggil Heebumnya saja~

“kau di panggil suamimu~” ujar Wooyoung ramah sambil memandang arah Kyuhyun yang menungguku di depan kelas

.

Bahkan sampai saat ini aku belum bisa menerima jika aku harus melepasmu, wooyoung. Saat kau melihat Kyuhyun dan mengatakan ‘kau dipanggil suamimu’ rasanya hatiku sakit sekali. Ingin ku memelukmu, dan melepas Kyuhyun. Walaupun aku mengerti itu tdiak bis aku lakukan~

.

“aku pulang duluan ya chingu” aku mengambil tas lalu melambai ke arah mereka

“hati-hati~” ujar Wooyoung dengan jempolnya

“tentu~ sampai jumpa” ujarku semangat. Selama berjalan menuju parkiran, aku terus kepikiran lagu itu, dan apa yang Wooyoung lakukan padaku. Mengapa ia begitu romantic tadi, dan mengapa namja tak berotak harus muncul~

“hey, masuk. Mau pulang tidak??” bentak Kyuhyun daeri dalam mobil

“ne~”

aku duduk di samping Kyuhyun dan terus berpikir apa yang wooyoung inginkan!! Jika kau terus begini, aku benar-benar akan melepaskan Kyuhyun, dan berlari kepadamu, Jang Wooyoung !!!

.

@ mobil menuju apartemen

“hey Nara~ tadi kalian sedang apa??” tanya Kyuhyun penasaran

“sedang mengobrol saja” sahutku santai

“dan mengapa mereka bernyanyi untukmu?” imbuhnya lagi

“karena aku sedang sedih~” ujarku sambil mengutak-atik twitterku

“oh, bisa sedih ya!” kata Kyuhyun dengan tampang polos tak bersalah

“begitulah~” jawabku asal tanpa melihatnya, lalu Kyuhyun mengacak-acak rambutku dan tertawa

.

Terkadang aku merasa aneh dengan perlakuannya yang seperti ini. Bukannya tak senang, aku malah sangat senang dan merasa istimewa jika ia seperti ini. hanya saja, aneh. Aku memikirkannya saat ini. Ya aneh

.

“rapormu besok biar aku yang ambil. Sebagai gantinya, kau yang ambil raporku. Ara??” ujar Kyuhyun menawarkan barter, dan aku langsung mengangguk setuju

“bagus kalau begitu~” ujarnya sambil tersenyum seperti orang bodoh

“aku harus bagaimana~” bathinku saat menatapnya dalam senyuman yang sangat manis

.

“ah iya, Gikwang itu siapa?” tanya Kyuhyun tiba-tiba

“oh dia itu sepupuku” jawabku santai

“aku tak mengenalnya~” ujarnya asal

“dia 5 tahun di amerika dan sekarang baru pulang~” jawabku tanpa melihat Kyuhyun, dan ia mengangguk paham

“oh~” hanya oh yang ia katakan?? Sungguh suami terceroboh di dunia, namja sinting~

“kenapa??” tanyaku penasaran

“aniyo~” ujarnya tanpa menatapku. Dasar namja bodoh~

.

** 10 minutes later **

*in front of apartement building*

“cepat turun, sudah sampai!” ujar Kyuhyun sambil menunjuk pintu mobil

“kenapa tak langsung masuk ke parkiran saja??” tanyaku bingung

“aku mau pergi sebentar~” ujarnya buru-buru

“kemana??” tanyaku ingin tahu

“ke suatu tempat~” katanya sambil tersenyum. Aku paham  dan langsung turun dari mobil

“hati-hati di rumah” ujarnya mengingatkan dan aku mengangguk, lalu aku melangkah menjauhi Kyuhyun dan mobilnya

.

“Nara~” panggilnya keras dari dalam mobil

“ne~?” jawabku lalu kembali ke arah Kyuhyun, dan ia tersenyum

“Nara~” panggilnya lagi, dan kepalaku masuk melalui kaca mobil yang terbuka

“waeyo uri Kyuhyun??” ujarku sopan pada Kyuhyun

“tersenyumlah” ujarnya sambil mengacak-acak rambutku

“eh??” tanyaku bingung

“tersenyumlah Nara~ aku ingin lihat kau tersenyum!” ujarnya lagi, dan aku mengikuti inginnya. Aku tersenyum menatapnya. ku buka pintu mobil, lalu aku duduk di sampingnya

“apa kau sakit?” aku membandingkan keningnya dengan keningku, dan dia tertawa melihatku

“hahaha~ aniyo, gwenchana~” ujarnya yakin sambil mengacak-acak rambutku, lalu ia mendorongku pelan keluar mobil

“cepat pulang~ nanti ku buatkan ramyeon” ujarku semangat

“ne~ aku pergi ya, dan hati-hati di rumah” ujar Kyuhyun sambil melambaikan tangannya sebelum kaca mobil menutup dan mobilnya menjauh pergi hingga aku tak bisa melihatnya lagi

“ada apa dengan Kyuhyun hari ini??” tanyaku pada diri sendiri. Sikapnya begitu sangat tidak biasa, aneh~

.

Sangat tumben ia bersikap sopan

Sangat tumben ia memintaku tersenyum

Sangat tumben ia tertawa begitu lepas

Sangat tumben ia tak menyela kalimatku

Sangat tumben ia mengingatkanku untuk hati-hati di rumah

.

“Cho Kyuhyun, pulanglah cepat~ Cho Nara menunggumu~”

.

.

**ccciiiiitttttt**

**jeegggeeerrrr**

.

aigoo~ itu suara decitan rem mobil Kyuhyun!!!

KYUHYUN-AH!!!!” suara decitan mobilnya begitu keras, seperti menghantam benda berat~~ aku panik, sangat amat panik!!!

aku berlari sekencang-kencangnya ke arah asal suara itu~

dan di dalam lariku, aku berdoa semoga kau tak apa-apa!!

“Kyuhyun~”

.

Maybe if I got over you, perhaps I wouldn’t know such tears

.

.

~~TBC~~

.

Part 2 is done. Big Thanks for readers who read my fanfiction ^^

Hope you guys like my stories and don’t forget for give me your comments because I needs your advices too ^^

3 responses

  1. Ow ow ow saya dtg eonni~~

    i i itu kyu kenapaaa???
    kecelakaan kah?
    aigo andweeee!!

    nara, jgn kau lepas kyu, atau aku yg akan merebutnya hahaha

    daebak eonni~
    lanjutkaaaan hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s