And I Love You ~ [part 1]


I’m back with the 1st part of And I Love You~ Fanfiction
*otak lagi bermasalah, dan lagi ada masalah pas buat part ini (curcol)* =.= Happy Reading ya Guys🙂
.

and i love you ~.

Cast:

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)

  • Han Nara = Cho Nara

Support Cast:
Chaerin, Soora, Eunji, Wooyoung (2PM), Yesung & Donghae (SJ)
Length:  PART 1
Genre: Friendship, Romance
Rate: AG (All Age)
Author: Nana
Backsound: And I Love You ~ (Yesung ft Luna)

——————————————–
Tiba-tiba harus menikah dengan namja yang bahkan belum genap 1 hari bertemu. Bisa kau bayangkan hidupku?
Tiba-tiba saat aku menyakini aku mencintai seseorang, aku harus menikah dengan orang asing itu. Bisa kau bayangkan hidupku?
Dan saat aku mulai mencintai namja itu, seseorang yang lalu hadir kembali menggandengku. Bisa kau bayangkan hidupku?
.
Menikah dengan namja kaya, pintar, dan tampan seperti dia yang termasuk idola satu sekolah merupakan impian semua gadis. Tapi itu bukan impianku ~
Dasar namja SUPER GILA ~
.
“Cho Kyuhyun, aku akan membunuhmu sampai di rumah nanti!!!”
.
.
* *9 hours later **
** pulang sekolah**
.
Kyuhyun
“kemana bocah tengil itu!” sudah 10 menit aku menunggunya di depan gerbang. cih, dia pikir dia siapa~
“awas! akan ku ….” kalimatku terhenti setelah ku lihat Nara jalan beriringan dengan Namja yg ku lihat di pernikahanku
“dia bisa tersenyum?” wajahnya sangat ceria, tak ada beban, bahkan entah mengapa saat melihat dan bersama namja itu, Nara mempunyai beragam macam ekspresi yg bahkan aku tak pernah lihat selama kami menikah
.
“annyeong~” sapa namja itu. aku hanya tersenyum
“byee wooyoung~” ujar Nara sambil melambai ke arah namja itu
“oh wooyoung” bathinku melihat kaca spion. Nara hanya terdiam menatap handphonenya
“hey, hidupmu berantakan ya??” ujarku asal
“ne~” jawabnya singkat
“baguslah~~ ha??” hidupnya berantakan?
.
“aku hanya bercanda, bocah tengil~” ujarku sedikit menyesal
“aniyo. itu benar~” baru 5 menit kami meninggalkan halaman sekolah suasana terasa dingin. ia terdiam lagi, lalu ia memasang headphone & tertidur
“apa hanya ekspresi seperti ini yg bisa kau buat jika di hadapanku bocah tengil??” ujarku pelan saat menatap Nara tertidur di sampingku
.

.
** apartemen **
“astaga~ kecil mungil namun sangat berat !!!!!” gerutuku dalam hati. ia kelelahan. ku panggil-panggil ia tak menyaut. akhirnya ku putuskan menggendongnya ke apartemen
“kenapa kau menyusahkan. Dasar bodoh~??” ujarku kesal sambil menjitak kepalanya. Ku rebahkan ia di kasurku, dan ku tutupi tubuhnya dengan selimut
.
“wooyoung~” ia mengigau nama namja itu
“mianhanda~” ia mengigau lagi, dan menangis
.
“ya!! gadis tengil yang menyusahkan! Bangan kau!! berisik~” aku berteriak keras sehingga ia bangun. aku pusing mendengarnya mengigau sambil menangis, berisik !!
.
“waeyo??” tanyanya bingung saat membuka matanya
“kau mimpi apa? hah?? mengigau!! dasar!!” bentakku pada Nara. raut wajah Nara langsung berubah seketika. ia berjalan ke kamarnya sambil mendengus kesal dan menendang-nedang barang yang menghalangi jalannya
.
* braaaakkk *
.
ia membanting pintu sangat keras.
menyesal? aku? tidak, biasa saja. tidak penting mengurusi yeoja manja. tak berguna~
.

.
** 4 days later **
@ school
.
“yaa!! babo yeoja~” ku panggil dia saat dia sedang asik dengan teman-temannya, dia mendekat
“waeyo~ ?” tanyanya datar
“nanti kau pulang sendiri~ aku mau pergi” ujarku. raut wajahnya datar & mengangguk, lalu dia pergi ke arah teman-temannya & tertawa-tawa lagi
“kenapa ekspresi yeojamu sangat bagus bila TAK bersamamu?” ujar Heechul dengan menekan kata TAK. aku cuek menanggapinya
“tak penting~” ujarku sepele
“dia kan istrimu, Kyu~ harap ingat itu!” ujar Key mengingatkanku
“bahkan aku hampir lupa dia istriku~ tentu saja, dia bodohnya seperti itu” bathinku
.
selama ini kami hanya bersikap sangat sangat biasa, dan saat di apartemen pun dia lebih suka memasak, menonton tv, belajar, atau menyendiri di kamar
.
“suka tidak suka kau harus menjalaninya!!” imbuh Jinwoon dengan nada sinis
“suaramu biasa sajalah!!” ujarku menyaut kalimat Jinwoon
“bukan itu~ aish~ berpikirlah! namja berkepala batu~” gerutu chansung, dan aku hanya diam mendengar ocehan mereka sambil memakan ramenku
.
** 12 days later **
.
sejak hari tu Nara tidak mau pulang bersamaku, dia menolak. dia bilang akan telat sampai rumah
“aku mau main”
“aku mau belajar”
“aku ada urusan”
“aku janji dengan wooyoung”
“wooyoung janji mengantarku”
“aku ingin ke taman dengan yang lain”
.
ya, semua itu tidak bohong, tapi tetap saja dia terlalu mengabaikanku. aku ingin memarahinya karena rumah berantakan, tapi ternyata rumah sangat amat rapi & masakan selalu tersedia. semua sudah perfect. selama 12 hari ini aku berpikir keras apa yang Jinwoon maksud saat itu, tapi tetap tidak bisa ku temui jawabannya, dan waktu terus berjalan seperti ini ~
.
*apartemen*
* ruang tamu *
.

Nara
“kyu, sedang memikirkan apa?” tanyaku pada Kyuhyun yang sedang termenung
“URUSI hidupmu~” sahutnya kejam tanpa melihatku sedikitpun
“aish, aku hanya bertanya. ya sudah~” dasar namja gila. bertanya selalu dimarahi, oke, tak kutanya lagi
“namja gila~” gerutuku dalam hati
“ya! Nara~ ppalliwa” panggilnya dari arah balkon. aku bangkit dengan sangat amat malas menuju ke arahnya
“hmmm….” dia terus memandang kota seoul yang nampak sangat indah dari lantai 11 apartemennya
“kenapa semuanya begitu membosankan ya?” tanyanya membuka pembicaraan
“eh?” apa yg ada di pikirannya?
“bosan melakukan rutinitas yg sama setiap hari” imbuhnya pasrah
“ah tidak juga~ aku senang” ujarku membantah pernyataannya
“cih~ hidupmu selalu begitu!” aigoo~ ini namja !

.
“mungkin hidupmu yang suram~” ujarku kesal sambil mengepalkan tangan di belakang kepalanya
“hatimu jauh lebih suram !! bodoh~” ujarnya sambil menjentikkan jari ke arahku
“jika aku tidak ingat dia suamiku, sudah ku jungkitkan kursinya dan saat ia jatuh, aku akan merayakan pesta!!!!” gerutuku dalam hati
“hanya sepi~” ujarnya sambil menatapku “kesepian~”
“kau curhat??” ujarku meledek. tatapannya tajam, dan rasanya aku ingin tertawa
“ya!! kyuhyun ! matamu tak akan mempan dalam hidupku~ camkan itu!!” ujarku memperingatkannya
“dasar yeoja tak berotak~” ujarnya sedikit kesal
“jika ada masalah, cerita saja. jangan di pendam, nanti kau cepat mati~ aku tak mau jadi janda secepat ini !!” aku melengos ke kamar lalu menutup pintu. berharap dia mengetuk, dan bicara apa yg terjadi. tapi ia hanya diam membisu
“dasar namja tak berotak~” gerutuku kesal membalikan ucapannya
.

.
*ddrrtttt**ddrrttt**ddrrtttt*
.
“yeobseyo, nara~”
“wooyoung??”
“apa aku mengganggu?”
“ah, aniyo, waeyo?”
“bisa kita bertemu?”
“hmm, bisa~ dimana?”
“di cafe dekat apartemenmu saja”
“kapan?”
“sekarang”
“ah, nee~”
“see you, little nara”
“haha!~ ne”
*klik*
.
“Little Nara??” nama panggilan itu di berikan Wooyoung saat pertama kali aku bertemu dengannya
.
“Kyu, aku keluar~” aku berpamitan dengan Kyu
“hmm..” mwo? sungguh terlalu~
“aku berangkat!!”
.
*blaaam*
.
@ cafe
“Wooyoung!!” aku berteriak memanggil wooyoung, dan ia melambai
“hey, thanks for coming~” ujarnya sempurna, dan aku hanya tersenyum
“ini~” aku duduk di sampingnya menghadap kaca, ia memberikanku lemon tea hangat
“kau masih suka?” tanyanya, dan aku mengangguk senang
“kapan ya terakhir kali kita begini??” tanyanya padaku sambil memandang lurus ke depan
.
*deg* *deg*
.
“he~ ?”
“jawab saja” ujarnya yakin
“sekitar tanggal 3 bulan lalu bukan??” jawabku mengingat-ingat
“saat kau katakan ‘wooyoung, aku akan menikah lusa!!’ padaku” ujarnya sambil menatapku dalam-dalam

.

ya Tuhan, aku sesak napas mendengarnya !
kau tak ada rasa apapun padaku, tapi tolong jangan ingatkan semua itu.
aku sangat amat menderita saat itu. berpikir aku tak akan bisa berjuang tuk bersamamu, setelah aku sadar aku memang sangat amat menyayangimu
.
“tak usah di teruskan~” selaku di pembicaraan
“kami semua shock mendengar kau akan menikah dengan namja yg tak kau kenal~ tiba-tiba pula!” ujarnya ramah
“tapi beruntung kita masih bisa bersama, & bersekolah di kelas yg sama~ nee nara ! dan untungnya sekolah memberikan dispensasi untuk murid yag sangat berprestasi seperti kau dan Kyuhyun, nee~” imbuhnya tegas, dan hatiku makin sakit
.
“geurae~ ” ujarku singkat
.
lalu mataku memandang lurus ke depan, berharap semuanya bisa di putar ulang. aku tak tahu harus menyesal atau tidak atas semua ini. yang jelas hatiku masih milik wooyoung seutuhnya
.
“Nara~ gwenchana ??” panggil wooyoung membuyarkan lamunanku
“ah, aniyo. haha~” jawabku ringan
“cepat di minum~ jangan sampai kedinginan” ujar wooyoung sambil tersenyum ke arahku
.
ku rasa seperti ini tak apa. suatu saat pasti Tuhan memberikan jalan terbaik untukku, & untuknya
.
* 2 hours later *
.
“cepat masuk~” ujar wooyoung, lalu aku melambai & masuk ke dalam lift.
setelah pintu tertutup, aku harus bangun dan kembali ke kehidupan nyata
.
“kembali menjadi istri iblis biadab~” gerutuku pada diri sendiri di dalam lift menuju lantai 11
.
“Kyu?” pintu lift terbuka di lantai 11, dan ada Kyuhyun di depan lift
“hey~” sapaku padanya. dia terus menatapku tajam. aku masih berada di dalam lift yang masih terbuka karena terhalang kaki Kyuhyun
.
“awas~ mengganggu saja !” Kyuhyun menarikku paksa keluar lift lalu ia masuk ke dalam lift dan aku hampir terjungkal
“aku keluar sebentar~ jangan kau bakar tempat tinggal kita. bodoh~” ujarnya sambil menuding-nudingkan tangannya seperti biasa
“tidak akan. dasar namja gila~ pergi !!! hush!” ujarku kesal pada Kyuhyun
“cih~ dasar bocah tengil” ujarnya sesaat sebelum pintu lift tertutup
“haaaah!” dan aku hanya bisa menghela nafas meratapi nasib sial
.
@ apartemen
“astaga~ manusia itu!! rasanya ingin ku bunuh dengan kampak!!! sial~” aku tak mengerti sifatnya. sudah hampir 1 bulan menikah tapi sikap manisnya tak ada sedikitpun, ramah, atau etikat baik saja tak ada !
“bagimana bisa Ahra eonni yang hatinya seperti malaikat mempunyai adik seperti iblis jalanan~ aigoo~” gerutuku sambil memandang foto pernikahanku dengan Kyuhyun di samping televisi
.
Kyuhyun
setelah dia berteriak dan membalikkan kalimatku, dia keluar bertemu seseorang di cafe. ku lihat menggunakan teropong, ternyata wooyoung. Nara benar-benar memiliki berbagai macam ekspresi bila bersamanya. yeoja sinting tak berotak !!
.
@ Seven Eleven Myeongdong
.
“hey, ada apa?” ujar Jinwoon yang sudah menunggu di cafe
“kau ada masalah dengan yeojamu~ ??” imbuh Key
“aku tak punya yeoja, babo~” timpalku ke Key
“Nara??” tanya Chansung bingung
“cih~ dia?? yeojaku? matilah yeoja seperti dia! useless!!” gerutuku sambil menggebrak meja, dan Jinwoon memandangku datar
“ya sudah, mumpung besok libur, nikamti saja hari ini” ujar Chansung sambil menyeruput cream soupnya
“ne~” sahutku singkat. aku masih sangat risih bila mereka mangatakan “yeoja” dan itu maksudnya adalah Nara
.
“bagaimana iblis itu menjadi istriku~ sialan!!” gerutuku dalam hati
.
“tapi Nara lucu juga jika tersenyum~” ujar Key menggodaku
“benar! ketika Olahraga, saat dia berkeringat dan mengibaskan rambutnya, aigoo~ kyeopta. haha~” imbuh chansung sambil beraegyeo menyebut nama Nara, membuatku malas
“haaah~ aku pulang!” aku langsung bangkit & meninggalkan mereka yg terus tertawa
“cemburu~ uri Kyuhyun cemburu !!” ledek Jinwoon
“aku tidak cemburu~” ujarku meyakinkan diri sendiri
.
“ah, bocah tengil ! ku kuliti kau nanti~ brengsek!!” gumamku kesal sambil memukul pelan stir mobil
.
** 2 days later **
.
kemarin Ahra noona datang dan memarahiku. ia tau kalau selama ini Nara sendiri yang beres-beres rumah & berbelanja sendirian
.
“kau pikir ia pembantu!!”
“dia istrimu, dasar dongsaeng bodoh”
“kyuhyun, stupid namja~”
“mati kau, tak berguna~”
“lihat dia, kurusan~”
“hey, wajahnya sering pucat!!”
.
begitulah kira2 makian Ahra noona padaku. tapi benar juga, ia kurusan & sering lelah
“ah, masa bodoh, kan ia yeoja harus bisa. menyusahkan aku saja~” ujarku mengalihkan diri dari pemikiran tak penting
.
“kau sedang apa bicara sendiri” tegur Nara padaku
“ah~ gwenchana, nara-ah” ujarku singkat
“nara-ah? waaaaw~ kau yakin tak apa??” nara langsung berlari ke arahku & menyentuh kening & leherku
“yaa!!! mwoha neun goya!!!!” ujarku berteriak melihatnya sigap seperti itu
“ayo~ kita ke rumah sakit” ajaknya sambil menyeretku
“ya!! yeoja sinting ! bocah tengil ! aku tak apa!! dasar bodoh~” bantahku melepas genggaman tangannya
“sigh….” dia menghela nafas lalu kembali ke bangku mengerjakan tugasnya
.
“hey, bodoh~ apa kau sedang sakit?” tanyaku memastikan keadaannya
“hey, gila~ aku tak apa-apa” ujarnya sambil mendengus di belakangku
.
memang dia lebih tinggi, tapi, makin kurus.
badannya jd proporsional sih. tapi rasanya melihatnya seperti itu rasanya aneh saja.
.
** 2 days Later **
~Sekolah~
.
Nara
“hey~” panggil wooyoung
“ah, ne~”
“ada masalah??” Tanya yesung
“aniyo~”
“kau sakit?” Tanya Donghae
“aniyo~”
“apa kau habis menangis?” Tanya Soora
“mwoo??” teriak yesung kaget
“aniyo~ aniyo~”
.
Tiba-tiba wooyoung sudah di depanku dan menatap mataku dalam
.
“gwenchana~” ujar wooyoung sambil membelai wajahku lembut
.
Kau tau, sifatmu yang perhatian membuatku susah~
“why did I fall in love with you??” gerutuku dalam hati saat wooyoung tersenyum menatapku
.
“Nara~ ada kyuhyun di luar” teriak Eunji
“ne~” aku bangkit dari tempat dudukku dan menuju pintu
.
“ya!! Nara~ Ppalliwa~!!!!” Kyuhyun berteriak sangat keras hingga satu kelas memperhatikanku
berisik~ jika kau teriak lagi, aku bersumpah menjejalkan kaus kakiku ke mulutmu!!!” ujarku menatapnya sambil mengepalkan tangan
“…….” Kyuhyun diam menatapku dari arah pintu
.
** Ring ding dong * *ring ding dong*
.
“ambil tasmu, kita pulang sekalian~” ujar Kyuhyun saat aku baru sampai di tempat ia berdiri sekarang
“mwo??” aigoo~
“ppalli~~” ujarnya tegas. Aku pun berbalik mengambil tas
“aku duluan ya chingu!” ujarku sambil berhigh-five dengan soora, eunji, donghae, yesung, dan wooyoung
“hati-hati! Ara~” ujar wooyoung sopan. Astaga, kau selalu manis, uri wooyoung
“Nara~” Kyuhyun berteriak lagi. Sumpah! Kepalaku pusing~
“bye~” aku berlari ke arah Kyuhyun sambil melambai ke teman-temanku
“jalgayo, wooyoung~” ujarku dalam hati saat wooyoung tersenyum padaku
.
.
@ mobil menuju Apartemen
.
Aku duduk di mobil dengan tatapan kesal !
Kyuhyun kurang ajar~ seharusnya dia bisa menjaga sedikit saja tingkahnya ~
.
“mianhae~” ujar Kyuhyun ramah
“KAU ITU~” ujarku hampir berteriak “hee?? Kau bilang apa?” apa aku tidak salah dengar?
“aniyo~ mianhae, Nara” ujar kyuhyun dengan senyum yang sedikit memaksa
“tak usah tersenyum! BURUK~” ujarku jujur padanya
“…..” dia diam tidak menjawab kalimatku yang terakhir
“hahaha~ kau itu benar-benar !” aku tertawa melihat tingkahnya ! jujur ini kali pertama ia berbicara seperti itu dengan wajah yang, ah sulit ku jelaskan
“nee~ nee~” ini pertama kalinya melihatnya tersenyum ringan padaku. Senyuman manis yang saat pertama kali bertemu dan mengobrol kau sunggingkan padaku~
.
“bagaimana jika makan di luar saja??” imbuhnya
“mau!! Aku mau pizza~ bolehkah??” ujarku semangat menanggapi usulannya
“boleh~ tapi maksimal 2 slice pizza saja ya~” ujar Kyuhyun sambil tersenyum
“yaa~ yaa~ yaa~”
.
** 5 Days later **
.
Sejak saat itu hubunganku dan Kyuhyun lebih baik. Yah walaupun masih sering ribut dan menggunakan kalimat kasar~ setidaknya sikapnya lebih baik dari sebelumnya~
.
“hey Kyu, follow twitterku~” ujarku
“malas~” ujarnya singkat
“waeyo?? Bukankah kau punya~” ujarku memohon
“berisik ah~” Kyuhyun terus mengelak. Ia sibuk dengan handphonenya
“ya sudah~” ku abaikan semua bentakan dan kalimat kasarnya, dan aku kembali berkutat dengan twitterku
.
“ah~ kyeopta~!!!” astaga! Bagaimana wooyoung bisa setampan ini saat berphoto di taman
“aku tidak sadar~” aku menggila sendiri, dan Kyuhyun menatapku aneh, tapi kau tak perduli apa yang namja gila ini pikirkan
.
Kyuhyun
Yeoja ini bermain twitter bisa gila ! sudah gila tambah gila~ aku sungguh menyedihkan memiliki istri yang seperti dia
.
“hey, besok mau ikut tidak?” tanyaku pada Nara yg sedang asik dengan twitternya
“kemana?” tanyanya tanpa menatapku
“hey~ bodoh~ mataku tidak disitu tapi disini!!” teriakku sambil melempar bantal ke arahnya
“aish~ arasso!! tak berotak saja sombong~ waeyo??” teriaknya sambil melempar balik bantal tadi
.
sumpah demi apapun dia orang yang pertama yang berani berkata sekasar itu padaku. Dan bodohnya aku tidak bisa berkata kalimat yang jauh lebih kasar melebihi kata-kata ini
.
“ke acara ulang tahun teman smpku di myeongdong~” ujarku pada Nara, dan Nara diam berpikir
“ada makanan??” tanyanya semangat
“tentu saja~ bodoh!” ujarku kesal. lalu tersenyum dan mengangguk
.
“sesungguhnya senyummu jauh lebih baik dari pada kau bicara, babo yeoja~” bathinku saat melihatnya tersenyum manis padaku
.
“besok jam 7 dandan yg rapi! gunakan dress & sepatu hak yg bagus!!” ujarku tanpa cela, dia hanya diam menatapku
“hey! kau denger tidak, bodoh??” tanyaku kesal
“iya, iya, aku dengar~” lalu ia masuk ke kamarnya meninggalkanku sendiri
.
* blaaam *
.
“eh besok hari apa??” tanyanya dari balik pintu
“astaga!! sabtu! besok sabtu! ya Tuhan, kenapa aku punya istri yg SUPER tak berotak!!” ujarku kesal dan ia hanya menggembungkan pipi lalu masuk kamar lagi
.
.
** Saturday night **
.
“Nara!!! bodoh~ ppaliwa!!!” ujarku dari luar pintu apartemen
“nee~” dia keluar dengan dress putih simple & high heels yg tidak terlalu tinggi
“cantiknya~” bathinku saat memandangnya. mataku hampir tak berkedip melihatnya secantik ini tuk pertama kali
“aku jelek yaa~” ujarnya sedih, dan aku hanya tersenyum miris
“lumayan cantik~ kajja!!” kami turun ke parkiran dan langsung menuju Myeongdong, tempat berlangsungnya ulang tahun Luna, temanku

@ Myeongdong

“kita disini tak lama~ aku hanya akan memberi kado, dan mengobrol sebentar, lalu kita pulang. ara!!” ujar Kyuhyun memberi peringatan bahwa aku tidak boleh tergoda banyak makanan
“ne~ arasso”ujarku mengiyakan
.
Ketika masuk ke dalam tempat acara, astaga ramainya!!
balon dimana-mana. pesta yang megah namun simpel.
andai saja ulang tahunku bisa begini~
.
“jangan harap kau bisa seperti ini!!” ujar Kyuhyun yg seakan-akan tau apa yg aku pikirkan lalu menghancurnya dengan linggis abstrak yang ia bawa
“ke-jam~ huuuuhh!!” ujarku terbata-bata saking kesalnya
“yeoja tak berotak dasar~” aigoo~ kalimat keramat !!
sialan~ emosiku selalu di uji saat aku di sampingnya
“akan ku bunuh kau nanti!!!” ujarku berbisik ke arahnya dan ia hanya tersenyum miris
.
“annyeong!~” ujar yeoja cantik kepada Kyuhyun
“ah, annyeong~” ujar Kyuhyun ramah. siapa yeoja ini ! sampai-sampai Kyuhyun tersenyum sangat ramah padanya
“inikah Nara??” tanya yeoja ini saat memandangku, dan aku hanya tersenyum
“hemm” jawab Kyuhyun datar tanpa melepaskan pandangannya dari yeoja ini
“beruntung sekali kau, Nara~” ujar yeoja ini lalu memelukku erat & hangat
“he??” tanyaku bingung

“ah aku lupa !! na neun Jo Chaerin, mantan kekasih Kyuhyun ketika di smp~” mwo?? kekasih? ah, maksudku mantan kekasih
“aigoo~ cantiknya yeoja ini!!!” bathinku memuji yeoja ini
“kau??” tanyanya membuyarkan lamunanku
“ah, na neun Han Nara imnida~” ujarku ramah, wajah Chaerin tampak bingung
.
“ya!! gadis gila~ kau pikir sekarang kau siapa!!” bentak Kyuhyun sambil menjitak ubun-ubunku
“waegeurae???” teriakku kesal, dan yeoja yg bernama chaerin ini tertawa melihat tingkah kami
“kalian evil couple ya~” ujar chaerin sambil membelai pipiku lembut
“aniyo~ malas!! cih~” ujar Kyuhyun melengos meninggalkan kami menuju ke teman-temannya
“aigoo~ akan ku bunuh dia nanti!!!” ujarku dalam hati sambil menepuk keningku
.
“Cho Nara~” ujar Chaerin tiba-tiba
“ha?” cho Nara? maksudnya
“namamu Cho Nara~ paham kan maksudku??” jelas Chaerin. aku menepuk kening, pantas Kyuhyun kesal
“ah, geurae. aku lupa~” ujarku pasrah
“kalau kau berkenalan, marga Han atau Cho yang kau gunakan??” tanya Chaerin
“mau tau saja yeoja ini~ rasanya ingin ku lempar ke arah Kyuhyun!! tapi dia ramah~ aku tak tega” bathinku sambil memandangnya
.
“nara??” panggilnya lagi
“aku hanya menggunakan Nara~ mianhae” aku menunduk malu. aigoo~ akan ku gantung Kyuhyun di balkon nanti
“aniyo~ gwenchana! kau harus sabar ya, Nara~” ujar Chaerin
“……..” mataku membesar, tanda bingung sudah berkecamuk di kepalaku
.
“Kyuhyun memang kasar, angkuh, sombong, dan seperti kau lihat selama ini. tapi dia sangat baik, penyayang, dan setia. just believe it, and you must knowing him deeply~” ujarnya sempurna tanpa cela
“mwo???” ujarku sedikit keras dan dia kaget
“hahaha~ benar-benar yeoja unik~ kau mulai menyukainya kan??” tanya Chaerin padaku. ah, masa aku menyukai namja gila tak berotak itu
“no way~” ujarku simpel dan yeoja itu tersenyum
.
“ppalliwa~” dia menggandengku dan menunjuk ke arah Kyuhyun
“kau lihat~ senyum itu!” ujarnya sambil mengarahkan telunjuknya yg panjang ke arah Kyuhyun
“sudah lebih dari 1 tahun aku tidak pernah melihat senyum semanis itu~” ujarnya saat memandang Kyuhyun dalam
“kau masih mencintainya??” tanyaku penasaran. entah kenapa saat bertanya itu dadaku sesak, tak bisa napas, dan mau mati !
“dulu~ sekarang aku tidak mencintainya. tapi akan selalu menyukainya. paham kan maksudku~” jelasnya lalu tersenyum ke arah seorang namja
.
“waaaa, tampannya~” bathinku saat melihat namja tadi menghampiri Chaerin dengan senyuman hangat
“andai Kyuhyun bisa begitu~” bathinku sedikit kesal karena iri
“ah, aku duluan ya, Nara! senang bisa mengobrol~” ujarnya ramah lalu memelukku, dan berjalan menjauh dariku
“annyeong!!” aku melambai dan tersenyum, lalu dia melambai
“aku akan menghubungimu~ tunggu yaa~” ujarnya dari jauh. sebenarnya aku ingin bertanya mengapa mereka putus. kalau di lihat-lihat dia sangat serasi dengan namja sinting tak berotak~
.
“ya!! kau menuding-nuding apa? haah!!” teriak Kyuhyun dari samping. astaga aku bisa budeg dan cilaka 13 ini!!
“hey, babo namja~ kalau kau teriak lagi, aku bersumpah akan membuat kau merasakan high heelsku saat ini juga~” ujarku sambil mengepalkan tangan
“whatever!! ayo pulang~” ujarnya lalu menyeretku.
.
dari jauh aku melihat namja itu lagi dan lagi, sedang tersenyum memperhatikan kami.
aku selalu melihat namja itu. siapa namja itu?? dan apa maunya??
mengapa ia selalu menatapku begitu??
.
“waeyo??” Tanya Kyuhyun
“ah, anirago~ kajja” aku menggandeng lengan Kyuhyun & segera pergi dari tempat ini
.
** 3 weeks later **
.
Kyuhyun
akhir-akhir ini Nara sering murung, walaupun itu bukan urusanku dan aku tak peduli, tapi tetap saja mengganggu pemandangan. ia juga sering duduk di balkon dan menangis ketika sore atau malam hari. Suara lagu dari headphone sangat keras, aku bisa mendengarnya walau samar-samar. jika ku tanya ada apa, dia jawab
“aniyo~ gwenchana”
“ah, jinja?? aniyo~”
.
“seperti apa ya kamarnya?” aku mulai penasaran sudah 3 bulan menikah, aku belum pernah menginjakkan kaki di kamarnya
.
“Nara??” panggilku saat mulai memasuki kamarnya
“astaga~” dia tertidur di meja belajar padahal masih sore.
ku gendong dia ke tempat tidur, dan ku amati meja belajarnya. secarik kertas yang sangat menarik perhatianku
“And I Love You~ ??” tulisan tangannya? untuk siapa kalimat ini, dan mengapa ada tetesan air mata di meja belajarnya?
.
“always white and purple~” ku perhatikan semua benda yang ada di kamarnya. hampir semua berwarna ungu dan putih
.
“kau sedang apa??” ia terbangun dan menatapku heran
“melihat-lihat bagian dari apartemenku!” ujarku asal, dan saat itu juga aku melihat matanya sayu
“kau sakit?” tanyaku panic dan menyentuh keningnya
“aniyo~ gwenchana!” ujarnya lemah
“yakin?”
“ne~”
.
“ya sudah aku keluar ya~ jangan kau bakar rumah! ara!” ujarku memperingatkan dan ia hanya mengangguk dan tersenyum simpel
“bagiku sedikit aneh~” bathinku sambil keluar kamarnya
.
Nara
aku keluar kamar dengan otak yang masih berantakan. masih terpikir Chaerin & Kyuhyun. aku tau, antara mereka sudah tak ada apa-apa lagi. tapi, rasanya sesak~ saat ia bilang “aku mulai menyukai Kyuhyun” sesungguhnya aku pun tak mengerti~
.
“wooyoung! eottohkajji!!” bathinku
.
“And I Love You~ but Harder Than You Know~” ujarku menatap photo pernikahanku & Kyuhyun 3 bulan yang lalu
“senyum palsu, dan kebahagiaan semu!” imbuhku sambil melangkahkan kaki keluar rumah
.
* cekreeeek *
.
“he?” namja itu lagi ! astaga
“annyeong~” sapa Namja itu
“mau apa kau??” ujarku kesal
“kenapa kau galak~” tanyanya semangat
“mau ku bunuh, atau ku cincang~ pilih saja!!” ujarku datar sambil mengacungkan gunting rambut Kyuhyun (?)
.
“bhahaha~ tak ingatkah kau??” ujar namja ini
“sudah 3 kali tapi kau tak ingat juga. sedihnya aku~” imbuh namja ini yakin bahwa ia mengenalku
“nugu?” tanyaku penasaran
“say no no no no ! say no no no no !” suara ini, lagu ini, sepertinya pernah ku dengar ! aigoo~
“ingat?” imbuhnya lalu tersenyum
“Gikwang oppa!!!” aku langsung memeluknya erat
“5 tahunan tak bertemu, kau cantik sekali sekarang!! dan sudah menikah! haaah” ujar Gikwang oppa saat mencubit pipiku. ku gandeng ia masuk ke apartemen
“wah, Kyuhyun & Nara serasi juga di photo ini. tapi di kehidupan nyata, kalian begitu miris~” ujarnya saat menatap lekat photo kami
“sudah tau banyak rupanya setelah 5 tahun di amerika~” imbuhku sambil tersenyum ke arahnya
“wooyoung bagaimana??” tanya Gikwang oppa tiba-tiba
“mollayo~ oppa” ujarku pasrah
.
“kau harus melepas! melepas Wooyoung atau suamimu, Kyuhyun!” ujar Gikwang oppa serius. dan aku hanya diam memandang photo pernikahanku. Photo ini akan terus di pajang, atau segera di turunkan~
.
sejujurnya sampai saat ini aku tak tau harus apa.
belum bisa jauh apalagi melepaskan wooyoung, namja yg sangat aku sayangi.
tapi aku juga tak bisa melepaskan Kyuhyun ! benar-benar tidak bisa !
.
I’m in love with him now !!
eottohkke~
.
.
“To Be Continued”
.

.
읽어 주셔서 감사합니다 ^^
(Thanks For Reading)
.
Bagi reader yang punya twitter follow twitter aku yaa🙂
@keiichiro_nana ^^ thanks

4 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s