Cara Menghitung Pajak


Tarif PPN/PPnBM ?

  1. Tarif PPN adalah 10% (sepuluh persen)
  2. Tarif PPn BM adalah serendah-rendahnya 10% (sepuluh persen) dan setinggi-tingginya 50% (lima puluh persen).
    Perbedaan kelompok tarif tersebut didasarkan pada pengelompokan Barang Kena Pajak (BKP) yang tergolong mewah yang atas penyerahan/impor BKP-nya dikenakan PPn BM.
  3. Tarif PPN/ PPn BM atas ekspor BKP adalah 0% (nol persen).

 

Cara Menghitung PPN ?

PPN yang terutang = tarif x DPP

PPN yang terutang merupakan Pajak Keluaran (PK) yang dipungut oleh PKP penjual dan merupakan Pajak Masukan bagi PKP pembeli.

 

Contoh :

  1. PKP “A” bulan Januari 1996 menjual tunai kepada PKP “B”
    100 pasang sepatu @ Rp.100.000,00 = Rp.10.000.000,00

PPN terutang yang dipungut oleh PKP”A”
10% x Rp.10.000.000,00 = Rp. 1.000.000,00

Jumlah yang harus dibayar PKP “B” = Rp.11.000.000,00

  1. PKP “B” dalam bulan Januari 1996 :
  • Menjual 80 pasang sepatu @ Rp.120.000,00 = Rp. 9.600.000,00
  • Memakai sendiri 5 pasang sepatu untuk pemakaian sendiri,

DPP adalah harga jual tanpa menghitung laba kotor, yaitu Rp 100.000,- per pasang = Rp 500.000,00

PPN yang terutang :

  • Atas penjualan 80 pasang sepatu
    10% x Rp.9.600.000,00 = Rp 960.000,00
  • Atas pemakai sendiri
    10% x Rp.500.000,00 = Rp 50.000,00

Jumlah PPN terutang = Rp 1.010.000,00

  1. PKP Pedagang Eceran (PE) “C” menjual
  • BKP seharga = Rp.10.000.000,00
  • Bukan BKP = Rp. 5.000.000,00

Rp.15.000.000,00

PPN yang terutang
10% x Rp.10.000.000,00 = Rp. 1.000.000,00

PPN yang harus disetor
10% x 20% x Rp.15.000.000,00 = Rp. 300.000,00

  1. PKP “D” pabrikan yang menghasilkan mesin cuci pakaian. Mesin cuci pakaian dikategorikan sebagai BKP yang tergolong mewah dan dikenakan PPn BM dengan tarif sebesar 20%. Dalam bulan Januari 1996 PKP “D” menjual 10 buah mesin cuci kepada PKP “E” seharga Rp.30.000.000,00.
  • PPN yang terutang
    10% x Rp.30.000.000,00 = Rp 3.000.000,00
  • PPn BM yang terutang
    20% x Rp. 30.000.000,000 = Rp 6.000.000,00

PPN dan PPn BM yang terutang PKP “D” = Rp. 9.000.000,00

  1. PKP “E” bulan Januari 1996 menjual 10 buah mesin cuci tersebut diatas seharga Rp.40.000.000,00

PPN yang terutang
10% x Rp.40.000.000,00 = Rp. 4.000.000,00

 

Catatan :
PKP “E” tidak boleh memungut PPn BM, karena PKP “E” bukan pabrikan dan PPn BM dikenakan hanya sekali.

 

One response

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s