Love U (Part 2)


“kajja” heechul merangkulku, lalu donghae di sampingku sambil bercerita tentang pacar-pacarnya. aku & heechul tertawa saja mendengarnya. tapi 1 pertanyaanku, dan itu sama “kemana nara pergi??”

Dia selalu datang dan pergi tiba-tiba. Membuatku penasaran, siapa sebenarnya gadis ini

———-

* keesokan harinya *

 

Selama 3 hari berturut, aku bertemu nara disini. selalu pas. aku sangat senang bertemu dengannya. dia memakai pita ungu, cantik sekali

“kau tumben 3 hari selalu disini di jam yg sama. hahaha” ejekku pada nara. dia tertawa

“ah, kibum, aku hanya ingin lebih memuaskan hati & mata disini” dia menepuk-nepuk pundakku. aku mulai mencintainya, namun aku takut mengungkapkannya. yang bisa ku lakukan hanyalah memandangnya & menemaninya disini

 

*2 hours later*

 

aku masih disini bersama nara. hari sudah semakin sore. jam di tanganku sudah menunjukkan pukul 4 sore. kami masih mengobrol di atap ini. tempat dimana kami pertama bertemu

“woaah, kibum, aku bangga sekali seperti ini. aku sangat bersyukur dengan apa yg aku punya. dan aku bersyukur bertemu teman baik sepertimu, kibum” ia berdiri lalu merentangkan tangannya & tersenyum menatapku

“hahaha. kau itu aneh ya.  terkadang ada, terkadang tidak, terkadang menghilang, terkadang kembali” ejekku padanya. tubuhnya bersandar pada pagar, tangannya sedikit mengepal

“waeyo, nara-ah??” tanyaku padanya. dia tetap diam. aku bangun & mendekatinya. dia membuka mata & tersenyum

“ah, gwenchana. kibum. aku harus pergi. sampai bertemu ya” dia menepuk pundakku lalu berjalan menjauhiku

“sampai bertemu besok yaa!! harus. hahaha” dia berbalik & tersenyum. namun matanya sayu. rasanya hatiku dingin saat itu. melihatnya pergi, aku merasa hatiku kosong. mungkinkah aku benar2 mencintainya??

 

* 1 minggu kemudian *

 

Sudah 1 minggu aku tak bertemu dengannya. aku sangat merindukan senyumannya. di atap ini aku hanya menatap hamparan langit yg terbentang luas. sungguh indah anugerah Tuhan

“annyeong, kibum” teriakan heechul membuyarkan lamunanku

“annyeong, heechul! annyeong donghae” sapaku balik pada mereka

“hey, aku mau bertanya, kibum!!” donghae berlari menunggalkan heechul menuju ke arahku

“tanya apa?” jawabku singkat dengan ekspresi penasaran. heechul mendekat & menatapku

“sedang apa kau disini?” tanya heechul. donghae langsung manyun ketika pertanyaannya diserobot heechul

“sedang menunggu” jawabku

“apa kau bolak balik kesini selama 1 minggu hanya tuk menunggu gadis yg bernama Nara itu??” aku hanya mengangguk atas pertanyaan donghae. mereka pun tersenyum

“dia kelas berapa? siapa namanya?” tanya donghae antusias

“Han Nara, 2 IPA A” jawabku malu-malu. lalu heechul tertawa.

“heechul, dia jatuh cinta!! hahaha” teriak donghae

“dasar, kau. hahaha” heechul memukul bahuku pelan & tersenyum

“katakan kau cinta padanya. ppalli, kibum!” desak heechul & donghae

“aku jarang bertemu dengannya” lanjutku dengan nada lemas. lalu donghae merangkulku

“ya sudah, kita makan dulu ya. baru pikirkan nantinya. besok aku & heechul akan mencari informasi” bujuk donghae. aku menatap heechul

“oh, baiklah. hahaha” jawab heechul pasrah. lalu kamu bertiga pulang bersama. namun sebelum itu kami mampir ke kedai, makan malam bersama.

 

** keesokan harinya **

heechul & donghae janji mencari tau tentang mereka. aku menunggu mereka di atap. mereka katanya sedang mencari tau tentang Nara dari kelasnya

* kring kring kring *

aku : “yeobseyo”

hae : “kau dimana?”

aku : “aku di atap. waeyo?”

hae : “cepat ke kelas 2 IPA A”

aku : “ada apa??”

chul : “sudah, cepat kemari”

tiba-tiba heechul merebut telponnya

aku : “mwo??”

chul : “sekarang!!!”

*klik*

 

aku kaget mendengar suara hae yg panik & bentakan heechul. mereka menyuruhku ke kelas Nara. aduh, aku jantungan memikirkan nara

 

* class 2 IPA A *

aku melihat hae melambai-lambai padaku & menyuruhku cepat

“ppali ppali!!” donghae menyuruhku masuk ke kelas. semua orang memperhatikanku

“ada apa hee??” tanyaku pada heechul yg terdiam di samping seorang yeoja. name tag nya bernama Jo Chae Rin.

“kau mencari Nara??” tanya yeoja di hadapanku, bernama Song Mo Ne. aku pun mengangguk

“geurae, apa Nara ada??” aku melihat sekitar, tak ada nara

“kapan kau pertama kali mengenalnya??” tanya namja yg bernama Kim Ryeo Wook

“ah, sekitar 2 minggu yg lalu” selesai aku berbicara semua menatapku. wajah mereka semua terlihat kaget & sedih

“kau yakin sekitar 2 minggu yg lalu?” tanya seorang namja bernama Lee Sung Min. dia menatapku tajam

“geurae. aku terakhir bertemu dengannya sekitar 1 minggu yg lalu. setelah itu aku tak bertemu lg hingga saat ini” yeoja bernama Jo Chaerin menangis. di ikuti bbrp yeoja lain. yeoja bernama Cho Eun Sya mendekatiku & menepuk pundakku & menunjuk ke arah tengah

“kau lihat vas bunga di meja sebelah sana, kim kibum??” dia masih menatapku

“iya, aku lihat. ada apa??” tanyaku pada EunSya. donghae mendekatiku

“duduklah disana” donghae menyuruhku duduk disana, dan aku pun duduk di meja ini. ku lihat bunga anggrek di vas ini & jg banyak coretan2 bertuliskan Nara

“itu tempat duduk nara” sapa seorang namja bernama Lee Hyuk Jae. semua orang memperhatikanku. ada apa ini??

“Han Nara sudah tiada, sekitar 2 minggu sebelum kau bertemu dengannya, bumie!” aku masih tak mengerti apa yg di katakan heechul. mereka semua menatapku sedih, apa maksudnya Nara sudah tiada? Nara sudah meninggal?

“ha? apa maksudmu chulie??” tanyaku tegas pada heechul

“na neun Jo Chaerin. yg di katakan dia benar, kibum. uri Nara, sudah tiada. dia sudah meninggal 2 minggu sebelum bertemu denganmu. ketika mereka datang & menanyakan Nara, kami semua kaget” seorang yeoja bernama Chaerin menjelaskan bahwa Nara sudah meninggal. aku tak percaya, aku tak percaya

“jangan bercanda. jangan bercanda!!!” bentakku padanya. dia hanya menangis, lalu ada seorang yeoja bernama Kkot Min Ah mendekatiku & menunjuk ke sebuah photo. photo yg sangat aku kenal. photo seorang gadis yang aku cintai

“Han Nara??” tanyaku pada MinAh

“ya. kau lihat tulisannya ?? Rest In Peace, Han Na Ra. kau bisa baca kan” tanya MinAh lembut. aku hanya terdiam. pikiranku kosong. semua orang menatapku, donghae menangis. aku merunduk di meja nara. tak terasa air mataku jatuh & membasahi mejanya. tak ada yg mengusikku, semua tetap di tempatnya melihatku seperti ini

 

#np in my dream – Super Junior KRY

 

“Nara, apa kau melihatku?? yaa!! HAN NARA!!!” teriakku. mone mendekatiku dan menepuk pundakku

“hari ini adalah 19 hari-nya. setelah hari ini, dia tak akan ada lagi! jika kau memang bisa melihat roh-nya,  biarkan dia tau kau mencintainya!” 19 hari?? berarti setelah ini aku tak bisa melihatnya

“kenapa diam saja?” tanya EunSya

“sebentar lagi! waktunya tak lama lagi! pergi atau tidak, itu keputusanmu” seorang namja bernama jongwoon melihat jam di tangannya lalu menatapku tegas

“pergilah ke tempat dimana kau bertemu dengannya pertama kali!” ucap MinAh sambil menepuk bahuku

“ppalli, kibum, ppalli” bentak donghae dari arah pintu. aku hanya diam memandang meja Nara

“leave me alone please!” aku bangkit, & berlari meninggalkan mereka. mereka yg mengatakan “Nara sudah tiada”. ingin aku mengabaikannya. namun photo itu? tanda itu? semua mengatakan bahwa Nara memang sudah tiada.

 

aku berjalan sempoyongan menuju gedung 6. inikah hari terakhirmu di dunia, nara. ku buka pintu atap gedung, ku rasakan hembusan angin merasuk di tubuhku. ku pejamkan mataku sejenak

 

“selamat datang!” sapa seorang yeoja yg membuatku membuka mataku lagi. yeoja yg selalu aku tunggu disini. yeoja yg sangat aku cintai. dia bersandar ke pagar & tersenyum melihatku & melambai. aku hanya tersenyum kecil. raut wajahnya sedikit berubah

“kau sudah tau ya?? benar kan?” tanyanya padaku, dan aku hanya diam di tempat aku berdiri. kami hanya berjarang 3 meter. dia tersenyum

“mianhae, aku meninggalkanmu waktu itu, kibum” aku hanya diam menatapnya. air mataku mengalir. menatap wajahnya yg kini tersenyum melihatku

“Han Nara??” panggilku pelan. dia berbalik memunggungiku & merentangkan kedua tangannya

“gwenchana, kibum-ssi. gwenchana” jawabnya semangat. apakah ketika kau hidup kau semangat seperti ini, nara

“boleh aku bertanya??” aku mendekat ke arahnya. dia berbalik & cepat mengangkat tangannya ke arahku

“disitu. cukup disitu” jelasnya padaku, & aku menurut. aku mengeluarkan gelang yg waktu itu

“ige mwoya, nara?” tanyaku pada nara. dia tersenyum & melipat kedua tangannya

“untukmu, kibum. gelang itu ku dapat di permainan sekitar 1 minggu sebelum aku collapse” jelasnya padaku sambil menunjuk gelang yg ada di tanganku

“collapse? kau sakit apa?” tanyaku pelan. dia maju 2 langkah & tersenyum

“awalnya aku hanya pusing. namun setelah di periksa, ternyata kanker otak stadium 4. beberapa minggu kemudian, aku collapse” dia sakit kanker otak. kalimat itu membuatku tertegun memandangnya & tak terasa air mataku jatuh

“yaa!! kau sedang apa?? kan kita baru bertemu. tak perlu sesedih itu. hahaha” tawanya, senyumnya, semangatnya, yg nanti mungkin tak bisa ku rasakan lagi. saat ini aku masih bisa melihat roh-nya

“tapi.. tapi..” ucapku terbata-bataku. dia menunduk, & terbang??

“lihat, kaki ku tak menapak. kau tak takut?” tanyanya padaku. aku langsung mendekatinya. kini kami hanya berjarak 1,5 meter

“saranghae, nara. jeongmal saranghaeyo!” ku nyatakan perasaanku berulang kali. dia tersenyum manis. setiap melihat senyumnya hatiku hancur

“nado, saranghaeyo” tubuhnya makin lama makin pudar. aku kaget & berlari mendekatinya, berusaha memeluknya, tapi tak bisa, ia transparan. aku bahkan tak bisa menyentuhnya

“andwae, andwae, andwae!! nara-ah!!” teriakku di depan tubuhnya yg mulai menghilang. senyumnya masih bisa ku lihat

“mianhae, kibum. selama ini kau mencintai seorang roh” dia mengusap air matanya & tersenyum

“andawe, andwae!! yaa!!” aku menangis sejadi-jadinya ketika aku hampir tak bisa melihat senyumnya. aku menatapnya & melihatnya mengucap “gamsahamnida”

“gamsahamnida, saranghanda” balasku. dia tersenyum. aku mendengar derap langkah dari arah tangga menuju atap, namun mataku tetap fokus pada nara

“jaga diri dirimu & sampai bertemu ya, kibum. berusahalah tuk bagianku juga. arasso” kalimat terakhirnya sebelum ia benar2 menghilang

“yaa, kibum” “kibum, gwenchana??” dari belakang aku mendengar donghae & heechul berteriak. donghae memegang bahunku

“yaa!!! gwenchana, bumi- aahhh, oh my god!! itu siapaaa???” donghae berteriak karena kaget melihat bayangan nara masih agak tampak. aku melihat nara melambaikan tangannya padaku

“goodbye, nara-ssi” ucap heechul setelah melihat nara dengan wujud roh seperti ini. tak lama, langit mendung. roh nara menghilang. dia sudah tak ada, benar2 tidak ada. hujan datang menyapu jejaknya

“nara!!!!” teriakku keras. heechul & donghae memelukku erat

“kau harus bisa ! lanjutkan hidupmu demi nara!” ucap donghae. entah mengapa dia begitu bijak hari ini. nara, maafkan aku. aku juga akan berjuang tuk hidupmu. ku berusaha untukmu juga. hujan, hapuslah sakit ini, hapuslah penderitaan ini, tapi jangan hapus cinta & kenanganku tentangnya

 

*flash back end*

 

#nowplaying What If – KRY

 

hari ini tepat 365 hari setelah kau menghilang dari hadapanku dengan wujud seperti itu.

 

“lihat, aku berjuang. aku mendapat nilai sempurna di setiap mata pelajaran. dan aku, aku bisa masuk Universitas Korea dengan nilai itu. benar kan nara” aku memang sudah tak menangis bila datang kesini. karena aku tau kamu tetap disini

 

terima kasih nara.

senyum & semangatmu, akan terus ku simpan sampai kita bertemu lagi nanti. terus pantau aku dari sana ya, dan tunggu aku.

 

“i love you, my first love”

 

 

– FIN –

 

thanks for reading, and comment please😀

7 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s