Gorgeous (Part 3)


Aku rindu padanya. Aku ingin bertemu dengannya.

Sejak dia mengantarku pulang dari Myeongdong saat itu, kami tidak pernah bertemu lagi.

Ku coba menelponnya berkali-kali setiap hari, tapi tidak di angkat.

Aku mengiriminya sms, tapi tak ada satupun yang ia balas.

 

“sudah 5 hari” keluhku

“apa?” Tanya donghae oppa

“ah, aniyo, oppa” jawabku singkat

“5 hari tak ada kabar dari heechul?” donghae mengacak-acak rambutku

“ah, geurae, oppa. aku telpon & sms tak ada ada jawaban. Aku takut” aku menunduk. Lalu tiba-tiba haeppa memelukku

“soora, kau cinta padanya?” pertanyaan haeppa secara tiba-tiba mengagetkanku, aku hanya diam

……

“lee soora?” aku diam lagi

……

“yaa!!!” bentak haeppa menjiitak kepalaku

“nee, nee, aku cinta dia, oppa. oettohkke, oppa?” aku berteriak

“hahahaha. Dia cinta pertamamu ya, babo yeoja?” imbuh haeppa. Aku hanya diam, aku malu. Tapi haeppa memelukku

“kalau kalian di takdirkan bersama, pasti akan bersama”

“jeongmal, oppa??’ tanyaku

“nee, sudahlah. Sabarlah menunggu kabarnya” haeppa tesenyum padaku

 

“rasanya takut di terjadi apa-apa, oppa. ah, aku berlebihan” gerutuku pada diri sendiri

“sudahlah, sekarang sudah malam, pergilah istirahat, dan….” Belum sempat oppa melanjutkan kalimatnya hp ku berdering

“ona, keu nuga nuga mworaedo naneun sangwan obdago. keu nuga nuga yokhaedo nomanbarabun dago. na dashi taeor nandedo ojik nobbunirago
jakku jakku shigani heullodo”

“yeobseyo??” aku mejawab hpku yang bordering

“chulie oppa??” “mwo??” “ah, arasso” “ah, aniyo. Gwencandha, oppa”

*klik*

“nugu?” Tanya donghae oppa

“ah, heechul oppa. haeppa, aku mau ke taman sebentar ya” aku meminta izin haeppa

“mau apa malam-malam begini” Tanya oppa penasaran

“ah, ada urusan. Ya sudah aku ganti baju dulu ya” aku berlari ke atas, meninggalkan donghae oppa

**5 menit kemudian**

“yaa!! Kau ingin ke tamana apa pesta?? Kenapa ganti gaun sih?” Tanya haeppa aneh

“ah, aniyo, oppa. aku cantik tidak?” aku memutar-mutar tubuhku

“yes, you’re beautiful, lee so ra” haeppa memelukku erat

“gamsahamnida, oppa. ya sudah aku berangkat”

 

** Di Taman **

Aku menaiki sepeda agar bisa sampai tepat waktu. Aku lihat heechul oppa di samping ayunan itu

“kau hampir membuatku gila karena kau tak pernah mengabariku” bathinku. Aku berjalan mendekatinya

“oppa, heechul oppa!!” teriakku pada chulie oppa yang sedang menghadap ke taman. Dia berbalik dan melambaikan tangan padaku. Ah manisnya

“soora!!” chulie oppa berlari ke arahku dan memelukku

“oppa?? waeyo?” tanyaku sambil menepuk punggungnya. Dia semakin erat memelukku. Ah, rasanya hangat sekali. Chulie bagaikan selimut di kala dingin, dan hujan di kala panas

“saranghaeyo, soora. Jeongmal saranghaeyo” omo? Saranghae. Aku terdiam karena kaget

“mwo?” tanyaku ulang. Chulie oppa tersenyum padaku. Dia memelukku lagi

“sa rang hae yo, lee soo ra” ejanya di telingaku yng membuat aku sedikit geli. Astaga, aku hampir mati mendengarnya. Hampir mati karena bahagia

“oppaa, nado saranghaeyo. Jeongmal saranghaeyo” aku pun mengutarakan perasaanku juga. Dia mencium bibirku lembut. Omo ni omo na, dia menciumku. Aku shock lalu terdiam. Dia tertawa

“hahaha. Kajja, kita berjalan sebentar. Setelah itu ku antar kau pulang. Arasso, soora-ssi??” dia menggengam tanganku di tengah dinginnya malam. Kami berjalan di sekitar taman.

Cinta pertamaku. Pacar pertamaku. Ciuman pertamaku.

Kim Hechul.

 

** 3 Bulan kemudian **

 

Setelah bersamanya, ku jalani hari-hari yang luar biasa.

Selalu bersamanya setiap saat.

Dia sudah jadi bagian yang sangat penting bagiku

Chulie, saranghaeyo

 

** Myeongdong **

Hari ini aku dan chulie janjian disini. Aku sudah menunggu 15 menit disini

“dimana dia! Astaga” aku mulai panic, ponselnya tak aktif. Tiba-tiba mataku ada yng menutup. Aku tak bisa melihat apa-apa, gelap

“woaa, siapa ini? Lepaskan. Gelap. Gelap!” aku panic karena mataku di tutup oleh tangan seseorang

“dasar panikan. Hahaha” omo, chulie? Astaga, aku kaget. Aku diam melihatnya, lalu melihat jam lagi. Isyarat kalau dia sudah terlambat. Dia melihat jamnya, dan menepuk keningnya

“astaga. Mianhae,chagi. Maaf aku telat” chulie meminta maaf padaku. Tak tau mengapa aku memaafkannya dengan mudah. Aku tersenyum melihatnya tersenyum, senyumna yng membuat hatiku tenang. Senyumna yang akan selalu hidup di hatiku

“ah, gwenchana. Kajja” aku merangkul lengannya. Dia membelai rambutku dengan kasih sayang. Tuhan terima kasih atas hadiah terindah yang kau berikan

 

** 5 jam kemudian **

“kajja pulang, chulie” aku sangat senang seharian ini aku jalan-jalan dengannya. Makan ice cream, belanja, berphoto, main-main sepuasnya. Jeongmal gomawoyo, uri Kim heechul

“kajja” dia tersenyum, dan kemudian menggandeng tanganku. Hangatnya. Aku tak bisa bayangkan hari-hariku tanpa namja ini, saranghae

“ah, ayo lewat taman. Sudah lam aku tak kesana. Kau mau kan ??” aku mengajaknya melewati taman.  Di tama nada suara lagu-lagu romantic, banyak yang berdansa disana, aku ingin berdansa dengan chulie. Dia hanya mengangguk, lalu berjalan sambil memelukku dari samping

 

** myeongdong Park **

Akhirnya aku bisa ke tamanini lagi, dan bersama chulie

Tuhan, kau memang baik

“soora, ramai sekali. Hahaha. Wah, ada music” chulie melihat kanan dan kiri. Ku rasa, dia tak tau jika malam minggu myeongdong park ada music seperti ini. Aku mengajaknya duduk tuk istirahat sebentar. Setelah itu aku mengajaknya berdansa

“chulie, ayo kita berdansa. 1 lagu saja. Dengar lagu itu bagus” aku menggengam tanga  chulie. Dia terdiam, lalu tersenyum, dan bangkit dari duduknya. Tangannya melingkar di pinggulku. Aish, sungguh, aku merasa jadi gadis yang sangat beruntung di dunia ini

“kau senang?” dia memelukku hangat. Namun tiba-tiba dia berhentinya, dan terjatuh. Chulie pingsan di tengah dansa kami, aku panik luar biasa dan berteriak

“heehul, heechul, kim heechul. Tolong, tolong, tolong!!” semua orang berkerubung mendekati kami, tak lama kemudian, ambulans dating dan membawa kami ke rumah sakit. Di ambulans aku hanya bisa terpaku melihat chulie ku seperti ini. Chulie ku yang terbaring lemah. Sampai di rumah sakit. Chulie langsung masuk ke UGD. Aku menunggu di ruang tunggu.

 

15 menit kemudian Jungsoo oppa, Donghae oppa, dan Kyuhyun datang. Aku langsung memeluk donghae oppa dan menangis

“haeppa!!” aku menangis dalam pelukan donghae. Dia mengusap air mataku dan tersenyum. Ku lihat Jungsoo oppa tersenyum padaku. Sedangkan kyuhyun yang selalu tampak menyebalkan, di matanya penuh dengan tatapankahwatir saat melihatku. Aku langsung berjalan ke arahnya dan memeluknya

“gwenchana, soora. Gwenchana” kyuhyun menenangkanku. Walau dia adalah sahabatku yang sangat amat menyebalkan. Ku akui, hanya dia sahabat yerbaik dalam hidupku, dia paling bisa membuat aku tenang sesesak apapun aku menangis. Dia tersenyum

“dia akan baik-baik saja. Jangan menangis. Aku benci bila kau menangis. Arasso!” nadanya agak membentak. Namun aku tau itu karena dia peduli padaku. Gamsahamnida, uri Kyuhyun

 

** 3 jam kemudian **

Lampu UGD mati, lalu dokter keluar. Dokter itu menghampiri jungsoo oppa. tak tau mereka bicara apa. Aku ingin dengar juga, tapi Kyuhyun bilang padaku biar jungsoo oppa dulu yang dengar, baru aku. Aku hanya menurut. Wajah jungsoo oppa sedih sekali. Tampaknya ingin menangis, tapi di tahan. Aku penasaran langsung berlari ke dalam. Donghae oppa & Kyu berteriak memanggilku. Aku tak peduli. Yang aku inginkan hanya melhat keadaan heechulku. Dari pintu ku lihat dia, damai sekali

“dia tak apa. Hanya terlalu lelah. Nanti juga lebih baik” ucap jungsoo oppa padaku dengan senyumannya. Dia hanya duduk di sofa dan terdiam. Kyuhyun menyuruhku duduk di samping heechul. Aku menggenggan tangan chulie. Tangannya dingin, tak seperti tadi. Aku ingin menangis, tapi aku harus bisa jadi kuat. Demi chulie

 

** 4 jam kemudian **

 

“hey, kau tak apa?” tanyaku pada heechul. Tapi dia masih tertidur. Sudah lebih dari 4 jam dia begini. Aku takut dia kenapa-kenapa. Tiba-tiba Kyu dating membawakan cokelat panas kesukaanku

“ige mwoya, kyu” tanyaku sambil menerima gelas yang kyu berikan. Kyu tertawa melihatku yang seperti ini

“kau itu, dasar. Hahaha. Minumlah cokelat panas” aku tersenyum melihatnya. Dia bisa jadi evil kyu yang sangat aku benci. Tapi dia bisa jadi malaikat dan penerang dalam kegelapan hidupku

“gomawo, Kyu” mataku tak lepas menatap chulie. Aku hanya penasaran, kapan ia bangun. Kapan dia tersenyum lagi padaku, kapan dia tertawa untukku.

“chulie, I miss you so much” bathinku

 

**1 jam kemudian **

Aku tertidur rupanya. Aku merasakan selimut di tubuhku. Ku lihat chulie masih belum bangun. Jungsoo oppa & Donghae oppa tertidur di sofa. Sedangkan kyu tertidur di kursi yang ada si sampingku. Hey, chulie, lihat, banyak yang menunggumu. Cepatlah bangun

“astaga, jam 7! Kyu bangun, kita harus ke sekolah!” aku membangunkan Kyu, dia kaget & langsung berdiri

“mwo? Mwo? Mwo?” matanya setengah sadar. Hahaha. Dia lucu sekali. Jungsoo oppa & donghae oppa juga terbangun & tertawa melihat Kyu. Kyu sadar dia di tertawakan, dia duduk kembali dan senyum-senyum

 

Kyu yang memang bisa spontan melakukan hal-hal yang bisa membuatku ingin mati karena tertawa geli. Yah, walaupun tak jarang, sering di buat-buat, tak mengurai keisengannya. Gamsahamnida, uri, Cho Kyuhun.

2 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s