Gorgeous (Part 2)


waktu camp dia pernah bercerita, dia memiliki adik tiri. Walaupun tiri, mereka saling menyayangnyi. Inikah adiknya? Adik kesayangannya?

“nee, Park & Kim, beda, karena appa-ku menikah dengan jungsoo oemma. Kami memilih dengan nama yg seperti ini, jadi ….” Baru saja Heechul oppa ingin melanjutkan tiba-tiba suara memekakkan telinga hinggap di telinga kami

“LEE SOO RA!! BABO SOORA!! Kemari kau babo yeoja!” suara itu, aigoo~ Kyuhyun

“ah, jebal dia mengganggu saja” bathinku

“ah, oppa, sepertinya aku harus pulang. Dia ada masalah dengan MEMBERESKAN RUMAH” ku tekan nada  MEMBERESKAN RUMAH untuk membuat kesal Kyuhyun

“yaa!! Kau masih mau hidup tidak! tak berguna!” omo, Kyuhyun mulai lagi, Haeppa, oettokke

“hmm, arasso. Tapi kita bisa bertemu lagi kan?” heechul menahan tanganku

“tentu saja, pasti bertemu. Bye!!” aku berlari meninggalkan heechul sembari melambaikan tangan, dan mendatangi Kyuhyun yg sedang bertolak pinggang di depan sana

“yaa!! Kau tidak bisa sabar sedikit? Itu Heechul oppa?” aku menari lengan baju Kyuhyun, dan berbisik padanya, dan kau tau apa jawaban manusia menyebalkan ini? Aku rasa nadanya kau sudah mengerti *lupakan*

“itu urusanmu, Lee Soora! Ayo cepat!” kyuhyun menarikku, dan sesekali aku menengok ke belakang, dan melambai ke Heechul oppa yg masih ada disana. Ya Tuhan, Kyuhyun. Jika aku tak ingat kau sahabatku, mati kau!!

 

** 1 week laters **

Setelah pertemuan itu, aku tidak pernah bertemu dengannya lagi. Ku Tanya di data tutor, dia tidak hadir 5 kali. Pemberitahuan yg ia lakukan adalah menelpon. Tak ada yang tau dia. Yg jelas, kata Eunhyuk oppa, tutor Fisika ku, banyak gadis yg suka padanya. Dan banyak murid yg suka dengan cara mengajarnya. Hyuk oppa mengakui, dia sangat hebat. Aku tak pernah ia ajarkan. Seharusnya hari ini dia mengajar perdana di kelasku. Tapi harus di gantikan dengan Key oppa. memang sama-sama tampan, dan key oppa seumuran dengan Donghae oppa. tapi tetap saja T__T

 

1 week later

*book store*

Sudah 2 minggu tak bertemu dengannya. Rasanya rindu melihat senyumnya, rindu melihat tawanya. Aigoo~ bogoshipoyo, oppa. ku perhatikan rentetan buku di depanku, tak tau apa yang ingin ku beli. Hanya ingin melihat-lihat

“chulie oppa?” aku berbalik dan hampir menubruk heechul

“mwo?? Wah, apa kabar, soora. Long time no see” heechul oppa kaget lalu memelukku

“nee, gwenchana. Kau bagimana oppa? mengapa 2 minggu tidak mengajar lagi?” tanyaku padanya

“ah, gwenchasumnida, soora. Geurae, aku sudah berhenti. Tugas kuliahku makin banyak. Mianhae tidak mengabarimu” raut wajah chulie oppa merasa bersalah padaku, dan dia menggengam tangannku

“omo ni omo na, waeyo? kenapa aku deg-degan begini. Ah, aniyo, aniyo” bathinku

“ah, aniyo. Aku hanya khawatir, oppa” aku tersenyum padanya, dan dia tertawa

“ah, ayo ku traktir di kedai ice cream. You want it??” dia menawarkanku ice cream yang ada di sebrang toko buku ini

“cheorom. Kajja” aku berjalan beriringan dengannya. Dia sangat bersemangat. Ya Tuhan, aku gemetaran

Sesungguhnya kedai tidak tepat berada di seberang toko buku, masih sedikit ke kanan. Aku gugup di sampingnya. Tiba-tiba dia menggenggam tanganku, erat. Dia tersenyum, dan aku hanya menunduk

 

** di kedai ice Cream **

Aku memesan ice cream bluberry, dan heechul memesan yang vanilla

Kami duduk di lantai dua. Langit mendung jadi bisa sedikit romantic. Mwo??

 

“woaah, kau suka blueberry ya, soora?” Tanya heechul padaku

“eum, nee. Sangat. Aku suka sesuatu yang berwarna biru” ujarku

“hahaha. Nado. Tapi kalo ice cream aku memilih vanilla” dia bila bercerita sangat expressif

“chankkanman, oppa” aku membersihkan sisa ice cream di mulutnya dengan tissue

“ah, mianhanda. Gamsahamnida” dia tersenyum. Aku hanya bingung padanya. Ada saat dia menggunakan bahasa biasa, dan ada saat menggunakan bahasa sangat halus, seperti sekarang ini

“nee” aku meneruskan melahap es ku, sambil melihat langit

“ah, oppa, ayo kita pulang, sudah gerimis” ajakku pada heechul

‘kajja, ppalli” heechul bangkit dari duduknya

Kami turun tangga beriringan. Semua mata tertuju pada kami.

Sebenarnya dari pertama menginjakkan kaki sudah begitu, tapi aku cuek.

“aigoo~~ hujan. Oettokke” aku bingung, sudah hujan ternyata

‘kau berani maju?”

“mwo?” maju, maju apa?

“brani tidak??” tanyanya ulang. Setelah die mengarahkan tangannya ke arah hujan aku mengerti apa yang ia maksud

“kajja, oppa” aku berlari menggengam tangannya menembus hujan. Berlari, dan berlari. Heechul hanya tertawa melihat tingkahku. Yaa, sekarang aku berubah menjadi gadis yang selalu ceria dan semangat, karena dia

“berteduh saja dulu. Hujan sangat deras” heechul menarikku ke pinggiran toko, dan aku menurut. Ini pertama kalinya aku menerobos hujan

Sudah 10 menit kami mengobrol untuk menghilangkan rasa bosan karena menunggu reda. Langit sudah lebih baik. Aku melangkahkan kakiku untuk mengecek langit

“kajja, oppa. sudah agak re…” belum selesai aku bicara

*******ceettaaaarrr*******

“opaa….” Petir menggelegar, dan aku langsung melonpat dan memeluk heechul

“ah, gwenchana, soora??” heechul memelukku balik

“omo? Aku di peluk. Ah ani, aku memeluk, chulie? Bathinku

‘ah, mianhae, oppa. aku takut petir” aku membungkuk agar tidak terlalu malu

“hahaha. Arasso. Kajja, pulang. Sudah sangat sore” oppa mengantarku sampai depan rumah. Donghae oppa menunggu di depan pintu, dan Heechul langsung pulang karena takut kehujanan lagi. sore itu adalah sore yang indah. Bertemu dengan seseorang yang sangat ingin ku temui. Dan kau, petir, gamsahamnida. Hahaha

Sampai rumah aku langsung masuk kamar, dan mandi. Setelah itu aku duduk di samping Donghae oppa yang sedang menonton tv

“yaa, oppa. kau tak Tanya dia siapa?” tanyaku pada Haeppa

“aku rasa, dia namja yang waktu itu. Dan dia adalah najma yang membuat seorang Lee Soo Ra bertanya tentang cinta pada oppa-nya. Am I right??” mwo? Jawaban oppa langsung menjurus. Aku bingung menjawabnya. Aku tiduran di pangkuannya memiringkan tubuh kearah tv.

Donghae oppa memelukku, dan menciumku

“kau sudah lebih dewasa ya, soora” ujar Haeppa

“mwo? Aniyo, oppa. aku ya seperti ini’ elakku

“gwenchana. Suatu saat kau memang harus mengerti cinta. Jalani dengan serius, jangan seperti aku. Arasso” ujar Haeppa sambil mengelus rambutku

“arasso. Oppa, apa menurutmu dia baik?” aku bangun dari pangkuan Haeppa

“aku piker dia baik. Tapi kenali dia perlahan. Arasso” oppa memelukku

“gomawoyo, oppa. saranghae” aku meincum pipi Haeppa

“nado, soora’ donghae oppa mengacak-acak rambutku

Sejak saat itu aku mulai smsan dan telpon-telponan dengan heechul.

Dia membuatku nyaman, tak tau mengapa.

 

2 hari kemudian

Bosannyaa. Hoaah. Aku ingin jalan-jalan, tapi Donghae oppa sedang bermain basket dengan hankyung, Siwon, dan Eunhyuk oppa. oettokke. Aku berpikir sejenak

“aha, heechul!! Mana hpku, ah ini dia” akhirnya ku putuskan untuk mengajak heechul. Dia tampan, dan aku rasa, aku bisa lebih memahami dia

“annyeong oppa. apa aku mengganggu?” sapaku

“ah, Soora. Aniyo, ada apa?” jawabnay singkat

“ehm, aku bosan, oppa. mau jalan-jalan tidak hari ini?”

“eh?”

“ah, kalau tak bisa taka pa”

“ah, aniyo, aniyo, aku bisa. Jam berapa? Dimana?”

“kita bertemu di Myeongdong, jam 11 ini. Bagaimana?”

“arasso. See you there, Soora’

**klik**

Yes, ah, untung saja Chulie oppa mau ku ajak jalan-jalan

*deg deg*

“aku kenapa ya? Rasanya senang sekali bertemu dengannya” aku memegang dadaku, jantungku berdegum kencang

“ah, molla, sudahlah, aku harus siap-siap” aku mencari dress yang bagus, agar aku terlihat cantik di mata chulie oppa

 

** Myeongdong at 11 a.m **

 

“soora, kau sudah lama disini?” tegur seseorang

“heechul oppa??” omo? Stylish sekali dia? Omo, aku jatuh cinta padanya

“siapa lagi? Hahaha. Kajja” belum habis yakjubku, dia menggandeng tanganku, & memasuki toko-toko. Jalan-jalan, photo box, makan ice cream, dan banyak hal lagi yg kami lakukan saat

“soora, aku ingin ke kamar mandi dulu. Kau tunggu disini ya” oppa mengacak-acak rambutku, dan meninggalkanku di bangku panjang taman.

Sudah 15 menit dia di kamar mandi, aku khawatir. Ku sms tak di balasnya, ku telp pun tak diangkat. Ku mulai beranjak dari dudukku tuk mencarinya. Tiba-tiba, ada yg menghadangku

“oppa?? kau kemana saja?? Aku khawatir” tiba-tiba heechul ada di depanku

“untukmu” heechul menyodorkan kotak besar padaku

“ige mwoya??” tanyaku

“hahaha. Bukalah, ini untukmu” heechul menyakinkanku tuk membukanya

“omo?? Astaga, oppa, gaun ini, ah, bagus sekali. Kau yakin ini untukku?” aku kaget, dia memberikanku gaun mewah berwarna sapphire blue

“cheorom. Bagaimana? Kau suka tidak?” tanyanya padaku

“ini lebih dari suka. Sangat suka, oppa. gamshamnida, heechul oppa” aku memelukku. Sungguh aku senang. Ini adalah kali pertama aku di berikan gaun semewah ini oleh seorang namja selain appa, dan Donghae oppa. aku memeluk heechul erat

“hahaha. Kajja, kita pulang, sudah mulai malam, soora” heechul kembali menggandeng tanganku

 

Percaya atau tidak, hatiku sudah sangat di penuhi oleh dia.

Cinta pertamaku, Kim Heechul

2 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s