Gorgeous (Part 1)


Cast:

Lee Soora

Park Jungsoo

Lee Donghae

Cho Kyuhyun

Kim Heechul

Kim Na Mi

 

Lee Soo Ra

Aish, hari ini panas sekali, entah apa yang terjadi pada lapisan bumi

“aigoo~~, panas. Lama-lama bisa kering  kulitku” aku menunduk sepanjang lorong gang menuju rumah. Memeluk buku-buku tebal persiapan naik kelas 3 nanti

~~BRUUK~~

“aduh kakiku” aku ditabrak seseorang, aku hanya menunduk, sambil memijat ringan kakiku

“Agassi, gwenchana??” seseorang  di depanku

“gwen..cha..na..” aku perhatikan tubuhnya dari bawah sampai atas. Astaga cantik sekali dia

“jeongmal mianhae, aku buru-buru” tukas seseorang ini sambil tersenyum padaku

Cantik, sangat cantik, tapi tampan. Aku tersenyum, tak tau harus berkata apa. Seseorang yang mengenakan jeans, kaos, jaket, tas selempang, dan sepatu kets. Sekilas aku bertanya dia yeoja apakah namja. Labil sekali aku berpikir.

“Kim Heechul imnida” dia tersenyum dan mengulurkan tangannya padaku

“ah, Lee Soo Ra imnida” aku mengulurkan tanganku, ternyata dia namja. Aegyoo. So perfect

“maaf, aku duluan yaa. See you next time” dia berjalan mundur dan melambai padaku. Jari-jarinya sangat lentik. Kulitnya bahkan lebih mulus dariku. Ku perhatikan dia, punggungnya sangat lebar. Ah, tampannya. Ku miringkan kepalaku untuk lebih dalam melihatnya

“Yaa!! Babo Yeoja! Kau sedang apa disini?? Siapa namja itu?” Lamunanku hancur berkeping-keping karena lemparan sepatu Lee Dong Hae bodoh.

“yaa!! Donghae, kau pikir kepalaku ini apa?? Aku jalan ditabrak namja tadi. Tapi dia sudah minta maaf”

Donghae tak memperdulikan omonganku barusan, matanya hanya tertuju pada namja tadi

“haah, kajja, aku sudah lapar. Cepaat” donghae menggandengku, dan kami berjalan cepat menuju rumah

 

Namaku adalah Lee Soo Ra, aku mempunyai kakak laki-laki super tampan yang playboy, bernama Lee Dong Hae. Dia Playboy kelas Kakap. Dengan mudah menaklukan gadis. Walaupun begitu, hatinya sangat baik pada wanita, terutama pada diriku. Kami bersekolah si ChunAn High School. Aku kelas 2, dan Donghae kelas 3. Kami selalu bersama-sama, dia adalah kakakku yang baik. Dia mengajariku semua. Semua hal, terutama cinta. Walaupun semua cinta, bukan berawal dari dia.

 

**SooRa House**

Donghae : “hei, tadi siapa?”

Soora: “Heechul”

Donghae : “Nugu? Heechul? Aku tidak kenal!”

Soora : “Babo Oppa!! aku saja tidak kenal. Apalagi kau!”

Donghae : “jjiiinnnjjaa?” –mulutnya penuh makanan-

Soora : “nee, sudah makanlah. Jangan berisik!!”

 

Yah begitulah kami. Aku hanya tinggal dengan Donghae. Appa dan Oemma bercerai 4 tahun yg lalu. Kami memilih tinggal berdua saja. Tapi masalah tunjangan hidup, sekolah, dan lain-lain, itu urusan appa dan oemma kami. Tugas kami hanya belajar.

“oppa” tanyaku membuka pembicaraan setelah makan

“waeyo?” singkatnya

“kau percaya cinta pada pandangan pertama?” imbuhku

“mwo? Kenapa kau berbicara begitu?” Tanya Haeppa penasaran

“aniyo, aniyo. Kau kan seorang playboy. Pernah tidak merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama?? Tanyaku

“tentu. Oh iya, aku punya pacar baru. Namanya Kim Na Mi. dia tidak cantik seperti gadis-gadis yg ku kencani sebelum-sebelumnya. Tapi dia istimewa, sangat istimewa” oppa menariku hingga aku kepalaku besandar (tiduran) di pahanya, lalu mengelus-elus rambutku seperti kucing. Aku suka dia bercerita. Walaupun oppa playboy, tapi orang tidak pernah bohong, dan selalu bisa membuatku nyaman

“waeyo?? Kau selalu menganggap semua gadis yg kau kencani itu istimewa?” tanyaku. Masalah cinta datanglah padanya. Masalah pelajaran tanyalah padaku dan kyuhyun, sahabatku

“dia bekerja di toko roti sepulang sekolah. Dia bekerja sendiri untuk biaya sekolah dan hidupnya. Bukan karena tak ada orang tua. Kau tau, saat ku selidiki dia, waaw, rumahnya sangat besar, dan aku pernah mendengar dia di panggil ‘nona besar’. tapi dia ingin mandiri. Kau tau kan, aku paling lemah dengan gadis yg mandiri?” nee, nee, oppa-ku suka terhadap gadis mandiri. Jika dengan gadis biasa maksimal bertahan 1 minggu – 1 bulan. Tapi jika gadis mandiri bisa bertahan 3 minggu – 2,5 bulan paling lama.

“aku sudah pacaran dengannya backstreet. 4 bulan, dan sampai sekarang awet wet wet” papar Haeppa dengan senyum sumringah

“mworago?? sagaewol? Hana, dhul, shet, net? 4 bulan? Oh my gosh!!” aku kaget, dan langsung bangkit dari tidurku. Sungguh, ini rekor. Oppa tidak pernah bicara siapa kekasihnya, aku hanya tau setelah mereka putus

“nee, sagaewol, dongsaeng” imbuh Haeppa dengan menyodorkan 4 jari tangannya pada wajahku

“hahahaha. You know, you are great, bro! This is a great! Congrats Lee Dong Hae” *plook plook plook* aku tepuk tangan dan heboh sendiri lalu memeluk oppa-ku

“gomawo, dongsaeng, chuu~” oppa memelukku lalu mencium pipiku. Ah aku sayang oppa, dan paling sayang oppa

 

Sejenak aku memikirkan Heechul. Pemuda yang kutemui tadi siang. Aku berpikir, mungkin ini sesaat. Perasaanku pada Hechuul sesaat. Tapi jika sesaat, bisa di bilang ini cinta pertamaku? Cinta pertama pada orang asing? Aish, jebal, babo yeoja. Mengingat perjalanan cinta tidak mudah seperti yang oppa-ku lakukan, aku sebaiknya diam saja. Lihat nanti.

 

**3 weeks later**

Oppa masih saja dengan Nami, ku rasa Nami orang yang tepat untuk merubah oppa. sedangkan aku? Aigoo~ masih memikirkan Heechul, dan Kyuhyun? Ah, jebal. Banyak sekali yang suka padanya dari SD, tapi dia tak pernah peduli. Kyuhyun adalah sahabatku dari SD kelas 4, dia jago sekali matematika. Sering, bahkan setiap hari aku curhat padanya tentang apapun, termasuk namja itu tanpa ku sebut namanya pada Kyuhyun. Dan kalian tau, apa yang dia jawab

“mati saja kau!!”

“babo yeoja!”

“kau, jinjjaa, tak berguna!”

“sudah, anggap namja itu pelajaran, pikirkanlah. Kau pst mati!”

“namja itu hanya lewat. Kau menggelikan!”

Yaah, itulah, Kyuhyun. Sahabatku yang sangat amat sopan. Saking sopannya, aku sering menangis karena cara bicaranya itu. Maksudnya baik, tapi kata-katanya, Ya Tuhan, kejaam. Dan jika aku mengadu pada Donghae oppa, ia hanya tertawa, bahkan meledak tertawanya. Ah, menyebalkan

Jawaban yang paling bagus bulan ini yang aku dengar dari dia, adalah nilaiku yang 75. Sedangkan dia 95. Aku stress jika nilaiku jauh di atasnya

“sudahlah, butuh semangat untuk mencari yang lebih baik, soora. Lain kali, harus lebih semangat lagi. Arasso, Agassi”

Mwo? Tak seperti biasa bukan. Yah, paling tidak 1 bulan ada kata-katanya yang baik, ramah, dan indah. Hanya itu, tidak untuk setelah ini, pasti

 

**di taman**

Musim semi, aku suka musim semi. Semua terasa indah. Aku di taman bersama Kyuhyun sambil mengerjakan tugas akhir matematika, di temani setermos cokelat buatanku. Tapi sekarang aku sendirian, Kyuhyun harus cepat pulang. Beres-beres rumah karena AhRa oenni akan pulang dari Beijing sore ini

“permisi, kau ingat aku?” tegur seseorang di hadapanku

“mwo? Kau kan yang…” aku kaget setengah mati

“nee, maaf ya aku menabrakmu. Sungguh” dia membungkuk dalam sekali. Hoah, asal kau tau, tak perlu datang apalagi membungkuk, aku sudah sangat memaafkanmu chagi

‘nee, gwenchana. Kau sedang apa??’ tanyaku basa-basi

“boleh aku duduk disini?” Tanya heechul padaku

“ah, nee, silahkan. Kau mau?” aku mempersilahkannya duduk, lalu menawarinya cokelat panas yang sengaja aku bawa

“ah, gomawo. Aku disini sedang jalan-jalan. Eh melihat kau dengan namja tadi. Aku hanya memperhatikan tak enak mengganggu” heechul menyambut minuman yng aku tawarkan. Mwo? Dia melihatku, ah pasti dan Kyuhyun

“oh, Kyuhyun, dia sahabatku. Sedang mengerjakan tugas. Lihat” aku menunjukkan buku matematikaku

“kau handal ya matematika? Ajari aku bisa? Hahaha” omo suaranya ketika tertawa *boleh aku pingsan sebentar??* #plaak *no way*

“aniyo, Kyuhyun yg mengajariku, aku tidak pintar. Harusnya kau datang saat kami sedang belajar tadi. Hahaha. Oh iya, kau sekolah apa kuliah?” aku mulai basa-basi lagi menanyakan dimana dia sekolah

“masa kau tidak mengenalku? Ayo ingat-ingat!” aish, aku paling malas mengingat

“ah, mianhae, tidak tau” aku meminta maaf karena ya aku malas mengingat

“sekitar 1,5 bulan yang lalu, aku di terima sebagai tutor di Exelent  Power, tempat lesmu, Lee Soo Ra, right??” mwo? Dia ingat namaku. Ya Tuhan, aku rela mati besok. Ah sial, andwae, nanti oppa ku stress.

“aa— kau pengganti jungsoo oppa kah?? Mengajar Bahasa Inggris?” astaga iyaa, makanya aku merasa pernah melihat dia waktu itu

“nee, aku mengajar TOEFL Preparation, Conversation, dan Grammar di kelas ajaran hyung-nim. dan masalah kuliah, aku kuliah di KyungHee jurusan sastra, baru semester 2 kok” oh, arasso, ya mulai sekarang aku akan sering bertemu dengannya, tak apalah beda 2 tahunan

“oh iya, ini. Untukmu, oppa” aku memberikan gantungan kucing untuknya

“hahaha. Untukku? Gamsahamnida, soora” heechul senang pemberianku, syukurlah. Aku suka melihatnya tersenyum, cantik. Tunggu, hyung-nim? Mwoo??

“mworago? Hyung-nim? Apakah kau adiknya Jungsoo oppa?” oh my gosh, aku ingat, jungsoo oppa bilang dia punya adik tiri.

 

Sewaktu camp dia pernah bercerita, dia memiliki adik tiri. Walaupun tiri, mereka saling menyayangnyi. Inikah adiknya? Adik kesayangannya?

4 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s