Gorgeous Letter


terima kasih atas kebahagiaan yang kau berikan.

terima kasih atas kasih sayang yang kau curahkan.

terima kasih atas rasa cinta yang kau antarkan. sekali lagi terima kasih atas semuanya.

 

tak bisa ku pungkiri kau membuat keajaiban besar di dalam hidupku.

 

ingatkah saat kita bertemu? sebenarnya saat itu aku ingin pergi ke suatu tempat. ku percepat langkahku saat itu. dari jauh ku perhatikan ada seorang yeoja berambut hitam panjang bergelombang membawa banyak buku. mungkin karena terlalu fokus, aku jadi menabrakmu, dan membuatmu terduduk.

 

ketika kau menatapku, saat itu aku mulai cinta padamu.

ketika kau berdiri dan tersenyum padaku, saat itu aku mulai cinta padamu.

ketika kita bertemu di taman, saat itu aku mulai cinta padamu.

ketika kau tertawa bersamaku, saat itu aku mulai cinta padamu.

ketika kau memberikan gantungan kucing padaku, saat itu aku mulai cinta padamu.

ketika kita berpisah di taman dan kau melambaikan tangan padaku, saat itu aku mulai cinta padamu.

 

sudah 1 minggu aku di sini. alasanku kepada yang lain adalah ada urusan keluarga. tapi kau tau, sebenarnya aku disini sendiri, dan kesepian. bogoshipoyo.

 

selama lebih dari 1 minggu aku terus menatap gantungan yang kau berikan. aku berharap aku bisa bertemu denganmu lagi nanti.

 

akhirnya setelah 2 minggu tak bertemu, kita bisa bertemu. ingatkah pada pertemuan kita yang tiba2 di toko buku saat itu? aku mengikutimu sebenarnya. mulai dari kau berangkat ke sekolah, sampai kau ke toko buku. aku mengikutimu. maafkan aku, sungguh.

 

ketika kita makan ice cream di kedai, saat itu aku mulai cinta padamu.

ketika kau membersihkan ice cream di mulutku, saat itu aku mulai cinta padamu.

ketika kita menembus hujan setelah dari kedai, saat itu aku mulai cinta padamu.

ketika kita berteduh dan kau memelukku tiba2 karena petir, saat itu aku mulai cinta padamu.

 

2 hari kemudian, kau menelponku tuk mengajak jalan-jalan. aku setuju, tentu saja. kau tau, aku lompat-lompat karena girang. jungsoo hyung keheranan. setelah berjalan-jalan cukup lama denganmu, ku putuskan membelikan dress untukmu. dress saphire blue yang sedikit mewah di malam hari. dan kau sangat senang. kau tau, aku lebih senang saat itu.

 

aku menjalani hidupku selalu datar, sampai kau datang membuat gelombang. tak pernah ada rasa atau berpikir terlalu berat, sampai kau datang dan membuat pikiranku penuh akan dirimu. sebelumnya tidak ada hal yang membuatku takut. namun setelah bertemu denganmu, aku mulai ada rasa takut.

 

takut kehilanganmu

takut tak lagi bertemu denganmu

takut menyakitimu

takut membuatmu marah

takut salah tingkah

dan

takut terlalu mencintaimu

sehingga aku

takut melepasmu

takut meninggalkanmu

takut membuatmu menangis

takut membuatmu sedih

 

ku coba menghindarimu

ku coba melupakanmu

ku coba mengabaikanmu

 

tapi tak bisa

 

setiap sms yang kau kirimkan setiap hari membuat kekuatan baru untukku. walaupun aku tak pernah sekalipun membalasnya, kau tetap menyemangatiku. saat itu bukan aku tak ingin membalas semua pesanmu. tapi aku hanya ingin mencoba tanpamu

 

1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari, dan 5 hari terakhir ini adalah batas mampuku menjauhimu. aku putuskan akan selalu bersamamu, sampai aku benar-benar sudah tidak bisa lagi bersamamu. oleh karena itu aku menelponmu, dan meminta bertemu di taman. kau datang dengan dress yg aku berikan waktu itu. sangat cantik

 

Tuhan, dia adalah gadis terindah, tercantik, dan terbaik yang kau pertemukan padaku

 

ku katakan aku sangat mencintaimu, dan kau langsung memelukku erat. aku senang kau peluk aku. dan kau juga katakan kau lebih mencintaiku. tapi cintaku jauh lebih besar, chagi. kau tau, kau adalah cat minyak dan aku adalah kanvasnya. kau torehkan warna-warna indah dalam hidupku yang putih ini. sangat terima kasih.

 

1bulan, 2bulan, dan sampai di bulan ketiga, aku pikir semua baik-baik saja. namun ternyata aku salah. semua menjadi lebih, bahkan sangat amat buruk

 

ingat waktu kita jalan-jalan di myeongdong kemarin? pagi itu aku pusing, aku merasa lemah, dan aku berpikir inikah waktunya?? namun aku tegaskan pada diri ini “kau pasti bisa”, dan benar aku mampu menemuimu di myeongdong. jalan-jalan, dan makan sampai sore hari tiba. kau mengajakku pulang lewat taman, tapi aku merasa badanku sudah di pada batasnya. sekali lagi aku berpikir “aku pasti bisa”, dan benar aku mampu sampai taman, dan duduk berdua denganmu. ketika kau mengajakku dansa mengikuti aliran musik, aku merasa lagi bahwa tubuhku benar-benar sudah di ambang, dan aku sekali lagi berpikir “aku pasti bisa”, dan sayangnya aku salah. aku pingsan bukan?? maaf membuatmu panik, dan repot saat itu. sungguh maaf

 

untung aku masih bisa bertahan, dan untung kau belum tau semua. aku hanya ingin kau dengar dariku sendiri. tapi sepertinya tidak mungkin. aku mendengar kau pamit ke sekolah agar bisa izin hari ini. tapi aku pura-pura diam, walaupun aku mendengarmu dengan jelas, sungguh maaf.

 

saat itu aku benar-benar berpikir, tubuhku sudah berada di puncak. sudah berada pada batasnya. sudah berada di ambang.

 

aku menulis surat ini agar kau tau bahwa aku beruntung, dan sangat bahagia bertemu denganmu sebelum waktuku. singkat namun sangat padat.

 

3 bulan sebelum bertemu denganmu, aku divonis terkena kanker otak stadium 3, hampir stadium 4. saat itu hidupku langsung datar. aku tetap bersemangat namun aku merasa kosong. jungsoo hyung tau mengenai hal ini, dia pura-pura tegar. namun aku sering melihatnya menangis di kamar. tolong katakan padanya “mianhae, hyung. neol saranghae, jeongmal saranghaeyo”. tepat beberapa saat setelah hatiku mati rasa, aku dari jauh melihatmu berjalan. dengan sedikit pancaran sinar matahari di kulit putihmu. matamu yang indah. rambutmu yang panjang membuat hatiku bergetar. setelah itu, aku mulai mencari tau semua tentangmu. namun tidak bisa total. jika aku total mencari tau tentangmu, tentunya aku tak akan ada disini dan menulis surat ini

 

namun aku bertekad untuk bertemu denganmu, dan mengatakan aku mencintaimu. dan sampai detik ini, aku sangat sangat amat mencintaimu. tak pernah ada yang lain selain dirimu

 

mungkin saat kau baca surat ini, aku sudah tidak ada di dunia ini. aku sudah pergi. tapi percayalah satu hal, bahwa aku selalu di hati dan hidupmu. aku akan selalu menjagamu, mencintaimu, dan melindungimu dari atas sana. aku akan menjadi langit, dimanapun kau berada aku tetap bisa mengawasimu. jika ada yang menyakitimu, aku akan turun dan memukulnya untukmu

 

bahagialah dengan Kyuhyun. kau tau, dia sangat mencintaimu. dia melepasmu ke pelukku dengan senyuman. itu menandakan seberapa besar hatinya untukmu.

 

ingat, kau harus tersenyum, dan bahagia. sekarang kau harus bisa tunjukkan padaku, bahwa kau bisa dengan atau tanpa aku. mengerti??

 

oh iya, aku juga mau jujur. sebenarnya aku juga tak tau sejak kapan berpikir aku mulai cinta padamu. karena perasaan ini terus tumbuh dan semakin dalam seiring berjalannya waktu. Dan jika di tanya sesungguhnya sejak kapan aku mencintaimu, aku akan menjawab “sejak dulu aku sudah sangat mencintaimu”

 

“nee, mianhanda, saranghanda, gamsahamnida, uri Lee Soo Ra

 

“You Are So Gorgeous”

 

 

with love,

Kim Heechul

5 responses

  1. Pingback: Gorgeous (Part 4 – Last) « ❤ KEEP MOVING FORWARD ❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s