We Got Married (Part 3)


“mwo?? Kibum, Nara?? kalian sedang apa!!”

suara keras menghentikan kami sejenak. suara yg tegas dan tidak asing bagi kami. suara yg bisa membuat kami pernah  terdiam berjam-jam dulu, suara yg sangat berpengaruh di hidup kami, suara yg mungkin akan menjauhkan kami semua

 

“omo, appa?? oemma” “appa??” aku & kibum terdiam di keramaian. kami hanya menunduk, dan kibum masih memeluk erat chulie. orang sekitar kami hanya memperhatikan kami semua

 

ya Tuhan apakah ini akhir dari semua? tak bisakah berjalan seperti hari ini lagi tuk waktu yg lama? aku tak ingin jauh dari chulie. dan saat ini, kibum adalah cahaya di hatiku. haruskah berakhir di saat yg bersamaan??

 

** di rumah Nara **

Kibum

Braaakkk

“yaa!! kalian, apa-apan ini!” appa & ahjussi menggebrak meja, ! membentak kami. chulie sudah di amankan, di taruh kamar Nara di lantai 2. dia tertidur

“appa, dengarkan aku” Nara menangis. dia tak bisa di bentak

“Nara-ah, kau kenapa tak jujur. kalian..” ahjumma menangis memandang kami miris

“appa, kami bisa jelaskan. ahjussi, ahjumma, dengarkan kami” aku mencoba menghampiri mereka, tp nara menahanku

“chulie, namanya chulie, appa” nara berdiri & menjelaskan

“kami menemukan dia di lorong menuju rumah. kami melihat dia kelaparan & menangis, appa. apa kami jahat?” aku mencoba meyakinkan appa ku

“tapi kalian seperti keluarga tadi. aku melihat dari jauh sejak kalian keluar mall. tak sadarkah kalian begitu, ah, kalian tampak seperti ayah, ibu, dan bayi..??” ahjumma menunjuk-nunjuk kami sambil menangis miris

“aku ingin chulie jadi anakku! aku ingin dia jadi bagian dari hidupku, oemma, appa” Nara berdiri & dg lantang berbicara pada orang tuanya

“mwoo?? apa maksudmu” aku kaget & berbisik ke nara

“anak? oh, ternyata benar. chulie anak kalian kan? keterlaluan kau kibum!!” appa membentakku & mulai marah2. appa ku sangat tegas, ini yg aku takut dari appa

“aniyo, aniyo, kami menemukannya, ahjussi” Nara berlari ke arah appa & ahjussi, dan memegang lengan mereka

“kami sayang chulie, appa” imbuhku

“Nara-ah, kau anakku satu-satunya. kenapa??” Chae Gyeong ahjumma menangis. nara hanya terdiam

“chulie adalah bayi yg kami temukan. tapi kami sudah menganggapnya bagian kami. chulie anakku sekarang!! aku tak mau dia di ambil dari ku!! andwae, andwae!!” nara menangis, berteriak, dan berlari keluar rumah meninggalkan kami

“nara-ah” “nara-ah” “yaa! Han Nara” kami semua mencoba memanggil tapi tak di hiraunya

“kibum, kejar dia. tenangkan dia. ppalli!! ppalli!!” perintah appa padaku, aku pun langsung berlari mengejar nara. tapi dia tak ada. aku tau dia dimana, tempat yg biasa kami datangi jika sedang masalah

 

*sungai Han*

Nara

“aku hanya ingin memiliki chulie. apa aku salah, Tuhan?” aku merunduk, tiba2 ada orang yg mendekapku, suaranya bisa ku kenali

“aniyo, kau tidak salah. aku juga sayang padanya, nara” kibum dengan napas yg sedikit tersengal, mungkin dia berlari mencariku

“pasti setelah ini chulie akan di bawa pergi. pergi dari kita. andwae, andwae. bumie-ah, katakan sesuatu pada mereka!! please, i love him so much, bumie-ah” aku mencengkeram lengan kibum. dia memelukku erat

“sudah, tenangkan hatimu. setelah itu kita pulang. ara?” kibum menghapus air mataku. kami duduk tuk berpikir apa yg harusnya kami lakukan. lama sekali kami terdiam

“ah, kita menikah, kibum!! bagaimana??”

“mworagoo??? yaa!! babo nara. aigoo, jjinjaa!! how dare you say it now? we are high school student isn’t we?”  aku dapat ide, ide konyol yg membuat kibum berteriak keras karena kaget

“ara, ara, kan hanya status. kau cinta padaku bukan??” aku mendekatkan wajahku padanya, lalu kibum mendekatkan keningnya pada keningku, lalu memelukku

“saranghaeyo, jeongmal saranghaeyo, nara. bagaimana kita membiayainya? mengurus bayi tidak mudah, siapa yg nanti menjaganya ketika kita sekolah? kita masih…” aku melepaskan pelukan kibum, & menyentuh wajah kibum

“sekolah, benar. kita bawa dia. atau kita bisa homeschooling, jadi bisa tetap menjaganya. iya, benar, itu ide bagus kan, bumie??” aku exited dg ideku kali ini. tapi kibum hny diam memperhatikan, dan tersenyum padaku

“kau begitu menyayanginya ya, nara??” tanya kibum

“geurae. sejak saat itu, aku adalah ibunya, dan aku ingin anakku ada di sampingku, bumie-ah” aku tersenyum pada kibum, lalu menggengam tangannya

 

** 3 jam kemudian **

 

“wah, matahari muncul, sudah lama ya kita disini. kajja kita pulang, kita hadapi ya, calon istriku sayang” kibum menggandengku menuju rumah. aku tak tau bagaimana menjelaskannya. tapi saat ini Kibum & Chulie adalah lelaki yg sangat amat ku cintai setelah appa ku. aku tak ingin pisah dari mereka. aku akan mencoba yg terbaik

 

* di depan rumah nara*

kibum

“siap?” tanyaku pada nara

“nee, kajja!” tangannya semakin erat menggenggam tanganku

 

“yaa!! kalian berulah apalagi?” suara lantang, aku langsung tau dia siapa

“hyung??” “oppa??” aku & nara menjawab bersamaan

“kenapa bisa??” nara menunjuk kiseop hyung

“kemarin appa menyuruhku pulang & menjelaskan semuanya di tlp, aku baru sampai 2 jam yg lalu. dasar kalian, berulah setiap waktu. Kajja!!” Kiseop hyung menyeretku & nara bersamaan. dan kami hanya bisa diam, dan diam. di ruang tamu, aku lihat chulie menangis di gendong chae gyeong ahjumma, dia tambah menangis melihat kami. nara langsung berlari ke chulie & menggendongnya. berhasil, chulie diam, dan tersenyum. dia tertawa dlm dekapan nara

“appa, hyung, ahjumma, ahjussi, biarkan aku & nara menikah & menjaga chulie!! ku mohon” aku bersujud & memohon

“aku mohon, oemma. aku akan berusaha sekolah dg baik, & mengurus chulie dg baik jg” nara jg bersujud di sampingku & tangannya memegang kaki ahjumma

“mwo?? menikah?? sejauh itukah??” kiseop hyung kaget & jongkok memandang kami

“nee” jawab kami bersamaan

 

 

To Be Continued 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s