We Got Married (Part 2)


“mwo?? apa ituu ??” Kibum dan aku maju beberapa langkah

“Nara-ah!!! ituuu….” kibum teriak sambil menunjuk yg bergerak itu

“huwaaaaa, bumie-ah!!!”

 

kibum berbalik ke arahku bermaksud menutupiku agar tidak melihat sesuatu itu. tapi aku tetap memperhatikan sesuatu yg bergerak itu

 

“daa… daa.. daa…” mwo? bayi?

 

“omo ni, bumie-ah? itu bayi?” aku menepuk lengan kibum pelan

“mwoo?? ba..bayi siapa disini?” kibum perlahan mendekati bayi itu

“apakah asli? ah aniyo, dia manusia?” tanyaku

 

“babo yeoja!! ini bayi asli!! kotor sekali bajunya!” kibum berteriak dan memanggilku

“omo ni omo na. bayi ini namja yaa, ada *tak usah disebut*. celananya melorot. haha” aku tertawa

 

“yaa!! tak usah kau sebutkan!! itu milikku juga, nara!” kibum malu, dan menunduk. hahaha. aku jadi tidak enak. tapi aku terus tertawa kecil

 

Kibum

“omo ni omo na. bayi ini namja yaa, ada *tak usah disebut*. celananya melorot. haha” nara menunjuk-nunjuk bayi itu

“tak usah kau sebutkan!! itu milikku juga, nara!” hah, jeongmal babo yeoja. hampir saja aku salah tingkah, malu rasanya. untung sudah lama aku kenal dia, jika tidak, aku tinggalkan dia karena malu *pesshh*

 

**kresek kresek**

 

“mwo, bumie-aah. apa itu” nara mendekat padaku, lalu pegangan pada lenganku

“ya tuhan aku bisa jantungan begini terus” jujur aku juga kaget. aku ambil kerikil agar ku bisa melempar sesuatu yg bergerak itu. belum sempat aku lempar sesuatu keluar dari balik dinding

 

“meoong, meoong, meoong” mwoo?? kucing. astaga. berlari tunggang langgang hanya karena kucing?” aku menunjuk-nunjuk kucing itu

“omo?? kucing? kita menghindari kucing bumie-ah? hahaha” Nara tertawa, geli sekali. jujur aku juga geli. mengingat paniknya kami mendengar suara itu tadi

 

“daa… daa… daa…”

 

“mwoo?? bayi itu bicara lagi?” nara menatap bayi yang di hadapanku ini

“arasso. tapi kenapa dia disini sendirian??” aku menggendongnya, dia kurus, kasihan sekali

“omo, bumie-ah, lihat ada surat!!” nara mengambil surat di atas box kecil, dan membacanya

 

“siapapun yg menemukan anak ini, tolong jaga dia dengan baik. umurnya baru 1 tahunan. aku tidak bisa merawat anak ini. ku mohon, tolong jaga dia. tertanda ibu sang bayi. 15 maret 2010”  ternyata bayi ini di buang orang tuanya. kasihan sekali. nara membacanya sangat serius

“15 maret. hmm, kibum sekarang tanggal berapa??” tanya nara

“tanggal 15, ah, tanggal 16!!” jawabku santai

“mworago??” aku & nara saling lihat dan kaget

“ja jadi bayi ini hampir 2 hari tidak makan?? omo ni omo na. kasihan kamu, sayang” nara langsung merebut bayi ini dari gendonganku, memeluknya, dan mencium keningnya. sekilas dia seperti seorang ibu yg rindu pada anaknya. seperti seorang Nara yg berbeda. Nara yg sosoknya belum pernah ku temui

“ayoo kita cari makanan untuk dia. coba lihat ada makanan atau baju ganti tidak?? kotor sekali dia” aku mengambil bayi itu lagi dari gendongan nara. nara mengubek-mengubek box kecil itu

“adanya hanya baju, bumie-ah. berarti benar, dia tidak makan dari kemarin. kejamnya ibu itu” nara menggerutu sambil memakaikan baju itu ke bayi yg ku gendong

 

**20 menit kemudian**

 

“omo na, aegyoo~ , bumie-ah” sekarang bayi ini sudah rapi. jelas saja dia sudah di bersihkan pakai  20 tissue basah & 1 pak kecil tissue kering, di beri parfum Nara yang baunya semerbak seperti bunga, dan di bedaki hingga wangi

 

“mau di namakan siapa bayi ini. yaa setidaknya agar kita tidak bingung” tanyaku pada Nara. biasanya masalah nama dia ahli, karena dia hobby membuat cerpen, dan cerpennya selalu jadi favorit teman-teman

“Ryeowook? Heechul? Taemin? Minhyuk? yang mana yg menurutmu bagus. bagaimana kalo Ryewook? kita bisa panggil dia wookie?” ujar nara sambil menghitung nama dg jarinya yg dengan mudah dia dapatkan saat menutup mata kurang dari 5 detik

“bagaimana jika heechul saja? kita bisa panggil dia chulie? chulie, chulie, chulie?” aku meyakinkan nara agar memilih nama chulie. lebih mudah disebut

“ara, ara. ouww, uri chulie. uri chulie. chulie-ah” nara sepertinya sayang dengan chulie, bayi mungil temuan kami.

“kajja, kita ke taman. sekalian beli makan siang, dan susu bayi tuk chulie” aku menggandeng nara, dan menggendong chulie. kami bernyanyi di sepanjang lorong dan jalan menuju taman. aku merasa ini latihanku sebagai appa dan yeobo suatu saat nanti. menggendong anakku dan menggandeng istriku. hahaha

“mwoo?? apa yg aku pikirkan. Nara?? aish, sudahlah” bathinku

 

Nara

oh my gosh, we got a baby. not mine actually. but we found him today. we called him, chulie. he is cute isn’t it. but i think chulie is so familiar. his face, hmm, i don’t know but i love his face. so cute

 

“kau tau kibum. baru kali ini aku menggendong, memakaikan pakaian, dan mendandani bayi. sangat menyenangkan ya” aku mengelus pipi chulie, mencium chulie

 

“nado, babo yeoja. haha. yak, kita sampai di toko. kau ambil susu bayi, dan susu yg di lemari es, ambilah bubur instan, & makanan bayi. aku & chulie mengambil bbrp makan & minuman ringan, membeli botol susu, mangkuk, sendok, lalu termos kecil, dan meminta air panas tuk membuat susu, dan minuman chulie. arasso??” kibum memberi aba-aba apa yg harus aku beli, dan kau tau, saat mengatakannya kibum seperti seorang ayah yg berbelanja di toko bersama anaknya

 

** 30 menit kemudian **

 

“sudah kau bayar??” aku mengangguk

“kajja kita ke taman, dan cari tempat yg sejuk. kasihan chulie lapar” tanganku kembali di gandeng oleh tangan kibum yg jg penuh belanjaan. aku sih sudah terbiasa seperti ini

 

** di taman **

memasuki taman, aku merasa di perhatikan sekeliling. aku lihat diri dari atas sampai bawah, lihat kibum sampai atas sampai bawah, lihat chulie dari atas sampai bawah. tak ada yg aneh, mengapa mereka melihat kami begitu ya?

“yaa!! waeyo? ada yg salah!” kibum menegurku, dan chulie tersenyum padaku

“ah, aniyo. Kibum, chulie” aku mengelus pipi chulie

“mwo?? aha, arasso. kenapa kami begitu di perhatikan. kami berdua masih memakai seragam sekolah, bergandengan, membawa belanjaan, dan membawa bayi. aigoo~” bathinku. aku tidak bilang apa-apa pada kibum, nanti saja. lebih baik pede saja, bukankah aku ahli **fiuuh**

 

Kibum

“yaa!! waeyo? ada yg salah!” aku menegur nara yg sibuk melihat dirinya, diriku, dan chulie dari atas sampai bawah

“kenapa kau begitu feminim hari ini, babo yeoja?” aku menyenggol bahu nara dan dia tersenyum

“ah, aniyo. gwenchana. baru kali ini aku begitu dekat dg bayi. tak tau kenapa aku sayang sekali padanya. kau tau Kibum, suatu saat nanti aku jg jadi oemma. ini adalah latihanku” wajah nara tampak serius. dia mengutarakan padaku tentang apa yg tadi diam2 aku pikirkan

“geurae. wah, hujan, kajja ke gazebo itu. ppalli, nara” aku berlari sambil menggendong chulie, dan menggandeng nara

“sungguh, ini seperti drama2 yg selalu di lihat nara. entah kenapa aku ingin waktu yg seperti ini di pause saja, agar aku bisa latihan jadi appa dan yeobo yg baik” bathinku

 

** gazebo **

sudah jam 5 kami disini, menunggu hujan reda. Untung sepi. syukurlah, kami bisa membuat makanan tuk chulie

“ayo kita buat makanan. kau lapar chulie??” aku menurunkan chulie dari gendonganku. Aku dan nara sibuk membuat bubur & susu untuknya. chulie hanya bermain dengan gantungan tas boneka milik nara yg sengaja ia lepas

“taraaa, ayo kita minum susu dulu ya, chagi” nara menggendong chulie di peluknya dan meminumkan susu di botol perlahan. setelah susu habis, ia menyuapi chulie dengan bubur beras merah instan yg tadi ia beli. dia cekatan tuk pemula, sangat cekatan mungkin

“manisnya nara. kenapa aku baru sadar sekarang setelah 6 tahun bersahabat. pantas banyak sekali namja KISS yg menembaknya” aku melamun melihat nara sibuk bermain dg chulie dan tertawa, sambil menunggu hujan reda. akhirnya terlihat sisinya yang lain. “Tuhan, bolehkah aku menyukai yeoja ini? oemma, aku menemukannya. seseorang yang dulu pernah kau katakan akan menjadi oemma dari anak-anakku. bisakah aku memilihnya? bolehkah aku memulainya?” bathinku

 

 

To Be Continued😀

One response

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s