We Got Married (Part 1)


aku adalah anak tunggal di keluargaku. appa & oemma juga anak tunggal di keluarga mereka

 

tetanggaku? ia anak kedua dari dua bersaudara. oemma-nya meninggal 6 tahun yg lalu di Amerika. appa-nya jg tidak menikah lagi. yang ada hanya kakak laki-lakinya. umurnya juga 3 tahun di atas kami.

 

itulah alasan utama kami sangat senang bertemu dengannya. dan sudah terlanjur menyayanginya

 

****

 

namaku Han Nara, dan Kim Kibum adalah tetanggaku. dia pindah sekitar 6 tahun yg lalu dari Amerika di samping rumahku. kami bersahabat sejak itu, karena kami saling terbuka. kami sekarang kelas 2 SMA di Korean International Social Study, dengan kurikulum berbahasa inggris. KISS masuk 5 besar sekolah terbaik di Korea Selatan.

 

ku jelaskan sedikit tentang kami, bukannya sombong atau apa. aku adalah pemegang nilai Sains terbaik pertama di KISS khusus SMP dan SMA. sedangkan Kibum adalah pemegang nilai Sains terbaik kelima setelah sunbae kami, Cho Kyuhyun, Kim Ryeowook, & Lee Donghae. Kibum jg selalu jadi juara pertama dalam ujian beberapa bahasa se KISS. sekolah kami terdiri dari SD, SMP, SMA, dan Penjurusan. apakah kami bangga? tidak. aku dan Kibum biasa saja

 

kami biasa berangkat dan pulang bersama. dan entah mengapa hari ini Kibum mengajak jalan kaki lewat jalan belakang. jalan ini adalah satu2nya jalan memotong bagi pejalan kaki ke rumah kami. memang agak jauh memang kalau jalan kaki, dan sepi. ada lorong panjang yg jarang di lewati orang2 karena sempit dan kurang cahaya. tapi bisa langsung ke pusat kota & taman kota. baru seperempat jalan, aku mendengar suara aneh.

 

“huuwaa huuwaa”

 

suara anak kecil menangis, makin lama makin keras

“yaa, bumie, tangisan itu kau dengar tidak?” aku bertanya pada kibum  yg berjalan di depanku

“tentu saja, aku tidak tuli, han na ra” kibum terus jalan ke arah sumber suara itu pelan-pelan

 

“huwaa huwaa”

 

makin lama makin kecil. kata Kiseop oppa (hyung-nya Kibum), jika ada suara dari jauh besar lalu makin besar dan ketika kita datangi lebih kecil pasti ada sesuatu. aku jadi merinding

“Nara, kenapa kau diam saja? bicaralah, aku jadi takut” Kibum menggoyangkan tanganku yg sedang pegangan di pinggangnya

“nee, ara. suaranya kenapa makin lama makin kecil yaa??” aku semakin menempel ke tubuh kibum

“geurae. yaa, nara-ah, kenapa disana gelap ?” kibum mempercepat langkahnya sambil menarikku

 

“bumie, bumie, bumie-ah” aku menarik-menarik baju kibum, dan kibum berhenti

“waeyo, nara?” dia berbalik dan menatapku

“kau dengar itu??” aku menelan ludah dan meyakinkan Kibum bahwa ada suara kresek kresek dari samping kiriku

“ah, aniyo. tak ada apa2 kok” kibum mulai jalan lagi dg menggandengku, dg langkah yg lebih cepat

 

*kreseek kreseek*

 

“tuh kan, ada suara” bathinku

 

*kreseek kresek*

 

“aigoo~~” bathinku lagi

 

*kresek kresek kresek*

 

“yaa, Nara. kau dengar bunyi tadi tidak?” kibum menggerakan tangan kananku dan berbalik menatapku

“yaa!! itu tadi yg bunyi, bumie-ah!!!” suaraku meninggi dan ada suara kresek-kresek lebih besar

“mwoo??” aku dan kibum sama-sama blank

“waaaa—-” aku dan kibum sama-sama berteriak dan lari menjauh

 

ah harusnya aku tak mendengarkan Kibum untuk lewat sini.

 

“ku kira sudah agak aman, nara!” kibum ngos-ngosan dan melepaskan genggaman tangannya dari tanganku. lalu memberiku sapu tangan tuk menyeka keringat

“omo ni, Kibum. Kim Kibum, i t u, a p a a” aku melihat sesuatu bergerak-gerak, merangkak

“mwo?? apa ituu ??” Kibum dan aku maju beberapa langkah

“Nara-ah!!! ituuu….” kibum teriak sambil menunjuk yg bergerak itu

“huwaaaaa, bumie-ah!!!”

 

 

To Be Continued  :D 😀

One response

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s