We Got Married (Last Part)


“mwo?? menikah?? sejauh itukah??” kiseop hyung kaget & jongkok memandang kami

“nee” jawab kami bersamaan

“kalian apa bisa mengurusnya? nara, kau mengurus dirimu saja tak bisa? & skg harus mengurus kibum & chulie. bagaimana nanti??” Ji Hoon ahjussi mengelus rambut nara

“ah, itu aku akan membantunya mengurus chulie, ahjussi, jgn khawatir” aku membela nara

“kau, apa yg kau bisa, kibum? kalian masak saja tak bisa. kalian sungguh, ah, molla” kiseop hyung menatapku miris

“geurae. kamarmu saja terkadang nara yg rapikan. hidup kalian belum matang” imbuh appa. ahjussi, hyung, & appa menceramahi kami. blm pasti di izinkan atau tidak, kami hanya diam mendengar semua fakta2 ttg kami. nara menangis dg menggendong chulie yg tertidur, aku yg hanya berpikir, kasihan chulie. tapi aku tak ingin berpisah dg mereka. aku terlanjur sayang pada chulie, & sangat mencintai nara

 

“menikahlah” mwo?? aku kaget mendengar ahjumma berkata menikahlah

“mwo??” “what??” “mwo?” “ahjumma?” “oemma??” kami semua kaget & melihat ke arah Chae Gyeong ahjumma

“menikahlah & jagalah chulie dg baik. beri dia nama yg bagus & siapkan kamar tuk dia tidur. aku lelah, ingin istirahat. nara, kibum, siapkan peralatan mandi & makan chulie, sudah jam 7” imbuh ahjumma sambil berjalan masuk ke arah kamar

“jjinja?? appa?? ahjussi? oppa??” yakin nara

“ah, aku ikut sajalah. yah, aku di dahulukan. haha” kiseop hyung mengacak-acak rambutku.

“yaa, baiklah. sekolah di utamakan juga” imbuh appa & Ji Hoon ahjussi

“ah, tapi jika sudah berkeluarga, sekolah & keluarga utama” imbuh kiseop hyung

“lakukanlah dg baik mulai skg. belajarlah bekerja sama, nara-ssi, kibum-ssi, arasso??” ucap ahjussi. kami langsung memeluk ahjussi & berlari memeluk ahjumma. ah aniyo, skg dia oemma & appaku. gamsahamnida

 

** 3 bulan kemudian **

 

Nara

“yaa! aku ingat 1,5 bulan yg lalu, bumie-ah” teriakku dari halaman depan. oh iya, 3 bulan telah berlalu. 1,5 bulan yg lalu kami menikah. appa & ahjussi membuat rumah kecil diantara rumahku & kibum. rumah yg masih butuh pengawasan orang tua. rumah kecil yg berisi aku, kibum, dan heechul alias chulie.  kami hidup sebagai siswa homeschooling, orang tua, anak, pekerja, dan peran rumah tangga. saat itu KISS heboh karena kami  mengundurkan diri, & menikah

 

“ingat apa?” jawab kibum singkat

“KISS yg terguncang saat kita menikah, & saat kita mengundurkan diri tuk homeschooling” aku tertawa jika mengingat semua hal itu

“aku yg repot, babo yeoja!!” yaa, saat itu kibum paling repot. lelaki yg mengincarku sangat banyak, mereka marah2 ke kibum. belum lg fans2 kibum yg menggila. tapi kibum pura2 tenang, walaupun saat itu dia yg paling stres. hahaha

“mianhae, uri kim kibum” aku mencium bibirnya kilat, dia kaget dan tertawa

“hahaha. arasso, uri Kim Nara” dia memelukku. mwo?? Kim nara?

“kim nara? ya!! na neun han nara. babo namja” aku memukul pelan kibum, tapi tatapan kibum miris. astaga menakutkan, aku langsung terdiam

“mwo?? waeyo??” tanyaku pada kibum

“your name was change. Kim Na Ra, just like my name. you got it. aigoo, kenapa lupa??” kibum menjitak kepalaku pelan, lalu memelukku

“omo? ah, mianhae, chagi. haha” aku melepas pelukan kibum & menyatukan telapak tangan tanda menyesal. aku terkadang lupa bahwa aku sekarang adalah istrinya, dan namaku adalah Kim Nara

“ah, ara, ara, kau itu ..” belum sempat kibum melanjutkan kata-katanya chulie menangis

 

“huwaaa…huwaaa…”

 

“woah, chulie menangis, bumie-ah. ppalli, ppalli” aku & kibum berlari ke dalam tuk melihat keadaannya. ternyata dia bangun tidur, kami sampai panik. kami tertawa melihatnya bangun tidur, senyumnya membuat kami hangat

 

Kibum Pov

nara menggendong chulie dg pebuh kasih sayang

“ya sudah, kita mandi saja ya chulie. mandi dengan oemma ya” nara mencium chulie

“mwo? mandi bersama” aku menarik tangan nara

“geurae, waeyo?” tanya nara

“ah, aniyo, hanya saja aku… eumm, aku..” aku ingin bilang aku ingin dekat denganmu. masa 1,5 mencium bibirmu saja belum pernah, apalagi melakukan hal yg lebih jauh lagi. tapi aku malu mengatakannya

“bagaimana kita mandi bersama” teriakku spontan. aku langsung terdiam, ini terlalu jauh di bandingkan menciumnya

“bagaimana chulie? bolehkah?” tanya nara pada chulie

“appa, appa, appa” jawab chulie, nara hanya tersenyum, dan memberikan handuk yg ada di pundaknya kepadaku

“ayo cepat, sudah sore” nara tersenyum malu, lalu berjalan ke arah kamar mandi utama

“yess” bathinku

“chakkanman, chagi-ah” aku merangkul nara & chulie. mandi bersama dengan istriku & anakku. di umur yg ke 17 ini aku mendapat hal yg sangat luar biasa & melakukan hal yg semuanya adalah yg pertama

 

mulai sekarang, tak hanya ada kau dan aku, kami. tapi ada dia, kami menjadi kita. aku, kibum, dan chulie. berharap semua bisa kami atasi. walaupun sangat tidak mudah, namun kami akan berusaha. masalah bagaimana kami kedepannya, kami hanya akan jalani semua dg baik. tersenyumlah chulie, senyummu membuat appa & oemma bahagia, arasso, chulie.

 

– FIN –

 

4 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s