Ever Lasting Friends (Part 2)


“hey, kalian sedang apa? oppa, gomawo, game mu ku kalahkan” sapa eunsya, & langsung melempar psp ke arah kyu. walaupun eunsya seumuran dengan kyu & kami semua, eunsya selalu memanggil kyu dengan sebutan oppa. karena menurut silsilah keluarga, Kyu lebih tua dari Eunsya.

“ya!! babo, main lempar saja!” ketus kyu pada eunsya. sedangkan eunsya tenang menanggapi teriakan kyu

“ini murid baru, silahkan” heechul bersama seorang namja

manis, matanya bersinar, & rapi. Senyuman yang membuatku jatuh cinta pada yesung dulu untuk pertama kalinya. Senyuman yang membuat aku terdiam sesaat letika dia tertawa dengan heechul. Siapa namja ini?

“annyeonghaseyo, kim kibum imnida, mohon bantuannya” astaga, namja ini manis sekali. senyumnya hampir membuat jantungku berhenti berdetak, aku terdiam sejenak memandang namja ini

“ah, kau manis sekali, kibum” ucap nadya, dia mudah terkesima dengan namja yg tersenyum manis, seperti kibum sekarang

“hey, kau milikku. kau milikku. ku milikku. kau milikku” donghae mengucapkan kau milikku berulang kali & menarik-narik lengan nadya. nadya hanya melirik tajam ke donghae

“cih, manjanya” ketus kyu melirik ke arah donghae

“annyeong, kibum-ssi” senyum ramah chaerin menyapa kibum

“tau tidak, kita sekelas dengan kibum. aigoo, senangnya” heboh eunsya sambil bergelayut manja dg chulie

“akhirnya kita semua genap. hahaha. 10 orang, yes” ucap chulie girang

“mwo? genap?” tanya kibum

“geurae. 10 orang. na, chaerin, eunsya, nadya, mone, kyuhyun, donghae, heechul, yesung,  dangshin, kibum-ssi” lanjutku sambil menepuk bahu kibum yg tegap

 

“ah, itu mone dg yesung. wah, pasangan baru” teriak nadya. kami semua langsung fokus ke yesung & mone yg sdg berjalan kemari

“cuit cuit, pulang sekolah bisalah makan-makan” imbuh eunsya

“aku juga mau jika makan” imbuh kyu girang yg langsung di pelototi chaerin

“ah, mian, chagi” kyu menunduk

 

“chukae, yesung, mone” “chukae” teriak heechul & chaerin. mone menggandeng lengan kiri yesung. yesung memperhatikanku

“seharusnya aku kan yg di sampingnya” bathinku, ah, bicara apa aku

“chukae~ yesung, mone. traktir yaa” aku langsung berlari ke arah yesung & mone, memeluk mereka

“gamsahamnida nara-ah, chingudeul” mone memelukku lalu berlari ke arah eunsya & lainnya

“chukae yesung” aku merangkul lengan yesung, dia melihatku, dia tersenyum. senyuman favoritku

“bukankah ini kau yg minta, nara-ah??” jawab yesung tenang. aku shock mendengarnya. dia sedikit terdiam melihatku merunduk. lalu dia tersenyum & menarikku ke arah teman-teman. mereka heboh sekali. maklum ini adalah hari pertama mone & yesung, & sedikit tiba2 mungkin

 

“namja ini diam saja” bathinku. aku memperhatikan kibum dari tadi, dia tanpa suara, hanya mengamati semuanya

“hey, gwenchana, bumie-ah??” aku menegurnya

“ah, gwenchanayo, nara” jawab kibum. aku tak tau mengapa, ia melihatku seperti, ah, tak tahulah

“mwo?? nuguseyo??” mone melihat kibum, lalu mendekat ke kibum

“ah, mianhae, annyeong kim kibum imnida. aku murid baru disini” ucap kibum ke arah mone & yesung

“kim jong woon imnida, panggil aku yesung” yesung memperkenal dirinya

“na neun, song mo ne imnida” imbuh mone

“annyeong” jawab kibum

“5 namja, 5 yeoja. aigoo, bagusnya. pasangan” celetuk mone

“yaa! mone-ah, kita harus mencarikan mereka pasangan” ucap donghae & nadya melirik ke arahku & kibum

“mwo??” “mwoo??” “what??” ucap chaerin, chulie, & kyuhyun berbarengan. semua jadi melihat ke arahku & kibum. eunsya senyum-senyum saja, ada niat terselubung pasti. jika dia mulai begitu, rasanya ingin ku tarik saja hidungnya

“ah, sudah, aku tak peduli. hey, kibum, ayo ku antar kau mengelilingi sekolah” aku menyela pembicaraan mereka & mengajak kibum pergi

“ah, gomawo. aku permisi ya” kibum & aku beranjak dari tempat kami berdiri & meninggalkan mereka. meninggalkan yesung & cintaku mulai detik ini

 

chaerin Pov

aku tidak melihat nara sedih ketika yesung datang. aku hanya melihat matanya bicara. dia mengajak kibum berjalan-jalan mengelilingi sekolah. aku tau itu hanya trik nara agar dia bisa bebas dari obrolan tentang yesung & mone, walaupun mungkin dia jg ingin tau kebahagiaan mone. yeoja yg sangat aneh. tak pernah jujur dg hatinya & selalu menganggap semua pst baik-baik saja. padahal hatinya sangat sakit

 

“ah, sudah. mone, eunsya, nadya, kajja kita ke kelas. tapi ke kamar mandi dulu yaa” aku mengajak para yeoja ke kelas, karena aku berpikir, para namja harus bicara. sorot mata kyu yg mengatakan bahwa aku harus mengajak mereka pergi dari sini. semua ini salah, menurutku sangat salah

“bye, my cloud” ucap mone

“bye my fishy” ucap nadya

“bye my cinderella” ucap eunsya

aku hanya diam tapi melambaikan tangan pada kyu. aku hanya tersenyum. rasanya, tak tahulah sedih, senang, marah, kesal, bercampur

 

Kyuhyun

setelah kibum, nara, dan para yeoja pergi. aku terdiam, semua hening. yesung, donghae, & heechul merapat.

 

**buaakkk*

aku berdiri lalu memukul keras yesung, dan ia hampir terjatuh, tapi di tangkap heechul

 

“yaa!! kenapa? sakit?” bentakku

“woot woot woot (khusus chulie, baca: wait wait wait) jangan main tanganlah” chulie melerai kami

“sudah sudah, kita bicara saja” donghae menarik tubuhku menjauhi yesung yg sdg kesakitan ku pukul

“pukullah lagi. sebanyak & sekeras yg kau mau, kyu” aku mendengar suara yesung spt menantangku. aku diam untuk fokus & tdk emosi, spt kata chaerin

“aku bingung. aku tak tahu!!” bentak heechul

“harusnya kau bisa lebih jujur, yesung” ucap donghae pelan. aku hanya diam & melihat mereka duduk

“kau sadar kan??” tanya chulie, tapi yesung hanya diam

“ya!! barebwa!!” bentak donghae

“mollayo, donghae, chulie” jawab yesung bergetar

“harusnya kau mengerti. bukankah sudah ku bilang, utarakan, utarakan!!” bentakku

“sudah!! tapi aku terlambat, mone keburu cerita pada nara, bahwa mone cinta padaku. oettohkke, kyu? oettohkke??” aku diam, chulie menutup mata, donghae rebahan di rumput dan menghela nafas

“kau tau, nara sangat mengharapmu” ujar chulie

“aku & nadya pikir kau bersama nara ketika aku mendengar gosip kau menjalin hubungan tadi pagi” ucap donghae menepuk bahu yesung

“dia yg menyuruhku menerima mone!!” papar yesung tiba2

“mworago??” ucap kami berbarengan

“ayolah, jangan bercanda!” donghae kaget & bangkit dari tidurnya

“geurae. dia bilang, mone sangat cinta padaku. dia ngotot & menangis di hadapanku. aku tau cinta mone tulus padaku, namun aku bimbang. kau kan tau dari dulu, aku cinta pada nara. waktu itu nara meyakinkanku, bahwa aku pst bahagia dengan mone. sungguh, aku tak bisa melihatnya menangis” papar yesung. ah, namja ini, rasanya aku ingin menenggelamkannya ke sungai amazon biar di makan piranha atau di telan anaconda. tiba2 aku ingat kata2 chaerin “tahan emosi, jaga diri, dan sabar, chagi” untung saja yeojaku paham bagaimana mengendalikanku

 

** buuakkk **

 

donghae memukul perut yesung, aku diam saja wlpn kaget setengah mati melihat seorang donghae memukul yesung, yg notabene sahabatnya sejak kecil

“babo!! jeongmal babo namja” donghae menangis. memukul2 tanah sambil menangis

“mianhae, hae” yesung menunduk

“kau harus menjalani dengan mone, benar?” imbuh chulie menepuk bahu yesung

“nee, arasso. aku tak mau menyakiti hati siapapun lagi” jawab yesung

“ku perjelas, disini hanya mone yg tak tau masalah ini. jangan sampai kau keceplosan. arasso” aku menepuk kepala yesung & tersenyum

“hah, kajja, kita ke kelas. tapi cuci muka dulu ya. aku malu ketauan nangis sama nadya. nanti dia mengolokku” pinta donghae

“crying baby??” tanyaku

“aigoo, tak usah di sebutkan” donghae menunduk malu

“hahaha. kajja” aku membangunkan chulie & yesung. dan semua kami anggap selesai. toh jika nara & yesung menganggapnya selesai, kami tak bisa apa-apa juga

 

aku tau hati yesung sakit. namun hati nara jauh lebih sakit & hancur dari pada yesung. yah, biarlah waktu menjawab

 

** di kelas **

Mone

hari ini hari pertama aku menjadi kekasih yesung. aku bahagia, & semua bahagia. nara yg pertama kali ku beritahu tentang ini, & dia bahagia. nara, eunsya, chaerin, nadya, adalah sahabatku. mrk tau seluk belukku & mrk jg tau aku & nara mencintai namja yg sama. mrk pura2 tak tau & bersikap biasa. walaupun yesung & nara lebih lama bersama. namun aku tak ingin melepaskan yesung. mereka semua tertawa & bahagia denganku, spt tak ada masalah

 

“aku tau aku jahat. jangan di kira aku tak tau hati nara yg hancur. melihatnya tersenyum & tertawa di saat hatinya hancur, sungguh aku paham sifatnya. tapi sungguh aku tak bermaksud menyakitinya. saranghae nara, mianhanda. aku tak mau menambah sesaknya jika ia tau bahwa aku sudah mengetahui ia & yesung saling sayang” bathinku

 

“yaa!! kau jangan melamun. yesungmu masih di bawah. Hahaha” tegur eunsya, & yg lainnya langsung tertawa

“kyu lama sekali. dasar” chaerin menggerutu karena kyu & yg lainnya lama

“ah, nara masih blm kembali?” tanya nadya

“molla, dia bersama kibum tadi” “ah, iya benar” jelasku & chaerin

“mereka berjalan-jalan, mengelilingi sekolah. kibum kan murid baru, perlu bimbingan. hahaha” celetuk eunsya. aku rasa eunsya yg paling mengerti hati nara. walaupun eunsya sikapnya dingin, namun hatinya hangat. hangat ke semua, terutama ke nara. namun ia bersikap bahwa semua baik-baik saja. benarkah itu??

“nara & kibum serasi ya. senyum kibum mempesona, sama seperti sifat nara” papar nadya

“bagaimana kita jodohkan??” ucap chaerin tiba2

“molla” jawabku singkat

“molla knp?? benar jg. mereka cocok. dari luarnya kurasa pas, hanya tinggal dalamnya” ujar eunsya menjelaskan

“lihat nanti saja. kita blm kenal kibum, jgn paksa nara” jawabku tenang. yg lain hanya mengangguk tanda setuju, eunsya hanya tersenyum

 

aku rasa mereka benar. semoga kibum orang yg tepat tuk nara. aku tak akan melepas & menyerahkan nara sahabatku ke tangan yg salah. karena aku sendiri yg akan menghajar namja itu jika membuat nara sedih. karena mulai sekarang, aku yg akan menjaga nara

 

** taman belakang **

 

kibum

Sepanjang perjalanan, nara menjelaskan bangunan2 di sekolah ini. ucapannya fokus, tapi apakah hatinya juga?? ketika namja yg bernama yesung datang, senyuman riangnya berubah, aku bisa merasakannya

 

“kau tak apa, nara?” tanyaku

“ah, kenapa tanya begitu, bumie??” jawab nara. dia tersenyum

“hahaha, tak apa hanya bertanya. gomawo sudah mengantarku” aku mengucapkan termia kasih pada nara, dia tertawa. sorotan matanya menandakan ketulusan hatinya

“tak apa, mulai skg kita akan selalu bersama bukan” papar nara

“kajja, bumie-ah, kita kembali” dia tersenyum & merangkul lenganku

“mulai sekarang jika ada apa-apa, kau harus beritau aku atau yg lainnya. satu untuk semua dan semua untuk satu. arasso” imbuhnya

 

“yes, i found them. teman yg bisa bersama saat suka dan duka”

 

“aku menemukan seorang gadis. gadis yg tulus & baik. gadis yg mulai saat ini adalah satu-satunya di dalam hatiku. nara, i’m in love with you at the first sight” bathinku

 

 

To Be Continued 😀

2 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s