Sky of Love


hai, apa kabar? maaf aku baru bisa datang. ah, lihat, langitnya cerah sekali. kau suka kan langit cerah.

 

aku ingat dulu kau selalu membawaku kesini sepulang sekolah. kau tau, aku senang.

 

sebelum ku mengenalmu, aku hanya seseorang bisa. kau yang selalu menggangguku. namun kau tiba-tiba katakan cinta. aku harus apa. aku awalnya menolak, tentu saja aku tak mengenalmu. lalu kau mengajakku ke sungai ini. kau katakan “lihat ke atas” “itu hadiah untukmu” ya, kau memberikan hadiah langit. dan aku hanya tersenyum. tanpa alasan, saat itu juga aku menerimamu dan mulai hari itu kita selalu bersama. aku sudah tidak menjadi biasa. aku luar bisa bila denganmu

 

banyak kenangan yang terukir selama ini. ketika langit mendung, pasti kau muram. kau bilang “langitnya menangis” aku hanya tak paham jalan pikiranmu. aku terkadang berpikir mengapa aku bisa menerimamu

 

ketika ku tanyakan mengapa kau suka langit. kau bilang “haruskah ada alasan jika kita menyukai sesuatu?” secara tidak langsung, jawabanmu menjawab pertanyaanku. mengapa aku menerimamu

 

“suka atau tidak suka, tidak semua orang memiliki alasan. jadi tidak perlu di ungkapkan” itulah lanjutan kalimatmu saat itu

 

kau adalah seseorang yang membuatku merasakan hal yang pertama kali dalam hidupku. semua hal tuk pertama kalinya ku lakukan bersamamu. sungguh terima kasih

 

saat kau tiba-tiba menghilang, aku panik. rumahmu kosong, tak ada yang bisa ku tanyakan. sahabat-sahabatmu tak tau dimana dirimu. aku panik

 

berbulan-bulan setelah kelulusan, bahkan ketika kuliah, aku  terus mencarimu, dan berharap bertemu denganmu. kau tau, aku rindu padamu. aku hampir pasrah. aku ingat, kau pernah bilang padaku “kalau kau rindu padaku, datanglah ke sungai ini. hatiku disini” kau tersenyum padaku saat itu

 

saat itu juga aku berlari menuju sungai, dan benar dari jauh aku melihatmu, memakai baju biru langit. warna kesukaanmu. aku langsung berlari menghampirimu dan memelukmu. kau kaget saat itu. tapi kau tak ada respon. kau hanya diam. ketika aku tanya kau kemana saja, apa yang kau lakukan, apa kau baik-baik saja. kau hanya menjawab “tak penting. sudah ya, aku pulang” kau meninggalkanku begitu saja dengan perasaan bingung. kau tau, aku sangat amat merindukanmu, namun kau begini

 

disini, ku ingat-ingat lagi. macam-macam hal kita lakukan disini. setiap hari selalu bersama. kau tau, aku bahagia bila denganmu. walaupun aku harus berurusan dengan kekasihmu yang dulu. tapi kau selalu membelaku dan ada di sampingku. aku hanya duduk sendiri disini, selalu mengingatmu. dan yang paling menyedihkan adalah tanpamu

 

aku mengingat kembali semuanya. hari dimana kau tak datang saat upacara kelulusan. Beberapa minggu setelah itu aku di beri tau kalau kau sakit. Tepat di hari kelulusan itu. Beberapa minggu kemudian aku mendapat kabar baru. lalu menyusul ke rumah sakit dan melihatmu terbaring lemah dengan tatapan kosong

 

 

inikah alasan kau pergi dariku?

inikah alasan kau menjauhiku?

inikah alasan 2 tahun ini kau menghilang?

 

kau kaget melihatku, dan membuang muka ke arah jendela.

aku menangis melihatmu. aku marah mengapa kau tak katakan padaku tentang sakitmu. kau bilang “pasti kau akan begini, panik, dan terlalu khawatir. itu sebabnya aku lebih memilih pergi dan diam”

 

aku hanya diam dan terus melihatmu. kau bilang padaku “kau harus bahagia tanpa aku. pergilah dengan seseorang itu. dia pantas untukmu” dengan senyuman termanis yang biasa kau sunggingkan, kau ucapkan kalimat itu. aku memelukmu, ku katakan kau adalah yang pertama. ku mohon, jangan katakan macam-macam. namun kau bilang “kau pikir aku tidak mencintaimu? hah? justru karena aku mencintaimu, aku meninggalkanmu agar bahagia!!” kau diam, lalu aku memelukmu, kau terus menangis. ku katakan hanya kau yg aku cintai, hanya kau yg aku ingini. lalu kau memelukku erat “aku sangat terima kasih. aku juga cinta padamu. tetaplah disini” aku akan disini, selama yang kau mau, aku janji

 

berhari-hari ku menunggui mu. kau tetap semangat. aku takut kau tak kan sembuh. dan kau bilang “aku pasti bisa. kan ada kau disini” aku pun jadi ikut semangat bersamamu. kau membuat gelang, satu untukmu & satu untukku. kau bilang “jangan hilang yaa. paham” wajahmu makin hari makin pucat, aku khawatir

 

hari ke 27

“lihat ini photo-photo kita. tolong kau cetak ya” kau menyodorkan camera yg biasa kita bawa kemana-mana dulu. dari dulu, kau suka sekali memotret. apapun kau potret.

 

tanpa aku sadari, saat itu adalah hari terakhir melihatmu. saat terakhir melihat senyum & tawamu

 

Ku putuskan berlari tuk mencetak semua photo itu. kau tiba-tiba menelponku “lama sekali!! apakah sudah? jika sudah cepat datang” wajah ngambekmu terlihat jelas di video call saat itu, namun sebelum kau menutup telponnya kau tersenyum padaku “aku cinta padamu. terima kasih, dan merepotkan” lalu aku hanya tersenyum dan mengangguk. aku pun berlari agar cepat sampai. belum lama aku berlari, hpku berdering. kakakmu menelponku. ia bilang kau sudah tiada, sesaat setelah menelponku. spontan aku berlari sekencang-kencangnya. dan benar setelah aku sampai disana, matamu sudah tertutup

 

“kau harus bangun. lihat ini, semua  photo sudah ku cetak. lihat ini. kau harus bangun” apakah kau mendengar aku berteriak disana? berkali kali ku berteriak kau tetap diam. aku menangis keras, kakakmu memelukku. keluargaku & keluargamu menangis di pintu masuk kamar

 

aku terlalu shock untuk melihatmu terakhir kali di pemakaman, sungguh maaf. ibuku bilang “acara sudah selesai” aku tidak menjawab. berhari-hari aku mengunci diri di kamar. orang tuaku panik, kakakku juga. aku hanya diam ketika pintu kamarku di dobrak. aku tau tak seharusnya aku menangis seperti ini. tapi hatiku hancur. maafkan aku

 

aku merasa aku tak bisa tanpamu. memikirkanmu pergi saja membuat aku hampir gila. apalagi menerima kenyataan bahwa kau sudah tak ada

 

aku berjalan kaki ke arah sungai. berharap bisa melihatmu disana. dari jembatan ini, aku tak bisa menemukanmu. kau tau hatiku hancur. aku ingin menyusulmu saat itu. ketika ku naiki jembatan & melompat ke sungai, tiba2 dari arah bawah ada sepasang merpati terbang. tak mungkin memang, tapi itulah yg terjadi. aku kaget, dan buku & album kita terjatuh. angin berhembus dan membalik-balikan halaman di album kita. photo-photo yg bahagia, dari dulu hingga hari dimana aku terakhir bertemu denganmu. aku sadar, burung itu adalah jelmaanmu. kau melarangku pergi bersamamu. kau ingin aku melanjutkan hidupku. ya, aku sadar, aku harus bangkit. dan kau tetap di sisiku, di sampingku, dan menjagaku. kau tak pernah benar-benar pergi. benar kan.

 

oppamu, Heechul hyung saat itu bilang “dia akan selalu ada” ya, kau memang akan selalu ada di hatiku. noonaku pernah bilang “kau menemukan seseorang yg tepat” ya, Yoora noona tak bohong

 

2 tahun setelah kepergianmu. aku berhasil jadi dokter. aku akan meneliti terapi penyembuhan tuk penyakit kanker otak. penyakit yang membuatmu pergi dariku. penelitian bersama Kyuhyun, Nara, Haerin, Siwon, Sungmin, dan Yesung. Kyuhyun sejak SMA selalu bersama Nara. seperti yg pernah kau bilang, mereka serasi. Siwon melarang Haerin dengan Yesung, karena Yesung selalu bersikap aneh. yah kau tau benar sifat Yesung, sahabat kita. sahabatku yang terbaik, cinta pertama Haerin, dan Siwon sebagai oppanya hanya bisa bawel pada Haerin, dan sungmin? seperti biasa selalu tebar pesona. hahaha

 

langit sore di sungai ini sangat indah. kau juga lihatkan. sekarang, aku tak takut sendirian. ada teman-teman, dan dirimu yang selalu di langit.

 

bila mendung, kau sedih. bila hujan, kau menangis. bila panas, kau bahagia. bila pagi, kau semangat. bila sore, kau tersenyum. dan bila malam, kau akan selalu disampingku, dan menjagaku dengan baik. benar kan.

 

terima kasih atas segalanya. semua yang kau berikan, kenangan yang kau ukir, dan semangat yang kau tanam. akan selalu menjadi bagian diriku. sangat terima kasih.

 

sekarang aku paham mengapa kau menyukai langit karena langit indah. dan tanpa sadar aku juga sangat menyukai langit, karena aku bisa tetap melihatmu. dan alasan aku menerimamu saat itu, adalah kita sudah takdir untuk bersama. ya, itu adalah jawabannya. Hanya gelang pemberianmu yang selalu menemaniku. Terima kasih.

 

 

“you’re beautiful, Kim Hae Na”

 

 

with love,

Lee Dong Hae

 

 

 

 

(this letter based from japanese Drama “Koizora – Sky of Love”)

6 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s