4 You (Part 2)


[author]

Yeorim merasa pemuda itu mirip Kibum. cara bicara, sorot mata, senyumnya, rambutnya, dan sikapnya. nyaris seperti Kibum. yeorim shock, dan terus menangis di halaman rumah. kyuhyun hanya diam, dan melihatnya menangis. sesekali mengantarkan tissue, makanan, dan minuman. walaupun Kyu tau itu tak akan ia sentuh kecuali tissuenya.

 

Kyuhyun

“yaa, yeorim. mau sampai kapan kau begini?? sudah 4 bulan” aku duduk di sebelah yeorim, dan memeluknya “aku tau, Kyu. tp aku tak bisa, dan tak tau lagi harus bgmn!” yeorim sangat terpukul krn kepergian Kibum. hatiku pun sakit melihatnya begini. dia yg aku kenal selama ini adalah yeorim yg semangat, ceria, ramah, dan hari ini ku lihat hal yg tak pernah ku lihat seumur hidupku

“arasso. arasso. tapi apa kau tak kasihan dia? dan… ” baru aku ingin melanjutkan, telpon ku berdering

*Gaseumi sorichyeo marhae jayuro-un nae yeonghon
Eonjena cheo-eumui imaeum euro neoreul saranghae georeo watdeon shiganboda nameun nari deo manha*

“tunggu sebentar” aku menjauhi yeorim, dan mengangkat telpon “yeobseyo, nim. ada apa?” “nee, arasso” “daijoubu” “ah, aniyo. nee, nee” **klik**

“yeorim, aku mau keluar dulu, makanlah spaghetinya, mumpung masih panas, ara!!”

aku menepuk pundaknya

“nee, ara. gomawo, kyu” aku meninggalkan dia menuju rumah nim. nim adalah temanku, ah aniyo, dia senpai-ku semasa di SMA di Jepang, dia pulang lebih dulu dari aku. aku pulang 3 tahun yg lalu

 

Yeorim

aku pusing dengar dia cerewet. Kyuhyun memang yg paling mengerti aku.

Dia adalah kakak tiriku, Junsoo appa. Walaupun begitu aku dan minho opa sayang sekali padanya. dia lebih tua 2 tahun dari minho oppa, yang berarti 4 tahun lebh tua dariku

“sekarang yang menjagaku hanya Kyu, minho ke luar negeri tuk belajar. kyu, gomawoyo. kyu, mianhaeyo. kyu, saranghaeyo”

Tiba-tiba aku ingat lg dg pemuda itu, siapa yaa

“setidaknya aku harus ucapkan terima kasih. berkat dia, kesedihanku sudah hilang 30% semenjak terkena tendangan kaleng tadi”

*Backsong: sorry sorry (super junior)*


**heechul house**

Heechul

“oppa, kau sedang apa disana” pertanyaan hyuna membuyarkan fokusanku tentang gadis itu

“ah, aniyo, sudah matang?” jawabku mengalihkan perhatiannya

“knp kau minta byk sekali porsi dengan berbagai macam lauk. hyukie saja jarang ku masakan begitu” keluh hyuna, dan aku hanya tertawa. dia adikku satu2nya tapi sudah seperti oemmaku. oemma sudah meninggal, dan appa memilih kerja di luar negeri agar tidak terlalu ingat kenangan dengan oemma. aku & hyuna mencoba mengerti

“nanti ada temanku yg dari jepang. kau mengenalnya kok”

“hmm, aegyoo oppa?? hahaha, waah, sudah 3 tahun tidak bertemu” celetuk adikku

“iyaa, dia akan kesini sebentar lagi”

 

*ring ding dong – ring ding dong*


Hyuna

“nee, chakkanman” itu pasti aegyoo oppa

*cekreek*

“woaah, oppa, genki desuka??” aku memeluk aegyo oppa. aku selalu memanggilnya aegyo, karena dia sangat manis

“astaga tampannya . omo, inget unyuk, inget unyuk” bathinku

“ayoo, silahkan langsung ke dapur” aku mengajak oppa ke dalam

 

Heechul

suara hyuna sangat memekakkan telinga, dia pernah sangat menyukainya tapi sayangnya hyuna hanya bisa gigit jari, krn saat itu dia sdg berpacaran dg junior kami yg berasal dari Indonesia, Aulia.

“hey, boy, apa kabar? long time no see yoo” aku memeluknya erat

“ah, genki desu. hahaha. kau tetap menjadi lelaki mempesona ya heechul-nim” aku selalu di panggilnya nim, simple katanya. tak apalah. hahaha

“yaa! aku lebih cantik, pppa!” adikku tak mau kalah & menggembungkan pipi. tapi habis itu dia tertawa

“oh iya bagaimana adikmu, dia sudah baikkan?” tanyaku padanya

“mwo? kau punya adik oppa? apa dia sakit?” hyuna menyela pertanyaanku

“hyuna, kau tak sopan!!” bentakku pada hyuna

“mi..mian. oppa” sptnya hyuna menyesal

“sudahlah, tak apa, nim. iya, aku pny adik, namanya yeorim. dia tidak sakit fisik, tp psikisnya. dia kehilangan kekasihnya, Kibum, 4 bulan yg lalu. setiap hari tertekan, selalu ke sungai tuk sekedar menangis. paling lama 4 jam, stlh itu dia tak apa2. tp ku rasa skg dia sudah jauh lbh baik, dan aku bersyukur” mwo? sungai? sedih? Kibum? nama yg di sebutkan gadis itu jg Kibum. oh iya, apa kabarnya dia.

“nim? nim? oppa? oppa? tepukan hyuna dan kyuhyun cukup keras tuk  menyadarkanku dari lamunan. ya temanku bernama Cho Kyuhyun, si jenius sains

“gwenchana??” wajah kyuhyun spt panik

“aniyo, gwenchana. ah sudah ayo makan” ajakku pada hyuna & kyu

“jjinja, oppa??” tanya hyuna tuk memastikan

“nee, sudah. ayo makan, nanti dingin jawabku singkat tuk meyakinkan

“tapi sungguh, sudah lama aku tidak bertemu gadis itu lagi. penasaran aku padanya” bathinku

 

*Backsong: Listen… To You (Super Junior – Kyuhyun)*

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s